cover
Contact Name
Fadhila Inas Pratiwi
Contact Email
fadhila.inas@fisip.unair.ac.id
Phone
+6285333282505
Journal Mail Official
jhi@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Jurnal Hubungan Internasional, Cakra Studi Global Strategis, Ruang A203 Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kampus B Universitas Airlangga, Jl. Dharmawangsa Dalam Selatan, Surabaya 60286.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Hubungan Internasional
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 14119382     EISSN : 27151565     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Hubungan Internasional is a scientific journal published twice a year, every June and December. JHI invite discussions, reviews, and analysis of contemporary against four main themes: international peace and security; international political economy; international businesses and organization; as well as globalization and strategy. JHI published by Cakra Studi Global Strategis (CSGS), center of studies that examine the issues of international relations and this center of studies was under control by Airlangga University International Relations Department.
Arjuna Subject : -
Articles 202 Documents
Strategi Ofensif Hamas 7 Oktober 2023 sebagai Respons Tekanan Struktur Internasional Farihah Nurfaizatush Sholihah; Husain, Nabilah Ulfamadani
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.75196

Abstract

Konflik Israel-Palestina merupakan salah satu konflik paling lama dan kompleks dalam sistem internasional modern, dengan eskalasi signifikan terjadi pada serangan militer Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan ini tidak hanya berdampak pada dinamika regional tetapi juga memetakan ulang aliansi global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Hamas melalui perspektif Realisme Struktural Kenneth Waltz, dengan fokus pada bagaimana tekanan struktural sistem internasional—seperti ketimpangan distribusi kekuasaan, fragmentasi aliansi, dan lemahnya penegakan norma global—memicu serangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-analitik dengan pendekatan studi pustaka terhadap sumber-sumber sekunder, termasuk literatur akademik, dokumen kebijakan, dan laporan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab melalui Abraham Accords meminggirkan Palestina secara politik dan ekonomi, menciptakan ancaman eksistensial bagi Hamas. Isolasi strategis dan kegagalan sistem internasional dalam menegakkan norma mendorong Hamas mengadopsi kekerasan sebagai strategi self-help dalam sistem anarkis. Simpulan penelitian ini mengonfirmasi bahwa serangan Hamas merupakan respons rasional terhadap tekanan struktural, sekaligus mengisi kekosongan akademis dalam kajian konflik Timur Tengah melalui lensa Realisme Struktural. Kata Kunci: Abraham Accords; Hamas; Konflik Israel-Palestina; Realisme Struktural; Sistem Internasional.
Gerakan Masyarakat Adat Tobelo dalam Upaya Menekan Kebijakan Pengelolaan Tambang PT.IWIP di Halmahera Husen, Ivana Mutmainah; Nugraha, Imam Fadhil
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.75341

Abstract

Ekspansi masif industri ekstraktif, khususnya pertambangan nikel oleh PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera, Maluku Utara, telah memicu ketegangan antara agenda pembangunan ekonomi nasional dan pemenuhan hak-hak komunitas lokal. Fenomena ini menghadirkan ancaman human security yang bersifat multidimensional, mencakup aspek lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya. Tulisan ini mengkaji bagaimana masyarakat adat Tobelo bertransformasi dari penerima dampak pasif menjadi subjek politik aktif melalui gerakan nirkekerasan dalam merespons kapitalisme ekstraktif. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan menggunakan teori aksi nirkekerasan Gene Sharp, studi ini menganalisis strategi resistensi yang dikembangkan masyarakat. Hasil riset menunjukkan bahwa gerakan ini bersifat strategis dan sistematis, ditandai dengan penegasan hukum adat sebagai tandingan terhadap regulasi negara yang merugikan, penolakan militerisasi dan kriminalisasi, serta pembangunan ketahanan ekonomi alternatif yang menolak model pembangunan eksklusif dan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak partisipatif. Resistensi nirkekerasan ini merepresentasikan perjuangan kolektif untuk merebut kembali kedaulatan atas ruang hidup dan pengetahuan, serta menegaskan bahwa kekuatan sejati terletak pada penarikan konsensus dan kepatuhan secara kolektif. Kata Kunci: Masyarakat Adat; Nirkekerasan; Pertambangan Nikel; Human Security; Halmahera.
Strategi Bantuan Kemanusiaan Indonesia pada Bencana Siklon Mocha di Myanmar di Masa Kepemimpinan Junta Militer Maharani, Az Zahra; Setiawan, M. Chairil Akbar
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.75956

Abstract

Bencana alam yang terjadi dalam situasi politik yang tidak stabil menimbulkan tantangan kompleks dalam penyaluran bantuan kemanusiaan. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis strategi Indonesia dalam memberikan bantuan kemanusiaan pada Bencana Siklon Mocha 2023 di Myanmar yang saat itu berada di bawah kepemimpinan junta militer. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan konsep bantuan kemanusiaan dan diplomasi bencana. Hasil riset menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan dua strategi utama. Strategi jangka pendek dilakukan melalui mekanisme bilateral untuk memenuhi kebutuhan darurat, dengan tetap menjaga hubungan diplomatik yang tertutup dengan otoritas junta. Sementara itu, strategi jangka panjang dilakukan melalui mekanisme multilateral bersama AHA Centre untuk meningkatkan stabilitas kawasan serta memperkuat posisi Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023. Temuan ini menawarkan perspektif baru dalam studi bantuan kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara, khususnya terkait praktik pendekatan senyap dan diplomasi bencana dalam situasi politik domestik yang kompleks. Kata Kunci: Bantuan Kemanusiaan, Diplomasi Bencana, Junta Militer, Siklon Mocha.
Geopolitical Pressures and Digital Sovereignity: Indonesia’s Strategic Response to US-China Data Hegemony Herlanda, Mohammad Dzaky; Wirawan, Rendy
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.76019

Abstract

Data security has become a new arena of geopolitical competition amid global digital transformation, particularly between the United States and China. In this power struggle, developing countries such as Indonesia occupy a vulnerable yet strategic position. Using Indonesia as the main case study, this research analyzes the geopolitical dynamics of data through an analytical framework that integrates data geopolitics, technology dependency theory, and a hybrid hard-soft digital power approach. The study maps how China exerts digital influence through the expansion of digital ecosystems and infrastructure, while the United States does so through privacy concerns and international standards. Indonesia responds with multilateral digital diplomacy, national cyber infrastructure development, and legislation such as the Personal Data Protection (PDP) Law. Findings show that Indonesia seeks to preserve digital sovereignty through a digital non-alignment strategy, maintaining technological autonomy by avoiding excessive dependence on any major technological power bloc. This concept modernizes the historical Non- Aligned Movement in the context of today’s “digital Cold War” between the US liberal market model and China’s state-driven surveillance model. However, the strategy’s success depends on policy coherence, technological capacity, and global bargaining power. Overall, the study highlights both the strategic opportunities and structural challenges faced by developing states in achieving data sovereignty. Keywords: Geopolitics of Data, Digital Sovereignty, Cybersecurity, Digital Pressure.
Difusi Norma Kerja Sama Pencucian Uang ASEAN: Adaptasi Selektif terhadap Norma Internasional Anti-Pencucian Uang Sitepu, Qory Fizrianti
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.76029

Abstract

Pencucian uang merupakan bentuk kejahatan transnasional yang berdampak terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan di kawasan Asia Tenggara. Sebagai respons terhadap ancaman tersebut, ASEAN mengadopsi dua norma keamanan internasional yang berkaitan dengan kejahatan lintas negara, yaitu United Nations (UN) Vienna Convention tahun 1988 dan Statement of Principles tahun 1988 sebagai landasan pembentukan kerangka kerja sama dalam memerangi pencucian uang di kawasan. Namun, ASEAN tidak sepenuhnya mengadopsi kedua norma internasional tersebut dan melakukan sejumlah penyesuaian. Artikel ini menggunakan Teori Difusi Norma dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis bagaimana kedua norma internasional tersebut diintegrasikan ke dalam kerangka ASEAN melalui tiga tahapan difusi, yaitu framing, grafting, dan pruning, selama proses pembentukan norma kerja sama anti-pencucian uang di ASEAN. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan ASEAN terhadap norma internasional anti-pencucian uang mencerminkan proses difusi yang bersifat selektif dan adaptif. Alih-alih mengadopsi secara penuh kerangka global, ASEAN menafsirkan ulang norma-norma tersebut dengan membingkai isu pencucian uang sebagai ancaman keamanan bersama, mengadaptasikan prinsip integritas keuangan global dengan nilai-nilai regional seperti non intervensi dan konsensus, serta menyaring elemen-elemen yang dianggap bertentangan dengan kepentingan domestik dan sensitivitas politik kawasan.Kata Kunci: ASEAN; ASEAN Way; Difusi Norma, Pencucian Uang
Korea’s Balloon War: Symbolic Activism and Propaganda Amid Nuclear Tensions Kusumawikan, James William; Subhan, Muhammad
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.77268

Abstract

Balloon propaganda in the Korean Peninsula has long served as a symbolic confrontation between North and South Korea, but the recent “trash balloon war” in 2024 marks a significant shift in both intensity and strategic messaging. This research explores how balloon activism—particularly by North Korean defector- activists—functions as psychological warfare and symbolic resistance in the broader context of inter-Korean rivalry. Through the lens of the Propaganda Model and Symbolic Politics Theory, the study examines how non-state actors utilize symbolic tools to influence public narratives, challenge ideological boundaries, and provoke state-level responses. It also highlights how balloon campaigns, though often framed as humanitarian efforts, can escalate diplomatic tensions and feed into militarized stalemates. By analyzing key events, discourse, and reactions from both Koreas, this study offers a deeper understanding of how seemingly low-tech propaganda tools can carry high-stakes implications. The findings contribute to broader discussions on civil activism, media politics, and geopolitical signaling in the region. Keywords: Balloon Propaganda; Inter-Korean Conflict; Symbolic Politics; Civil Activism.
Strategic Leverage Indonesia terhadap Eksepsionalisme Tiongkok-Amerika Serikat di Laut Cina Selatan Isti Nur Rahmahwati; Kuswardini, Seftina; Candrawati, Mayang Dini 
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.77835

Abstract

Meningkatnya ambisi maritim Tiongkok di Laut Cina Selatan dalam beberapa tahun terakhir memantik dilema ketidakamanan bagi AS. Kompleksitas ini terfragmentasi dimana rivalitas Tiongkok-AS mengarah pada persaingan diskursif untuk menjadi negara eksepsional, yang berpotensi mengancam keamanan maritim di Asia Tenggara, termasuk wilayah perairan Indonesia. Perairan Indonesia, termasuk Natuna Utara, merupakan jalur perdagangan maritim strategis di Asia Tenggara. Persinggungan klaim Tiongkok dengan perairan Natuna Utara dan kehadiran militer AS di Laut Cina Selatan menempatkan Indonesia pada posisi yang dilematis untuk mengambil kebijakan luar negeri yang strategis dan selektif. Berdasarkan latar belakang tersebut, pertanyaan yang diajukan adalah bagaimana Indonesia menerapkan strategic leverage dalam menginterpretasikan dan menentang eksepsionalisme Tiongkok-AS di Laut Cina Selatan? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategic leverage Indonesia terhadap eksepsionalisme Tiongkok-AS di Laut Cina Selatan dengan mengadopsi landasan pemikiran eksepsionalisme K.J. Holsti dan politics of leverage H. Richard Friman. Menggunakan metode kualitatif berbasis critical discourse analysis (CDA) oleh Norman Fairclough, penelitian ini menunjukkan bahwa rivalitas Tiongkok-AS di Laut Cina Selatan memperlihatkan adanya upaya untuk memperebutkan identitas sebagai negara-negara eksepsional. Dengan posisinya yang strategis, Indonesia menggunakan tiga instrumen strategic leverage: naming, shaming, sanctioning dalam menginterpretasikan dan menentang eksepsionalisme Tiongkok-AS di Laut Cina Selatan. Kata Kunci: Eksepsionalisme; Strategic Leverage; Rivalitas; Laut Cina Selatan; Diskursus.
Strategi Inovatif Mewujudkan Kota Berkelanjutan Melalui Kerja Sama Green Sister City Surabaya-Kitakyushu Nur Aini, Aisyah Zakiyah; Luna Shinkoo, Sovira Hikari
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.79823

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kerja sama Green Sister City Kota Surabaya, Indonesia dan Kota Kitakyushu, Jepang sebagai strategi menuju pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi paradiplomasi dalam mendukung tata kelola lingkungan di tingkat kota dengan dua fokus utama, yaitu pengelolaan sampah dan konservasi hutan mangrove serta ekowisata. Penulis menggunakan konsep paradiplomasi untuk mengkaji bagaimana pemerintah daerah sebagai aktor subnasional terlibat dalam kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan lingkungan sebagai isu global. Melalui metode deskriptif kualitatif, penulis mencoba menganalisis dengan sumber sekunder seperti tinjauan pustaka artikel jurnal. Temuan menunjukkan bahwa Surabaya dan Kitakyushu secara aktif melibatkan masyarakat, LSM dan juga sektor swasta dalam setiap program pengelolaan sampah seperti 3R, B3, konservasi hutan mangrove, dan ekowisata yang memungkinkan terjadinya transfer teknologi dan pengetahuan serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi kedua kota. Kemitraan ini mendukung pemenuhan SDGs seperti poin 11, 12, 13, 14, dan 15, dan menunjukkan efektivitas kolaborasi lokal-global. Kata Kunci: Surabaya; Kitakyushu; Green Sister City; Paradiplomacy; Sustainable Development.
Erosi Kedaulatan Gambia: Intervensi Militer ECOWAS Pada Tahun 2017 dan Implikasinya Fatimatuzzahra, Amelia
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.81680

Abstract

Globalisasi politik menghadirkan manfaat integrasi regional sekaligus risiki melemahnya kedaulatan negara. Dalam konteks Gambia, keanggotaanya dalam Economic Community of West African States (ECOWAS) justru berkontribusi pada penggerysan kedaulatan, terumatan memlaui intervensi militer tahun 2017. Peneliti berargumen bahwa intervensi militer ECOWAS ke Gambia pada tahun 2017menyebabkan melemahnya kedaulatan Gambia secara berkelanjutan sebab hilangnya kekuatan Gambia untuk mengontrol keamanan di dalam wilayah yurisdiksinya secara independen. Temuan menunjukkan bahwa penggerusan berkelanjutan kedaulatan Gambia melalui ECOWAS berasal dari tiga faktor utama. Pertama, Gambia secara sadar memberikan sebagian kedaulatan melalui protokol keamanan ECOWAS tahun 1999 yang mengizinkan intervensi demi stabilitas regional. Kedua, Intervensi militer melalui ECOMIG menjadi alat penegakan ECOWAS yang efektif, dimana legitimasi tindakan tersebut dibangun atas dasar perlindungan prinsip demokraso, sehingga otoritas keamanan Gambia terlampaui. Ketiga, lahirnya ketergantungan berkelanjutan Gambia pada kekuatan ECOMIG pasca intervensi dalam menjalankan fungsi keamanan nasional yang membatasi tindakan dan memperlambat reformasi sektor keamanan Gambia. Kehadiran ECOMIG yang berkepanjangan menyebabkan melemahnya kedaulatan Gambia secara berkelanjutan dikarenakan hilangnya kekuatan Gambia untuk mengontrol keamanan di dalam wilayah yurisdiksinya secara independen. Hingga kini, implikasinya menuntut adanya reklamasi kedaulatan keamanannya melalui agenda strategi penarikan pasukan ECOMIG secara bertahap. Kata Kunci: Kedaulatan; Gambia; ECOWAS; Intervensi; Globalisasi.
Hegemoni Budaya K-Pop dan Dinamika Cultural Hybridization Dessy Elma Syafitri Pane
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.81856

Abstract

Globalisasi budaya telah menciptakan ruang baru bagi pertukaran nilai, simbol, dan identitas lintas negara. Dalam konteks ini, musik populer berperan sebagai medium hegemoni sekaligus arena negosiasi makna budaya. Fenomena K-Pop menjadi contoh menonjol dari dinamika tersebut, di mana praktik produksi dan konsumsi musik Korea Selatan merepresentasikan pertemuan antara kekuasaan kultural, hibridisasi, dan partisipasi global. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana K-Pop membangun hegemoni budaya melalui soft power serta bagaimana proses cultural hybridization menjadi strategi sekaligus ruang resistensi dalam lanskap globalisasi kontemporer. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, didukung oleh kerangka teori hegemoni Gramsci dan konsep cultural hybridization serta third space dari Homi K. Bhabha. Hasil analisis menunjukkan bahwa dominasi K-Pop terbentuk melalui konsensus kultural, fan labor, dan strategi glokalisasi yang memungkinkan musik Korea Selatan diterima secara luas di berbagai konteks budaya. Namun, fenomena ini juga mengandung paradoks, di satu sisi K-Pop mencerminkan keberhasilan globalisasi budaya Asia, tetapi di sisi lain tetap mereproduksi relasi kuasa melalui nasionalisme budaya dan hierarki global yang tersisa. Kata Kunci: K-Pop: Hegemoni Budaya; Cultural Hybridization; Soft Power; Globalisasi Budaya.