cover
Contact Name
Deo Renaldi Saputra
Contact Email
admin@edukastra.com
Phone
+6285709683865
Journal Mail Official
admin@edukastra.com
Editorial Address
Provinsi Aceh, Dusun Hasanah, Kelurahan/Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Kode Pos: 24475.
Location
Kab. aceh singkil,
Aceh
INDONESIA
Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Published by CV. Edukastra Mandiri
ISSN : -     EISSN : 31103898     DOI : 10.66749
Core Subject :
Studia: Journal of Humanities and Education Studies is a peer-reviewed, open-access academic journal committed to publishing high-quality scholarly works in the fields of humanities and education. The journal offers a reputable platform for academics, researchers, practitioners, and students to share original research, theoretical insights, and practical approaches that contribute to the advancement of knowledge and improvement of educational practices. Published quarterly in February, May, August, and November by CV Edukastra Mandiri, Studia embraces a broad scope covering philosophy, history, literature, language and linguistics, cultural studies, ethics, religious studies, curriculum development, learning methodologies, educational policy, teacher training, and classroom practices. The journal follows a rigorous double-blind peer-review process to ensure academic integrity, originality, and methodological rigor. It operates under a full no-fee policy, meaning authors incur no charges at any stage of the publication process, thereby fostering equitable access to publishing opportunities for scholars worldwide. Studia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), encouraging the free dissemination and adaptation of its published works with proper attribution. Our mission is to promote academic excellence, encourage intellectual exploration, and strengthen the role of humanities and education in addressing social and cultural challenges on both national and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Hafalan Kosakata Bahasa Arab Di Madrasah Aliyah Swasta Al Manar Medan Badrul Aman Nasution
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2025): November: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hafalan kosakata bahasa Arab siswa Madrasah Aliyah Swasta Al Manar Medan melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif. Model penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus dirancang untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai mufradat melalui kerja sama kelompok, penggunaan media visual, serta kegiatan diskusi terarah. Data diperoleh melalui observasi kinerja guru, keaktifan siswa, serta hasil tes belajar yang dilaksanakan pada akhir setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek kinerja guru, partisipasi siswa, dan penguasaan kosakata. Keaktifan siswa meningkat dari kategori “cukup” dan “aktif” pada siklus pertama menjadi “aktif” dan “sangat aktif” pada siklus kedua. Nilai hasil belajar juga mengalami peningkatan, terlihat dari perubahan rata-rata nilai siswa dan terpenuhinya Kriteria Ketuntasan Minimal pada siklus kedua. Penerapan model kooperatif memberikan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan sehingga siswa lebih mudah mengingat dan menggunakan kosakata. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa metode pembelajaran kooperatif efektif digunakan dalam meningkatkan hafalan mufradat bahasa Arab di tingkat madrasah aliyah.
Analisis Penerapan Hardship Clause dalam Kontrak Sewa Komersial sebagai Bentuk Adaptasi Force Majeure Pasca Pandemi COVID-19 Rio Akbar Ahmad Pratama; Muhamad Febri Pribadi; Revian Jedha Arhansyah; Rayi Kharisma Rajib
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2025): November: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap stabilitas pelaksanaan kontrak sewa komersial di Indonesia. Pembatasan aktivitas ekonomi mengakibatkan banyak penyewa mengalami penurunan kemampuan finansial untuk memenuhi kewajiban pembayaran sewa. Dalam kondisi tersebut, penerapan force majeure sering kali belum mampu memberikan solusi yang adil bagi para pihak karena cenderung berorientasi pada pembebasan kewajiban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hardship clause dalam kontrak sewa komersial sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi pasca pandemi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif terhadap praktik kontrak modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hardship clause memberikan dasar hukum bagi para pihak untuk melakukan renegosiasi kontrak guna menyesuaikan keseimbangan prestasi yang terganggu akibat perubahan keadaan yang mendasar. Renegosiasi berbasis hardship terbukti lebih efektif dalam mempertahankan keberlangsungan hubungan sewa dibandingkan dengan pemutusan kontrak atau penyelesaian melalui litigasi. Penerapan hardship clause juga sejalan dengan asas itikad baik dan prinsip keseimbangan dalam hukum kontrak. Dengan demikian, hardship clause berperan penting sebagai instrumen hukum adaptif dalam mendukung pemulihan kegiatan ekonomi pasca pandemi COVID-19.
Analisis Yuridis Terhadap Kontrak Perjanjian Praktik Layanan Pembukaan IMEI iPhone Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan ITE Muhammad Wafi Amrillah; Putri Sahara Herlina
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2025): November: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/h02h1t96

Abstract

Penelitian ini menganalisis secara yuridis kontrak perjanjian praktik layanan pembukaan IMEI iPhone berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Layanan pembukaan IMEI berkembang seiring meningkatnya penggunaan perangkat telekomunikasi dan perdagangan digital di Indonesia. Dalam perspektif hukum perdata, keabsahan perjanjian ditentukan oleh terpenuhinya syarat Pasal 1320 KUH Perdata, khususnya terkait sebab yang halal. Praktik pembukaan IMEI yang dilakukan di luar mekanisme resmi negara berpotensi bertentangan dengan regulasi pengendalian perangkat telekomunikasi. Dari perspektif UU ITE, kontrak elektronik dalam layanan ini tetap diakui, namun tidak memperoleh perlindungan hukum apabila substansi perjanjian melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. Risiko hukum tidak hanya dialami oleh konsumen akibat wanprestasi dan pemblokiran ulang perangkat, tetapi juga oleh penyedia jasa yang berpotensi dikenai sanksi administratif, perdata, dan pidana. Penelitian ini menegaskan bahwa kontrak pembukaan IMEI berada pada wilayah rawan sengketa hukum sehingga memerlukan edukasi hukum, pengawasan negara, serta kepatuhan terhadap mekanisme resmi agar tercipta kepastian dan perlindungan hukum bagi para pihak.
Pengaruh Faktor Pembawaan Dan Lingkungan Terhadap Perkembangan Kecerdasan Anak Usia Dini Inas Farrah Dina Noor; Marlon Garcia Jusufveto; Ma’mun Hanif
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2025): November: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/3tw4m338

Abstract

Perkembangan kecerdasan anak usia dini merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor pembawaan dan lingkungan yang membentuk kemampuan kognitif, sosial, emosional, dan moral anak. Faktor pembawaan berperan sebagai dasar biologis yang menentukan potensi awal, seperti kapasitas intelektual, temperamen, serta kemampuan regulasi emosi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa potensi tersebut tidak akan berkembang maksimal tanpa dukungan lingkungan yang memadai. Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi ruang utama yang menyediakan stimulasi melalui pola asuh, interaksi sosial, serta pengalaman belajar yang bermakna. Berbagai literatur menegaskan bahwa kualitas pengasuhan, model pembelajaran, dan hubungan emosional antara anak dan orang dewasa sangat memengaruhi pencapaian perkembangan, bahkan pada anak yang memiliki potensi genetik tinggi. Interaksi antara pembawaan dan lingkungan bersifat timbal balik, di mana pengalaman dapat memperkuat atau melemahkan ekspresi potensi genetik. Temuan ini menekankan pentingnya peran pendidik dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang responsif, aman, dan kaya stimulasi. Optimalisasi kedua faktor tersebut diperlukan agar perkembangan kecerdasan anak dapat berlangsung secara seimbang dan menyeluruh. Artikel ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai hubungan pembawaan dan lingkungan serta implikasinya bagi pendidikan anak usia dini.
Penerapan Sistem Keuangan Sekolah Yang Efektif Dalam Perspektif Manajemen Sistem Pembelajaran Imas Mulyati; Devi Raswati; Sri Mulyani; Diana Sara; Abduloh
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2025): November: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/5std3n80

Abstract

Pengelolaan sistem keuangan sekolah memegang peran strategis dalam menentukan kualitas penyelenggaraan pendidikan, terutama karena aspek pembiayaan berkaitan langsung dengan tersedianya sarana, kompetensi guru, serta efektivitas proses pembelajaran. Artikel ini membahas penerapan sistem keuangan sekolah yang efektif dalam perspektif manajemen sistem pembelajaran melalui analisis terhadap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan anggaran, serta mekanisme pengawasan keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan yang berbasis pada kebutuhan pembelajaran menjadikan anggaran lebih terarah dan mampu mendukung pencapaian tujuan akademik secara optimal. Pengorganisasian yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan memperkuat transparansi dan akuntabilitas, sementara pelaksanaan anggaran yang efisien terbukti berdampak langsung pada penyediaan fasilitas dan peningkatan mutu guru. Pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan juga berperan penting dalam mencegah penyimpangan serta memastikan perbaikan pada periode anggaran berikutnya. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa efektivitas pengelolaan keuangan sekolah sangat dipengaruhi oleh integrasinya dengan manajemen sistem pembelajaran. Ketika aspek keuangan dan pembelajaran saling mendukung, sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang stabil, berkualitas, dan adaptif terhadap tuntutan pendidikan modern.
Kebutuhan Reformulasi Klausula Force Majeure Dalam Kontrak Event Organizer: Analisis Penundaan Hammersonic Festival 2020 Zaky Fauzi; Lubas Adam Istawi; Dzikri Maula Salam; Rayi Kharisma Rajib
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2025): November: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/6h3kmz40

Abstract

Penelitian ini menganalisis kebutuhan reformulasi klausula force majeure dalam kontrak event organizer (EO) dengan menyoroti penundaan Hammersonic Festival 2020 sebagai studi kasus. Pandemi COVID-19 dan kebijakan pemerintah berupa PSBB dan PPKM menyebabkan pelaksanaan acara menjadi secara hukum mustahil, namun kontrak pra-pandemi umumnya tidak mencantumkan pandemi, larangan kerumunan, atau intervensi administratif sebagai kategori force majeure. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian hukum terkait pembagian tanggung jawab, mekanisme penundaan, pengembalian dana, serta kewajiban mitigasi. Melalui metode yuridis normatif, penelitian ini mengkaji ketentuan KUHPerdata, regulasi pandemi, doktrin kontrak modern, serta praktik industri event. Hasil analisis menunjukkan bahwa rumusan force majeure yang terbatas pada bencana alam tidak lagi memadai untuk mengantisipasi risiko kontemporer yang bersifat non-fisik dan regulatif. Studi kasus Hammersonic membuktikan bahwa ketiadaan mekanisme prosedural dan kategori risiko modern berdampak langsung pada ketegangan antara penyelenggara, konsumen, vendor, dan sponsor. Oleh karena itu, diperlukan reformulasi klausula force majeure yang lebih komprehensif, meliputi definisi pandemi dan kebijakan publik, prosedur notifikasi, kewajiban mitigasi, mekanisme reschedule, skema refund, dan ruang renegosiasi. Reformulasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepastian hukum dan ketahanan kontrak EO dalam menghadapi keadaan luar biasa di masa mendatang.
Penerapan Bahasa Hukum Sederhana (Plain Language) dalam Perancangan Kontrak dan Pengaruhnya terhadap Asas Kebebasan Berkontrak serta Kepastian Hukum di Indonesia Nadhil Najwan Putra Cahya; Ifyar Aztyard Anhar; Hikam Firmansyah; Rayi Kharisma Rajib
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2025): November: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/dfdna029

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan bahasa hukum sederhana (plain language) dalam perancangan kontrak serta pengaruhnya terhadap asas kebebasan berkontrak dan kepastian hukum di Indonesia. Praktik perancangan kontrak yang masih didominasi bahasa teknis, panjang, dan sarat istilah asing berpotensi menimbulkan ketidakpahaman para pihak terhadap isi perjanjian, yang pada akhirnya berimplikasi pada sengketa hukum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konsep, serta analisis putusan pengadilan terkait bahasa kontrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan plain language mampu meningkatkan kualitas kesepakatan karena para pihak dapat memahami secara utuh hak dan kewajiban yang diperjanjikan. Kejelasan bahasa juga memperkuat asas kebebasan berkontrak sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, karena kehendak para pihak terbangun atas dasar pemahaman yang utuh, bukan sekadar formalitas penandatanganan. Dari sisi kepastian hukum, kontrak yang disusun dengan bahasa sederhana terbukti lebih mudah dilaksanakan, memiliki daya bukti yang kuat, serta meminimalkan penafsiran ganda. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan plain language tidak hanya bersifat teknis, melainkan merupakan kebutuhan yuridis untuk mewujudkan kontrak yang adil, transparan, dan melindungi kepentingan hukum para pihak.
Keabsahan Perjanjian Sewa Tanah yang Dibuat oleh Pihak Tanpa Hak Kepemilikan dan Implikasinya terhadap Perlindungan Hukum bagi Penyewa Fikri Al-Zalmmi; Raisa Qolbina Ibrizzahra; Tabitha Prima Isnaeni; Rayi Kharisma Rajib
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 1 (2025): August: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/nhwvgy86

Abstract

Perjanjian sewa tanah merupakan salah satu bentuk perikatan yang sering dijumpai dalam praktik kehidupan masyarakat. Permasalahan hukum muncul ketika perjanjian tersebut dibuat oleh pihak yang tidak memiliki hak kepemilikan atas tanah yang disewakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan perjanjian sewa tanah yang dibuat oleh pihak tanpa kewenangan kepemilikan serta mengkaji implikasinya terhadap perlindungan hukum bagi penyewa yang beritikad baik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian sewa tanah yang dibuat oleh pihak tanpa hak kepemilikan tidak memenuhi syarat objektif perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata, sehingga perjanjian tersebut batal demi hukum. Akibat hukum dari batalnya perjanjian bukan hanya menghentikan hubungan hukum para pihak, tetapi juga menimbulkan tanggung jawab perdata bagi pihak yang menyewakan secara tidak sah. Penyewa sebagai pihak yang beritikad baik tetap memperoleh perlindungan hukum terbatas berupa hak atas ganti rugi atas kerugian yang diderita. Penelitian ini menegaskan pentingnya verifikasi kewenangan subjek hukum dan kehati-hatian dalam pembuatan perjanjian sewa tanah guna menjaga kepastian hukum dan mencegah timbulnya sengketa di kemudian hari.
Analisis Kepastian Hukum Joint Operation Agreement sebagai Perjanjian Innominate yang Disamakan dengan Firma dalam Putusan Nomor 01 K/N/1999 Aqil Tajuddin Zhahir; Danar Aji Kirana; Radithya Fathan Al Gibran; Rayi Kharisma Rajib
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 1 (2025): August: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/k4em4s10

Abstract

Joint Operation Agreement berkembang sebagai model kerja sama usaha yang banyak digunakan dalam praktik bisnis nasional meskipun belum diatur secara tegas dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Perjanjian ini dikualifikasikan sebagai perjanjian innominate yang lahir dari asas kebebasan berkontrak dan kebutuhan dunia usaha terhadap pola kerja sama yang fleksibel. Permasalahan muncul ketika Joint Operation Agreement dalam praktik menunjukkan karakteristik yang menyerupai firma, terutama dari aspek pengelolaan usaha bersama dan pertanggungjawaban terhadap pihak ketiga. Putusan Nomor 01 K/N/1999 menjadi rujukan penting dalam meneguhkan penyamaan Joint Operation Agreement dengan firma berdasarkan substansi hubungan hukum yang tercipta di antara para pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan Joint Operation Agreement sebagai perjanjian innominate yang disamakan dengan firma serta mengkaji implikasinya terhadap kepastian hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyamaan Joint Operation Agreement dengan firma memiliki konsekuensi yuridis berupa pertanggungjawaban tanggung renteng terhadap pihak ketiga. Kepastian hukum menuntut perumusan klausul perjanjian yang tegas mengenai kewenangan, pembagian risiko, dan tanggung jawab para pihak. Kejelasan konstruksi hukum tersebut menjadi prasyarat utama bagi perlindungan hukum yang adil dan berimbang dalam praktik kerja sama operasi.
Pemodelan Mixed Geographically Weighted Regression Menggunakan Fungsi Pembobot Adaptive Gaussian Kernel: Studi Kasus Kejadian TB Paru Di Jawa Timur Brenda Rahmahdania; Atiek Iriany
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 1 (2025): August: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/7y60qk84

Abstract

Model Geographically Weighted Regression (MGWR) ialah model regresi linier dengan parameter lokal untuk setiap tempat dengan kondisi yang bervariasi. Model Geographically Weighted Regression (MGWR) dirancang pada kondisi dengan faktor global dan lokal. Jawa Timur masih berjuang melawan tuberkulosis paru. Variabel lingkungan, sosial, dan ekonomi dapat menyebarkan penyakit ini. Penelitian ini akan mengidentifikasi model Geographically Weighted Regression maupun variabel memengaruhi insiden TB paru di Jawa Timur pada tahun 2023. Model MGWR mengungguli model GWR dalam memprediksi insiden TB paru di Jawa Timur pada tahun 2023, berdasarkan nilai  yang disesuaikan (0,964) dan kriteria AIC (573,138). Berdasarkan pemodelan MGWR, variabel global tidak memengaruhi insiden TB paru di Jawa Timur, tetapi variabel lokal seperti rerata konsumsi rokok mingguan, kasus AIDS, dan tenaga medis berpengaruh secara signifikan. Insiden TB paru di Jawa Timur pada tahun 2023 sebagian dipengaruhi oleh faktor global, termasuk kepadatan penduduk dan kebersihan rumah.

Page 4 of 11 | Total Record : 106