cover
Contact Name
Iqbal Ramdhoni
Contact Email
iqbalramdhoni2@gmail.com
Phone
+6287825172939
Journal Mail Official
iqbalramdhoni2@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Selakopi, Lembursawah, Cicantayan, Sukabumi
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Sharia: Jurnal Kajian Islam
ISSN : 2828402     EISSN : -     DOI : 10.59757
Jurnal ini fokus pada publikasi hasil penelitian dan pemikiran tentang studi Islam dalam bentuk artikel penelitian, resensi buku, dan pemikiran. Jurnal ini memuat artikel-artikel yang membahas kajian dan pemikiran Islam, yang meliputi budaya, masyarakat, pendidikan, politik, hukum, ekonomi, dan komunikasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 31 Documents
EKSPLORASI FILSAFAT DALAM STUDI ISLAM: KONSEP DAN KONTEKS Safi'atullaila Masaroh; Muhammad Abdul Ramadhoni; Muhammad Ikhsanul Amin
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 1 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v2i1.57

Abstract

Studi Islam merupakan bidang kajian yang mencakup berbagai dimensi kehidupan umat manusia, mulai dari aspek spiritual hingga sosial-politik. Pendekatan filsafat menawarkan perspektif yang unik dan mendalam untuk memahami ajaran Islam, dengan mengintegrasikan akal, wahyu, dan realitas. Artikel ini mengkaji konsep dasar, urgensi, dan karakteristik pendekatan filsafat dalam studi Islam, serta perannya dalam menjawab tantangan kontemporer. Melalui tinjauan historis, pendekatan ini terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam memadukan pemikiran kritis dan nilai-nilai etis Islam. Model pendekatan seperti hermeneutika, teologi-filosofis, dan tafsir falsafi dianalisis untuk menunjukkan relevansi filsafat dalam menjembatani dialog antara tradisi keilmuan dan kebutuhan masyarakat modern. Artikel ini menekankan pentingnya pendekatan filsafat dalam memperluas wawasan dan relevansi studi Islam, baik dalam ranah akademis maupun praktik kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, filsafat tidak hanya menjadi metode analisis, tetapi juga sarana untuk memahami Islam secara lebih inklusif, rasional, dan kontekstual.
Seni Tari Sebagai Praktik Keagamaan: Pandangan Fikih Terhadap Tarian Zafin dalam Shalawat Muhammad Arfan Ahwadzy
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 1 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v2i1.72

Abstract

Tarian zafin dalam pembacaan shalawat menjadi fenomena menarik dalam kajian seni dan agama di Indonesia sebagai media dakwah. Namun, sebagian orang menganggapnya dapat merendahkan harga diri pelakunya. Karena hal tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis tarian zafin dari perspektif fikih Islam, dengan menilai kesesuaiannya dalam konteks syariat dan nilai spiritual. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan normatif, mengacu pada studi bermazhab. Melalui pendekatan ini, teks-teks keagamaan seperti Al-Qur'an, Hadis, dan Kutub at-Turāṡ akan diinterpretasikan dengan mengacu pada pemikiran ulama mazhab, serta menggunakan teori ushul fikih dan kaidah fikih sebagai instrumen untuk menganalisis dan menyimpulkan. Penelitian ini mengulas pandangan ulama fikih mengenai tarian zafin berdasarkan Al-Qur'an, Hadis, dan Kutub At-Turāṡ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan pendapat, mayoritas ulama berpendapat bahwa tari zafin diperbolehkan, dengan dasar hadis Nabi Muhammad Saw. yang menyaksikan tarian kaum Habasyah bersama Aisyah. Ulama menyimpulkan bahwa zafin sah karena tidak mengandung gerakan gemulai (takaṡṡur) atau berayun (taṡannī), yang dilarang dalam Islam. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya penyelarasan nilai-nilai budaya terhadap prinsip syariat guna menghindari praktik yang bertentangan dengan pandangan Islam.
TINJAUAN HUKUM SYARIAH TERHADAP PEMASARAN PRODUK MITRA EMAS iB MASLAHAH: (Studi Kasus di BJBS Syariah Kantor Cabang Kota Sukabumi) Nanong Sudarna; Virda Amalia Amimi; Ia Hidarya; Dudin Fahrudin
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 1 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v2i1.73

Abstract

Pemasaran produk berbasis syariah harus sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang menekankan transparansi, kejujuran, dan keadilan. Bank BJB Syariah Kantor Cabang Kota Sukabumi memiliki produk Mitra Emas iB Maslahah sebagai layanan gadai emas berbasis syariah. Namun, masih terdapat kendala dalam pemasaran yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan produk ini oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pemasaran produk Mitra Emas iB Maslahah dan meninjau kesesuaiannya dengan hukum ekonomi syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran produk ini telah menerapkan prinsip-prinsip syariah, terutama dalam aspek transparansi dan keadilan. Namun, masih diperlukan peningkatan dalam strategi promosi dan kemudahan akses informasi bagi calon nasabah. Kesimpulannya, pemasaran produk Mitra Emas iB Maslahah secara umum sudah sesuai dengan hukum syariah, tetapi efektivitasnya dapat ditingkatkan melalui strategi yang lebih inovatif dan edukatif.
TRANSFORMASI AKAD JUAL BELI DI ERA DIGITAL TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH PADA TRANSAKSI DI TOKO MODERN: (Studi Kasus di Indomaret Karangtengah 3 Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi) Ia Hidarya; Rahmah Salsabila Noor; Nanongsudarna; Iqbal Ramdhoni
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 1 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v1i2.74

Abstract

Penelitian ini membahas tinjauan hukum ekonomi syariah dalam praktik akad jual beli makanan di toko modern, dengan studi kasus di Indomaret Karangtengah 3, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena transaksi di toko modern yang tidak lagi menggunakan ijab qabul secara lisan, melainkan digantikan dengan pemindaian barcode. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme akad jual beli di toko modern serta menilai kesesuaiannya dengan hukum ekonomi syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi di toko modern Indomaret Karangtengah 3 dilakukan dengan akad fi’liyah, yaitu serah terima barang yang menggantikan ijab qabul lisan. Berdasarkan perspektif hukum ekonomi syariah, akad jual beli ini termasuk dalam kategori bai’ al-mu’athah dan dinilai sah karena adanya kerelaan dari kedua belah pihak serta terpenuhinya rukun dan syarat jual beli.
Perspektif Ekonomi Syariah Pada Akad Investasi Cryptocurrency : (Studi Kasus Pada Aplikasi Bingx) Asep Sutarji; Muhammad Alwi Syihab; Usman Armaludin
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 2 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v2i2.79

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya minat masyarakat, khususnya kalangan Muslim, terhadap aset digital sebagai instrumen investasi, serta kebutuhan untuk menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Dalam konteks hukum ekonomi syariah, investasi Cryptocurrency menjadi isu yang kontroversial. Beberapa ulama dan lembaga fatwa memperdebatkan keabsahan Cryptocurrency sebagai alat investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akad investasi cryptocurrency dalam perspektif ekonomi syariah dengan studi kasus pada aplikasi BingX, Mengkaji tingkat kesesuaian antara model transaksi dan sistem operasional investasi pada aplikasi BingX dengan ketentuan muamalah dalam Islam serta Menjelaskan aspek-aspek hukum syariah yang menjadi persyaratan dalam praktik investasi berbasis aset digital, khususnya cryptocurrency. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis guna menggali status Cryptocurrency sebagai instrumen investasi melalui Aplikasi BingX dalam pandangan keuangan Islam. Data yang digunakan bersumber dari data sekunder, yang diperoleh melalui jurnal ilmiah, buku-buku referensi, fatwa, serta dokumen regulasi yang berkaitan dengan aset kripto dan sistem keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebanyak 69,5% responden menyatakan bahwa platform investasi harus jelas dalam akadnya dan tidak boleh mengandung unsur maysir atau spekulasi yang berlebihan. Namun demikian, Saat ditanya mengenai aspek keamanan dan transparansi, hanya 60,8% responden yang merasa yakin bahwa BingX telah memberikan sistem yang aman dan bertanggung jawab. Secara keseluruhan, hasil temuan penelitian ini menyimpulkan belum secara eksplisit mencantumkan akad yang sesuai dengan ketentuan fiqh muamalah, meskipun platform ini menawarkan berbagai fitur perdagangan aset digital yang canggih, masih mengandung beberapa unsur yang bertentangan dengan prinsip-prinsip muamalah Islam, namun demikian mayoritas menyatakan bahwa mereka belum sepenuhnya memahami hukum syariah dalam investasi aset digital.
TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK PINJAMAN MODAL USAHA DI PT PERMODALAN NASIONAL MADANI (PNM) MEKAR DESA GUNUNG ENDUT Dudin Fahrudin; Siti Aisyah; Deden Septiadi Saputra
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 2 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v2i2.81

Abstract

Penelitian ini mengkaji tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik sistem pinjaman modal usaha di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Desa Gunung Endut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya penggunaan pinjaman modal usaha oleh ibu rumah tangga, yang dalam praktiknya sering ditemukan penyimpangan terhadap prinsip-prinsip syariah, seperti penggunaan dana yang tidak sesuai tujuan serta adanya tambahan pembayaran yang menimbulkan kecurigaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kesesuaian akad dan pelaksanaan pinjaman dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan empiris melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad yang digunakan adalah akad qardh (pinjaman tanpa imbalan), namun pelaksanaannya belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai keadilan, transparansi, serta masih terdapat indikasi unsur riba dan gharar yang bertentangan dengan prinsip hukum ekonomi syariah.
TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PERLINDUNGAN KONSUMEN PADA PRODUK KREDIT PEMILIKAN RUMAH (KPR) : (Studi Kasus di Bank Syariah Indonesia KCP Cibadak) Nanong Sudarna; Cintami Sri Mulya; Ia Hidarya
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 2 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v2i2.82

Abstract

Tingginya biaya pembangunan rumah dan keterbatasan lahan mendorong masyarakat untuk mengakses fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai solusi kepemilikan hunian. Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Cibadak merupakan salah satu lembaga keuangan yang menyediakan produk KPR berbasis prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penyaluran KPR, tanggung jawab pihak bank terhadap nasabah, serta penerapan hak-hak konsumen dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian menggunakan pendekatan hukum empiris dengan metode deskriptif kualitatif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi di BSI KCP Cibadak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI KCP Cibadak telah menerapkan akad syariah seperti murabahah dan musyarakah mutanaqisah dalam penyaluran KPR serta menunjukkan tanggung jawab melalui transparansi informasi dan edukasi kepada nasabah. Namun demikian, sebagian nasabah masih kurang memahami akad yang digunakan sehingga diperlukan penguatan literasi dan edukasi syariah secara berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa perlindungan konsumen pada produk KPR syariah telah diimplementasikan sesuai prinsip Hukum Ekonomi Syariah, meskipun masih perlu peningkatan pada aspek edukasi dan sosialisasi.
ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PEMBELIAN PRODUK PRO-ISRAEL DI PASAR CICURUG KABUPATEN SUKABUMI Opik Hidayat; silvi susilawati; Dudin Fahrudin
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 2 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v2i2.83

Abstract

Konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina telah menimbulkan penderitaan mendalam bagi rakyat Palestina. Dukungan terhadap agresi Israel kerap dilakukan melalui pembelian produk yang terafiliasi dengan rezim Zionis. Sebagai respons, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 yang mengharamkan dukungan terhadap produk pro-Israel serta mendorong umat Islam melakukan boikot sebagai bentuk jihad ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pembelian produk pro-Israel di Pasar Semi Modern Cicurug Kabupaten Sukabumi dari perspektif hukum ekonomi syariah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yuridis-normatif dan empiris melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang dan pembeli Muslim belum memahami secara utuh fatwa MUI tersebut, sehingga praktik jual beli produk pro-Israel masih berlangsung. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi dan sosialisasi nilai-nilai ekonomi syariah dalam perilaku konsumsi umat serta mendorong pemerintah dan lembaga keagamaan untuk memperkuat kebijakan edukatif dalam pembentukan kesadaran konsumen Muslim sesuai prinsip hukum ekonomi syariah
TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PENGGUNA QRIS BAGI PEDAGANG DAN PEMBELI PADA BISNIS UMKM: (Studi Kasus Defisa Grosir Desa Pondokaso Tonggoh Cidahu) Opik Hidayat; Siti Sarah Restiawati; Moch Dinul Faqih; Deden Septiandi Saputra; Iqbal Ramdhoni
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 2 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v2i2.84

Abstract

Perkembangan teknologi finansial mendorong perubahan signifikan dalam sistem pembayaran, khususnya melalui hadirnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran digital yang cepat, aman, dan efisien. Dalam konteks usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penggunaan QRIS menjadi solusi yang praktis bagi pedagang dan pembeli, namun perlu dikaji lebih lanjut kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah, seperti keadilan, kejelasan akad, serta bebas dari unsur riba dan gharar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi QRIS pada transaksi di Defisa Grosir Desa Pondokaso Tonggoh Cidahu serta menilai kesesuaiannya dengan kaidah syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pedagang dan pembeli yang menggunakan QRIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS memberikan manfaat berupa efisiensi transaksi, kemudahan pencatatan, keamanan pembayaran, dan pengurangan risiko kehilangan uang tunai. Namun demikian, ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan jaringan internet dan rendahnya literasi digital syariah. Secara umum, penggunaan QRIS telah memenuhi rukun dan syarat akad jual beli menurut perspektif syariah, sehingga praktik transaksi dinilai sah dan tidak bertentangan dengan prinsip muamalah. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi keuangan syariah bagi pelaku UMKM agar pemanfaatan QRIS semakin optimal, halal, dan memberikan keberkahan.
Fenomena Code Switching dalam Pola Komunikasi Remaja Santri: Studi pada Interaksi Formal dan Nonformal di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kenongo Sedan Rembang Khalid Mawardi; Septi Gumiandari
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 2 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v2i2.90

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena code switching dalam pola komunikasi remaja santri di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kenongo Sedan Rembang dengan menyoroti bentuk, faktor, perbedaan penggunaan dalam konteks formal dan nonformal, serta fungsi sosial dan kultural yang menyertainya. Permasalahan penelitian berangkat dari realitas lingkungan pesantren yang multibahasa, namun kajian yang membahas secara komprehensif praktik alih kode santri berdasarkan konteks komunikasi masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk code switching; (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya code switching; (3) menganalisis perbedaan penggunaan code switching dalam konteks formal dan nonformal; serta (4) menjelaskan fungsi sosial dan kultural code switching dalam komunikasi santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap tiga santri remaja yang dipilih secara purposive berdasarkan kompetensi multibahasa dan intensitas interaksi sosial di lingkungan pesantren. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) santri secara aktif menggunakan bahasa Jawa ngoko, Jawa krama inggil, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Arab secara berpola, dengan bentuk code switching yang dominan berupa intra-sentential switching yang berlangsung spontan.; (2) faktor utama yang melatarbelakangi praktik alih kode meliputi konteks situasi, lawan bicara, norma kesantunan, lingkungan pesantren, dan latar belakang kultural; (3) dalam konteks formal, code switching digunakan secara lebih terkontrol untuk menjaga kesantunan dan memperjelas makna, sedangkan dalam konteks nonformal berlangsung lebih cair, ekspresif, dan kreatif; (4) secara sosial-kultural, code switching berfungsi sebagai penanda identitas santri, sarana adaptasi sosial, penguat solidaritas, serta cerminan budaya religius pesantren

Page 3 of 4 | Total Record : 31