cover
Contact Name
Jabes Pasaribu
Contact Email
jabespasaribu@institutkristenrealbatam.ac.id
Phone
+6285372472039
Journal Mail Official
kampuslppm@gmail.com
Editorial Address
Komplek House Of Glory, Eden Park. Jalan Ahmad Yani, Taman Baloi, 29432 Batam
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Coster: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 28076044     DOI : https://doi.org/10.53547/tshqxa02
Core Subject :
Real Coster: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat is an open-access, peer-reviewed scientific journal managed and published by Institut Agama Kristen REAL Batam, Riau Islands, Indonesia, through its Institute for Research and Community Service or LPPM. The journal is registered under E-ISSN 2807-6044 and is published twice a year, in March and September. It accepts articles in both Indonesian and English. Real Coster publishes multidisciplinary and contextual community service works that disseminate ideas, empowerment models, and the outcomes of service activities oriented toward social transformation, education, spirituality, and the improvement of community welfare, in accordance with its Focus and Scope. Contributions are welcome from lecturers, students, and practitioners of Christian higher education institutions and other universities, both in Indonesia and abroad. Before submitting a manuscript, authors are required to read carefully the Author Guidelines and Submission Instructions available on the journal website, to ensure that the submission complies with the requirements and writing standards of the journal. All manuscripts that meet the submission requirements are evaluated by expert reviewers through a double-blind review process.
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
Peningkatan Kemandirian dan Kapabilitas Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Tulang Bawang Barat Saedo Marbun; Nova Ritonga; Mathan Yunip; Setiaman Larosa; Hermito Gidion
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2: September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v6i2.363

Abstract

Indeed, Children with Special Needs have the same right to be treated. The negative stigma directed at Children with Special Needs is very detrimental. For this reason, Children with Special Needs need to be helped to have independence so that the negative stigma can change. By having independence, Children with Special Needs will be able to help themselves and no longer be a burden both for the family and the community. The independence and capability of children with special needs at West Tulang Bawang State Special School still needs to be improved and parents do not have a full understanding of how to help Children with Special Needs to be independent. This Community Service is carried out to help parents strive for independence and capability of children with special needs at home.  Community Service is carried out through seminars and training to parents of students and teachers of the West Tulang Bawang State Special School. Based on the observations during and after this activity was carried out, the parents were very enthusiastic shown by the many questions and the recognition of the teachers that this activity was very helpful for parents and teachers in striving for the independence and capability of students; And the learning media and hygiene tools provided have also been used in the learning process and in cleaning classrooms and schools.Keywords: children with special needs; independenc; capabilities.AbstrakSesungguhnya Anak Berkebutuhan Khusus memiliki hak yang sama untuk diperlakukan. Stigma negatif yang ditujukan kepada Anak Berkebutuhan Khusus sangatlah merugikan. Untuk itu, Anak Berkebutuhan Khusus perlu ditolong agar memiliki kemandirian sehingga stigma negatif tersebut dapat berubah. Dengan memiliki kemandirian, Anak Berkebutuhan Khusus akan mampu menolong dirinya sendiri dan tidak lagi menjadi beban baik bagi keluarga dan juga masyarakat. Kemandirian dan kapabilitas anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Tulang Bawang Barat masih perlu ditingkatkan dan para orang tua belum memiliki pemahaman sepenuhnya bagaimana cara menolong Anak Berkebutuhan Khusus agar dapat mandiri. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk menolong orang tua dalam mengupayakan kemandirian dan kapabilitas anak berkebutuhan khusus di rumah. Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan melalui seminar dan pelatihan kepada orang tua peserta didik dan guru Sekolah Luar Biasa Negeri Tulang Bawang Barat. Berdasarkan hasil observasi selama dan setelah kegiatan ini dilakukan, para orang tua sangat antusias ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan dan adanya pengakuan para guru bahwa kegiatan ini sangat menolong orang tua dan guru dalam mengupayakan kemandirian dan kapabilitas peserta didik; dan media belajar dan alat-alat kebersihan yang diberikan juga telah digunakan dalam proses pembelajaran dan dalam membersihkan kelas dan sekolah.Kata Kunci: anak berkebutuhan khusus; kemandirian; kapabilitas.
Signifikansi Pelatihan Baca Gali Alkitab di SMA Negeri 1 Sipora Mentawai Pada Semarak Ramadhan 2023 Yane Henderina Keluanan; Yosia Belo; Aprianus Ledrik Moimau; Immerius Sakerebau; Jendri Leddoin Manurung; Gundari Ginting
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2: September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v6i2.379

Abstract

This activity was carried out at State High School Negeri 1 Sipora, in Sioban, Mentawai Regency, West Sumatra. The activity was given with the aim that the training participants, namely students, have a simple and practical understanding and method in understanding the message of the Bible. As a writing, the Bible certainly requires a way of understanding and finding the message contained in it. Because the writings in it are related to many things according to the context of authorship such as language, culture and habits, geography and even the purpose of the writing for early readers. Therefore, the Bible Reading Digging (BRD) training is considered necessary to be delivered to participants. The activity method uses the form of a workshop and begins with the presentation of BGA material and steps. During the training, participants seemed enthusiastic including timely arrival, passion for working in groups and presentation of group work results in a polite, calm and directed manner. Not to forget the role of the teachers who accompanied the group from start to finish so that participants in the group were more enthusiastic. As a result, the presentation of each group showed satisfactory results because the excavation carried out was in accordance with the BRD method taught. Trainees understand the methods provided and are able to do the task.Keywords: BRD; Sipora High School; Mentawai; Youth; BibleAbstrakKegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sipora, di Sioban, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat. Kegiatan diberikan dengan tujuan agar peserta pelatihan yakni siswa-siswi memiliki pemahaman dan metode yang sederhana dan praktis dalam memahami pesan Alkitab. Sebagai suatu tulisan Alkitab tentu memerlukan cara memahami dan menemukan pesan yang ada di dalamnya. Sebab tulisan-tulisan di dalamnya terkait banyak hal sesuai konteks kepenulisan misalnya bahasa, budaya dan kebiasaan, geografi bahkan tujuan tulisan itu bagi pembaca awal. Karenanya pelatihan Baca Gali Alkitab (BGA) dipandang perlu disampaikan kepada peserta. Metode kegiatan menggunakan bentuk workshop dan diawali dengan pemaparan materi dan langkah-langkah BGA. Selama pelatihan peserta nampak antusias peserta diantaranya dengan kedatangan tepat waktu, gairah bekerja di kelompok serta presentasi hasil kerja kelompok dengan santun, tenang dan terarah. Tidak ketinggalan peran para Guru yang turut mendampingi kelompok dari awal hingga selesai sehingga peserta dalam kelompok kian semangat. Hasilnya, presentasi dari tiap kelompok menunjukkan hasil yang memuaskan karena penggalian yang dilakukan telah sesuai dengan metode BGA yang diajarkan. Peserta pelatihan memahami metode yang diberikan dan mampu mengerjakan tugas.Kata Kunci: BGA; SMA Sipora; Mentawai; Pemuda; Alkitab 
Pendampingan dan Penyiapan Akreditasi Sekolah/Madrasha bagi SMP Negeri 1 Semau Selatan Hendrik A.E. Lao; Andrian Wira Syahputra; Yakobus Adi Saingo; Yoksan Edison Neno
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1: Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i1.419

Abstract

This training is to provide understanding to school principals and teachers about the importance of preparing school accreditation in order to improve the quality and quality of school education. The targets for this Community Service group activity are leaders, teaching staff and education staff at SMP Negeri 1 Semau Selatan. The activity was carried out for 2 days starting from 7 until 8 August 2023. The main material presented was to provide education through assistance regarding the School/Madrasha Accreditation system and procedures for SMP Negeri 1 Semau Selatan and provide practice/simulation regarding concrete steps in preparing School/Madrasha Accreditation for SMP Negeri 1 Semau Selatan. The method used in carrying out activities is Participatory Action Research (PAR). The PKM activities were applied with lecture activities and strengthened through FGD (Focus Group Discussion) discussions and questions and answers between presenters/stakeholders and participants. The number of participants who took part in the training was 35 teachers. The results of the training show that participants understand and mastery of the material regarding creditation, starting from the accreditation system and procedures, and the participants also practice directly the concrete steps in preparing all the documents required for school accreditation. The training participants were very enthusiastic about taking part in this activity because one of the factors is that the school will enter a reaccreditation period in the near future in 2023.Keywords: accompaniment; preparation; accreditationAbstrakPelatihan ini untuk memberikan pemahaman kepada kepala sekolah dan guru akan pentingnya penyiapan akreditasi sekolah demi meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan Sekolah. Sasaran dalam kegiatan kelompok Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu para pimpinan, tenaga pendidik maupun kependidikan di SMP Negeri 1 Semau Selatan. Kegiatan dilaksanakan selama 2 Hari mulai tanggal 7 sampai dengan 8 Agustus 2023. Materi pokok yang disampaikan adalah, untuk memberikan edukasi lewat Pendampingan mengenai sistim dan prosedur Akreditasi Sekolah/Madrasha Bagi SMP Negeri 1 Semau Selatan dan memberikan praktek/simulasi mengenai langkah-langkah konkrit dalam mempersiapkan Akreditasi Sekolah/Madrasha Bagi SMP Negeri 1 Semau Selatan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan yaitu Participatory Action Research (PAR). Kegiatan PKM tersebut, diaplikasikan dengan aktifitas ceramah dan dikuatkan melalui diskusi FGD (Focus Group Discussion) serta tanya jawab antara pemateri/stakeholders dengan peserta. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 35 orang guru. Hasil Pelatihan menunjukkan bahwa pemahaman dan penguasaan materi tentang kreditasi Mulai dari sistim dan prosedur akreditasi sudah dipahami oleh para peserta dan peserta juga mempraktekkan secara langsung langkah-langkah kongkrit dalam mempersiapkan semua dokumen yang dipersyaratkan dalam akreditasi sekolah. Para peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dikrenakan salah satu faktor adalah sekolah sudah memasuki masa reakreditasi dalam waktu dekat ditahun 2023 ini.Kata Kunci: pendampingan; penyiapan; akreditasi
Pemberdayaan dan Kemandirian Ekonomi Hamba-Hamba Tuhan di Desa Sekitar Tulang Bawang Serepina Hasibuan; Setiaman Larosa; Saedo Marbun; Yunus O Pandia; Yakub Unsula; Dendry Lusi
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2: September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v6i2.424

Abstract

The economic challenges of ministry in the village are certainly problems that need to be addressed by God's servants who serve in rural areas. The factors of the congregation that is unable to finance the life of the servant of God as their clergy, the small employment opportunities, and the minimal number of congregations are the reasons that make the economy of the servant of God inadequate. Considering this problem, empowerment and economic independence for ministers in rural areas are urgent to be addressed. The PKM activities carried out by the team were in the form of sharing visions where God's servants were refreshed through the presentation of the YASKI Team and continued with sharing the experiences of God's servants who had been in village service several years ago. The purpose of this PKM activity is to motivate and financially support God's servants who really need enlightenment and financial assistance to start entrepreneurs who support their ministry. Through this PKM, STTMSL and the YASKI Team provide exposure to God's servants to continue to develop entrepreneurship in supporting their services. In addition, God's servants around Tulang Bawang can network and share skills that should be imitated by young servants of God or STTMSL students as a provision for entrepreneurship in the future.Keywords: servant of God; economic independence; experience; sharing vision; EntrepreneurialAbstrakTantangan perekonomian pelayanan di desa tentunya menjadi masalah yang perlu ditangani oleh hamba-hamba Tuhan yang melayani di daerah pedalaman. Faktor jemaat yang tidak mampu membiayai kehidupan hamba Tuhan sebagai rohaniawan mereka, lapangan pekerjaan yang sedikit, dan jumlah jemaat yang minim menjadi alasan-alasan yang membuat perekonomian hamba Tuhan tersebut kurang memadai. Meninjau permasalahan ini, maka pemberdayaan dan kemandirian ekonomi bagi hamba Tuhan di pedesaan menjadi urgen untuk ditangani. Kegiatan PkM yang dilakukan tim berbentuk sharing visi dimana para hamba Tuhan disegarkan kembali lewat pemaparan Tim YASKI dan dilanjutkan dengan sharing pengalaman para hamba Tuhan yang sudah menggeluti pelayanan desa beberapa tahun silam. Tujuan dari kegiatan PkM ini adalah memotivasi dan mendukung secara finansial hamba-hamba Tuhan yang memang membutuhkan pencerahan dan bantuan dana untuk memulai wirausaha yang mendukung pelayanannya. Melalui PkM ini, STTMSL dan Tim YASKI memberikan paparan kepada para hamba Tuhan untuk terus mengembangkan wirausaha dalam mendukung pelayanan mereka. Selain itu, hamba-hamba Tuhan di sekitar Tulang Bawang dapat berjejaring dan membagi keterampilan yang seyogyanya dapat ditiru oleh hamba-hamba Tuhan muda ataupun para mahasiswa STTMSL sebagai bekal berwirausaha ke depannya.Kata kunci: hamba Tuhan; kemandirian ekonomi; pengalaman; sharing visi; wirausaha
Pembinaan Menuntaskan Amanat Agung dalam Panggilan Misi Apostolik: Kerjasama Asosiasi Misiolog Indonesia dengan Beberapa Sekolah Tinggi Teologi di Indonesia Fransiskus Irwan Widjaja; Robby Indarjono; Andreas Jonathan; Esther Budhi; Yusuf Susanto; Andreas Sembiring; Deni Iskandar; Yohanis Patandean; Rudhy Christyawan; Sandy Tejalaksana; Riston Batuara
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2: September 2023
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v6i2.430

Abstract

Jesus' words, "The harvest is many, but laborers are few" (Matt. 9:37), is a concerning fact to this day. After two thousand years, it turned out that the number of mission personnel never increased significantly. Church youth and students of the Theological College need to be encouraged to be more enthusiastically involved in missionary service. This raises the spirit of togetherness of various Theological College in Indonesia who are called in the mission field to carry out Community Development through coaching students and mission lecturers in completing the Great Mandate. Even together with the Indonesian Missiologists Association, these Theological College representatives thought of creating a joint mission curriculum that could encourage apostolic mission vocations in this era.Keywords: Apostolic; Indonesian Missiologists Association; mission curriculum; The Great CommissionAbstrakPerkataan Yesus “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit” (Mat. 9:37), merupakan fakta yang memprihatikan hingga hari ini. Setelah dua ribu tahun ternyata jumlah tenaga misi tidak pernah bertambah secara signifikan. Pemuda gereja maupun mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) perlu didorong agar lebih antusias terlibat dalam pelayanan misi. Hal ini membangkitkan semangat kebersamaan berbagai STT di Indonesia yang terpanggil dalam bidang misi untuk melakukan Pembinaan kepada Masyarakat (PkM) melalui pembinaan para mahasiswa dan dosen misi dalam menuntaskan Amanat Agung. Bahkan bersama Asosiasi Misiolog Indonesia (AMI), para perwakilan STT-STT ini memikirkan untuk membuat kurikulum misi bersama yang dapat mendorong panggilan misi apostolik pada zaman ini. Kata Kunci: Apostolik; Asosiasi Misiolog Indonesia; kurikulum misi; Amanat Agung
Pelatihan Pengajaran Pra-Calistung Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Guru Kb Tk Bintang Nusantara Eirene Mary; Astrid Maryam Yvonny Nainupu; Ria Ferdika Sitepu; Sri Yulianti
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1: Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i1.436

Abstract

Early childhood education teaching should be implemented in accordance with the characteristic of early childhood pupils.  There are several things to be considered such as learning while playing, understanding of concrete concepts to the abstract and habituation.  The implementation of those things will maximize the result of the learning process.  These principles also applied in the teaching of reading, writing and mathematics.  There is a need for the learning methods that can improve the understanding and the skills of the pupils in those subjects.  Teaching methods implemented in Bintang Nusantara Early Child Education School have considered the characteristics of early childhood pupils.  Nevertheles, the teachers should be equipped in terms of teaching early reading, early writing and early mathematics.  Team from STT Simpson Ungaran held a training program for teaching early reading, early writing and early mathematics to enchance the teaching skills of the Bintang Nusantara Early Childhood Education School teachers.  The training conducted using interactive lecture methods and hands-on practice of the methods and activities learned.  The teachers gained new knowledge and insights about the teaching reading, writing and mathematics methods for early childhood education.  Some of them put into practice of what they have learned in the training.Keywords: Childhood education; pre Reading/Writing/CountingAbstrakPembelajaran untuk PAUD memiliki karakteristik yang sesuai dengan karakter anak PAUD.  Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran PAUD yakni bermain sambil belajar, pemahaman konsep konkrit ke abstrak dan pembiasaan.  Penerapan hal tersebut dalam proses pembelajaran akan memaksimalkan hasil pembelajaran.  Demikian pula halnya dengan pembelajaran membaca, menulis dan berhitung, perlu memperhatikan hal-hal tersebut.  Diperlukan metode pembelajaran yang dapat menunjang pemahaman dan keterampilan calistung untuk anak PAUD.  Proses pembelajaran yang dilakukan di KB-TK Bintang Nusantara sudah menerapkan metode pembelajaran yang cocok untuk PAUD.  Akan tetapi masih harus terus dilengkapi dalam hal pengajaran pra calistung.  Tim pengabdian kepada masyarakat prodi PAK STT Simpson Ungaran mengadakan pelatihan pengajaran pra calistung untuk meningkatkan keterampilan guru-guru KB-TK Bintang Nusantara.  Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah interaktif dan praktek langsung metode-metode pengajaran pra calistung.  Para guru KB-TK Bintang Nusantara mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru tentang pola pengajaran pra calistung.  Beberapa dari pola tersebut bahkan sudah dipraktekkan dalam kegiatan mengajar.Kata Kunci: Pembelajaran PAUD; pra calistung
Pembinaan Pemuda Kristen Milenial pada Era Artificial Intelligence di Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung Serepina Yoshika Hasibuan; Setiaman Larosa; Saedo Marbun; Rudy Roberto Walean; Jhoni Jhoni; Andrean Hangga Pratama; Dida Hae Kati; Yonathan Natan Nael
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1: Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i1.482

Abstract

Technology cannot be stopped from progressing from time to time. In the course of its development. Artificial Intelligence is one of the advances in technology that currently dominates human life. Artificial Intelligence or what is known as Artificial Intelligence (AI) is widely used by computer devices for automated programming, such as the Google platform, drones, smart cars and so on. With the convenience provided by this AI service, it makes human work easier. However, AI has a negative influence if it is not used wisely. This can be seen from the performance of the AI system with data accuracy and satisfactory work results as well as efficient and very short time. On the other hand, there is an opinion that AI will make humans lazy because the work they do has been taken over by AI, and will result in a lower quality of human work. Human activities will be replaced by devices that use AI systems and will result in unemployment. Therefore, in this PKM activity it is very important for the millennial generation in the era of Artificial Intelligence to be given guidance and introduction to AI so that it can be used and provide good benefits, especially in terms of following its developments in accordance with the practice of their Christian faith. Based on the evaluation results, PKM activities have positive benefits in developing the spirituality of Christian youth in the AI era. Keywords: technology;  christian youth development; artificial intelligence           AbstrakTeknologi tidak dapat dibendungi kemajuannya dari masa ke masa. Dalam perjalanan perkembangannya.  Artificial Intelligence merupakan salah satu kemajuan di bidang teknologi yang saat ini menguasai kehidupan manusia. Artificial Intelligence atau yang dikenal dengan Kecerdasan Buatan (AI) banyak digunakan oleh perangkat-perangkat komputer guna pemrograman yang otomatisasi, seperti platform google, drone, mobil pintar dan sebagainya. Dengan kemudahan yang diberikan oleh layanan AI ini, membuat pekerjaan manusia lebih mudah. Namun, AI nemberikan pengaruh negatif apabila tidak digunakan dengan bijak. Hal ini telihat bagaimana kinerja yang dilakukan oleh sistem AI dengan keakuratan data dan hasil kerja yang memuaskan serta waktu yang efisien dan sangat singkat. Di sisi lain, ada anggapan bahwa AI akan membuat manusia bermalas-malasan karena perkerjaan yang dilakukan telah diambil alih oleh AI, serta akan mengakibatkan rendahnya kualitas kerja manusia. Kegiatan manusia akan digantikan oleh perangkat yang menggunakan sistem AI dan akan mengakibatkan pengangguran. Oleh sebab itu, dalam kegiatan PKM ini sangat penting bagi generasi milenial di era Artifical Intelligence untuk diberikan pembinaan dan pengenalan AI agar dapat digunakan dan memberikan manfaat yang baik, terkhusus dalam hal mengikuti perkembangannya sesuai dengan pengamalan iman Kristennya. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan PKM bermanfaat positif dalam membina kerohanian pemuda Kristen di era AI.Kata Kunci: teknologi; pembinaan pemuda kristen; arificial intelligence
Harmoni Agama di Desa Tewang Darayu: Menguatkan Moderasi Beragama untuk Membangun Persatuan Rinto Hasiholan Hutapea; Sri Angellyna; Sharon Michelle O. Pattiasina; Anggita Deodora Siten; Fernando Dorothius Pongoh; Isabella Jeniva
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1: Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i1.507

Abstract

Community Service Activities were carried out in Tewang Darayu Village, Pulau Malan District, Katingan Regency. This activity aims to be a form of strengthening religious moderation for the community in Tewang Darayu village. This strengthening can increase the awareness of the Tewang Darayu village community in building harmonious relations between religions. Apart from that, it can strengthen the spiritual aspect of religion among the community as a whole as part of efforts to maintain religious moderation which is born from the diverse realities of life in Tewang Darayu village. This activity uses the Asset Based Community Development (ABCD) method by emphasizing the strengths possessed by the Tewang Derayu village community. The impact obtained from this activity is that the Tewang Derayu village community experienced increased knowledge and were able to implement Religious Moderation indicators in socio-cultural dynamics based on a humanist attitude to life. Apart from that, Tewang Derayu village can also be a model model for surrounding villages in implementing the values of Religious Moderation. Keywords: religious moderation; strengthening; religious relationsAbstrakKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Tewang Darayu, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan. Kegiatan ini bertujuan untuk sebagai bentuk penguatan moderasi beragama bagi masyarakat di desa Tewang Darayu. Adapun penguatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat desa Tewang Darayu dalam membangun harmoni hubungan antar agama. Selain itu, dapat memperkuat dimensi aspek spiritual dalam beragama di antara masyarakat secara keseluruhan sebagai bagian dari upaya untuk menjaga moderasi beragama yang lahir dari realitas kehidupan yang beragam di desa Tewang Darayu. Kegiatan ini menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) dengan menekankan pada kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat desa Tewang Derayu. Dampak yang diperoleh dalam kegiatan ini yaitu masyarakat desa Tewang Derayu mengalami peningkatan pengetahuan serta mampu mengimplementasikan indikator-indikator Moderasi Beragama dalam dinamika sosial budaya yang didasarkan pada sikap hidup humanis. Selain itu, desa Tewang Derayu juga dapat menjadi model percontohan bagi desa-desa sekitar dalam implementasi nilai-nilai dari Moderasi Beragama.Kata Kunci: moderasi beragama; penguatan; relasi agama
Psikoedukasi Emosi dalam Meningkatkan Social Awareness Pemuda Remaja Gereja di Era VUCA Ruth Caroline Mengga; Natal Ria; Maria Josephine Mengga; Yanto Paulus Hermanto
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1: Maret 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i1.519

Abstract

Life in the Vuca era demands sensitivity to rapid changes, including sensitivity in social relations because friction and harsh competition in life make social problems increase. This kind of thing is very likely to be experienced also by church youth. Due to biological factors, at the age of youth, teenagers are very vulnerable to emotional outbursts that can result in the disruption of their relationships with others. Understanding the Word of God about self-control needs to be accompanied by proper education so that the results are maximized it is very important to have emotional education to improve social awareness skills obtained by managing emotions correctly, to minimize conflict in the face of instability in the Vuca era. No emotion is useless, but emotions need to be managed so as not to damage. Therefore, emotional psychoeducation is needed to help recognize emotions and manage them properly. Emotional psychoeducation using quizzes and real-life illustrations and techniques for managing emotions will be very useful in responding to spontaneous emotions to avoid destructive emotional outbursts, including damaging social relationships. Keywords: emotion psychoeducation; social awareness; vuca; church youthAbstrakKehidupan di era Vuca menuntut kepekaan terhadap perubahan yang cepat, termasuk juga kepekaan dalam relasi sosial karena gesekan dan persaingan hidup yang keras membuat masalah sosial meningkat. Hal seperti ini sangat mungkin dapat dialami juga oleh pemuda remaja gereja. Karena faktor biologis, di usia pemuda remaja sangat rentan meledak secara emosi yang dapat mengakibatkan terganggunya relasi dirinya dengan orang lain. Pemahaman Firman Tuhan tentang penguasaan diri, perlu dibarengi dengan pendidikan yang tepat, agar hasilnya maksimal sehingga penting sekali pendidikan emosi untuk meningkatkan kemampuan social awareness yang didapat dengan pengelolaan emosi yang benar, sehingga dapat meminimalkan konflik dalam menghadapi ketidastabilan di era Vuca. Tidak ada emosi yang tidak berguna, tetapi emosi perlu dikelola agar tidak merusak. Sebab itu diperlukan psikoedukasi emosi yang bermanfaat membantu mengenali emosi serta dapat mengelolanya dengan baik. Psikoedukasi emosi dengan menggunakan kuis serta ilustrasi nyata dan teknik mengelola emosi akan sangat berguna dalam respon emosi spontan sehingga dapat menghidarkan diri dari ledakan emosi yang merusak, termasuk merusak relasi sosial.Kata Kunci: Psikoedukasi Emosi; Kepekaan Sosial; Vuca; Pemuda Remaja Gereja
Pembinaan Kepada Pemuda Kristen Tentang Jati Diri Berdasarkan Teologi Kristen Di Gereja Protestan Kalimantan Barat (GPKB) Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat Rajokiaman Sinaga; Rosma Warni; Lara Lara; Bergita Insyur; Ani Mura Ngguna; Minarti Minarti; Martoni Martoni; Fendi Abraham Yeninar
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2: September 2024
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i2.538

Abstract

This Community Service aims to guide understanding of human nature which is closely related to self-identity. The problem of not understanding the true meaning of themselves leads young people not clearly to understand their identity and life goals. For this reason, this community service is carried out, so that it can foster and contribute to Christian youth, especially teenage youth in the Toho District area, Memapawah Regency, West Kalimantan. The method used in this activity is the lecture method through material presented at spiritual building services and interactions during seminars. The result of this Community Service is that young people gain the correct knowledge about Christian identity so that they are no longer confused and fall into wrong concepts, the young generation also expresses a shared commitment to maintaining a holy life, being a light and being a witness in the midst of society. Young people also gave positive responses to being involved in services at their respective churchesKeywords: church; identity; christian youth, theologyAbstrakPengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembinaan tentang pemahaman akan hakekat manusia yang erat hubungannya dengan “jati diri”. Permasalahan tentang kurang mengertian akan makna hakekat diri mereka membawa kaum muda tidak memahami dengan jelas akan jati diri dan tujuan hidup mereka. Dengan alasan inilah, pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan, supaya dapat membina dan memberikan kontribusi kepada kaum muda Kristen secara khusus pemuda remaja di wilayah Kecamatan Toho, Kabupaten Memapawah, Kalimantan Barat. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode Ceramah melalui materi yang disampaikan pada kebaktian lebangunan Rohani dan interaksi pada saat seminar. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah kaum muda mendapatkan pengetahuan yang benar tentang jati diri Kristen sehingga mereka tidak lagi bingung dan terjerumus dengan konsep yang salah, generasi muda juga menyatakan komitmen bersama untuk menjaga hidup kudus, menjadi terang dan menjadi saksi ditengah-tengah masyarakat.  Kaum muda juga memberikan respon positif untuk terlibat di dalam pelayanan di gereja masing-masing. Kata Kunci: gereja; jati diri; pemuda kristen, teologi

Page 7 of 10 | Total Record : 96