cover
Contact Name
Agustina Tri Wijayanti
Contact Email
agustina_tw@uny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sudrajat@uny.ac.id
Editorial Address
Jalan Colombo No 1 Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
ISSN : 23550139     EISSN : 26157594     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JIPSINDO, an academic journal that centered in social studies i.e social education (curriculum, teaching, instructional media, and evaluation), moral education, and multicultural education. We are interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
Pengembangan media pembelajaran wayang figur kedaerahan Rustan, Edhy; Munawwarah, Sitti; Hisbullah, Hisbullah
JIPSINDO Vol. 9 No. 1 (2022): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v9i1.47419

Abstract

Penelitian bertujuan untuk 1) menganalisis kebutuhan terhadap media pembelajaran, 2) mengetahui rancangan media pembelajaran berbasis wayang, dan 3) mengetahui kelayakan media berbasis wayang figur kedaerahan. Metode yang digunakan peneliti yaitu Research & Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (analyze, design, development, implementation, dan evaluation). Penelitian ini dilakukan pada kelas II Madrasah Ibtidaiyah  Al-Mujahidin Baku-Baku, Malengke, Luwu Utara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan tes. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan diperoleh bahwa siswa menyukai media pembelajaran yang bergerak dan menarik untuk meningkatkan semangat mengikuti pembelajaran. Produk yang dihasilkan dinyatakan sangat layak oleh tiga ahli, dengan hasil kelayakan media oleh ahli pengembang sebesar 0,91, ahli materi sebesar 0,83, dan ahli media sebesar 0,83. The devolepment of puppet medium learning on locality figureThe research aims to 1) analyze the need for learning media, 2) determine the design of puppet-based learning media, and 3) determine the feasibility of regional puppet-based media. The method used by the researcher is Research & Development (R&D) with the ADDIE development model (analyze, design, development, implementation, and evaluation). This research was conducted in class II Madrasah Ibtidaiyah Al-Mujahidin Baku-Baku. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and tests. Based on the results of the needs analysis, it was found that students liked moving and interesting learning media to increase enthusiasm for learning. The resulting product was declared very feasible by three experts, with the results of media eligibility by a developer expert of 0.91, a material expert of 0.83, and a media expert of 0.83.
Sumber belajar IPS berbasis ethnopedadogy Erna, Dwi; Falaq, Yusuf
JIPSINDO Vol. 9 No. 1 (2022): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v9i1.43931

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan menyusun materi pembelajaran IPS berbasis ethnopedagogy dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa studi terhadap referensi dan hasil penelitian dengan teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang lebih mengutamakan orientasi lingkungan sosial penting. Nilai-nilai kearifan lokal dapat dimanfaatkan untuk memperkaya materi sebagai pengembangan topik atau tema. Pengembangan pembelajaran IPS yang berbasis nilai kearifan lokal, diantaranya; 1) proses penentuan topik atau tema; 2) menetapkan judul dari tema; 3) pemilihan serta analisis komponen silabus; 4) menyusun rancangan pembelajaran tematik dengan memadukan beberapa tema materi berdasarkan kompetensi dasar yang relevan.Social studies learning resources based on ethno-pedagogyThis study aims to describe the assemble of ethno-pedagogy-based social studies learning materials by integrating local wisdom values. The research method used is a literature study research method. The data collection technique used is a study of references and research results with the data analysis technique used, namely content analysis. The results show that learning that prioritizes social environment orientation is important. The values of local wisdom can be used to enrich the material as a topic or theme development. The development of social studies learning based on local wisdom values, including 1) the process of determining the topic or theme; 2) set the title of the theme; 3) selection and analysis of syllabus components; 4) develop thematic learning plans by combining several material themes based on relevant basic competencies.
Gaya belajar, berpikir kritis dan hasil belajar IPS Septiantoko, Riko; Dwiningrum, Siti Irene Astuti; Rukiyati, Rukiyati; Wulandari, Taat
JIPSINDO Vol. 9 No. 1 (2022): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v9i1.47356

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi model belajar siswa untuk menambah critical thinking dan hasil belajar IPS. Metode penelitian menggunakan penelitian kajian pustaka yang menganalisis teori gaya belajar, berpikir kritis, dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran mampu mengoptimalkan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Pendidik harus mengoptimalkan dalam memilih model pembelajaran yang sesuai untuk mengingkatkan kemampuan berpikir kritis dan mendapatkan hasil belajar yang optimal. Model pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dapat mendorong siswa dalam berpikir kritis seperti model problem based learning, project based learning, inquiry.The learning style, critical thingking and social sciences learning outcomesThe purpose of the study was to identify student learning models to increase critical thinking and social studies learning outcomes. The research method uses literature review research which analyzes the theory of learning styles, critical thinking, and student learning outcomes. The results showed that the learning model was able to optimize critical thinking and student learning outcomes. Educators must optimize in choosing appropriate learning models to improve critical thinking skills and obtain optimal learning outcomes. Learning models using a scientific approach can encourage students to think critically such as problem-based learning, project-based learning, and inquiry.
Kesulitan belajar IPS pada siswa sekolah dasar: Studi pada SD Muhammadiyah Kota Bangun, Kutai Kartanegara Susilowati, Arum; Sutama, Sutama
JIPSINDO Vol. 9 No. 1 (2022): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v9i1.47123

Abstract

Tujuan  penelitian yaitu untuk mendeskripsikan kesulitan belajar IPS siswa kelas IV di SD Muhammadiyah Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian siswa kelas IV SD Muhammadiyah Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara berjumlah 19 orang siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, model Miles & Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam materi keragaman sosial budaya, persebaran sumber daya alam, dan keberagaman suku, agama dan budaya. Bentuk kesulitan belajar siswa meliputi sulit untuk memahami materi pelajaran. Keterbatasan sumber belajar, kurangnya minat terhadap pelajaran IPS, serta pelaksanaan pembelajaran masih belum berjalan dengan baik menjadi faktor penyebab kurangnya pemahaman siswa terhadap materi IPS.Social sciences learning difficulties in elementary school students: Study at Muhammadiyah Elementary School of Kota Bangun, Kutai KartanegaraThis research investigates fourth-grade students' social studies learning difficulties at SD Muhammadiyah Kota Bangun, Kutai Kartanegara Regency. The study used qualitative methods with data collection methods, namely observation, interviews, and documentation, with the research subjects being the fourth-grade students of SD Muhammadiyah Kota Bangun, Kutai Kartanegara Regency, totalling 19 students. The data analysis technique used descriptive qualitative analysis; the Miles & Huberman model included data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The study results show that students experience difficulties in socio-cultural diversity, the distribution of natural resources, and ethnic, religious, and cultural diversity. The forms of student learning difficulties include difficulty in understanding the subject matter. The constraints of learning resources, lack of interest in social studies lessons, and the implementation of learning that is still not running well cause students' lack of understanding of social studies material 
Penanaman nilai demokrasi melalui pembelajaran IPS Santosa, Yusuf Budi Prasetya; Hidayat, Arief
JIPSINDO Vol. 9 No. 2 (2022): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v9i2.52427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif pilihan kepada para Guru IPS menengai cara penanaman nilai-nilai demokrasi melalui pembelajaran IPS. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan atau library research dimana pengumpulan data dilakukan dengan penggalian beragam informasi kepustakaan. Hasil penelitian ini didapat, jika penanaman nilai-nilai demokrasi melalui pembelajaran IPS dapat dilakukan, meskipun bukan proses yang mudah. Hal ini disebabkan karena tema dan materi dalam mata pelajaran IPS masih terlalu banyak. Hal ini dapat mempengaruhi minat dan motivasi pembelajaran peserta didik. Guru IPS sebagai fasilitator pembelajaran harus dengan cermat melihat materi yang akan digunakan sebagai media penanaman nilai-nilai demokrasi karena tidak semua materi dapat digunakan. Metode yang dipergunakan dalam penanaman nilai demokrasi yang paling sesuai adalah diskusi disebabkan oleh karkteristik metode ini yang memungkinkan peserta didik dapat menerapkan berbagai ketrampilan sosial yang sesuai.The inculcation of democratic values through social studies learning This study aims to provide a choice for social studies teachers regarding how to inculcate democratic values through social studies learning. The research method used in this study is the library research method where data collection is carried out by extracting various library information. The results of this study are obtained if the inculcation of democratic values through social studies learning can be carried out, although it is not an easy process. This is because there are too many themes and materials in social studies subjects. This can affect the interest and motivation of students' learning. Social studies teachers as learning facilitators must carefully look at the material that will be used as a medium for inculcating democratic values because not all materials can be used. The most appropriate method used in inculcating democratic values is discussion due to the characteristics of this method which allows students to apply various appropriate social skills.
Gender education in the practice of women's agricultural laborers in Enrekang Regency Sabar, Wardihan; Rahim, Abdul; Hastuti, Diah Retno Dwi
JIPSINDO Vol. 9 No. 2 (2022): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v9i2.51641

Abstract

This study aims to determine the implementation of gender education values in the socio-economic life of female farmers in Enrekang Regency. The values of gender education in this study are viewed from the aspect of knowledge about gender, practices related to the importance, and gender relations to improve the level of the economic welfare of women farmers. This study uses a case study approach, involving 8 informants who were selected using a purposive technique. Data was collected by using documentation techniques and deepening with instruments in the form of interview guides. The results of this study indicate that in general the term gender is not widely known by female farm workers in this area. They do not know much about the division of roles in Islamic teachings, they only understand that every woman must obey her husband. The division of roles in the home life of women farm workers is well integrated. They have never heard of or received stereotypes, marginalization, or work dichotomy based on sex, nor has there been any pressure from their husbands to join or not work to help the household economy. All are based on economic considerations, and a mutual understanding of household conditions. Homework that is not natural can be done alternately between husband and wife. This study did not find any government programs or activities in the form of empowerment that supports gender mainstreaming or gender education so it became one of the important points in the research.Pendidikan Gender dan Praktiknya pada wanita petani di EnrekangPenelitian bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai pendidikan gender dalam kehidupan sosial ekonomi petani perempuan di Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, dengan melibatkan 8 informan yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan pendalaman dengan instrumen berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum istilah gender tidak banyak dikenal oleh perempuan buruh tani. Mereka tidak tahu banyak tentang pembagian peran dalam ajaran Islam, mereka hanya mengerti bahwa setiap wanita harus taat pada suaminya. Pembagian peran dalam kehidupan rumah tangga perempuan buruh tani terintegrasi dengan baik. Mereka tidak pernah mendengar atau menerima stereotip, marginalisasi, atau dikotomi pekerjaan berdasarkan jenis kelamin, juga tidak pernah ada tekanan dari suami untuk ikut atau tidak bekerja membantu perekonomian rumah tangga. Semua didasarkan pada pertimbangan ekonomi, dan pemahaman bersama tentang kondisi rumah tangga. Pekerjaan rumah yang tidak wajar bisa dilakukan secara bergantian antara suami dan istri. Kajian ini tidak menemukan adanya program atau kegiatan pemerintah berupa pemberdayaan yang mendukung pengarusutamaan gender atau pendidikan gender sehingga menjadi salah satu poin penting dalam penelitian ini. 
TRADISI REWANG SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PALIYAN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Romli, Muhammad; Wibowo, Satriyo
JIPSINDO Vol. 7 No. 2 (2020): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v7i2.11648

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) tradisi rewang sebagai kearifan lokal masyarakat Desa Mulusan Paliyan Gunungkidul; 2) hambatan tradisi rewang di Desa Mulusan Paliyan Gunungkidul. Penelitian dilakukan di Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. Data diperoleh dengan menggunakan metode observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, sedangkan analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tradisi rewang memenuhi empat indikator kearifan lokal: a) khazanah pengetahuan yang didasarkan pada pengetahuan lokal; b) mengalami perubahan dari waktu ke waktu; c) hidup dan dikenal dalam masyarakat tertentu; d) bersifat dinamis. Keempat indikator tersebut dipenuhi tradisi rewang dalam hal: a) latar belakang tradisi rewang merupakan pengetahuan lokal yang berupa gotong royong; b) perubahan-perubahan tradisi rewang; c) proses dan tata cara pelaksanaan yang unik dan berbeda dari daerah lain; d) sifat tradisi rewang yang mudah menyesuaikan dengan keadaan; 2) Tradisi rewang memiliki hambatan-hambatan yang bersifat ringan, dalam arti hambatan-hambatan yang belum sampai menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya tradisi rewang. Hambatan yang muncul disikapi dengan bijak oleh masyarakat dan tokoh adat hingga ditemukan jalan keluar.
Peusijuek sebagai kearifan lokal Aceh dalam menghadapi globalisasi budaya Hidayat, Roni
JIPSINDO Vol. 9 No. 2 (2022): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v9i2.52038

Abstract

Penelitian ini menjelaskan ketahanan kearifan lokal peusijuek masyarakat Aceh dalam wacana globalisasi budaya. Globalisasi budaya sebagai penyebaran gagasan, makna, dan nilai telah melampaui tapal batas kebudayaan karena dibantu oleh internet, media, dan perjalanan luar negeri sehingga menjadi tantangan bagi kearifan lokal masyarakat, namun peusijuek dinilai masih eksis di Aceh hingga saat ini dan dilaksanakan dalam berbagai upacara adat maupun kegiatan formal. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat proses tranformasi yang dilakukan masyarakat Aceh dalam mempertahan kearifan lokal peusijuek sebagai warisan budaya masyarakat Aceh di masa yang lalu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologi untuk mengidentifikasi indikator yang digunakan oleh masyarakat Aceh dalam menjaga eksistensi kearifan lokal serta mengembangkan nilai kearifan lokal melalui model kekinian sehingga lebih muda diterima sesuai dengan trend kehidupan generasi milenial. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Aceh Barat dengan pertimbangan lokus yang sangat memungkinkan untuk diamati penulis. Hasil penelitian menunjukan proses tranformasi nilai kearifan lokal peusijeuk melibatkan berbagai dimensi seperti lembaga pendidikan, lembaga adat dan juga tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai kearifan lokal. The Sustainability of local wisdom Peusijuek in culture globalization This study explains the resilience of the local wisdom of the Acehnese "peusijuek" in the discourse of cultural globalization. Cultural globalization as the dissemination of ideas, meanings, and values has transcended cultural boundaries because it is assisted by the internet, media, and foreign travel so that it becomes a challenge for the local wisdom of the community, but "peusijuek" is considered to still exist in Aceh today and is carried out in various traditional ceremonies, as well as formal activities. The goal of this research is to examine the Acehnese people's transformation process in preserving the local wisdom of peusijuek as a cultural heritage of the Acehnese people in the past. The method used in this study is qualitative research with an anthropological approach to identify indicators used by the Acehnese people in maintaining the existence of local wisdom and developing the value of local wisdom through contemporary models so that they are more easily accepted by the life trends of the millennial generation. This research was carried out in Aceh Barat Regency with the consideration of locus that is very possible to be observed by the author. The results of the study show that the process of transforming the value of local wisdom into peusijeuk involves various dimensions such as educational institutions, traditional institutions, and also the level of public awareness of the importance of local wisdom values. 
Mandala Bhakti Wanitatama: memori kolektif pergerakan perempuan dalam terciptanya kesetaraan gender Jannah, Diah Nadiatul; Cahyani, Devita Eka; Arfaton, Arfaton; Milhani, Yuhanida
JIPSINDO Vol. 9 No. 2 (2022): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v9i2.43915

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui latar belakang pergerakan laskar perempuan Indonesia untuk menunjang kesetaraan gender dan menghayati nilai-nilai yang terdapat dalam Mandala Bhakti Wanitatama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif historis dengan tahapan analisis data yaitu Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, dan Historiografi. Penelitian ini dilakukan di Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mandala Bhakti Wanitatama dapat memenuhi konsep manusia, ruang, dan waktu dalam sejarah serta dapat merepresentasikan kesetaraan gender yang dilandasi tujuan-tujuan SDGs dan United Nations Development Programme. Mandala Bhakti Wanitatama juga memiliki potensi modal sosial, realitas sosial dan manajerial yang baik dalam proses terciptanya monument lewat kelembagaan.Mandalabhakti Wanitatama: collective memories of women movement for gender equality The purpose of this study was to determine the collective memory of the Indonesian women's movement at the Mandala Bhakti Wanitatama Monument and to reconstruct the values of gender equality contained in the Mandala Bhakti Wanitatama monument. This research is a type of historical qualitative research. This research was conducted at the Mandala Bhakti Wanitatama complex in Yogyakarta for 3 months from July to September 2021. The data collection techniques used were observation, interviews, documentation, and literature studies. The data analysis technique was carried out by heuristics, verification, interpretation, and historiography stages. The results of this study indicate two main things. First, the Mandala Bhakti Wanitatama Monument contains a collective memory of the women's movement that can represent gender equality in line with the goals of the SDGs and the United Nations Development Programme. Second, Mandala Bhakti Wanitatama also has the potential for social capital which consists of the only women's movement museum in Indonesia with various social and managerial realities that are good in the process of creating monuments through institutions.  
Technological pedagogical content knowledge (TPACK) calon guru di Tasikmalaya Armiyati, Laely; Fachrurozi, Miftahul Habib
JIPSINDO Vol. 9 No. 2 (2022): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v9i2.52050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemahaman mahasiswa calon guru di Tasikmalaya mengenai Technological Pedogogical Content Knowledge (TPACK).  Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif dengan metode survei. Adapun responden dalam penelitian ini merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah pada sebuah nniversitas negeri di Tasikmalaya yang telah menempuh mata kuliah Praktek Lapangan Persekolahan (PLP) atau telah mengikuti program Kampus Mengajar Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, secara umum responden telah memiliki pemahaman yang cukup baik dalam tujuh komponen TPACK. Meskipun demikian, terdapat komponen yang perlu ditingkatkan seperti Technological Content Knowledge. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan jika mahasiswa calon guru sejarah di Tasikmalaya telah menguasai konsep TPACK sehingga memiliki kesiapan dalam melaksanakan pembelajaran sejarah di era Revolusi Industri 4.0 ini.Techno-pedagogical content knowledge on teacher candidate di TasikmalayaThis study aims to explain the understanding of prospective history teacher students in Tasikmalaya regarding Technological Pedogogical Content Knowledge (TPACK). This research is included in quantitative research with survey method. The respondents in this study were pre-service teacher at state university in Tasikmalaya who had taken School Field Practice (PLP) course or have joined the Kampus Mengajar program held by Ministry of Education, Culture, Research, Technology, and Higher Education. Based on the results of the study, in general, respondents have a good understanding of the seven components of TPACK. However, there are components that need to be improved such as Technological Content Knowledge. Thus, it can be concluded that prospective history teacher students in Tasikmalaya have mastered the TPACK concept so that they are prepared to carry out history learning in this 4.0 Industrial Revolution era.

Page 10 of 15 | Total Record : 147


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2025): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2024): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2024): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2023): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2023): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2022): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 9 No. 1 (2022): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2021): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2021): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol 7, No 2 (2020): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2020): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol 7, No 2 (2020): JIPSINDO, Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Vol. 7 No. 1 (2020): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol 6, No 2 (2019): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2019): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol 5, No 2 (2018): JIPSINDO Vol. 5 No. 2 (2018): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 5 No. 1 (2018): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2017): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 4 No. 1 (2017): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol 3, No 2 (2016): JIPSINDO, Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Vol. 3 No. 2 (2016): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 3 No. 1 (2016): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 2 No. 2 (2015): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol 2, No 1 (2015): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) 2014: Jipsindo No. 1, Volume 1, Maret 2014 Vol. 1 No. 2 (2014): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2014): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol 1 More Issue