cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Hubungan Preferensi Makanan dengan Status Gizi pada Mahasiswa di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta Rosnanda Nurfadhilah; Muhammad Hafizh Hariawan; Dittasari Putriana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1597

Abstract

Status gizi mahasiswa merupakan salah satu indikator kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk preferensi makanan. Preferensi makanan dapat memengaruhi pola konsumsi individu sehingga berpotensi berhubungan dengan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan preferensi jenis makanan dengan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada Mei 2026. Sampel penelitian berjumlah 68 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data preferensi makanan diperoleh menggunakan Food Preference Questionnaire (FPQ) yang diadaptasi dari Smith et al. (2016) dan telah melalui expert review serta uji reliabilitas dengan nilai Cronbach’s alpha >0,70, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menghitung IMT. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi normal (72%). Preferensi makanan tinggi terdapat pada kelompok protein (63%), snack (59%), dan buah (57%). Preferensi karbohidrat dan produk susu seimbang (masing-masing 50%), sedangkan preferensi sayuran mayoritas rendah (51%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara preferensi jenis makanan, meliputi karbohidrat, protein, sayuran, buah, produk susu, dan snack, dengan status gizi berdasarkan IMT pada mahasiswa (p>0,05). Disimpulkan bahwa preferensi jenis makanan tidak berhubungan dengan status gizi berdasarkan IMT pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Kata kunci: Preferensi makanan, Status gizi, Indeks massa tubuh, Mahasiswa
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi S1 Keperawatan Tingkat IV A Dan B Dalam Penyusunan Skripsi Di Universitas Eka Harap Vina Agustina; Wenna Araya; Ninindra Falensia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1599

Abstract

Penyusunan skripsi merupakan salah satu syarat kelulusan yang sering menimbulkan stres pada mahasiswa tingkat akhir akibat berbagai tuntutan akademik, seperti revisi berulang, kesulitan memperoleh referensi, keterbatasan waktu, dan tekanan untuk segera menyelesaikan studi, sedangkan salah satu faktor yang diduga dapat membantu menurunkan tingkat stres tersebut adalah dukungan sosial teman sebaya melalui dukungan emosional, informasional, penghargaan, dan bantuan nyata. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir Program Studi S1 Keperawatan Tingkat IV A dan B dalam penyusunan skripsi di Universitas Eka Harap, menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 85 mahasiswa tingkat IV A dan B Program Studi S1 Keperawatan Universitas Eka Harap, dengan sampel sebanyak 76 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan sosial teman sebaya dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji menunjukkan nilai p value = 0,036 (p<0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,240, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres mahasiswa, dengan kekuatan hubungan rendah dan arah negatif. Dukungan sosial teman sebaya mahasiswa sebagian besar berada pada kategori baik (63 responden, 82,9%), sedangkan tingkat stres sebagian besar berada pada kategori normal (36 responden, 47,4%). Mahasiswa disarankan membangun dan mempertahankan hubungan positif dengan teman sebaya sebagai salah satu strategi untuk membantu mengurangi tingkat stres selama proses penyusunan skripsi.Kata Kunci: Dukungan sosial teman sebaya, Tingkat stres, Mahasiswa tingkat akhir, Penyusunan skripsi
Hubungan Usia Ibu Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya Yolanda Sarita; Henry Wiyono; Dina Rawan G. Rana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1600

Abstract

Usia ibu hamil termasuk faktor penyebab kejadian BBLR, dimana usia ibu hamil kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun berisiko terhadap kejadian BBLR. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Usia Ibu dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah di UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya Tahun 2024-2026. Jenis penelitian ini yaitu korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan sampel dengan teknik total sampling sejumlah 45 ibu melahirkan bayi BBLR. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar checklist. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rank dengan hasil p-value 0,858 > 0,05 sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Usia Ibu dan Kejadian BBLR di UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya tahun 2024-2026.
Hubungan Peran Keluarga Dalam Pengendalian Paparan Asap Rokok Dengan Upaya Pencegahan ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Menteng Palangka Raya Adelia Safitri; Putria Carolina; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1601

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita. Paparan asap rokok di lingkungan rumah akibat kebiasaan anggota keluarga merokok masih menjadi permasalahan yang dapat meningkatkan kerentanan balita terhadap ISPA. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran keluarga dalam pengendalian paparan asap rokok, mengidentifikasi upaya pencegahan ISPA pada balita, serta menganalisis hubungan kedua variabel di wilayah kerja Puskesmas Menteng Palangka Raya. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 63 responden yang tinggal serumah dengan balita usia 0–5 tahun diperoleh menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank. Peran keluarga dalam pengendalian paparan asap rokok sebagian besar berada pada kategori baik (47,6%), diikuti kategori cukup (31,8%) dan kurang (20,6%). Upaya pencegahan ISPA sebagian besar berada pada kategori baik (77,8%) dan cukup (22,2%), tanpa responden kategori kurang. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan koefisien korelasi rₛ=0,479 dengan p<0,001, sehingga terdapat hubungan positif yang signifikan dengan kekuatan sedang antara kedua variabel. Semakin baik peran keluarga dalam mengendalikan paparan asap rokok, semakin baik pula upaya pencegahan ISPA pada balita.
Hubungan Praktik Penggunaan Insektisida Rumah Tangga Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Dio Sandy Berkatno; Mariaty A. Sangkai; Anggreni Ade Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1603

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatanmasyarakat di daerah tropis. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Menteng Kota PalangkaRaya, kasus DBD masih ditemukan meskipun masyarakat telah menggunakan insektisidarumah tangga, sehingga hubungan keduanya perlu diteliti.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara praktik penggunaaninsektisida rumah tangga dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahkerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya.Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional.Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga (KK) di RW 02 RT 05 KelurahanMenteng sebanyak 300 KK, dengan sampel sebanyak 75 responden yang dipilihmenggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji statistik Fisher&#39;s Exact Test(karena asumsi Chi-Square tidak terpenuhi).Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penggunaan insektisida rumahtangga sebagian besar berada pada kategori cukup (30 responden; 40,0%), diikuti kategorikurang (29 responden; 38,7%), dan kategori baik (16 responden; 21,3%). Sebagian besarresponden tidak mengalami DBD (64 responden; 85,3%), sedangkan yang mengalamiDBD sebanyak 11 responden (14,7%). Hasil uji Fisher&#39;s Exact Test menunjukkan nilai p= 0,439 (p &gt; 0,05).Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara praktik penggunaaninsektisida rumah tangga dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahkerja UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Tahun 2026. Masyarakatdisarankan tetap menggunakan insektisida sesuai petunjuk serta menerapkan PSN 3MPlus untuk mencegah DBD.
Hubungan Sumber Informasi Manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) Dengan Pencegahan Stunting Pada Siswa SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya Asza Krisna Kornelia; Putria Carolina; Tomi Satalar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1604

Abstract

Menurut Non-Communicable Disease Risk Factor Collaboration, stunting pada anak usia sekolah masih menjadi masalah kesehatan global dan tetap menjadi perhatian di Indonesia, termasuk di Kota Palangka Raya. Hasil studi pendahuluan di SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya menunjukkan bahwa sebagian siswa belum memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis secara optimal karena masih memilih membeli jajanan dan tidak mengonsumsi seluruh menu yang disediakan. Kondisi ini diduga berkaitan dengan tingkat pengetahuan dan sumber informasi yang diterima siswa mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi serta tujuan Program Makan Bergizi Gratis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Mengetahui hubungan sumber informasi manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pencegahan stunting pada siswa SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya sebanyak 40 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen penelitian berupa kuesioner sumber informasi manfaat MBG dan kuesioner pencegahan stunting. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sumber informasi manfaat MBG dalam kategori cukup sebanyak 29 responden (72,5%) dan pencegahan stunting dalam kategori cukup sebanyak 28 responden (70,0%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value = 0,006 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,429, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan, positif Terdapat hubungan yang signifikan antara sumber informasi manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pencegahan stunting pada siswa SDN 1 Kalampangan Kota Palangka RayaKata kunci : Makan Bergizi Gratis, Sumber Informasi, Pencegahan StuntingDaftar Pustaka : 44 (2022-2026)
Hubungan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Sikap Pengelolaan Sampah Dalam Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Masyarakat (George Obos XVIII RT 04 RW 06 Kota Palangka Raya) Windy; Henry Wiyono; Dina Rawan G. Rana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1607

Abstract

ISPA masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan pengelolaan sampah. Pengetahuan PHBS dapat memengaruhi sikap pengelolaan sampah sebagai upaya pencegahan ISPA. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan PHBS dengan sikap pengelolaan sampah dalam pencegahan ISPA pada masyarakat G. Obos XVIII RT 04 RW 06 Kota Palangka Raya. Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 53 responden menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan PHBS dan sikap pengelolaan sampah, kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank (α=0,05). Sebanyak 50 responden (94,3%) memiliki pengetahuan PHBS baik dan 52 responden (98,1%) memiliki sikap pengelolaan sampah baik. Uji Spearman Rank menunjukkan p=0,008 dan r=0,363, yang berarti terdapat hubungan positif dengan kekuatan rendah. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan PHBS dan sikap pengelolaan sampah dalam pencegahan ISPA. Peningkatan pengetahuan perlu didukung fasilitas dan edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan.Kata kunci: Pengetahuan, PHBS, sikap pengelolaan sampah,
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Siswa/i Tentang Child Grooming Di SMP Negeri 11 Palangka Raya Yuda Pratama; Mariaty Darmawan; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1637

Abstract

Child grooming merupakan bentuk kejahatan seksual yang dilakukan melalui pendekatanemosional dan manipulasi bertahap terhadap anak maupun remaja dengan tujuan eksploitasiseksual, sedangkan rendahnya tingkat pengetahuan mengenai child grooming diduga dapatmemengaruhi sikap siswa dalam mengenali, mencegah, dan melindungi diri dari risiko kekerasanseksual. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikapsiswa/i tentang child grooming di SMP Negeri 11 Palangka Raya, menggunakan desain penelitiankorelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 77 siswa kelas VII-D,VIII-A, dan VIII-B, dengan sampel sebanyak 65 responden yang dipilih menggunakan teknik totalsampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner sikaptentang child grooming, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil ujimenunjukkan nilai p value = 0,000 (p &lt;0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,551, yang berartiterdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap siswa/i tentang childgrooming, dengan kekuatan hubungan sedang dan arah positif. Tingkat pengetahuan siswa sebagianbesar berada pada kategori baik (37 responden, 57%), sedangkan sikap siswa sebagian besar beradapada kategori baik (52 responden, 80%). Sekolah disarankan bekerja sama dengan tenagakesehatan, khususnya perawat komunitas, untuk memberikan edukasi berkelanjutan mengenaibahaya child grooming sebagai upaya promotif dan preventif dalam melindungi siswa darikekerasan seksual.
Pengaruh Permainan Ular Tangga Berbasis Peer Group Terhadap Pengetahuan Penularan Dan Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja Kelas XI Di SMAN 1 Sukakarya Rieke Ayu Puspita Sari; Yulidian Nurpratiwi; Risti Tamara Tahanora; Apriliana Sartika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1660

Abstract

Latar Belakang: HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada remaja usia 15-24 tahun yang berisiko. Rendahnya pengetahuan tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS dapat menodorong perilaku berisiko. sehingga diperlukan pendekatan inovatif seperti permainan ular tangga berbasis peer group Tujuan: Menganalisis pengaruh permainan ular tangga dengan pendekatan peer group terhadap pengetahuan remaja tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS di SMAN 1 Sukakarya Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest pada 78 responden. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan instrumen kuesioner HIV-KQ-18. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup (60,3%). Setelah intervensi, kategori baik meningkat menjadi 39,7 dan kategori kurang menurun menjadi 6,4%. Uji Statistik menunjukkan p value  = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Permainan ular tangga berbasis peer group efektif meningktkan pengetahuan remaja tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS.  Saran: Sekolah dan tenaga kesehatan dapat menggunakan permainan edukatif berbasis peer group sebagai alternatif pembelajaran kesehatan bagi remaja.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Body Shaming Pada Remaja Putri Najwa Fauziyah; Herlina Simanjuntak; Nur Fathur Rohmah; Rohani Siregar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1662

Abstract

Body shaming didefinisikan sebagai tindakan mengejek, mengomentari, atau mengkritik bentuk, ukuran, dan penampilan fisik seseorang secara negatif. Sebanyak 62,2% perempuan di Indonesia mengungkapkan pernah mengalami body shaming setidaknya sekali seumur hidup, di mana mayoritas korbannya adalah perempuan (94%). Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan body shaming pada remaja putri kelas VIII di SMPN 5 Cikarang Selatan Tahun 2026. Desain penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas VIII berjumlah 180 responden, dengan sampel sebanyak 137 siswi yang ditentukan melalui rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan instrumen berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan tindakan body shaming adalah kepercayaan diri (p=0,001), media sosial (p=0,001), dan teman sebaya (p=0,004). Dari tiga variabel yang diteliti, seluruhnya memiliki hubungan yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kepercayaan diri, media sosial, dan teman sebaya dengan tindakan body shaming pada remaja putri kelas VIII di SMPN 5 Cikarang Selatan Tahun 2026. Paparan media sosial merupakan faktor yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kecenderungan melakukan tindakan tersebut.