cover
Contact Name
I Made Dedi Mahariawan
Contact Email
piskarias@ub.ac.id
Phone
+6285738084447
Journal Mail Official
piskarias@ub.ac.id
Editorial Address
Jln. Veteran Malang, Gedung FPIK B Lt.2 65145 Jawa Timur – Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 30267617     DOI : 10.21776/ub.piskarias
Fokus dan Ruang Lingkup Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat di Bidang Perikanan dan Kelautan Meliputi: Teknologi pasca panen Aplikasi teknologi budidaya Pengolahan pasca panen Lingkungan perairan Pengabdian di usaha kenelayanan Kegiatan pengabdian pada masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil Penerapan teknologi untuk masyarakat pesisir dan kelautan Koperasi perikanan Kelompok usaha perikanan Diseminasi teknologi budidaya
Articles 45 Documents
EVALUASI KOMPETENSI MASYARAKAT MENGENAI STRATEGI PEMASARAN DIMSUM BERBASIS IKAN LELE DI DESA BOCEK, KECAMATAN KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG : COMMUNITY COMPETENCE EVALUATION REGARDING CATFISH-BASED DIMSUM MARKETING STRATEGIES IN DESA BOCEK, KECAMATAN KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG Tambunan, Jeny Ernawati; Ahmad, Mirza Gulam; Purwanti, Pudji; Abidin, Zainal; Fadhilah, Dinda Rizkina; Siahaan, Novita Sari; Simatupang, Lovely Tzuchi Ester; Maulana, Fariz Indra; Subianto, Yosua Juliano
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2026.004.01.1

Abstract

Evaluasi kompetensi masyarakat mengenai strategi pemasaran dimsum berbasis ikan lele merupakan kegiatan untuk menilai sejauh mana kemampuan masyarakat dalam memahami, merancang, dan menerapkan strategi pemasaran terhadap produk olahan pangan inovatif berbahan dasar ikan lele. Dimsum ikan lele dikembangkan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil budidaya lele yang melimpah di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kompetensi masyarakat dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan penerapan strategi pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan partisipasi aktif dengan penyebaran kuesioner kepada 32 responden yang terdiri dari pelaku usaha kecil dan calon wirausaha lokal dengan menggunakan skala 1-10 dimana skala 1 menyatakan pemahaman yang sangan rendah dan skala 10 menunjukkan pemahaman yang sangat baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi masyarakat berada pada kategori sangat baik dengan nilai kuisioner 9,84, terutama pada aspek pemahaman produk dan penetapan harga, namun masih rendah dalam penggunaan media digital sebagai sarana promosi. Hasil ini menunjukkan perlunya pendampingan dan pelatihan lanjutan terkait pemasaran digital, branding produk, dan manajemen usaha agar masyarakat mampu mengembangkan dimsum ikan lele secara berkelanjutan serta meningkatkan daya saing ekonomi lokal.   The evaluation of community competence in marketing strategies for catfish-based dimsum was conducted to assess the extent to which the community is able to understand, design, and apply marketing strategies for an innovative processed food product made from catfish. Catfish dimsum was developed as an effort to increase the added value of abundant catfish aquaculture products in Bocek Village, Karangploso District, Malang Regency. This community service program aimed to evaluate the level of community competence in terms of knowledge, skills, and the application of marketing strategies, including product, price, place, and promotion aspects. The method used was quantitative descriptive with active participation, involving the distribution of questionnaires to 32 respondents consisting of small business actors and prospective local entrepreneurs. The questionnaire used a scoring scale of 1–10, where a score of 1 indicated a very low level of understanding and a score of 10 indicated a very high level of understanding. The results showed that community competence was in the very good category, with an average questionnaire score of 9.84, particularly in the aspects of product understanding and price determination. However, the use of digital media as a promotional tool still needs improvement. These findings indicate the need for further assistance and training related to digital marketing, product branding, and business management so that the community can sustainably develop catfish dimsum and enhance local economic competitiveness.
GREENSHELLUTION: INOVASI PENGOLAHAN LIMBAH CANGKANG KERANG BERBASIS EKONOMI SIRKULAR DI DESA PASINAN, KABUPATEN PASURUAN, INDONESIA: GREENSHELLUTION: INNOVATION IN ENVIRONMENTALLY SHELLWHEAT WASTE PROCESSING BASED ON A CIRCULAR ECONOMY IN PASINAN, PASURUAN REGENCY, INDONESIA Aliviyanti, Dian; Setyawan , Fahreza Okta; Fadhillianto, M. Falih; Balqis, Tariska Hilwa Azra; Achmad, Ghazali; Winanda, Naisya Febrian; Sianturi, Renika; Abhinaya, Ardra Raditya; S, Alif Bintang Busyra; Ratri, Agustin Tri Dinda Ning
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2026.004.01.5

Abstract

Limbah cangkang kerang merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama yang dihadapi masyarakat pesisir Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Tingginya aktivitas pengolahan kerang konsumsi menghasilkan timbulan limbah cangkang dalam jumlah besar yang belum dikelola secara optimal, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan sanitasi. Di sisi lain, cangkang kerang memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO₃) yang tinggi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pakan ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merumuskan dan mengimplementasikan model pemanfaatan limbah cangkang kerang berbasis ekonomi sirkular melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), yang meliputi pemetaan potensi dan permasalahan desa, diskusi kelompok terfokus, pelatihan teknis pengolahan limbah, serta pendampingan awal kepada kelompok sasaran. Kegiatan ini melibatkan masyarakat pesisir, pelaku UMKM pengolahan kerang, kelompok peternak, dan BUMDes Desa Pasinan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan limbah cangkang kerang dan potensi pemanfaatannya sebagai bahan pendukung pakan ternak. Analisis SWOT mengindikasikan bahwa ketersediaan bahan baku yang melimpah dan dukungan kelembagaan desa menjadi faktor pendukung utama keberlanjutan program, meskipun masih terdapat tantangan berupa keterbatasan teknologi, data laboratorium, dan literasi teknis masyarakat. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan ekonomi lokal berbasis desa, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah berbasis ekonomi sirkular, serta SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui upaya pengurangan pencemaran lingkungan pesisir. Program ini berpotensi menjadi model pengelolaan limbah berbasis pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya.   Shellfish shell waste is one of the major environmental problems faced by coastal communities in Pasinan Village, Lekok District, Pasuruan Regency. The high intensity of shellfish processing activities generates a large amount of shell waste that has not been optimally managed, resulting in environmental pollution and sanitation issues. On the other hand, shellfish shells contain high levels of calcium carbonate (CaCO₃), which have the potential to be utilized as a supplementary material for animal feed. This community service program aimed to formulate and implement a circular economy–based model for shellfish shell waste utilization through a community empowerment approach. The program employed the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, which included mapping local potentials and problems, focus group discussions, technical training on waste processing, and initial mentoring of target groups. The activities involved coastal communities, shellfish-processing micro and small enterprises, livestock farmer groups, and the Village-Owned Enterprise (BUMDes) of Pasinan Village. The results indicate an increased level of community awareness and understanding regarding shellfish shell waste management and its potential use as a supplementary material for animal feed. The SWOT analysis shows that the abundant availability of raw materials and strong institutional support at the village level are key factors supporting program sustainability, although challenges remain in terms of technological limitations, the availability of laboratory-based data, and community technical literacy. Overall, this program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) through strengthening local, village-based economic activities, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) through circular economy–based waste utilization, and SDG 14 (Life Below Water) by reducing coastal environmental pollution. This program has the potential to serve as a replicable model for community-based waste management in other coastal areas.
OPTIMALISASI POTENSI WISATA BAHARI DAN KONSERVASI ALAM UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA SIDOASRI, MALANG SELATAN: ENHANCING MARINE TOURISM AND NATURE CONSERVATION FOR SUSTAINABLE ECOTOURISM DEVELOPMENT IN SIDOASRI VILLAGE, MALANG Hidayati, Nurin; Rudianto; Sartimbul, Aida; Semedi, Bambang; Iranawati, Feni; Yona, Defri; Sari, Syarifah Hikmah Julinda; Setyawan, Fahreza Okta; Setyoningrum, Desy; Hidayat, Esa Fajar
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2026.004.01.2

Abstract

Desa Sidoasri merupakan desa pesisir di Kabupaten Malang dengan potensi wisata bahari yang besar, didukung oleh keberadaan Pantai Perawan, Teluk Klatakan, ekosistem terumbu karang, hutan mangrove, serta keanekaragaman biota laut. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat terbatasnya promosi, rendahnya keterlibatan masyarakat, serta belum tersedianya media edukasi dan perencanaan pengembangan berbasis konservasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Dosen FPIK Universitas Brawijaya Tahun 2025 bertujuan mengoptimalkan potensi wisata bahari dan konservasi alam sebagai dasar pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Sidoasri. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi dan pemetaan potensi melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan kajian aspek alam, budaya, serta daya tarik lokal. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan ekowisata bahari, Focus Group Discussion (FGD), hibah buku karya dosen kepada Pemerintah Desa Sidoasri serta penyusunan buku Eksplorasi Wisata Bahari dan Konservasi Alam di Desa Sidoasri sebagai media edukasi dan promosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Desa Sidoasri memiliki potensi ekowisata yang beragam dan layak dikembangkan melalui pendekatan konservasi. Pelaksanaan pelatihan dan FGD meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan wisata berbasis konservasi sekaligus menghasilkan rekomendasi pengembangan desa wisata yang lebih partisipatif. Selain itu, tersusunnya buku eksplorasi wisata dan hibah buku dosen menjadi luaran yang mendukung penyebarluasan informasi, edukasi lingkungan, dan promosi destinasi wisata. Secara keseluruhan, program pengabdian ini menghasilkan identifikasi potensi wisata, peningkatan kapasitas masyarakat, media edukasi, serta rekomendasi pengembangan sebagai landasan mewujudkan Desa Sidoasri sebagai desa ekowisata bahari berbasis konservasi alam yang berkelanjutan.   Sidoasri Village is a coastal village in Malang Regency with great marine tourism potential, supported by the presence of Perawan Beach, Klatakan Bay, coral reef ecosystems, mangrove forests, and diverse marine biota. However, this potential has not been optimally utilized due to limited promotion, low community involvement, and the unavailability of educational media and conservation-based development planning. The 2025 Community Service Program conducted by the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Brawijaya, aimed to optimize the potential of marine tourism and nature conservation as a basis for developing sustainable ecotourism in Sidoasri Village. The program was implemented through the identification and mapping of tourism potential using field observations, documentation, and assessments of natural, cultural, and local tourism attractions. The activities also included marine ecotourism training, Focus Group Discussions (FGDs), a grant of faculty-authored books to the Sidoasri Village Government, and the compilation of the book Exploration of Marine Tourism and Nature Conservation in Sidoasri Village as an educational and promotional resource. The results indicated that Sidoasri Village has diverse ecotourism potential that is feasible for development through a conservation approach. The training sessions and FGDs enhanced community understanding of conservation-based tourism management and generated recommendations for more participatory tourism village development. Furthermore, the publication of the tourism exploration book and the grant of faculty-authored books contributed to information dissemination, environmental education, and tourism promotion. Overall, the community service program successfully identified tourism potential, strengthened community capacity, developed educational resources, and produced strategic recommendations as the foundation for establishing Sidoasri Village as a sustainable conservation-based marine ecotourism destination.
PENGEMBANGAN EKOWISATA DAN PEMULIHAN STOK IKAN MELALUI PEMASANGAN RUMAH IKAN DI PESISIR DESA GEJUGAN, KABUPATEN PROBOLINGGO: ECOTOURISM DEVELOPMENT AND FISH STOCK RESTORATION THROUGH THE INSTALLATION OF FISH HOUSES OFF THE COAST OF GEJUGAN VILLAGE, PROBOLINGGO REGENCY Adhihapsari, Wirastika; Bintoro, Gatut; Lelono, Tri Djoko; Setyohadi, Daduk; Sambah, Abu Bakar; Sutjipto, Darmawan Octo; Harlyan, Ledhyane Ika; Sunardi; Syawli, Almira; Wiadnya, Dewa Gede Raka; Sari, Wahida Kartika
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2026.004.01.4

Abstract

Desa Gejugan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo merupakan wilayah pesisir yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan bagan tancap. Dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan hasil tangkapan akibat overfishing dan degradasi habitat, yang berdampak langsung terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Permasalahan ini diperparah oleh minimnya pengetahuan konservasi dan terbatasnya inovasi diversifikasi usaha perikanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan ekowisata berbasis konservasi sekaligus memulihkan stok ikan melalui pemasangan rumah ikan (artificial reef) sebagai habitat buatan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan dosen, pemerintah daerah, dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi stakeholder, pelatihan manajemen Marine Protected Area (MPA), perencanaan dan penenggelaman rumah ikan, restocking larva kepiting, serta pelatihan pengolahan hasil laut. Satu unit rumah ikan berukurang 175 x 93 x 55 cm berhasil dipasang di lokasi yang telah disepakati bersama dan diharapkan berperan sebagai habitat buatan serta  nursery ground bagi ikan dan biota lainnya. Kegiatan restocking dilaksanakan dengan melepas 1.000 ekor larva kepiting di sekitar lokasi penenggelaman. Program ini menginisiasi pengembangan paket ekowisata pancing sebagai alternatif mata pencaharian masyarakat pesisir.  . Secara keseluruhan, seluruh tahapan kegiatan telah terlaksana sesuai rencana dan memperkuat sinergi antara pelestarian lingkungan dan peningkatan lokal Desa Gejugan.   Gejugan Village, located in Pajarakan Subdistrict, Probolinggo Regency, is a coastal area where most residents work as lift-net fishers. In recent years, fish catches have declined due to overfishing and habitat degradation, directly affecting the socio-economic condition of the community. Limited knowledge of conservation practices and a lack of fisheries business diversification have further aggravated the situation. This community service program aimed to develop conservation-based ecotourism while supporting fish stock recovery through the installation of artificial reefs. The program applied a Participatory Action Research (PAR) approach involving academics, local government agencies, and fisher groups. Activities included stakeholder coordination, Marine Protected Area (MPA) management training, artificial reef construction and deployment, crab larvae restocking, and seafood processing training. One unit of artificial reef measuring 175 × 93 × 55 cm was successfully installed at an agreed location and is expected to serve as an artificial habitat and nursery ground for fish and other marine organisms. A total of 1,000 crab larvae were released near the installation site as part of the restocking effort. The program also initiated the development of crab-fishing ecotourism packages as an alternative livelihood for the coastal community. Overall, all planned activities were successfully implemented, strengthening the synergy between environmental conservation and local economic improvement in Gejugan Village.
PELATIHAN PENGOLAHAN KULIT IKAN LELE MENJADI CRISPY KULIT LELE, DI DESA GELANG, SIDOARJO, JAWA TIMUR: TRAINING ON PROCESSING CATFISH SKIN INTO CRISPY CATFISH SKIN, IN GELANG VILLAGE, SIDOARJO, EAST JAVA Suseno, Suseno; Listyaningrum, Niken Prawesti; Harsanto, Soni; Wahyu, Yus Isnainita; Sutrisno, Sutrisno; Lailatussifa, Radipta; Rumiyati , Sri
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2026.004.01.6

Abstract

Desa Gelang, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan salah satu sentra budidaya ikan lele konsumsi, dengan produksi harian mencapai 2 ton. Data menunjukkan bahwa produksi lele di Kabupaten Sidoarjo mencapai 22.900 ton dari total produksi perikanan kolam sebesar 24.200 ton per tahun. Namun, pemanfaatan lele selama ini masih terbatas pada pasar lokal dalam bentuk ikan segar. Saat terjadi over supply, harga jual menjadi sangat rendah dan merugikan pembudidaya. Sebagai solusi, diperlukan inovasi pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah lele, baik dari daging maupun hasil sampingnya. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengajarkan cara mengolah kulit ikan lele menjadi produk crispy kulit lele yang gurih, renyah, bergizi, dan digemari terutama oleh kaum milenial. Produk olahan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya serta pelaku UMKM di Desa Gelang.   Desa Gelang, Sidoarjo Regency, East Java, is one of the centers for catfish cultivation for consumption, with daily production reaching 2 tons. Data shows that catfish production in Sidoarjo Regency reaches 22,900 tons from a total pond fishery production of 24,200 tons per year. However, the utilization of catfish has so far been limited to the local market in the form of fresh fish. When there is an oversupply, the selling price becomes very low and is detrimental to farmers. As a solution, processing innovation is needed to increase the added value of catfish, both from meat and by-products. This training activity aims to introduce and teach how to process catfish skin into crispy catfish skin products that are tasty, crunchy, nutritious, and popular, especially among millennials. This processed product is expected to open up new business opportunities, expand the market, and increase the income of farmers and MSMEs in Gelang Village.