cover
Contact Name
Holla Rei
Contact Email
hollarei25@gmail.com
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
hollarei25@gmail.com
Editorial Address
Bogor
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 31089623     DOI : 10.58987/ajpi.v5i2.9693
Core Subject :
jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan kajian ilmiah dalam bidang Pendidikan Islam. Jurnal ini menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, dan mahasiswa dalam menyebarluaskan gagasan, temuan, serta inovasi yang relevan dengan pengembangan pendidikan Islam di berbagai jenjang dan lembaga pendidikan. Ruang lingkup jurnal mencakup topik-topik seperti model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), metodologi pengajaran, pengembangan kurikulum, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam, serta isu-isu kontemporer dalam pendidikan di madrasah, pesantren, dan sekolah. Al-Ilmiya menerapkan sistem peer-review dalam setiap proses penerbitan artikel guna menjamin kualitas dan orisinalitas karya ilmiah yang dimuat. Diterbitkan secara berkala, jurnal ini hadir sebagai kontribusi nyata dalam memperkaya khasanah keilmuan Pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Kesetaraan Gender dan Modal Sosial dalam Dunia Pendidikan Diva Nadiah; Nur Khasanah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep kesetaraan gender dan modal sosial saling berhubungan secara mendalam dan memiliki dampak signifikan dalam bidang pendidikan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara kesetaraan gender dan penguatan modal sosial di sekolah. Metode yang digunakan adalah sosiologis, yang meliputi analisis mengenai peranan norma, nilai, serta jaringan sosial dalam lingkungan pendidikan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sekolah dengan partisipasi gender yang seimbang cenderung menunjukkan modal sosial yang lebih kokoh. Hal ini tercermin dari peningkatan kolaborasi, kepercayaan, dan sikap saling menghormati antara siswa serta guru. Di sisi lain, perbedaan dalam partisipasi gender bisa menyebabkan segregasi sosial dan membatasi interaksi yang bersifat inklusif. Keadaan ini dapat menjadi penghalang bagi terbentuknya atmosfer belajar yang harmonis. Oleh karena itu, implementasi kebijakan pendidikan dengan perspektif gender menjadi langkah yang krusial. Kesetaraan gender tidak hanya berhubungan dengan akses yang seimbang, tetapi juga dengan pengembangan hubungan sosial yang inklusif, memperkuat kepercayaan, dan mendorong kerja sama berkelanjutan demi kemajuan pendidikan.
Etika Bermedia Digital dalam Perspektif Pendidikan Islam Sajida Khoirulloh Telfah; Suci Laela Nazwa; Livia Herliani; Fiqra Muhammad Nazib
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial membawa dampak signifikan terhadap pembentukan karakter dan etika peserta didik, sehingga menimbulkan tantangan bagi pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etika bermedia digital dalam perspektif pendidikan Islam, meliputi nilai dan prinsip etika Islam, peran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk literasi etika digital, serta dampak perilaku bermedia digital terhadap akhlak peserta didik. Metode penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan menganalisis delapan belas artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti kejujuran, amanah, tabayyun, dan tanggung jawab sangat relevan sebagai dasar etika bermedia digital. Pendidikan Agama Islam berperan strategis dalam menanamkan literasi etika digital dan membentuk karakter peserta didik. Namun, masih ditemukan tantangan berupa rendahnya kesadaran etika digital dan paparan konten negatif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan Islam yang adaptif dan berlandaskan nilai keislaman.
Tujuan Pendidikan Islam Alihan Satra; Pelitah Lestarin; Serli Naisila Putri; Talita Salsabila Nadhifah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 3 (2025): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (November)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Education is a fundamental part of Muslim life, aiming to form individuals balanced both spiritually and physically. This research aims to understand the definition, foundation, and goals of Islamic Education. The method used is a descriptive qualitative literature review. Islamic Education is a conscious effort to guide humans to optimally develop their potential according to Islamic teachings, encompassing faith, morals, and knowledge. The foundation of its goals is solid, originating from the Qur'an (QS. Al-‘Alaq: 1-5) and the Hadith. The general objective is to form individuals who are faithful, pious, and productive. It is concluded that Islamic Education creates a complete and balanced insan kamil.
Manajemen Pembelajaran PAI pada Kelas Inklusi di MI Sekolah Cinta Ilmu Baleendah Riyandi Baehaqi; Muhardi; Helmi Aziz
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana nilai-nilai CRAFTS (Citizenship, Religious, Fathanah, Tabligh, dan Shidiq) diterapkan dalam manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas inklusi MI di Sekolah Cinta Ilmu Baleendah. Selain itu, untuk mengidentifikasi kendala dan komponen pendukung, dan untuk mengevaluasi bagaimana hal itu berdampak pada pertumbuhan karakter siswa inklusi. Kepala sekolah, guru kelas, guru pendamping khusus, dan peserta didik terlibat dalam penelitian ini, yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Menurut hasil penelitian, nilai CRAFTS terintegrasi dalam pembelajaran, pembiasaan, dan budaya sekolah. Nilai warga negara diwujudkan melalui kerja sama belajar, nilai agama diwujudkan melalui ibadah, nilai fathanah diwujudkan melalui pembelajaran diferensiasi, dan nilai tabligh dan shidiq diwujudkan melalui komunikasi edukatif dan contoh guru. Keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, dan kesiapan guru adalah masalah utama. Namun, peran kepala sekolah, kolaborasi guru, budaya sekolah, dan partisipasi orang tua mendukungnya.
Refleksi Penerapan Filsafat Pendidikan Islam Dalam Bingkai Pendidikan Islam di Indonesia Muhammad Irfandi Cahyo Utomo; Mustakim Noreng; Sriyanto; Joddy Hardiansyah; Sumarno
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education in Indonesia faces the challenge of weakening internalization of spiritual and moral values in learning practices, even though Islamic education has a strong normative philosophical foundation. This condition calls for critical reflection on the application of Islamic educational philosophy in the national education system. This study aims to analyze the implementation of Islamic educational philosophy and identify the gap between philosophical idealism and the reality of educational practice. The research uses a qualitative approach with a descriptive-analytical literature study method, sourced from classical and contemporary literature as well as national education policy documents, which are analyzed through content analysis and reflective hermeneutics. The results of the study show that the application of Islamic educational philosophy is still formalistic and partial, so that the values of monotheism, manners, and balanced human development have not been internalized optimally. This study emphasizes the need to revitalize Islamic educational philosophy as a practical framework for building holistic and character-based education.
Rekonstruksi Nilai-Nilai Tazkiyatun Nafs dalam penguatan Kecerdasan Emosional siswa : Analisis Pemikiran al-Ghazali dan Daniel Goleman Muhammad Irfandi Cahyo Utomo; Khoiriyah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contemporary Islamic education faces new challenges in shaping students who are not only intellectually intelligent, but also emotionally and spiritually mature. This study aims to reconstruct the classical values of tazkiyatun nafs in order to strengthen the emotional intelligence of modern students through a comparative analysis between the thoughts of al-Ghazali, a classical Islamic scholar, and Daniel Goleman, a contemporary psychologist known as the originator of the concept of emotional intelligence in modern psychology. Using a qualitative approach with a literature study, this research examines the integration between the spiritual dimension of Islam and modern psychological theory. The results of the study show that al-Ghazali's concept of purification of the soul is in line with the principles of self-awareness, empathy, and emotional control proposed by Daniel Goleman. The integration of the two gives rise to an educational paradigm that emphasizes a balance between emotional intelligence and spirituality. Thus, the values of tazkiyatun nafs are relevant to be applied in contemporary Islamic education as the basis for character building that is noble, adaptive, and resilient to the challenges of the times.
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Moral Remaja Nia Nurhalisa; Nur Khasanah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Degradasi moral remaja di Indonesia tampak dari meningkatnya kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan teknologi digital, menandakan melemahnya fungsi pendidikan dalam pembentukan karakter. Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam menanamkan akhlakul karimah dan tanggung jawab sosial melalui pembelajaran reflektif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk menganalisis peran PAI dalam pembentukan moral remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas PAI bergantung pada sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan. Faktor penyebab kemerosotan moral mencakup pengaruh lingkungan eksternal serta kondisi internal seperti kebiasaan dan kepribadian. Penelitian ini menawarkan model pendidikan agama berbasis reflektif dan kontekstual yang mengaitkan nilai-nilai Islam dengan kehidupan remaja di era digital sebagai upaya pembinaan moral yang relevan dan berkelanjutan.
Implementasi Metode CINTA (Contextual,Inquiry, Narative, Technology, Action) dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTsN : Studi Kasus di MTsN 3 Jombang Muhammad Nawaki; Ahmad Ilham Akbar; Faqih Usman; Riska Maulana; Sufinatin Aisida
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di madrasah dituntut inovatif di dalam metode. salah satu metode yang inovatif adalah CINTA ( contextual,inquiry, narrative, technology dan action). penelitian ini bertujuan untuk mengimplemntasikan pembelajaran PAI dengan metode CINTA
Mengorganisasikan dan Menerapkan Ilmu Kalam yang Relevan dengan Pencapaian Tujuan Pembelajaran yang Menumbuhkan Cinta Kepada Tuhan, Rasul, Sesama, Lingkungan, Bangsa dan Negara dan Ilmu Sesuai Dengan Tema KBC Ahmad Komarudin; Irawan
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyse the actualisation of Islamic theology in learning to foster love for God and the Prophet, fellow human beings, the environment, and the nation and state. The study uses a qualitative approach with a descriptive method. Primary data was obtained from the Al-Falah Islamic Boarding School in Cikawati Pakuhaji through observation, in-depth interviews, and documentation. Secondary data was sourced from relevant books and scientific articles. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that Islamic theology, when taught in an integrative manner, not only functions as a rational study of faith but also as a theological foundation for the formation of holistic values of love. Love for God and the Prophet is realised through an understanding of monotheism and the example set by the Prophet. Love for others is realised through the values of compassion and social justice. Love for the environment is built through the paradigm of khalifah, while love for the nation and state is affirmed through the integration of national values within the framework of tawhid and social responsibility. The research conclusion shows that contextual learning of Islamic theology is effective in fostering multidimensional love as a manifestation of complete faith.
Desain Struktur Keilmuan Pendidikan Agama Islam Yang Relevan Dengan Capaian Pembelajaran HOTS di SMKN 3 Garut Fathiyah Nikmah; Irawan; Erni Haryanti
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran dan penilaian Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta menelaah peran manajemen kurikulum di SMKN 3 Garut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dalam bentuk mini riset. Subjek penelitian mencakup guru PAI, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dan Kepala Sekolah. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, observasi pembelajaran, serta wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara struktural sekolah telah memiliki SOP pembelajaran dan program In-House Training (IHT) terkait HOTS, namun implementasinya belum berjalan optimal dan merata. Integrasi HOTS dalam pembelajaran dan penilaian PAI masih lebih banyak dipahami sebagai tuntutan administratif, sehingga belum sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik pedagogis. Keterbatasan pelatihan internal serta dominasi orientasi vokasional sekolah menjadi faktor penghambat utama. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan manajemen perubahan dan pengembangan pembelajaran PAI yang lebih kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.