cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Humaniora
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) terbit 4 (empat) kali setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, berisi artikel-artikel tentang pendidikan humaniora baik ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian dan hasil pemikiran. Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Negeri Malang dengan Nomor ISSN 2338-8110.
Arjuna Subject : -
Articles 294 Documents
SELF-REGULATED LEARNING SKILLS OF ELEMENTARY SCHOOL TEACHER EDUCATION STUDENTS DURING ONLINE LEARNING DURING THE COVID-19 PANDEMIC Aynin Mashfufah; Ika Lia Novenda
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 1: MARCH 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The study aims to investigate the self-regulated learning skills of Primary School Teacher Education students during online learning and explore the relationships between each indicator in SRL skills. Descriptive analysis shows that students highly appreciate the assignments because of their intrinsic and extrinsic motivations. Nevertheless, students lack confidence, especially in mastering content that is complex. Most students have observed and managed the strategies in finding and learning information. The appreciation for tasks was positively correlated with confidence in learning as well as strategies in searching and studying information. Similarly, confidence in learning is positively correlated with strategies in searching and studying information. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan belajar mandiri siswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar selama pembelajaran online dan mengeksplorasi hubungan antara masing-masing indikator dalam keterampilan SRL. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa siswa sangat menghargai tugas karena motivasi intrinsik dan ekstrinsik mereka. Meskipun demikian, siswa kurang percaya diri, terutama dalam menguasai materi yang kompleks. Sebagian besar siswa telah mengamati dan mengelola strategi dalam mencari dan mempelajari informasi. Apresiasi terhadap tugas berkorelasi positif dengan kepercayaan diri dalam belajar serta strategi dalam mencari dan mempelajari informasi. Demikian pula, kepercayaan diri dalam belajar berkorelasi positif dengan strategi dalam mencari dan mempelajari informasi.
Pengembangan Aplikasi Perencanaan Karier (Si Peka) Deka Ramanta; Adi Atmoko; Diniy Hidayatur Rahman
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 2: JUNE 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i22022p62-76

Abstract

Abstract: The purpose of this research and development is to produce a product in the form of a career planning application media to facilitate career planning for students at SMA Negeri 1 Lawang which is theoretically and practically acceptable in terms of feasibility, appropriateness, attractiveness, convenience and usability. Based on the validation results from experts and prospective users, the results show that the career planning application has received theoretical and practical acceptance in terms of feasibility, appropriateness, attractiveness, convenience and usability. Based on the results of the field implementation test, it was found that the career planning application was very effectively used by students to facilitate and support career planning for high school students.Abstrak: Tujuan dari penelitian dan pengembanagn ini adalah menghasilkan produk berupa media aplikasi perencanaan karier (Si Peka) untuk menfasilitasi perencanaan karier peserta didik di SMA Negeri 1 Lawang yang berterima secara teoritis dan praktis dari segi kelayakan, kepatutan, kemenarikan, kemudahan dan kebergunaan. Berdasarkan hasil validasi dari ahli dan calon pengguna, diperoleh hasil bahwa aplikasi perencanaan karier (Si Peka) mendapatkan keberterimaan secara teoritis dan praktis dari segi kelayakan, kepatutan, kemenarikan, kemudahan dan kebergunaan. Berdasarkan hasil uji pelaksanaan lapangan diperoleh bahwa aplikasi perencaan karier (Si Peka) sangat efektif digunakan peserta didik untuk memfasilitasi dan menunjang perencanaan karier peserta didik SMA.
Listening-based Communicative Instructional Approach at the Indonesian Gigantic Immersive Environment Widya Rizky Pratiwi
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 3: SEPTEMBER 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i32022p179-189

Abstract

Abstract: Creative Innovation in teaching critically influences students' success. This paper investigates teachers' teaching methods in an Indonesian gigantic English immersive Environment. The qualitative study, which involved eight participants, was conducted in a "let's speak class" at Mr. Pepsi Upgrade, Kampung Inggris Pare, Kediri. Data were gained from classroom observation, interviews, photos, and documents. They were analyzed in six stages, from preparing the data to interpreting the description meaning. Findings promote that teachers teach using technology, like a listening-based communicative instructional approach (L-CIA mode). Six phases were trained, from giving ice breaking to singing together. It stimulates the students' speaking skills.Abstrak: Inovasi Kreatif dalam mengajar sangat mempengaruhi keberhasilan siswa. Artikel ini menginvestigasi metode pengajaran guru dalam Lingkungan imersif Inggris yang sangat besar di Indonesia. Kajian kualitatif yang melibatkan delapan partisipan ini dilakukan dalam sebuah "kelas ayo berbicara" di Mr. Pepsi Upgrade, Kampung Inggris Pare, Kediri. Data diperoleh dari observasi kelas, wawancara, foto, dan dokumen. Mereka dianalisis dalam enam tahap, mulai dari menyiapkan data hingga menafsirkan makna deskripsi. Temuan mempromosikan bahwa guru mengajar menggunakan teknologi, seperti pendekatan pembelajaran komunikatif berbasis mendengarkan (mode L-CIA). Enam fase dilatih, mulai dari ice breaking hingga bernyanyi bersama. Ini merangsang keterampilan berbicara siswa.
Pengaruh Literasi Digital, Kompetensi TIK dan Motivasi Kerja terhadap Performa Mengajar Guru SMP di Kabupaten Banyuwangi Dwi Kurnianing Ratri; Agus Timan; Ahmad Yusuf Sobri
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 2: JUNE 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i22023p44-61

Abstract

Abstract: To determine the direct and indirect effects of the digital literacy competency, ICT competency and work motivation variables on teacher teaching performance, researcher needs to do thisresearch. The quantitative approach is used in this reseach. SEM PLS are used to data analysis. The analysis shows that digital literacy does not have a direct effect on work motivation with P values greater than 0.5 and t count less than 1.96. Digital literacy positively and significantly has a direct effect on teaching performance with P values less than0.5 and t count greater than 1.96. ICT competence positively and significantly has a direct effect on work motivation with P values less than 0.5 and t count greater than 1.96. ICT competence direcly has a positive and significant effect on teaching performance with P values less than0.5 and tcountgreater than 1.96. Work motivation has a positive and significant effect on teaching performance with P values less than 0.5 and t count greater than 1.96. Digital literacy has no indirect effect on teaching performance through work motivation with t count less than1.96 and P values greater than 0.5. But, we found that ICT competence has an indirect effect on teaching performance through work motivation with P values less than 0.5 and t count greater than 1.96. digital literacy and ICT competence simultaneously have an effect of 11 percent on work motivation, while teaching performance has an effect of 84 percent.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh langsung dan tak langsung dari kompetensi literasi digital, kompetensi TIK dan motivasi kerja terhadap performa mengajar guru merupakan tujuan dari penelitian ini. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang digunakan pada penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan bantuan SEM PLS. Hasil dari analisis membuktikan bahwa literasi digital tidak memberikan pengaruh langsung terhadap motivasi kerja dengan P values lebih dari 0.5 serta t hitung kurang dari 1.96. Literasi digital memberikan pengaruh langsung, positif, dan signifikan terhadap performa mengajar dengan P values kurang dari0.5 serta t hitung lebih dari 1.96. Kompetensi TIK memberikan pengaruh langsung, positif, dan signifikan terhadap motivasi kerja dengan P values kurang dari 0.5 serta t hitung lebih dari 1.96. Kompetensi TIK memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap performa mengajar dengan P values kurang dari 0.5 serta t hitung lebih dari 1.96. Motivasi kerja memberikan pengaruh yang langsung, positif, dan signifikan terhadap performa mengajar dengan P values kurang dari 0.5 serta t hitung lebih dari 1.96. Tidak terdapat pengaruh tak langsung dari literasi digital terhadap performa mengajar melalui motivasi kerja dengan t hitung kurang dari 1.96 serta P values lebih dari 0.5. Terdapat pengaruh tak langsung dari kompetensi TIK terhadap performa mengajar melalui motivasi kerja dengan P values kurang dari 0.5 serta t hitung lebih dari 1.96. literasi digital dan kompetensi TIK secara simultan memberikan pengaruh sebesar 11 persen terhadap motivasi kerja, sementara terhadap performa mengajar memberikan pengaruh sebesar 84 persen.
Learners’ Anxiety and Their Perceptions Toward Oral Corrective Feedback in ESP-Speaking Class Roro Millatu Al Ghaniy; Mirjam Anugerahwati
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 3: SEPTEMBER 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i32022p100-113

Abstract

Abstract: This research aimed at investigating learners’ anxiety levels and perceptions toward Oral Corrective Feedback (OCF) in ESP-Speaking class. Survey research design was used to investigate ESP learners’ anxiety levels and their perceptions toward OCF. One hundred and forty one learners were involved as the research participants. Furthermore, two closed-ended questionnaires namely Foreign Language Classrooms Anxiety Scale (FLCAS) and the learners’ perceptions toward OCF were used to collect the data. The findings of this study revealed that majority of nursing learners experienced moderate anxiety level. Furthermore, majority of the learners, regardless their anxiety, perceived OCF positively.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tingkat kecemasan dan persepsi mahasiswa terhadap Masukan Korektif Lisan (OCF) di kelas ESP-Speaking. Seratus empat puluh satu mahasiswa semester dua keperawatan dilibatkan sebagai partisipan penelitian. Selanjutnya, dua kuesioner yaitu Foreign Language Classrooms Anxiety Scale (FLCAS) dan persepsi mahasiswa ESP terhadap OCF digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa keperawatan mengalami tingkat kecemasan sedang (44 persen) di kelas ESP-Speaking. Terkait dengan persepsi terhadap corrective feedback lisan, mahasiswa. sepenuhnya mendukung pemberian corrective feedback lisan.
Profil Psychological Well Being Siswa MTs di Kabupaten Malang Ninik Trimariya; Blasius Boli Lasan; Nur Hidayah
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 2: JUNE 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i22023p94-99

Abstract

Abstract: MTs students as teenagers are faced with experiences and challenges as they grow. This study aims to measure the psychological well being of 153 respondents through a survey research design. The instrument used is a psychological well being scale and analyzed through descriptive statistics and graphs. The results showed that the psychological well being condition was in the medium category and tended to be high. Adolescents who have high psychological well being have self-acceptance, Positive relations with others, Autonomy, Environmental Mastery, Environmental Mastery and personal growth. Increasing psychological well being is needed by teenagers. in overcoming challenges in his life, problem solving abilities and optimizing his potential.Abstract: Siswa MTs sebagai remaja dihadapkan pada pengalaman dan tantangan ketika mereka tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kondisi psychological well being dari 153 responden melalui desain penelitian survei. Instrumen yang digunakan adalah skala psychological well being dan dianalisis melalui statistik deskriptif dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan kondisi psychological well being berada pada kategori sedang dan cenderung tinggi. Remaja yang memiliki psychological well being yang tinggi memiliki penerimaan pada diri sendiri, mampu membina hubungan positif dengan orang lain, memiliki kemandirian, mampu menguasai lingkungan, memiliki tujuan dalam hidup dan pertumbunhan pribadi. Peningkatan psychological well being diperlukan remaja. dalam mengatatsi tantangan dalam hidupnya,kemampuan problem solving dan optimalisasi potensi yang dimilikinya.
Legal Case-Based Reading to Promote Critical Thinking for Law Students Misnawati Misnawati; Zul Astri; Reski Pilu
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 3: SEPTEMBER 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i32022p114-125

Abstract

Abstract: Critical thinking and creativity are the essential qualities must-have to face industrial revolution 4.0 and society 5.0, particularly for students. Higher education institutions play a vital role in de-veloping critical thinkers. This study aimed to assess the impact of the author's teaching tech-nique of Legal Case-based Reading (LCbR) on students' critical thinking abilities. This study used a quantitative approach with collecting data through observations, doing a pre-test, treat-ment, post-test, and following by questionnaire to see how the students felt about the program. The data was then analyzed by using SPSS 26 program. The participants in this study are first-semester students at Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Pengayoman Watampone, Indonesia, in the 2020/2021 academic year. Subjects were chosen using a purposive sampling strategy, with 43 samples. The research lasts for approximately two months, from September - November 2020. This research showed that 1) Applying Legal case-based Reading has a considerable effect and change on students' critical thinking skills; 2) Students' critical thinking level increased from low order thinking skills to high order thinking skills. And 3) Students thought the response options were good, with an average value is in the "High" category.Abstrak: Critical thinking dan kreativitas adalah kualitas esensial yang harus dimiliki untuk menghadapi revolution 4.0 dan society 5.0, khususnya bagi mahasiswa. Lembaga pendidikan tinggi memainkan peran penting dalam mengembangkan pemikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak dari teknik pengajaran penulis tentang Legal Case-based Reading (LCbR) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, melakukan pre-test, treatment, post-test, dan dilanjutkan dengan angket untuk melihat bagaimana persepsi siswa terhadap program tersebut. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan program SPSS 26. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester satu di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Pengayoman Watampone, Indonesia tahun ajaran 2020/2021. Subyek dipilih dengan menggunakan strategi purposive sampling, dengan jumlah sampel 43 orang. Penelitian berlangsung selama kurang lebih dua bulan, mulai September – November 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penerapan Legal Case-based Reading (LCbR) memiliki pengaruh dan perubahan yang cukup besar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa; 2) Tingkat berpikir kritis siswa meningkat dari kemampuan berpikir tingkat rendah menjadi kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dan 3) Siswa menilai pilihan jawaban sudah baik, dengan nilai rata-rata berada pada kategori “Tinggi”.
The Relationship Between Students’ Reading Anxiety, Metacognitive Reading Strategies, and Their Reading Comprehension Aditya Wahyu Septiyanto; Nunung Suryati; Anik Nunuk Wulyani
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 2: JUNE 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i22023p85-93

Abstract

Abstract: This study aims to find out the relationship and the contribution of reading anxiety and the use of metacognitive reading strategies to students’ reading comprehension. The results show that reading anxiety and the use of metacognitive reading strategies have a strong relationship to students’ reading comprehension by .658  Further, reading anxiety and the use of metacognitive reading strategies contribute by 43.3 percent  to students’ reading comprehension which each is 0.17 percent and 43.17 percent. In conclusion, reading anxiety and the use of metacognitive reading strategies have strong relationship with students’ reading comprehension achievements and the use of metacognitive reading strategies gives the most contribution in students’ reading comprehension.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mencari korelasi dari kecemasan siswa dalam membaca dan penggunaan strategi metacognitif membaca pada pemahaman membaca siswa. Penelitian ini menemukan jika adanya korelasi yang kuat dari kecemasan membaca dan penggunaan strategi metacognitive membaca pada pemahaman membaca siswa sebesar .658. Terlebih, ditemukan juga jika kecemasan membaca dan penggunaan strategi metacognitif membaca berkontribusi sebesar 43.3 persen pada pemahaman membaca siswa dimana secara terpisah berkontribusi sebesar 0.17 persen dan 43.17 persen. Sebagai kesimpulan, ditemukan jika dari kecemasan membaca dan penggunaan strategi metacognitive membaca memiliki korelasi yang kuat dengan pemahaman membaca siswa dimana penggunaan strategi metacognitif membaca memberikan kontribusi paling besar.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Menulis Drama Tradisional Menggunakan Strategi Pembelajaran Joyfull Bermedia Menara Garasi Kelas VIII Nuril Oktaviani; Nurchasanah Nurchasanah; Azizatuz Zahro
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 3: SEPTEMBER 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i32022p126-163

Abstract

Abstract:  This study aims to improve the skills of writing traditional drama scripts. The problem found during this research is the lack of ability in writing the traditional drama of the students of class VIII-F of SMP Negeri 1 Glagah. This research employed Classroom Action Research method and modeled after Kemmis and McTaggart model. This research was conducted for two cycles. Observation notes, interviews, documentation, and questionnaire as data sources. This research used the Joyful strategy and Menara Garasi. The students’ scores improved from first cycle 62,7 to second cycle 82,6. The joyful strategy improved students' ability to write traditional drama from the process and the final result.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah drama tradisional. Permasalahan yang terdapat pada pelaksanaan penelitian ini secara umum adalah kurangnya kemampuan siswa kelas VIII-F SMP Negeri 1 Glagah dalam pembelajaran menulis drama tradisional. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Peneliti menerapkan strategi joyfull berbantuan menara garasi. Peningkatan nilai siswa siklus 1 adalah 62,7 dan siklus 2 adalah 82,6. Strategi joyfull mampu meningkatkan pembelajaran menulis drama tradisional dari segi proses dan hasil pembelajaran.
Students’ Perception and Acceptance of Using Padlet as a Digital Tool for English Writing Skills Suparmi Suparmi
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 2: JUNE 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i22022p77-84

Abstract

Abstract: This study aims at investigating the students’ perception and acceptance of using Padlet in learning English writing. A total of 70 students taking the English for Specific Purposes (ESP) course at a state university in Indonesia were involved in the study. They were asked to fill out a questionnaire and 10 of them were interviewed to determine whether the students’ perception and acceptance of the use of Padlet for learning English writing as they stated in the questionnaire. The results indicated that the majority of the students had a positive perception and accepted the usage of Padlet facilitated their writing process. The students find Padlet helpful in learning English writing, as it accommodates their English writing activities, improves their English writing skills, and motivates them to learn English writing.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan penerimaan siswa terhadap penggunaan Padlet dalam pembelajaran menulis bahasa Inggris. Sebanyak 70 mahasiswa yang mengambil mata kuliah English for Specific Purposes (ESP) di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia terlibat dalam studi tersebut. Mereka diminta untuk mengisi angket dan 10 orang di antaranya diwawancarai untuk mengetahui apakah persepsi dan penerimaan mahasiswa terhadap penggunaan Padlet untuk pembelajaran menulis bahasa Inggris seperti yang mereka nyatakan dalam angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif dan menerima penggunaan Padlet untuk memfasilitasi proses menulis mereka. Para mahasiswa merasa Padlet membantu dalam belajar menulis bahasa Inggris, karena mengakomodasi kegiatan menulis bahasa Inggris mereka, meningkatkan keterampilan menulis bahasa Inggris mereka, dan memotivasi mereka untuk belajar menulis bahasa Inggris.