Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) adalah jurnal yang memuat publikasi berupa hasil penelitian dan kajian pustaka dalam bidang pendidikan. JSP diterbitkan sejak Januari 2011 oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar. JSP terbit dua kali setahun pada bulan Januari, dan Juli.
Articles
409 Documents
VISUALISASI MEDIA GAMBAR: PEMAHAMAN MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI GURU TENTANG PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI
Sang Putu Kaler Surata;
I Made Diarta;
I Made Surya Hermawan;
I Wayan Mardikayasa
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/jsp.v14i1.8731
Meskipun menggambar telah menjadi pendekatan interaktif dan visual yang populer dalam pendidikan biologi, tetapi media tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam pelatihan guru, khususnya terkait pengembangan perangkat pembelajaran. Penelitian ini mengkaji pemahaman mahasiswa calon guru dalam program "Pendidikan Profesi Guru" (PPG) di Indonesia tentang pengembangan perangkat pembelajaran biologi melalui visualisasi dalam bentuk gambar, baik sebelum maupun setelah sesi pembelajaran. Melalui pendekatan studi kasus, penelitian melibatkan sembilan partisipan mahasiswa PPG bidang biologi. Partisipan menggambar perspektif mereka tentang pengembangan alat peraga pembelajaran sebelum dan sesudah pelatihan, kemudian menuliskan narasi visual mereka. Gambar dan narasi dianalisis dengan memilih kata kunci dan mengklasifikannya ke dalam tiga model mental yang mewakili tingkat pemahaman yang berbeda: pemahaman tidak lengkap, sebagian, dan lengkap. Hasil penelitian menemukan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konseptual partisipan, dengan perubahan dalam pola gambar, peningkatan penggunaan kata kunci, dan pilihan warna yang lebih beragam. Namun, sebagian besar peserta masih menunjukkan pemahaman yang tidak lengkap tentang konsep tersebut. Hal itu mengindikasikan perlunya perbaikan lebih lanjut dalam metodologi instruksional terkait dengan pengembangan perangkat pembelajaran. Wawasan ini memberikan umpan balik yang berharga untuk program pelatihan guru di masa depan.
SMART SOCIETY 5.0: THE CHALLENGES FACED BY THE ENGLISH TEACHERS IN EMPLOYING DIGITAL LITERACY WITHIN ENGLISH LANGUAGE TEACHING
Putu Sista Dewi;
Gusti Ayu Ade Fitria Dwita Indah Sari;
Anak Agung Putri Maharani;
Ni Made Wersi Murtini;
Anak Agung Putu Arsana
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/jsp.v14i1.8736
Smart Society 5.0 mengharuskan literasi digital menjadi keterampilan penting dalam konteks ELT. Tugas guru bahasa Inggris termasuk membantu siswa menjadi melek digital serta memanfaatkan teknologi untuk membantu mereka menggunakannya dengan tepat dan sukses. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan meneliti tantangan yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris dalam mengintegrasikan dan menerapkan literasi digital ke dalam ELT. Responden penelitian ini adalah 33 guru bahasa Inggris yang bekerja di SMA Negeri dan Swasta di sekitar Denpasar, Bali. Selain itu, penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif dimana data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner online terbuka, wawancara dan focus group discussion. Kemudian data dianalisis secara kualitatif yang terdari dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Ditemukan bahwa beragam tantangan dihadapi oleh guru bahasa Inggris dalam menerapkan literasi digital di konteks ELT. Tantangan yang dihadapi tersebut disebabkan oleh faktor-faktor yang muncul dari internal dan eksternal guru bahasa Inggris.
ANALISIS DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA NURUL FALAH PEKANBARU DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
Nofita Damayanti;
Atma Murni;
Maimunah
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/jsp.v14i1.8752
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disposisi matematis siswa ditinjau dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deksriptif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner gaya belajar dan angket disposisi matematis siswa. Subjek pada penelitian ini adalah 18 siswa kelas XI MIA SMA Nurul Falah Pekanbaru tahun ajaran 2023/2024. Hasil dari penelitian ini adalah secara keseluruhan disposisi matematis siswa kelas XI SMA Nurul Falah Pekanbaru berada pada kategori sangat tinggi sebanyak 10 siswa (55,55%), kemudian kategori tinggi sebanyak 5 siswa (27,78%), dan kategori sedang sebanyak 3 siswa (16,67%). Jika ditinjau dari gaya belajar, disposisi matematis siswa dengan gaya belajar visual sebesar 81,125% yang tergolong sangat tinggi, disposisi matematis siswa dengan gaya belajar auditori sebesar 76% berada pada kategori tinggi, dan disposisi matematis siswa dengan gaya belajar kinestetik sebesar 81,67% berada pada kategori sangat tinggi.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
Si Ayu Yogi Iswari;
I Gusti Ayu Putu Arya Wulandari;
I Made Dharma Atmaja
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/jsp.v14i2.9022
Kemampuan Literasi Matematika merupakan kemampuan seseorang dalam merumuskan, menggunakan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks, termasuk di dalamnya bernalar secara matematis dalam menjelaskan serta memprediksi fenomena. Kemampuan literasi matematika sangat penting dimiliki oleh siswa karena dapat membantu siswa untuk memahami peran atau kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari dan membuat penilaian serta keputusan secara rasional dan logis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV yang ditinjau dari gaya belajar masing-masing siswa. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IX A SMP Negeri 14 Denpasar yang berjumlah 30 orang siswa. Adapun sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling sehingga jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengisian angket gaya belajar, tes kemampuan literasi menggunakan soal cerita SPLDV dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan hasil tes literasi matematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek Gaya belajar visual dengan persentase 40 % bisa melewati seluruh proses dalam menyelesaikan masalah matematika, mulai dari memahami permasalahan, menerapkan konsep matematika, hingga menafsirkan hasil matematika.Subjek yeng memiliki gaya belajar auditorial dengan persentase 30 % mampu melewati satu fase literasi yaitu merumuskan konsep matematika dengan baik. Sedangkan Kemampuan literasi matematika siswa dengan gaya belajar kinestetik dengan persentase 30 % dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV dikategorikan cukup karena melalui 2 fase literasi matematika yaitu merumuskan masalah matematika dan menggunakan konsep matematika dalam penyelesaian masalah.
ANALISIS SIKAP MAHASISWA CALON GURU TERHADAP KONSERVASI MANGROVE SEBAGAI SUMBER BELAJAR
Della Rahmadani;
Dewa Ayu Sri Ratnani;
Ni Wayan Ekayanti
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/jsp.v14i2.9033
Sikap mahasiswa calon guru memiliki peranan yang penting bagi keberadaan konservasi magrove, terutama di Hutan Tahura Ngurah Rai Bali. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis sikap mahasiswa calon guru terhadap konservasi magrove sebagai sumber belajar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2022. Tempat penelitian dilaksanakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar secara daring (dalam jaringan) dengan membagikan link google form yang disebar melalui aplikasi whatsapp. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengadopsi model Miles and Huberman. Apabila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai dianggap kredibel. Hasil penelitian angket sikap menunjukkan bahwa perbedaan selisih persentase sikap kognitif, afektif dan behaviour memiliki rentang nilai 78,00 % - 81,23%, dimana sikap kognitif dan behaviour memiliki kategori sangat baik karena mahasiswa calon guru memiliki pengetahuan yang kreatif dan dapat diterapkan melalui perilaku sehari-hari. Sikap afektif memiliki kategori baik karena mahasiswa calon guru memiliki rasa peduli terhadap konservasi magrove. Simpulan dari penelitian ini adalah sikap kognitif dan behaviour memiliki kategori sama yaitu sangat baik karena mahasiswa calon guru memiliki pengetahuan yang kreatif dan dapat diterapkan melalui perilaku sehari-hari. Sedangkan sikap afektif memiliki kategori baik, karena mahasiswa calon guru memiliki rasa peduli terhadap konservasi magrove.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA
Kadek Ayu Mutiara Pratiwi
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/jsp.v14i2.9081
Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa merupakan tujuan penting dalam kurikulum matematika yang realitanya masih tergolong rendah, maka diperlukan sebuah solusi melalui pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment). Rancangan (desain) penelitian yang digunakan adalah non equivalent pretest-posttest control grup design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK N 1 Klungkung. Teknik pengumpulan data adalah dengan instrumen tes pemecahan masalah yang diberikan pada kedua kelompok. Data dianalisis menggunakan uji-t independent sample dengan taraf signifikansi 5% menunjukkan nilai sig < 0.05 sehingga H0 Ditolak. Hal ini menghasilkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional, serta melalui nilai rata-rata diperoleh bahwa hasil tes kemampuan pemecahan masalah dengan pembelajaran berdiferensiasi lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional. Hasil observasi menujukkan pembelajaran berdiferensiasi membuat pelatihan kemampuan pemecahan masalah lebih efektif karena siswa lebih nyaman karena disediakan konten yang sesuai dengan gaya belajarnya. Temuan ini menunjukkan keefektifan dari penggunaan pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA
Ni Made Hermayanti;
Gusti Ayu Made Arna Putri;
I Putu Ade Andre Payadnya
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/jsp.v14i2.9099
Penelitian ini mengkaji mengenai tingkat kecerdasan emosional dan kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII C di SMP N 14 Denpasar. Pengkajian tersebut dilakukan berdasarkan data yang telah dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, pemberian angket (kuesioner), pemberian tes uraian, serta dokumentasi. Keadaan di lapangan menunjukan kebanyakan siswa masih memiliki kemampuan yang rendah dalam menyelesaikan soal atematika kompleks. Dari keadaan di lapangan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan literasi matematika siswa. Pendekatan kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan jenis penelitian ex-postfacto. Adapun desain penelitiannya menggunakan causal comparative research dengan teknik purpossive sampling. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP N 14 Denpasar dengan sampel yang diambil yaitu siswa kelas VIII C di sekolah tersebut. Hasil analisis deskriptif menunjukan baik tingkat kecerdasan emosional maupun kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII C di SMP N 14 Denpasar berada pada kategori sedang. Dengan hasil analisis inferensial menunjukan terdapat hubungan kecerdasan emosional dengan kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII C di SMP N 14 Denpasar.
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA SISWA SMP NEGERI 7 KINTAMANI
Ida Ayu Made Wedasuwari;
I Gede Ambarayana;
I Made Sastra Adi Wibawa
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/jsp.v14i2.9556
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks berita siswa kelas VII SMP Negeri 7 Kintamani melalui penerapan model pembelajaran Problem-based learning (PBL). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, obeservasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas VII B yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian pada siswa kelas VII B SMP Negeri 7 Kintamani menunjukkan nilai rata-rata hasil tes yang meningkat tiap siklusnya. Nilai rata-rata hasil tes awal siswa 68,06, nilai rata-rata hasil tes pada siklus I 73,59 dan nilai rata-rata hasil tes pada siklus II 80.72. Penelitian ini berimplikasi terhadap peningkatan keterampilan siswa dalam menulis kalimat teks berita dengan menerapkan model pembelajaran yang inovatif yaitu problem-based learning.
IMPROVING SPEAKING THROUGH INSIDE AND OUTSIDE CIRCLE STRATEGY
Ni Putu Yuliastuti;
Dewa Gede Agung Gana Kumara;
Ni Wayan Krismayani
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/jsp.v14i2.9572
This research used a classroom action research design conducted at SMPN 2 Ubud, Bali. The pre-test results showed that students needed help with fluency, comprehensiveness, and grammar speaking skills. In addition, this research aimed to determine whether seventh-grade students' speaking skills could be improved by implementing the Inside and Outside Circle strategy. The research was carried out in two cycles, with two sessions. Tests and questionnaires served as the research instruments. Fifty-eight were the results of the pre-test, while 69 and 79 were the post-test I and II findings. After that, the data was examined by contrasting the pre-test and post-test results, which led to a notable increase in the individuals' mean scores. Questionnaires were distributed as supplementary data after the previous cycle. The individuals' positive reactions to the strategy's implementation were evident from the questionnaire's results. According to the results of the research instrument, the inside and outside circle strategy can improve students' speaking abilities.
MUSEUM SUBAK: MENJAGA IDENTITAS BUDAYA AGRARIS DI TENGAH GEMPURAN ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI BALI
Ida Bagus Brata;
Lianda Dewi Sartika
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36733/jsp.v14i2.9814
Museum sejatinya dapat diposisikan sebagai konstruksi identitas lokal dan nasional. Dalam perannya menjaga warisan sejarah lokal dan nasional, museum subak dapat menjadi lembaga otentifikasi identitas lokal dan nasional di masa silam dan sekaligus memproyeksikannya ke masa depan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan sejauh mana museum subak dapat dijadikan wahana untuk menjaga identitas budaya agraris di tengah maraknya alih fungsi lahan pertanian di Bali. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen yang selanjutnya diolah secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: subak sebagai warisan budaya petani Bali yang bernilai luhur penting dilestarikan. Membangun kesadaran masa lalu bukan hanya bertujuan mempertahankan nilai-nilai lama, namun disertai pembinaan untuk mengembangkan terhadap unsur-unsur yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan masa kini maupun masa depan agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memertahankan subak agar tetap eksis dalam mengantisipasi perkembangan global, seperti melalui wadah koordinasi antar subak dalam praktik pertanian di lapangan, terutama untuk menghindari timbulnya konflik karena air, koordinasi berkenaan dengan pola tanam, mendorong subak agar dapat berkembang menjadi suatu lembaga yang berorientasi agribisnis untuk meningkatkan pendapatan petani sangat penting dilakukan. Mengadakan program pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan untuk meningkatkan sumber daya manusia anggota subak, khususnya pimpinan-pimpinan subak. Serta yang tidak kalah pentingnya adalah adanya kebijakan yang melibatkan petani untuk dapat mencegah atau setidaknya dapat mengurangi percepatan alih fungsi lahan.