cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2023): April" : 25 Documents clear
Dekonstruksi budaya dalam puisi rakyat Sumbawa Sukiman; Dermawan, Taufik; Sulistyorini, Dwi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23639

Abstract

Puisi rakyat Sumbawa menjadi induk dari segala kesenian dan budaya Sumbawa serta bagian dari kehidupan masyarakat Sumbawa. Dengan demikian, penelitian ini memiliki tujuan untuk mendekonstruksi bentuk budaya dalam lawas Sumbawa. Metode penelitian yang digunakan merupakan kualitatif dengan rancangan dekostruksi. Jenis data berupa kata-kata dalam buku Kumpulan Lawas Sumbawa Barat. Data dikumpulan melalui teknik membaca berulang-ulang untuk menginterpretasi isi dan struktur lawas. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan teknik identifikasi berdasarkan data yang telah diklasifikasikan, kemudian mengkelompokan berdasarkan makna dan menginterpretasi data. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada puisi rakyat Sumbawa ditemukan bahwa bentuk budaya yang terdekonstruksi dari puisi rakyat Sumbawa, yaitu budaya-bercocok tanam, berburuh, bajajak tercermin dalam lawas. Selain kebudayaan yang telah dijelaskan, kebudayaan yang terdekonstruksi dari puisi rakyat Sumbawa, yaitu budaya persaingan dalam hal beli-membeli perabot rumah tangga. Budaya dalam tata kerama bertamu ke rumah orang lain. Budaya meminang sampai proses resepsi dalam perkawinan. Budaya saling pendih merupakan kebudayaan yang telah menjadi warisan leluhur masyarakat Sumbawa. Perkembangan kehidupan masyarakat Sumbawa tersimpan dengan rapi dalam lawas. Oleh karena itu, lawas bagi masyarakat Sumbawa menjadi bagian dari segela jenis kebudayaan yang ada di Sumbawa. Lawas selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumbawa, baik dalam bidang pertanian, sosial, mapun adat perkawinan Sumbawa.
Pembelajaran berdiferensiasi untuk penguatan moderasi beragama dalam MKWK bahasa Indonesia pada PTKH Juliantari, Ni Kadek
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23752

Abstract

Moderasi beragama menjadi isu strategis yang perlu diintegrasikan dalam MKWK Bahasa Indonesia melalui embedded model dengan pola pembelajaran berdiferensiasi. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran berdiferensiasi untuk penguatan moderasi beragama dalam MKWK Bahasa Indonesia pada PTKH dan kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan desain studi kasus yang terjadi di PTKH dengan menggunakan pendekatan empiris. Data dikumpulkan dari sumber data primer dan sekunder melalui metode studi dokumen, observasi, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan teknik induktif dan argumentatif sebagai dasar pelaksanaan verifikasi dan penarikan simpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi untuk penguatan moderasi beragama dalam MKWK Bahasa Indonesia pada PTKH ditekankan pada 3 (tiga) aspek, yakni berdiferensiasi dari segi konten, proses, dan produk. Konten bermuatan moderasi beragama dalam MKWK Bahasa Indonesia beragam, seperti pidato, orasi ataupun berita-berita di media massa yang bermuatan moderasi beragama. Diferensiasi proses dilakukan dengan cara menerapkan berbagai model dan metode pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Diferensiasi produk dapat dilihat dari keberagaman luaran sebagai hasil pembelajaran proyek penguatan moderasi beragama. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran berdiferensiasi ini di antaranya adalah keterbatasan waktu, kompleksitas muatan yang harus ada dalam MKWK Bahasa Indonesia, dan kompetensi pengajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan peluang untuk mengemas pembelajaran secara variatif yang dapat diintegrasikan dengan muatan nilai-nilai moderasi beragama
Refleksi Cinderella Complex pada diri tokoh perempuan dalam Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer Hargita, Bhramastya Sandy; Nurhadi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23757

Abstract

Salah satu persoalan psikologis yang dialami oleh perempuan adalah Cinderella Complex. Persoalan psikologis ini bisa dialami oleh perempuan dari berbagai latar belakang. Bahasan akan hal ini juga tersemat dalam novel Bumi Manusia. Berkenaan dengan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bentuk, penyebab, dan upaya melepaskan diri dari Cinderella Complex yang dilakukan oleh tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kritik sastra feminis dan psikoanalisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca-catat. Kesahihan data dalam penelitian ini didasarkan pada kesahihan semantik dengan cara pembacaan secara mendalam dan berulang-ulang (intrarater) terhadap sumber data penelitian. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, bentuk Cinderella Complex ketakutan akan kemandirian dialami oleh tokoh Annelies Mellema yang dipresentasikan melalui varian/wujud pola perilakunya yaitu (1) mendambakan pasangan yang bisa melindungi, mengayomi, dan membahagiakan, (2) memiliki keinginan untuk selalu diperhatikan, dan (3) merasa cemas hidup sendiri serta takut akan ditinggal pasangan. Kedua, penyebab Cinderella Complex yang dialami oleh Annelies Mellema adalah (1) pola asuh orang tua yang teramat melindungi sekaligus mengintervensi kehidupan anak dan (2) belum memiliki kematangan kepribadian yang utuh. Terakhir, upaya yang melepaskan diri dari Cinderella Complex yang dilakukan oleh Annelies adalah mengidentifikasi diri sendiri terhadap posisi dan potensi diri yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa ketakutan akan kemandirian yang dialami oleh Annelies Mellema begitu majemuk serta Annelies Mellema tidak berhasil melepaskan kecenderungan tersebut.
Mantende Mamongo: Makna simbolik dalam upacara adat lamaran Suku Pamona di Kabupaten Poso Golontalo, Dandi; Efendi, Anwar; Yotolembah, Ade Nurul Izatti G; Sayuti, Suminto A; Supriyadi, Hamam; Kusmiatun, Ari
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.24015

Abstract

Upacara adat mantende mamongo atau adat lamaran merupakan rangkaian adat Suku Pamona yang dapat dikategorikan sebagai kajian linguistik kebudayaan karena mengandung makna simbolik pada seluruh aspeknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik baik secara verbal maupun nonverbal pada rangkaian upacara adat Mantende Mamongo. Jenis penelitian ini berupa kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi yang dilakukan di Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. Jenis data berupa data lisan dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi pada upacara adat, wawancara bersama dua informan yang terdiri dari ketua adat dan tokoh budaya, menggunakan teknik catat dan dokumentasi. Ditemukan hasil yang menunjukan bahwa adanya makna simbolik verbal yang terdiri atas pertanyaan berbahasa Pamona dari dewan adat kepada calon mempelai laki-laki dan perempuan, dengan makna agar mengetahui kesiapan dari kedua calon mempelai. Selain itu, terdapat pula kayori yang diucapkan oleh ketua adat yang bermakna sebuah kegembiraan karena upacara mantende mamongo telah selesai. Pada simbol nonverbal ditemukan pada pakaian adat Suku Pamona, serta bungkusan mamongo yang memiliki makna sebagai niat baik dari pihak laki-laki untuk melamar calon mempelai perempuan. Apabila calon mempelai perempuan membuka bungkusan mamongo dan bersedia memakai kalung emas yang diberikan, maka itu dimaknai sebagai penerimaan lamaran secara sah. Merujuk dari proses penelitian ini, terdapat rekomendasi seperti pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya lokal, dan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang simbol-simbul adat Suku Pamona, sehingga diharapkan penelitian ini dapat menjadi rujukan yang relevan untuk penelitian di masa depan.
Respon mahasiswa dan dosen terhadap modul sintaksis bahasa Indonesia berbasis STEAM Kusmiarti, Reni; Paulina, Yanti; Rustinar, Eli; Zakaria, Jelita; Puspidalia, Yuentie Sova; Hasbullah, Ahmad
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.24172

Abstract

Pembelajaran dengan pendekatan STEAM dapat membangun pemahaman siswa, mengomunikasikan kemampuannya secara logis, sistematis, dan menarik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan respon mahasiswa dan dosen terhadap modul sintaksis bahasa Indonesia berbasis STEAM. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kota Bengkulu. Data penelitian berupa respon mahasiswa dan dosen, sedangkan sumber datanya adalah modul sintaksis berbasis STEAM. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Angket respon mahasiswa dan dosen dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan respon mahasiswa pada pengujian lapangan uji terbatas pada aspek tampilan sebesar 89,50%; aspek bahasa 88,00%; aspek penyajian materi 88,75% dan aspek manfaat modul sintaksis berbasis STEAM 89,75% dengan rata-rata 89% yaitu sangat baik. Hasil respon mahasiswa pada pengujian uji luas pada pada aspek tampilan sebesar 86,68%; aspek bahasa 90.50%; aspek penyajian materi 91,19% dan aspek manfaat modul sintaksis berbasis STEAM 85.95% dengan rata-rata 88,58% sangat baik. Hasil respon dosen pada aspek penilaian grafika 80%; bahasa 87,5%; kelayakan isi 90,75%; kelayakan penyajian 88,5%; aktivitas STEAM 93,75 dengan rata-rata sebesar 88.1% sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian, respon mahasiswa dan dosen tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul sintaksis berbasis STEAM sangat baik dan layak digunakan oleh mahasiswa sebagai media penunjang dalam pembelajaran.
Konstruksi argumentasi putusan Pengadilan Negeri Gunung Sitoli No. 07/Pid.B/2013/PN-GS: Kajian linguistik forensik Subuki, Makyun; Nuryani; Sholeha, Monita; Hudaa, Syihaabul; Hariyanto, Bambang
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.24279

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara yang masih memberlakukan pidana mati sebagai bentuk hukuman. Hal itu direalisasikan dalam banyak perkara pidana yang divonis dengan hukuman mati melalui putusan pengadilan. Sebagai sebuah teks, putusan pengadilan dengan vonis hukuman mati sejatinya adalah praktik penggunaan bahasa sebagaimana teks pada umumnya yang bersifat terbuka untuk dianalisis secara linguistik. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi argumentasi putusan pengadilan terkait pidana mati sebagai sebuah teks argumentasi, dengan seluruh pertimbangan hukum menjadi dasar bagi diktum. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan menggunakan pendekatan linguistik forensik.  Data yang dianalisis dalam tulisan ini adalah Putusan Pengadilan Negeri Gunung Sitoli No. 07/Pd.B/2013/PN-GS. Hasil penelitian ini meliputi beberapa hal. Pertama, majelis hakim menggunakan kesaksian dari KBP dan SBM yang memiliki tingkat keterlibatan (focalisation) dan tingkat pengetahuan (empathy) yang lebih rendah dari daripada kesaksian YT dan pengakuan RH. Kedua, majelis hakim mengabaikan kesaksian YT dan pengakuan RH mengenai kondisi sebelum dan saat pembunuhan terjadi yang menunjukkan suatu keadaan di mana YT dan RH tidak mengetahui rencana J, RH mendapat ancaman dari dan di bawah kendali J, dan RH melakukan pembunuhan tersebut di bawah ancaman J. Dengan demikain, dapat disimpulkan bahwa karena adanya kriteria “sah dan meyakinkan” dan “berencana dan bersama-sama” tidak dapat terpenuhi secara argumentatif, maka klaim patut dijatuhi pidana mati dapat dikatakan buruk dari sudut pandang teori argumentasi.
Identitas ekofeminisme perempuan Lamaholot dalam mitos Besi Pare Tonu Wujo Lemba, Vinsensius C; Lawet, Pilipus Wai; Puka, Agnes Ona Bliti; Maran, Kaliktus Ure
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.24302

Abstract

Persoalan ekologi dan kesetaraan gender telah menjadi perhatian utama gerakan ekofeminisme dalam budaya-budaya lokal. Hal ini dapat ditelaah antara lain melalui mitos-mitos yang bertemakan ekofeminisme, yang telah menginspirasi dan mempengaruhi masyarakat dalam membangun relasi yang harmonis dengan semua ciptaaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menemukan identitas ekofeminisme perempuan Lamaholot dalam mitos Besi Pare Tonu Wujo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekofeminisme. Sumber data penelitian ini adalah folkfor yang diperoleh dari tuturan masyarakat dari Desa Bantala, Desa Lewokluok, dan Desa Ratu Lodong yang terletak di Kabupaten Flores Timur. Data diperoleh dari tokoh adat, tokoh adat, dan tokoh perempuan yang memiliki pengetahuan mendalam tentang mitor Besi Pare Tonu Wujo. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan studi pustaka. Analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas ekofeminisme perempuan Lamaholot dalam mitos Besi Pare Tonu Wujo meliputi (1) ekofeminisme alam dan sosial-kultural, dan (2) ekofeminisme spiritual. Identitas ini telah mempengaruhi pola hidup masyarakat dalam membangun dan merawat hubungan yang harmonis baik dengan sesama tanpa diskriminasi maupun dengan alam tanpa eksploitasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa identitas ekofeminisme perempuan Lamaholot dalam diri Tonu Wujo dibangun melalui kolaborasi dirinya dengan Lera Wulan Tana Ekan dan laki-laki beserta sistem budaya patriarki sebagai strategi tepat untuk membarui alam dan budaya Lamaholot. Penelitian ini berkontribusi dalam upaya bersama untuk menjaga dan melestarikan bumi dan memperjuangkan kesetaraan martabat manusia.
Objektivikasi perempuan oleh masyarakat Rural di Bali dalam novel Kulit Kera Piduka Widyawati, Marta; Esther, Rouli
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.22569

Abstract

Globalisasi tidak serta-merta diikuti dengan terwujudnya kesetaraan gender di Bali. Hal tersebut terbukti salah satunya melalui banyaknya karya sastra dari Bali yang secara tematik masih mengkritik tentang ketimpangan gender. Di satu sisi, tempat dan ruang mempengaruhi bagaimana gender beroperasi. Masyarakat urban dan rural berpotensi mengalami konflik gender yang berbeda. Penelitian ini membahas objektivikasi perempuan oleh masyarakat rural di Bali dalam novel Kulit Kera Piduka (2020) karya Putu Juli Sastrawan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teks dianalisis dengan menggunakan teori naratif (Bal), konsep peran dan relasi gender (Lindsey,Castle), dan konsep objektivikasi (Nussbaum). Penelitian ini berupaya mengungkap bagaimana konstruksi sosial-budaya masyarakat rural di Bali dalam novel Kulit Kera Piduka (2020) mengukuhkan objektivikasi perempuan. Hal tersebut ditujukan untuk memperlihatkan faktor yang menyebabkan perempuan rural di Bali kurang memiliki agensi untuk mendapatkan kesetaraan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sosial-budaya masyarakat rural di Bali dalam novel Kulit Kera Piduka (2020) secara kuat menghambat kebebasan perempuan. Meskipun secara formal perempuan rural tampak memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, akan tetapi norma budaya yang mengakar dalam masyarakat rural telah membatasi kapabilitas perempuan. Masyarakat rural masih terikat dengan norma-norma budaya, namun pada satu sisi juga rela melakukan modifikasi dan komodifikasi budaya demi keuntungan ekonomi. Dalam dua kondisi tersebut, perempuan ditempatkan sebagai pihak yang diobjektivikasi. Berkaitan dengan hal tersebut, novel ini menekankan bahwa konformitas perempuan rural terhadap budaya yang hanya berpihak kepada visi maskulin semestinya menjadi hal yang perlu dihindari agar tercipta konstruksi sosial-budaya yang menjunjung kesetaraan gender.
The effect of IBL (inquiry-based learning) model on EFL students’ critical thinking skills Kamaruddin, Abdul; Patmasari, Andi; Agussatriana; Whanchit, Wararat; Suriaman, Aminah; Nadrun
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.22766

Abstract

This research was conducted to discover whether the implementation of the IBL (Inquiry-Based Learning) model can improve EFL students’ critical thinking skills and to what extent the IBL model influences their critical thinking skills. This research implemented an explanatory research design. The sample was the students of the English Education Study Program who were taking the subject of Writing in Professional Context at one of the public universities in Central Sulawesi. The instruments used to collect data were tests and interviews. The data that were obtained in this research were analyzed quantitatively and qualitatively. The results show that the implementation of the IBL model is effective in improving the EFL students’ critical thinking skills. This achievement has to be supported by the implementation of a proper inquiry-based learning model. By implementing the IBL model, there is an increase in EFL students’ critical thinking skills in six aspects: interpretation, analysis, inference, evaluation, explanation, and self-regulation.
Perkembangan penelitian pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua: Analisis bibliometrik Prihatini, Arti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23216

Abstract

Banyak penelitian tentang pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, tetapi masih belum banyak penelitian yang memetakan tren topik penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tren penelitian pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Jenis penelitian ini adalah analisis bibliometrik. Instrumen pengumpulan data adalah aplikasi Publish or Perish untuk menjaring metadata dari Google Scholar pada 2013-2022. Analisis data dilakukan berdasarkan indikator kuantitas, kualitas, dan struktural dengan aplikasi VOSviewer. Temuan menunjukkan sembilan klaster penelitian, yaitu (1) pembelajaran bahasa Indonesia dan outcome, (2) pelajar bahasa Indonesia dan model pembelajaran, (3) pemerolehan bahasa, (4) analisis kesalahan berbahasa dan praktik berbahasa, (5) teknologi dan multimedia dalam pembelajaran, (6) kearifan lokal, (7) pembelajaran bahasa kedua selama pandemi, (8) penilaian autentik, dan (9) guru. Selama 2013—2016, jumlah publikasi mengalami naik-turun, sedangkan pada 2017 mengalami peningkatan hingga 2020. Tahun 2021 mengalami penurunan, tetapi 2022 meningkat. Kepadatan penelitian menunjukkan tren tentang pembelajaran bahasa kedua, guru, dan outcome. Model pembelajaran adalah topik yang paling populer berdasarkan artikel yang paling banyak disitasi. Jumlah co-authorship terbatas pada sembilan penulis saja. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tren penelitian pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua menunjukkan adanya dinamika dan perubahan, tetapi belum ada tren baru setelah tahun 2021.

Page 2 of 3 | Total Record : 25