cover
Contact Name
Tri Wardhani
Contact Email
twd@widyagama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrika@widyagama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIKA
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 19075871     EISSN : 25416529     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrika mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu pertanian meliputi penelitian di bidang budidaya pertanian, agrobisnis dan teknologi pengolahan hasil pertanian, juga menginformasikan berbagai paket teknologi, ulasan ilmiah, komunikasi singkat dan informasi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
EFEKTIVITAS APLIKASI PUPUK BAKTERI FOTOSINTESIS DENGAN PEMBENAH TANAH PASIR MALANG PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG MERAH Victor Bintang Panunggul; Ayu Sitanini; Afif Hendri Putranto; Awan Arafik
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7583

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) berperan penting dalam ketahanan pangan. Permasalahan dalam budidaya kacang merah di antaranya disebabkan oleh kondisi tanah yang kurang subur dan penggunaan pupuk kimia berlebihan. Tanah yang tidak subur mengakibatkan kekurangan mineral esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal tanaman. Upaya menunjang hasil kacang merah yang optimal dapat dilakukan dengan pemberian pupuk bakteri fotosintesis dan pembenah tanah berupa pasir Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk bakteri fotosintetis dan pembenah tanah pada kacang merah. Penelitian dilakukan di Desa Pegalongan, Kabupaten Banyumas. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap faktorial. Faktor pertama adalah pupuk bakteri fotosintetis yang meliputi C0 (kontrol), C1 (50 ml/2l), dan C2 (100 ml/2l), dan perlakuan pembenah tanah M0 (kontrol), M1 (100 g/polibag), dan M2 (150 g/polibag). Perlakuan diulang tiga kali dan dianalis menggunakan analisis varian (anova). Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) (α=5%) untuk menganalisa perbedaan perlakuan. Parameter yang diamati meliputi berat segar tanaman, indeks luas daun, berat segar akar, berat kering akar, dan berat kacang merah/satuan luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kedua perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Aplikasi pupuk bakteri fotosintesis meningkatkan indeks luas daun, tetapi tidak berpengaruh terhadap parameter lainnya. Pemberian pembenah tanah pasir Malang menunjukkan peningkatan nyata pada berat segar tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata pada indeks luas daun, berat akar segar, berat akar kering, dan berat/satuan luas.
APLIKASI MEDIA HUMUS DAUN BAMBU, DAUN CEMARA DAN BUNGA CEMARA DALAM BAHAN KOMPOS PADA TANAMAN SAWI PAHIT (Brassica juncea L) Yekti Sri Rahayu; Istiyono Kirnoprasetyo; Agoes Hariyanto; Mikael Adri Budi Sulistyo
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7586

Abstract

Tanaman bambu dan cemara menghasilkan dedaunan yang seringkali menjadi limbah di lingkungan tumbuhnya. Seresah yang dihasilkan dari dedaunan tanaman bambu dan cemara berpotensi menjadi pupuk kompos dan humus, tetapi belum banyak informasi ilmiah yang mengkaji pengaruhnya terhadap kesuburan tanah dan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh dari media humus dari tanaman bambu dan cemara terhadap pertumbuhan tanaman sawi pahit (Brassica juncea L.). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri atas 6 perlakuan dan 1 kontrol.  Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 21 unit percobaan. Parameter pertumbuhan meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, lebar daun, panjang daun, berat kering konsumsi dan berat kering total. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan anova dan dilanjutkan dengan uji HSD pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam menggunakan kompos daun bambu dan daun cemara komposisi 2:1, dan daun bambu dengan bunga cemara komposisi 2:1 menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun, berat kering konsumsi dan berat kering total lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya.
ANALISIS KEBERADAAN JAMUR FITOPATOGEN PADA PADI DENGAN SISTEM TANAM ORGANIK DAN PHT Vivi Aprilliya Ningsih; Sri Wiyatiningsih; Safira Rizka Lestari; Herry Nirwanto
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7625

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia, namun produktivitasnya sering terganggu oleh penyakit blas (Pyricularia oryzae) dan bercak cokelat (Helminthosporium oryzae). Kedua patogen ini dapat menurunkan hasil panen secara signifikan, terutama pada kondisi lingkungan yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis insidensi dan intensitas penyakit pada sistem pertanian organik dan pengendalian hama terpadu (PHT) di Mojokerto dan Jombang. Pengambilan sampel dilakukan di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto (950 m dpl) dan Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang (50 m dpl) pada Juli-September 2024. Identifikasi jamur dilakukan melalui isolasi, uji postulat Koch, serta pengamatan makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insidensi H. oryzae mencapai 88% di kedua lokasi dengan intensitas 65% (Jombang) dan 63% (Mojokerto). Sementara itu, insidensi P. oryzae sebesar 86% di Jombang dan 82% di Mojokerto dengan intensitas masing-masing 66% dan 67%. Nilai insidensi yang tinggi menunjukkan kategori serangan sangat berat, meskipun intensitas masih tergolong sedang. Analisis uji T menunjukkan adanya hubungan signifikan antara faktor lingkungan (suhu dan kelembapan) dengan perkembangan penyakit (P<0.05) dan korelasi dengan r = 0.6-0.8. Hasil ini menegaskan bahwa kondisi agroekosistem dan varietas padi berperan penting terhadap tingkat serangan patogen, serta sistem budidaya organik maupun PHT mempengaruhi dinamika penyakit.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN CABE RAWIT (Capcicum frutescens L.) DI KECAMATAN BATU MANDI KABUPATEN BALANGAN Shidqi Chumaidi; Nukhak Nufita Sari; Andin Muhammad Abduh; Hikma Ellya; Rila Rahma Apriani; Ronny Mulyawan
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7635

Abstract

Ketidakseimbangan antara permintaan dan produktivitas cabai rawit diduga karena adanya kendala pada karakteristik lahan yang menghambat pertumbuhan tanaman. Perlu dilakukan evaluasi kesesuaian lahan cabai rawit untuk mengidentifikasi faktor-faktor pembatas pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan, serta mengidentifikasi faktor pembatas utama yang mempengaruhinya. Analisis dilakukan berdasarkan data sifat fisik dan kimia tanah pada enam satuan peta lahan (SPL), yang meliputi parameter data sifat tanah (pH H₂O, N-total, P₂O₅, K₂O, KB, C-organik) dan faktor lingkungan (suhu, curah hujan, drainase, tekstur). Penilaian kelas kesesuaian lahan dilakukan dengan mengacu pada petunjuk teknis evaluasi lahan untuk komoditas pertanian tanaman cabai. Secara aktual, banyak satuan lahan berada pada kelas N/S3 karena pH rendah, KB rendah, dan hara makro terbatas, beberapa lokasi juga dibatasi drainase dan tekstur. Melalui pengapuran, penambahan bahan organik, pemupukan berimbang, perbaikan drainase dan wind breaker kelas meningkat menjadi S1. Pembatas kimia-fisik lahan bersifat dapat diperbaiki, pengelolaan kesuburan spesifik lokasi dan pengaturan air yang konsisten diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas cabai rawit di Batu Mandi.
DINAMIKA ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN BUDURAN KABUPATEN SIDOARJO: ANALISIS SPASIAL, TREN, DAN IMPLIKASINYA Rafli Anggarda Prayogi; Mirza Andrian Syah; . Mubarokah
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7636

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan nonpertanian merupakan fenomena yang semakin meningkat dengan semakin pesatnya pembangunan wilayah, khususnya di daerah penyangga perkotaan yaitu Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran lahan pertanian di Kabupaten Sidoarjo, menganalisis perkembangan lahan pertanian dan lahan nonpertanian di Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo, dan merumuskan implikasi penelitian bagi pemerintah daerah terkait alih fungsi lahan pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo serta berbagai literatur dan dokumen pendukung yang relevan. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis pemetaan spasial, analisis tren, serta analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran lahan pertanian di Kabupaten Sidoarjo lebih tinggi pada kecamatan yang berdekatan dengan pusat urban, termasuk Kecamatan Buduran. Perkembangan penggunaan lahan di Kecamatan Buduran memperlihatkan kecenderungan penurunan luas lahan pertanian sebesar 214%/tahun yang berbanding terbalik dengan peningkatan lahan permukiman sebesar 4.19%/tahun, lahan industri sebesar 2.38%/tahun, dan lahan perdagangan sebesar 7.54%/tahun. Proyeksi lahan pertanian diperkirakan akan menurun sebesar 2.96%/tahun, berbanding terbalik dengan peningkatan lahan permukiman sebesar 2.96%/tahun, lahan industri sebesar 1.88%/tahun, dan lahan perdagangan sebesar 4.15%/tahun. Implikasinya, diperlukan penguatan peran pemerintah daerah melalui penegakan peraturan tata ruang (RTRW, RDTR, LP2B), pemberdayaan petani dengan insentif ekonomi dan teknologi, serta pengembangan agripreneurship untuk menarik generasi muda. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pengendalian tata ruang wilayah, perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, serta peningkatan pengawasan pemanfaatan ruang guna menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan kesejahteraan petani.
EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK SEBAGAI MEDIA TUMBUH Trichoderma brevicompactum DAN UJI ANTAGONISME TERHADAP Fusarium sp. SERTA STIMULASI PERKECAMBAHAN BENIH CABAI Nurhayati T. Moli; Rida Iswati; Mohamad Lihawa
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7637

Abstract

Kulit pisang kepok sebagai limbah pertanian mengandung nutrisi dan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai media alternatif untuk membiakkan Trichoderma brevicompactum, yaitu bahan formulasi pengontrol hayati Fusarium sp., dan peningkat pertumbuhan benih cabai. Penelitian ini bertujuan menguji potensi ekstrak kulit pisang kepok sebagai media tumbuh T. brevicompactum, efektivitas formulasi antagonisnya terhadap Fusarium sp. secara in vitro, dan pengaruhnya pada perkecambahan benih cabai yang terinfeksi. Penelitian dilakukan pada April-Juli 2025 di Laboratorium Agen Hayati Balai Perlindungan Tanaman Pertanian Provinsi Gorontalo menggunakan rencana acak lengkap (RAL). Parameter yang diamati meliputi sifat fisik-kimia, kerapatan spora, berat berangkasan miselium, daya hambat terhadap Fusarium sp., daya berkecambah, dan indeks vigor benih cabai. Data dianalisis dengan uji t-Test, anova, dan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok dan Potato dextrose Broth (PDB) standar mendukung pertumbuhan T. brevicompactum dengan kerapatan spora mencapai 1.1×10⁹ spora/ml, sehingga memiliki potensi sebagai media cair yang ekonomis dan ramah lingkungan. Formulasi ini mampu menghambat pertumbuhan Fusarium sp. hingga 25.11%, meningkatkan viabilitas benih cabai dengan daya berkecambah 96.7% dan indeks vigor 83.3-97.0%.
EFEKTIVITAS LIMBAH CAIR TAHU DAN AIR KELAPA SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PERBANYAKAN Bacillus mycoides DALAM MENGENDALIKAN ANTRAKNOSA CABAI SECARA IN VITRO Wafiah Huwaina Zata Dini; Endang Triwahyu Prasetyawati; Arika Purnawati
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7638

Abstract

Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura utama di Indonesia. Organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyerang cabai adalah Colletotrichum sp. penyebab penyakit antraknosa. Bacillus mycoides dapat mengendalikan penyakit antraknosa. Limbah cair tahu dan air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai media alternatif perbanyakan B. mycoides. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah media alternatif: NB/PDA, limbah cair tahu, air kelapa, dan limbah cair tahu + air kelapa. Faktor kedua adalah umur biakan: 24 jam dan 48 jam. Data dianalisis menggunakan Analisa ragam (Anova) dan apabila terdapat pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi perlakuan yang nyata antara perlakuan jenis media dengan umur biakan terhadap pertumbuhan Bacillus mycoides serta antagonismenya terhadap jamur Colletotrichum sp. Perlakuan B3A1 (media air kelapa dengan umur biakan 24 jam) menghasilkan jumlah koloni sebesar 1.53 ×  CFU/ml dan mengakibatkan daya hambat tertinggi terhadap Colletotrichum sp. sebesar 40.48%.
PENGARUH KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Rika Retno Kartikawati; Agus Sulistyono; M Makhziah
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7639

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura penting yang bernilai ekonomi tinggi. Produksi bawang merah mengalami penurunan. Upaya untuk meningkatkan produksi dapat dilakukan dengan memanfaatkan zat pengatur tumbuh (paclobutrazol) dan pengaturan jarak tanam. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pengembangan Benih Padi dan Palawija, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi paclobutrazol dan faktor kedua adalah jarak tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan konsentrasi paclobutrazol dan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman dan jumlah daun/rumpun, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot umbi/rumpun, bobot umbi/1.69 m², bobot umbi/hektar, dan jumlah umbi/rumpun. Konsentrasi paclobutrazol 150 ppm dengan jarak tanam 20x20 cm cenderung memberikan hasil tertinggi pada parameter panjang tanaman dan jumlah daun/rumpun, sedangkan jarak tanam yang lebih rapat meningkatkan produksi umbi/hektar.
DINAMIKA UNSUR HARA MAKRO TANAH GAMBUT PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DENGAN UMUR TANAM YANG BERBEDA M. Munawarah; M. Izhar; Dela Arinda; Samsul Ma’arif
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7640

Abstract

Pemanfaatan lahan gambut sebagai lahan perkebunan kelapa sawit semakin luas di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Utara. Perubahan penggunaan lahan dan umur tanaman kelapa sawit dapat mempengaruhi dinamika unsur hara makro tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika unsur hara makro (N, P, dan K) pada tanah gambut berdasarkan perbedaan umur tanam kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni- Agustus 2025 di PT Perkebuanan IV Kebun Meranti Paham, Labuhanbatu, Sumatera Utara. Metode yang diguanakan adalah survei dengan teknik purposive sampling pada tiga umur tanam (11,13, dan 15 tahun) dengan tiga ulangan. Data dianalisis menggunalan ANOVA satu arah dan dilanjutkan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur hara nitrogen berkisar antara 1.11%-1.78% dan kalium berkisar antara 0.39%-1.05% dengan kandungan tertinggi pada kelapa sawit umur 15 tahun, sedangkan unsur hara fosfor berkisar antara 0.13%-0.25% dengan kandungan tertinggi pada kelapa sawit umur 13 tahun. Dinamika unsur hara pada gambut berfluktuasi. Dengan bertambahnya umur kelapa sawit, kandungan nitrogen pada gambut akan menurun, kandungan fosfor sedikit menurun, sedangkan unsur hara kalium semakin meningkat.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) SECARA HIDROPONIK SISTEM WICK PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI AB-MIX Fanny Abdi Atika Hani; Rosmaiti Rosmaiti; Iswahyudi Iswahyudi
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7643

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu jenis tanaman yang popular di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni  2025 di Rumah Kasa Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Samudra. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis media tanam (M) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu M1= Rockwool, M2 = Arang sekam dan M3 = Cocopeat serta konsentrasi nutrisi AB-Mix (K), yang terdiri dari 3 taraf, yaitu K1 = 750 ppm,K2 = 1 000 ppm dan K3 = 1 250 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing perlakuan tunggal jenis media tanam dan konsentrasi AB-mix berpengaruh sangat nyata pada beberapa parameter pengamatan. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan media tanam cocopeat (M3) dan arang sekam (M2). Konsentrasi AB-Mix terbaik adalah 750 ppm (K1).