cover
Contact Name
Hilman Imadul Umam
Contact Email
babakti@unsika.ac.id
Phone
+6281310941700
Journal Mail Official
babakti@unsika.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. H.S. Ronggowaluyo, Kelurahan Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Babakti: Journal of Community Engangement
ISSN : 30477670     EISSN : 30476550     DOI : https://doi.org/10.35706/babakti
Babakti: Journal of Community Engagement is published by Universitas Singaperbangsa Karawang. The journal holds ISSN 3047-7670 (print) and ISSN 3047-6550 (online). The objective of this journal is to communicate conceptual frameworks, ideas, and research outcomes in community service related to science, technology, education, health, engineering, and agriculture. This journal is published twice a year (April and October). Authors who wish to submit manuscripts must follow the prescribed writing guidelines. Manuscripts that do not comply with the guidelines or use an alternative format may be rejected prior to further evaluation. All submissions undergo desk review and initial manuscript evaluation by the Editorial Board. Eligible manuscripts are then sent to reviewers through a double-blind peer-review process.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 32 Documents
Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Sebagai Bahan Baku Sapu Lantai Daur Ulang Melalui Kegiatan Workshop dan Analisis Nilai Ekonominya Pambudi, Teguh
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 1 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v1i1.13103

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan pelatihan pengolahan sampah botol plastik menjadi sapu daur ulang beserta analisis nilai ekonominya kepada masyarakat Desa Payungsari, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan melalui dua sesi yaitu metode pelatihan terstruktur dan pelatihan partisipatif. Pelatihan terstruktur dilaksanakan melalui sosialisasi jenis dan pemilahan sampah plastik dan pemaparan materi dengan metode ceramah. Selanjutnya pelatihan partisipatif dilaksanakan dengan melakukan kegiatan partisipatif dengan melibatkan peserta dalam pembuatan sapu daur ulang secara langsung oleh fasilitator. Kegiatan pelatihan pembuatan sapu daur ulang botol plastik menjadi salah satu upaya untuk mengurangi masalah sampah di Desa Payungsari. Hasil dari kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat desa mengenai jenis dan pemilahan sampah plastik yang dapat terus dilakukan. Pada kegiatan praktek langsung pembuatan sapu daur ulang, peserta kegiatan mampu meningkatkan keterampilan dan mengetahui nilai-nilai ekonomi yang dikeluarkan dan didapatkan. Untuk mengoptimalkan hasil sosialisasi dan pelatihan, maka perlu didukung dengan media seperti poster yang ditempel di beberapa tempat di lingkungan masyarakat.
Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Sebagai Pupuk Organik di Desa Nanti Agung, Kabupaten kepahinang, Bengkulu Achmad, Feerzet; Mahendra, Lufy Eka; Sylvia, Teny; Hatta, Madani; Marlina, Titi
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 1 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v1i1.13104

Abstract

Melimpahnya tanaman kopi di Desa Nanti Agung, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu menyebabkan penumpukan limbah kulit kopi akibat proses pengolahan biji kopi. Untuk itu, dilakukan pelatihan berupa pemanfaatan limbah kulit kopi untuk dijadikan sebagai pupuk organik. Pembuatan pupuk organik ini dengan mencampurkan limbah kulit kopi dengan kotoran ayam dan EM4 sebagai sumber bakteri pengurai yang diproses selama 14 hari. Hasil dari pelatihan pembuatan pupuk organik yaitu dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat tentang pembuatan dan manfaat pupuk organik dari limbah kulit kopi. Dalam aplikasinya pada tanaman kopi, pupuk organik ini dapat meningkatkan produktivitas tanaman dengan cara meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologis pada tanah melalui unsur hara yang terkandung didalamnya serta mengurangi ketergantungan masyarakat dalam penggunaan pupuk kimia.
Sosialisasi Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Sampah Rumah Tangga pada Pekon Way Kerkai Achmad, Feerzet; Setianingrum, Nur; Jarwinda, Jarwinda; Satria, Arysca Wisnu; Firmansyah, Agus; Susanto, Herri
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 1 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v1i1.13105

Abstract

Pekon/Desa Way Kerkai, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung yang memiliki potensi komoditi kopi dan cabai. Adanya lahan pertanian yang cukup luas tetapi limbah pertanian yang dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan secara maksimal, dapat mencemari lingkungan dan mempengaruhi hasil pertanian di Pekon Way Kerkai. Demikian halnya dengan pengelolaan sampah organik rumah tangga masyarakat yang dibuang begitu saja tanpa ada proses lebih lanjut dan berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan Kegiatan KKN PPM ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan petani tentang bagaimana cara mengelola limbah dan sampah organik menjadi pupuk cair atau Mikroorganisme Lokal (MOL). Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan MOL. Hasil dari kegiatan ini yaitu masyarakat dan petani memahami tentang proses pembuatan dan manfaat pupuk organik cair berbahan MOL untuk tanaman. Pemahaman petani meningkat dari rata-rata 30% sebelum pelatihan dan mencapai 90% setelah pelatihan ini berdasarkan kuisioner yang dibagikan sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu pelatihan ini dapat menjadi usaha atau bisnis serta sebagai bentuk memanfaatkan limbah yang tidak termanfaatkan dengan baik.
Edukasi Kesehatan Tentang Pengenalan Organ Reproduksi Pada Remaja Dengan Menggunakan Media Audio Visual Passe, Rosita; Ikawati, Nurul; Sampara, Nurqalbi; Saleh, Syamsuryanita
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 1 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v1i1.13107

Abstract

Masa remaja atau juga disebut masa pubertas merupakan masa penghubung antara masa anak-anak dan dewasa. Masa pubertas yaitu seseorang dengan perkembangan seksual yang lebih matang. Artinya, anak laki-laki atau perempuan mengalami perubahan fisik yang membuat mereka mampu bereproduksi secara seksual. pengetahuan manusia diperoleh atau disalurkan melalui banyak indera sehingga semakin banyak panca indera yang digunakan maka semakin jelas pengetahuan yang diperoleh. Audio visual merupakan salah satu media yang menyajikan informasi atau pesan melalui dengar dan lihat. Tujuan pengabdian Masyarakat ini diharapkan dapat menjadi media untuk penyebaran informasi terkait Kesehatan reproduksi tentang organ reproduksi pada remaja. Mitra Pengabdian Masyarakat ini adalah SMA Negeri 18 Makassar. Metode kegiatan pengabdian ini yaitu pemberian penyuluhan tentang pengenalan organ reproduksi pada remaja. Kegiatan berlangsung selama 1 hari yang dilakukan pada hari senin tanggal 20 November 2023 pada pukul 10.00 Wita bertempat di SMA Negeri 18 Makassar. Hasil kegiatan menunjukan bahwa rata-rata skor pretes pengetahuan adalah 47.60 sementara pada saat postes meningkat menjadi 74.45. hal ini menunjukkan bahwa ada perubahan pengetahuan yang signifikan setelah kegiatan edukasi. Diperlukan edukasi yang berkelanjutan kepada remaja untuk menjaga kesehatan reproduksinya.
EDUKASI TENTANG MASALAH GANGGUAN HAID DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET PADA WANITA USIA SUBUR Sumarni Marwang
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 1 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v1i1.13189

Abstract

Wanita memiliki tubuh yang kompleks mengalami proses perkembangan anatomi, fisiologis, dan reproduksi selama kehidupannya, mulai masa anak-anak, kemudian tumbuh menjadi remaja dan dewasa. Awal kesempurnaan tersebut ditandai dengan datangnya menstruasi (Haid). Pada Wanita saat mengalami menstruasi sering terjadi gangguan yang menyertai misalnya; gangguan siklus, lamanya haid, interval serta nyeri pada saat haid (dismenore). Gangguan menstruasi merupakan gangguan kesehatan reproduksi yang sering dikeluhkan oleh banyak wanita sehingga dapat mempengaruhi kualitas reproduksi serta kualitas hidup Wanita. Edukasi tentang masalah gangguan menstruasi pada Wanita Usia Subur sangat penting agar dapat melakukan pencegahan serta pengobatan yang tepat. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk edukasi tentang masalah gangguan haid dengan menggunakan media leaflet. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari yang dilakukan pada hari senin 18 Desember 2023 dengan menggunakan media leaflet. Hasil Kegiatan ini menunjukkan bahwa rata-rata pretest skor pengetahuan adalah 59,02 dan hasil rata-rata pengetahuan posttest mengalami peningkatan menjadi 79,99. Hal ini menunjukkan bahwa ada perubahan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah kegiatan edukasi dilakukan dengan nilai P:0.01. Dengan demikian maka diperlukan kegiatan edukasi yang lebih intensif kepada Wanita Usia Subur dalam mengatasi gangguan haid.
Pintar Memilah Sampah, Upaya Preventif untuk Sekolahku Bersih Jiwaku Sehat Arshy Prodyanatasari; Deva Raka Satria Diasandy; Laila Nur Azizah; Lufia Elen Ayu Izati; Abdullah Farikh Hidayat
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 2 No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i2.13178

Abstract

Sampah merupakan hasil sampingan dari aktivitas sehari-hari manusia dan makhluk hidup lainnya. Pengelolaan sampah yang tepat dan efisien dapat secara signifikan mengurangi risiko pencemaran lingkungan. Edukasi publik tentang pengelolaan sampah, terutama di kalangan siswa, Edukasi publik tentang pengelolaan sampah, terutama di kalangan siswa, merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kepedulian siswa dalam memilah sampah dan menerapkan daur ulang dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Selain itu program ini penting untuk menanamkan pemahaman tentang pembuangan sampah yang benar serta praktik penanganan sampah berkelanjutan. Pemilahan sampah berdasarkan karakteristiknya (organik, anorganik, dan B3) merupakan tahap krusial yang memudahkan proses pengolahan lebih lanjut, seperti komposting, daur ulang, atau pembuangan yang aman. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di SD YBPK Semampir, Kota Kediri, pada 26 April 2024, dengan sasaran 70 siswa kelas I hingga VI. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), diperkaya dengan demonstrasi praktik langsung. Dari kegiatan PkM ini, diperoleh hasil berupa meningkatnya pemahaman peserta dalam membedakan sampah organik dan anorganik serta tumbuhnya kesadaran untuk membuang sampah secara tepat berdasarkan jenisnya.
SOSIALISASI PENINGKATAN UMKM KOPERASI DESA MERAH PUTIH DI DESA PACET Michael, Tommy
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 2 No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i2.13196

Abstract

Dalam kehidupan bernegara selalu terdapat permasalahan hukum. Umumnya permasalahan hukum muncul dipengaruhi keberadaan suatu peraturan perundang-undangan ataupun pemerintah bersikap. Berdasarkan norma hukum yang dimaktubkan dalam Instruki Presiden bernomor 9 dengan tahun 2025 maka terjadi Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bagian dari pemenuhan Asta Cita kedua dan pemerataan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 (Asta Cita keenam). Tentu keberadaan KDKMP membawa perubahan paradigma dalam masyarakat bahwa koperasi yang identik dengan simpan pinjam menjadi pemenuhan kebutuhan masyarakat. Diawali dengan penelusuran kebutuhan KDKMP di Desa Pacet Mojokerto bahwa keberadaan usaha menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman akan keberlanjutan KDKMP dengan mengutamakan kekayaan intelektual khususnya desain industri. Keberadaan kekayaan intelektual bukan menjadi perhatian utama di Desa Pacet karena pada dasarnya kemajuan UMK-M hanya berpusat pada kebutuhan sesaat seperti kuliner. Kegiatan sosialisasi KDKMP berjalan lancar namun permasalahan yang terjadi yaitu kurangnya dukungan teknologi dari pemerintah kota setempat. Ketika UMK-M sudah dalam tahap yang bisa memenuhi kehidupannya sendiri maka keberadaan KDKMP adalah bagian yang menarik. Penerapan inovasi dan teknologi yang telah dilakukan terhambat pada paradigma UMK-M dimana dalam pendaftaran desain industri seolah-olah tidak mendsapatkan imbal balik langsung.
Optimalisasi Strategi Promosi untuk Membangun dan Memperkuat Identitas Merek Cibo Pasta Lab Utami, Ni Made Satya; I Ketut Setia Sapta; I Gede Putu Eka Budiyasa; I Putu Yoga Pratama Putra
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 2 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i1.13197

Abstract

Penyebaran informasi begitu cepat di dunia bisnis, dan telah menyebabkan munculnya merek-merek baru dalam pertumbuhan selanjutnya, sehingga menghasilkan persaingan yang kuat di antara para penjual. Karena itu, pemilik bisnis harus memperhatikan citra merek mereka sendiri. Cibo Pasta Lab merupakan salah satu perusahaan industri makanan yang menghadapi beberapa tantangan utama, antara lain kurangnya kreativitas dalam mengembangkan ide konten, kurangnya optimalisasi promosi offline melalui personal selling dan tidak adanya brosur, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya aktivitas dan interaksi di media sosial. PKM ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi, edukasi, dan pelatihan kepada karyawan bagaimana cara mengoptimalkan strategi penjualan serta cara untuk membangun dan memperkuat identitas Cibo Pasta Lab melalui citra merek di industri makanan. Metode pelaksanaan melakukan observasi dan wawancara untuk menganalisis masalah, memberikan edukasi terkait fotografi produk, editing hasil foto yang akan digunakan untuk brosur, melakukan promosi dengan penyebaran brosur di jalan maupun ke cafe terdekat, pengawasan dan bimbingan tentang pentingnya aktivitas media sosial. Kesimpulan Hasil pengabdian menunjukkan bahwa implementasi dari fotografi produk membantu dalam meningkatkan kualitas ide konten, penyebaran brosur juga membantu agar memperkuat identitas merek di industri makanan, serta pengawasan media sosial membantu dalam memperluas jangkauan pasar.
Pelatihan Alat Monitoring dan Kontrol Kelembapan Kumbung Jamur Berbasis IOT di Desa Binor Jannah, Sutra Wardatul; Fathira, Dwi Santi Ulin; Sri Nitia Astutik
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i1.13194

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas budidaya jamur tiram melalui penerapan sistem monitoring dan kontrol kelembapan tanah berbasis Internet of Things (IoT) dengan metode fuzzy logic. Permasalahan utama mitra adalah kesulitan menjaga kelembapan tanah secara konsisten karena penyiraman masih dilakukan secara manual. Solusi yang ditawarkan berupa alat berbasis mikrokontroler ESP32 yang dilengkapi sensor kelembapan tanah, pompa air, dan logika fuzzy sebagai pengendali penyiraman otomatis. Sistem diintegrasikan dengan aplikasi Kodular dan notifikasi WhatsApp agar mitra dapat memantau kondisi secara real-time. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga kelembapan tanah pada kisaran optimal 60–80%, mengurangi penggunaan air rata-rata sebesar 20%, serta mengefisienkan waktu perawatan kumbung jamur. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi teknologi tepat guna, tetapi juga meningkatkan pengetahuan mitra dalam memanfaatkan teknologi digital sederhana untuk menunjang usaha budidaya jamur.
Implementasi Sistem Monitoring Wadah Sampah Berbasis ESP32 untuk Efisiensi Pengelolaan di Bank Sampah KHALISA Cipedak Irmayani; Fivit Marwita; Edi Widiono; S. Wahyu Dumadi; Edy Supriyadi; Ariman; M. Febriansyah; M. Fadhli Abdillah; Harlan Effendi; Iriandi Ilyas; Poedji Oetomo
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i1.13195

Abstract

The Bank Sampah KHALISA RW 06 Cipedak is a community-based initiative in sustainable household waste management involving 200 households as active members. In its implementation, operational management still faces several challenges, including manual monitoring of waste bins, a limited number of collection staff, and the absence of a data-based system to support work efficiency. To address these issues, the Community Service team from the Electrical Engineering Department of ISTN designed and implemented an Internet of Things (IoT)-based waste bin monitoring system using an ESP32 microcontroller, an ultrasonic sensor, and a load cell. The system detects the fill level and weight of inorganic waste, displays information on an LCD, and sends real-time notifications to staff via the Telegram application. Trial results indicate that the device operates according to its design objectives. The implementation reduced collection delays by 90% and improved staff time efficiency by 80%, as waste collection is carried out based on the actual condition of the bins. In addition to its technical impact, the program also enhanced community participation and discipline in separating organic and inorganic waste. Although the reduction in operational costs has not yet been evaluated and the deployed devices remain limited in number, the system has proven effective in supporting more timely, structured, and data-driven waste management at the community level.

Page 3 of 4 | Total Record : 32