cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
link@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang 50239
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LINK
ISSN : 18295754     EISSN : 24611077     DOI : 10.31983
Core Subject : Health,
Jurnal LINK (ISSN: 1829-5754 e-ISSN: 2461-1077; http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/link) merupakan jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang. Jurnal LINK berfokus menerbitkan artikel ilmiah tentang hasil pengabdian masyarakat yang meliputi pemberdayaan masyarakat, pelatihan, pendampingan, teknologi tepat guna (TTG), dan pendidikan kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat dapat berupa penerapan hasil penelitian maupun pengabdian masyarakat berbasis wilayah guna menangani dan mengelola berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 412 Documents
Program Care (Counseling, Awareness, Resources, And Education) for Teens untuk Optimalisasi Kesehatan Mental Remaja Ayuanda, Leila Nisya; Fitriyani, Fitriyani; Khanifah, Milatun
Jurnal LINK Vol 21 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12121

Abstract

Transisi antara masa kanak-kanak dan kedewasaan menjadikan masa remaja sebagai masa yang penuh tantangan, hal ini disertai dengan berbagai perubahan yang berdampak pada kesehatan mentalnya. Kesehatan mental remaja, saat ini mengalami penurunan, yang paling signifikan adalah kejadian bunuh diri yang kian marak. Faktor penguatnya adalah peran media sosial sehingga perlu Upaya signifikan dalam peningkatan Kesehatan mental remaja salah satunya dengan program pemberdayaan remaja. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental remaja dengan cara menyediakan sumber daya dan dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif berbasis komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Bligo, pekalongan yang dilaksanakan pada 23-25 Mei 2025. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah interaktif dan diskusi kelompok, participatory training, peer support group, serta counseling support. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja terkait kesehatan mental, termasuk pemahaman mengenai stres, cara mengelola emosi, serta pentingnya dukungan sosial. Kegiatan ini dapat menjadi model intervensi promotif dan preventif kesehatan mental berbasis sekolah/komunitas yang berkelanjutan, dengan melibatkan partisipasi aktif remaja sebagai agen perubahan.
Edukasi Buku Saku Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Untuk Mencegah Keluhan Mata Fotokeratitis Pada Pekerja Pengelasan Aldiansyah, Mahrus; Ardyanto, Denny; Ernawati, Meirina
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12227

Abstract

Pekerja las terpapar radiasi ultraviolet yang berisiko menyebabkan fotokeratitis. Tingkat pengetahuan yang baik pada pekerja merupakan aspek yang penting untuk mengurangi risiko tersebut. Edukasi buku saku dilakukan agar dapat memberikan pemahaman pekerja mengenai bahaya dan upaya pencegahan fotokeratitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak edukasi buku saku sebagai upaya peningkatan pengetahuan pekerja dalam mencegah terjadinya fotokeratitis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Responden yang terlibat adalah seluruh 45 pekerja pengelasan yang ada di perusahaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) setelah pekerja mendapatkan edukasi buku saku tersebut. Data hasil tes awal dan tes akhir pada pekerja dibandingkan persentasenya untuk mengetahui rata-rata tingkat pengetahuan pekerja. Rata-rata tingkat pengetahuan seluruh pekerja memperoleh nilai tes awal sebesar 65 dan nilai tes akhir 80. Tingkat pengetahuan pekerja merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam upaya pencegahan kejadian fotokeratitis. Pekerja yang mengetahui bahaya dan risiko serta pentingnya menggunakan pelindung mata saat melakukan pengelasan cenderung tidak merasakan adanya keluhan mata fotokeratitis.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Sampangan Kota Semarang Melalui Edukasi Ecoenzym Skala Rumah Tangga Wahyuningsih, Nur Endah; Suhartono, Suhartono; Joko, Tri; Budiyono, Budiyono; Astorina, Nikie; Nabiha, Puteri Inandin
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12229

Abstract

Pengelolaan sampah organik skala rumah tangga merupakan tantangan di Kelurahan Sampangan, Kota Semarang. Kegiatan bertujuan memperkenalkan metode ecoenzym sebagai pendekatan inovatif untuk mengatasi masalah tersebut, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. Metode pengabdian ini menggunakan pre-post test one group design dengan pendidikan infrastruktur pengolahan sampah meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan, implementasi, diskusi, dan evaluasi dengan partisipan terdiri dari 42 orang. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan perbedaan nilai pre-test dan post-test yang bermakna (t=-11,562; p<0,001). Meskipun demikian, hanya 40% responden menyatakan kesiapan masyarakat untuk mengadopsi metode ini secara mandiri. Evaluasi menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah organik, namun partisipasi masyarakat secara luas masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, penerapan ecoenzym sebagai metode pengelolaan sampah organik terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Diperlukan upaya lanjutan untuk pengembangan program agar dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di seluruh kelurahan.
Pengaruh Penggunaan Video Animasi Dalam Deteksi Dini Stunting Pada Ibu Batita Sumarni, Sri; Octaviani, Dhita Aulia; Widiastuti, Dhias; Amartha, Tecky Afifah Santy
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12293

Abstract

Stunting mencerminkan kekurangan gizi kronis yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi dalam waktu lama. Angka kejadian stunting di Kota Semarang masih tinggi, Keterlambatan dalam mendeteksi dini penyimpangan tumbuh kembang balita dapat meningkatkan resiko kejadian stunting. Video animasi salah satu metode yang dikembangkan dengan menyesuaikan sasaran dan kebutuhan. Tujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku khususnya orang tua balita untuk bisa mendeteksi dini penyimpangan tumbuh kembang sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan observasi langsung dengan sasaran peningkatan pengetahuan ibu batita tentang deteksi dini stunting dengan pelaksanaan kegiatan selama 3 bulan. Hasil pada pengabdian kepada masyarakat berupa 63 sasaran ibu batita dan kader Kesehatan. Terdapat perbedaan pengetahuan ibu batita sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan dengan nilai p value 0,001. Peningkatan rata rata pengetahuan ibu batika meningkat dari 8,82 pada saat pretes menjadi 13.94 pada saat posttest. Kesimpulan penggunaan video animasi meningkatan pengetahuan ibu batita dalam deteksi dini stunting di wilayah Pudakpayung, Banyumanik, Semarang. Harapannya akan terbentuk kelompok Masyarakat yang teredukasi tentang stunting atau Masyarakat sadar stunting
Pendampingan Kader Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) Efektif Meningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Kader Tursilowati, Susi; Mintarsih, Sri Noor; Ambarwati, Ria; Assidhiq, Mohamad Reza
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12303

Abstract

Pasca masa pandemi Covid-19, kegiatan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) tidak berjalan dikarenakan kondisi yang belum memungkinkan. Sehingga kondisi kesehatan masyarakat tidak terpantau oleh kader. Salah satu alternatif yang mungkin dapat dikembangkan dengan menghidupkan kembali Posbindu yang sudah pernah berjalan sebelum pandemi.  Kader perlu mendapat pendampingan untuk memulai  melaksanakan kegiatan Posbindu secara rutin. Kegiatan pendampingan kepada  kader Posbindu yaitu dengan memberikan Pelatihan Kader. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam melaksanakan kegiatan khususnya pada meja III yaitu pengukuran antropometri (tinggi badan dan berat badan) dan meja IV adalah teknik edukasi dan penyuluhan gizi pada masyarakat. Manfaat pendampingan kader Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri  dan teknik memberikan edukasi dan penyuluhan gizi kepada masyarakat pada kegiatan Posbindu khususnya dalam penanggulangan Penyakit Tidak Menular (PTM). Peserta kegiatan pendampingan ini adalah perwakilan dari setiap kader di Wilayah Puskesmas Tlogosari Wetan. Kegiatan Monitoring Evaluasi dilakukan dengan memantau pelaksanaan Posbindu PTM dimasing-masing lokasi. Skor pengetahuan kader Posbindu terkait penyakit tidak menular (PTM) meningkat sebesar 6%. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa ketrampilan kader dalam melakukan pengukuran berat badan meningkat 17% dan ketrampilan mengukur berat badan meningkat sebesar 31%. Selain mendapatkan edukasi dan pelatihan ketrampilan, peserta juga diberikan contoh memberikan konseling gizi yang baik dan benar. Diharapkan telah mengikuti kegiatan pendampingan ini peserta dapat mengaplikasikan proses konseling gizi di Posbindu PTM.
EDIKASI: Empowering Data Integrity and Knowledge on Health Information Release in the Digital Era Susanto, Edy; Windari, Adhani; Amalia, Rizkiyatul
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12317

Abstract

Transformasi digital memudahkan akses terhadap data kesehatan, namun juga meningkatkan risiko kebocoran informasi medis. Maraknya telemedicine telah meningkatkan potensi penyalahgunaan data, karena konsultasi online dapat menyebabkan akses yang tidak sah dan pelanggaran data jika tidak dikelola dengan baik. Masyarakat seringkali kurang memahami hak mereka terkait data kesehatan dan proses pelepasan informasi yang aman, dapat menimbulkan risiko privasi dan keamanan. Kurangnya pemahaman tersebut menyebabkan pelanggaran kerahasiaan dan kebocoran data. Angka kebocoran data kesehatan di Indonesia mencakup 1,4 juta catatan yang bocor. Salah satu penyebabnya kesalahan manusia/pengguna system itu sendiri. Untuk mengatasi permasalahan ini, program edukasi yang dirancang khusus untuk masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Padangsari akan dilaksanakan. Program mencakup penyuluhan mengenai pentingnya kerahasiaan data medis, serta prosedur yang tepat untuk pelepasan informasi. Dengan pendekatan yang berbasis pada teknologi informasi, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami hak dan kewajiban mereka terkait pengelolaan data kesehatan. Evaluasi pretest dan posttest, peningkatan pengetahuan masyarakat akan diukur, sehingga efektivitas program dapat diketahui. Kegiatan ini dihadiri oleh 41 kader Kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kader mengetahui terkait pentingnya informasi medis dan resiko kebocoran data Kesehatan. Edukasi yang komprehensif menjadikan masyarakat untuk dapat lebih berdaya dalam melindungi data kesehatan mereka dan berpartisipasi aktif dalam era digital yang terus berkembang. Kegiatan berikutnya dapat melibatkan vendor teknologi kesehatan untuk mengadakan lokakarya tentang solusi inovatif dalam pengelolaan data medis dan perlindungan privasi.
Kartu Menuju Gigi Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Karies Balita Posyandu Wilayah Banyumanik Semarang Subekti, Ani; Salikun, Salikun; Musthofa, Fikril; Fakhriyatin, Kiat Irma
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12324

Abstract

Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS) merupakan suatu kartu untuk mencatat pertumbuhan dan perkembangan gigi geligi anak serta resiko karies gigi. Kartu ini merupakan suatu kartu yang dirancang untuk dapat diisi dengan mudah oleh kader kesehatan gigi secara sederhana. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) ini bertujuan memantau kesehatan gigi pada balita posyandu dalam pencegahan karies sejak dini di wilayah Kecamatan Banyumanik Semarang. Metode pengabmas meliputi sosialisasi kepada kader posyandu dan pemantauan kesehatan gigi pada balita posyandu. Adapun kegiatan sosialisasi yaitu tentang kesehatan gigi kepada para Kader Posyandu dan Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS). Pengabmas ini diikuti oleh 33 kader posyandu Gedawang Kecamatan Banyumanik dan 205 balita. Pemantuan kesehatan gigi balita dilakukan secara berkala oleh kader. Kader Posyandu dapat menilai faktor risiko karies gigi secara dini pada gigi susu anak usia balita. Hasil pengabmas dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan kader posyandu Gedawang tentang kesehatan gigi mempunyai kriteria baik sebesar 88%. Data risiko karies pada 205 anak balita posyandu Gedawang  adalah tinggi sebesar 8,8% dan 71,2% termasuk rendah. Skor rata-rata deft sebesar 1,55. Kesimpulan pengabmas adalah penggunaan KMGS secara rutin diharapkan akan membantu terbentuknya perilaku kesehatan gigi yang positif sebagai upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut pada balita posyandu.
Edukasi Gizi Seimbang dan Screening Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular pada Lansia Binaan Poltekkes Kemenkes Semarang Widiyati, Sri; Nabiha, Putri Inandin; Hasna’ Atifa, Shinta Dian
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12326

Abstract

Lansia rentan terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung, sehingga edukasi gizi seimbang sangat penting untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai kebutuhan nutrisi yang tepat. Program edukasi yang terintegrasi dengan screening ini bertujuan agar lansia dapat mengadopsi pola makan sehat dan mengenali tanda-tanda awal PTM. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan, deteksi dini risiko, kualitas hidup, dan perubahan perilaku dalam menjaga kesehatan di usia lanjut. Metode yang digunakan dengan edukasi kesehatan pada lansia dengan metode ceramah dan pemeriksaan status gizi dan pemeriksaan kesehatan  kadar gula darah, kolesterol dan asam urat. Dokumentasi kegiatan berupa video dan foto kegiatan. Hasil Sebagian besar lansia yang mengikuti kegiatan adalah perempuan, dan 58.3 % IMT lansia tergolong obesitas. Mayoritas hasil pengukuran gula darah dan asam urat menunjukkan kategori normal dengan persentase masing-masing 62.1% dan 54.4%, sedangkan pengukuran kolesterol menunjukkan persentase tertinggi pada kategori "tidak melakukan pengukuran" sebesar 35.9%. Selain itu, terdapat persentase yang signifikan untuk kategori "tidak melakukan pengukuran" pada gula darah dan asam urat, masing-masing sebesar 20.4%. Kesimpulan Mayoritas lansia dalam keadaan sehat atau IMT normal dari semua pemeriksaan darah sewaktu dan pemeriksaan fisik yang telah dilakukan.
Pendampingan Konseling Sebaya Remaja Peduli Kesehatan Reproduksi Ramadhaniati, Fitri; Kurniati, Neng; Yulyani, Linda; Novianti, Novianti
Jurnal LINK Vol 21 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12336

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja masih membutuhkan perhatian khusus. Beberapa permasalahan kesehatan reproduksi perlu diwaspadai. BKKBN mencatat bahwa pada remaja usia 16-17 tahun ada sebanyak 60 persen remaja yang melakukan hubungan seksual, usia 14-15 tahun ada sebanyak 20 persen, dan pada usia 19-20 sebanyak 20 persen. Seks bebas pada remaja termasuk pada salah satu jenis dari pergaulan bebas remaja selain merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, mengonsumsi obat-obatan terlarang, dan tawuran. Berdasarkan hasil survei awal diketahui bahwa masih banyak siswa yang belum memahami tentang kesehatan reproduksi. Selain itu, SMA N 3 Kota Bengkulu juga belum pernah mengadakan kegiatan konseling sebaya tentang kesehatan reproduksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi adalah melalui konseling sebaya. Remaja yang akan menjadi konselor sebaya tentang kesehatan reproduksi adalah siswa SMA N 1 dan SMK N 2 Kota Bengkulu yang telah mengikuti Pelatihan Konselor Sebaya Remaja Peduli Kesehatan Reproduksi yang diadakan oleh Tim Pengabdi Universitas Bengkulu pada bulan Juli 2023. Kegiatan konseling sebaya dilakukan pada hari Kamis, tanggal delapan Agustus 2024 di SMA N 3 kota Bengkulu. Pelakasanaan konseling yang diberikan oleh konselor sebaya akan didampingi oleh Tim Pengabdi. Kegiatan konsleing sebaya berjalan lancar dan seterusnya dilanjutkan melalui pemberian informasi kesehatan reproduksi pada grup whatsapp. Melalui kegiatan konseling sebaya diharapkan remaja dapat dengan mudah menerima informasi dan mengemukakan masalah yang sedang dialaminya berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja.
Penerapan Afirmasi Positif dan Hipnotis 5 Jari Pada Gangguan Psikososial Kecemasan Lansia Windiarti, Sri Endang; Windiyanto, Budi; -, Budiati
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12340

Abstract

Memelihara kesehatan mental orang yang lebih tua sangat penting. Risiko gangguan psikologis seperti demensia dan gangguan tidur meningkat dengan bertambahnya usia. Program ini menekankan pencegahan dini dengan memberikan pelatihan praktis untuk mengurangi kecemasan pada orang tua. Metode pengabdian dilakukan pada 52 orang tua di wilayah kelurahan pedalangan, Banyumanik, Semarang, . Afirmasi positif dan hipnotis 5 jari dilatih melalui kegiatan posyandu lansia pengabdi. Dimulai dengan pemeriksaan kesehatan, termasuk pengukuran tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta senam lansia. Hasil pengabdian ini meliputi hasil pemeriksaan dan evaluasi setelah pelatihan selesai dengan hasil yang sangat memuaskan; hasil pemeriksaan tidak ada keluhan yang menonjol, dan evaluasi pelatihan senior mengatakan sangat senang dan sangat bermanfaat. Kesimpulan pengurus posyandu dan orang tua yang sangat antusias ditunjukkan dengan pelaksanaan berjalan dengan lancar dan baik. Semua peserta bahagia.