cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
tabularasa.psikologi@unmer.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Raya Dieng 62-64 Malang. Telp. 0341-568395
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Tabularasa
ISSN : 16937007     EISSN : 2541013X     DOI : 10.26905
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Tabularasa is a scientific periodical journal issued by the Faculty of Psychology, University of Merdeka Malang. It is published twice a year, in April and October. The journal's scopes include clinical psychology, developmental psychology, educational psychology, and industrial & organizational psychology. This scientific periodical journal is aimed to foster, develop, and enhance knowledge in the field of psychology through scientific communication. Authors are encouraged to submit complete, unpublished, original, full-length articles that are not currently being reviewed in other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Kualitas hidup mahasiswa: tinjauan dari peran dukungan sosial keluarga, teman, dan significant others Dessi christanti; Eli Prasetyo; Detricia Tedjawidjaja
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 19, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i1.10721

Abstract

ABSTRACTVarious problems and challenges as a student can make individual feels stressed so that ultimately individuals perceive their quality life as low. Quality of life is an individual’s evaluation of the quality of some of his or her functions in the context of the culture and values in which individual lives. One of the factors that affect quality of live is the social support which can come from family, peers, and significant others. Social support is a help from other people for individuals. Social support is needed by individual to be able to deal with the problem well so as not to reduce the level of quality of life. This study aimed to determine the role of social support from family, peers, and significant others on the quality of life of students. The research subject were 148 students (male = 38, female = 109) who were studying in Surabaya. This study used Youth Quality of Life Instrument Short version (YQL-SF) dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MPPS). The result showed that the three sources of social support together played a role in improving quality of life of students (F = 29,540; p = 0,001). The magnitude of the contribution of the social support is 38,1%. Of the three sources of social support, only family social support significantly affects quality of life. This finding is because most of the research subjects still live with their family. The implication of this research is that it is important for families to support consistently their children to have a good quality of life.ABSTRACTBeragam tantangan dan masalah sebagai mahasiswa dapat membuat individu merasa stres sehingga individu memersepsi kualitas hidupnya rendah. Kualitas hidup adalah evaluasi individu terhadap kualitas beberapa fungsi dirinya dalam konteks budaya dan nilai-nilai di tempat individu tinggal. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup adalah dukungan sosial yang dapat bersumber dari keluarga, teman dan significant others. Dukungan sosial adalah bantuan dari orang lain bagi individu. Dukungan sosial diperlukan indvidu agar mampu menghadapi masalah sehingga tidak menurunkan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial dari keluarga, teman, dan significant others terhadap kualitas hidup mahasiswa. Subyek penelitian adalah 148 orang mahasiswa (laki-laki = 39, perempuan = 109) yang sedang kuliah di Surabaya. Penelitian ini menggunakan alat ukur Youth Quality of Life Instrument – Short version (YQL-SF) dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MPPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama ketiga sumber dukungan sosial berperan meningkatkan kualitas hidup mahasiswa (F = 29,540 ; p = 0,001). Besarnya sumbangan peran dukungan sosial terhadap kualitas hidup sebesar 38.1%. Dari ketiga sumber dukungan sosial, hanya dukungan sosial dari keluarga yang secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa (p = 0,001). Temuan ini diduga karena sebagian besar subjek penelitian masih tinggal bersama dengan keluarganya. Implikasi penelitian ini adalah penting bagi keluarga untuk secara konsisten mendukung anaknya agar memiliki kualitas hidup yang baik.
Aktivitas counting blessing dalam penanganan psychological distress pada pasien kanker payudara Anak Agung Sri Sanjiwani; Ketut Lisnawati; Anak Agung Gde Oka Widana
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 18, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v18i2.10943

Abstract

ABSTRACTBreast cancer patients experience recurrent negative thoughts that can cause psychological distress. This problem of psychological distress is also associated with a negative perception of all aspects of cancer, and cancer patients have a tendency to focus only on the negative possibilities that will occur. This study aims to determine the effect of providing counting blessings as one of the gratitude interventions in helping breast cancer patients cope with the psychological distress they experience. This study used a quasi-experimental method with a pre-posttest with control group design involving 22 respondents. The counting blessings activity was delivered by repeatedly asking respondents (experimental group) to write down five things for which they were grateful each day. Psychological distress was measured using the Hospital Anxiety Depression Scale (HADS) questionnaire. The results of this study indicate that there is a significant effect on the level of psychological distress (anxiety and depression) of breast cancer patients after being given the counting blessings activity (p=0.000 for anxiety and p=0.002 for depression). The efforts made by patients to focus on the positive aspects of daily life are beneficial in helping them to re-interpret what is happening in their lives.ABSTRAKPasien kanker payudara mengalami berbagai pikiran negatif berulang yang dapat menyebabkan psychological distress. Permasalahan psychological distress ini juga melibatkan adanya persepsi negatif terhadap segala aspek dari penyakit kanker dan pasien kanker cenderung hanya fokus pada kemungkinan negatif yang akan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian aktivitas counting blessing sebagai salah satu gratitude intervention dalam membantu pasien kanker payudara menangani psychological distress yang dialami. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan pre-posttest with control group yang melibatkan 22 responden. Aktivitas counting blessing diberikan dengan meminta responden (kelompok eksperimen) secara berulang untuk menuliskan lima hal yang disyukuri setiap harinya. Kondisi psychological distress diukur menggunakan kuisioner HADS (Hospital Anxiety Depression Scale). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada tingkat psychological distress (kecemasan dan depresi) pasien kanker payudara setelah diberikan aktivitas counting blessing (p=0,000 kecemasan dan p=0,002 pada depresi). Upaya yang dilakukan pasien dalam memberikan perhatian pada aspek positif dalam kehidupan sehari-hari memberikan manfaat dalam membantu pasien memaknai ulang apa yang telah dijalani dalam kehidupannya.
Group intervention for emotion regulation training based on cognitive behavioral therapy (CBT) to reduce stress levels in early adolescents Haramain, Adelia Shafira; Boediman, Lia Mawarsari
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol. 19 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i2.13906

Abstract

ABSTRACTEntering the early adolescent development phase brings many challenges for individuals, which can trigger prolonged stress. Adolescents need to overcome this stress to minimize further impacts, such as social relationship problems, academic difficulties, and psychological issues. This study aims to evaluate the effectiveness Cognitive Behavioral Therapy (CBT)-based emotional regulation training in reducing stress levels in early adolescents. This study used quasi-experimental research type with one-group pretest-posttest design. The participants were six early adolescents (12-14 years old) who exhibited severe levels of stress and emotional dysregulation. Changes in stress levels and emotional dysregulation were measured using the Difficulties in Emotion Regulation Scale-Short Form (DERS-SF) and the Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) before, immediately after, and one month post-intervention. Friedman test results showed significant decrease in the level of emotional dysregulation (p=.04; p<.05) and stress levels (p=.03; p<.05) from pretest, posttest, and follow up. These findings suggest that CBT-based emotion regulation training is effective in improving emotion regulation skills and reducing stress levels in early adolescents.ABSTRACTMemasuki fase perkembangan remaja awal membawa banyak tantangan bagi individu yang dapat memicu stres berkepanjangan. Remaja perlu mengatasi stres yang muncul untuk meminimalisir dampak lebih lanjut seperti masalah hubungan sosial, masalah akademik, hingga masalah psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan regulasi emosi berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT) untuk membantu menurunkan tingkat stres pada remaja awal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Partisipan penelitian merupakan enam orang remaja awal (12-14 tahun) yang menunjukkan tingkat stres dan disregulasi emosi yang tergolong berat. Perubahan tingkat stres dan disregulasi emosi diukur melalui skor yang diperoleh sebelum, setelah, dan 1 bulan setelah intervensi berdasarkan alat ukur Difficulties in Emotion Regulation Scale-Short Form (DERS-SF) dan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21 Hasil uji Friedman menunjukkan bahwa adanya penurunan yang signifikan pada tingkat disregulasi emosi (p=.04; p<.05)) dan tingkat stres (p=.03; p<.05) dari pretest, posttest, dan follow up. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan regulasi emosi berbasis CBT efektif meningkatkan kemampuan regulasi emosi dan menurunkan tingkat stres pada remaja awal.
Parental preparation and management to cope with earthquake disaster Sarry, Septi Mayang; Mafaza, Mafaza; Anggreiny, Nila
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol. 19 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i2.12820

Abstract

ABSTRACTElementary school-age children who live in earthquake-prone areas must have disaster preparedness skills. However, they have limited understanding on disaster risks and are unengaged to protect themselves from harm. Parents have a significant role to prepare their children to overcome this situation. Descriptive quantitative method used in this study to describe disaster preparation and management of parents with school-age children. Three hundred and four parents participated in this study (81 fathers and 223 mothers) and completed the research questionnaire of parental disaster preparedness and management by Kawasaki et al (2019). The data was collected from eleven districts in Padang using cluster random sampling technique. The results showed that parents’ disaster preparations are more focused on ensuring the safety of children (68.1%). Moreover, parents perceive that school facilities and infrastructure to deal with earthquakes are inadequate (47.7%). In terms of earthquake disaster management, parents are more concerned about ensuring their children’s physical health (97%) than mental health (79.6%). Meanwhile, most parents still have difficulty planning post-disaster management related to providing learning facilities (53.6%) and ensuring the continuity of the learning process (48%).ABSTRACTAnak usia sekolah dasar yang tinggal di daerah rawan bencana gempa bumi harus memiliki kemampuan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Akan tetapi, pengetahuan mereka masih terbatas untuk menilai resiko bencana dan kurang mampu untuk bisa menyelamatkan diri terutama saat sedang tidak bersama orang tua, seperti di sekolah. Oleh karena itu, orang tua perlu sedini mungkin mempersiapkan anak agar dapat mengurangi resiko bencana pada diri mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran persiapan dan manajemen bencana orang tua yang memiliki anak usia sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sebanyak 304 orang tua berpartisipasi dalam penelitian ini (81 ayah dan 223 ibu) mengisi kuesioner yang dikembangkan oleh Kawasaki dkk (2019) mengenai persiapan orang tua dalam menghadapi bencana. Teknik cluster sampling dilakukan untuk mengambil sampel dari 11 kecamatan yang ada di Kota Padang. Persiapan orang tua dalam menghadapi bencana lebih kepada upaya memastikan agar anak bisa menyelamatkan diri (68,1%). Meskipun, persepsi orang tua terhadap sarana dan prasarana sekolah untuk menghadapi gempa bumi dianggap kurang memadai (47,7%). Manajemen bencana yang paling diperhatikan orang tua ketika terjadi bencana gempa bumi yaitu memastikan kesehatan fisik anak (97%) dibandingkan kesehatan mental (79,6%). Saat berada di tempat pengungsian atau masa evakuasi sebagian orang tua merasa kesulitan untuk menyediakan sarana pendidikan dan pembelajaran (53,6%) dan memastikan keberlangsungan proses belajar (48%)
Between uncertainty and aspiration: Future expectations of Juvenile Inmates at the Class 1 Correctional Facility for Children in Kupang Kuntoro, Wistya Rullyati; Djawa, Harnita Erwanda Widyanti; Haning, Stevy Puji Lestari; Tokan, Marciany Chayaratry Airlangga Putri; Kiling, Indra Yohanes
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol. 19 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i2.13507

Abstract

ABSTRACTThe present study aimed to explore the future aspirations of children in correctional facilities (Andikpas) at the Kupang Class 1 Special Correctional Institution for Children (LPKA). By understanding their hopes and aspirations, this study seeks to provide insights into the challenges faced by these children in the process of social reintegration. The study also aimed to identify factors influencing their aspirations, including social stigma, institutional support, and family economic conditions. It is crucial to highlight that the future of children in correctional facilities is heavily influenced by a range of interconnected factors. By gaining a better understanding of the aspirations and challenges faced by Andikpas, this study is expected to provide useful recommendations for policymakers, correctional institutions, and the broader community to create a more supportive environment for these children. Comprehensive support from various stakeholders is essential to help them realize their hopes and aspirations after leaving the LPKA.ABSTRACTAspirasi masa depan merupakan aspek penting bagi anak didik pemasyarakatan (Andikpas) di LPKA Klas 1 Kupang, yang sedang menjalani proses reintegrasi sosial. Aspirasi masa depan dapat mempengaruhi motivasi, perilaku, dan kesejahteraan Andikpas. Namun, aspirasi mereka seringkali terhambat oleh berbagai faktor ketidakpastian yang mereka hadapi, seperti stigma sosial, kesulitan ekonomi, akses sumber daya yang terbatas, dukungan keluarga, teman, dan pihak LPKA. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aspirasi masa depan Andikpas di LPKA Klas 1 Kupang. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dan menerapkan analisis tematik sebagai metode utama dalam menganalisis data. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi di LPKA Klas 1 Kupang. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari data yang diperoleh dari lima Andikpas yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif tentang aspirasi masa depan Andikpas dan tantangan yang mereka hadapi. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan dan pembinaan Andikpas.
A comparative study of loneliness from psychological well being as predictor of mental health students living in dormitories: A cross cultural study Nadhilah, Amalia; Jati, Sri Nugroho; Visyastuti, Vidyastuti
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol. 19 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i2.13248

Abstract

ABSTRACTThis cross-cultural study looked at levels of loneliness that reviewed psychological well-being as a predictor of mental health in students in Indonesia and Malaysia living at the Asrama. Loneliness Statistics states that 43% of 17-25-year-olds feel loneliness and psychological well-being as one of the predictive factors of the level of loneliness. Interviews showed that students felt lonely due to differences and changes in the environment. Feeling alone, hard to adapt, and incapable of growing. A total of 235 Indonesian and Malaysian students live in dorms. Instrument scale with loneliness and psychological well-being. Purposive sampling technique. Independent sample t-test for comparative data analysis of lonely Indonesian and Malaysian students living in dorms. Regression test to see impact of psychological well-being on loneliness. While Malaysian and Indonesian students reported comparable levels of loneliness, the study also discovered that psychological well-being had an impact on loneliness. The implications of this research are that by understanding the importance of improving understanding and implementing psychological well-being effectively, students can overcome feelings, situations and conditions that cause loneliness and have a healthy mentality.ABSTRACTPenelitian cross-cultural ini untuk melihat tingkat kesepian yang ditinjau kesejahteraan psikologis sebagai prediktor kesehatan mental pada mahasiswa di Indonesia dan Malaysia yang tinggal di Asrama. Loneliness Statistics menyatakan bahwa 43% yang berusia 17-25 tahun merasa kesepian dan kesejahteraan psikologis menjadi salah satu faktor yang memprediksi tingkat kesepian. Wawancara awal menunjukkan mahasiswa merasa kesepian akibat adanya perbedaan dan perubahan lingkungan. Perasaan terasingkan, sulit beradaptasi, tidak percaya diri dan tidak mampu mengembangkan diri. Sebanyak 235 mahasiswa Indonesia dan Malaysia tinggal di asrama dilibatkan. Instrumen dengan skala kesepian dan kesejahteraan psikologis. Teknik pengambilan dengan purposive sampling. Metode independent sample t-test untuk analisis data perbandingan kesepian mahasiswa Indonesia dan Malaysia yang tinggal di asrama. Serta, uji regresi untuk melihat pengaruh kesejahteraan psikologis terhadap kesepian. Hasil penelitian menemukan adanya persamaan pada tingkat kesepian mahasiswa Malaysia maupun Indonesia namun ditemukan kesejahteraan psikologis berpengaruh pada kesepian. Implikasi dari penelitian ini menghasilkan bahwa memahami pentingnya meningkatkan pemahaman dan penerapan kesejahteraan psikologis secara efektif, sehingga mahasiswa bisa mengatasi perasaan, situasi dan kondisi yang menyebabkan kesepian serta memiliki mental yang sehat.
Cross-cultural psychological studies in educational settings on Asia: Bibliometric analysis and narrative study Raharjo, Alim Panggih; Amaliyah, Khurun In; Azizah, Siti Nur; Ferida, Reni; Khasanah, Nafiatul
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol. 19 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i2.13436

Abstract

ABSTRACTThe culture of Asian societies that are different from the West can influence different approaches to the educational process. Understanding the differences in cross-cultural psychology in Asia and the West can help teachers and curriculum designers provide appropriate learning techniques and strategies for multicultural students. This study aims to find out 1) Cross-cultural psychology research trends in educational settings, 2) Mapping the cross-cultural psychology studies in educational settings, and 3) Explaining cross-cultural psychology studies in educational settings in Asia. The methods used are bibliometric analysis (VOSViewer) and narrative studies. The result is that research trends are less desirable or researched and research topics related to cultural competency, attitude, comparative study, student-teacher relationship, and adaptation.ABSTRACTBudaya masyarakat Asia yang berbeda dengan wilayah Barat dapat memengaruhi perbedaan pendekatan-pendekatan dalam proses pendidikan. Memahami perbedaan psikologi antarbudaya di Asia dan wilayah Barat dapat membantu guru dan perancang kurikulum untuk memberikan teknik dan strategi pembelajaran yang tepat bagi siswa yang multikultur. Studi ini bertujuan untuk mencari tahu 1) Trend penelitian psikologi lintas budaya dalam setting pendidikan, 2) Memetakan studi-studi psikologi lintas budaya dalam setting pendidikan, dan 3) Menjelaskan kajian psikologi lintas budaya dalam setting pendidikan di Asia. Metode yang digunakan yaitu analisis bibliometrik (VOSViewer) dan studi naratif. Hasilnya bahwa trend penelitian kurang diminati atau diteliti dan topik penelitian berkaitan dengan cultural competency, attitude, comparative study, student-teacher relationship, dan adaptation.
Application of group counseling based on cognitive behavioral therapy to students with a tendency to online game addiction in Malang City Priyambodo, Aji Bagus; Vardia, Melly Amalia; Lestari, Laila Indra
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol. 19 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i2.13814

Abstract

ABSTRACTThe prevalence of students with a tendency to online game addiction is increasing, but studies on effective intervention to overcome the problem are still very limited. In this article, the influence of group counseling based on cognitive behavioral therapy on the tendency of online game addiction in students is discussed. The method in this study uses a quasi experiment, with a one group pre-test post-test design. The sampling technique used was purposive sampling. The sample in this study is ten students in Malang City. The reliability test of the online game addiction tendency instrument used alpha cronbach with a coefficient value of 0.9. The assumption test uses normality and homogeneity tests. Test the hypothesis using a paired sample t-test using SPSS 20 for Windows. The results showed that there was a difference between the pre-test and post-test scores with a value of p = 0.00, so it can be concluded that there was a significant change in the level of the subject’s online game addiction tendency between before and after being treated. The mean pre-test score was higher than the mean post-test score, so it can be concluded that the students showed a decrease in the tendency of online game addiction after being given psychological intervention in the form of group counseling based on cognitive behavioral therapy.ABSTRACTPrevalensi siswa dengan kecenderungan adiksi game online semakin meningkat, namun kajian tentang tindakan penanganan yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut masih sangat terbatas. Dalam artikel ini dibahas pengaruh konseling kelompok berbasis terapi kognitif perilaku terhadap kecenderungan adiksi game online pada pelajar. Metode penelitian ini menggunakan rancangan kuasi-eksperimental one group pre-test posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan tujuan memilih partisipan yang memiliki karakteristik spesifik yang relevan dengan tujuan penelitian. Sampel pada penelitian ini adalah sepuluh orang pelajar di Kota Malang. Uji reliabilitas instrumen kecenderungan adiksi game online menggunakan alpha cronbach dengan nilai koefisien sebesar 0,9.. Uji asumsi menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Uji hipotesis dengan menggunakan paired sample t-test dengan bantuan SPSS 20 for Windows. Hasilnya diketahui terdapat perbedaan antara skor pre-test dan post-test dengan nilai p = 0,00 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan pada tingkat kecenderungan adiksi game online subyek antara sebelum diberi perlakuan dan setelah diberikan perlakuan. Mean skor pre-test lebih tinggi dibandingkan mean skor post-test maka dapat disimpulkan bahwa para pelajar menunjukkan penurunan kecenderungan adiksi game online setelah diberikan intervensi psikologis berupa konseling kelompok berbasis terapi kognitif perilaku
Content validity of humility scale in Javanese cultural society Pebriani, Novita; Raharjo, Alim Panggih; Azizah, Siti Nur; Widodo, Prasetyo Budi
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol. 19 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i2.13421

Abstract

ABSTRACT Humility is an individual who is based on humility so that he can put other people’s perspectives on himself and be able to realize the shortcomings and strengths within the Javanese community. The items developed in this study are in the form of an interval Likert scale consisting of 4 weights, namely strongly agree (SS), agree (S), disagree (TS) and strongly disagree (STS). Validity is carried out on each indicator compiled by researchers with an Aiken’s V limit of 0.8. Here involved experts (expert judgment) with a total of 9 people. The results of the Aikens’ V analysis show that the humility scale in Javanese cultural society developed in this study has good content validity, with a V value of more than 8 in indicator testing, aspects in content validity testing on 54 humility scale items in Javanese society.ABSTRAKHumility adalah individu yang didasari oleh kerendahan hati sehingga dapat menempatkan perspektif orang lain pada dirinya dan mampu menyadari kekurang dan kelebihan didalam diri masyarakat budaya jawa. Aitem yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa skala likert interval yang terdiri dari 4 bobot yankni sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Validitas yang dilakukan pada setiap indikator yang disusun peneliti dengan batas Aiken’s V sebesar 0,8. Disini melibatkan ahli (expert judgment) dengan jumlah 9 orang. Hasil dari analisis Aikens’ V menunjukan bahwa skala humility pada masyarakat suku jawa yang dikembangkan pada penelitian ini memiliki validitas isi yang baik, dengan nilai V lebih dari 8 pada pengujian indikator, aspek dalam pengujian validitas isi pada 54 aitem skala humility pada masyarakat budaya jawa
The impact of social stigma and adaptation strategies on adolescents with intellectual disabilities at Kinasih Inclusive Disability House Tsaniyah, Aninda Ma'rufatus; Mutmainnah, Ummu' Abidah Dzakiyyah; Azizah, Siti; Fahmy, Zulfa; Masfia, Irma
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol. 19 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i2.13055

Abstract

ABSTRACTThe impact of a significantly low level of intelligence causes a person with an intellectual disability to be socially stigmatized. This social stigma causes the accessibility of people with intellectual disabilities to be limited. This difficulty in accessing various things makes people with disabilities even more helpless. Therefore, our research has an in-depth focus on the social stigma attached to people with intellectual disabilities and the impacts caused as well as strategies to deal with existing social stigma. This research uses a qualitative approach with a case study method. The location of this research is located at Rumah Difabel Inklusi MT Haryono, Semarang. The informants in this study are 2 parents of 3 children with intellectual disabilities and administrators from the Inclusive Disability House. The social stigma obtained by adolescents with intellectual disabilities in the form of labeling, separation, and discrimination that has a negative impact on adolescents with intellectual disabilities. the impact encourages adaptive behavior by using various adaptation strategies. the main is the creation of an inclusive community. Adolescents with intellectual disabilities get social stigma in various forms, social stigma has an impact on the lives of adolescents with intellectual disabilities and their parents who are also affected by existing social stigma. This impact encourages them to carry out adaptation strategies that begin with self-acceptance, education, and forming inclusive communities. These efforts have a positive influence on the development of adolescents with intellectual disabilities.ABSTRACTDampak dari tingkat intelegensi yang rendah secara signifikan menyebabkan seseorang dengan disabilitas intelektual mendapatkan stigma sosial. Stigma sosial tersebut menyebabkan aksesibilitas penyandang disabilitas intelektual menjadi terbatas. Kesulitan dalam mengakses berbagai hal ini yang menjadikan penyandang disabilitas semakin tidak berdaya. Maka dari itu, penelitian kami memiliki fokus mendalam pada stigma sosial yang melekat pada penyandang disabilitas intelektual dan dampak yang ditimbulkan serta strategi menghadapi stigma sosial yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian ini terletak di Rumah Difabel Inklusi MT Haryono, Semarang. Informan dalam penelitian kali ini adalah 2 orang tua dari 3 anak disabilitas intelektual dan pengurus dari Rumah Difabel Inklusi. Stigma sosial yang didapatkan remaja disabilitas intelektual berupa pelabelan, pemisahan, dan diskriminasi yang memberikan dampak negatif pada remaja disabilitas intelektual. Dampak tersebut mendorong perilaku adaptif dengan menggunakan berbagai strategi adaptasi. Utamanya adalah diciptakannya komunitas inklusi Remaja penyandang disabilitas intelektual mendapatkan stigma sosial dalam berbagai bentuk, stigma sosial memberi dampak pada kehidupan anak remaja disabilitas intelektual beserta orangtua mereka yang ikut serta terkena dampak stigma sosial yang ada. Dampak tersebut mendorong mereka melakukan strategi adaptasi yang diawali dengan penerimaan diri, edukasi, dan membentuk komunitas inklusi. Upaya-upaya tersebut memberikan pengaruh positif pada perkembangan remaja disabilitas intelektual.