cover
Contact Name
Moh Fikri Septiono
Contact Email
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Phone
+6285136480215
Journal Mail Official
jurnalstfypibcirebon@yahoo.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas YPIB Majalengka Kampus 2 Cirebon Jl. Perjuangan Jl. Majasem No. 10a, Kota Cirebon – 45131 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi: Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 25982583     EISSN : 26861062     DOI : https://doi.org/10.51997
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 148 Documents
EVALUASI DIMENSI SERVQUAL DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI APOTEK X DAERAH JAKARTA TIMUR Kurnia Kusumawati; Tiwi Febriani; Hermini Tetrasari; Rori Theresia; Diyan Sadiatul Munawaroh
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 10 No 1 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/7z2s4z13

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang bermutu merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kepuasan pasien, khususnya pada layanan apotek modern yang beroperasi di kawasan dengan kebutuhan dan ekspektasi kesehatan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi SERVQUAL yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy di Apotek X daerah jakarta timur sebagai salah satu apotek jaringan nasional yang berlokasi di area lifestyle center. Metode penelitian adalah desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik accidental sampling terhadap 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner SERVQUAL yang terdiri dari 35 pernyataan dengan skala Likert lima poin. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan tingkat kepuasan pada masing-masing dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi SERVQUAL berada pada kategori puas. Responsiveness memperoleh nilai tertinggi dengan persentase 81,43%, diikuti empathy 81,28%, reliability 79,06%, assurance 78,68%, dan tangible 78,60%. Hal ini mengindikasikan bahwa ketanggapan dan kemampuan interpersonal petugas menjadi kekuatan utama dalam pelayanan, sementara aspek fisik dan jaminan mutu masih memerlukan peningkatan. Secara keseluruhan, pelayanan kefarmasian di Apotek X ini telah memenuhi prinsip patient centered care dan mampu menjawab kebutuhan pasien, namun tetap membutuhkan perbaikan berkelanjutan pada aspek pendukung layanan.
EVALUASI EDUKASI DAGUSIBU OBAT-OBAT GANGGUAN KULIT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT GUNA PENCEGAHAN OBAT YANG DISALAHGUNAKAN Yenny Sri Wahyuni; Ahmad Azrul Zuniarto; Hanifah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 10 No 1 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/yykskb95

Abstract

DAGUSIBU adalah singkatan dari "Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang," yang menggambarkan betapa pentingnya pengelolaan obat di rumah dengan cara yang tepat, dikarenakan banyaknya obat yang sering menumpuk, kadaluarsa, dan digunakan tidak sesuai anjuran, sehingga diperlukan edukasi agar masyarakat mampu menyimpan, menggunakan, dan membuang obat dengan benar demi  keselamatan dan efektivitas terapi. Penggunaan obat yang tidak rasional merupakan faktor utama terjadinya ROTD dan ESO. Oleh karena itu, penerapan prinsip DAGUSIBU menjadi penting untuk mencegah terjadinya masalah terkait obat di masyarakat. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah diberikan edukasi, untuk mengetahui pengaruh edukasi dan untuk mengetahui hubungan edukasi tentang DAGUSIBU obat-obat gangguan kulit terhadap tingkat pengetahuan masyarakat di RW 08 Kelurahan Kejaksan, Kota Cirebon berdasarkan data sosiodemografi. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan one group pretest- posttest design dan menggunakan kuesioner dengan skala Guttman sebanyak 16 pertanyaan tentang DAGUSIBU obat-obat gangguan kulit. Data demografi yang diukur dalam penelitian ini meliputi tingkat pengetahuan, usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Media edukasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah leaflet DAGUSIBU. Analisis data menggunakan uji Paired T-test atau Wilcoxon signed renk test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan  sebelum dan sesudah edukasi. Dari hasil penelitian nilai tingkat pengetahuan diatas 75% dengan kategori baik dan dibawah 75% dengan kategori kurang, terdapat peningkatan pengetahuan, yaitu dari nilai rata-rata 71,13 sebelum diberikan edukasi menjadi 81,69 setelah edukasi. Pada tingkat pendidikan tinggi (81,9%) dan pendidikan rendah (18,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan responden, dengan diperoleh nilai korelasi pretest (0,261) dan posttest (0,316). Pada variabel pekerjaan, hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value yang sangat signifikan, yaitu < 0,001 pada pretest dan 0,003 pada posttest.
AKTIVITAS ANTIJAMUR FRAKSI DAUN MANGKOKAN  (POLYSCIAS SCUTELLARIA) TERHADAP JAMUR CANDIDA ALBICANS Ruri Trisa; Sri Hainil; Hesti Marliza; Ayu Amelia; Li Nina Hypha
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 10 No 1 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/dj0v9m83

Abstract

Jamur merupakan salah satu penyebab infeksi terutama di negara beriklim tropis. Penyakit infeksi jamur merupakan penyakit yang sering muncul di tengah masyarakat Indonesia. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antijamur adalah daun mangkokan. Tanaman daun mangkokan (Polyscias scutelleria) yang termasuk dalam keluarga Araliaceae telah dikaji secara ilmiah mengenai aktivitasnya dalam mengatasi suatu penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antijamur dari fraksi - fraksi daun mangkokan terhadap jamur Candida albicans. Metode pengujian aktivitas antijamur fraksi daun mangkokan menggunakan metode difusi cakram dilakukan dengan mengukur zona hambat disekitar kertas cakram dengan konsentrasi fraksi etanol air, etil asetat dan n-heksan masing-masing 600 μg/disk, kontrol positif ketokonazol, dan kontrol negatif DMSO 10%, pengujian dilakukan sebanyak 3 kali replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanol air daun mangkokan menunjukkan hambatan sebesar 7,5 mm, pada fraksi etil asetat sebesar 4,8 mm, dan dan fraksi n-heksan 0 mm. Pada kontrol positif ketoconazole 30 μg/disk menunjukkan hambatan sebesar 16,18 mm dengan kategori daya hambat kuat, sedangkan pada kontrol negatif DMSO 10% sebesar 0 mm, tidak memiliki daya hambat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi etanol air dan etil asetat daun mangkokan memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans dengan kategori lemah, dan fraksi n-heksan daun mangkokan tidak memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans.
ANALISIS BIAYA-EFEKTIVITAS KRIM SCABIMITE® DIBANDING PERMETRIN DALAM TERAPI SKABIES DI PONDOK PESANTREN AL-MANSHURIYAH Honifa; Nisa Najwa Rokhmah; Oktaviana Zunnita; Muhamad Akmal Syahni
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 10 No 1 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/efebcg14

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang masih sering ditemukan di lingkungan pondok pesantren dan kerap dianggap tidak berbahaya sehingga kurang mendapat perhatian dalam penanganannya. Kondisi ini dapat berdampak pada tingginya angka kejadian serta penularan antar santri. Oleh karena itu, pemilihan terapi yang efektif dan efisien menjadi penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan sekaligus menekan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya pengobatan serta membandingkan efektivitas biaya penggunaan krim Scabimite® 5% dan krim permethrin 5% pada pasien skabies di Pondok Pesantren Al-Manshuriyah menggunakan metode Cost Effectiveness Analysis (CEA). Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan farmakoekonomi. Data biaya obat dihitung sebagai biaya langsung medis, sedangkan efektivitas terapi diukur berdasarkan tingkat keberhasilan pengobatan pasien. Analisis dilakukan dengan menghitung Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya obat pada pasien yang menerima krim permetrin 5% sebesar Rp63.700, sedangkan pada pasien yang menerima krim Scabimite® 5% sebesar Rp143.258. Nilai ACER krim permetrin 5% sebesar Rp756,44 lebih rendah dibandingkan dengan Scabimite® 5% sebesar Rp1.432. Nilai ICER sebesar Rp5.038 menunjukkan adanya tambahan biaya untuk setiap peningkatan satu unit efektivitas. Dapat disimpulkan bahwa krim permetrin 5% merupakan terapi yang paling costeffective dibandingkan Scabimite® 5% pada pengobatan skabies.
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEM TERAPI PADA PASIEN HIV DI RSUD LINGGAJATI Dewi Anggraeni; Ogan Nugraha; Ahmad Azrul Zuniarto; Luki Septiansyah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 10 No 1 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/265cv198

Abstract

Drug Related Problems (DRPs) pada terapi pasien dengan Human Immunodeficiecy Virus (HIV) merupakan permasalahan yang berpengaruh terhadap keberhasilan terapi. Identifikasi DRPs perlu dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan peningkatan outcome penderita HIV. Study deskriptif observasional identifikasi DRP terhadap terapi pasien HIV yang terdiri dari antiretroviral dan terapi lainnya dilakukan selama periode April 2022 – April 2023. Data diperoleh dari penelusuran rekam medis pasien, data klinis terkini serta pemeriksaan penunjang lain. Data Analisis data dilakukan berdasarkan klasifikasi DRPs, kemudian dihitung persentase masing-masing kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 pasien yang mendapatkan terapi HIV, sebanyak 17 responden ( 51,5%) adalah laki-laki dan 16 responden ( 48,5%) adalah perempuan dengan usia < 35 tahun sebanyak 20 orang (60,6%) dan >35 tahun sebanyak 13 orang ( 39,4%). Klasifikasi DRPs yang ditemukan adalah ketidaktepatan dosis sebesar 9,1%, kejadian efek samping sebesar 100%, kepatuhan rendah sebesar 30,3%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa masih terdapat berbagai DRPs dalam pemberian dan penggunaan terapi pada pasien HIV, yang berpotensi mempengaruhi keberhasilan terapi.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KRIM EKSTRAK BIJI SIRSAK (ANNONA MURICATA L) TERHADAP BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Ross Puspita; Rahma Nafi’ah; Eti Haryati; Anastasya Siti Nurfitroh
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 10 No 1 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/3r2xs260

Abstract

Biji sirsak (Annona muricata L.) memiliki senyawa metabolit sekunder serupa flavonoid, alkaloid, saponin serta acetogenin dengan potensi antibakteri. Riset ini memiliki tujuan evaluasi kegiatan bakteri krim ekstrak biji sirsak ke bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Riset ini termasuk riset eksperimental laboratorik dengan post-test only control group design. Krim ekstrak biji sirsak diformulasikan dalam tiga konsentrasi, yaitu 15% (X1), 17,5% (X2), dan 20% (X3), menggunakan basis krim selaku kontrol negatif serta krim erittomisin selaku kontrol positif. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali replikasi. Kegiatan antibakteri diuji dengan difusi sumuran di media Nutrient agar parameter diameter zona hambat. Analisis dengan uji Saphiro, uji homogenitas, One-Way ANOVA, dan uji lanjut Post Hoc. Hasil riset membuktikan rata-rata diameter zona hambat ke Cutibacterium acnes di konsentrasi 15%, 17,5%, dan 20% berturut-turut sebesar 1,38 mm; 1,52 mm; dan 2,18 mm, sedangkan terhadap Staphylococcus aureus sebesar 1,44 mm; 1,86 mm; dan 2,34 mm. Berdasar pembagian daya hambat, keseluruhan perlakuan dianggap lemah (<5 mm). Hasil One-Way ANOVA membuktikan ada beda antar perlakuan terhadap kedua bakteri (p<0,5), sedang uji Post Hoc membuktikan konsetrasi 20% mempunyai aktivitas bakteri tinggi dibanding konstrasi 15% dan 17,5%, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan control positif. Terkait demikian, krim ekstrak biji sirsak (Annona muricata L.) mempunyai aktivitas antibakteri ke Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus, namun daya hambat yang dihasilkan masih tergolong lemah. Oleh karena itu, diperlukan optimasi formulasi maupun peningkatan konsentrasi ekstrak agar diperoleh aktivitas antibakteri yang lebih optimal.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI PROFIL FLAVONOID DAUN KARAMUNTING (RHODOMYRTUS TOMENTOSA (AITON) HASSK) ASAL KECAMATAN SAJOANGING KABUPATEN WAJO DENGAN METODE FTIR Hasrida; Holinda Anggrainy; Firawati
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 10 No 1 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/y207f093

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gugus fungsi khas senyawa flavonoid dalam ekstrak daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) yang diambil dari wilayah Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo. Sampel sebanyak 500 gram diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan teknik maserasi. Keberadaan senyawa flavonoid dikonfirmasi melalui uji reaksi warna menggunakan serbuk seng dan larutan asam klorida 2 N, lalu dilanjutkan karakterisasi gugus fungsi dengan spektrofotometri FTIR. Hasil uji reaksi menunjukkan perubahan warna menjadi merah jingga, yang menegaskan adanya senyawa golongan flavonoid pada ekstrak yang diuji. Pemisahan senyawa dengan metode kromatografi lapis tipis menghasilkan 4 noda terpisah. Analisis spektrofotometer FTIR memperlihatkan serapan khas pada bilangan gelombang 1637,56 cm⁻¹ yang merupakan gugus karbonil terkonjugasi pada struktur inti flavonoid, disertai serapan melebar pada 3448,72 cm⁻¹ untuk gugus O-H dan serapan pada 1093,68 cm⁻¹ untuk ikatan C-O yang menjadi ciri senyawa fenolik.
PENGARUH VIDEO EDUKASI SWAMEDIKASI ANALGETIK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PENANGANAN DISMENOREA PADA SISWI SMK AL-HIDAYAH KOTA CIREBON Meita Ayuditiawati; Bambang Karsidin; Yenny Sri Wahyuni; Nikmatul Khoriyah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 10 No 1 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/hv637432

Abstract

Latar Belakang. Dismenorea merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar. Keterbatasan pengetahuan mengenai swamedikasi analgetik berisiko mendorong pemilihan obat dan cara penggunaan yang tidak tepat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh video edukasi swamedikasi analgetik terhadap tingkat pengetahuan penanganan dismenorea pada siswi SMK Al-Hidayah Kota Cirebon. Metode. Penelitian menggunakan rancangan pre eksperimental one-group pretest-posttest. Melibatkan 73 siswi yang dipilih dengan purposive sampling. Intervensi berupa video animasi 4 menit 12 detik. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 15 butir yang valid dan reabel. dengan Cronbach’s alpha 0,842. Data dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan paired-samples t-test. Hasil. Rata-rata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 59,36% (Kategori cukup) menjadi 92,15% (kategori baik) sesudah intervensi Hasil uji t-test menunjukkan nilai p < 0,001 (t=20,60). Video edukasi efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai swamedikasi analgetic untuk dismenorea.