cover
Contact Name
Hilman Imadul Umam
Contact Email
babakti@unsika.ac.id
Phone
+6281310941700
Journal Mail Official
babakti@unsika.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. H.S. Ronggowaluyo, Kelurahan Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Babakti: Journal of Community Engangement
ISSN : 30477670     EISSN : 30476550     DOI : https://doi.org/10.35706/babakti
Babakti: Journal of Community Engagement is published by Universitas Singaperbangsa Karawang. The journal holds ISSN 3047-7670 (print) and ISSN 3047-6550 (online). The objective of this journal is to communicate conceptual frameworks, ideas, and research outcomes in community service related to science, technology, education, health, engineering, and agriculture. This journal is published twice a year (April and October). Authors who wish to submit manuscripts must follow the prescribed writing guidelines. Manuscripts that do not comply with the guidelines or use an alternative format may be rejected prior to further evaluation. All submissions undergo desk review and initial manuscript evaluation by the Editorial Board. Eligible manuscripts are then sent to reviewers through a double-blind peer-review process.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 37 Documents
Penerapan Teknologi Instalasi Pengelolaan Air Limbah di Muara Angke dan Analisis Pasca Pengoperasian M. Sulthon Nurharmansyah Putra; Tedi Kurniadi; Mitro Prihantoro; Gunaryo; Dea Dwi Ananda; Latisa Stefi Alivia; Arya Rafif Rabbani; Gabriel Prabowo
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i1.13199

Abstract

Permasalahan sanitasi lingkungan di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, khususnya terkait pengelolaan air limbah domestik yang dibuang langsung ke badan air tampa pengolahan, telah menyebabkan penurunan kualitas air serta meningkatkan resiko penyakit bebasis lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta melakukan analisis pasca pengoprasian guna mengevaluasi kinerja dan efektivitas sistem yang telah dibangun. Metode yang digunakan survei awal, perancangan IPAL dan untuk mengetahui kondisi pengelolaan sarana tersebut dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif yakni dengan mendeskripsikan kondisi pengelolaan sarana sanitasi berdasarkan hasil kuisioner masyarakat yang terkena dampak IPAL Muara Angke. Tingkat kepuasan meliputi pengetahuan, kebermanfaatan, hasil kualitas air, dampak, dan penerapan IPAL. Hasil pengabdian ditunjukkan dengan teknologi IPAL yang telah terpasang di Muara Angke dan hasil analisis menunjukkan bahwa tipologi pengelolaan IPAL adalah : Aspek hasil pengelolaan air yang berada pada posisi pertama dengan nilai 95%, aspek kebermanfaatan dan dampak positif yang pada posisi kedua dengan nilai 90%, aspek pengetahuan dan kemudahan penerapan yang berada pada posisi terakhir dengan nilai 87,5%. Berdasarkan data yang diperoleh didapatkan hasil yang baik mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap IPAL. Kegiatan ini diharapkan menjadi model replikasi pengelolan air limbah di wilayah pesisir perkotaan.
Pendampingan Teknik Hitung Trachtenberg Sebagai Strategi Peningkatan Kemampuan Numerasi Siswa SMP Negeri Neobat Kefamenanu Miko Purnomo; Justin Eduardo Simarmata; Debora Chrisinta; Adelya I Manalu; Iis Aprianti; Eva Binsasi
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i1.13204

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Namun, dalam praktiknya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan operasi hitung dasar, khususnya pada materi perkalian dan pembagian. Kondisi ini juga ditemukan pada siswa di SMP Negeri Neonbat Kefamenanu yang menunjukkan rendahnya minat belajar matematika serta belum adanya pengenalan metode berhitung alternatif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa melalui pendampingan teknik hitung Trachtenberg. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu survei lokasi, identifikasi permasalahan mitra, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi dan monitoring. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, workshop, dan praktik langsung penggunaan metode Trachtenberg dalam menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian tes sebelum dan sesudah pelatihan serta observasi aktivitas siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan numerasi siswa yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 61,0 pada pre-test menjadi 79,5 pada post-test. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan minat, keaktifan, dan kepercayaan diri dalam menyelesaikan soal matematika. Dengan demikian, pendampingan teknik hitung Trachtenberg dapat menjadi salah satu strategi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa.
Revitalisasi Elemen Fisik Kawasan Melalui Redesain Gate, Jalur Pedestrian dan Street Furniture di Kampung Kauman Heritage Banyumas Setiawan Dudi Prasetio; Iola Abi Gail; Erik Wahyu Palguna; Naufal Kresna Diwangkara
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 2 (2026): October
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i2.13222

Abstract

Kampoeng Kauman Heritage di Desa Sudagaran, Banyumas, merupakan desa wisata rintisan yang kaya akan potensi sejarah dan budaya, namun beberapa elemen infrastruktur pendukungnya belum optimal dalam merepresentasikan identitas kawasan. Tantangan utamanya adalah desain dua gerbang penanda yaitu Gate utama dan Gate Kepatihan yang sudah ada namun belum selaras dengan citra Heritage yang diusung. Selain itu, kondisi jalur Pedestrian yang belum tertata dan minimnya Street Furniture juga mengurangi kualitas pengalaman wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan redesain Gate utama dan Gate Kepatihan, serta merancang jalur Pedestrian yang terintegrasi dengan Street Furniture untuk memperkuat identitas visual serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan. Metode pelaksanaan meliputi survei kondisi eksisting, analisis kebutuhan, perancangan konsep, serta diskusi partisipatif dengan masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah tiga konsep perancangan utama: (1) Redesain Gate Utama sebagai ikon kawasan; (2) Redesain Gate Kepatihan sebagai penanda zona historis; serta (3) Desain terintegrasi Jalur Pedestrian dan Street Furniture yang fungsional dan estetis. Konsep perancangan tersebut menghasilkan arahan desain yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kawasan Kampoeng Kauman Heritage. Oleh karena itu, pemerintah desa dan pengelola kawasan direkomendasikan untuk mengimplementasikan desain secara bertahap melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait guna memperkuat identitas visual kawasan, meningkatkan kualitas pengalaman wisata, serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Implementasi Sembilan Langkah Perencanaan Berbasis Kebutuhan Masyarakat pada Taman Bacaan Masyarakat: Praktik Baik Garda Cendekia Sidiq Nulhaq; Irvan Irvani; Fahmi Al Ghiffari
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 2 (2026): October
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i2.13271

Abstract

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Indonesia banyak didirikan dengan motivasi yang baik, tetapi sebagian menghadapi tantangan menjaga relevansi program dan keberlanjutan layanan. Artikel ini mendokumentasikan praktik baik Garda Cendekia di Kabupaten Lebak, Banten, dalam menerapkan sembilan langkah perencanaan berbasis kebutuhan masyarakat sejak perintisan pada 2018. Sembilan langkah tersebut meliputi asesmen kebutuhan partisipatif, analisis akar masalah, perumusan tujuan dan penerima manfaat, penyusunan kerangka kerja logis (logframe), perancangan aktivitas dan layanan, pemetaan dan pembangunan kemitraan, penyusunan anggaran-jadwal-tim, monitoring dan evaluasi, serta strategi keberlanjutan. Dokumentasi praktik disusun melalui penelusuran dokumen organisasi, profil Garda Cendekia, catatan layanan dan kunjungan, data koleksi dan peminjaman, struktur kepengurusan, dokumen kemitraan, serta dokumentasi kegiatan. Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa Garda Cendekia berkembang dari sembilan pemuda perintis menjadi organisasi dengan 21 pengurus pada lima departemen; koleksi perpustakaan masyarakat mencapai 2.277 judul; tersedia dua ruang milik sendiri untuk layanan perpustakaan dan kegiatan literasi; serta terbangun lebih dari dua puluh kemitraan dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi nasional dan internasional. Profil organisasi juga menunjukkan pencatatan layanan secara berkala dan pengembangan layanan yang ramah anak. Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana prinsip perencanaan berbasis kebutuhan dapat diterjemahkan menjadi praktik kerja yang sederhana, siklis, dan adaptif pada skala komunitas. Artikel ini menempatkan sembilan langkah bukan sebagai resep tunggal, melainkan sebagai kerangka belajar yang membantu Garda Cendekia menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan desain layanan, kemitraan, pengelolaan sumber daya, monitoring, dan keberlanjutan. Karena dokumentasi berasal dari satu organisasi dan tidak menggunakan desain eksperimen atau pembanding, hubungan kausal antara penerapan sembilan langkah dan setiap capaian organisasi tidak dapat dipastikan. Nilai utama praktik ini terletak pada dokumentasi proses, bukti perkembangan organisasi, serta perangkat kerja yang dapat diadaptasi oleh komunitas literasi lain.
Rencana Anggaran Biaya Sebagai Instrumen Implementasi Redesain Interior Oemah Ecoprint Via Azizul Saputri Khalifah; Sela Agustina Eka Nila; Brilianty Wijaya
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 2 (2026): October
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i2.13272

Abstract

Redesain interior Oemah Ecoprint di Desa Wisata Kampoeng Kauman Heritage Banyumas merupakan upaya pengembangan ruang usaha yang memerlukan perencanaan biaya terukur agar dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan dan kemampuan mitra. Kegiatan ini bertujuan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) berbasis konsep Biophilic Rustic Natural sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan prioritas dan tahapan pelaksanaan. Metode kegiatan dilakukan melalui identifikasi komponen pekerjaan, penyusunan estimasi biaya, analisis komposisi anggaran, serta penyampaian hasil melalui presentasi dan diskusi bersama pengelola Oemah Ecoprint. Penentuan prioritas dilakukan dengan mengelompokkan elemen pekerjaan berdasarkan fungsi dominannya, yaitu prioritas fungsi ruang, kenyamanan, dan estetika. Hasil penyusunan RAB menunjukkan total estimasi biaya sebesar Rp37.541.000. Komponen biaya terbesar berasal dari pekerjaan furnitur sebesar 30,59%, dinding dan finishing sebesar 22,38%, serta lantai dan karpet sebesar 18,45%. Hasil klasifikasi menunjukkan kontribusi prioritas fungsi ruang sebesar 62,49%, kenyamanan sebesar 24,31%, dan estetika sebesar 13,20%. Penyusunan RAB memberikan informasi terstruktur bagi mitra dalam menyusun strategi pelaksanaan secara bertahap. Hasil kegiatan ini menjadi dasar pertimbangan mitra dalam mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah daerah, lembaga pendukung UMKM, maupun program Corporate Social Responsibility (CSR) secara berkelanjutan.
Pendampingan Pengelola Desa Wisata Kampoeng Kauman Heritage Melalui Desain Visual Tourism Information Center dan Digitalisasi Managemen Keuangan Intrada Reviladi; Indra Rio Saputro; Raina Ghinaa Pratitasari; Billy Arifa Tengger
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 2 (2026): October
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i2.13274

Abstract

Pertumbuhan kunjungan wisatawan di Desa Wisata Kampoeng Kauman Heritage, Kabupaten Banyumas belum diimbangi oleh ketersediaan pusat informasi terpadu serta tata kelola keuangan organisasi yang tertib dan berbasis digital. Program pengabdian masyarakat ini hadir untuk membantu mitra melahirkan konsep visual Tourism Information Center (TIC) berkarakter lokal sekaligus melatih pengelola dalam menerapkan jurnal keuangan digital berbasis Microsoft Excel. Sebanyak 20 peserta yang terdiri atas pengurus Pokdarwis, perangkat Desa Sudagaran, dan perwakilan UMKM setempat dilibatkan sebagai mitra sasaran. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) diterapkan melalui serangkaian tahapan yang meliputi survei lapangan, Focus Group Discussion (FGD) perancangan, pelatihan simulasi pembukuan, serta evaluasi berbasis uji praktik mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konsep desain visual 3D fasad TIC berbasis identitas lokal berhasil disepakati 100% warga secara partisipatif sebagai acuan pengembangan kawasan. Di samping itu, sesi pendampingan manajerial menggunakan data simulasi keuangan terbukti efektif, di mana 85% peserta berhasil mengoperasikan aplikasi, melakukan input transaksi harian, dan menghasilkan rekapitulasi kas secara akurat tanpa pendampingan teknis di akhir sesi. Sistem pencatatan digital ini memberikan bekal praktis bagi pengelola untuk mewujudkan transparansi kas dan menekan risiko kesalahan pencatatan. Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa disarankan menyusun Detail Engineering Design (DED) fisik TIC serta menjalankan pengawasan pembukuan secara konsisten.
Penerapan Gamifikasi dalam Pembentukan Bank Sampah Plastik untuk Penguatan Lliterasi dan Partisipasi Warga di RT 06 RW 07, Kelurahan Cibodas Baru, Kota Tangerang Joko Hardono; Rachmat Destriana; Puji Rahayu; Sri Lestari
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 2 (2026): October
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i2.13275

Abstract

Permasalahan sampah plastik rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan sistem pengumpulan dan pengolahan, tetapi juga dengan konsistensi masyarakat dalam memilah dan menyerahkan material yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Bank sampah merupakan salah satu mekanisme pengelolaan sampah berbasis masyarakat, namun keberlanjutannya memerlukan literasi, partisipasi, dukungan sarana, serta tata kelola komunitas yang mampu membentuk kebiasaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan playful learning berbasis gamifikasi dalam pembentukan bank sampah plastik di RT 06 RW 07, Kelurahan Cibodas Baru, Kota Tangerang. Pelaksanaan dilakukan melalui tujuh tahapan, yaitu studi literatur dan identifikasi praktik baik, diagnosis kondisi awal, perancangan intervensi gamifikasi, pembentukan kelembagaan, implementasi, evaluasi setelah intervensi, serta analisis dan penguatan keberlanjutan. Intervensi memadukan kuis, simulasi pemilahan dan penimbangan, permainan peran nasabah-pengelola, misi kelompok, poin, lencana, papan peringkat, penghargaan, dan penyediaan kompartemen pemilahan skala mikro. Hasil pelaksanaan menunjukkan terbentuknya mekanisme pembelajaran partisipatif yang menghubungkan edukasi pemilahan dengan praktik operasional dan pembentukan kelembagaan bank sampah. Pendekatan ini menempatkan warga sebagai pelaku yang terlibat dalam pemilahan, penyetoran, perumusan aturan, pembagian peran, dan pengelolaan program. Model kegiatan menunjukkan bahwa pembentukan bank sampah perlu mengintegrasikan literasi, motivasi, kemampuan bertindak, fasilitas pendukung, partisipasi, dan tata kelola komunitas agar berpotensi berkelanjutan. Evaluasi lanjutan direkomendasikan untuk mendokumentasikan data literasi sebelum dan sesudah intervensi, jumlah nasabah aktif, frekuensi penyetoran, serta berat sampah plastik terkumpul, sehingga keberhasilan program dapat diukur secara terukur dan model dapat direplikasi secara bertanggung jawab pada lingkungan perumahan lain.

Page 4 of 4 | Total Record : 37