cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Berobat Pada Pasien Hipertensi Fanita Basalama; Tien Aminah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1584

Abstract

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PASIEN HIPERTENSI
Efektivitas Edukasi Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Manajemen Menopause Pada Wanita Usia 35 - 45 Tahun Putri Puspa Anggini; Hajar Nur Fathur Rohmah; Prisma Linda; Deni Alamsah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1585

Abstract

Menopause merupakan fase alami dalam kehidupan wanita yang didahului oleh masa premenopause dan dapatdisertai berbagai perubahan fisik maupun psikologis. Pengetahuan yang baik diperlukan agar wanita mampumemahami perubahan tersebut dan melakukan manajemen menopause secara tepat. Penelitian ini bertujuanmengetahui efektivitas edukasi manajemen menopause menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan wanitausia 35 - 45 tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatifdengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 30 wanita usia 35 - 45 tahunyang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan sebanyak 22 pertanyaan.Data dikumpulkan melalui pre-test, pemberian edukasi menggunakan leaflet disertai penjelasan langsung selamakurang lebih 20 menit, kemudian post-test. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelumedukasi, 9 responden (30,0%) memiliki pengetahuan kurang, 12 responden (40,0%) cukup, dan 9 responden(30,0%) baik, dengan mean 13,37. Setelah edukasi, seluruh responden (100,0%) berada pada kategori baikdengan mean 20,73. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z = -4,788 dan p-value = 0,000 (p < 0,05), serta seluruhresponden mengalami peningkatan nilai pengetahuan. Edukasi manajemen menopause menggunakan medialeaflet efektif meningkatkan pengetahuan wanita usia 35 - 45 tahun.
Edukasi Dengan Media Digital Infografis Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Pelecehan Seksual Nattasyah Mutiara; Ida Widaningsih; Rohani Siregar; Rosi Kurnia Sugiharti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1586

Abstract

Pelecehan seksual merupakan masalah global dan nasional yang serius, dengan remaja sebagai kelompok berisiko tinggi. Data menunjukkan tingginya angka kekerasan seksual di DKI Jakarta, khususnya Jakarta Timur. Minimnya pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual menjadi faktor utama yang perlu diatasi melalui edukasi yang efektif. Media infografis sebagai media digital visual dinilai mampu meningkatkan pemahaman secara ringkas dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media digital infografis terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual di SMA Gita Kirtti 3 Jakarta tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan one group pretest-posttest dengan desain pre-eksperimen. Sampel pada penelitian ini berjumlah 53 siswa kelas X yang menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum edukasi, pengetahuan responden berada pada kategori baik (62,3%), cukup (20,8%), dan kurang (17%). Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan dengan 98,1% responden berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa edukasi menggunakan media digital infografis efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual di SMA Gita Kirtti 3 Jakarta tahun 2026. Diharapkan pihak sekolah dapat menyelenggarakan edukasi berkala dan peneliti selanjutnya melakukan evaluasi jangka panjang.
Hubungan Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas VII SMP Islam Nurul Ihsan Kota Palangka Raya Fitri Yana; Mariaty A. Sangkai; Anggreni Ade Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1587

Abstract

Anemia merupakan kondisi tubuh kekurangan sel darah merah ataukadar hemoglobin di bawah batas normal, kurang dari 12 gr/dL. Remaja putri termasukkelompok berisiko tinggi mengalami anemia akibat menstruasi, pola makan tidakseimbang, dan kurangnya asupan zat besi. Pengetahuan yang memadai tentang anemiaberperan penting agar remaja putri mampu melakukan upaya pencegahan sejak dini,sehingga dampak buruk seperti penurunan konsentrasi belajar, mudah lelah, dangangguan pertumbuhan dapat dihindari sejak awal.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengankejadian anemia pada remaja putri kelas VII di SMP Islam Nurul Ihsan Kota PalangkaRaya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional.Sampel penelitian berjumlah 52 responden remaja putri kelas VII, dipilih menggunakanteknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan danpemeriksaan kadar hemoglobin, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuankurang, yaitu 25 orang (48,1%), pengetahuan cukup 19 orang (36,5%), dan pengetahuanbaik 8 orang (15,4%). Sebanyak 15 responden (28,8%) mengalami anemia dan 37responden (71,2%) tidak mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square (p value = 0,013 atau p&lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kejadiananemia.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadiananemia pada remaja putri kelas VII di SMP Islam Nurul Ihsan Kota Palangka Raya.Semakin rendah pengetahuan remaja putri tentang anemia, semakin besar risikoterjadinya anemia, sehingga diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan secaraterstruktur dan berkelanjutan di lingkungan sekolah guna menekan angka kejadiananemia pada remaja putri di masa mendatang.
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Status Gizi Balita Di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya Sari Maharani; Mariaty A. Sangkai; Angelina Ryan Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1588

Abstract

Status gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menentukanderajat kesehatan anak. Pengetahuan ibu tentang gizi berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizibalita melalui pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.Namun, status gizi balita tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan ibu, tetapi juga dipengaruhioleh berbagai faktor lain seperti pola asuh, penyakit infeksi, kondisi sosial ekonomi keluarga,dan sanitasi lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahuihubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita di UPTD Puskesmas KayonKota Palangka Raya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan statusgizi balita di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian analitikmenggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 responden yangdipilih menggunakan teknik random sampling. Analisis data dilakukan melalui analisis univariatdan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuandalam kategori baik sebanyak 57 responden (81,4%), sedangkan kategori cukup sebanyak 13responden (18,6%). Sebagian besar balita memiliki status gizi baik sebanyak 47 balita (67,1%),sedangkan 23 balita (32,9%) memiliki status gizi kurang. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p-value= 0,405 (p &gt; 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapathubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita di UPTD PuskesmasKayon.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizibalita di UPTD Puskesmas Kayon. Status gizi balita kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktorlain di luar pengetahuan ibu. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melaluiedukasi kesehatan, pemantauan pertumbuhan balita secara rutin, serta peningkatan peran keluargadalam memenuhi kebutuhan gizi balita.
Analisis Durasi Kesiapan Ruang Inap Terhadap Length Of Stay Pasien Gawat di IGD Muhammad Fahmi; Bagus Rahmat Santoso; M.Sobirin Mohtar; Eirene E M Gaghauna
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1590

Abstract

Kesiapan ruang rawat inap merupakan salah satu faktor yangmemengaruhi Length Of Stay (LOS). Durasi kesiapan ruang inap, yakni waktu sejak pasiendirekomendasikan rawat inap hingga dipindahkan. Indikator mengevaluasi lama tunggupasien di IGD adalah LOS, yang mencerminkan efektifitas dan efisiensi alur penangananpasien. Kesiapan ruang yang belum memenuhi standar, seperti kepadatan ruangan danketersediaan ruang, dapat memperpanjang LOS. Oleh karena itu, optimalisasi pelayanandan efisiensi alur transfer pasien perlu dilakukan.Tujuan: Menganalisis hubungan durasi kesiapan ruang inap dengan length of stay pasiendi IGD RSUD Ulin.Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan prospektif. Sampel penelitian 77pasien triase merah dan kuning yang dirawat di IGD dan dipindahkan ke ruang inap.Pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling, menggunakan instrumen lembarobservasi, dan dianalisis menggunakan uji mann-whitney.Hasil: Uji statistik didapatkan hasil nilai signifikan p=0,000, menunjukkan terdapathubungan durasi kesiapan ruang inap dengan LOS. Mayoritas (72,7%) memiliki LOS 6hingga 24 jam, dengan rata-rata durasi kesiapan ruang inap 132 menit (2,2 Jam).Simpulan: Kesiapan ruang inap berperan penting dalam menurunkan angka LOS,sehingga perlu adanya peningkatan kecepatan dalam kesiapan dan pemindahan pasien.Semakin lama durasi kesiapan ruang inap, maka semakin panjang waktu pasien berada diIGD.
Hubungan Stunting Dengan Keterlambatan Perkembangan Motorik Kasar Dan Halus Pada Baduta Usia 1-2 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo Anita Kurnia Putri; Zuriati Muhamad; Lenny N. Ali
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1591

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai tinggi badan menurut umur(TB/U) &lt;-2 SD, sedangkan perkembangan motorik merupakan peningkatan kemampuan gerak yang meliputimotorik kasar (otot besar) dan motorik halus (otot kecil). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubunganstunting dengan keterlambatan perkembangan motorik kasar dan halus pada baduta usia 1-2 tahun di wilayahkerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desaincross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 baduta yang dipilih menggunakan simple random sampling.Status stunting diukur berdasarkan indeks TB/U, sedangkan perkembangan motorik dinilai menggunakanDevelopmental Screening Test II (Denver II). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitianmenunjukkan ada hubungan yang signifikan antara stunting dengan perkembangan motorik kasar (p=0.001) danmotorik halus (p=0.001). Baduta yang mengalami stunting memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalamiketerlambatan perkembangan motorik dibandingkan baduta yang tidak stunting. Disimpulkan bahwa stuntingberhubungan signifikan dengan keterlambatan perkembangan motorik kasar dan halus pada baduta usia 1-2tahun di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo.
Hubungan Kadar LDL (Low-Density Lipoprotein) Dengan Risiko Storke Pada Pasien Hipertensi Dalam Rujukan 4,5 Jam Pertama Di Puskesmas Cempaka M. Jaini Gani; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna; Muhammad Sandi Suwardi; M. Sobirin Mohtar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1593

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya stroke. Peningkatan kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) dapat mempercepat aterosklerosis sehingga meningkatkan risiko stroke. Deteksi dini pada periode emas (golden period) 4,5 jam pertama penting untuk meningkatkan keberhasilan penanganan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar LDL dengan risiko stroke pada penderita hipertensi dalam rujukan 4,5 jam pertama di Puskesmas Cempaka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional pendekatan cross-sectional pada 37 responden yang dipilih secara purposive sampling. Kadar LDL diukur menggunakan Lipid Meter, sedangkan risiko stroke dinilai menggunakan instrumen SeGeRa Ke RS. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar LDL dengan risiko stroke pada penderita hipertensi dalam rujukan 4,5 jam pertama di Puskesmas Cempaka (p < 0,05). Disimpulkan bahwa kadar LDL berhubungan dengan risiko stroke, sehingga skrining LDL berkala, penggunaan instrumen SeGeRa Ke RS, dan edukasi deteksi dini stroke perlu ditingkatkan untuk mendukung penanganan pada masa golden period.
Efektifitas Penggunaan Buku Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Di Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango Nurlela Hasan; Ani Retni; Harismayanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1595

Abstract

Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan tingkat pemanfaatan Buku KIA oleh ibu hamilsebagai media edukasi dan pencatatan kesehatan selama kehamilan, sedangkan pengetahuan ibu hamil adalahtingkat pemahaman ibu mengenai kesehatan kehamilan, meliputi nutrisi, tanda bahaya kehamilan, pemeriksaanantenatal care (ANC), dan perawatan kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penggunaanBuku KIA dengan pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango.Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional.Populasi penelitian berjumlah 167 ibu hamil, dengan sampel sebanyak 109 responden yang dipilih menggunakanteknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data dilakukansecara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaanBuku KIA kategori baik sebanyak 85 responden (78,0%) dan pengetahuan ibu hamil kategori baik sebanyak 82responden (75,2%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan BukuKIA dengan pengetahuan ibu hamil (p&lt;0,05). Disimpulkan bahwa pemanfaatan Buku KIA yang baikberhubungan dengan peningkatan pengetahuan ibu hamil, sehingga optimalisasi penggunaan Buku KIA perluterus ditingkatkan sebagai media edukasi dalam pelayanan kesehatan ibu. Kata kunci: Kehamilan, PenggunaanBuku KIA, pengetahuan ibu hamil.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Bululawang Theofani Putri Rahayu Utomo; Nanik Dwi Astutik; Monika Luhung
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1596

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang penatalaksanaannya dijalani seumur hidup,salah satunya melalui pengaturan diet 3J yaitu tepat jenis, jumlah, dan jadwal. Lansiapenderita Diabetes Melitus rentan mengalami ketidakpatuhan diet akibat penurunan kondisifisik, daya ingat, dan rasa jenuh terhadap aturan diet. Dukungan keluarga diduga menjadifaktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan diet. Penelitian ini bertujuan mengetahuihubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada lansia penderita DiabetesMelitus di wilayah kerja Puskesmas Bululawang. Penelitian ini menggunakan desaindeskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 81 lansiapenderita Diabetes Melitus tipe 2 peserta Prolanis yang dipilih dengan proportional randomsampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga HDFSS 29 itemdan kuesioner kepatuhan diet 3J 18 item. Analisis data menggunakan uji Chi-Square denganpembacaan Fisher&#39;s Exact Test. Hasil penelitian ini sebagian besar responden mendapatdukungan keluarga kategori baik 62 orang (76,5%) dan patuh diet 72 orang (88,9%). Hasil ujistatistik menunjukkan nilai p = 0,029 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan yangsignifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada lansia penderita DiabetesMelitus. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara dukungankeluarga dengan kepatuhan diet pada lansia penderita Diabetes Melitus. Semakin baikdukungan keluarga, maka semakin tinggi kepatuhan diet lansia. Puskesmas disarankanmelibatkan keluarga dalam edukasi diet Diabetes Melitus melalui kegiatan Prolanis danPosyandu Lansia agar berperan aktif mengawasi jenis, jumlah, dan jadwal makan lansia.