cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Buletin Udayana Mengabdi
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14120925     EISSN : 25498304     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, tidak saja kepada masyarakat ilmiah, tetapi juga masyarakat umum. serta meningkatkan kecerdasan penulis dan pembaca.
Arjuna Subject : -
Articles 979 Documents
Pengembangan Teknologi Terintegrasi pada Kelompok Tani Mattirowalie dan Sipakainge di Kecamatan Kahu Kabupaten Bone St. Rohani; M.I. Said; A. Kasirang
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.625 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i03.p01

Abstract

Implementasi hasil-hasil pengembangan penelitian di perguruan tinggi dapat dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Program pengabdian masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan introduksi teknologi. Program Pengabdian Masyarakat (PPM) dengan skim kegiatan Program Kemitraan Wilayah (PKW) merupakan salah satu wadah untuk mengimplementasikan teknologi-teknologi yang telah dikembangkan di perguruan tinggi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengintroduksi teknologi dalam bidang peternakan dan pertanian bagi anggota kelompok peternak sapi di Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Sebanyak 2 aspek bidang telah diintroduksi dalam kegiatan ini yakni bidang peternakan dan pertanian. Dalam bidang peternakan meliputi : 1) teknologi pembuatan pakan fermentasi jerami, 2) pembuatan pakan penguat dalam bentuk Urea Molases Block (UMB), 3) teknologi proses produksi mikroorganisme lokal (MOL), 4) penyuluhan tentang nilai ekonomi usaha ternak sapi. Untuk aspek pertanian berupa teknik budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus). Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama dengan Universitas Islam Makasssar (UIM) sebagai mitra perguruan tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh 2 (dua) Kelompok, yakni Kelompok Tani Ternak (KTT) “MattirowaliE” dari Desa Cenrana dan KTT “Sipakainge” dari Desa Biru, Kec. Kahu, Kab. Bone. Kegiatan pelatihan diikuti oleh sekitar 30 orang. Hasil akhir dari pelaksanaan kegiatan adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari para anggota mitra dalam mengembangkan usaha budidaya jamur tiram maupun mengolah limbah pertanian sebagai pakan ternak alternatif Kata Kunci: produktivitas, pakan, fermentasi, introduksi, jamur tiram
PREVENTING EFFECT OF THE PESTICIDE IN FARMING SOCIETY AT BUAHAN VILLAGE, KINTAMANI, BANGLI dr. I Made Sutarga
Buletin Udayana Mengabdi Vol 6 No 2 (2007): Volume 6 No.2 - September 2007
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.189 KB)

Abstract

Abtract In the year 2004 from the result of research of horticultura farmer, from 46 person who had been checked their blood cholinesterase found 17.4% suffering of poison pesticide, 56.5% their knowlage still less to manage pesticide and also 47.8% less behavior in conducting real correct spraying, self protector applied should be used. The purpose of this activity to give understanding to farmer that use pesticide in managing pesticide and also to see pesticide conten through inspection of periodical cholinesterase. On Oktober 2006 from result checking of cholinesterase enzyme from 39 farmers. Their blood sample found cholinesterase enzyme rate >50-75 with degradation egual to 25% or suffer light poisond equal 23%. Farmer behavior in using pesticide still less. That is why counselling and also society inspection of cholinesterase enzyme required to be level and in the event of poisoned hence require to be intervenced continually through counselling continually through counselling and is rejancent of society.
Kata Pengantar Redaksi Redaksi Jurnal Udayana Mengabdi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 13 No 1 (2014): Vol 13, No 1, April 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.191 KB)

Abstract

Para pembaca yang budiman, salah satu industri kecil yang perkembangannya sangat pesat di Baliadalah kerajinan logam. Penggerak utama industri logam adalah para pengrajin dan senimankarya logam, yang terhimpun dalam kelompok pengrajin dan seniman. Selama ini prosespengerjaan yang dilakukan oleh pengrajin biasanya diukur berdasarkan pengalaman dari pekerjapengecoran, karena proses pengerjaan masih tradisional maka ada beberapa parameter yang sulitdikontrol, misalnya temperatur pencairan logam, temperatur penuangan dan sebagainya. Berdasarkankenyataan tersebut dan atas dasar pemikiran keinginan untuk meningkatkan kualitas hasil industricoran logam, maka perlu dilakukan perbaikan proses, yaitu penentuan atau pemilihan temperaturpenuangan atau pencairan logam sehingga dapat menghasilkan produk coran yang berkualitas.Permasalahan yang dihadapi oleh pengerajin pembuat komponen lampu hias saat ini adalah kurangbagusnya kualitas produk yang dihasilkan. Ditemukan cukup banyak produk yang cacat, seperti halnyabentuk dari hasil coran yang kurang sempurna dan terdapat lubang kecil-kecil (lubang jarum).Guna mengatasinya perlu proses finishing yang lebih rumit atau pengecoran ulang yang akhirnyamembutuhkan biaya dan waktu proses yang cukup banyak. Kondisi ini akan berpengaruh terhadappemenuhan pesanan dari konsumen yang pada akhirnya berdampak pada kinerja dan pendapatanperusahaan. Melihat permasalahan tersebut I Made Astika dan kawan-kawan dari Jurusan TeknikMesin, Fakultas Teknik Universitas Udayana melakukan pengabdian untuk memperbaiki kualitashasil produk kerajinan aluminium di UD Sari Rejeki Desa Batubulan Gianyar.Hasil penelitian Persatuan Endokrinologi (PERKENI) cabang Bali mendapatkan bahwa jumlahpenderita obesitas dan diabetes di Bali cenderung meningkat. Peningkatan ini lebih terlihat padapenduduk yang bermukim di daerah pariwisata. Contohnya di wilayah Legian dan Ubud, dimanatingkat penderita obesitas dan diabetes cukup tinggi. Di Legian didapatkan 7.5% dari sampel penelitiandinyatakan positif menderita diabetes. Hal ini terjadi karena pengaruh lingkungan dan pola makandi daerah tersebut. Juga akibat meningkat atau tingginya penghasilan masyarakat di wilayah ini yangkadang membuat mereka mengkonsumsi makanan tinggi lemak yang berlebihan. Kurang tersedianyamakanan sehat yang tinggi serat juga berpengaruh terhadap pola konsumsi masyarakat. Tahun 2011,Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat setidaknya lebih dari 2000 orang terdeteksi menderita diabetesdan penderita terbanyak berumur 20 tahun, dan masih sangat banyak yang tidak terdeteksi.Penyakit kencing manis muncul saat tubuh tidak lagi mampu memproduksi cukup hormon insulinuntuk mengatur kadar gula darah yang normal. Kadar gula yang berlebihan di darah inilah yangmengakibatkan banyak organ tubuh tidak dapat berfungsi secara normal. Dimulai dengan rusaknyapembuluh darah kecil di perifer tubuh diantaranya pada kaki yang menyulitkan pada penyembuhan lukakarena sel darah putih tidak dapat mencapai luka dan membantu dalam proses penyembuhannya. Jikatetap tidak terkontrol baik dengan pola hidup sehat atau obat, kerusakan pembuluh darah ini akan diikutioleh kerusakan pembuluh darah di organ lain dalam tubuh yang dikenal sebagai komplikasi ke mata,jantung, ginjal dan otak. Faktor resiko penyakit ini diantaranya obesitas atau kegemukan, kurangnyaaktivitas fisik, faktor keturunan, mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan gula berlebihan, kurangnyamengkonsumsi makanan tinggi serat antara lain buah dan sayuran.Jika Anda bergerak dalam bidang usaha, termasuk usaha perbankan harus memahami GoodCorporate Governance (GCG) yaitu prinsip-prinsip yang memberikan arahan dan pedoman bagiperusahaan termasuk perusahaan di sektor perbankan agar mencapai keseimbangan dalam memberikanpertanggungjawabannya baik kepada para shareholders dan stakeholders. Mematuhi prinsip-prinsipGCG atau tata kelola perusahaan yang baik berarti perusahaan sudah berperilaku yang baik sertamempunyai arah menuju optimalisasi hasil ekonomi yang pada akhirnya dapat melindungi kepentinganpemegang saham dan stakeholders. Ada ada tiga pilar yang saling berkaitan dengan prinsip-prinsiptersebut yaitu: 1. Negara sebagai regulator, 2. Dunia usaha sebagai pelaku pasar, dan 3. Masyarakatsebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha. Adapun prinsip-prinsip dasar dari pilar tersebutadalah: 1. Negara sebagai regulator menunjang iklim usaha yang sehat, efisien dan transparan denganmenciptakan peraturan perundang-undangan dan penegakan hukum secara konsisten. 2. Pelaku usahamenerapkan GCG dengan baik sebagai pedoman dalam kegiatan usahanya. 3. Kontrol yang obyektif dansikap peduli dari masyarakat secara luas.Sebagai landasan bagi perusahaan untuk melaksanakan GCG, melalui Keputusan Menko BidangPerekonomian Nomor: KEP/49/M.EKON/11/2004 telah dikeluarkan suatu Pedoman Umum GoodCorporate Governance yang bertujuan: tercapainya keberlanjutan perusahaan, pemberdayaan fungsi dankemandirian organ perusahaan, meningkatkan kesadaran dan pertanggungjawaban sosial perusahaanterhadap lingkungan, mendorong pengelolaan perusahaan yang dilandasi nilai moral dan ketaatanterhadap perundang-undangan., meningkatkan nilai perusahaan bagi stakeholders, serta mendorongterjadinya peningkatan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Perinsip GCG tersebut oleh N.K.SupastiDharmawan, dkk, telah men sosialisasikan hal di BPR Gianyar Partasedana, Blahbatuh – Gianyar, danhasilnya telah dimuat pada nomor ini.Salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan produksi ternak ruminansia di Indonesia adalahketerbatasan ketersediaan pakan, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Walaupun Indonesiasebagai daerah tropis terdapat banyak jenis spesies hijauan untuk pakan ternak yang bisa dimanfaatkan,tetapi kualitasnya rendah karena mengandung serat kasar tinggi, sehingga kecernaannya menjadi rendahdan konsumsi pakan menjadi rendah.Guna memenuhi kebutuhan nutrisi, ternak tidak hanya diberikan pakan yang berupa hijauan segar(sebagai pakan basal) dan konsentrat (sebagai penguat), tetapi perlu makanan tambahan (suplemen)untuk melengkapi kebutuhan pakan ternak. Pemberian suplemen ini bertujuan untuk merangsangmikroba rumen berkembang dan memanfaatkan zat makanan lebih cepat. Suplementasi urea padaternak ruminansia dapat meningkatkan produksi ternak, tetapi bila penggunaan urea berlebihan akanmengakibatkan keracunan pada ternak. Oleh karena itu dalam penyajian suplemen dilakukan bermacamcara antara lain dengan pemberian urea cassava blok (UCB), nantinya ternak akan menjilat secaraberkala sehingga tidak terjadi konsumsi urea yang berlebihan. Formuka tesebut telah diimplementasikanoleh I Gusti Lanang Oka Cakra dkk., dari Fakultas Peternakan melalui pengabdian kepada masyarakatdi Sidemen Karangasem.Belakangan ini khasiat buah manggis banyak di publikasikan melalui berbagai media. Tidak sajabuahnya, bahkan kulit buahnya mempunyai khasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Beragam merkekstrak kulit manggis sekarang sudah beredar di pasaran. Sebenarnya buah manggis memiliki kandungannutrisi yang sangat baik untuk kesehatan, mengandung karbohidrat 19,80 g/100 g, vitamin C 66 mg/100g bahan dan serat 0.3 g/100 g bahan. Tetapi di Bali buah manggis lebih banyak dijual aoa adanya.Belum diolah menjadi produk lain. Padahal bisa dibuat sirup agar lebi awet. Agsu Selamet Duniaji dariFakultas Teknologi Pertanian Unud telah mengajarkan teknik tersebut kepada petani di Desa Belimbing,Tabanan. Hasil analisis buah manggis setelah dilkukan pengolahan menjadi sirup dan sari buah diperolehkandungan gisi yang sesuai dengan persyaratan minuman sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).Bentuk pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.Pembaca yang budiman, demikian antara lain isi JUM nomor ini. Sebagai pengelola kami sangatberharaf sumbangan artikelnya untuk terbitan yang akan datang. Hanya dengan partisipasi pembacalahJUM akan bisa terjaga keberkalaannya. Belakangan ini partisipasi dari luar Unud juga sudah mulaiBanyak, diantaranya dari Universitas Palangkaraya yang kami terbitkan pada nomor ini. Kami tunggupartisipasinya. Selamat membaca. Rahayu.
PENINGKATAN KUALITAS JERAMI PADI MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI AMONIASI UREA SEBAGAI PAKAN SAPI BERKUALITAS DI DESA BEBALANG KABUPATEN BANGLI Trisnadewi A. A. A. S.; N. L. G. Sumardani; B. R. Tanama Putri; I G. L. O. Cakra; I G. A. I. Aryani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 10 No 2 (2011): Volume 10 No.2 – September 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.223 KB)

Abstract

The community service was conducted in Bebalang village, Bangli regency and aimed to improve the knowledge and innovation technology of farmers, about the using of rice straw as a feed and how to improve its quality. The quality of rice straw including nitrogen total and digestibility could be increased by ammoniated technology using urea. The use of urea was 4% for 100 kg of rice straw or 4 kg for 100 kg of rice straw. The activity was done on Monday, October 30, 2010 and attended by 24 farmers or 100% members of subak at Sedit area, Bangli. The methods used were direct instruction and practice to the farmers. The results of the activity showed that the farmers’ knowledge was improved and the farmers want to apply the ammoniated rice straw as alternative feed for ruminant.
RANCANG BANGUN ALAT BIO KOMPOSTER DIGESTER I.G.N.N. Santhiarsa; I.G.B. Suryada; I.K. Wijaya
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.14 KB)

Abstract

Pengelolaan sampah di Kelurahan Desa Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar – Bali dilakukan oleh usaha ramah lingkungan Bank Sampah Asri Karya dan Bank Sampah Sesetan Lestari. Kedua usaha ini intinya mempunyai permasalahan yang sama, yaitu berkaitan dengan produktivitas dan efisiensi disebabkan proses pengolahan sampah khususnya sampah organik yang masih konvensional sehingga membutuhkan relatif lebih banyak tenaga, tempat dan waktu. Berdasarkan uraian tersebut, serta dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka tujuan dan luaran dari kegiatan yang dirancang adalah menghasilkan inovasi sebuah alat pengolah sampah organik serbaguna yaitu bisa sebagai komposter dan digester sampah yang dapat dioperasikan dengan produktivitas 3-4 kali dibandingkan cara konvensional . Alat komposter digester ini terdiri dari tiga bagian utama, bagian dasar , bagian yang menampung air lindi hasil proses pembusukkan sampah, nantinya digunakan sebagai pupuk cair, bagian tengah, merupakan ruang diletakkan sampah padat, di bagian ini sampah diolah menjadi pupuk padat dan juga untuk menghasilkan biogas. Kemudian bagian atas, bagian yang menampung sementara biogas hasil dari proses fermentasi sampah
PELATIHAN PEMBUATAN BODY CREAM DAN LOTION LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DI PURI DAMAI DESA SINGAKERTA KECAMATAN UBUD KABUPATEN GIANYAR BALI N.L. Arpiwi; I.K. Muksin; I.G.A.S. Wahyuni; I.K. Ginantra; N.W. Sudatri
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 4 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.357 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i04.p02

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera) adalah tanaman sukulen dari keluarga Asphodelaceae yang tersebar luas di daerah tropis dan sub-tropis. Tanaman ini sangat populer karena memiliki banyak kegunaan, misalnya sebagai pelembab kulit, pertumbuhan rambut, dan pengendalian jerawat. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat Desa Singakaerta, Kabupaten Gianyar, tentang bagaimana mengolah lidah buaya menjadi body cream dan lotion sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi tanaman tersebut. Prosedur kerja dimulai dengan mengupas daun lidah buaya untuk mendapatkan pulp, lalu diblender dan disaring untuk mendapatkan jus. Basis cream dan lotion terdiri dari minyak kelapa murni (VCO), cethyl alcohol, asam stearat, gliserin, triethanolamine, nipagin, nipasol dan aquades dengan jumlah sesuai formulasi. Fase air dicampur dengan fase minyak pada suhu 70oC sambil diaduk sampai homogen dan kemudian ditambahkan jus lidah buaya pada suhu 40oC. Aroma cendana ditambahkan untuk body creamdan aroma melati ditambahkan ke body lotion pada suhu 30oC. Body cream berwarna putih susu, aroma cendana, tekstur lembut, agak kental, pH 6,5, homogen dengan viskositas 95 poise. Body lotion berwarna putih susu, aroma melati, tekstur lembut, lebih encer, pH 7, homogen dengan viskositas 39 poise. Kata kunci : Body cream, body lotion, Aloe vera, VCO
PELATIHAN PENGENDALIAN ARUS SISA LISTRIK SESUAI PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIK DI DESA MELINGGIH PAYANGAN GIANYAR A.A.N. Amrita; A.I. Weking; W.G. Ariastina; G. Sukadarmika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.602 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan peningkatan aktifitas masyarakat, membuat konsumsi listrik mengalami peningkatan. Selama ini pelanggan listrik kurang memahami, seberapa besar energi listrik yang dipakai setiap bulannya, apakah ini disebabkan oleh peralatan yang membutuhkan energi besar atau karena adanya hal-hal lain yang menyebabkan energi terus terpakai dan terbuang dengan percuma. Salah satu penyebab energi terbuang secara percuma adalah adanya arus sisa. Arus sisa perlu dikendalikan, karena besaran arus sisa yang mengalir bisa disebabkan oleh adanya kerusakan pada peralatan atau akibat adanya induksi dari peralatan yang sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungannya. Kebakaran sering disebabkan oleh adanya arus sisa yang mengalir terus menerus. Pengendalian arus sisa listrik harus sesuai dengan pengaman yang digunakan. Pengamanan terhadap manusia harus mampu memutuskan arus sisa sebesar 30 mA (mili Ampere), sedangkan untuk peralatan listrik harus mampu memutuskan arus sisa sebesar 300 mA. Pengendalian arus sisa tersebut harus memenuhi Persyaratan Umum Instalasi Listrik yang di terbitkan oleh Badan Standarisasi Nasional dan harus mempunyai saluran pembumian, sehingga arus dapat mengalir ke bumi. Tim Pengabdian Masyarakat dari Jurusan Teknik Elektro, FT Universitas Udayana melalui sosialisasi dan pelatihan yang dilakukannya bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Melinggih, mengenai arus sisa, bahaya yang ditimbulkannya, cara pengamanannya dan pentingnya pemasangan peralatan pengaman arus sisa tersebut.
APLIKASI PROBIOTIK SEDERHANA PADA BUDIDAYA IKAN NILA DI KABUPATEN TABANAN, BALI G.R.A. Kartika; A.P.W.K. Dewi; P.G.S. Julyantoro; E.W. Suryaningtyas; N.M. Ernawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.029 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i04.p05

Abstract

Ikan nila merupakan salah satu komoditas budidaya unggulan khususnya untuk jenis ikan air tawar yang mengalami kenaikan rata-rata jumlah produksi terakhir yaitu 464 ribu ton pada tahun 2010 menjadi 482 ribu ton pada tahun 2011. Peningkatan produksi di dalam usaha budidaya dapat dicapai dengan cara mengoptimalkan kondisi lingkungan, penggunaan padat tebar yang sesuai dengan daya dukung lahan, kualitas benih yang baik dan pemberian pakan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan biota yang dibudidayakan. Pakan merupakan hal yang sangat penting diperhatikan dalam kegiatan budidaya ikan, baik secara semi intensif maupun intensif karena pakan merupakan komponen biaya produksi yang paling tinggi yaitu sekitar 35-70% dari biaya operasional. Hal inilah yang menyebabkan penggunaan pakan dalam budidaya perlu diefisienkan untuk dapat mengoptimalkan hasil produksi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengefisienkan penggunaan pakan dalam budidaya adalah dengan menggunakan aplikasi probiotik pada pakan buatan. Pemberian probiotik dalam pakan berpengaruh dalam saluran pencernaan, sehingga akan sangat membantu proses penyerapan makanan dalam pencernaan ikan. Bakteri probiotik menghasilkan enzim yang mampu menguraikan senyawa kompleks menjadi sederhana sehingga siap digunakan ikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan demonstrasi tentang aplikasi probiotik pada pakan buatan dalam budidaya ikan nila. Kegiatan ini akan dilakukan di Br. Delod Sema Cemagi, Ds. Serampingan, Kec. Selemadeg, Kab. Tabanan, Bali.
APLIKASI TEKNOLOGI FERMENTASI DALAM PEMBUATAN BIOSTARTER BERBASIS DAUN DAN BUAH DI DESA ANTAPAN BATURITI TABANAN N.M. S. Sukmawati; N. W. Suniti; I N. Sujana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.442 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i01.p28

Abstract

Kegiatan usaha tani holtikultura yang intensif di Desa Antapan, Baturiti, Tabanan, Bali telah mendorong pemakaian pupuk anorganik dan pestisida yang terus meningkat. Hal ini menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan berdampak negatif terhadap tanah, organisme yang hidup di dalam tanah, dan manusia yang mengkonsumsi produk holtikultura tersebut. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh, maka mereka mulai beralih ke produk organik sehingga perlu ditunjang oleh ketersediaan pupuk organik (padat dan cair) serta biopestisida. Dalam proses pembutan pupuk dan pestisida organik ini diperlukan fermentor sebagai starter. Pada saat ini, fermentor yang dijual di pasaran sudah banyak, namun harganya relatif mahal. Untuk itu perlu dicari jalan keluar yaitu dengan membuat fermentor (starter) secara mandiri dengan memanfaatkan potensi yang ada seperti limbah buah dan daun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketramplian kelompok tani Setia Makmur dalam pembuatan biostarter secara mandiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Sebagai fermentor awal digunakan mikroba efektif yang sudah dibiakkan dalam molases yang terdiri dari bakteri asam laktat, bakteri fotosintetik, jamur aktinomycetes dan ragi/yeast. Hasil analisis Laboratorium menunjukkan bahwa biostarter berbasis buah memiliki kandungan bakteri asam laktat yang lebih tinggi dibanding yang berbasis daun ( 8 x 106 CFU/ml VS 6,95 x 106 CFU/ml ) serta bebas dari E. colli dan Salmonela. Dari hasil percobaan ini dapat disimpulkan bahwa biostarter berbasis buah memiliki kualitas yang lebih baik dibanding daun. Kata kunci : fermentasi, biostarter, desa Antapan
PELATIHAN PENGOLAHAN TEPUNG AMPAS KELAPA MENJADI BISKUIT DI DESA ADAT PENGLIPURAN, KABUPATEN BANGLI I W. R. Widarta; I K. Suter; N M. Yusa; A.A. I.S. Wiadnyani; NN. Puspa wati; K. A. Nocianitri
Buletin Udayana Mengabdi Vol 12 No 2 (2013): Volume 12 No.2 – September 2013
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.967 KB)

Abstract

Penglipuran village located on Bangli sub-district in Bangli regency. Coconut is one of agricultural commoditiesin this village. Rural community in Penglipuran village are inexperienced how to make cookies by coconut-byproduct. The aim of these activities was to introduce cookies production by coconut-by product to increase theadded.value The Community Service was carried out by 2 methods, namely: first, information and discussionwith rural community about cookies. Second, cookies production training. There are 20 partisipant in this activity,including delegation of female farmer groups. They have given positif response for these valuable activity.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 5 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 4 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 3 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 2 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 1 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 4 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 3 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 2 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 1 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 4 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 3 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 2 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 1 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 4 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 3 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 1 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 4 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 2 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 1 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 4 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017) Vol 16 No 2 (2017) Vol 16 No 1 (2017) Vol 15 No 3 (2016) Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 14 No 1 (2015): April 2015 Vol 13 No 2 (2014): Vol 13, No. 2 (2014) Vol 13 No 1 (2014): Vol 13, No 1, April 2014 Vol 12 No 2 (2013): Volume 12 No.2 – September 2013 Vol 12 No 1 (2013): Volume 12 No.1 – April 2013 Vol 11 No 2 (2012): Volume 11 No.2 – September 2012 Vol 11 No 1 (2012): Volume 11 No.1 – April 2012 Vol 10 No 2 (2011): Volume 10 No.2 – September 2011 Vol 10 No 1 (2011): Volume 10 No.1 – April 2011 Vol 9 No 2 (2010): Volume 9 No.2 – September 2010 Vol 9 No 1 (2010): Volume 9 No.1 – April 2010 Vol 8 No 1 (2009): Volume 8 No.1 – April 2009 Vol 7 No 2 (2008): Volume 7 No.2 – September 2008 Vol 7 No 1 (2008): Volume 7 No.1 – April 2008 Vol 6 No 2 (2007): Volume 6 No.2 - September 2007 Vol 6 No 1 (2007): Volume 6 No.1 - April 2007 Vol 5 No 1 (2006): Volume 5 No.1 – April 2006 More Issue