cover
Contact Name
Rima Pratiwi Fadli
Contact Email
rima@konselor.org
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Konseling dan Pendidikan
ISSN : 23376740     EISSN : 23376880     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Konseling dan Pendidikan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang keilmuan Bimbingan dan Konseling dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Indonesian Institute for Counseling And Education (IICE), merupakan sub lembaga dari perusahaan Multikarya Kons merupakan salah satu Pusat Kajian, Latihan dan Pelayanan Konseling serta Pendidikan di Indonesia. IICE beranggotakan Konselor-konselor dan para profesional dalam bidang konseling dan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 758 Documents
Implementasi kebijakan pembelajaran daring di kota Pontianak Sri Haryaningsih; Ira Patriani; Farah Devi Andriani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/178300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pembelajaran daring di Kota Pontianak. Pelaksanaan model pembelajaran daring selama pandemi virus Covid-19 ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemerintah Kota Pontianak penerbitan surat edaran No 13/DIKDIKBUT/ Tahun 2020 Tentang Kebijakan Pendidikan Pada Masa Darurat Penyebaran Virus Corona (Covid-19) tahun yang dikeluarkan oleh Kota Pontianak dalam upaya pencegahan covid-19. Implementasi pembelajaran daring dirumah ini menggunakan media watshapp, google classroom atau zoom. Fokus dalam penelitian ini adalah model implementasi menurut George Edward III yaitu Komunikasi (communication), Sumber Daya (Resources), Disposisi (Disposition) dan Struktur Birokrasi (Bureucratic Structure). Hasil penelitian menjukkan bahwa Komunikasi yang terjadi di jajaran Pemerintah Kota Pontianak dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak sudah cukup baik, terlihat dalam penerbitan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kota Pontianak dalam upaya pencegahan covid-19, selanjutnya di respon oleh Dinas Pendidikan Kota Pontianak dengan mengeluar-kan surat edaran perihal pencegahan covid-19 dengan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah dan mengintruksikan untuk belajar di dalam rumah. Ada beberapa kendala yang dialami saat melaksanakan kebijakan pembelajaran daring, seperti keterbatasan akses jaringan internet dibeberapa wilayah di kota Pontianak, dengan adanya pembelajaran daring ini juga bisa memberatkan orang tua siswa karena harus mempunyai gadget beserta kuota internet untuk mengaksesnya. Ada beberapa Siswa yang kesulitan dalam mengakses materi yang diberikan secara onlinen karena tidak memiliki kuota.
Social skills and behavior autism spectrum disorder during covid-19 Pandemic Imam Mujahid
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/170000

Abstract

The research aims to describe the social development and behavior of autistic children and find ways to develop the social skills and behavior of autistic children during the COVID-19 pandemic. The research method is qualitative research. The data ware collected using interviews, documentation studies, and observations on parents and special assistant teachers for children with autism spectrum disorders of primary and secondary school age. Check the validity of the data used source triangulation. The results showed that autistic children during this pandemic experienced a decline in behavioral, social, and communication aspects. The method that is considered effective in overcoming this is by using daily activities for the development of social skills and behavior. The components of these activities are 1). Creating communication using verbal and visual language. 2). Develop new routines by forming new habits. 3). Monitor the mental development and physical health of children. 4). Establish regular collaboration and communication with schools. 5). Utilize existing human resources at home. 6). Literacy practice in children. 7). Always involve children in daily activities at home. 8). Encouraging children's social relations to connect with friends and teachers by utilizing technology media.
Fear of missing out mahasiswa; analisis gender, akses internet, dan tahun masuk universitas Suhertina Suhertina; M. Fahli Zatrahadi; Darmawati Darmawati; Istiqomah Istiqomah
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/178000

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi  kondisi fear of missing out (FoMO) mahasiswa, dan FoMO berdasarkan gender, tahun masuk mahasiswa, serta akses internet perhari. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif, sampel dalam penelitian ini berjumlah 202 mahasiswa (laki-laki = 22; perempuan = 174), individu yang menjadi sampel penelitian ini adalah mahasiswa dengan tahun masuk yang bervariasi (Tahun 2019 = 85, 2020 = 67, dan 2021 = 50). Instrumen dalam penelitian ini adalah instrumen FoMO (19 item), realiabilitas instrument FoMO sbesar (.98) pada kategori sangat baik. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan bantuan perangkat lunak JASP. Temuan pada penelitian menunjukkan fear of missing out mahasiswa berada pada kategori sedang dengan nilai 61,39%. Selain itu, kondisi fear of missing out menunjukkan mahasiswa laki-laki maupun perempuan tidak ada perbedaan, karena laki-laki dan perempuan sama khawatirnya saat kehilangan akses internetdan kecenderungan akses internet yang digunakan mahasiswa perhari lebih dari 6 Jam.
Pengaruh pendidikan seks terhadap perilaku pranikah Yosua Budi Ristiono; David Ming
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/171300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan seks terhadap perilaku pranikah di gereja GBI The Seed. Berdasarkan interpretasi data yang diperoleh dari pendapat responden peneliti menyatakan bahwa tujuan pendidikan seks untuk memberikan pengetahuan sehingga pemuda-pemudi bisa bersikap kristis dalam menanggapi perilaku seks pranikah dan menolak perilaku yang menyimpang. Dari jumlah reponden sebanyak 40, semua setuju bahwa pendidikan seks memiliki pengaruh terhadap perilaku seks pranikah pemuda-pemudi di Gereja Bethel Indonesia The Seed Yogyakarta dengan presentase berdasarkan analisis regresi diperoleh angka R square adalah 1,48.  R square dapat disebut koefisien determinasi, yang berarti 14,8% perilaku seks pranikah di Gereja Bethel Indonesia The Seed Yogyakarta dipengaruhi oleh pendidikan seks.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa ada pengaruh pendidikan seks  terhadap perilaku pranikah di gereja GBI The Seed.
Life satisfaction, kesyukuran, dan resiliensi siswa pasca pandemi Covid-19 Durrotunnisa Durrotunnisa; Munifah Munifah; Micha Felayati Silalahi; Muhammad Nurwahidin
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/181000

Abstract

Bencana gempa, likuifaksi, dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah ditambah pandemic covid-19 memberikan beberapa dampak psikologis bagi wargaa, termasuk juga siswa-siswi penyintas yang sebagiannya kehilangan rumah dan anggota keluarga. Penelitian ini dilakukan untuk menguji hubungan kausal antar variabel resiliensi, kesyukuran, dan jenis kelamin terhadap kepuasan hidup pada siswa penyintas gempa dan likuifaksi serta pandemic covid-19 pasca kejadian tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah yang berjumlah 263 siswa. Instrumen yang digunakan adalah RYDM untuk resiliensi, GQ-6 untuk kesyukuran, dan SWLS untuk kepuasan hidup.Data dianalisis menggunakan uji regresi linier. Hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan kausal antara resiliensi terhadap kepuasan hidup; kesyukuran terhadap kepuasan hidup; resiliensi terhadap kesyukuran;  dan khusus jenis kelamin telah didiskusikan di dalam artikel ini, karena ada perbedaan hasil ketika dilakukan uji terpisah dan dilakukan uji bersama variabel lain. Analisis Anova yang dilakukan menunjukkan koefisien korelasi yang signifikan, di mana resiliensi, kesyukuran dan jenis kelamin memiliki hubungan kausal terhadap kepuasan hidup siswa. Rekomendasi penelitian, hendaknya peneliti lain melakukan penelitian dengan memberikan treatmen tertentu untuk menguatkan kemampuan resiliensi dan kesyukuran pada siswa yang masih memiliki kesejahteraan rendah; mengkaitkan dengan variabel lain seperti menelaah perbedaan gender dengan memasukkan variabel psikologi indigenous persepsi siswa dalam memaknai kepuasan hidup untuk menjawab pro kontra hasil penelitian terkait gender.
CIRCLE” ASSOCIATION: A CASE STUDY ON ADOLESCENT INSECURITY Hana Suparti; Yonathan Salmon ngesti
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/171500

Abstract

Association is very important to explore and find identity for teenagers, but the association is also vulnerable to mental threats in the form of insecurity that is troubling the future of teenagers. With this research, it is hoped that it can overcome or at least minimize the impact of youth insecurity due to association, so that the prospective youth of the nation's golden generation can avoid prolonged mental illness. Based on the background of this writing, the research problem formulation is obtained, namely: 1) How much influence does social interaction have on adolescent insecurity? This study was designed with the aim of explaining and answering the questions in the focus of the research above with the emphasis, namely: 1) Knowing the magnitude of the influence of association on the emergence of a sense of insecurity in adolescents. 2) Mention and explain the pattern of causes of insecurity in the association. With this research, researchers can find out in depth about the correlation between association and insecurity in adolescents.
Motivasi belajar sejarah kebudayaan islam (MBSKI) scale: mengukur sifat psikometri dengan rasch measurement tool (RMT) Yasnel Yasnel; Sariah Sariah; Susiba Susiba; Syafi'ah Syafi'ah; M. Fahli Zatrahadi; Darmawati Darmawati; Istiqomah Istiqomah
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/178700

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah untuk memvalidasi dengan mengukur sifat psikometri Motivasi Belajar Sejarah Kebudayaan Islam (MBSK) scale. Penelitian menggunakan metode survei yang melibatkan 124 siswa MTs yang terdiri dari 46 (37.1%) laki-laki dan 78 (62.9%) perempuan. Dalam penelitian ini Model Rasch digunakan untuk mengukur sifat psikometri, peneliti menggunakan program komputer WINSTEP4.7.0 untuk melakukan model pengukuran rasch, analisis yang dilakukan adalah mengukur objective measurement, reliability and separation index, threshold: partial credit model, estimation validity through principal component analysis, person measure, dan item measure. Hasil penelitian ini menunjukkan MBSKI scale memenuhi aspek pengukuran psikometrik, dengan nilai reliabilitas item sangat bagus (.97) dan reliabilitas person yang baik (.85) untuk kondisi pengukuran motivasi belajar sejarah kebudayaan islam. Selain itu, item-item pada MBSKI scale sudah mewakili untuk mengukur motivasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam, dikonfirmasi oleh nilai raw dari varians 34.4%. Selanjutnya, MBSKI scale memiliki validitas yang stabil dan dapat digunakan untuk mengukur semangat dalam belajar sejarah kebudayaan islam, gigih menghadapi kesulitan belajar sejarah kebudayaan islam, penunjang untuk mempelajari mata pelajaran keagamaan, penunjang untuk mempelajari ilmu agama, memiliki hasil belajar yang baik dalam mata pelajaran sejarah kebudayaan islam, memahami sejarah kebudayaan islam, ketertarikan belajar sejarah kebudayaan islam dan senang belajar sejarah kebudayaan islam.
The effectiveness of cooperative learning model type think-pair and share assisted by learning videos on the motivation and learning outcomes of christian religious education Milton Thorman Pardosi
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 3 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/179500

Abstract

Motivation in teaching and learning activities encourages students' enthusiasm and willingness to learn something and maintain perseverance in the process of learning activities, and can improve learning outcomes. Cooperative learning with think-pair-and-share type is an effective strategy to increase motivation and learning outcomes. This research aims to test the influence of cooperative learning approaches with learning videos on student motivation and learning outcomes in Christian religious education, deviating from previous learning. The method used is an pre-experimental approach with one group pre-post-testin which 50 students in grades 10, 11, and 12 of the Bandung Adventist Christian High School (Naripan) and Cimindi Bandung Adventist College were involved in this study. Non-probability sampling using the saturated sample method was used in this study. Researchers used a Likert scale 1-5 to determine the value in this experiment. The scale is (1) srrongly disagree, (2) disagree, (3) slightly agree, (4) agree, and (5) very agree. This research is analyzed quantitatively using SPSS 26 version. The results show that students' enthusiasm for learning and their performance on standardized tests increased when the Think Pair Share (TPS) cooperative learning paradigm was used. Students are better able to understand the material being taught when using the Think Pair Share (TPS) cooperative learning model.
Gambaran tingkat mikroagresi pada siswa penghayat kepercayaan Nurfauzy Abdillah; Susi Fitri; Eka Wahyuni
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/177100

Abstract

Mikroagresi merupakan penghinaan verbal atau perilaku singkat dan umum sehari-hari, baik disengaja atau tidak disengaja, dengan mengkomunikasikan penghinaan dan penghinaan ras yang negatif, penghinaan yang berpotensi memiliki dampak psikologis yang berbahaya atau tidak menyenangkan pada orang atau kelompok sasaran.  Mikroagresi terjadi di berbagai kelompok budaya dan dapat bervariasi berdasarkan penanda identitas interseksional seperti jenis kelamin, kelahiran, ras, agama, dan orientasi seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat mikroagresi pada siswa penghayat kepercayaan di SMA/SMK se-Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif.  Subyek penelitian adalah siswa penghayat kepercayaan di SMA/SMK se-jabodetabek dengan teknik non-probability sampling dengan bentuk purposive sampling. Sehingga sampel yang diambil sebanyak 22 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument Microaggressions Against Religious Individuals Scale (MARIS) yang diadaptasi dari Zhen Hadassah Cheng. Skala yang digunakan pada penelitian ini ialah skalalikert dengan pilihan jawaban dari tidak pernah sampai lebih dari 10 kali. Analisa data hasil penelitian menggunakan teknik deskriptif persentase.  Berdasarkan analisa data, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 19 orang atau 86.4% dalam kategori rendah, 2 orang atau 9.1% dalam kategori sedang dan 1 orang atau 4.5% dalam kategori cenderung tinggi.Dampak dari mikroagresi  yang  terjadi terus-menerus dapat menciptakan efek psikologis  yang  negatif.
Gambaran Kritik Diri (Self-Criticism) Pada Mahasiswa Dewita Ramadani; Eka Wahyuni; Dede Rahmat Hidayat
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/176700

Abstract

kritik diri adalah perasaan menyalahkan diri sendiri karena sesuatu yang tidak mereka terima di kehidupan nyata hingga mengutuk pemikiran serta menimbulkan depresi. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana gambaran kritik diri pada mahasiswa S1 Universitas Negeri Jakarta angkatan 2018-2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian survei. Penelitian survei dilakukan terhadap mahasiswa S1 Universitas Negeri Jakarta Angkatan 2018-2021. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket The Forms Of Self-Criticising/Attacking & Self-Reassuring Scale (FSRCS) yang dikembangkan oleh Gilbert dan sudah di adaptasi, melalui google form. Pengambilan sampel menggunakan metode non-probabilitas dengan Teknik accidental sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa gambaran terhadap tiga aspek kritik diri mahasiswa S1 Universitas Negeri Jakarta terhadap 186 responden angkatan 2018-2021 berada dalam kategori sedang yaitu pada aspek inadequate self  sebanyak 116 orang atau 62%, aspek reassured self sebanyak 134 orang atau 72% dan aspek hated self sebanyak 154 orang atau 83%. Sedangkan rata-rata skor secara keseluruhan dilihat dari masing-masing aspek 186 mahasiswa S1 Universitas Negeri Jakarta angkatan 2018-2021 berada pada aspek inadequate self dengan skor 23,1 yaitu mahasiswa merasa dirinya tidak memadai ketika menghadapi suatu kegagalan atau kemunduran yang di alaminya. Disarankan untuk penelitian berikutnya perlu dikembangkan variabel atau intervensi moderator yang lain, sehingga nantinya dapat membantu mahasiswa dalam meminimalisir kritik diri yang ada pada dirinya.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026): JKP Vol. 13 No. 4 (2025): JKP Vol. 13 No. 3 (2025): JKP Vol. 13 No. 2 (2025): JKP Vol. 13 No. 1 (2025): JKP Vol. 12 No. 4 (2024): JKP Vol. 12 No. 3 (2024): JKP Vol 12, No 3 (2024): JKP Vol 12, No 2 (2024): JKP Vol. 12 No. 2 (2024): JKP Vol. 12 No. 1 (2024): JKP Vol 12, No 1 (2024): JKP Vol 11, No 4 (2023): JKP Vol. 11 No. 4 (2023): JKP Vol 11, No 3 (2023): JKP Vol. 11 No. 3 (2023): JKP Vol. 11 No. 2 (2023): JKP Vol 11, No 2 (2023): JKP Vol. 11 No. 1 (2023): JKP Vol 11, No 1 (2023): JKP Inpress 2023 Vol 10, No 4 (2022): JKP Vol. 10 No. 3 (2022): JKP Vol 10, No 3 (2022): JKP Vol 10, No 2 (2022): JKP Vol. 10 No. 2 (2022): JKP Vol 10, No 1 (2022): JKP Vol. 10 No. 1 (2022): JKP Vol 9, No 4 (2021): JKP Vol. 9 No. 4 (2021): JKP Vol. 9 No. 3 (2021): JKP Vol 9, No 3 (2021): JKP Vol 9, No 2 (2021): JKP Vol. 9 No. 2 (2021): JKP Vol 9, No 1 (2021): JKP Vol. 9 No. 1 (2021): JKP Vol. 8 No. 3 (2020): JKP Vol 8, No 3 (2020): JKP Vol 8, No 2 (2020): JKP Vol 8, No 1 (2020): JKP Vol 7, No 3 (2019): JKP Vol 7, No 2 (2019): JKP Vol 7, No 1 (2019): JKP Vol. 7 No. 1 (2019): JKP Vol 6, No 3 (2018): JKP Vol 6, No 2 (2018): JKP Vol 6, No 1 (2018): JKP Vol 5, No 3 (2017): JKP Vol 5, No 2 (2017): JKP Vol 5, No 1 (2017): JKP Vol 4, No 3 (2016): JKP Vol 4, No 2 (2016): JKP Vol 4, No 1 (2016): JKP Vol 3, No 3 (2015): JKP Vol 3, No 2 (2015): JKP Vol 3, No 1 (2015): JKP Vol 2, No 3 (2014): JKP Vol 2, No 2 (2014): JKP Vol 2, No 1 (2014): JKP Vol 1, No 3 (2013): JKP Vol 1, No 2 (2013): JKP Vol 1, No 1 (2013): JKP More Issue