cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Buletin Udayana Mengabdi
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14120925     EISSN : 25498304     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, tidak saja kepada masyarakat ilmiah, tetapi juga masyarakat umum. serta meningkatkan kecerdasan penulis dan pembaca.
Arjuna Subject : -
Articles 979 Documents
PENATAAN BALE KULKUL BANJAR KERTA AMPURA DESA PAKRAMAN PERASI DESA PERTIMA KECAMATAN KARANGASEM KABUPATEN KARANGSEM N.M Swanendri; I.N Susanta
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.542 KB)

Abstract

Salah satu fasilitas yang cukup penting bagi keberadaan sebuah banjar adalah kulkul dan bale kulkulnya.Pada Banjar Kerta Ampura yang merupakan salah satu banjar yang ada di Desa Pakraman Perasi, DesaPertima, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, bale kulkul yang ada saat ini menumpang disalah satu (atap dari) bale yang ada sehingga dapat dikatakan kurang baik dan tidak layak baik dari sisiestetika, struktur konstruksi dan efektivitas pemanfaatan. Krama banjar telah memutuskan untukmelakukan perbaikan, dan sehubungan dengan kepentingan tersebut Tim Udayana Mengabdi melakukanpendampingan pada proses perencanaan. Pelaksanaan dari kegiatan pengabdian ini disesuaikan dengantahapan kegiatan perencanaan dan perancangan yang meliputi tahap kegiatan permulaan, persiapan,pengajuan usul, evaluasi serta tindakan. Melalui serangkaian proses serta mengacu pada sikut dan kondisibangunan-bangunan eksisting yang ada, bale kulkul dibuat secara terpisah dan diposisikan pada arah baratdaya (di sebelah barat bale pebatan kelod) dengan ukuran bagian dasar lebih kurang 5x5 m2 dan ketinggianbangunan 10 m. Bahan yang diusulkan adalah bahan-bahan setempat yang mudah didapat serta dapatdiaplikasikan secara mudah baik dalam proses pengerjaan maupun pemeliharaannya. Hal tersebutdimaksudkan agar krama nantinya dapat terus berpartisipasi dalam tahap-tahap selanjutnya yaitupembangunan, pengawasan dan pemeliharaan.
PELATIHAN PENGOLAHAN PRODUK BUAH MANGROVE UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN NUSA LEMBONGAN SEBAGAI DESTINASI WISATA I.W. Arthana; I.W. Restu; A.P. W. K. Dewi; M.A. Pratiwi; R. Ekawaty; Widiastuti Widiastuti; K.W. Negara
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.6 KB)

Abstract

Kawasan Nusa Lembongan merupakan kawasan wisata budaya dan bahari yang memiliki perkembangan pariwisata cukup pesat. Wilayah pesisir Nusa Penida terutama di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan terdapat 230,07 hektar hutan mangrove. Ditemukan 13 jenis mangrove dan 7 jenis tumbuhan assosiasi. Secara ekonomi, ekosistem mangrove berfungsi sebagai fishing ground (daerah penangkapan ikan) yang produktif. Selain itu, mangrove juga menghasilkan berbagai produk yaitu kayu, bahan pewarna, makanan, madu, obat-obatan, kosmetika dan lain-lain. Perumusan masalah berdasarkan analisis situasi yang telah dipaparkan adalah masyarakat Nusa Lembongan belum banyak yang mengetahui tentang cara mengolah buah mangrove menjadi beberapa jenis produk yang bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu: pendekatan masalah, pelatihan pengolahan buah mangrove dan monitoring setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami materi yang diberikan. Keberhasilan ditunjukkan dengan adanya respon positif dari peserta saat kegiatan pelatihan dan juga melakukan pengembangan terhadap teknik pembuatan cemilan stik buah mangrove setelah kegiatan pelatihan berlangsung. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan peserta dapat memanfaatkan buah mangrove sebagai salah satu daya tarik dalam pengembangan pariwisata di Nusa Lembongan.
Pembuatan Lulur Dari Virgin Coconut Oil (VCO) Oleh Ibu PKK Desa Saba-Gianyar Ngurah Indra Pradhana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.17 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i03.p25

Abstract

Kelapa merupakan salah satu komoditas yang banyak ditemukan di Desa Saba, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali. Salah satunya adalah pemanfaatan kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO). Dalam pemanfaatannya, VCO dapat dikonsumsi secara langsung, untuk kosmetik, dan dipakai untuk memasak. Minyak kelapa murni ini bersifat tahan terhadap panas, cahaya, oksigen, dan tahan terhadap proses degradasi sehingga dapat disimpan hingga bertahun-tahun. Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini yaitu untuk mengoptimalisasi sumber daya alam yang ada di Desa Saba menjadi suatu bahan atau produk yang dapat digunakan secara massal oleh masyarakat dan meningkatan produktifitas masyarakat khususnya ibu-ibu PKK di Desa Saba sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka. Teknik pembuatan VCO terdiri dari pemanasan bertingkat, pengadukan, sentrifugasi, enzimatik, dan pemancingan. Teknik yang ditunjukkan adalah teknik pengadukan dengan mixer. Media kegiatan berupa alat dan bahan yang digunakan untuk menunjang kegiatan pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO). Media yang digunakan adalah Virgin Coconut Oil (VCO), kopi, dan tepung beras. Alat dan bahan yang digunakan berdasarkan formulasi lulur yang telah diuji dan dibuat sebelumnya. Hasil dari program ini adalah masyarakat desa Saba terutama ibu-ibu PKK dapat mengetahui bagaimana cara pembuatan minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) serta lulur dari Virgin Coconut Oil (VCO). Kata kunci: Kelapa, VCO, Lulur
PEMBINAAN KEPARIWISATAAN MELALUI PELATIHAN TEKNIK PRESENTASI KULINER LOKAL DI DESA WISATA MENGWI KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG I.N.T. Sutaguna; N.M. Ariani; N.N.S. Aryanti; I.A.E.T. Putri
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.685 KB)

Abstract

Desa Wisata Mengwi mempunyai Makanan dan Minuman Tradisional yang khas, yang dapat dikembangkan sebagai wisata kuliner (culinary tourism). Selain bentuk dan rasa, cara pengolahan dari bahan mentah sampai menjadi makanan dan juga dalam proses penyajiannya merupakan atraksi yang sangat menarik. Penyelenggaraan usaha makan dan minum tersebut merupakan salah satu bagian dari kehidupan pedesaan yang perlu dijajagi kemungkinannya untuk bisa dikembangkan sebagai media interaksi antara masyarakat dan wisatawan. Bentuk dari usaha ini dapat berupa kegiatan : makan bersama (dinner, lunch dan sebagainya) di lokasi desa, usaha pembukaan restoran, coffe shop di tempat-tempat strategis desa, serta kegiatan kursus masak-memasak Makanan Khas Daerah Bali seperti megibung dan sebagainya. Program-program seperti ini memerlukan penyuluhan dan pelatihan baik terhadap penyajian (presenting) maupun kualitas makanan dan kesehatannya. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, dalam rangka pengembangan Desa Wisata Mengwi sebagai desa wisata, maka perlu juga dikembangkan usaha Makanan Khas Daerah Bali sebagai media interaksi antara masyarakat dan wisatawan dan juga sebagai wisata kuliner (culinary tourism) di Desa Wisata Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Model kuliner yang dapat dikembangkan di Desa Wisata Mengwi seperti : Jukut Ares (appetizer/makanan pembuka). Nasi Sela, Tipat Cantok, Ayam/Bebek Betutu, Be Guling, Lawar Gedang, Jukut Urab (main course/makanan utama). Tape Ketan, Jaje Uli,Jjaja Dadar, JajaTtimus, Kolak Biu /sela (dessert/ makanan penutup). Semua kuliner tersebut dapat diadaptasi ke gastronomi internasional baik dari segi bentuk, tujuan, dan makna yang meliputi adaptasi bahan makanan, rasa, pengolahan, penataan/penyajian dan cara makan, sehingga dapat disajikan untuk wisatawan.
SOSIALISASI BROWNIES KULIT PISANG SEBAGAI PRODUK PANGAN ALTERNATIF DI DESA PIKAT - KECAMATAN DAWAN KABUPATEN KLUNGKUNG T. Darmayanti
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.218 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i02.p22

Abstract

Desa Pikat merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Masyarakat Desa Pikat mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai petani. Salah satu jenis tanaman yang banyak ditanam adalah pisang. Pisang banyak dimanfaatkan baik untuk upacara keagamaan bagi masyarakat Hindu di Bali maupun untuk dikonsumsi. Kulit pisang biasanya dibuang atau hanya digunakan sebagai pakan ternak. Pemanfaatan kulit pisang dapat dilakukan dengan mengolah kulit pisang menjadi kue brownies kukus. Pembuatan brownies kukus dari kulit pisang merupakan teknologi yang mudah dilakukan sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi konsumsi terigu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi, pengetahuan dan teknologi tepat guna dalam mengolah kulit pisang menjadi kue brownies kepada masyarakat di Desa Pikat. Masyarakat menyambut baik dilaksanakannya pelatihan tersebut, terutama ibu-ibu PKK Desa Pikat yang sangat antusias dan responsif dalam mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil evaluasi, secara umum mereka berpendapat bahwa kegiatan tersebut bermanfaat bagi masyarakat karena dapat menambah informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Masyarakat Desa Pikat memberikan penilaian yang positif untuk produk brownies kulit pisang, baik dari segi warna, aroma, tekstur, rasa, maupun penerimaan secara keseluruhan, dengan kategori suka hingga sangat suka.
PELAYANAN KESEHATAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT TERNAK SAPI BALI DALAM MENDUKUNG PROGRAM SWASEMBADA DAGING SAPI DI DESA BURUAN BLAHBATUH GIANYAR A.A. G. O. Dharmayudha; Made Suma Anthara; I M. Sukada; I B. Komang Ardana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.042 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i01.p19

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar ini pada intinya bertujuan untuk menekan angka kerugian ekonomi yang disebabkan oleh masalah kesehatan sapi bali. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dalam bentuk pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah berupa pemberian vitamin, obat cacing terhadap ternak yang sehat dan melakukan pengobatan terhadap ternak yang sakit, serta diskusi dengan peternak dalam hal ini manjemen pemeliharaan ternak (khususnya sapi bali), serta masalah lainnya seperti penyakit yang umum pada sapi bali dan masalah reproduksi sapi bali. Hasil yang didapat yaitu 22 ekor sapi (20 betina, 2 jantan). Diharapkan melalui pengabdian ini, pada ternak sapi yang sakit akan terjadi peningkatan kesehatan sapi dan menekan angka kejadian penyakit, serta meningkatkan produksi dan kualitas daging sapi secara optimal sehingga program pemerintah yaitu swasembada daging sapi dapat terus terlaksana. Kata kunci : obat cacing, sapi bali, vitamin.
PENERAPAN IPTEK PADA USAHA MIKRO MINYAK KELAPA TRADISIONAL NPG Suardana; IGN Janardana; IWY Swara
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.347 KB)

Abstract

Usaha kecil minyak kelapa tradisional masih digeluti oleh beberapa keluarga di Banjar Pagutan Desa Banjarangkan Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung – Bali. Usaha ini adalah usaha tradisional yang sudah dilakukan secara turun-temurun dengan metode yang sudah baku. Walaupun minyak ini telah digeser oleh minyak-minyak pabrik yang modern dan harganyapun lebih murah, namun produk ini memiliki peminat yang spesifik khususnya untuk keperluan memasak bagi pedagang nasi Bali yang membutuhkan aroma masakannya khas dan gurih rasanya. Produk yang dihasilkan dipasarkan di sekitar wilayah Desa Banjarangkan. Permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha kecil tersebut yaitu berkaitan dengan effisiensi waktu dan tenaga sehingga mempengaruhi nilai jual produknya. Permasalahan ini disebabkan pada proses pemerasan santan yang masih menggunakan tenaga manusia sehingga membutuhkan tenaga yang besar dan waktu yang lama. Berdasarkan uraian tersebut maka tujuan dan luaran dari kegiatan yang dirancang adalah menghasilkan mesin pemarut dan pemeras yang terintegrasi, memberikan ketrampilan tenaga kerja dalam mengoperasikan mesin dan memberikan pengetahuan tentang manajemen produksi dan pemasaran. Kegiatan yang dilaksanakan adalah perencanaan mesin, pembuatan mesin, uji kelayakan mesin, bimbingan teknis ke mitra yaitu tim pengabdi mendapatkan beberapa masukan dari kelompok usaha mitra berkaitan dengan proses yang sudah mereka lakukan untuk memperbaiki effisiensi waktu, manajemen pemasaran produk, peragaan dan pelatihan penggunaan alat.
PELATIHAN PENGAMAN INSTALASI LISTRIK SESUAI PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIK 2011 SERTA AMANDEMEN 2014 I.B.A. Swamardika; A.A.N. Amrita; I.G.D. Arjana; C.G.I. Partha
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.808 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i01.p21

Abstract

Electricity is a very vital need for the life of the community it is today. Electricity became the primary needsof the relatively inexpensive price because in addition is also very helpful in everyday life. In addition toelectricity has huge advantages, electricity also has a hazard that can lead to accidents such as fire, electricalcurrent was stung and damage electrical equipment. Electrical hazards can be eliminated by following allelectrical installation requirements. Danger of electric shock and fires can be corrected with electricalinstallation safety contained in the 2011 electrical installation General requirements (Amendment 2011sertayear 2014 PUIL, who hinted to secure the environment in this securing human safety, mandatory use ofelectrical installation in accordance with the National Standard safety Indonesia (SNI). In this devotion, itwill be given an explanation and electric installation training in accordance with the General requirements ofthe electrical installation for the community in the village of Sinduwati, district Sidemen KarangasemRegency.
PELATIHAN PENGAMAN INSTALASI LISTRIK SESUAI PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIK 2011 SERTA AMANDEMEN 2014 I.B.A. Swamardika; A.A.N. Amrita; I.G.D. Arjana; C.G.I. Partha
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.618 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i04.p19

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat sekarang ini. Listrik menjadi kebutuhan primer karena selain harganya relatif murah juga sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Selain listrik mempunyai keuntungan yang sangat besar, listrik juga mempunyai bahaya yang dapat mengakibatkan kecelakaan seperti tersengat arus listrik, kebakaran dan kerusakan peralatan listrik. Bahaya listrik dapat dihilangkan dengan mengikuti semua persyaratan-persyaratan instalasi listrik. Bahaya sengatan listrik dan kebakaran dapat di atasi dengan pengaman instalasi listrik yang tertuang dalam Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 (PUIL 2011serta Amandemen tahun 2014, yang mengisyaratkan untuk mengamankan lingkungan dalam hal ini mengamankan manusia, wajib menggunakan pengaman instalasi listrik sesuai pengaman dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam pengabdian ini akan diberikan penjelasan dan pelatihan instalasi listrik yang sesuai dengan Persyaratan Umum Instalasi Listrik bagi masyarakat di Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem
PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA SD NEGERI TULANG AMPIANG DESA PEMECUTAN KAJA DALAM PENAGULANGAN DBD BERBASIS MASYARAKAT Darwata Darwata; K. Duana; Artawan Artawan; Suarjana Suarjana; A. Utami; Hary. M
Buletin Udayana Mengabdi Vol 7 No 1 (2008): Volume 7 No.1 – April 2008
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.793 KB)

Abstract

ABSTRACT Dengue Haemoragic Fever (DHF) is an infected disease caused by dengue virus with aedes aegypti mosquito as the vector. in Bali Province the case of DHF always increases every year and the data of 2006 show that there were 5.054 cases and the Case Fatality Rate was 0,63%. In order to decrease the DHF case, many methods have been done by the government, such as eradication of mosquitos nest with 3M method (“menutup, menguras, mengubur”), public health illumination, massive fogging , abatitation etc. However those program don’t indicate the optimum result. Other program has been growing up is increasing the participation of public groups. One of that is increasing the participation of basic school student to decrease DHF disease by giving the student knowledge abaut disease, prevention, and how to avoid the DHF disease.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 5 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 4 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 3 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 2 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 1 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 4 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 3 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 2 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 1 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 4 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 3 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 2 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 1 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 4 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 3 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 1 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 4 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 2 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 1 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 4 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017) Vol 16 No 2 (2017) Vol 16 No 1 (2017) Vol 15 No 3 (2016) Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 14 No 1 (2015): April 2015 Vol 13 No 2 (2014): Vol 13, No. 2 (2014) Vol 13 No 1 (2014): Vol 13, No 1, April 2014 Vol 12 No 2 (2013): Volume 12 No.2 – September 2013 Vol 12 No 1 (2013): Volume 12 No.1 – April 2013 Vol 11 No 2 (2012): Volume 11 No.2 – September 2012 Vol 11 No 1 (2012): Volume 11 No.1 – April 2012 Vol 10 No 2 (2011): Volume 10 No.2 – September 2011 Vol 10 No 1 (2011): Volume 10 No.1 – April 2011 Vol 9 No 2 (2010): Volume 9 No.2 – September 2010 Vol 9 No 1 (2010): Volume 9 No.1 – April 2010 Vol 8 No 1 (2009): Volume 8 No.1 – April 2009 Vol 7 No 2 (2008): Volume 7 No.2 – September 2008 Vol 7 No 1 (2008): Volume 7 No.1 – April 2008 Vol 6 No 2 (2007): Volume 6 No.2 - September 2007 Vol 6 No 1 (2007): Volume 6 No.1 - April 2007 Vol 5 No 1 (2006): Volume 5 No.1 – April 2006 More Issue