cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Hubungan antara Pengetahuan dan Dukungan Suami dengan Kepatuhan ANC pada Ibu Hamil Abdul Salam; Cynthia Eka Fayuning Tjomiadi; Latifah Latifah; Umi Hanik Fetriyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.834

Abstract

Pemeriksaan Antenatal Care berperan mendeteksi dini risiko tinggi pada kehamilan. Pengetahuan ibu dan dukungan dari suami sangat berperan dalam kepatuhan menjalani ANC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan kepatuhan ANC pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Sampel penelitian berjumlah 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan ibu, dukungan suami, dan kepatuhan dalam kunjungan antenatal care. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh kuesioner di atas 0,361 sehingga dinyatakan valid. Uji reliabilitas menunjukkan bahwa kuesioner pengetahuan ibu memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,77, kuesioner dukungan suami sebesar 0,86, dan kuesioner kepatuhan dalam kunjungan antenatal care sebesar 0,79. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian mayoritas berusia 20-35 tahun (75.0%), dengan pendidikan terakhir SMA (26,9%) dan pekerjaan sebagai Swasta (46,2%). Pengetahuan ibu hamil baik yaitu 36 orang (69,2%), dukungan suami baik 30 orang (57,7%) dan kepatuhan dalam melakukan kunjungan ANC patuh 40 orang (76,9%). Ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dan dukungan suami dengan Kepatuhan pada ibu hamil ANC dengan nilai p = 0,000.
Hubungan Karakteristik, Pola Asuh dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Diare pada Bayi 6- 12 Bulan Lassinar Br Pasaribu; Mervi Aprilda Putri; Ira Februani Damanik; Indah Frans Cornelia Zebua; Isa Nabila Br.Perangin Angin; Parida Hanum
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.835

Abstract

Penyakit diare masih menjadi faktor utama yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang. Di Indonesia, angka kejadian diare masih tinggi, terutama pada bayi berusia 6–12 bulan yang sedang berada pada masa transisi dari ASI ke makanan pendamping (MP-ASI) dengan sistem imun yang belum sempurna. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian diare pada bayi meliputi pengetahuan yang dimiliki ibu, pola asuh, dan karakteristik ibu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keterkaitan antara pola asuh, karakteristik ibu, dan pengetahuan dengan kejadian diare pada bayi berusia 6–12 bulan di PMB Pera tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Seluruh bayi berusia 6–12 bulan yang datang ke PMB Pera menjadi populasi penelitian ini, dengan total 50 responden yang dipilih melalui metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur karakteristik, pola asuh, pengetahuan dan kejadian diare. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Penelitian ini menunjukkan adanya keterkaitan yang bermakna antara pengetahuan ibu (p=0,030), pola asuh (p=0,022), dan pendidikan ibu (p=0,039) dengan kejadian diare, sedangkan usia ibu, pekerjaan, dan paritas tidak berhubungan signifikan. Berdasarkan analisis multivariat, pola asuh teridentifikasi sebagai faktor yang paling berperan (p=0,044; Exp(B)=0,216). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh yang baik menurunkan risiko diare sebesar 78,4%
Studi Kejadian Skabies dan Praktik Kebersihan Pribadi di Kalangan Santri Pondok Pesantren Supriyatna Supriyatna; I’anah Al-Azizah; Dedeh Riayatul; Rodini Rodini; Susi Sri Novianti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.838

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di lingkungan pondok pesantren, terutama akibat praktik kebersihan pribadi yang kurang optimal. Kondisi lingkungan asrama yang padat dan minimnya edukasi kesehatan turut mempercepat penyebarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kejadian skabies dan praktik kebersihan pribadi di kalangan santri Pondok Pesantren Darul Hijroh dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kebersihan pribadi santri masih rendah, seperti jarang mandi, tidak mengganti pakaian dalam secara rutin, serta berbagi alat tidur. Faktor-faktor lingkungan, seperti kurangnya fasilitas sanitasi, tidak adanya kebijakan kesehatan, dan minimnya peran pengasuh, turut memperparah situasi.
Efektifitas Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer Desi Wijayanti Eko Dewi; Shinta Ika Sandhi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.845

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan bagian paling penting dalam melakukan transformasi sistem kesehatan di layanan primer. ILP mulai diterapkan di beberapa Kabupaten di Indonesia oleh Kemenkes melalui Dirjenkesmas bekerja sama dengan organisasi pendukung lainnya. Tujuan utama ILP untuk meningkatkan cakupan dan jangkauan intervensi layanan primer. Peran kader posyandu dalam program ini sangat penting sehingga peningkatan kompetensi kader posyandu harus di perhatikan salah satunya dengan pelaksanaan pelatihan yang diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam integrasi layanan primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan dalam peningkatan pengetahuan, sikap dan ketrampilan kader dalam implementasi program ILP. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis   quasy   eksperiment    dengan    desain    penelitian    one-groups    pre-test    post-test    design. Sebagai populasi adalah kader posyandu, sampel dalam penelitian ini menggunakan total populasi yaitu semua kader posyandu yang mengikuti pelatihan sejumlah 82 orang. Hasil penelitian dianalisis menggunakan paired samples test, didapatkan pelatihan kader efektif dilakukan untuk meningkatakan pengetahuan, sikap dan ketrampilan kader posyandu berdasarkan hasil p value < 0,005.  Sebagai kesimpulan pelatihan kader efektif meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan kader posyandu dalam pelaksanaan integri layanan primer sehingga pelatihan kader posyandu penting untuk selalu diadakan secara berkala dan melakukan evaluasi guna memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas pelayanan posyandu.
Studi Korelasi Tingkat Stres terhadap Kualitas Tidur Lansia di Panti Werdha Sayomo Saryomo; Indra Gunawan
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.846

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perubahan fisiologis dan psikologis, salah satunya adalah stres yang dapat memengaruhi kualitas tidur. Stres yang tinggi dapat menyebabkan gangguan tidur seperti kesulitan tidur, sering terbangun di malam hari, dan merasa lelah saat bangun tidur. Penurunan kualitas tidur pada lansia berisiko menimbulkan masalah kesehatan seperti penyakit kardiovaskular, gangguan metabolik, serta penurunan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada lansia di Panti Werdha Welas Asih, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 30 lansia menjadi sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42), sedangkan kualitas tidur diukur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) kedua instrument tersebut valid dan reliable dengan hasil r= 0,872 (DASS) dan r = 0,791 (PSQI), sedangkan untuk reliabilitas nya alpha cronbach = 0,981 (DASS) dan alpha cronbach sebesar 0.83 (PSQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mengalami stres ringan (16 orang), dan kualitas tidur buruk dialami oleh 17 orang. Lansia dengan tingkat stres lebih tinggi cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih buruk. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur (p < 0,05). Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat stres yang dialami lansia, semakin buruk kualitas tidurnya.  
Intervensi pada Narapidana dengan Perilaku Self-Harm: Studi Literatur Nur Oktavia Hidayati; Adista Nurfadillah; Aisyah Nur Azizah; Bayu Noerkholifa Troyanna; Dea Susilawati; Debora Angelina Marpaung
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.847

Abstract

Self-harm pada narapidana merupakan masalah serius yang berkaitan dengan kesehatan mental dan keselamatan individu di lingkungan penjara. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk memetakan berbagai intervensi psikologis yang digunakan dalam menangani self-harm di kalangan narapidana. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis di lima database (Scopus, PubMed, EBSCO, Cambridge Core, dan Emerald) menggunakan kata kunci “intervention”, “self-harm”, dan “prisoners”, dan batasan tahun terbit 2015–2025. Lima artikel ditemukan tentang intervensi terhadap perilaku self-harm, antara lain Cognitive Behavioral Suicide Prevention (CBSP), Systems Training for Emotional Predictability and Problem Solving (STEPPS), Brief Contact Interventions (BCI), Peer-Led Problem-Support Mentors. Intervensi-intervensi ini terbukti dapat membantu narapidana dalam mengelola emosi negatif, membangun harapan, dan menciptakan lingkungan yang lebih suportif. Meskipun demikian, sebagian besar studi memiliki keterbatasan pada ukuran sampel dan keberagaman populasi,
Pengaruh Peer OSCE terhadap Tingkat Kepercayaan Diri dan Global Performa Ujian OSCE Ners M.Elyas Arif Budiman; Zidni Nuris Yuhbaba; Wahyi Sholehah Erdah Suswati; Emi Eliya Astutik
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.853

Abstract

Ujian klinis terstruktur objektif (OSCE) adalah salah satu metode paling kuat yang digunakan untuk penilaian keterampilan klinis pada mahasiswa keperawatan. Keterampilan inti keperawatan sangat penting bagi profesi keperawatan. Strategi pendidikan untuk membantu mahasiswa keperawatan mencapai keterampilan ini harus diatur dan dikelola sebagai komponen pendidikan berkelanjutan. Masalah langsung terkait dengan OSCE adalah mahasiswa yang mengalami perasaan negatif, termasuk ketidakpercayaan diri untuk menghadapi OSCE. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer OSCE terhadap tingkat kepercayaan diri dan global performa ujian OSCE ners. Penelitian akan dilakukan dengan metode quasy experiment dengan pre-post test control group design. Populasi pada penelitian yaitu mahasiswa keperawatan di Program Studi Profesi Ners Universitas dr. Soebandi dengan sampel penelitian ini sejumlah 50 responden yang direkrut dengan teknik total sampling. Variabel pada penelitian ini meliputi peer OSCE, kepercayaan diri dan global performa. Instrumen untuk variabel peer OSCE adalah menggunkan modul peer OSCE sedangkan untuk variabel kepercayaan diri menggunakan Student Satisfaction Self Confidence in learning Scale (SCLS) dan instrumen variabel global performa menggunakan global rating. Analisis deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan analisis inferensial menggunakan uji Wilcoxon test dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh peer OSCE terhadap tingkat kepercayaan diri dan global performa ujian OSCE ners dengan p value 000. Peer OSCE efektif meningkatan keperceyaan diri dan globar performa mahasiswa ketika menghadapi OSCE sehingga metode ini dapat dimasukkan dalam kegiatan pembelajaran.
Hubungan antara Motivasi Pribadi dengan Perilaku Konsumsi Junk Food Sehari-hari pada Mahasiswa Keperawatan Syahrul Ramadhan; Dedah Ningrum; Ayu Prameswari Kusuma Astuti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.861

Abstract

Perilaku konsumsi junk food pada mahasiswa kerap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk motivasi pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi pribadi dengan perilaku konsumsi junk food pada mahasiswa Keperawatan UPI Kampus Sumedang. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan jumlah sampel 236 mahasiswa yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner motivasi pribadi berbasis I-PEMS yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya dengan hasil nilai p-value <0,05 dan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,902 serta kuesioner FFQ (Food Frequency Questionnaire)  yang merupakan kuesioner baku. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki motivasi pribadi tinggi (58,9%), namun perilaku konsumsi junk food masih didominasi kategori buruk (65,7%). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi pribadi dan perilaku konsumsi junk food (r = 0,184; p = 0,004), meskipun kekuatan hubungan sangat lemah. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi pribadi hanya berperan kecil dalam membentuk perilaku konsumsi, dan faktor eksternal seperti lingkungan, aksesibilitas makanan, serta pengaruh sosial memiliki kontribusi lebih besar.
Senam Ergonomik sebagai Intervensi Non Farmakologis pada Lansia dengan Osteoarthritis Bayu Ahmad Nur Rizki; Mariah Ulfah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.864

Abstract

Osteoarthritis merupakan salah satu penyakit degeneratif sendi yang paling sering dialami oleh lansia, ditandai dengan nyeri sendi, keterbatasan gerak, dan penurunan kualitas hidup. Penanganan nonfarmakologis seperti senam ergonomik terbukti efektif dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan mobilitas sendi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran hasil penerapan senam ergonomik pada Ny. S, seorang lansia berusia 77 tahun dengan osteoarthritis yang tinggal di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dari skala 6 menjadi 4 setelah dilakukan senam ergonomik selama tiga hari berturut-turut. Klien juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai manajemen nyeri serta motivasi melakukan latihan secara mandiri. Kesimpulannya, senam ergonomik efektif sebagai terapi nonfarmakologis dalam menurunkan nyeri sendi dan meningkatkan kualitas hidup lansia dengan osteoarthritis.
Hubungan Lama Menderita Hipertensi dengan Tingkat Fatigue pada Lansia Windy Julyantini Zulfa; Dewi Dolifah; Delli Yuliana Rahmat
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.878

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada lansia dan dapat menimbulkan kelelahan (fatigue) yang berdampak pada kualitas hidup. Bukti mengenai hubungan antara durasi hipertensi dan tingkat kelelahan pada lansia di wilayah pedesaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tersebut pada lansia di Desa Licin, Sumedang. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 62 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Tingkat kelelahan diukur dengan Fatigue Severity Scale (FSS) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya pada populasi lansia dengan seluruh item dinyatakan valid serta nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,966, sedangkan durasi hipertensi dikategorikan menjadi <5 tahun, 5–10 tahun, dan >10 tahun . Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman Rank (p < 0,05). Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah mengalami hipertensi kurang dari lima tahun dan memiliki tingkat kelelahan kategori ringan menuju sedang. Analisis statistik menemukan hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara durasi hipertensi dan tingkat kelelahan (ρ = 0,868; p < 0,001). Semakin lama seseorang menderita hipertensi, semakin tinggi tingkat kelelahan yang dialaminya.