cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner
ISSN : 25409492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner merupakan media elektronik yang digunakan sebagai wadah penyebaran hasil-hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala yang ditulis bersama dengan dosen pembimbingnya. Naskah/artikel yang diterbitkan telah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan penyunting JIMVET. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner untuk saat ini menerbitkan naskah ilmiah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Hewan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner terbit dengan satu volume dan empat nomor dalam setahun (Fabruari, Mei, Agustus, dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): FEBRUARI-APRIL" : 11 Documents clear
DETEKSI Salmonella sp PADA SALURAN PENCERNAAN KURA-KURA AMBON (Cuora amboinensis) (Detection of Salmonella sp in Gastrointestinal Tract of Ambon Turtle (Cuora amboinensis)) Erina Erina; Karunita Dewi; Amalia Sutriana; Fakhrurrazi Fakhrurrazi; Ismail Ismail; Hennivanda Hennivanda
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 2 (2019): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.956 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i2.10767

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella sp pada saluran pencernaan kura-kura ambon (Cuora amboinensis). Sampel penelitian menggunakan 6 ekor kura-kura ambon (Cuora amboinensis) yang dipelihara oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Carter dengan cara mengambil swab kloaka kura-kura ambon (Cuora amboinensis) lalu diinokulasi pada media selenite cystine broth (SCB) kemudian ditanam pada media selektif Salmonella Shigella agar (SSA) dan diamati secara makroskopis morfologi koloninya lalu dilakukan pewarnaan Gram untuk pengamatan secara mikroskopis. Selanjutnya dilakukan uji biokimia IMVIC (indol, methyl red, Voges Proskauer, sulfid indol motility, Simmon’s citrate), triple sugar iron agar dan uji gula-gula (glukosa, sukrosa, laktosa dan manitol). Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 sampel kura-kura ambon (Cuora amboinensis) yang diteliti positif terdapat bakteri Salmonella sp di dalam saluran pencernaannya. Hal ini mengindikasikan bahwa kura-kura ambon (Cuora amboinensis) berpotensi untuk menjadi sumber penularan salmonellosis pada manusia.ABSTRACT            The purpose of this study was to detect the existence of Salmonella sp in ambon turtle (Cuora amboinensis) gastrointestinal tract. The sample used was cloacal swab sample taken from 6 ambon turtles reared by society. This research using Carter method by inoculating cloacal swab on selenite cystine broth, planting on a selective medium Salmonella Shigella agar, observing colonies morphology macroscopically, and conducting Gram staining. After that, the biochemistry IMVIC test (indole, methyl red, Voges Proskauer, sulfide indole motility, Simmon’s citrate), triple sugar iron agar, and sugars test (glucose, sucrose, lactose and mannitol) were performed. The data were analyzed descriptively. The research showed that 6 cloacal swab samples of ambon turtle were positive containing Salmonella bacteria in their gastrointestinal tract. Its indicated that the ambon turtle potential to become the source of salmonellosis in human.
PENGARUH LAMA WAKTU SEXING DENGAN METODE ELEKTRIK TERHADAP DAYA TAHAN HIDUP SPERMATOZOA SAPI ACEH YANG DISIMPAN PADA SUHU 5°C (The Effect of Long Time Sexing with Electrical Method on the Survival of Aceh Cow’s Spermatozoa Stored at a Temperature of 5°C) Anisa Diah Ulfa; Dasrul Dasrul; Dian Masyitha; Azhar Azhar; Erdiansyah Rahmi; Roslizawaty Roslizawaty
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 2 (2019): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.212 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i2.11041

Abstract

ABSTRAK           Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama waktu sexing dengan metode elektrik terhadap daya tahan hidup spermatozoa sapi aceh yang disimpan pada suhu 5°C. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola satu arah. Semen ditampung dari 2 ekor pejantan menggunakan vagina buatan. Semen yang berkualitas baik dibagi ke dalam 3 kelompok perlakuan yaitu kelompok sexing dengan metode elektrik yang dialiri listrik 1,5 volt selama 3 menit (P1); 6 menit (P2); dan 10 menit (P3) yang selanjutnya disimpan dalam suhu 5°C. Tiap perlakuan diamati bagian anoda (P1a, P2a, P3a) dan katoda (P1k, P2k, P3k). Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) pola satu arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan untuk melihat perbedaan daya tahan hidup spermatozoa antar perlakuan, sedangkan untuk melihat daya tahan hidup spermatozoa antara bagian anoda dan katoda diuji dengan uji T. Hasil pengamatan daya tahan hidup spermatozoa setelah pendinginan pada bagian anoda secara berturut-turut 8,92 ± 0,74 jam; 7,00 ± 1,70 jam; 5,00 ± 1,00 jam, sedangkan bagian katoda secara berturut-turut 9,42 ± 1,16 jam; 8,33 ± 1,17 jam; 5,92 ± 1,11 jam. Lama waktu sexing dengan metode elektrik berpengaruh secara nyata (P0,05) terhadap daya tahan hidup spermatozoa. Waktu sexing selama 3 menit menghasilkan daya tahan hidup spermatozoa sapi aceh lebih lama dibandingkan waktu sexing 6 menit dan 10 menit selama penyimpanan pada suhu 5°C. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara daya tahan hidup spermatozoa bagian anoda dengan katoda.Kata Kunci: spermatozoa, waktu sexing, metode elektrik, daya tahan hidup ABSTRACTThe study aims to determine the effect of long time sexing with electrical method on the survival of aceh cow’s spermatozoa stored at a temperature of 5°C. This study using one way completely randomized design. Semen was collected from 2 males, using artificial vagina. Good quality semen was divided into 3 groups; group was electrified with 1,5 volt during 3 minutes (P1); 6 minutes (P2); and 10 minutes (P3) and stored in temperature of 5°C. Each group observed the anode (P1a, P2a, P3a) and cathode (P1k, P2k, P3k). The data obtained was analyzed with the one way analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan test to analyzed the viability of spermatozoa between groups, while to analyzed the viability of spermatozoa between the anode and the cathode used the T test. The result show the viability after cooling in groups anode were 8,92 ± 0,74 hours; 7,00 ± 1,70 hours; 5,00 ± 1,00 hours and in groups cathode were 9,42 ± 1,16 hours; 8,33 ± 1,17 hours; 5,92 ± 1,11 hours. Long time sexing with electrical method affects significantly (P0,05) sperm viability. Sexing time during 3 minutes showed the viability of aceh cow’s spermatozoa longer than sexing time during 6 minutes and 10 minutes stored at a temperature 5°C. There was no significant differences of the viability between the anode and the cathode.Key word: spermatozoa, sexing time, electrical method, viability 
Studi Histologis Usus Besar Sapi Aceh (Histological Study of Large Intestine of Aceh Cattle) resti aulia putri; Dian Masyitha; zainuddin zainuddin; fitriani Fitriani; Nazaruddin Nazaruddin; Fadli A Gani; Ummu Balqis
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 2 (2019): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.188 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i2.10812

Abstract

ABSTRAKSapi aceh merupakan rumpun sapi asli Indonesia yang mempunyai keseragaman bentuk, fisik, dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan lingkungan, sehingga perlu dilindungi, dilestarikan, dan dikembangkan keunggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologis usus besar sapi aceh. Sampel penelitian diambil dari tiga ekor sapi aceh yang telah dewasa kelamin dan berjenis kelamin jantan yang dipotong di Rumah Potong Hewan Lambaro, Aceh Besar. Terhadap sampel penelitian dilakukan proses mikroteknik untuk selanjutnya dilakukan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Pengamatan terhadap struktur histologi menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan struktur histologi sekum, kolon, dan rektum sapi aceh tersusun atas empat lapisan, yaitu tunika mukosa, submukosa, muskularis, dan serosa. Tunika mukosa sekum, kolon, dan rektum tersusun oleh epitel silindris selapis, sel Goblet, kelenjar Lieberkuhn, limfosit, jaringan ikat longgar, fibroblas, dan otot polos. Ketebalan mukosa sekum yaitu (419±12 µm), kolon (749±13 µm), dan rektum (1308±10 µm). Tunika submukosa terdiri dari jaringan ikat longgar, fibroblas, sel lemak, pembuluh darah dan nodus limfatikus dengan ketebalan sekum (943±13 µm), kolon (744±10 µm), dan rektum (2076±10 µm). Tunika muskularis tersusun oleh otot polos transversal dan longitudinal, plexus saraf mientericus, dan jaringan ikat, dengan ketebalan masing masing yaitu sekum (2579±19 µm), kolon (2380±16 µm), dan rektum (4748±19 µm). Tunika serosa merupakan lapisan paling luar dari usus besar yang terdiri dari sel lemak, pembuluh darah, dan jaringan ikat dengan ketebalan sekum (1621±13 µm), kolon (331±18 µm), dan rektum (1639±9 µm). Dapat disimpulkan, bahwa struktur histologi sekum, kolon, dan rektum sapi aceh memiliki lapisan yang sama, namun memiliki ketebalan yang berbeda pada tiap lapisan, ketebalan lapisan berhubungan dengan fungsi dan letak dari usus besar, dimana rektum memiliki ketebalan lapisan yang lebih tebal dibandingkan sekum, dan kolon.Kata kunci : Histologi, usus besar, sapi acehABSTRACT               Aceh cattles were the pure bred Indonesian cattle that have uniformity in shape, physical and genetic composition and good adaptability to environmental limitations, so they need to be protected, preserved and developed. The aims of this research was to study the histological structure of the large intestine in aceh cattle. The samples were collected from three male aceh cattle in Lambaro abbatoir, Aceh Besar. The samples were processed by microtechnique and Hematoksilin-eosin dyning. Microscopic analysis was performed using binocular microscope. The results showed that the histological structure of cecum, colon, and rectum of the aceh cattle was composed of four layers, which were  tunica mucosa, submucosa, muscularis, and serosa. The mucosa of cecum, colon, and rectum is composed of ephitelium simple columnar cell, Goblet cell, Lieberkuhn gland, connective tissue, fibroblast, and smooth muscles. The mucosal thickness of cecum was (419± 12μm), colon (749±13 μm), and rectum (1308±10 μm). The submucosal tunica was composed of connective tissue, fibroblast, adipose cells, blood vecells, and lymph nodes. The submucosal thickness of cecum was  (943±13 μm), colon (744±10 μm), and  rectum (2076±10 μm). The muscularis tunica was composed of transversal and longitudinal smooth muscles, mientericus nerve plexus and connective tissue, the muscularis thickness of cecum was (2570±19 μm), colon (2380±16μm), and rectum (4748±19 μm). Tunica serous was composed of adipose cells, blood vecell, and connective tissue. The  serous thickness of cecum was (1621±13 μm), colon (331±18 μm), and rectum (1639±9 μm). It can be concluded that the histological structure of the cecum, colon, and rectum had the same layer, but different in thicknesses of each layer, the thickness of the intestinal layer is related to the function and location of the large intestine, which the rectum has the thicker layer than the cecum and colon.Keyword: Histology, large intestine, aceh cattle
JUMLAH SEL GOBLET DAN KELENJAR LIBERKUHN PADA USUS HALUS SAPI ACEH (The Amount Of Goblet Cells And Liberkuhn Glands Of Small Intestine Of Aceh Cattle) sariati latif; dian masyithah; zainuddin zainuddin; fitriani Fitriani; ummu balqis; cut dahlia iskandar; cut nila thasmi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 2 (2019): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.817 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i2.11086

Abstract

ABSTRAKSel Goblet dan kelenjar Liberkuhn berfungsi mensekresikan mukus untuk melumasi dan melindungi mukosa usus dari kerusakan yang disebabkan oleh makan, sekresi pencernaan dan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah sel goblet dan kelenjar liberkuhn pada usus halus (duodenum, jejunum dan ileum) sapi aceh. Sampel penelitian diambil dari 3 ekor sapi aceh yang telah dewasa dan berjenis kelamin jantan yang dipotong di Rumah Potong Hewan Lambaro Aceh Besar. Terhadap sampel penelitian dilakukan proses mikroteknik untuk selanjutnya dilakukan pewarnaan Hematoksilin-eosin (HE). Data jumlah sel Goblet dan kelenjar Liberkuhn dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjukan dengan uji Duncan. Jumlah Sel Goblet pada duodenum, jejunum, dan ileum sapi aceh menunjukkan perbedaan sangat nyata (p0,01) dan kelenjar Liberkuhn pada duodenum, jejunum, dan ileum menunjukkan perbedaan sangat nyata (p0,01). Rata-rata dan simpangan baku baku jumlah sel Goblet pada duodenum 25,53±1,30; jejunum 17,06±0,41; dan ileum 35,46±4,57. Rata-rata dan simpangan baku jumlah kelenjar Liberkuhn pada duodenum 29,06±1,55; jejunum 21,33±0.64; dan ileum 38,40±4,21. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah sel Goblet pada duodenum, jejunum, dan ileum sapi aceh berbeda sangat nyata (p0,01). Jumlah kelenjar Liberkuhn pada duodenum, jejunum, dan ileum sapi aceh berbeda sangat nyata (p0,01). Sel Goblet dan kelenjar Liberkuhn lebih banyak pada ileum, kemudian duodenum dan jejunum. Ketebalan tunika mukosa dan fungsi dari usus berpengaruh terhadap jumlah sel Goblet dan kelenjar Liberkuhn.Kata kunci : Sel Goblet, kelenjar Liberkuhn, usus halus, sapi aceh ABSTRACTGoblet cells dan Liberkuhn glands were secreted mucous use lubricate and protect intestine mucosal from damage caused by food, digestive secretions, and microorganisms.  This research was to determine the amount of goblet cells and liberkuhn glands in the small intestine (duodenum, jejunum, and ileum) of Aceh cattle. The samples were collected from three male Aceh cattle in Lambaro abbatoir, Aceh Besar. The samples were procesed by microtechnique and hematoksilin eosin dyning. Data on the amount of Goblet cells and Liberkuhn glands were analyzed using ANOVA test and followed by Duncan test. The amount of Goblet cells in the duodenum, jejunum, and ileum showed very significant differences (p0.01) and the Liberkuhn gland in the duodenum, jejunum, and ileum showed very significant differences (p0.01). The average and standard deviation of the amount of Goblet cells in the duodenum was 25.53±1.30; jejunum 17.06±0.41; and ileum 35.46±4.57. The average and standard deviation of the amount of Liberkuhn glands in the duodenum is 29.06±1.55; jejunum 21.33±0.64; and ileum 38.40±4.21. From the results of the study it can be concluded that the amount of Goblet cells in the duodenum, jejunum, and ileum of Aceh cattle were very different (p0.01). Liberkuhn glands in the duodenum, jejunum, and ileum of Aceh cattle were very different (p0.01). Goblet cells and Liberkuhn glands were more in ileum, then duodenum and jejunum. The thickness of the mucosa tunica and the function of the intestine affect the amount of Goblet cells and Liberkuhn glands.Keywords : Goblet cells, Lieberkuhn glands, small intestine, aceh cattle
KESEMPURNAAN PENGELUARAN DARAH PADA DAGING SAPI MEUGANG DI PASAR INDUK LAMBAROACEH BESAR Fitria Ulfa; rastina rastina; T Reza Farasyi; Ismail Ismail; M Jalaluddin; Abdul Harris
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 2 (2019): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.603 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i2.10730

Abstract

ABSTRAK                Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kualitas kesempurnaan pengeluaran darah pada daging sapi saat  meugang di pasar induk Lambaro Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan 10 sampel daging sapi dari 10 pedagang dimana setiap pedagang diambil 10 gram sampel daging sapi di pasar Induk Lambaro Aceh Besar: Data hasil penelitian dianalisis secara deskriftif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 10 sampel daging sapi positif pengeluaran darah secara sempurna  dengan adanya perubahan warna biru pada ekstrak daging. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengeluaran darah pada waktu penyembelihan daging sapi saat meugang di Pasar Lambaro Aceh besar,  masih sangat baik dan darah keluar dengan sempurna.             Kata kunci :Daging sapi, Meugang, Kesempurnaan pengeluaran darah. ABSTRACT                    This study aims to determine the quality of expenditure perfection of blood extract on beef when meugang  at the Lambaro Aceh Besar main market. Testing the perfection of blood discharging using the Malachite Green reagent. This study used 10 meat samples with 10 gram samples from different traders. The results of this study showed positive results for the total number of samples marked in blue on the Malachite Green reagent. Based on this study it can be concluded that the release of blood at the time of slaughtering meugang beef in Lambaro Market, Greater Aceh is still very good and the blood comes out perfectly.  Keyword : Beef meat, meugang, perfection of blood expendation. 
DASAR PERTIMBANGAN KEHALALAN, THAYYIBAN, DAN EKONOMI KONSUMEN DAGING AYAM DARI BEBERAPA PASAR DI KABUPATEN GAYO LUES Rifqi Hazmi Arlem; Teuku Reza Ferasyi; Ismail Ismail; Fakhrurrazi - Fakhrurrazi; Abdullah Hamzah; Mustafa Sabri
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 2 (2019): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.468 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i2.10742

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dasar pertimbangan keyakinan konsumen terhadap kehalalan dan thayyiban, serta menganalisis hubungan antara status sosial ekonomi dengan alasan konsumen ketika memutuskan untuk membeli daging ayam di beberapa pasar dalam Kabupaten Gayo Lues. Penelitian dilaksanakan di Pasar Baru, Pasar Durin, dan Pasar Centong. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan survei lapangan melalui wawancara responden menggunakan kuesioner terstruktur. Responden dipilih secara acak yaitu konsumen yang membeli daging ayam di tiga pasar tersebut. Kriteria responden adalah konsumen yang beragama Islam, berusia ≥ 20 tahun dan membeli daging ayam di lokasi penelitian. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Dalam penelitian telah diwawancarai sejumlah 117 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen ( 88%) menyatakan bahwa daging ayam yang dijual diyakini memenuhi standar kehalalan. Mayoritas konsumen menyebutkan bahwa keyakinan mereka atas dasar mengenal penyembelih dan beragama Islam (57,26%). Sebagian besar konsumen ( 80%) menyatakan keyakinan terhadap status thayyiban (aman, sehat dan utuh) dari daging ayam yang dijual di ketiga pasar tersebut. Bedasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa status kehalalan dan thayyiban dari daging ayam sangat penting bagi konsumen di Gayo Lues. Namun demikian keyakinan mereka lebih bersifat mengenal penyembelih atau penjual.Kata Kunci: Kehalalan, Thayyiban, Daging Ayam
KUALITAS SPERMATOZOA SAPI ACEH HASIL SEXING MENGGUNAKAN METODE ELEKTRIK DENGAN VOLTASE 1,5 VOLT DAN 3,0 VOLT DALAM MEDIA SITRAT KUNING TELUR (Spermatozoa Quality of Aceh Cattle based on Sexing Using Electrical Method by Voltages 1,5 Volt and 3,0 Volt in Yolk Sac Citrate Media) nadya septia nengsih; Dasrul Dasrul; Muslim Akmal; Zainuddin Zainuddin; Ginta Riady; M Nur Salim
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 2 (2019): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.055 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i2.11202

Abstract

ABSTRAKSalah satu bioteknologi reproduksi yang dapat dimanfaatkan sebagai pemisahan spermatozoa kromosom X dan Y adalah sexing spermatozoa menggunakan metode elektrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sexing menggunakan metode elektrik dengan voltase 1,5 volt dan 3,0 volt dalam media sitrat kuning telur terhadap kualitas spermatozoa sapi aceh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola satu arah terdiri atas tiga  perlakuan dan dianalisis dengan analisis varian (ANAVA). Perlakuaan dalam penelitian ini adalah voltase yang terdiri dari kontrol (P0) 1,5 volt ( P1), dan 3,0 volt (P2). Parameter yang dilihat pada penelitian ini meliputi motilitas, viabilitas, dan abnormalitas. Hasil penelitian menunjukan terjadi penurunan kualitas spermatozoa setelah proses pemisahan menggunakan metode elektrik terdapat perbedaan secara nyata (P0,05). Sexing spermatozoa  menggunakan metode elektrik yang dialiri arus listrik dengan voltase 3,0 volt terhadap kualitas spermatozoa sapi aceh lebih terjadi penurunan dibanding yang dialiri arus listrik dengan voltase 1,5 volt. Berdasarkan hasil tersebut dapat di simpulkan terdapat perbedaan kualitas soermatozoa sapi aceh hasil sexing menggunakan metode elektrik dengan voltase 1,5 volt dan 3,0 volt dalam media sitrat kuning telur.Kata kunci: kualitas spermatozoa, sapi aceh, sexing metode elektrik ABSTRACT                One of the reproductive biotechnology that can be used as a separation of  X and Y chromosome spermatozoa is sexing spermatozoa using an electric method. The aim of this study was to determine the effect of sexing using electric method by voltages 1,5 volt and 3,0 volt in the yolk sac citrate media against spermatozoa quality of  aceh cattle. This study used a completely randomized design (CRD)  in one-way pattern consisting of three treatments and analyzed by analysis of variance (ANOVA). The treatment in this study was the voltages that consists of controls (P0) 1.5 volts (P1), and 3,0 volts (P2).The observed parameters include motility, viability, and abnormality of sperm. The results showed a decrease in the quality of spermatozoa after sexing uses the electric method there were significant differences (P 0.05). Sexing spermatozoa using an electric method that is electrified with a voltage of 3,0 volts against spermatozoa quality of aceh cattle has decreased more than  the electric current with a voltage of 1.5 volts. Based on the results it can be concluded there are differences inthe quality of spermatozoa sexing uses an electric method by a voltage of 1.5 volts and 3,0 volts in the yolk sac citrate media.Keyword: spermatozoa quality, aceh cattle, sexing electric method 
DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans putri handayani; Fakhrurrazi Fakhrurrazi; Abdul Harris
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 2 (2019): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.35 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i2.10770

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui daya hambat antijamur ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini menggunakan   metode difusi lempeng agar (Kirby Bauer). Ekstrak daun sirsak  dibagi dalam 5 perlakuan dan 3 pengulangan. Perlakuan yang digunakan ialah dengan konsenterasi 5% (P1), 15% (P2), 25% (P3), 35% (P4), dan 45% (P5). Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif berdasarkan diameter zona hambat yang terlihat pada masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak memiliki daya hambat terhadap perrtumbuhan jamur Candida albicans yaitu pada konsentrasi 5% sebesar 0,85 mm, 15% sebesar 1,45 mm, konsentrasi 25% sebesar 1,48 mm dan kontrol positif sebesar 9,83 mm. Sedangkan pada konsentrasi 35%, 45%  dan kontrol negatif tidak terbentuk zona hambat pada media SDA. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirsak mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.
GAMBARAN LEUKOSIT KELINCI SETELAH PEMASANGAN IMPLAN PLATE MATERIAL LOGAM(PARAMETER OF RABBIT LEUKOCYTE AFTER INSTALLATION METAL PLATE IMPLANT) HEFRI YUNALDI; erwin erwin; nuzul asmilia; sugito sugito; triva murtina lubis; al azhar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 2 (2019): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.742 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i2.11130

Abstract

ABSTRAKLeukosit adalah sel pertahanan tubuh yang berfungsi memfagosit seluruh benda yang dianggap asing oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total leukosit dan persentase diferensial leukosit kelinci setelah pemasangan implant plate material logam. Penelitian ini menggunakan 6 ekor kelinci yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I (K-I) diimplan plate tantalum dan kelompok II (K-II) diimplan plate besi. Pengambilan darah melalui vena auricularis pada hari ke 0, 7, 14, 28, dan 56 setelah implan. Hasil penelitian menunjukkan implan plate tantalum dan plate  besi tidak berpengaruh terhadap total leukosit dan diferensial leukosit. Total leukosit diantara hari pengamatan menunjukan perbedaan pada masing-masing kelompok, namun masih dalam nilai normal. Penggunaan implan plate tantalum dan plate besi tidak memiliki efek terhadap gambaran sel darah putih dan persentase diferensial leukosit.Kata kunci : leukosit, diferensial leukosit, plate besi, plate tantalumABSTRACTLeukocytes are the body's defense cells that function to phagocyte all objects considered as foreign by the body. This study aims to determine the total leukocytes and differential percentage of rabbit leukocytes that paired of plate implants with metal material. This study used 6 rabbits divided into 2 groups. Group I was implanted with tantalum plate and group II  was implanted using an iron plate. Blood collection through the auricular vein on days 0, 7, 14, 28, and 56. Leukocyte and differential counts leukocytes are calculated using the Mindray hematology analyzer. The results of the study showed that tantalum implants and iron plates have no effect on total leukocytes and differentials leukocytes. The total leukocytes between observations show differences, but are still deep in normal range. The use of tantalum implants and iron plates has no effect against white blood cell images and differential leukocyte percentages.Keywords: leukocytes, differential leukocytes, iron plate, tantalum plate
ISOLASI Salmonella sp PADA AIR TEMPAT PEMELIHARAAN KURA-KURA AMBON (Cuora amboinensis) (Isolation of Salmonella sp in the Rearing Water of Ambon Turtle (Cuora amboinensis)) Erina Erina; Amalia Sutriana; Darmawi Darmawi; Winaruddin Winaruddin; Sugito Sugito; Feby Fema Amzani Nasution
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 2 (2019): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.692 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i2.10787

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri Salmonella sp pada air tempat pemeliharaan kura-kura ambon (Cuora amboinensis). Sampel penelitian ini menggunakan  air yang berasal dari sumber air yang akan dimasukan ke tempat pemeliharan dan air dari tempat pemeliharaan kura-kura ambon (Cuora amboinensis) yang diambil dari enam tempat pemeliharan. Penelitian ini menggunakan metode Carter. Sebanyak 1 ml air dari masing-masing sumber diambil dengan pipet steril dan diinokulasikan pada media SCB. Apabila warna SCB menjadi orange setelah diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam maka akan dilanjutkan dengan penanaman pada media SSA. Koloni yang tumbuh pada media SSA diamati morfologi koloninya secara makroskopis. Untuk pengamatan secara mikroskopis maka dilakukan pewarnaan Gram. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari keenam sampel air tempat pemeliharaan kura-kura ambon (Cuora amboinensis) yang diteliti positif terdapat bakteri Salmonella sp. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Salmonella sp dapat diisolasi pada air yang diambil dari enam tempat pemeliharaan kura-kura ambon (Cuora amboinensis). 

Page 1 of 2 | Total Record : 11