cover
Contact Name
Dody Tri Kurniawan
Contact Email
dodytri@wiraraja.ac.id
Phone
(0328) 664272
Journal Mail Official
faperta@wiraraja.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Sumenep – Pamekasan Km. 5 Patian – Sumenep 69451
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
CEMARA
ISSN : 20873484     EISSN : 24608947     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Cemara (Cendekiawan Madura) terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan Nopember Berisi tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori dalam bidang pertanian.
Articles 229 Documents
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ANORGANIK (N, P, K) DAN PUPUK KASCING TERHADAP TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Rahmayuni, Erlina; Syadiyah, Tsasya Halimatu; Herman, Welly
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 2 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i2.4794

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pupuk anorganik (N, P, K) dan pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.). Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2024 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima dosis pupuk kascing (0, 50, 100, 150, dan 200 g/tanaman) dikombinasikan dengan pupuk anorganik 100% dan diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, diameter buah, panjang buah, jumlah buah, dan bobot buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kascing meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman terung. Dosis 200 g kascing per tanaman menghasilkan pertumbuhan terbaik, dengan tinggi tanaman rata-rata 71,20 cm, jumlah daun 57,47 helai, jumlah buah 6 buah, dan bobot buah rata-rata 109,71 g atau setara 3,13 ton/ha. Meskipun secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata, tren peningkatan berbagai parameter mengindikasikan adanya efek sinergis antara pupuk anorganik dan kascing dalam meningkatkan produktivitas tanaman serta kesuburan tanah pada lahan Oxisol. Kombinasi pupuk anorganik dan kascing direkomendasikan sebagai strategi pemupukan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura di lahan masam.
ANALISIS SELISIH TONASE KERNEL KELAPA SAWIT TIGA PEMASOK PT. XYZ, KALIMANTAN TENGAH Anggraini, Yuliana Debora; HP, Julsento; Puspitasari, Herlina Mega; Nurcahyono, Nurcahyono; Nurjanah, Rizka
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 2 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i2.4795

Abstract

Distribusi kernel sawit memiliki kendala selisih tonase awal pengiriman dan saat diterima di perusahaan. Tonase kernel dipengaruhi oleh perbedaan kadar air, sistem penimbangan, serta penanganan dan penyimpanan kernel tanpa perlakuan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan selisih tonase kernel sawit dari tiga pemasok ke PT. XYZ Kalimantan Tengah selama periode 2022–2024 serta memberikan rekomendasi peningkatan efisiensi logistik. Data yang digunakan berupa data sekunder kuantitatif dari distributor yang mencakup tonase pengiriman, penerimaan, dan selisih tonase per bulan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kuantitatif menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung tren dan rata-rata selisih tonase antar pemasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata selisih tonase setiap pemasok berada di sekitar 0%, dengan penyimpangan signifikan pada pemasok 1 di Agustus 2022 sebesar -39,72% dan pemasok 2 di Oktober 2022 serta Januari 2024 masing-masing sebesar -9,02% dan -18,94%. Pemasok 3 memiliki efisiensi logistik paling stabil dengan selisih tonase paling kecil. Perbedaan kalibrasi timbangan, kadar air kernel, dan penutupan muatan yang kurang rapat selama distribusi menjadi penyebab utama selisih tonase. Implikasi penelitian diperlukan penguatan standarisasi alat timbang dan prosedur distribusi untuk menjaga konsistensi tonase. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar evaluasi bagi pemasok, distributor, dan PT. XYZ dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok kernel sawit.
STRATEGI PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN USAHATANI JERUK SIAM MADU DALAM MENINGKATKAN PETANI MANDIRI Wati, Laras Aisyah; Arifin, Zainol; Nurhananto, Dwi Asnawi
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 2 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i2.4796

Abstract

Dalam penelitian ini, semua petani jeruk siam madu yang tergabung dalam empat kelompok tani di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, akan diambil sampelnya berdasarkan demografi mereka. Sebanyak 150 petani dari 4 kelompok tani merupakan total populasi Desa Sumbersekar. Teknik sensus (bersifat langsung) digunakan untuk menentukan sampel populasi. Dalam penelitian ini, 35 responden dipilih sebagai sampel dari antara petani jeruk siam madu dengan menggunakan rumus Slovin, yang memungkinkan alokasi sampel sejumlah 15% dari populasi. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan menggunakan analisis matriks IFAS dan EFAS serta metodologi analisis data SWOT. Hasil riset menunjukan bahwa Strategi demonstrasi merupakan pendekatan yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani, terutama karena metode ini bersifat langsung, aplikatif, dan mudah diterima oleh petani, Strategi demonstrasi memperoleh nilai rerata tertinggi sejumlah 4,30, diikuti oleh pendampingan intensif 4,29, penyuluhan kelompok tani 4,23, dan partisipatif 4,20. Hasil analisis Faktor internal kekuatan (strenght) dengan nilai 2,50 yang menunjukkan bahwa usahatani jeruk siam di Desa Sumbersekar memiliki pengaruh kekuatan yang sedang dalam mendukung pengembangannya. Sementara itu, Kelemahan (Weaknesses) memperoleh Skor sejumlah 0,54, yang menujukkan bahwa kelemahan yang ada tergolong kecil. Faktor eksternal peluang (opportunities) memperoleh skor sejumlah 2,20, yang menunjukkan bahwa terdapat peluang yang cukup baik untuk dimanfaatkan dalam pengembangan usahatani jeruk siam, sedangkan ancaman (Threats) memperoleh skor sejumlah 0,80, yang berarti bahwa ancaman yang dihadapi tidak terlalu mempunyai dampak buruk pada usahatani jeruk siam karena masih bisa di atasi dengan memanfaatkan peluang yang ada.
ANALISIS SOSIAL EKONOMI DAN KEUNTUNGAN USAHATANI PADI PADA MASYARAKAT ADAT BONOKELING DI KABUPATEN BANYUMAS Budiyoko, Budiyoko; Verrysaputro, Exwan Andriyan; Sunendar, Sunendar
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 2 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i2.4797

Abstract

Masyarakat adat Bonokeling yang berada di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang memiliki karakteristik sosial ekonomi yang khas. Mereka masih memegang tradisi yang berakar dari kepercayaan terhadap leluhur dan diimplementasikan dalam beragai sendi kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji usahatani padi pada masyarakat petani Bonokeling di Kabupaten Banyumas dengan pendekatan mixed method. Penelitian ini mencakup analisis karakteristik sosial ekonomi petani padi Bonokeling serta analisis keuntungan usahatani padi melalui pendekatan RC ratio. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan survei terhadap petani, sementara data sekunder diperoleh dari berbagai sumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia lanjut petani, rendahnya tingkat pendidikan, dan luas lahan yang sempit menjadi kendala dalam meningkatkan produktivitas usahatani padi. Nilai RC ratio yang relatif rendah mengindikasikan perlunya intervensi kebijakan untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan, teknologi, dan penguatan kapasitas kelembagaan petani yang sejalan dengan tradisi dan pengetahuan lokal masyarakat, sehingga keberlanjutan usahatani padi masyarakat Bonokeling dapat terjaga
Efektivitas Vermikompos sebagai Substitusi Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Edamame (Glycine max (L.) Merrill) pada Oxisol Welly Herman; Erlina Rahmayuni; Aini Novita Murwani; Sukrianto Sukrianto
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 23 No 1 (2026): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v23i1.5237

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merrill) merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya pada tanah Oxisol masih rendah akibat rendahnya kesuburan tanah dan ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas vermikompos sebagai substitusi 50% pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produktivitas edamame pada tanah Oxisol serta menentukan dosis yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan, yaitu 100% NPK dan kombinasi 50% NPK dengan vermikompos sebanyak 25, 50, 75, dan 100 g/polibag, masing-masing lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif, perkembangan akar, jumlah bintil akar, serta komponen hasil. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi vermikompos berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bintil akar, jumlah polong bernas, jumlah polong hampa, berat biji per tanaman, dan berat 100 biji, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot basah akar. Kombinasi 50% NPK dan 100 g vermikompos/polibag memberikan hasil terbaik pada sebagian besar komponen hasil, sedangkan dosis 75 g/polibag menghasilkan jumlah cabang dan bintil akar tertinggi. Vermikompos berpotensi mensubstitusi sebagian (50%) dosis pupuk NPK dalam sistem pemupukan dan meningkatkan produktivitas pada kondisi percobaan ini.
STRATEGI KEMITRAAN BERBASIS AGROSOCIOPRENEUR PADA KOPERASI MILENIAL PETANI KREATIF YOGYAKARTA (KOMPAKYO) Maulidya Hilda Prameswari; Siti Nurlaela; Annisa Khoiriyah
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 23 No 1 (2026): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v23i1.5161

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui pola kemitraan yang dilakukan oleh Koperasi Milenial Petani Kreatif Yogyakarta (KOMPAKYO) dan alternatif strategi kemitraan berbasis agrosociopreneur pada KOMPAKYO. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 – Maret 2025 di Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Informan yang dilibatkan pada penelitian ini sebanyak 12 informan. Hasil penelitian menunjukk-an pola kemitraan yang terjadi antara KOMPAKYO dengan petani padi organik Kalurahan Sumberharjo yaitu pola kemitraan inti plasma, KOMPAKYO sebagai perusahaan inti dan petani sebagai kelompok plasma. Proses kemitraan yang berjalan terdapat unsur keterlibatan agrosociopreneur, komunikasi dan kepemimpinan memberikan dampak untuk mengendalikan perilaku mitra sesuai dengan yang diinginkan serta mampu memberikan pengaruh yang menguntungkan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa terdapat faktor internal berupa 7 kekuatan dan 5 kelemahan, serta faktor eksternal berupa 5 peluang dan 5 ancaman yang mempengaruhi proses kemitraan berbasis agrosociopreneur. Alternatif strategi yang diperoleh dari hasil analisis SWOT yaitu strategi W-O (Weakness-Opportunity) diperlukan upaya meningkatkan motivasi petani padi organik dalam peningkatan produktivitas padi organik melalui inovasi penyuluh dan perusahaan mitra.
PENGARUH PENGGUNAAN TANAMAN REFUGIA TERHADAP KEBERADAAN SERANGGA PREDATOR ARTHOPODA PADA LAHAN PERTANIAN JAGUNG (Zea Mays L.) Indira Akhwania Agustin
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 23 No 1 (2026): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v23i1.5162

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan tanaman refugia terhadap keberadaan serangga predator arthropoda pada lahan pertanian jagung. Metodeyang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor denganempat perlakuan dan tiga ulangan (12 unit percobaan), yaitu P0 (jagung tanparefugia), P1 (jagung + Zinnia elegans), P2 (jagung + Cosmos sulphureus), dan P3(jagung + Zinnia elegans + Cosmos sulphureus). Pengumpulan data dilakukandengan pengamatan langsung populasi serangga predator di lapangan, diikuti dengan identifikasi dan dianalisis menggunakan Indeks Kelimpahan Relatif (IKR). Analisis Indeks Kelimpahan Relatif (IKR) menunjukkan Perlakuan P2 (Cosmos sulpureus)menunjukkan jumlah populasi predator tertinggi, sedangkan nilai IKR tertinggi ditemukan pada famili Coccinellidae pada P1 sebesar 25,61% (kategori tinggi) dan Ichneumonidae pada P2 sebesar 23,93% (kategori tinggi). Secara umum,perlakuan dengan refugia (P1, P2, dan P3) memiliki kelimpahan predator lebih tinggi dibandingkan tanpa refugia (P0). Dengan demikian, penggunaan tanaman refugia berpengaruh positif terhadap peningkatan populasi dan kelimpahan serangga predator arthropoda sehingga berpotensi mendukung pengendalian hama secara alami pada pertanaman jagung
PERBANYAKAN TANAMAN BOUGENVIL (Bougainvillea) VARIETAS BAMBINO BABY LAUREN DENGAN STEK BATANG Ni Wayan Eka Ari Candra; I Made Suryana
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 23 No 1 (2026): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v23i1.5163

Abstract

Bougenvil merupakan salah satu tanaman hias yang banyak diminati di Indonesia karena keindahan bentuk dan warna bunganya yang beragam serta memiliki nilai estetika.Varietas Bambino Baby Lauren menjadi salah satu jenis yang cukup populer karena memiliki bunga berwarna ungu lembut dan cocok tumbuh di iklim tropis. Namun, keberadaannya di Bokashi Farm, tempat dilaksanakannya kegiatan praktik kerja lapangan, masih terbatas karena perbanyakan tanaman jarang dilakukan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan perbanyakan tanaman dengan metode stek batang, yang dikenal sederhana, efektif, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan praktik kerja lapangan seperti observasi, praktek langsung dan dokumentasi. Proses perbanyakan tanaman dilakukan menggunakan prinsip pertanian organik, yaitu dengan media tanam organik dan pemberian zat perangsang tumbuh dari lidah buaya yang mengandung hormon pertumbuhan. Metode stek ini dipilih karena mampu menghasilkan tanaman baru dengan sifat yang sama seperti induknya. Hasil pengamatan menunjukkan tunas baru mulai tumbuh pada minggu ketiga. Selain menambah jumlah tanaman, kegiatan ini juga memberikan pembelajaran langsung di bidang agroteknologi, sekaligus melatih keterampilan dalam teknik budidaya tanaman secara vegetatif. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pelestarian tanaman hias dan memperkuat praktek pertanian organik
PERBANYAKAN TANAMAN MELATI PUTIH DENGAN METODE STEK BATANG PADA MEDIA TANAM BOKASHI Ni Made Sri Sukerti; I Made Suryana; Cokorda Javandira
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 23 No 1 (2026): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v23i1.5164

Abstract

Kegitan praktek kerja lapangan ini berfokus pada upaya perbanyakan tanaman melati (Jasminum sambac (L.) Ait.) melalui metode stek batang dengan memanfaatkan bahan alami, yaitu bokashi dan gel lidah buaya. Kegiatan lapangan berlangsung selama dua bulan, dari 23 Juni hingga 23 Agustus 2025, di Bokashi Farm, Denpasar, Bali. Proses perbanyakan dilakukan mulai dari pemilihan batang stek, penyiapan media tanam dengan campuran tanah dan bokashi (1:1), hingga perlakuan gel lidah buaya untuk merangsang pertumbuhan akar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tunas baru mulai muncul pada minggu keempat setelah penanaman. Hal ini menandakan bahwa kombinasi media bokashi dan gel lidah buaya cukup efektif dalam meningkatkan peluang keberhasilan stek. Bokashi terbukti membantu memperbaiki kualitas tanah, memperkaya unsur hara, serta menjaga keseimbangan mikroorganisme, sedangkan lidah buaya memberikan dukungan hormon alami berupa auksin dan giberelin yang mempercepat pembentukan akar dan tunas. Tantangan utama selama kegiatan adalah kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti hujan deras dan angin kencang, yang memengaruhi kesehatan tanaman. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahan alami dapat menjadi alternatif ramah lingkungan untuk meningkatkan keberhasilan perbanyakan melati dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
PERFORMA KEMASAN DAUN ALAMI DALAM MEMPERTAHANKAN MUTU TAPE SINGKONG SELAMA PENYIMPANAN Irzaq Galuh Pranata; Amelia Dwi Nugrahaini; Waridad Umais Al Ayyubi; Ahmad Haris Hasanuddin Slamet
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 23 No 1 (2026): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v23i1.5165

Abstract

Tape singkong memiliki umur simpan yang relatif pendek dikarenakan proses biokimia dan mikrobiologis yang masih berlanjut. Kondisi ini mempengaruhi stabilitas beberapa atribut mutu sensori. Penggunaan daun sebagai pengemas tradisional diyakini dapat mempertahankan atribut mutu, namun penelitian terkait efektivitas antar daun belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untu menganalisis penggunaan berbagai daun pembungkus yaitu daun pisang, daun sirih, daun salam, dan daun pandan terhadap mutu sensori tape selama penyimpanan. Penilaian sensori dilakukan oleh 28 responden menggunakan empat parameter mutu, yakni aroma, rasa, warna, dan tekstur. Analisis hasil atribut mutu dilakukan menggunakan metode ANOVA. Atribut yang menunjukkan signifikansi selanjutnya diuji dengan metode Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan berpengaruh signifikan terhadap aroma (p = 0,007) dan tekstur (p = 0,029), namun tidak terhadap rasa maupun warna. Uji Duncan menunjukkan bahwa daun salam secara konsisten menghasilkan nilai aroma dan tekstur tertinggi, sementara daun sirih menempati posisi terendah pada kedua atribut tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa daun salam memiliki kemampuan lebih baik dalam mempertahankan stabilitas mutu tape selama penyimpanan. Secara praktis, hasil ini memberikan dasar ilmiah bagi pemilihan kemasan tradisional yang lebih efektif dalam memperpanjang umur simpan serta meningkatkan kualitas produk fermentasi lokal.

Filter by Year

2007 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 1 (2026): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 22 No 2 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 22 No 1 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 21 No 2 (2024): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 21 No 1 (2024): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 20 No 2 (2023): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 20 No 1 (2023): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 19 No 2 (2022): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 19 No 1 (2022): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 18 No 2 (2021): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 18 No 1 (2021): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 17 No 2 (2020): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 17 No 1 (2020): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 16 No 2 (2019): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 16 No 1 (2019): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 15 No 2 (2018): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 15 No 1 (2018): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 14 No 1 (2017): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 12 No 1 (2015): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 11 No 1 (2014): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 10 No 1 (2013): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 9 No 1 (2012): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 8 No 1 (2011): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 7 No 1 (2010): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 6 No 1 (2009): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 5 No 1 (2008): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) Vol 4 No 1 (2007): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA) More Issue