cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 458 Documents
Penerapan lean manufacturing untuk mereduksi waste pada produksi spare part screw spindle set Evi Febianti; Yusraini Muharni; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12338

Abstract

Aktifitas pada perusahaan yang tidak memiliki nilai tambah akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua produksi di PT.XYZ diketahui bahwa perusahaan ini mengalami keterlambatan waktu penyelesaian produk 1-2 hari setelah due date pesanan pelanggan. Pemborosan yang terjadi diidentifikasi menggunakan metode Waste Assessment Model dan Failure Mode Effect Analysis untuk selanjutnya diberikan usulan perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waste yang paling dominan menggunakan metode WAM, mengetahui penyebab utama masalah dari waste yang paling dominan, mengetahui usulan perbaikan untuk meminimasi waste terbesar dan menghitung banyaknya waktu produksi yang dapat diminimalisasi ketika usulan perbaikan dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waste yang paling dominan menggunakan metode WAM adalah waiting (22%) dan defect (20%). Penyebab utama masalah dari waste yang paling dominan tersebut adalah pengulangan proses kerja dan kesalahan operator dalam membaca gambar. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan adalah membuat SOP klasifikasi untuk produk cacat dan memberikan training pada operator khususnya dalam membaca gambar. Waktu yang dapat diminimalisasi setelah perbaikan memiliki selisih sebanyak 379,799 detik.
Penentuan pola distribusi optimal menggunakan metode saving matrix untuk meningkatkan fleksibilitas pemesanan Winny Andalia; Devie Oktarini; Siti Humairoh
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.11378

Abstract

The purpose of this study is to obtain the most appropriate and optimal cosmetic shipping routes that can minimize transportation distribution costs, and determining the magnitude of distribution cost savings. The object of this research is the distribution of Wardah Cosmetics in Palembang, and the study uses 7 retailers in Palembang. Analysis of determining the distribution route using the Saving Matrix Method. The results of the approach through the Nearest Insert, Nearest Neighbor and Sweep get the smallest value of the route along 73.6 Km. The analyzing results by using Saving Matrix Method determine the distribution route which can be converted from D1, D2, D3, D4, D5, D6, D7 into D3, D5, D6, D7, D1, D2, D4. The original mileage of 129 kilometers can be reduced to 73.6 kilometers, which means the distance can be shortened or more efficient by 55.4 kilometers. Route changes the result in lower product distribution costs. Initial transportation costs were Rp. 1.196.850 per day and subsequently getting down to Rp. 662.115 per day. Thus, the distribution channel cost savings of Rp. 534.735 per day.
Usulan peningkatan kualitas kinerja layanan kesehatan menggunakan integrasi metode balance scorecard, AHP, dan Omax (studi kasus: Puskesmas Ciwandan) Sirajuddin Sirajuddin; Annihlah Annihlah; Shanti Kirana Anggraeni
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.13002

Abstract

Pelayanan kesehatan sedang menghadapi pandemi Covid-19 sehingga mengalami penurunan jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan jumlah dana APBD. Oleh karena itu, perlu dilakukannya pengukuran kinerja secara keseluruhan untuk mengetahui seberapa efektif kinerja pelayanan kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Tujuan Penelitian ini yaitu merancang indikator penilaian kinerja pelayanan kesehatan di era pandemi Covid-19 dengan pendekatan Balanced Scorecard, mengetahui hasil pembobotan indikator penilaian kinerja pelayanan kesehatan dengan menggunakan AHP, mengetahui hasil penilaian kinerja pelayanan kesehatan menggunakan OMAX, dan menentukan usulan perbaikan untuk meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan di era pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode Balanced Scorecard, AHP, dan OMAX. Hasil penelitian ini ialah skor global kinerja Puskesmas Ciwandan sebesar 4.4539 berada pada indikator kuning. Sembilan indikator berwarna merah ialah rasio efektivitas dan efisiensi, IKM, BTO, BOR, visit rate, kegiatan manajemen puskesmas, retensi dan akuisisi pasien. Dua indikator berwarna kuning ialah realisasi UKM dan UKP. Tiga indikator berwarna hijau ialah rasio ekonomis, retensi dan kepuasan pegawai. Usulan perbaikan untuk meningkatkan kinerja yaitu evaluasi sistem pengelolaan pendapatan, menekan biaya belanja operasional, melakukan promosi kesehatan, menambah program kesehatan Covid-19, menerapkan protokol kesehatan, modifikasi tata letak pelayanan, menerima keluhan pasien, menambah jumlah tempat tidur, meningkatkan fasilitas rawat inap, dan evaluasi mengenai kegiatan program puskesmas.
Penentuan prosedur dan waktu baku untuk proses produksi guna standarisasi bagi IKM bahan pangan di Kabupaten Lebak (studi kasus : IKM roti) Ani Umyati; Andita Nurhikmawati; Ade Sri Mariawati
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12392

Abstract

IKM Jaya Roti merupakan sebuah usaha yang bergerak dalam industri makanan yang berdiri pada tahun 2014, jenis roti yang diproduksi meliputi roti goreng rasa cokelat, roti dengan isian selai rasa stroberi, cokelat, kelapa, keju, moka dan martabak rasa stroberi, namun pada saat ini IKM Jaya Roti tidak memproduksi martabak. Dalam kondisi normal jumlah produksi Jaya Roti setiap harinya rata-rata mencapai 15.000 bungkus per hari, sedangkan untuk kondisi saat ini hanya memproduksi roti sebanyak 10.000 bungkus per hari hal ini disebabkan kurangnya permintaan dari pelanggan karena Jaya Roti biasa mendistribusikan produknya ke warung, agen, kantin sekolah.  Berdasarkan hasil wawancara, IKM Jaya Roti juga belum memiliki prosedur dan waktu standar untuk setiap proses pekerjaan sehingga belum adanya acuan waktu untuk pekerja, dengan tidak adanya waktu standar ini tidak dapat mengukur kemampuan maksimal pekerja pada saat melakukan tugasnya pada masing-masing stasiun kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses produksi roti di IKM ini terdiri dari 7 operasi, yaitu pengadonan (5 elemen aktivitas), pengembangan adonan, pencetakan (4 elemen aktivitas), pembuatan selai (5 elemen aktivitas), pemanggangan/penggorengan (4 elemen aktivitas), dan pengemasan (3 elemen aktivitas. Sedangkan waktu standar untuk proses produksi roti panggang adalah selama 272,85 menit.
Pengaruh quality of work life selama masa pandemi Covid-19 terhadap produktivitas pegawai negeri sipil wanita di kota Cilegon Evi Febianti; Nuraida Wahyuni; Shanti Kirana Anggraeni; Bobby Kurniawan
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12356

Abstract

Kualitas kehidupan kerja atau Quality of Work Life (QWL) yang baik sangat penting dimiliki oleh sumber daya manusia di tempat ia bekerja. Semakin QWL seseorang baik, semakin baik pula performanya dalam bekerja. Kondisi pandemi yang telah dirasakan selama lebih dari satu tahun, sedikit banyak mempengaruhi QWL dengan adanya kebijakan work from home (WfH). Kondisi ini diduga dapat mempengaruhi produktivitas pegawai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung pengaruh QWL terhadap produktivitas. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linear. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan pegawai negeri sipil (PNS) wanita di kota Cilegon sebagai respondennya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara QWL terhadap produktivitas PNS wanita di kota Cilegon. Model regresi yang didapatkan adalah Y = 30,81 + 0,614 artinya, ada pengaruh positif antara QWL dengan produktivitas, setiap peningkatan 1 satuan unit QWL akan meningkatkan sebesar 0,614 produktivitas. Ketika QWL bernilai nol, maka nilai produktivitas adalah 30,81. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif antara QWL terhadap produktivitas di lingkungan pemerintahan kota Cilegon. Hal ini dapat menjadi perhatian pemerintah kota Cilegon terhadap PNS wanita selama masa pandemi.
Analisis kebijakan inventori probabilistik dengan model P-backorder dan Q-backorder Monanda Wandita Rini; Nessa Ananda
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12525

Abstract

Manajemen inventori merupakan hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan guna memenuhi permintaan konsumen. Namun demikian, penentuan kebijakan inventori optimal perlu dilakukan sehingga dapat mengurangi ongkos total yang dihasilkan. PT X merupakan perusahaan distributor logam, dengan salah satu produknya yaitu baja. Permintaan produk baja bersifat probabilistik sehingga untuk penyelesaiannya dapat menggunakan model probabilistik. Kondisi pemenuhan permintaan bersifat backorder. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kebijakan inventori optimal dengan menggunakan model Q-backorder, model P-backorder, dan kebijakan perusahaan. Perbandingan kebijakan inventori optimal dilakukan dengan mempertimbangkan ongkos total yang terendah. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa kebijakan inventori yang paling optimal yaitu dengan menggunakan model P-backorder. Estimasi ongkos total per tahun yang dihasilkan dengan kebijakan inventori model P-backorder yaitu sebesar Rp183.536.949.251,00 dengan tingkat pelayanan sebesar 95,1%. Jika dibandingkan dengan kebijakan inventori yang dimiliki perusahaan, estimasi ongkos total dengan model P-backorder lebih rendah sekitar Rp1,1 milyar per tahun. Oleh karena itu, kebijakan inventori dengan model P-backorder dapat mengurangi estimasi ongkos total per tahun yang akan dikeluarkan oleh perusahaan.
Penentuan jumlah tenaga kerja dan perbaikan layout untuk meningkatkan service level dan mengurangi waktu antrian menggunakan simulasi Tomy Jeremy; Vivi Arisandhy; David Try Liputra
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12535

Abstract

Apotek merupakan salah satu tempat pelayanan kefarmasian untuk masyarakat. Tingkat kepuasan pelanggan apotek sangat dipengaruhi oleh waktu tunggu pelayanan resep, sehingga pihak apotek harus dapat memberikan waktu tunggu yang sesingkat mungkin. Penelitian sebelumnya yang membahas sistem antrian di apotek maupun bagian farmasi di rumah sakit telah banyak dilakukan, Namun penelitian-yang membahas tentang perbaikan tata letak (layout) untuk memperbaiki sistem antrian masih belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan diusulkan penambahan jumlah tenaga kerja dan perbaikan layout apotek untuk meningkatkan service level dan mengurangi waktu antrian. Objek penelitian ini adalah Apotek Cipta Farma yang menghadapi permasalahan waktu mengantri pelanggan yang terlalu lama. Metode yang digunakan untuk memperbaiki kondisi saat ini adalah metode simulasi. Pada penelitian ini, terdapat tiga skenario yang dibuat, yaitu skenario pertama: memperbaiki layout apotek saja, skenario kedua: menambah pegawai saja dan skenario ketiga: memperbaiki layout apotek dan menambah pegawai. Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan bahwa skenario terbaik adalah skenario ketiga dengan rata-rata ukuran performansi service level keseluruhan meningkat dari 76.396% menjadi 94.671% dan rata-rata lamanya waktu mengantri menurun dari 30.291 menit menjadi 8.304 menit. Namun, jika dilihat berdasarkan ukuran performansi lamanya waktu menunggu di kursi tunggu, maka skenario pertama adalah yang terbaik dengan waktu tunggu menurun dari 18.788 menit menjadi 12.602 menit. Manfaat dari penerapan skenario usulan adalah jumlah pelanggan yang menunggu di antrian pemesanan obat maupun kursi tunggu akan berkurang, durasi pelanggan menunggu di antrian pemesanan obat maupun kursi tunggu akan lebih singkat, jumlah pelanggan yang gagal dilayani akan berkurang sehingga tingkat pelayanan apotek menjadi lebih baik dari sistem saat ini.
Optimalisasi kapasitas produksi produk PDS Fender pada PT Arkha Jayanti Persada dengan theory of constraints menggunakan Lindo dan PomQm Rivaldi Fajar Adhiputra
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12049

Abstract

Pada era globalisasi ini, perkembangan teknologi semakin pesat sehingga banyak perusahaan lokal dan asing mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Tentunya setiap perusahaan berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan. Theory of Constraints (TOC) adalah pendekatan baru manajemen dan peningkatan berkelanjutan pada operasional perusahaan. TOC dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi yang lebih baik. PT Arkha Jayanti Persada memiliki sebuah masalah pada sistem produksinya yaitu terdapat work center yang mengalami kendala atau bottlenecks sehingga menyebakan keterlambatan dalam pengiriman yang telah disepakati sebelumnya. Kapasitas yang tersedia pada PT Arkha Jayanti Persada sebesar 237,6, berdasarkan pengolahan yang telah dilakukan stasiun kerja Cutting tidak memenuhi kapasitas yang tersedia sebesar 341,54. Dikarenakan stasiun kerja Cutting terjadi bottleneck, diperlukan perbaikan kapasitas stasiun kerja agar kapasitas tersebut menjadi terpenuhi dan optimal. Berdasarkan pengolahan data menggunakan Rought Cut Capacity Planning, bahwa kapasitas produksi telah memenuhi kapasitas yang tersedia, tetapi hasil yang diberikan belum optimal. Untuk mengetahui apakah hasil telah optimal maka diperlukan software Lindo. Hasil analisis sensitivity pada Lindo dapat disimpulkan bahwa perbaikan kapasitas stasiun kerja pada PT Arkha Jayanti Persada menggunakan RCCP telah optimal. Diharapkan perusahaan dapat menerapkan perbaikan yang telah dilakukan sehingga dalam proses produksi tidak terjadi kendala dan tidak terjadi keterlambatan dalam pengiriman produk ke konsumen.
Analisis fluktuasi jumlah produksi gula tebu perbandingan bertahap triangular fuzzy inference system Ratna Ekawati
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.10857

Abstract

Sugar production owned by PT X (Persero) for the last 10 years still shows fluctuation. One of the factors is climate, including rainfall. Judging from the development, sugarcane is still vulnerable to the climate. Even so, there are still strategies to reduce the resulting risks, including by means of an appropriate cropping system. However, the safety stock of raw materials cannot be maintained because the quality of the sugarcane deteriorates very quickly. Therefore, sugarcane is continuously sourced in varying quantities and qualities from hundreds of geographically dispersed varieties and supplied to the milling process and due to changing weather conditions so that throughout the year, the time window must be considered for harvesting. Fuzzy logic is a science of uncertainty that has superior ability to process reasoning in language. In fuzzy logic theory, it is known that the concept of fuzzy systems is used in the prediction process and generally contains four stages: fuzzification, formation of fuzzy rules, fuzzy inference system reasoning, and defuzzification. Variable rainfall (mm/year), average yield (%/year), total sugarcane production (million tonnes/year) based on a triangular model of incremental uncertainty as an information attribute in the Fuzzy Inference System (FIS). The selection obtained by using the fuzzy inference system is approximately 5 points from the uncertainty factor that arises from the effect of the input on the total output of the resulting sugar cane production.
Usulan pemilihan supplier kemasan PP bag di PT X menggunakan metode fuzzy ANP dan Topsis Faula Arina; Achmad Bahauddin; Amelia Adiny
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.13022

Abstract

PT. X merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi tepung terigu yang ada di Indonesia.  Untuk menjaga keberlangsungan proses produksinya, maka PT X harus bekerjasama dengan beberapa supplier. Salah satu supplier yang bekerja sama dengan PT. X adalah supplier PP Bag. Namun, kerjasama yang dilakukan kurang berjalan dengan baik terlihat dari kualitas barang yang dikirimkan dan waktu pengiriman. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kriteria dan subkriteria yang digunakan dalam proses pemilihan supplier PP Bag, menentukan kriteria dan subkriteria yang paling berpengaruh dalam proses pemilihan supplier PP Bag  dan  memberikan usulan dalam proses pemilihan supplier PP Bag. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode Fuzzy ANP dan Fuzzy TOPSIS.  Terdapat 5 kriteria utama dan 13 subkriteria yang digunakan dalam proses pemilihan supplier PP Bag dengan urutan Harga, Kualitas, Pengiriman, Pelayanan dan Rekam Jejak Perusahaan. Urutan subkriteria yang paling mempengaruhi dalam proses pemilihan supplier adalah kesesuaian produk, penurunan harga, keakuratan, ketepatan waktu pengiriman, garansi, pergantian bila terjadi kerusakan, kapabilitas, keterampilan, responsif, perubahan harga, kelengkapan sertifikat, implementasi kesehatan dan keselamatan kerja, penerapan GMP, ISO dan FSSC.  Urutan supplier terbaik asalah supplier B, C, D dan A.