cover
Contact Name
Anis Amna
Contact Email
anis.r.amna@ub.ac.id
Phone
+62341577911
Journal Mail Official
dimasloka@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F Lantai 8, Ruang BPJ Jl. Veteran, Ketawanggede, Lowokwaru, Kota Malang Jawa Timur, Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Informasi dan Informatika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 28100123     DOI : https://doi.org/10.25126
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Informasi dan Informatika (DIMASLOKA) merupakan media publikasi ilmiah yang memuat hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang teknologi informasi, sistem informasi, informatika, dan teknologi digital. Jurnal ini bertujuan untuk mendiseminasikan praktik-praktik inovatif, solusi aplikatif, serta implementasi teknologi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, institusi pendidikan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), komunitas, maupun instansi pemerintahan. DIMASLOKA diterbitkan oleh Badan Penerbitan Jurnal (BPJ), Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya. Setiap tahun menerbitkan dua nomor pada bulan Januari dan Juli, dengan e-ISSN: 2810-0123. Ruang Lingkup Jurnal Implementasi sistem informasi dan aplikasi berbasis web/mobile. Pelatihan keterampilan dan literasi digital. Penerapan produk berbasis Internet of Things (IoT). Implementasi keamanan siber untuk perlindungan data. Pemanfaatan media pembelajaran digital dan Learning Management Systems. Penggunaan teknologi digital untuk penunjang kewirausahaan. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Implementasi perangkat lunak/software aplikasi open source untuk kebutuhan sosial. Implementasi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Jurnal DIMASLOKA ini mendorong pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara akademisi, praktisi, mahasiswa, serta mitra dari masyarakat, pemerintah, institusi pendidikan, komunitas, dan pelaku UMKM. Setiap artikel yang dipublikasikan diharapkan memuat latar belakang permasalahan mitra, metode pelaksanaan kegiatan, hasil implementasi, evaluasi dampak, serta keberlanjutan program. Adanya jurnal DIMASLOKA ini, diharapkan terjadi peningkatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat dalam mewujudkan transformasi digital yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan informatika di era revolusi industri 4.0 dan 5.0.
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Pelatihan Manajemen Konfigurasi Infrastruktur Jaringan Pintar Berbasis Software-Defined Network (SDN) Untuk Meningkatkan Efisiensi Energi Dan Pengelolaan Sumber Daya Data, Mahendra; Basuki, Achmad; Yahya, Widhi; Pramukantoro, Eko Sakti
DIMASLOKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Informasi dan Informatika Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/dimasloka.v4i2.48

Abstract

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam konsep dan implementasi Software-Defined Networking (SDN), sebuah paradigma baru dalam pengelolaan jaringan yang lebih efisien, fleksibel, dan hemat energi. SDN memungkinkan pemisahan antara control plane dan data plane, sehingga memungkinkan pengaturan jaringan yang lebih terpusat dan otomatis. Fokus utama pengabdian ini adalah pada pengenalan protokol OpenFlow sebagai media komunikasi antara controller dan perangkat jaringan, serta implementasi teknik multi-tenant menggunakan Ryu Controller. Peserta juga diperkenalkan pada Mininet sebagai platform simulasi jaringan berbasis SDN dan Open vSwitch sebagai virtual switch untuk mengelola jaringan SDN. Selain menyampaikan potensi manfaat SDN dalam pengelolaan jaringan yang scalable, aman, dan hemat energi, pelatihan ini juga menggarisbawahi tantangan utama seperti interoperability antar perangkat dari berbagai vendor dan risiko keamanan controller terpusat. Dengan materi teoretis dan simulasi praktik langsung, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam penerapan teknologi SDN di berbagai lingkungan seperti pusat data, kampus, dan jaringan operator.   Abstract This training activity aims to improve participants' understanding and skills in the concept and implementation of Software-Defined Networking (SDN), a new paradigm in network management that is more efficient, flexible, and energy efficient. SDN enables the separation between the control plane and the data plane, allowing for more centralized and automated network management. The focus of this community service is on the introduction of the OpenFlow protocol as a communication medium between the controller and network devices, as well as the implementation of multi-tenant techniques using Ryu Controller. Participants were also introduced to Mininet as an SDN-based network simulation platform and Open vSwitch as a virtual switch for managing SDN networks. In addition to highlighting the potential benefits of SDN in managing scalable, secure, and energy-efficient networks, the training also highlighted key challenges such as interoperability between devices from different vendors and security risks of centralized controllers. With theoretical materials and hands-on simulations, this course is expected to make a real contribution to the application of SDN technology in various environments such as data centers, campuses, and operator networks.
Penyuluhan Pemanfaatan Search Engine Optimization (SEO) Pada Komunitas Digital Desa Gamping Kabupaten Trenggalek Mursityo, Yusi Tyroni; Brata, Dwija Wisnu; Wardani, Niken Hendrakusma
DIMASLOKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Informasi dan Informatika Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/dimasloka.v4i2.49

Abstract

Smart Village (Desa Cerdas) adalah desa yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek pembangunan desa. Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) melalui Program Desa Cerdas mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi salah satu sektor prioritas dalam penggunaan dana desa yang diprioritaskan untuk pencapaian SDGs Desa. Program smart village punya enam pilar yaitu warga cerdas (smart people), mobilitas cerdas (smart mobility), ekonomi cerdas (smart economic), pemerintahan cerdas (smart government), pola hidup cerdas (smart living),  dan lingkungan cerdas (smart environment). Bentuk konkret dari program Smart Village adalah pelatihan kader-kader digital desa, pembangunan jaringan desa cerdas Indonesia, dan pembentukan desa percontohan. Dalam hal ini Duta digital Kemendesa PDTT adalah mitra dari Tim UB dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Ilmu Komputer di tahun 2024. Berdasarkan kebutuhan yang infokan oleh mitra, salah satu usulan kegiatan peningkatan kapasitas kader digital yang diajukan adalah memanfaatkan Search Engine Optimization (SEO). Karena Search Engine Optimization (SEO) dapat membantu dalam mengoptimasi informasi terkait web, produk UMKM, serta terdata dan terkenal di mesin pencari. Kemampuan optimalisasi informasi di dunia maya, menjadi hal yang penting dalam peningkatan dan pengenalan bisnis UMKM lebih luas, misalnya menciptakan konten baru, meningkatkan efektivitas pengelolaan media sosial, efektif keyword dalam mesin pencari dari produk atau bisnis yang dipasarkan, meningkatkan efektivitas iklan, mengukur sentimen konsumen, hingga menganalisis kompetitor. Pada praktiknya, peserta antusias mencoba teknik SEO dalam mengoptimasi produk mereka di sosial media. Fokus utama pada tahap awal memasarkan di blog dengan mengoptimasi keyword dengan tools dan memanfaatkan pembuatan konten dengan chatGPT. Antusias dan bermanfaatnya dari pelatihan yang dilakukan dengan terlihat hasil kuesioner yang diisi oleh peserta, hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 91.2% merasa puas dengan pelaksanaan pelatihan.   Abstract Smart Village is a village that can improve the quality of life of village communities through the use of technology in various aspects. The Ministry of Villages, Development of Disadvantaged Regions and Transmigration (Kemendesa PDTT) through the Smart Village Program encourages the use of information and communication technology to become one of the priority sectors in the use of village funds prioritized for achieving Village SDGs. The smart village program has six pillars, namely smart people, smart mobility, smart economy, smart government, smart living, and smart environment. The concrete form of the Smart Village program is the training of digital village cadres, the development of the Indonesian smart village network, and the formation of pilot villages. In this case, the Kemendesa PDTT digital ambassador is a partner of the UB Team in implementing community service activities under the Faculty of Computer Science in 2024. Based on the needs informed by the partner, one of the proposed activities to increase the capacity of digital cadres submitted is to utilize Search Engine Optimization (SEO). SEO can help optimize information related to the web and MSME products and is recorded and well-known in search engines. The ability to optimize information in cyberspace is important in improving and introducing MSME businesses more widely, for example creating new content, increasing the effectiveness of social media management, effective keywords in search engines from marketed products or businesses, increasing advertising effectiveness, measuring consumer sentiment, and analyzing competitors. In practice, participants enthusiastically tried SEO techniques to optimize their products on social media. The main focus in the early stages of marketing on blogs is by optimizing keywords with tools and utilizing content creation with chatGPT. The enthusiasm and usefulness of the training carried out can be seen from the results of the questionnaire filled out by the participants, the survey results showed that the majority of respondents as much as 91.2% were satisfied with the implementation of the training.
Pelatihan Menulis Ilmiah Untuk Meningkatkan Pemahaman dan Kualitas Karya Ilmiah Remaja SMP 20 Kota Malang Arwan, Achmad; Kurniawan, Wijaya; Adinugroho, Sigit; Sari, Yuita Arum
DIMASLOKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Informasi dan Informatika Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/dimasloka.v4i2.50

Abstract

Remaja perlu memiliki kecakapan dalam menulis karya ilmiah. Keterampilan ini sangat penting untuk mengembangkan pemikiran kritis dan analitis.  Menulis ilmiah memungkinkan mereka mengorganisasi gagasan secara runtut, menyusun argumen yang logis, dan mendukung pendapat dengan bukti yang relevan.  Namun, banyak siswa masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesulitan menuangkan ide, menyusun kerangka tulisan, dan menggunakan sumber referensi secara tepat.  Oleh karena itu, membaca dan menganalisis karya ilmiah dapat menjadi langkah awal yang efektif agar siswa memahami gaya penulisan dan teknik sitasi yang baik. Salah satu sekolah mitra dalam kegiatan pelatihan penulisan ilmiah ini adalah SMP Negeri 20 Malang. Sekolah ini memiliki ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang aktif mengikuti berbagai lomba penulisan ilmiah di tingkat lokal, regional, hingga internasional. Namun demikian, masih terdapat beberapa permasalahan, seperti rendahnya kemampuan siswa dalam menulis karya ilmiah yang baik, kesulitan dalam mengonversi ide menjadi judul penelitian yang sesuai, serta keterbatasan dalam memahami cara menyusun sitasi dan kerangka penelitian. Oleh karena itu, diperlukan adanya pelatihan penulisan ilmiah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam hal tersebut. Sebagai bentuk kontribusi nyata, empat dosen dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Malang telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan penulisan karya ilmiah kepada siswa SMPN 20 Malang. Melalui pelatihan ini, siswa dibimbing untuk menentukan ide penelitian, merumuskan masalah, mengembangkan ide, hingga menyusun alternatif judul penelitian beserta analisis kelebihan dan kekurangannya. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa siswa mulai mampu memahami tahapan dasar dalam penulisan karya ilmiah secara lebih terstruktur.   Abstract Adolescents need to develop skills in scientific writing, as this ability is essential for fostering critical and analytical thinking. Scientific writing enables them to organize their ideas coherently, construct logical arguments, and support their opinions with relevant evidence. However, many students still face various challenges in scientific writing, such as difficulties in expressing ideas, structuring their writing, and using references appropriately. To overcome these challenges, reading and analyzing scientific works can be an effective first step to help students understand proper writing styles and citation techniques. One of the partner schools involved in this scientific writing training activity is SMP Negeri 20 Malang. The school has an extracurricular program called Karya Ilmiah Remaja (Youth Scientific Writing Club), which actively participates in scientific writing competitions at local, regional, and international levels. Nevertheless, several issues remain, including students' limited ability to produce quality scientific papers, difficulty in translating ideas into appropriate research titles, and a lack of understanding in citation and research framework composition. Therefore, scientific writing training is necessary to enhance students' capabilities in these areas. As a form of community service, four lecturers from the Faculty of Computer Science, Universitas Brawijaya Malang, conducted a scientific writing training program for students of SMPN 20 Malang. Through this training, students were guided to identify research ideas, formulate general problems, develop ideas, and determine alternative research titles along with an analysis of their strengths and weaknesses. The results of the training showed that students began to understand the basic stages of scientific writing in a more structured manner.
Pengembangan dan Uji Coba Prototipe Aplikasi Pengelolaan Barang Bukti pada Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara Kharisma Yoga, Fadila; Kharisma, Agi Putra; Adams Jonemaro, Eriq Muhammad; Pinandito, Aryo
DIMASLOKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Informasi dan Informatika Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/dimasloka.v5i1.61

Abstract

Pemanfaatan sistem informasi penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan produktivitas, termasuk dalam Instansi Pemerintah seperti Kejaksaan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap mitra, didapati bahwa sistem yang digunakan saat ini masih belum optimal mengelola data, khususnya data barang bukti. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim mengusulkan solusi alternatif berupa aplikasi berbasis web yang dikembangkan untuk mengelola data barang bukti guna meningkatkan efektivitas, mempercepat proses eksekusi, dan menunjang kinerja satuan kerja. Aplikasi ini dikembangkan dari awal sesuai dengan kebutuhan mitra, kemudian dilakukan ujicoba untuk mengetahui dan menganalisis perbandingan nilai usability pada aplikasi yang diusulkan. Prototipe aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan framework Vue sebagai frontend dan Express sebagai backend. Hasil pengujian usability mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan usability yang meliputi efektivitas (diwakili metric number of error), efisiensi (diwakili metric time on task), dan kepuasan (dikukur melalui kuesioner). Dari hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi yang diusulkan dapat, atau paling tidak berpotensi, berhasil menurunkan jumlah error, menurunkan waktu pengerjaan tugas, dan meningkatkan skor kepuasan pengguna secara signifikan. Besar harapannya kegiatan ini dapat memberikan inspirasi bagi mitra dalam pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi di masa mendatang.   Abctract The use of information systems is crucial for improving efficiency, transparency, and productivity, including in government agencies such as the Prosecutor's Office. Based on observations and interviews with partners, it was found that the current system is still not optimal in managing data, especially evidence data. Therefore, in this community service activity, the team proposed an alternative solution in the form of a web-based application developed to manage evidence data to increase effectiveness, accelerate the execution process, and support the performance of work units. This application was developed from scratch according to the partner's needs, then tested to determine and analyze the comparison of usability values ​​in the proposed application. This application prototype was developed using the Vue framework as the frontend and Express as the backend. The results of the usability test showed that there was an increase in usability including effectiveness (represented by the number of errors metric), efficiency (represented by the time on task metric), and satisfaction (measured through a questionnaire). From the results of this activity, it can be concluded that the proposed application can, or at least has the potential, successfully reduce the number of errors, reduce task completion time, and significantly increase user satisfaction scores. It is hoped that this activity can inspire partners in the development and utilization of information systems in the future.
Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar Melalui Intervensi Pelatihan Microsoft Copilot: Studi Kasus Sekolah Dasar Negeri 1 Sedaeng, Tosari, Jawa Timur Sianturi, Riswan Septriayadi; Perdanakusuma, Andi Reza; Aryadita, Himawat
DIMASLOKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Informasi dan Informatika Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/dimasloka.v5i1.66

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan telah membawa perubahan signifikan terhadap proses belajar mengajar pada tingkat pendidikan dasar. Pemanfaatan kecerdasan buatan pada pendidikan dasar dapat menjadi strategi untuk meningkatkan efisiensi, kreativitas, dan kualitas pembelajaran. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas pelatihan penggunaan Microsoft Copilot, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan generatif (Generative Artificial Intelligence/GAI), dalam meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar Negeri 1 Sedaeng. Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan integratif berupa pemaparan teori GAI dan prinsip Responsible AI, praktik langsung (hands-on) dengan prompt engineering, eksplorasi mandiri, serta diakhiri dengan evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test. Analisis kuantitatif mencapai hasil signifikan, yaitu rata-rata skor pre-test sebesar 53,64 (SD=12,27, n=11) meningkat menjadi 67 (SD=19,18, n=10) pada post-test, dengan uji t independen Welch menghasilkan p = 0,040 dan Cohen’s d ~0,84, yang menunjukkan efek sedang hingga besar secara praktis. Satu peserta tidak mengikuti post-test sehingga analisis dilakukan menggunakan uji t independen Welch. Temuan ini memberikan bukti awal (preliminary evidence) bahwa integrasi pelatihan prompt engineering dan Responsible AI berpotensi meningkatkan kesiapan pedagogis guru sekolah dasar dalam memanfaatkan AI generatif secara etis dan kontekstual. Hasil ini mencerminkan peningkatan keterampilan dalam merancang materi ajar berbasis AI serta kesadaran etis dalam penggunaan AI (Responsible AI). Melalui pendekatan train-the-trainer, pelatihan ini memungkinkan keberlanjutan internal dan rekplikasi di lingkungan pendidikan lainnya.   Abstract The development of artificial intelligence has brought significant changes to the teaching and learning process at the elementary level. Utilizing artificial intelligence in elementary education can be a strategy to improve the efficiency, creativity, and quality of learning. This community service aims to identify the effectiveness of training on the use of Microsoft Copilot, a generative artificial intelligence (GAI) tool, in improving the competencies of teachers at Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sedaeng. The training was designed with an integrative approach, consisting of theoretical presentations on GAI and the principles of Responsible AI, hands-on practice in prompt engineering, independent exploration, and concluding with an evaluation using pre-test and post-test instruments. Quantitative analysis produced significant results: the average pre-test score of 53.64 (SD = 12.27, n = 11) increased to 67.00 (SD = 19.18, n = 10) on the post-test, with Welch’s independent t-test yielding p = 0.040 and Cohen’s d ≈ 0.84, indicating a moderate to large practical effect. One participant did not take the post-test due to attendance limitations, so analysis was conducted using a Welch independent t-test. These findings provide preliminary evidence that integrating prompt engineering and Responsible AI training can improve elementary school teachers' pedagogical readiness to use generative AI ethically and contextually. These results reflect improved skills in designing AI-based teaching materials and ethical awareness in the use of AI (Responsible AI). Through a train-the-trainer approach, this training enables internal sustainability and replication in other educational settings.
Pelatihan Chatgpt dalam Menunjang Pelaksanaan Pembelajaran Di SMK Santoso, Nurudin; Kurniawan, Tri Astoto; Amalia, Faizatul; Yasmin Arifin, Naylah; Damayanti Tikna Wardani, Alvina
DIMASLOKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Informasi dan Informatika Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/dimasloka.v5i1.71

Abstract

SMKN 1 Turen merupakan salah satu sekolah kejuruan yang terletak di kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang tak lepas dari penggunaan artificial intelligence (AI). AI dapat digunakan untuk memberikan jawaban dari pertanyaan yang diberikan, meskipun jawaban harus dicek kembali kebenarannya. Berdasarkan hasil wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik, perlu adanya peningkatan keterampilan guru dengan pemanfaatan AI yang dapat digunakan dalam menunjang pembelajaran. Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan pelatihan teknologi berbasis andragogi ini diperlukan untuk dilaksanakan dalam meningkatkan kemampuan guru. Pemanfaatan metode pelatihan teknologi berbasis andragogi melalui ceramah, demonstrasi, praktik, pendampingan dan studi kasus. Selain metode, terdapat modul yang digunakan sebagai bahan belajar peserta pelatihan dan juga lembar kerja yang digunakan untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 21-22 Agustus 2025. Pada saat pelatihan dilaksanakan, peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 28 guru yang berasal dari keilmuan yang berbeda. Sebelum dan sesudah pelatihan, peserta mendapatkan pre-test dan post-test yang bertujuan untuk mengukur ada atau tidaknya peningkatan kemampuan peserta pelatihan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, diperoleh bahwa terdapat perbedaan pada kemampuan peserta pelatihan dari sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan melalui uji Wilcoxon dengan nilai 0,007. Effect size juga digunakan untuk mengetahui besar pengaruh dari pelatihan ini terhadap kemampuan peserta pelatihan, dan diperoleh sebesar 0,47 yang memiliki makna pelatihan ini memberikan pengaruh sedang dalam membantu guru membuat perangkat pembelajaran. Selain itu, hasil evaluasi pelatihan yang telah diberikan kepada peserta melalui kuesioner, diperoleh bahwa peserta merasakan kepuasan selama melaksanakan pelatihan yang dilihat dari aspek pemateri, sarana dan prasarana, suasana dan materi pelatihan.   Abstract SMKN 1 Turen is a vocational school located in Turen District, Malang Regency, East Java, which is inseparable from the use of artificial intelligence (AI). AI can be used to provide answers to questions given, although the answers must be double-checked for accuracy. Based on the results of interviews with the Vice Principal for Academic Affairs, there is a need to improve teacher skills by utilizing AI that can be used to support learning. Therefore, the implementation of andragogy-based technology training activities is necessary to be implemented to improve teacher capabilities. Utilization of andragogy-based technology training methods through lectures, demonstrations, practice, mentoring and case studies. In addition to the methods, there are modules used as learning materials for training participants and also worksheets used to practice what has been learned. This training was held on August 21-22, 2025. At the time of the training, 28 teachers who participated in the activity came from various disciplines. Before and after the training, participants received a pre-test and post-test aimed at measuring whether or not there was an increase in the training participants' abilities. Based on the results of the pre-test and post-test, it was found that there was a difference in the abilities of the training participants before and after the training through the Wilcoxon test with a value of 0.007. The effect size was also used to determine the extent of the influence of this training on the abilities of the training participants, and was obtained at 0.47, which means this training had a moderate influence in helping teachers create learning tools. In addition, the results of the training evaluation that had been given to participants through a questionnaire, obtained that participants felt satisfied during the training as seen from the aspects of the material, facilities and infrastructure, atmosphere and training materials.
Penguatan Literasi Keamanan Siber Melalui Pelatihan Keamanan Aplikasi Web Untuk Instansi Pendidikan Data, Mahendra; Fauzi, M. Ali; Bakhtiar, Fariz Andri; Saputra, Virgananta; Hilmy, Ahmad Nabih Baril; Tarta, I Gusti Ngurah Ryo Adi
DIMASLOKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Informasi dan Informatika Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/dimasloka.v5i1.77

Abstract

Pemanfaatan aplikasi web yang semakin masif di lingkungan institusi pendidikan telah meningkatkan potensi risiko terhadap serangan keamanan siber, khususnya SQL Injection (SQLi) dan Cross-Site Scripting (XSS). Rendahnya literasi keamanan siber di kalangan pengelola dan pengembang menjadi salah satu faktor utama kerentanan tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat literasi dan keterampilan teknis keamanan siber melalui pelatihan berbasis hands-on workshop kepada 32 siswa dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak dan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Telkom Malang. Materi pelatihan difokuskan pada pemahaman mekanisme serangan SQLi dan XSS serta penerapan teknik mitigasi yang relevan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan rata-rata skor peserta dari 45,417 menjadi 47,917. Namun, hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan bahwa peningkatan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,457), yang diduga disebabkan oleh keterbatasan durasi pelatihan, kompleksitas dua topik sekaligus, serta minimnya pengetahuan prasyarat peserta. Di sisi lain, hasil User Experience Questionnaire (UEQ) menunjukkan skor "Excellent" pada sebagian besar aspek, yang mengindikasikan bahwa peserta menilai positif pengalaman pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berkontribusi pada pengenalan awal (awareness) keamanan aplikasi web, tetapi belum cukup efektif dalam meningkatkan kompetensi kognitif secara terukur.   Abstract The increasing adoption of web applications in educational institutions has heightened the risk of cybersecurity attacks, particularly SQL Injection (SQLi) and Cross-Site Scripting (XSS). Low cybersecurity literacy among system administrators and developers remains a key contributing factor to these vulnerabilities. This community service activity aimed to strengthen cybersecurity literacy and technical skills through a hands-on workshop for 32 students from the Software Engineering and Computer Network Engineering departments at SMK Telkom Malang. The training focused on understanding SQLi and XSS attack mechanisms and applying relevant mitigation techniques. Evaluation through pre-test and post-test showed an increase in mean scores from 45.417 to 47.917. However, the Wilcoxon Signed-Rank Test indicated that this increase was not statistically significant (p = 0.457), presumably due to the limited training duration, the complexity of covering two topics simultaneously, and the participants' lack of prerequisite knowledge. On the other hand, the User Experience Questionnaire (UEQ) results showed "Excellent" scores on most aspects, indicating that participants responded positively to the training experience. These findings suggest that the training contributed to initial awareness of web application security, but was not yet effective enough to produce a measurable improvement in cognitive competence.
Pengembangan dan Uji Coba Prototipe Aplikasi Pengelolaan Berkas Perkara Pada Kejaksaan Negeri Bangkalan Inkiriwang, Denny Prastyo; Kharisma, Agi Putra; Jonemaro, Eriq Muhammad Adams; Pinandito, Aryo
DIMASLOKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Informasi dan Informatika Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/dimasloka.v5i1.83

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan sistem aplikasi alternatif terhadap tingkat usability bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam proses pengelolaan berkas perkara pada tahap Pra-Penuntutan di Kejaksaan Negeri Bangkalan. Sistem yang sebelumnya digunakan, yaitu CMS (Case Management System), dinilai memiliki beberapa keterbatasan. Permasalahan utama yang ditemukan pada kondisi awal adalah antarmuka pengguna yang belum efisien, misalnya pada fungsionalitas pencarian dan pengelolaan data. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan ini merancang dan mengembangkan sistem aplikasi berbasis web menggunakan framework Laravel dan Vue.js, yang dirancang dengan pendekatan User-Centered Design (UCD) dan metodologi SDLC model Waterfall. Evaluasi dilakukan dengan metode kuantitatif melalui pengujian kepada 12 partisipan menggunakan tiga parameter yaitu number of error, time on task, dan System Usability Scale (SUS). Pengujian dilakukan dengan existing application dan alternative application (aplikasi alternatif). Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi alternatif memberikan peningkatan signifikan dibanding aplikasi yang sudah ada, dengan penurunan rata-rata jumlah kesalahan sebesar 52,4%, efisiensi durasi penyelesaian tugas turun sebesar 57,8%, dan peningkatan skor SUS dari 34,167 menjadi 76,25. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi alternatif mampu meningkatkan usability berdasarkan efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna dalam pengelolaan berkas perkara sehingga dapat menjadi inspirasi dalam pengambilan keputusan untuk peningkatan pelayanan di masa mendatang.   Abstract This community engagement aims to analyze the impact of using an alternative application system on the level of usability for Public Prosecutors in managing case files during the Pre-Prosecution stage at the Bangkalan District Attorney's Office. The previously used system, CMS (Case Management System), was found to have several limitations. The main problem found in the initial conditions was that the user interface was not yet efficient, for example in the search and data management functionality. To address these issues, this activity designed and developed a web-based application system using the Laravel and Vue.js frameworks, adopting a User-Centered Design (UCD) approach and the Waterfall model of the Software Development Life Cycle (SDLC). The evaluation was conducted using a quantitative method involving 12 participants and three usability parameters: number of errors, time on task, and System Usability Scale (SUS). Testing was performed on two systems: the existing application and alternative application. The results showed that the alternative application provided significant improvements compared to the existing application, with a 52.4% reduction in average errors, a 57.8% decrease in task completion time, and an increase in SUS score from 34.167 to 76.25. These findings indicate that the alternative application effectively enhances effectiveness, efficiency, and user satisfaction in case file management so that it can be an inspiration in making decisions to improve services in the future.
Peningkatan Berpikir Kritis dan Empati Historis Siswa Melalui Pembelajaran Adaptif Berbasis Ai Kak Sarah di SMK Kristen PETRA Surabaya Widjanarko, Alexander Imanuel; Haq, Isri Amirul; Purnawirawan, Okta
DIMASLOKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Informasi dan Informatika Vol 3 No 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/dimasloka.v3i2.84

Abstract

Berdasarkan survei awal di SMK Kristen Petra Surabaya, sebanyak 78% siswa mengalami kesulitan memahami konteks peristiwa sejarah secara mendalam. Hanya 35% siswa yang mampu menganalisis peristiwa sejarah secara kritis karena dominasi metode ceramah konvensional yang pasif. Kondisi ini menyebabkan rendahnya empati historis dan degradasi kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan platform digital ”Kak Sarah” untuk mentransformasi pembelajaran sejarah menjadi lebih interaktif dan bermakna. Mitra dipilih karena merupakan sekolah Pusat Keunggulan yang membutuhkan inovasi teknologi untuk meningkatkan efektivitas kurikulum vokasi nasional. Metode pelaksanaan menggunakan Successive Approximation Model melalui tahap persiapan koordinasi, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi hasil implementasi secara menyeluruh. Tahap pelaksanaan mencakup pelatihan intensif kepada tiga guru sejarah serta penerapan langsung pada satu kelas eksperimen siswa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan skor berpikir kritis siswa yang signifikan (dari 47,93 menjadi 83,79) yang berdampak pada kemampuan penalaran sejarah dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat kepuasan siswa mencapai 87% dengan temuan kualitatif bahwa dialog Sokratik meningkatkan keberanian berargumen. Program ini menjamin keberlanjutan melalui transfer kepemilikan penuh kepada mitra dan efisiensi biaya operasional menggunakan model AI open-source. Program ini berhasil memberdayakan tiga guru sejarah dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan artifisial secara mandiri pada kegiatan pembelajaran. Dampak jangka panjang dibuktikan melalui penandatanganan implementation agreement sebagai komitmen sekolah dalam menggunakan platform secara berkelanjutan. Pengabdian ini memberikan kontribusi nyata bagi literasi digital pendidik dan menciptakan ekosistem pembelajaran sejarah yang inklusif.   Abstract Based on an initial survey at Petra Christian Vocational School Surabaya, 78% of students had difficulty understanding the context of historical events in depth. Only 35% of students were able to critically analyze historical events due to the dominance of passive conventional lecture methods. This condition leads to low historical empathy and degradation of students' critical thinking skills in facing 21st-century challenges. This community service program aims to implement the "Kak Sarah" digital platform to transform history learning into a more interactive and meaningful one. The partner was selected because it is a Center of Excellence school that requires technological innovation to improve the effectiveness of the national vocational curriculum. The implementation method uses the Successive Approximation Model through stages of preparation and coordination, training implementation, and comprehensive evaluation of implementation results. The implementation phase included intensive training for three history teachers and direct application in one experimental class of students. The community service results showed a significant increase in students' critical thinking scores (from 47.93 to 83.79) which impacted historical reasoning abilities in everyday life. The student satisfaction rate reached 87% with qualitative findings that Socratic dialogue increased the courage to argue. This program ensures sustainability through the transfer of full ownership to the partner and operational cost efficiency using an open-source AI model. This program successfully empowered three history teachers to independently integrate artificial intelligence technology into their learning activities. The long-term impact was demonstrated through the signing of an implementation agreement, demonstrating the school's commitment to the platform's continued use. This service provides a tangible contribution to educators' digital literacy and creates an inclusive history learning ecosystem.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif Lms Terintegrasi Chatbot "Kak Sarah" Sebagai Upaya Digitalisasi Mata Pelajaran Sejarah di SMAK Santo Yusup Surabaya Dwi Mubarok, Berlian Davis; Alfian, Afiif Al Hauzaan; Pratama, Yuven Reksa; Purnawirawan, Okta
DIMASLOKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Informasi dan Informatika Vol 3 No 2 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/dimasloka.v3i2.85

Abstract

  Pembelajaran sejarah di tingkat sekolah menengah sering kali terjebak pada metode hafalan pasif, yang menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis dan minimnya empati historis siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasi pembelajaran sejarah di SMA Katolik Santo Yusup Surabaya melalui implementasi platform asisten virtual berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama "Kak Sarah". Platform ini dikembangkan menggunakan model Successive Approximation Model (SAM) yang terintegrasi dengan Design Thinking, memanfaatkan teknologi Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk menyajikan simulasi peran naratif dan dialog sokratik yang akurat. Implementasi dilakukan melalui pelatihan guru dan uji coba langsung di kelas yang melibatkan siswa kelas XI. Hasil evaluasi menunjukkan dampak signifikan, di mana rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen meningkat drastis dari 53,22 (pre-test) menjadi 88,06 (post-test). Peningkatan ini jauh melampaui kelas kontrol, dengan signifikansi statistik (p=0,005). Selain aspek kognitif, validasi ahli materi dan media mengonfirmasi kelayakan platform sebagai media pembelajaran adaptif. Program ini berhasil menjembatani kesenjangan teknologi di sekolah mitra dan menciptakan pengalaman belajar sejarah yang mendalam (deep learning) serta menyenangkan.   Abctract History learning at the secondary school level is often trapped in passive rote memorization methods, leading to low critical thinking skills and a lack of historical empathy among students. This community service activity aims to transform history learning at SMA Katolik Santo Yusup Surabaya through the implementation of an Artificial Intelligence (AI)-based virtual assistant platform named "Kak Sarah." The platform was developed using the Successive Approximation Model (SAM) integrated with Design Thinking, utilizing Retrieval-Augmented Generation (RAG) technology to present accurate narrative role-playing simulations and Socratic dialogues. Implementation was carried out through teacher training and direct classroom trials involving 11th-grade students. Evaluation results showed a significant impact, where the average critical thinking score of experimental class students increased drastically from 53.22 (pre-test) to 88.06 (post-test). This improvement far exceeded the control class, with statistical significance (p=0.005). In addition to cognitive aspects, validation from subject matter and media experts confirmed the platform's feasibility as an adaptive learning medium. This program successfully bridged the technological gap at the partner school and created a deep, enjoyable history learning experience.