cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,355 Documents
Perencanaan Teknis dan Anggaran Biaya Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan dari Sumber Umbulan Muhammad Agung Wijaya; Yatnanta Padma Devia; Alwafi Pujiraharjo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Provinsi Jawa Timur terdapat sumber mata air bernama Umbulan dengan kualitas air yang baik, terletak di Desa Umbulan Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Pada Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha ( KPBU ) Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM ) Umbulan terdapat kapasitas debit ±4.000 liter/detik. Sumber air Umbulan ini memiliki 18 offtake, 6 elevated reservoir, dan 11 ground tank untuk memenuhi kebutuhan air bersih di 5 kota dan kabupaten yang ada di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kabupaten Gresik. Debit yang diperoleh oleh masing-masing kota adalah Kota Surabaya ±1.000 liter/detik, Kota Pasuruan ±110 liter/detik, Kabupaten Sidoarjo ±1.200 liter/detik, Kabupaten Gresik ±1.000 liter/detik, dan Perusahaan Daerah Air Bersih ( PDAB ) ±280 liter/detik ( Khofifa, 2020 ). Di Kabupaten Pasuruan, debit air yang mengalir dari sumber Umbulan sebesar 410 liter/detik. Debit air tersebut akan disalurkan ke seluruh wilayah di Kabupaten Pasuruan. Kondisi pelayanan kebutuhan air bersih khususnya di Kecamatan Rembang masih belum maksimal. Untuk itu, perlu adanya studi tentang perencanaan teknis dan anggara biaya jaringan pipa distribusi di Kecamatan Rembang yang sumber air bersihnya berasal dari Sumber Umbulan Kabupaten Pasuruan. Kondisi pelayanan kebutuhan air bersih dari Sumber Umbulan di Kecamatan Rembang yang sudah terlayani sebanyak 5 desa dari 17 desa yang ada. Desa yang sudah memiliki akses air bersih antara lain Desa Pejangkungan, Desa Pekoren, Desa Mojoparon, Desa Pandean dan Desa Raci. Pada penelitian ini dipilih lokasi pengembangan jaringan pipa distribusi di Desa Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Kata kunci : SPAM Umbulan, air bersih, pipa distribusi.
Studi Analisis Perilaku Kolom Panjang Komposit Berongga dengan Baja Cold Formed Tipe C Ganda Rahmayani, Indah Putri; Setyowulan, Desy; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman berbagai permintaan untuk kebutuhan infrastruktur juga meningkat karena kebutuhan masyarakat. Sektor konstruksi juga mengalami perkembangan dengan adanya material baja cold formed. Baja tersebut memiliki keunggulan seperti daya tahan tinggi, ringan, dan ekonomis. Penggunaannya dapat dilihat pada struktur balok maupun kolom. Analisis dilakukan pada kolom yang menggunakan baja cold formed tipe C 80x30x90x0.75 yang dibuat menyatu dengan sambungan sekrup SDS (Self Drilling Screw) berdimensi 12x20 mm dengan variasi panjang 1000 mm, 1200 mm, dan 1400 mm. Selanjutnya dilakukan komposit dengan beton dimana bagian tengah kolom akan dibuat berongga. Pembebanan dilakukan dengan pembebanan merata secara bertahap sampai benda uji tidak mampu menahan beban. Sedangkan tumpuan yang digunakan adalah tumpuan jepit. Pemodelan dilakukan menggunakan software ABAQUS. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas beban maksimum terbesar terdapat pada variasi benda uji 1000 mm. Pada material baja menunjukkan sudah mencapai tegangan dan regangan maksimum sedangkan beton belum mencapai tegangan maksimum tetapi, regangannya sudah mencapai titik maksimum. Perilaku kegagalan pada semua variasi benda uji disebabkan tekuk yang disebabkan baja cold formed yang terdistribusi ke beton. Kata Kunci: Kolom Panjang Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, Software ABAQUS, Tegangan-Regangan, Kapasitas Beban Aksial, Perilaku Kegagalan Kolom.
Pendekatan Non-destruktif Berbasis UPE (Ultrasonic Pulse Echo) untuk Deteksi Cacat Tulangan pada Beton Pracetak: Analisis Amplitudo dan B-Scan Agriva Amelia S; Indradi Wijatmiko; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan beton pracetak yang kerap kali terjadi dalam sebuah struktur dapat membuat sebuah struktur mengalami kegagalan fungsinya. Untuk mencegah hal tersebut diperlukan adanya pemeliharaan dan pemeriksaan struktur beton secara rutin. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pada beton adalah beban berlebih, kondisi lingkungan, dan kesalahan dalam perencanaan maupun pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cacat tulangan pada beton pracetak menggunakan metode Ultrasonic Pulse Echo (UPE). Beton, sebagai material konstruksi utama, menghadapi tantangan berupa cacat seperti retakan, rongga, dan korosi yang dapat menurunkan kekuatannya. Dengan pertumbuhan infrastruktur di Indonesia, kebutuhan untuk evaluasi struktur yang efisien dan ekonomis semakin meningkat. Penelitian ini menggunakan benda uji beton bertulang yaitu dengan dimensi 35 cm x 45 cm x 22 cm.Terdapat 10 jenis benda uji pada penelitian ini berupa beton dengan selongsong dan tanpa selongsong, dimana terdapat perbedaan dari segi dimensi dan kondisi tiap tulangan seperti tulangan sehat, tulangan berkarat, dan tulangan yang menggunakan akrilik sebagai permodelan rongga. Pengujian menggunakan alat Schmidt Hammer untuk kuat tekan dan PUNDIT PL-200PE untuk UPE. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak PL-Link untuk menentukan hasil yaitu scanning, waveform dan velocity. Hasil pengujian menunjukkan bahwa amplitudo pada benda uji dengan selongsong seng dan waterpath lebih rendah dibandingkan dengan tulangan sehat atau korosi. Sementara itu, benda uji tanpa selongsong seng menunjukkan perbedaan amplitudo yang tidak signifikan antara kondisi tulangan sehat dan korosi, sehingga memerlukan analisis lebih lanjut. Pada hasil B-scan, benda uji dengan selongsong seng memberikan visualisasi posisi tulangan yang lebih jelas dan terdefinisi. Sebaliknya, benda uji tanpa selongsong seng menghasilkan spektrum warna yang lebih menyebar, menyebabkan posisi tulangan sulit didefinisikan dan menunjukkan penurunan letak tulangan. Cacat berupa rongga atau korosi pada tulangan sulit diidentifikasi secara visual melalui pemindaian. Kata Kunci: UPE (Ultrasonic Pulse Echo), Beton Pracetak, Cacat Tulangan
Analisis Momen-Kurvatur Kolom Bangunan Berdasarkan Pengaruh SRPM Menggunakan SNI 1726:2019 Sinurat, Fransisco Yohanes; Ari Wibowo; Achfas Zacoeb
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lokasi Indonesia di Cincin Api Pasifik, yang terkenal dengan aktivitas gempa bumi yang intens, sehingga membuat berisiko tinggi terhadap gempa bumi. Gempa bumi yang kuat merusak infrastruktur dan menyebabkan banyak korban jiwa dan kerugian ekonomi. Konstruksi dan desain bangunan tahan gempa merupakan komponen penting dalam mengurangi risiko gempa bumi. Pada konteks struktur bangunan, komponen struktur atas yang paling penting dalam mendukung beban bangunan adalah kolom. Pada penelitian ini penulis ingin melakukan analisis apakah perubahan jenis SRPM dapat mempengaruhi kekuatan dan daktilitas struktur dengan menggunakan bantuan software SAP 2000. Kurva hubungan antara kurvatur dan momen dapat digunakan untuk menentukan nilai daktilitas suatu kolom. Analisis momen-kurvatur kolom akan dilakukan untuk mengetahui bagaimana perubahan sudut regangan kolom terhadap momen pada kondisi sebelum retak (crack), keadaan leleh (yield), dan keadaan ultimit (ultimate). Penelitian ini menggunakan bangunan eksisiting yang dimodifikasi dan dianalisis kembali menggunakan SRPMM dan SRPMK yang berdasarkan acuan SNI 1726:2019. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan tulangan yang digunakan sehingga mengakibatkan perbedaan rasio tulangan antara kolom yang menggunakan SRPMM dengan SRPMK. Terdapat satu kolom yang ditinjau, yaitu kolom K1 dari bangunan. Berdasarkan momen-kurvatur didapatkan bahwa daktilitas kurvatur yang terdapat pada kolom yang menggunakan SRPMK lebih besar dibandingkan dengan yang menggunakan SRPMM. Kata Kunci: SNI 1726, Kolom, Rasio, Momen-Kurvatur.  
ANALISIS DAKTILITAS KURVATUR BALOK AKIBAT PERBEDAAN BEBAN GEMPA RENCANA MENURUT SNI 1726:2002 DAN SNI 1726:2019 (STUDI KASUS GEDUNG A TEKNIK PENGAIRAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA) Aqilah, Rifda Layyin Nur; Wibowo, Ari; Budio, Sugeng Prayitno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan tahan gempa dibangun dengan mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan. Dalam analisis ini dapat diketahui perbandingan antara beban gempa yang mengacu pada SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2019 serta pengaruhnya terhadap suatu bangunan. Pada analisis ini dibuat dua pemodelan yang dibantu software SAP 2000 dengan input beban gempa yang berbeda. Dari pemodelan yang telah dibuat diambil dua sampel balok dari pemodelan SNI 1726:2002 dan pemodelan SNI 1726:2019 yang memiliki momen terbesar. Perbedaan nilai momen yang dihasilkan membuat desain tulangan lentur balok yang dibutuhkan berbeda, sehingga nilai momen kurvatur dan daktilitas kurvatur yang dihasilkan juga berbeda. Kata kunci: Beban Gempa, SNI 1726, Tulangan, Momen Kurvatur, Daktilitas Kurvatur.
IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELLING DALAM ANALISIS KEBUTUHAN MATERIAL ELEMEN STRUKTURAL PADA PROYEK GEDUNG PERGURUAN TINGGI NEGERI UNIVERSITAS PADJAJARAN Firnanda Alfarobi, M. Bagus; Hasyim, M. Hamzah; Anggraini, Retno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proyek konstruksi diperlukan manajemen proyek yang baik agar dalam proses pembangunan proyek berjalan dengan baik Salah satu faktor yang mendukung ialah volume kebutuhan material. Building Information Modelling (BIM) merupakan metode yang dapat menghitung secara otomatis menghitung volume total bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh penggunaan BIM terhadap akurasi perhitungan volume material. Pemodelan 3D dilakukan menggunakan Autodesk Revit 2022 dan yang dimodelkan adalah elemen pondasi, tie beam, kolom, dan balok. Hasil perhitungan volume material beton dari pemodelan Revit adalah 2842,69 m³, lebih kecil 5,40% dibandingkan perhitungan kontraktor. Volume besi tulangan dari pemodelan Revit adalah 14257,73 kg, lebih banyak 3,10% dibandingkan perhitungan kontraktor. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan standar dalam panjang kait dan sambungan lewatan antara perhitungan manual dan Revit serta perhitungan Revit yang otomatis memperhitungkan bentang bersih elemen.  Kata Kunci: BIM, Autodesk Revit, 3D, Volume, Beton, Besi tulangan 
Evaluasi Lengkung dan Komponen Jalan Rel pada Segmen Malangkotalama-Pakisaji Satrio, Bagas Wisesa; Bowoputro, Hendi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat kecenderungan untuk meningkatkan waktu tempuh perjalanan kereta api di Indonesia melalui pengoptimalan kecepatan prasarana melalui langkah penggantian komponen jalan rel dan pengoptimalan kecepatan kereta api pada lengkung. Pada beberapa lintas, pembatasan kecepatan telah ditingkatkan hingga 120 km/jam. Pada segmen Malangkotalama—Pakisaji, saat ini masih dibatasi dengan pembatasan kecepatan 80 km/jam. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengevaluasi potensi peningkatan kecepatan pada segmen Malangkotalama—Pakisaji berdasarkan beberapa faktor yaitu evaluasi kelas jalan eksisting, evaluasi kondisi desain lengkung dan komponen jalan rel eksisting, serta evaluasi kemampuan kecepatan sarana eksisting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmen Malangkotalama—Pakisaji memiliki daya angkut lintas sebesar 5.159.722 ton/tahun sehingga termasuk dalam kelas jalan III dengan kecepatan maksium rencana kelas jalan 100 km/jam. Terdapat 5 lengkung yang seluruhnya belum berpotensi untuk memadai peningkatan kecepatan: lengkung 2 diperkirakan memiliki kemampuan kecepatan 60 km/jam; lengkung 1, 3 dan 4 diperkirakan 70 km/jam; dan lengkung 5 diperkirakan 80 km/jam. Komponen jalan rel telah memenuhi syarat kelas jalan dan berpotensi memadai peningkatan kecepatan. Beberapa sarana memiliki kemampuan kecepatan 90 km/jam sehingga belum memadai potensi peningkatan kecepatan. Kata Kunci: kereta api, kecepatan, lengkung, komponen jalan rel, sarana
ANALISIS PENENTUAN SKALA PRIORITAS PERBAIKAN JALAN KABUPATEN DI KECAMATAN NGAWI Arfandi, Hendrojati; Arief Rachmansyah; Lasmini Ambarwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Ngawi, terletak di bagian barat Provinsi Jawa Timur, memiliki jumlah penduduk sebanyak 877.432 jiwa berdasarkan sensus tahun 2022 dengan tingkat pertumbuhan penduduk 0,6% per tahun selama 2010–2022. Kecamatan Ngawi, sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) sesuai Pasal 9 ayat 2 RT/RW Ngawi Tahun 2010–2030, memerlukan peningkatan fungsi kawasan perkotaan untuk mendukung pertumbuhan sosial, budaya, dan ekonomi melalui pengembangan aksesibilitas dan konektivitas jalan. Analisis terhadap konektivitas wilayah menunjukkan pentingnya preservasi jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna dan mendukung mobilitas regional. Penelitian ini mengevaluasi kondisi kerusakan pada empat ruas jalan, yaitu Jalan Lombok (3,35%), Jalan Supriyadi (4,1%), Jalan Patiunus (4,56%), dan Jalan Letjen Sutoyo (4,67%) berdasarkan nilai Road Condition Index (RCI) dengan delapan parameter kerusakan, meliputi retak memanjang, retak kulit buaya, pelepasan butir, tambalan, sungkur, lubang, retak bahu jalan, dan amblas. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan delapan kriteria: pendidikan (0,182), kondisi jalan mantap (0,164), perdagangan (0,163), arus stabil (0,159), pariwisata (0,146), kemacetan (0,0677), arus tidak stabil (0,0636), dan kondisi jalan tidak mantap (0,0555). Hasil analisis menunjukkan prioritas perbaikan ruas jalan adalah Jalan Lombok (0,68235), Jalan Supriyadi (0,5333), Jalan Patiunus (0,5128), dan Jalan Letjen Sutoyo (0,5), mengacu pada kebutuhan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Pengelolaan Material Baja Tulangan Menggunakan Pendekatan Just in Time (Studi Kasus: Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya) Muammar Tsani; Dr. Ir. Wisnumurti, MT.; Ir. M. Hamzah Hasyim, ST., M.Eng.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan material baja tulangan sangat penting untuk mengendalikan mutu dan kualitas konstruksi terutama konstruksi gedung, pekerjaan baja tulangan termasuk dalam pekerjaan kritis dimana akan berpengaruh terhadap keseluruhan proyek konstruksi dan keberlangsungan proyek konstruksi. Penelitian ini menggunakan data-data proyek seperti detailed engineering design, master time schedule, dan data manajemen proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa manajemen baja tulangan dengan pendekatan just in time yang dikombinasikan dengan bar bending schedule dan site management plan. Perhitungan kuantitas baja tulangan pada struktur atas menggunakan bar bending schedule yang disesuaikan dengan analisa durasi pekerjaan sehingga didapat jadwal kebutuhan baja tulangan dan jadwal pengadaan baja tulangan. Selanjutnya dilakukan optimasi site layout setelah penerapan just in time dengan menggunakan traveling distance atau jarak pergerakan pekerja. Dari hasil analisa, didapat bahwa terjadi pengurangan kuantitas maksimum kedatangan baja tulangan dengan metode just in time dan eksisting sebesar 26,7% serta pengurangan kuantitas volume rata-rata sebesar 25,3%. Dengan frekuensi kedatangan metode just in time sebanyak 10 kali, sementara kedatangan eksisting sebanyak 4 kali. Dan optimasi pergerakan pekerja setelah penerapan just in time ditinjau dari site layout yang berubah dengan mengubah ukuran stockyard baja tulangan sebesar 25%, dilakukan optimasi dengan 3 skenario dimana optimasi terbesar terdapat pada skenario pertama dengan 3,43% dari traveling distance yang dilakukan oleh pekerja. Kata kunci: Baja Tulangan, Just in Time, Bar Bending Schedule, Traveling Distance
Pemerataan Sumber Daya (Resource Leveling) Menggunakan Algoritma Genetika dengan Bahasa Pemrograman Python Pangestu, William Saputra; Saifoe El Unas, ST., MT.; Ir. M. Hamzah Hasyim, ST., M.Eng.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia industri saat ini, manajemen proyek, khususnya dalam hal penjadwalan sumber daya, memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan proyek konstruksi yang semakin kompleks. Untuk mengatasi tantangan seperti terbatasnya sumber daya, fluktuasi permintaan, dan konflik antar aktivitas, metode resource leveling digunakan untuk menyeimbangkan alokasi sumber daya dan mengurangi fluktuasi kebutuhan. Namun, dengan semakin rumitnya proyek konstruksi modern, dibutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel dan canggih dibandingkan metode tradisional. Algoritma genetika, yang unggul dalam menjelajahi berbagai solusi, menghindari solusi lokal optimal, serta dapat menangani kendala nonlinear, muncul sebagai solusi yang potensial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai kemampuan algoritma genetika dalam meningkatkan efisiensi penjadwalan sumber daya pada proyek konstruksi dan membandingkan hasilnya dengan metode resource leveling yang diterapkan di Microsoft Project, guna memberikan wawasan baru mengenai penerapan teknik optimasi modern dalam manajemen proyek. Penelitian ini dilakukan dengan mengimplementasikan algoritma genetika dalam resource leveling, dengan metode jumlah kuadrat terkecil sebagai fungsi objektif. Algoritma dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python untuk memberikan fleksibilitas dalam pengembangan solusi. Hasil optimasi yang diperoleh dari algoritma genetika dibandingkan dengan metode resource leveling yang diterapkan di Microsoft Project, melalui empat skenario penjadwalan dengan tingkat kompleksitas yang berbeda, serta studi kasus pembangunan gedung kantor sekolah di Makassar. Berbagai skenario dan proyek nyata tersebut diterapkan untuk menguji keandalan algoritma genetika dalam menghadapi berbagai kondisi, serta untuk dievaluasi kemampuannya dalam meningkatkan efisiensi penjadwalan sumber daya pada proyek konstruksi. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa algoritma genetika memiliki pengaruh positif dalam menciptakan keseimbangan penggunaan sumber daya pada proyek konstruksi. Pengalokasian sumber daya menjadi lebih merata, yang mengurangi fluktuasi dalam penggunaannya. Berdasarkan analisis, nilai kuadrat sumber daya (Z) yang dihasilkan oleh algoritma genetika lebih rendah dibandingkan dengan Microsoft Project, dengan selisih terkecil sebesar 1,21% pada contoh 2 dan selisih terbesar mencapai 5,65% pada proyek gedung kantor. Temuan ini menunjukkan bahwa algoritma genetika menghasilkan solusi resource leveling yang lebih efisien. Dengan distribusi sumber daya yang lebih seimbang dan nilai Z yang lebih rendah, algoritma genetika terbukti lebih unggul dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya jika dibandingkan dengan Microsoft Project.   Kata Kunci: Resource Leveling, Algoritma Genetika, Jumlah Kuadrat Terkecil.