cover
Contact Name
Zulkifli Ahmad
Contact Email
ahmadzulkifli477@gmail.com
Phone
+6282195892562
Journal Mail Official
jurnal.bioedukasi@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Bandara Sultan Baabullah Kelurahan Akehuda Kota Ternate Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Bioedukasi
Published by Universitas Khairun
ISSN : 2301427X     EISSN : 28290844     DOI : 10.33387/bioedu.v6i2
Jurnal Bioedukasi diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Khairun. Jurnal ini memuat hasil penelitian ataupun kajian yang berkaitan dengan masalah dalam Pendidikan Biologi dan Biologi Sains yang diterbitkan dua kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles 174 Documents
ASOSIASI DAN POLA SEBARAN BULU BABI (Echinoidea) DI PANTAI MAREGAM KOTA TIDORE KEPULAUAN Gani, Lista A.; Sirajudin, Nuraini; Ahmad, Zulkifli
BIOEDUKASI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Sumber daya perikanan dalam konteks keanekaragaman hayati meliputi semua organisme (biota) yang hidup di perairan laut, asosiasi adalah suatu tipe yang khas ditemukan dengan kondisi yang sama dan berulang di beberapa lokasi. Hubungan ini ditemukan di lingkungan daratan maupun lautan seperti halnya di perairan, penyebaran merupakan penanda interaksi keberadaan biota dalam lingkungan yang ditujukan dengan berbagai pola yang terbentuk dari hasil interaksi, faktor-faktor yang mendukung kelangsungan hidup suatu biota laut dapat pula menentukan keberadaan serta penyebaran dari biota (Echinoidae) tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi bulu babi dengan lamun dan pola penyebaran bulu babi di Perairan Pantai Desa Maregam Kecamatan Tidore Selatan Kota TidoreKepulauan. Tipe penelitian ini yaitu deskriptif, dan pencuplikan dilakukan pada 2 stasiun dengan 50 plot pengamatan yang berukuran 5x5 m2 secara sistematik. Pengukuran faktor lingkungan misalnya salinitas, suhu, pH dengan menggunakan Refractometer, Thermometer air, dan pH meter air secara in situ.Hasil penelitian menunjukan bahwa asosiasi bulu babi dengan lamun di perairan pantai Desa Maregam Kecamatan Tidore Selatan Kota Tidore Kepulauaan pada kedua stasiun adalah asosiasi negatif. Sedangkan pola sebaraan bulu babi (Echinoidea) di perairan pantai Desa Maregam Kecamatan Tidore Selatan Kota Tidore Kepulauan adalah mengelompok dengan nilai ID pada kedua stasiun berturut-turut adalah 1,18 dan 1,55. Kata Kunci : Asosiasi, pola sebaran, bulu babi,  maregam, Tidore Kepulauan.
ANALISIS STRUKTUR VEGETASI PADA HABITAT KUPU-KUPU Papilio ulysses DI PULAU KASIRUTA Hasnah Ahmad; Chumidach Roini; Sarmi Ahsan
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB) | DOI: 10.33387/bioedu.v4i2.165

Abstract

Vegetasi merupakan  kumpulan tumbuh-tumbuhan  yang terdiri dari berbagai macam jenis dan hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut  terdapat  interaksi  yang  erat,  baik  diantara  sesama  individu penyusun  vegetasi maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur vegetasi pada habitat  kupu-kupu Papilio  ulysses.  Objek  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  yaitu  seluruh  vegetasi  yang teramati pada habitat kupu-kupu Papilio ulysses dan Pengumpulan data vegetasi dilakukan dengan metode plot, data vegetasi yang di ambil meliputi vegetasi tingkat semai, pancang, tiang, dan  pohon. Dari hasil penelitian berdasarkan struktur vegetasi pada habitat kupu-kupu Papilio ulysses di desa Kakupang dan desa Doko, ditemukan 16   jenis tumbuhan yang   tergolong dalam 12 family. Tumbuhan yang termasuk dalam family Piperaceae yaitu Piper aduncum L, yang tergolong kedalam family anacardium yaitu Dracontomelum Merr, jenis Somoloae sp dan Mangifera indica, yang tergolong family Rubiaceae yaitu Musaeda sp, yang tergolong Bytneriaceae yaitu Theobroma cacao, yang tergolong family Meliaceae yaitu Lansium parasiticum, family Verbenaceae yaitu Gmelina arborea, family Burseraceae yaitu Canarium commune L, family hamaliumceae yaitu Homalium foetidum, family Moraceae yaitu Ficus benjamina, family Sapindaceae yaitu Nephilium lappaceum dan yang tergolong dalam family Denstaedtiaceae yaitu Orthioptheris sp, family Poaceae yaitu Pogonatherum crinitum, Penisetum purpureum, Ischaemum muticum, dan Imperata arundinaceae.
PERILAKU KEWASPADAAN MONYET HITAM SULAWESI (Macaca nigra DESMAREST, 1822) DI HUTAN KONVERSI PULAU BACAN, MALUKU UTARA Ahmad, Zulkifli
BIOEDUKASI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Monyet hitam Sulawesi, selain terdapat di Pulau Sulawesi dapat pula ditemukan di Pulau Bacan  Maluku  Utara.  Monyet  hitam  yang  ada  di  Pulau  Bacan  memiliki  kesamaan  karakter morfologi dengan monyet hitam yang ada di Pulau Sulawesi. Adanya aktivitas manusia di sekitar dan di dalam kawasan Cagar Alam Gunung Sibela Bacan, telah menyebabkan terjadinya degradasi habitat dan deforestasi. Hal ini dapat menimbulkan dampak terhadap ketidakstabilan populasi serta perubahan perilaku hewan, dan dimungkinkan termasuk perilaku kewaspadaan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku kewaspadaan monyet hitam Sulawesi di hutan konversi Pulau Bacan. Teknik pengumpulan data perilaku kewaspadaan dilakukan dengan metode All Occurance Sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa monyet hitam Sulawesi di hutan konversi masih memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi. Kemampuan mendeteksi dan reaksi yang ditunjukkan di hutan konversi, menunjukkan perbedaan tidak bermakna (p>0,05). Hasil uji Wilcoxon dan Friedman terhadap penggunaan ketinggian dan kanonpi pohon menunjukkan perbedaan tidak bermakna (p>0,05). Walaupun secara statistik menunjukkan perbedaan tidak bermakna, namun ada kecenderungan bahwa dalam jangka waktu panjang monyet hitam   Sulawesi   di   kawasan   Cagar   Alam   Gunung   Sibela   Bacan   akan   berkurang   sifat kewaspadaannya, bahkan dimungkinkan menunjukkan reaksi positif apabila aktifitas masyarakat di hutan konversi Pulau Bacan semakin meningkat.Implikasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai materi ajar matakuliah ekologi hewan khususnya dalam pengembangan praktikum dan riset mahasiswa. Kata kunci : Perilaku kewaspadaan, monyet hitam Sulawesi, hutan konversi Pulau Bacan, Maluku Utara
PENGARUH URIN SAPI SEBAGAI PUPUK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI (Apium Graveolens L.) SEBAGAI PENUNJANG MATAKULIAH BOTANI TINGKAT TINGGI Palenewen, Evie
BIOEDUKASI Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Sudah dilakukan penelitian mengenai pengaruh urin sapi sebagai pupuk cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri (Apium graveolens L.) sebagai penunjang matakuliah Botani  Tingkat  Tinggi,  pada  bulan  Agustus  sampai dengan  Oktober  2013,  di Jl.  Mugirejo, Samarinda.Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  urin  sapi  sebagai  pupuk  cair terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun tanaman seledri dan mengetahui dosis pupukcair urin sapi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman seledri (Apium graveolens L.).Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan (termasuk kontrol ) yang diulang sebanyak lima kali, masing-masing perlakuan yaituP0 (kontrol), P1  (25cc), P2  (50cc), P3  (75cc), P4  (100cc). Pengamatan untuk tinggi tanaman dan jumlah daun dilakukan pada saat tanaman berumur 10 hari, 20 hari dan pada saat   panen (30 hari). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan  analisis varians (Anava) dan dilanjutkandengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair urin sapi memberikan pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan tinggi tanaman, dan jumlah daun tanaman seledri. Adapun konsentrasi pupuk cair urun sapi yang tepat untuk tanaman seledri diperoleh pada perlakuan P2 (50cc), yang menunjukkan hasil terbaik untuk rata-rata tinggi dan jumlah daun tanaman seledri. Tinggi dan jumlah daun tanaman seledri dapat digunakan sebagai spesimen dalam praktikum Botani Tingkat Tinggi. Kata Kunci : Urin Sapi, Pertumbuhan, Hasil, Seledri
AKUMULASI DAN DAMPAK LOGAM Pb (TIMBAL) PADA TANAMAN PENEDUH JALAN DI KOTA TERNATE, MALUKU UTARA Tabaika, Rosita; Hadisusanto, Suwarno
BIOEDUKASI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Kendaraan bermotor roda dua di Kota Ternate kebanyakan digunakan sebagai kendaraan umum penumpang selain kendaraan roda empat sehingga meningkatnya kendaraan bermotor baik itu roda dua maupun  roda  empat  sudah  tidak  seimbang  lagi  dengan  jalan  yang  tersedia  sehingga  pemerintah  perlu mengatur sirkulasi arus lalu lintas. Melihat besarnya dampak negatif Pb yang dikeluarkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor terhadap kesehatan manusia, maka diperlukan tindakan untuk mereduksi Pb dari udara yaitu dengan menggunakan jenis tanaman yang mampu menyerap Pb sehingga keefektifan tanaman sebagai biofilter untuk mereduksi Pb dapat ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kandungan Pb daun Pterocarpus indicus Willd dan Mimusops elengi L. di Jalan Zainal A. Syah dan Jalan Siswa, serta mengkaji pengaruh Pb terhadap klorofil-a, klorofil-b, luas daun dan stomata daun Pterocarpus indicus Willd dan Mimusops elengi L. Penelitian ini berlokasi di Kota Ternate pada Bulan September dan Oktober 2011. Sampel diukur kadar timbalnya dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) melalui metode pengabuhan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan Pb daun Pterocarpus indicus Willd di Jalan Zainal A. Syah dan Jalan Siswa berkisar 406,7-647,5 ppb dan kandungan Pb daun Mimusops elengi L. berkisar 423-721,2 ppb. Secara umum dapat disimpulkan bahwa efisiensi akumulasi Pb daun Mimusops elengi L. lebih tinggi   dibanding daun Pterocarpus indicus Willd di Jalan Zainal A. Syah maupun Jalan Siswa. Pengaruh kandungan Pb daun terhadap klorofil-a, dan stomata daun tidak signifikan sedangkan klorofil-b dan luas daun signifikan. Kata kunci : Kendaraan bermotor, Pb, Biofilter,Pterocarpus indicus Willd, Mimusops elengi L.
MARKAH MOLEKULER DALAM IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KEKERABATAN TUMBUHAN SERTA IMPLIKASINYA BAGI MATA KULIAH GENETIKA (Telaah keilmuan genetika molekuler tumbuhan) ., suparman
BIOEDUKASI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Sifat morfologi tanaman meliputi batang, variasi bunga dan bagian-bagian bunga serta variasi bentuk daun telah lama menjadi acuan identifikasi, pemetaan kekerabatan dan taksonomi tanaman, namun sifat morfologi dinilai terbatas karena langsung dipengaruhi lingkungan. Penanda lain yang lebih stabil berupa penanda biokimia seperti isozyma. Penanda ini lebih baik, kurang dipengaruhi kondisi pertumbuhan karakter kuantitatif dan lebih cocok untuk identifikasi varietas, namun terkadang penanda ini juga tidak menunjukan perbedaan yang nyata antar genotip yang diuji. Keterbatasan tersebut, memunculkan markah molekuler, yakni penanda yang ditentukan langsung oleh materi genetik berupa DNA. Sekuen DNA memberikan banyak character state karena perbedaan laju perubahan basa-basa nukleotida di dalam lokus yang berbeda dan lebih akurat  serta  menghasilkan  kekerabatan  yang  lebih  alami.  Karakter  markah  molekuler  berupa sekuen DNA pada tumbuhan dapat diambil dari genom nDNA, cpDNA, dan mtDNA. Sekuen DNA yang banyak digunakan pada tumbuhan ialah : mikrosatelit, ITS, gen rbcL, gapC, ndhF, matK, dan psaA. Gen rbcL secara khusus telah direkomendasikan sebagai DNA pada tumbuhan. Perkembangan markah molekuler memberikan implikasi berupa penambahan materi pada kuliah genetika yakni materi dasar bioinformatika dan filogenetik molekuler sebagai tool dalam analisis data molekuler. Lebih jauh lagi, bioinformatika dan filogenetika molekuler ini dapat direkomendasikan menjadi matakuliah pilihan. Kata kunci : markah molekuler, sekuen DNA, kekerabatan tumbuhan, DNA barkode
PENGARUH PEMBERIAN BOKASI KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata) SEBAGAI PENUNJANG MATA KULIAH BAKTERIOLOGI Lumowa, Sonja Verra Tinneka; ., Ernawati
BIOEDUKASI Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pemberian bokasi kotoran sapi terhadap pertumbuhan jagung manis (Zea mays saccharata), dan berat bokasi yang paling bagus untuk pertumbuhan jagung manis (Zea mays Saccharata). Penelitian dimulai bulan Februari sampai dengan bulan Juni 2013, di Desa Kendarom, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Tana Paser.Penelitian ini  adalah  jenis  eksperimen dengan  menggunakan empat  perlakuan dan  satu  kontrol.  Rancangan penelitian dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 pengulangan. Adapun masing- masing perlakuan yaitu P0 (300 gram/polybag), P1 (500 gram/polybag), P2 (400 gram/polybag), P3 (300 gram/polybag) dan P4 (200 gram/polybag). Hasil pengamatan diambil setelah umur 10 hari, 20 hari dan 30 hari setelah tanam.Hasil yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam yang kemudian dilanjutkan dengan uji BNT 5% dan 1%. Hasilpenelitian menunjukan pada pengamatan hari ke 10 untuk tinggi batang Fhit (9,4) > Ftab (3,01 dan 4,77). Jumlah helai daun Fhit (4,48) > Ftab (3,01 dan 4,77). Diameter batang Fhit (16,675) > Ftab (3,01 dan 4,77). Pengamatan pada hari ke 20 untuk tinggi batang Fhit (32,72) > Ftab (3,01 dan 4,77). Jumlah helai daun Fhit (18,195) > Ftab (3,01 dan 4,77). Diameter batang Fhit (25,304) > Ftab (3,01 dan 4,77). Pengamatan pada hari ke 30 untuk tinggi batang Fhit (65,853) > Ftab (3,01 dan 4,77). Jumlah helai daun Fhit  (16,121) > Ftab  (3,01 dan 4,77). Diameter batang Fhit  (17,464) > Ftab  (3,01 dan 4,77). Berdasarkan data tersebut terbukti bahwa berbagai perlakuan atau banyaknya pupuk memberikan pengaruh yang nyata pada pertumbuhan jagung manis. Perlakuan P2  dan P3  memberikan pengaruh   yang nyata, dan perlakuan yang terbaik untuk pertumbuhan jagung manis adalah perlakuan P3 (300 gram/polybag). Kata kunci :  bokasi kotoran sapi, hasil pertumbuhan, jagung manis
PENGARUH PENERAPAN MODEL READING, QUESTIONING, AND ANSWERING (RQA) TERHADAP PENGETAHUAN METAKOGNITIF SISWA KELAS XI IPA SMA Negeri 2 KOTA TERNATE Haerullah, Ade; Hi. Usman, Fadila
BIOEDUKASI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Model pembelajaran yang digunakan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa salah satunya adalah model pembelajaran Reading, Questioning and Answering (RQA). RQA dianggap suatu model pembelajaran yang berlandaskan pada teori pembelajaran konstruktivisme. Model pembelajaran RQA ini merupakan model yang baru dikembangkan berdasar kenyataan bahwa hampir semua siswa yang ditugaskan membaca materi belajar terkait pembelajaran yang akan datang selalu tidak membaca. Akibatnya model pembelajaran yang dirancang sulit atau tidak terlaksana, dan pada akhirnya pemahaman terhadap materi pembelajaran menjadi rendah atau bahkan sangat rendah.Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   pengaruh   model   pembelajaran   Reading, Questioning,  and  Answering  (RQA)  terhadap  kemampuan  metakognitif  dan  pengusaan  konsep Biologi siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Kota Ternate pada materi Sistem Reproduksi dengan menggunakan metode penelitian quasi eksperiment dengan sampel siswa kelas XI IPA 2  (kelas eksperimen) dan siswa kelas XI IPA 3 (kelas kontrol).Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan hasil belajar siswa pada kemampuan metakognitif dan penguasaan konsep dengan menggunakan model pembelajaran RQA (X1) dan pembelajaran konvensional  (X2)  pada  konsep  sistem reproduksi. Hal ini  dapat dilihat dari hasil analisis Anakova untuk kemampuan metakognitif dan diperoleh Fhit = 47,14 dan Ftab = 1,47 ini berarti Fhit> Ftab. Sedangkan  pada hasil analisis anakova untuk penguasaan konsep Fhit = 29,24 dan Ftab = 1,47 ini  berarti  Fhit>  Ftab.  Hasil  analisis  ini  menunjukan  adanya  pengaruh  model  pembelajaran  RQA terhadap kemampuan metakognitif dan penguasaan konsep siswa. Kata Kunci : RQA, kemampuan metakognitif, penguasaan konsep
Identifikasi Cendawan Patogen pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L) Halni Ata; Nurmaya Papuangan; Bahtiar Bahtiar
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB) | DOI: 10.33387/bioedu.v4i2.168

Abstract

Tanaman  Tomat  (Solanum  lycopersicum  L)  merupakan  salah  satu  tanaman hortikultura  yang  penting  di  Indonesia.  Namun,  budidaya  tanaman  tomat  banyak mengalami masalah yang dapat menyebabkan produksi tanaman tomat menjadi rendah baik secara kuantitas maupun kualitas. Salah satu masalah tersebut adalah penyakit yang disebabkan oleh mikrob patogen yaitu cendawan patogen. Penyakit yang disebabkan oleh cendawan patogen yang menyerang tanaman tomat yaitu busuk daun, Penyakit busuk buah, batang dan layu Fusarium.Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis cendawan patogen yang terisolasi pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum L)  melalui  identifikasi  makroskopik dan mikroskopik.  Penelitian  bersifat  deskripsi, metode yang digunakan adalah metode tanam langsung ke media. Analisis data dilakukan dengan  mengidentifikasi jenis cendawan  patogen  berdasarkan  karakteristik  morfologi makroskopik dan mikroskopik yang mengacu pada buku Introduction to Food-Borne Fungi.  Hasil isolasi diperoleh sembilan jenis cendawan yaitu Peronospora paracitica (IBt1), Cercospora sp (IBt2), F. verticillioides  (IBt3), F.  cerealis  (ID1), Alternaria  sp (ID2), Cladosporium sp (ID3), F. oxysporum (IBh1), Phytopthora cactorum (IBh2), dan Fusarium sp (IBh3). Kesembilan cendawan tersebut merupakan patogen pada batang (Peronospora paracitica, Cescospora sp, F. verticillioides), daun (F. cerealis, Alternaria sp, Cladosporium sp), dan buah (F. oxysporum, Phytopthora cactorum, dan Fusarium sp).
SUATU MODEL PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SLIDE CULTURE UNTUK PENGAMATAN STRUKTUR MIKROSKOPIS KAPANG PADA MATAKULIAH MYCOLOGI ., Sundari
BIOEDUKASI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Mycology merupakan cabang ilmu mikrobiologi yang mempelajari objek kajian jamur/kapang dan kamir.  Jamur merupakan makhluk hidup mikroskopis yang memiliki organisasi seluler lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri. Biasanya dikenal dengan sebutan cendawan. Umumnya   multiseluler   (kapang)   beberapa   yang  uniseluler   (khamir),   heterotrof   dan   tidak berklorofil, berukuran 1 -5 mm  (khamir).Selama ini pembelajaran Mycologi   dalam matakuliah mikrobiologi mengalami kendaladalam  pengamatan  struktur  tubuh  kapang  secara  mikroskopis.  Dalam  pembuatan  preparat, seringkali tidak utuh struktur hifa maupun alat reproduksi kapang, sehingga kesulitan dalam melakukan identifikasi. Kendala dalam pengamatan struktur mikroskopis tubuh kapang mengakibatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep struktur tubuh, ciri, alat produksi dan klasifikasi kapang  rendah. Pemahaman yang kurang akan menyebabkan hasil belajar rendah dan minat terhadap matakuliah juga rendah.Penelitian  ini  bersifat  pengembangan  yaitu  bentuk  penelitian  yang   memuat  butir-butir model pengembangan, prosedur pengembangan dan uji coba produk berupa media pembelajaran dalam bentuk Slide culture. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk desain media pembelajaran  Slide culture pada pada matakuliah Mycology dinyatakan valid dan layak digunakan berdasarkan hasil validasi oleh validator dengan rata-rata nilai validasi sebesar 80,52%. Kata Kunci: pengembangan, media, slide culture, Mycologi

Page 2 of 18 | Total Record : 174