cover
Contact Name
Dr. Nani Radiastuti
Contact Email
n_radiastuti@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
alkauniyah@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
AL KAUNIYAH
ISSN : 19783736     EISSN : 25026720     DOI : 10.15408/kauniyah
Core Subject : Science,
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi (p-ISSN: 1978-3736, e-ISSN: 2502-6720) is an Open Access Journal published by Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta, and established since 2007. Since 2016 Al-Kauniyah has established a collaboration with the Association of Lecturer in Biology and Biology Education throughout the State Islamic Higher University (PTKIN) in Indonesia. Until 2015, Al-Kauniyah covered environmental biology solely, but since 2016 the journal has been extended to cover the entire field of biological science (bioscience). By publishing biannually, on April and October, Al-Kauniyah is intended to communicate original researches and current issues on the subject of biology. Since volume 9 issue 1 April 2016, Al-Kauniyah had been changes the layout. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Manuscripts can be submitted to AL-KAUNIYAH
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Nutritional Status of Elementary School-Age Children in Oransbari About Cognitive and Motoric Ability Pratiwi, Yeni Aulia; Bedjo, Muhammad Ramadhan; Hazwia, Hazwia; Ijie, Daniela; Kawulur, Elda Irma Jeanne Joice
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.40608

Abstract

One of the phenotypic variations in humans to adapt to environmental conditions is physical growth. One of the impacts of environmental pressure on children's growth is malnutrition. This research aims to assess the association of nutritional status with cognitive abilities and motor skills in elementary school-age children in Oransbari, South Manokwari, West Papua. Cross-sectional design research was carried out on children aged 6–12 years from two primary schools in January- June 2023. Semistructured interviews guided by a questionnaire were carried out to collect data on cognitive and motoric abilities. Body height and body weight were measured to assess the nutritional status. Our research showed that nutritional status was mostly a normal category, while stunting, severe stunting, and thinness which refers to undernutrition were quite low. Undernutrition tendency in Papuan children was higher than in non-Papuan children, with the severely stunted 2.44%:0.83% between Papuan and non-Papuan and thinness at 7.32%:5.83%. Expectably stunted category non-Papuan showed quite high than Papuan (3.33%:2.44%). In contrast, the percentages of thinness and obesity which refer to overnutrition were quite high in non-Papuan with values of 14.0% and 16.6% respectively. The chi-square test showed that the malnutrition category was not related to cognitive and motor skills (P-value <0.05).
Populasi dan Intensitas Serangan Spodoptera frugiperda J.E. Smith Pada Tanaman Jagung di Kecamatan Pacet dan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Aulia, Nurul; Priyanti, Priyanti; Bagariang, Willing
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.44893

Abstract

Spodoptera frugiperda J.E. Smith merupakan hama penting yang mengganggu produktivitas tanaman jagung di seluruh dunia. Serangan S. frugiperda dilaporkan pertama kali ditemukan di Jawa Barat pada tahun 2019. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui populasi dan intensitas serangan S. frugiperda pada sentra tanaman jagung di Kecamatan Pacet dan Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pengamatan dilakukan pada tanaman jagung berumur 2, 4, 6, dan 8 minggu setelah tanam (MST). Rataan populasi kelompok telur (0,036 ± 0,01), larva (0,29 ± 0,03), dan intensitas serangan (22,47%) S. frugiperda di Kecamatan Pacet lebih tinggi dibandingkan dengan Kecamatan Cimaung (rataan populasi telur sebesar 0,004 ± 0,00, larva 0,10 ± 0,01, intensitas serangan 14,87%). Tingkat serangan S. frugiperda dipengaruhi oleh umur tanaman dan jenis varietas jagung. Intensitas serangan S. frugiperda akan mengalami peningkatan mulai dari fase vegetatf (2 MST) dan akan menurun saat memasuki fase generatif (8 MST). Rataan intensitas serangan S. frugiperda lebih rendah pada jagung varietas Scada (14,76 ± 1,82%) dibandingkan varietas Paragon (30,40 ± 2,89%). Spodoptera frugiperda merupakan hama pada pertanaman jagung yang perlu dikendalikan populasinya.
Keanekaragaman Liken di Kawasan Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Roziaty, Efri; Arwantara, Rayhandika Duan
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.39073

Abstract

Cemoro Kandang merupakan kawasan yang terletak di kaki Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang memiliki faktor abiotik yang mendukung pertumbuhan liken. Liken adalah makhluk hidup simbiotik antara alga dan fungi yang hidup menempel pada batang, dahan, dan daun pada inang. Penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman liken di kawasan Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan penjelajahan secara bertingkat. Pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Sampling dilakukan di tiga stasiun, yakni Stasiun 1 ketinggian 1.800–1.820 mdpl, Stasiun 2 ketinggian 1.820–1.840 mdpl, dan Stasiun 3 ketinggian 1.840–1.860 mdpl. Untuk mengetahui distribusi liken ditentukan berdasarkan Indeks Shannon-Wiener, yaitu indeks keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi. Hasil penelitian yang didapatkan 29 spesies liken, yakni Cryptothecia punctosorediata Sparrius, Cryptothecia striata, Graphis afzelii, Graphis elegans, Graphis scripta, Graphis insidiosa, Lecanora strobilina, Lecanora phaeostigma, Lecanora allophane, Lecanora subpallens, Lecidella elaeochroma, Lepraria barbatica, Lepraria incana (L.), Lepraria rigidula, Opegrapha gyrocarpa, Heterodermia japonica, Heterodermia leucomela, Heterodermia obscurata, Menegazzia terebrata, Parmelia caperata (L.), Parmotrema Crinitum, Parmotrema xanthinum, Peltigera collina, Ramalina farinacea, Ramalina intermedia, Ramalina montagnei, Usnea cornuta, Usnea hirta (L.), dan Usnea trichodea Ach. Liken tersebut termasuk dalam kelompok thallus crustose, foliose, dan fruticose.
Significance of Nitrogen Limited Medium (NLM) Components on Lipid Production Lipomyces starkeyi Y853 Khairani, Aqila Raihana; Ilmi, Miftahul
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.41575

Abstract

Oleaginous yeasts, such as Lipomyces starkeyi, can convert carbon and nitrogen sources into lipids up to 50% of the cell's dry weight. A high lipid percentage was achieved (53.5%) using Nitrogen Limited Medium (NLM), which indicates that the components of NLM play a role in the production of biomass and lipids. Nevertheless, the statistical analysis of the role of NLM components on lipid production has not yet been conducted. Thus, this research was designed and carried out to determine the role of NLM components in lipid production using Plackett-Burman Design. The results show that the variables had an insignificant impact on lipid production based on the ANOVA test (P >0.05). Additionally, main effect plots were generated to identify the negative and positive effects of the components. The graph indicates that peptone and yeast extract (YE) are essential components in high concentrations to increase lipid production. This result was due to the insufficient concentration used in this experiment (YE= 0.5 g/L; peptone= 0.3 g/L) compared to the optimal conditions (YE= 8 g/L; peptone= 3 g/L). Therefore, further research should be conducted with the addition of external factors (pH, temperature, shaker speed) to acquire more significant results on biomass lipid production.
Aktivitas Enzim Amilase, Lipase dan Protease Pada Probiotik Indigenus Kelompok Lactobacillus casei Kusmiyati, Nur; Sari, Cici Rafita; Utami, Ulfah
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.25724

Abstract

Amilase, lipase, dan protease merupakan biokatalisator yang dapat digunakan untuk mempermudah penyerapan nutrisi dalam saluran pencernaan. Enzim tersebut dapat diproduksi oleh bakteri indigenus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas enzim amilase, lipase, dan protease pada probiotik indigenus kelompok Lactobacillus casei (Lactobacillus casei, Lactobacillus paracasei, dan Lactobacillus rhamnosus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari menumbuhkan bakteri uji pada media selektif amilase, lipase, dan protease. Selanjutnya analisis aktivitas enzim amilase, lipase, dan protease yaitu penghitungan zona bening dan indeks aktivitas enzim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga spesies memiliki aktivitas  enzim amilase, lipase, dan protease, yang ditandai dengan zona bening di sekitar koloni. Indeks hidrolisis menunjukkan kelompok L. casei menghasilkan nilai beragam dan menunjukkan reaksi kuat. Indeks hidrolisis aktivitas protease tertinggi dihasilkan oleh L. rhamnosus memiliki indeks hidrolisis aktivitas protease tertinggi (3,36 mm), L. casei indeks hidrolisis aktivitas amilase tertinggi (1,76 mm), dan L. paracasei memiliki indeks hidrolisis aktivitas lipase tertinggi (1,82 mm). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kelompok L. casei dapat dimanfaatkan sebagai sumber enzim untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.
Multiplikasi Tunas Tembakau Secara In Vitro Menggunakan Benzyl Amino Purine Dan Furfuryl Amino Purine Melalui Metode Thin Cell Layer Khozin, Mohammad Nur; Mona, Muhammad Dima Say; Dewanti, Parawita; Putri, Widya Kristyanti; Soeparjono, Sigit; Restanto, Didik Pudji
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.40649

Abstract

Tembakau sebagai bahan baku pembuatan rokok mempunyai nilai ekonomi dan ekspor yang tinggi, namun permasalahan perbanyakan secara konvensional sering menghasilkan keturunan yang heterogen dan beberapa komoditas introduksi seringkali mengalami pertumbuhan yang tidak normal pada fase pembibitan sehingga pemenuhan kebutuhan bahan tanam yang seragam sering menjadi kendala. Kultur in vitro dapat menjadi alternatif dalam perbanyakan bahan tanam yang relatif seragam dan tahan terhadap perubahan lingkungan. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) utamanya golongan sitokinin seperti benzyl amino purine (BAP) dan kinetin sangat mendukung pada multiplikasi tunas tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi BAP dan kinetin yang optimal pada multiplikasi tunas tembakau. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan faktor BAP (0, 2, 3, dan 4 ppm) dan faktor kinetin (0, 3, dan 4 ppm). Hasil penelitian menunjukkan interaksi BAP dan kinetin berpengaruh sangat nyata terhadap kedinian eksplan bertunas, jumlah tunas, dan daun dengan perlakuan terbaik. Konsentrasi BAP 3 ppm + kinetin 4 ppm yang menginduksi tunas pada 8,3 HST; jumlah tunas 81,3; dan jumlah daun 142,3 helai. Penggunaan BAP berpengaruh nyata terhadap kedinian eksplan berkalus dengan perlakuan terbaik pada konsentrasi 3 ppm BAP yang menginduksi kalus pada 10,78 HST. Kinetin berpengaruh sangat nyata terhadap kedinian eksplan bertunas dengan perlakuan terbaik P2M2 yaitu 4 ppm, yang menginduksi tunas pada 8,3 HST. Kesimpulannya perlakuan BAP 3 ppm + 4 ppm kinetin merupakan perlakuan terbaik.
Aktivitas Antimikroba Ekstrak Biji Rotan Manau (Calamus manan Miq.) Terhadap Salmonella typhi dan Candida albicans Mahdiyah, Dede; Maulina, Nor; Hakim, Ali Rakhman; Mukti, Bayu Hari
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 17 No. 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i2.23122

Abstract

AbstrakDemam tifoid adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Kandidiasis oral merupakan infeksi yang disebabkan oleh fungi Candida albicans yang banyak terdapat pada mukosa rongga mulut. Tujuan dari penelitian yaitu mengidentifikasi aktivitas antimikroba ekstrak biji rotan manau (Calamus manan Miq.) terhadap S. typhi dan C. albicans. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Skrining antimikroba ekstrak biji rotan manau menggunakan metode well-diffusion. Identifikasi aktivitas antimikroba ekstrak biji rotan manau terhadap S. typhi dan C. albicans untuk melihat Minimum Inhibitory Concentration (MIC) menggunakan metode broth dilution, sedangkan untuk melihat Minimum Bactericidal Concentration (MBC) terhadap S. typhi dan Minimum Fungisidal Concentration (MFC) terhadap C. albicans menggunakan metode solid dilution. Hasil skrining antimikroba didapatkan zona hambat pada ekstrak biji rotan manau terhadap S. typhi sebesar 21,39 mm dan terhadap C. albicans sebesar 16,14 mm. Nilai MIC ekstrak biji rotan manau pada konsentrasi 50% terhadap S. typhi dan C. albicans, sedangkan untuk MBC terhadap S. typhi maupun MFC terhadap C. albicans dari ekstrak biji rotan manau tidak ditemukan karena pada media padat masih ditemukannya pertumbuhan mikroba. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian lanjutan sebagai temuan awal senyawa potensi antimikroba dari ekstrak biji rotan manau terhadap bakteri dan fungi.AbstractTyphoid fever is an acute febrile illness caused by infection with the bacterium Salmonella typhi. Oral candidiasis is an infection caused by the fungus Candida albicans which is abundant in the oral mucosa. The purpose of this study was to identify the antimicrobial activity of rattan manau seed extract (Calamus manan Miq.) against the bacteria Salmonella typhi and the fungus C. albicans. The extraction method used is the maceration method. Antimicrobial screening of rattan manau seed extract using the well-diffusion method. Identification of antimicrobial activity of rattan manau seed extract against S. typhi bacteria and C. albicans fungi to see Minimum Inhibitory Concentration (MIC) using the broth dilution method, while to see Minimum Bactericidal Concentration (MBC) against S. typhi bacteria and Minimum Fungicidal Concentration (MFC) against the fungus C. albicans using the solid dilution method. The results of antimicrobial screening showed that the inhibition zone in the extract of rattan manau against S. typhi was 21.39 mm and against C. albicans was 16.14 mm. The MIC value of rattan manau seed extract was obtained at a concentration of 50% against S. typhi bacteria and C. albicans fungi, while for MBC against S. typhi and MFC against C. albicans from rattan manau seed extract not found because in solid media microbial growth is still found. The results of this study are expected to be a reference for further research as initial findings of antimicrobial potential compounds from the extract of manau rattan seeds against bacteria and fungi.
Aktivitas Enzim Amilase, Lipase dan Protease Pada Probiotik Indigenus Kelompok Lactobacillus casei Kusmiyati, Nur; Sari, Cici Rafita; Utami, Ulfah
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 18 No. 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.25724

Abstract

Amilase, lipase, dan protease merupakan biokatalisator yang dapat digunakan untuk mempermudah penyerapan nutrisi dalam saluran pencernaan. Enzim tersebut dapat diproduksi oleh bakteri indigenus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas enzim amilase, lipase, dan protease pada probiotik indigenus kelompok Lactobacillus casei (Lactobacillus casei, Lactobacillus paracasei, dan Lactobacillus rhamnosus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari menumbuhkan bakteri uji pada media selektif amilase, lipase, dan protease. Selanjutnya analisis aktivitas enzim amilase, lipase, dan protease yaitu penghitungan zona bening dan indeks aktivitas enzim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga spesies memiliki aktivitas  enzim amilase, lipase, dan protease, yang ditandai dengan zona bening di sekitar koloni. Indeks hidrolisis menunjukkan kelompok L. casei menghasilkan nilai beragam dan menunjukkan reaksi kuat. Indeks hidrolisis aktivitas protease tertinggi dihasilkan oleh L. rhamnosus memiliki indeks hidrolisis aktivitas protease tertinggi (3,36 mm), L. casei indeks hidrolisis aktivitas amilase tertinggi (1,76 mm), dan L. paracasei memiliki indeks hidrolisis aktivitas lipase tertinggi (1,82 mm). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kelompok L. casei dapat dimanfaatkan sebagai sumber enzim untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.
Pengaruh Fucoidan Terhadap Struktur Hepar Ikan Zebra (Danio rerio, Hamilton 1822) yang Diberi Parasetamol Dosis Tinggi Septriani, Nur Indah; Simanungkalit, Eben Ezer; Mayani, Olvita; Fauziah, Indah Nur; Saputri, Desy Amelia; Sitepu, Anggi Rehulina; Ali, Raafi Nur; Adaninggar, Ascarti; Dewayani, Raden Roro Risang Ayu; Raharjeng, Anita Restu Puji
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 17 No. 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i2.27185

Abstract

AbstrakN-asetil-p-aminophenol atau parasetamol merupakan analgesik dan antipiretik yang mudah didapat tanpa resep. Penyalahgunaan dan kesalahan dosis konsumsi dapat menyebabkan kerusakan hepar. Fucoidan memiliki aktivitas hepatoprotektif yang dapat menstimulasi regenerasi hepatosit. Studi ini bertujuan untuk mengamati struktur histologis hepar ikan zebra (Danio rerio, Hamilto 1822) dewasa yang telah diberi perlakuan parasetamol dan fucoidan. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ikan zebra dibagi menjadi empat kelompok perlakuan yaitu kontrol (K) selama 10 hari, parasetamol 5 mM (P) selama 3 hari dilanjutkan air RO selama 7 hari, parasetamol 5 mM selama 3 hari dilanjutkan fucoidan 100 µg/mL (P + F 100) selama 7 hari dan parasetamol 5 mM selama 3 hari dilanjutkan fucoidan 500 µg/mL (P + F 500) dengan ulangan setiap kelompok 6 ekor ikan. Studi berlangsung selama 10 hari, parameter yang diamati adalah histopatologis hepar, berat badan ikan, keaktifan berenang, dan nafsu makan. Pada semua kelompok perlakuan, hasil menunjukkan bahwa struktur histologis hepar ikan zebra mengalami kerusakan jaringan berupa hemoragi, dan kerusakan sel berupa vakuolisasi, piknosis dan nekrosis. Terdapat penurunan aktivitas berenang dan nafsu makan setelah perlakuan parasetamol. Kelompok yang diberi fucoidan mengalami pemulihan aktivitas renang dan nafsu makan. Terdapat perbedaan nyata (P <0,05) kerusakan hepar antara perlakuan kontrol, parasetamol dan pemberian fucoidan. Kelompok P + F 100 dan P + F 500 mengalami pemulihan hepatosit setelah paparan parasetamol. Kelompok P + F 500 memiliki perbaikan yang lebih baik dibandingkan kelompok P + F 100. Hasil pada penelitian ini adalah fucoidan dapat digunakan sebagai agen protektif hepar setelah paparan parasetamol dosis tinggi.AbstractN-acetyl-p-aminophenol or paracetamol is an analgesic and antipyretics which can be obtained easily without a prescription. Consumption misuse and wrong dosage intake can lead to liver damage. Fucoidan has hepatoprotective activity that can stimulate hepatocyte regeneration. The aim of this study was to observe the histological liver structure of adult zebrafish that had been treated with paracetamol and fucoidan. The research design used was a completely randomized design (CRD) with zebrafish divided into four treatment groups; control (K) for 10 days, paracetamol 5 mM (P) for 3 days followed by RO water for 7 days, Paracetamol 5 mM for 3 days followed by fucoidan 100 g/mL (P + F 100) for 7 days and Paracetamol 5 mM for 3 days followed by fucoidan 500 g/mL (P + F 500) with replicates for each group of 6 fish. The study lasted for 10 days, data on liver histopathology was evaluated, fish body weight, swimming activity, and appetite was also evaluated. In all treatment groups, the results showed that the histological structure of the zebrafish liver experienced tissue damage in the form of hemorrhage, and cell damage in the form of vacuolization, pyknosis and necrosis. There was a decrease in swimming activity and appetite after paracetamol treatment, the group given fucoidan experienced a recovery in swimming activity and appetite. There was a significant difference (P <0.05) in liver damage between the control, paracetamol and the fucoidan treated groups. The P + F 100 and P + F 500 exhibited hepatocyte recovery after exposure to paracetamol. The P + F 500 group had better improvement than the P + F100 group. The result of this research showed that fucoidan can be used as a protective liver agent after paracetamol high dosage exposure.
Respon IAA dan BAP Terhadap Multiplikasi In Vitro Tunas Tanaman Krisan Varietas Suciono (Chrysanthemum indicum L) Restanto, Didik Pudji; Nafiah, Nur Lailin; Fanata, Wahyu Indra Duwi; Ratnasari, Tri; Firgiyanto, Refa
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 17 No. 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i2.1.27417

Abstract

AbstrakTanaman krisan varietas Suciono merupakan tanaman hias yang potensial dikembangkan dan diminati oleh penduduk dunia, yang ditunjukkan dengan permintaan pasar terhadap tanaman krisan meningkat sepanjang tahun. Hal ini menyebabkan perbanyakan krisan secara in vitro sangat penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Indole Acetic Acid (IAA) dan Benzly Amino Purine (BAP) terhadap multiplikasi tunas krisan varietas Suciono. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yakni kombinasi hormon IAA dan BAP yang 9 kombinasi, yakni 0 mg/L +  1,5 mg/L; 0 mg/L + 2 mg/L; 0 mg/L + 2,5 mg/L; 0,5 mg/L + 1,5 mg/L; 0,5 mg/L + 2 mg/L; 0,5 mg/L + 2,5 mg/L; 1 mg/L + 1,5 mg/L; 1 mg/L + 2 mg/L; dan 1 mg/L + 2,5 mg/L dimana setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati meliputi analisis histologis kalus, waktu muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, dan jumlah daun. Hasil analisis ragam atau ANOVA menunjukkan bahwa kombinasi IAA 0 mg/L dan BAP 2 mg/L merupakan kombinasi konsentrasi terbaik untuk multiplikasi tunas. Penambahan BAP 2 mg/L mampu menghasilkan persentase muncul tunas. 100%, jumlah tunas 3 per-eksplan, tinggi tunas 7 cm, dan jumlah daun sebanyak 16 helai.AbstractThe variety Suciono of chrysanthemum is a potential ornamental plant that is in demand by the world's population, as indicated by the increasing market demand for chrysanthemum plants throughout the year. This  has led to the importance of in vitro propagation of chrysanthemum. The aim of the this study is to determine the effect of Indole Acetic Acid (IAA) and Benzly Amino Purine (BAP) on the multiplication of chrysanthemum shoots of the Suciono variety. The design of this study used nodus explants, treated with a combination of IAA hormones and BAP. It is make 9 combinations, and then the combinations of hormones is 0 mg/L + 1,5 mg/L; 0 mg/L + 2 mg/L; 0 mg/L + 2,5 mg/L; 0,5 mg/L + 1,5 mg/L; 0,5 mg/L + 2 mg/L; 0,5 mg/L + 2,5 mg/L; 1 mg/L + 1,5 mg/L; 1 mg/L + 2 mg/L; and 1 mg/L + 2,5 mg/L.  The observed variables included histological analysis of callus, time of shoot emergence,  number of shoots, shoots height, and number of leaves. The results of the analysis showed that the treatment with 0 mg/L IAA and 2 mg/L BAP was the best concentration for shoots multiplication. The addition of 2 mg/L BAP was able to produce a percentage of shoots emergence of 100%, 3 shoots per explant, shoots height of 7 cm and 16 leaves.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 18 No. 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 18, No 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 18 No. 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 17, No 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 17 No. 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 16 No. 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 15, No 2 (2022): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 15, No 1 (2022): AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 13, No 1 (2020): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 12, No 2 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 12, No 1 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 11, No 1 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 10, No 2 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 10, No 1 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 9, No 2 (2016): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 9, No 1 (2016): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 8, No 2 (2015): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 8, No 1 (2015): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 7, No 2 (2014): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 7, No 1 (2014): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 6, No 2 (2013): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 6, No 1 (2013): Al-Kauniyah Jurnal Biologi More Issue