cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Hubungan Obesitas, Pola Makan, dan Usia dengan Kejadian Diabetes Mellitus Aricca Azza Najikha; Rusnoto Rusnoto; Anny Rosiana Masithoh
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.709

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang pemicunya banyak dipengaruhi oleh faktor keturunan serta kebiasaan hidup sehari-hari. Tren peningkatan jumlah penderita DM yang terus terjadi dari waktu ke waktu menandakan bahwa penyakit ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara faktor obesitas, pola konsumsi makanan, dan kelompok usia dengan kejadian diabetes mellitus pada masyarakat yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Margoyoso II. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes sebanyak 33 orang. Jumlah sampel dihitung dengan rumus slovin didapatkan jumlah sampel sebanyak 30. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner pola makan, rekam medis, dan pengukuran fisik. Uji validitas kuesioner pola makan diatas 0,349 dan reliabilitas sebesar 0,712 dinyatakan valid dan reliabel. Uji statistik menggunakan uji Chi- Square. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan obesitas (0,010), pola makan (0,023), dan usia (0,042) dengan kadar gula darah penderita diabetes di wilayah puskesmas Margoyoso II.
Studi Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia Indra Gunawan; Saryomo Saryomo; Rossy Rosnawanty
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.724

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang membutuhkan terapi antipsikotik jangka panjang. Ketidakpatuhan minum obat menjadi tantangan utama karena dapat memicu kekambuhan, rehospitalisasi, dan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya. Desain penelitian menggunakan studi deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Seluruh pasien skizofrenia yang terdaftar (n=58) dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner karakteristik demografis dan kuesioner kepatuhan minum obat yang telah teruji validitas (r=0,618–0,839) dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha=0,964). Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 26–45 tahun (69%), perempuan (60,3%), berpendidikan menengah ke bawah (69%), berpendapatan <2 juta/bulan (75,9%), serta memiliki kepatuhan rendah (43,1%). Terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,042), jenis kelamin (p=0,031), pendidikan (p=0,004), dan pendapatan (p=0,032) dengan kepatuhan minum obat. Pasien lanjut usia, laki-laki, dan yang memiliki pendidikan serta pendapatan lebih tinggi cenderung lebih patuh.
Hubungan Penerimaan Diri terhadap Tingkat Kemandirian dalam Daily Activity pada Pasien Fraktur Muhamad Aldi; Rifa’atul Mahmudah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.725

Abstract

Patah tulang atau fraktur adalah kondisi terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang menyebabkan terganggunya kebutuhan mobiltas pada manusia dan fraktur dapat menyebabkan nyeri, bunyi krepitasi, serta perubahan bentuk atau struktur tulang yang bisa berdampak pada masalah psikologis, seperti kesulitan dalam menerima kondisi diri. Penelitian ini secara garis besar bertujuan untuk mengetahui apakah adanya Hubungan Penerimaan Diri Terhadap Tingkat Kemandirian Dalam Daily Activity Pada Pasien Fraktur Di Ruang Orthopedi RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan Non-Eksperimental dengan pendekatan Correlation analysis design. Jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil uji reliabilitas karena lembar kuisoner penerimaan diri berkisar antara 0,274 hingga 0,872, sehingga skala penerimaan diri terbukti reliabel. Hasil uji reliabilitas Indeks Barthel r hitung pada masing-masing butir pernyataan sebesar 0,788 – 0,949 dan nilai chronbach alpha sebesar 0,999. Uji statistik yang digunakan adalah uji Correlation Spearman. Mayoritas responden memiliki skala penerimaan diri kategori sedang (50%). Hasil Analisa ketergantungan mayoritas dalam kategori ringan (40%). Hasil uji Analisa hubungan penerimaan diri dengan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari didapatkan p-value 0,000. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dengan tingkat kemandirian dalam aktivitas sehari-hari (Daily Activity) pada pasien fraktur.
Literatur Review: Penerapan Teknik Menulis Tracing the Dot terhadap Keterampilan Menulis Anak Tuna Grahita Ringan Ita Pursitasari; Yuliastati Yuliastati; Siti Nur Halimah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.746

Abstract

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh anak tunagrahita ringan adalah keterbatasan dalam keterampilan motorik halus. Motorik halus pada anak tunagrahita adalah kemampuan untuk melakukan gerakan yang melibatkan otot-otot kecil, seperti jari-jari dan pergelangan tangan, yang memerlukan koordinasi yang cermat. Teknik tracing the dot adalah salah satu pendekatan yang dapat membantu anak-anak tunagrahita ringan dalam menguasai keterampilan motorik halus. Teknik ini melibatkan latihan mengikuti garis putus-putuh yang telah digambar. Tujuan yaitu  untuk mengetahui  penerapan teknik  Tracing The Dot terhadap keterampilan motorik halus anak tunagrahita ringan. Metode yang digunakan adalah penelusuran literatur dari tahun 2017 sampai 2024 dengan pencarian dilakukan menggunakan  kata kunci tunagrahita ringan, motorik halus, tracing the dot, menulis. Hasil dari 24 artikel yang di pakai dalam literatur review ini 16 diantaranya menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Tracing The Dot terhadap peningkatan kemampuan motorik halus pada anak tunagrahita ringan. Kesimpulan penerapan teknik menulis tracing the dot dapat meningkatkan motorik halus pada anak tunagrahita ringan.  
Literature Review: Dampak Tersembunyi Sinar Biru pada Era Digital terhadap Keseimbangan Hormon dan Kepuasan Seksual Manusia Made Yuda Rindawan; Ni Luh Kadek Alit Arsani; Putu Masayu Cahyaning Lestari; Daud Hasangapon Karsen Purba; I Gusti Ayu Agung Adelia Maharani; I Gde Pramana Gangga Bendesa
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.758

Abstract

Paparan sinar biru (blue light) nokturnal di era digital dicurigai memiliki dampak tersembunyi melampaui disrupsi tidur. Tinjauan ini menguji hipotesis bahwa paparan kronis ini berfungsi sebagai disruptor endokrin berbasis perilaku, dengan fokus pada fisiologi reproduksi dan kesehatan seksual. Tujuan penelitian ini adalah memetakan jalur mekanisme paparan sinar biru terhadap hormon kunci (melatonin, kortisol, testosteron) dan mengevaluasi dampaknya pada kesehatan reproduksi serta libido. Pencarian sistematis (PubMed, Google Scholar) hingga Oktober 2025 dilakukan mengikuti pedoman PRISMA. Sebelas (11) studi—termasuk studi primer (RCT dan observasional) serta tinjauan sistematis/teoretis yang relevan—dianalisis secara naratif. Analisis menunjukkan bukti kausal (dari RCT) bahwa sinar biru secara signifikan menekan melatonin dan mendisregulasi sumbu HPA, yang ditandai dengan melemahnya Cortisol Awakening Response. Bukti lebih lanjut menghubungkan disrupsi sirkadian ini dengan sumbu HPG, termanifestasi sebagai deplesi testosteron (proksi restriksi tidur) dan akselerasi pubertas. Secara krusial, tidak ditemukan studi empiris primer yang secara langsung mengukur 'libido' atau 'kepuasan seksual' sebagai hasil akhir. Paparan sinar biru nokturnal harus dikonseptualisasikan sebagai disruptor endokrin berbasis perilaku. Penurunan libido bukanlah konsekuensi terisolasi, melainkan sequelae klinis (gejala lanjutan) yang logis dari disrupsi hormonal sistemik ini. Tinjauan ini mengidentifikasi kesenjangan bukti yang fundamental, yang mendesak perlunya investigasi empiris primer terhadap variabel psikoseksual dan reproduksi.
Literature Review: Potensi Integrasi Praktek Spiritual dan Sound Healing Berbasis Tradisi Hindu Bali sebagai Pendekatan Holistik dalam Mengurangi Tingkat Kecemasan Putu Masayu Cahyaning Lestari; Nyoman Intan Permatahati Wiguna; Made Yuda Rindawan; Daud Hasangapon Karsen Purba; I Gusti Ayu Agung Adelia Maharani; I Gde Pramana Gangga Bendesa
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.761

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang prevalensinya terus meningkat dan menimbulkan dampak terhadap aspek fisik, psikologis, serta sosial. Upaya penanganan nonfarmakologis berbasis budaya, seperti praktik spiritual dan sound healing dari tradisi Hindu Bali, menawarkan potensi sebagai terapi komplementer yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penggunaan ritual spiritual seperti melukat, upacara penyucian diri, serta penggunaan musik tradisional Bali seperti rindik, gamelan selonding, dan semar pegulingan dalam menurunkan tingkat kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan database Google Scholar dan PubMed. Data yang diperoleh sebanyak sepuluh artikel dengan kriteria inklusi, yakni dalam rentang tahun 2015 -2025, relevan dengan kata kunci, dapat diakses lengkap, jurnal atau skripsi, sumber dan institusi jelas, ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hasil telaah menunjukkan bahwa praktik spiritual dan sound healing mampu menurunkan kecemasan, meningkatkan relaksasi, serta memperkuat kesejahteraan emosional dan spiritual, bahkan pada kelompok rentan seperti ibu hamil, pasien kanker, dan lansia. Walaupun belum ditemukan kajian yang secara langsung meneliti integrasi praktik spiritual dan sound healing sebagai satu kesatuan, hasil yang diperoleh menunjukkan potensi sinergi keduanya sebagai pendekatan holistik. Dengan demikian, integrasi tradisi lokal berbasis spiritual dan musik dapat dipertimbangkan sebagai alternatif terapi komplementer dalam tatalaksana gangguan kecemasan di Indonesia.
Hubungan antara Body Shaming dengan Tingkat Kepercayaan Diri pada Remaja Wahdatun Nisa; Paul Joae Brett Nito; Malisa Ariani; Umi Hanik Fetriyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.762

Abstract

Body shaming merupakan tindakan merendahkan fisik seseorang yang dapat memengaruhi kepercayaan diri, terutama pada remaja yang berada dalam tahap perkembangan identitas diri. Namun, tidak semua remaja yang mengalami body shaming mengalami penurunan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Antara Body Shaming dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja SMP. Jenis penelitian yaitu Kuantitatif Analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel sebanyak 163 orang remaja kelas VIII SMP Negeri 3 Banjarmasin dipilih menggunakan Teknik Proportional Random Sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner body shaming dan kepercayaan diri yang sudah di uji validitas. Analisis data dilakukan melalui uji chi square. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan 54,6%  dengan proporsi terbanyak berasal dari kelas B 13,5%. Mayoritas responden masuk Body Shaming kategori sedang (71,2%). Hasil tingkat kepercayaan diri mayoritas kategori tinggi (82,8%). Hasil uji hubungan Body Shaming dengan Tingkat Kepercayaan Diri didapatkan p-value 0,172 artinya tidak ada hubungan antara body shaming dengan tingkat kepercayaan diri. Meskipun banyak remaja mengalami body shaming kategori sedang, mayoritas tetap memiliki kepercayaan diri tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri remaja tidak hanya dipengaruhi oleh pengalaman negatif, melainkan juga oleh faktor lain seperti penerimaan diri dan dukungan sosial.
Hubungan Self-Management Behavior dan Kepatuhan Pengobatan dengan Lama Kejadian Stroke Iskemik Berulang Alifiana Setyowati; Arif Setyo Upoyo; Akhyarul Anam
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.790

Abstract

Serangan stroke berpotensi untuk terulang kembali terutama pada pasien yang sudah pernah terkena serangan stroke dengan durasi kekambuhan yang bervariasi. Self-management dan kepatuhan pengobatan merupakan komponen penting dalam pencegahan sekunder terhadap kejadian stroke berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji self-management behavior dan kepatuhan pengobatan pada pasien stroke dan hubungannya dengan lama kejadian stroke iskemik berulang di Poliklinik Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode penelitian ini menggunakan analisis korelasional dengan desain cross-sectional. Lokasi dan waktu penelitian dilakukan di Poliklinik Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada bulan Oktober 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden  menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner data demografi, Southampton Stroke Self-Management Questionnaire (SSSMQ), Morisky Medication Adherance Scale (MMAS-8). Instrumen SSSMQ telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dan dinyatakan valid (r-hitung 0,467-0,951 > r-tabel 0,1900) dan reliabel Alpha Cronbach 0,947). Selanjutnya, instrument MMAS-8 dinyatakan valid dikarenakan r-hitung > r-tabel (0,361) dan reliable dengan nilai Alpha Cronbach 0,735.  Analisis data menggunakan uji korelasi Somers’d.  Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia lansia (>60 tahun), jenis kelamin laki-laki, pendidikan terakhir SMA, tinggal bersama suami/istri dan anak, status gizi normal, memiliki penyakit komorbid hipertensi, dan mengalami kejadian stroke berulang sebanyak 1 kali. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara self-management behavior terhadap lama kejadian stroke iskemik berulang (p= 0,289), sedangkan kepatuhan pengobatan memiliki hubungan yang bermakna dengan lama kejadian stroke iskemik berulang (p= 0,001).
Literature Review: Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Keracunan Pestisida pada Petani Rizkia Nadia Al Afifah; Fitria Saftarina; Muhammad Aditya; Imam Ghozali
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.796

Abstract

Keracunan pestisida merupakan ancaman kesehatan serius bagi petani global, dengan prevalensi gejala akut yang tinggi. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian keracunan pestisida pada petani. Kajian ini dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel-artikel yang dipublikasikan antara tahun 2015-2025, yang diambil dari database PubMed dan Google Scholar. Hasil dari tujuh penelitian yang dianalisis dengan menggunakan kata kunci keracunan pestisida pada petani mengungkapkan bahwa faktor-faktor risiko dapat dikelompokkan ke dalam tiga domain utama. Domain perilaku mencakup penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak lengkap, praktik personal hygiene yang buruk, serta pengelolaan pestisida yang tidak aman. Domain paparan occupational meliputi durasi paparan harian (lama menyemprot) dan akumulasi paparan jangka panjang (masa kerja). Sementara itu, tingkat pengetahuan yang rendah menjadi faktor dasar yang mendasari perilaku berisiko, dan partisipasi dalam pelatihan berperan sebagai faktor protektif. Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa keracunan pestisida adalah masalah multifaktorial yang kompleks. Oleh karena itu, upaya pencegahan memerlukan pendekatan komprehensif dan terintegrasi yang menargetkan perubahan perilaku, peningkatan pengetahuan melalui edukasi berkelanjutan, serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung keselamatan.
Pengaruh Kombinasi Pemberian Myofascial Release dan Mobilisasi pada Ankle Injury terhadap Peningkatan Aktivitas Fungsional Atlet Sepakbola Fahrizal Adhi Prasetyo; Mianty Nurrizky Sutejo; Ragil Aidil Fitriasari Addini
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.803

Abstract

Pada olahraga sepakbola ankle merupakan area atau regio yang paling banyak terjadi cedera. Sering kali ankle injury  mengganggu bakan dapat menyebabkan penurunan tingkat aktivitas fungsional pada atlet. Pada kondisi ini, dapat diberikan intervensi berupa myofascial release dan mobilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi myofascial release dan mobilisasi pada ankle injury terhadap peningkatan aktivitas fungsional atlet sepakbola. Penelitian ini menggunakan metode one group pre-test and post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah atlet di PSIS Semarang yang berjumlah 21 orang dengan menggunakan tehnik total sampling dikarenakan jumlah atlet dalam tim kurang dari 30 orang. Dengan memberikan perlakuan myofascial release dan mobilisasi. Kemampuan fungsional diukur menggunakan alat ukur Foot and Ankle Ability Measure (FAAM). Hasil: Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk, didapatkan hasil nilai pre-test p (0,020) dan post-test p(0,043). Dari data tersebut diketahui bahwa nilai p<0,05, maka data dikatakan tidak normal. Karena data berdistribusi tidak normal maka uji pengaruh menggunakan Wilcoxon dengan hasil nilai p (0,001). Dari data tersebut diketahui bahwa nilai p<0,05, maka data dikatakan berpengaruh dimana Ha diterima dan H0 ditolak.

Page 11 of 39 | Total Record : 388