Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN SUMBER DAYA MANUSIA DI RSUD SANJIWANI GIANYAR TERKAIT SASARAN KESELAMATAN PASIEN MELALUI KEGIATAN PELATIHAN Inge Dhamanti; Syifa’ul Lailiyah; Elida Zairina; Muhammad Rizky Widodo
Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v6i2.2022.483-491

Abstract

Keselamatan pasien merupakan salah satu disiplin dalam pelayanan kesehatan yang muncul seiring dengan evolusi kompleksitas sistem pelayanan kesehatan sehingga berdampak pada naiknya angka cedera pada pasien. RSUD Sanjiwani perlu mengupayakan sasaran keselamatan pasien. Pada pelaksanaan seluruh sasaran keselamatan pasien, semuanya terkendala pada tidak dapat terlaksananya sosialisasi dan peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan sehingga perlu dilakukan dan dievaluasi hasil peningkatan pengetahuannya untuk meningkatkan keselamatan pasien.Pelatihan dilakukan satu kali melalui pemberian materi dan studi kasus. Pengetahuan peserta diukur dua kali yaitu sebelum materi dan sesudah materi diberikan. Dilakukan uji statistik untuk mengetahui peningkatan skor pengetahuan dari pretest dan posttest dengan uji Wilcoxon Rank. Hasil p0,05 dengan CI 95% akan menunjukkan hasil yang bermakna secara statistik. Secara deskriptif, rata-rata skor mengalami peningkatan yaitu pada pretest sebesar 57,8 dari 100 dan pada posttest 68,2 dari 100. Pada nilai pretest, kategori terbanyak adalah cukup sejumlah 61 responden (48,4%) sedangkan nilai posttest terbanyak pada kategori baik sejumlah 71 responden (56,3%). Pengujian dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dan didapatkan hasil bahwa nilai p0,001. Karena nilai p lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dilihat dari skor tes yang didapat. Pelaksanaan pelatihan sasaran keselamatan pasien telah terlaksana dengan baik. Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik dengan hasil uji Wilcoxon Signed Rank yang menghasilkan nilai p0,05. Oleh karena itu, pelatihan sasaran keselamatan pasien di RSUD Sanjiwani Gianyar berhasil mencapai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait keselamatan pasien.
The Influence of Feeling Lonely and Received Social Support on Medication Adherence in Elderly with Hypertension Dwi Novita Sari; Wahyu Utami; Elida Zairina
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 3 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v9i32022.252-261

Abstract

Background: Hypertension is currently a non-contagious disease that primarily affects the elderly population in Indonesia. Medication adherence is critical in managing hypertension and reducing the risk of morbidity and mortality. Previous research has found that loneliness and support received by older adults with hypertension influence medication adherence. Objective: This study aimed to examine the impact of feeling lonely and receiving social support on medication adherence in the elderly with hypertension at the Community Health Center in Surabaya. Methods: The study design of this research was a descriptive cross-sectional study from December 2021 to March 2022. A total of 235 eligible subjects fulfilled the inclusion criteria. The instruments used in the data collection were the patient's information form, UCLA-Loneliness Scale, MOS-Social Support Survey, and the ARMS (Adherence to Refill and Medication Scale). Results: The results revealed that the correlation between loneliness and social support was significantly associated with medication adherence in the elderly with hypertension (p < 0.05). In addition,  other factors, such as occupation status, living status, comorbidity, the number of drugs taken, and antihypertensive drug therapy, showed a significant correlation with medication adherence (p < 0,05). The most influential factor on medication adherence was loneliness (35.5%), followed by social support (24.4%), the number of drugs taken (7.1%), antihypertensive drug therapy (monotherapy or combination therapy (2.5%), occupation status (2.4%), comorbidity (1.6%), and living status (0.2%). Conclusion: This study confirms that feeling lonely and receiving social support affect medication adherence in the elderly with hypertension at the Community Health Center in Surabaya.
Bersama Apoteker, Pelajar Sekolah Menengah Atas Bijak dan Cermat dalam Menggunakan Obat Arie Sulistyarini; Ana Yuda; Andi Hermansyah; Yunita Nita; Elida Zairina
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 1 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i1.5577

Abstract

Hidup sehat perlu diterapkan bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari termasuk kepada siswa SMA. Hidup sehat salah satunya dengan cara mengetahui penggunaan obat yang benar. Selain itu siswa SMA merupakan calon mahasiswa. Penting bagi siswa tersebut untuk mengetahui tentang jurusan yang ada di suatu universitas serta salah satu profesi yang akan menjadi minat mereka bekerja, misalnya apoteker. Oleh karena itu kegiatan edukasi dilakukan untuk 109 siswa SMAN 1 Surabaya tentang Universitas Airlangga, profesi apoteker dan penggunaan obat yang benar. Pemberian materi diselingi sesi tanya jawab dan permainan yang melibatkan peserta untuk memudahkan pemahaman peserta. Kunjungan ke laboratorium di Fakultas Farmasi juga dilakukan untuk menambah wawasan siswa. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui efektifitas kegiatan ini. Hasil pretest tentang penggunaan obat bernilai rata-rata 3,4 dan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi hampir 2 kali lipat yaitu menjadi 6,3 (dengan nilai maksimal 8). Pengetahuan siswa tentang profesi apoteker dan jurusan di Unair juga terjadi perbaikan yang bermakna. Selain itu 103 dari 109 peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk diberika kepada siswa SMA dan seharusnya dilakukan secara rutin. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat yang ditujukan kepada siswa SMA perlu dilakukan agar apoteker dapat berkontribusi meningkatkan pemahaman penggunaan obat yang benar dan juga mengenalkan profesi apoteker ke masyarakat khususnya ke siswa SMA.
Pengetahuan dan Praktik terkait Pembelian, Penggunaan, dan Pengelolaan Masker pada Pekerja Publik Non-Kesehatan Aldo Julio Sylvester Manting; Anggria Caesary; Annisa Arifatul Fitriyah; Elida Zairina; Ardio Harya Firmansyah; Dica Ramadhani; Elvia Mei Nadilasari; Jenni Marlena; Jessica Immanuel Gunawan; Lutfiatur Rohmah; Marsha Fendria Prastika; Mirzario Aryananda Verrian; Nabila Berlianti; Ni Made Millania Laksmi Dewi; Niken Ayu Setyaningrum; Nur Ahmad Syaifullah
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i1.32936

Abstract

Pada masa pandemi COVID-19 ini diperlukan tindakan pencegahan dan pengendalian yang tepat, salah satunya adalah penggunaan masker. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan praktik terkait pembelian, penggunaan dan pengelolaan masker serta perbedaan pada pekerja publik non-kesehatan antara Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1, 2, dan 3. Pengambilan data secara cross-sectional dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara daring dan luring kepada pekerja publik non-kesehatan di daerah PPKM level 1, 2 dan 3. Skor pengetahuan dan praktik dihitung dan dibandingkan dengan karakteristik demografi serta dilakukan analisis hubungan antara skor pengetahuan dan praktik. Sebanyak 182 pekerja publik non-kesehatan berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan median (IQR) skor pengetahuan adalah 15,00 (4). Skor pengetahuan berhubungan signifikan dengan tingkat pendidikan terakhir (p=0,022) dan usia (p=0,036). Skor praktik dengan rata-rata 49,17±8,24 dan dikategorikan baik (skor>43) untuk 76,4% responden. Tingkat pengetahuan dan praktik pada daerah PPKM level 1, 2, dan 3 tidak berbeda secara signifikan. Skor pengetahuan berhubungan secara signifikan dengan skor praktik (p=0,000) dimana semakin tinggi skor pengetahuan maka skor praktik juga semakin tinggi. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan praktik yang baik. Daerah tempat bekerja yang dikategorikan berdasarkan level PPKM tidak menimbulkan perbedaan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan dan praktik dari responden, sehingga tempat bekerja responden tidak mempengaruhi tingkat pengetahuan dan praktik dari responden. Terlepas dari pengetahuan dan praktik responden yang baik, tetap diperlukan penyuluhan mengenai pembelian, penggunaan dan pengelolaan masker yang baik sesuai panduan dari Kemenkes maupun WHO.
Pengetahuan dan Perilaku Pelajar SMP dan SMA di Jawa Timur terhadap Protokol Kesehatan 6M Natasha Vine Angelique; Syahrani Madiha Putri; Rika Putri Septiawati; Sagita Putri Ramadhina; Yussi Ananda; Syeila Rahmadina; Nadea Kalila Yasmin; Melisa Ramadhaniar; Hana Ameli Widyasari; Indiarto Lukman Susetiya; Dika Herian Saputra; Allisya Fathatul Fauziyah; Zenita Dwi Rahmaudina; Alfionita Isnaini; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 20 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/jfi.v20i2.1532

Abstract

Since 2019, the infectious disease Covid-19 has spread throughout the world. Schools have begun to hold limited face-to-face meetings. This study sought to identify a knowledge profile and behavior profile of middle and high school students in East Java toward 6M health protocols, as well as the relationship between age, knowledge score, and practice score, as well as a comparison of knowledge and behavior profile based on gender, education level, and class. This study used a cross-sectional study with accidental sampling and questionnaires to collect data from 743 respondents in 8 districts or cities in East Java. The Spearman, Mann-Whitney, and Kruskal-Wallis tests were used for statistical analysis. The results show that 80,5% of respondents have good knowledge, and more than 90% had positive behavior towards 6M health protocols. There was a significant correlation between age and knowledge score (p<0,05), age and behavior score (p<0,05), and knowledge score and behavior score (p<0,05). The study also discovered differences in knowledge and behavior scores based on gender, education level, and class.
Pengetahuan dan Sikap Pelaku Usaha di Kecamatan Mulyorejo terkait Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster) Sonia Futti Ameldy; Salsabila Qatrunnada Arka Prameswari; Five Nadia Pasaribu; Alifa Putri Syaharany Amaliya Firdausy; Fakhrina Fauzul Minnah; Owen Gunawan; Fitriani Rosyana Gitacahyani; Nuril Maghfiroh; Divi Aulia Rahmi; Muhammad Haqqi Shiddiq; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.41041

Abstract

Vaksinasi COVID-19 dosis booster adalah salah satu kunci strategi untuk menekan angka peningkatan kasus COVID-19. Penolakan masyarakat Indonesia terhadap vaksin COVID-19 dosis booster akan menjadi penghalang yang krusial dalam mencapai herd immunity. Oleh karena itu, survei ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan sikap pelaku usaha di Kecamatan Mulyorejo terhadap vaksin COVID 19 dosis booster. Cross sectional study dilaksanakan pada September 2022 dengan pengambilan data menggunakan kuesioner tervalidasi dalam bentuk google form dan kertas dengan jumlah pertanyaan sebanyak tiga belas untuk pengetahuan dan sepuluh untuk sikap. Survei dilakukan pada pelaku usaha di Kecamatan Mulyorejo yang memenuhi kriteria inklusi dan telah menandatangani informed consent. Hasil survei menunjukkan tingkat pengetahuan responden masuk pada kategori baik dengan jumlah persentase sebanyak 64,6% (n = 73) dan pada variabel sikap menunjukkan 54,9% (n = 62) responden mempunyai sikap positif dari total 113 responden. Survei ini menunjukkan sebagian besar pelaku usaha di daerah Mulyorejo memiliki pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terkait vaksinasi dosis lanjutan (booster). Namun, edukasi dan promosi kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pelaku usaha lain yang masih belum optimal.
Knowledge, Attitude and Practice towards the Appropriate Use of Anti-Acne Products amongst Youths and Adults Shamsul Anuar, Nur Qamarina; Muhammad Syawal; Muhammad Izatul Ammar; Muhammad Faiz; Melissa Izzati; Nurfarah Wahidah; Leng Xiao Qian; Shandhiyaa; Zahra Aisha Hafizah; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.41598

Abstract

Acne is the most common skin disorder, especially in youths and adults, regardless of gender. However, with the wide range of ages and education, people's knowledge, attitudes, and practices might be diverse. Therefore, it is essential to understand the correct treatment. This study aimed to identify the knowledge, attitude, and practice towards the appropriate use of anti-acne in the community. The study was carried out in the neighbouring area of Universitas Airlangga, Surabaya, using a validated questionnaire. The data were analyzed with nonparametric correlation using Spearman Correlation. According to the data collected from 103 participants, about 62.1 % (n=64) had a moderate level of knowledge, 50.5 % had a positive attitude toward using anti-acne products, and 61.2 % (n=63) had positive responses in the practice of using anti-acne products. There was a positive correlation between the participant's knowledge and practice (p<0.001; r= 0.388). This study concludes that a health promotion program is a warranty to increase the public's level of knowledge.
Profil Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat terkait DAGUSIBU Obat yang Digunakan di Rumah Tangga di Surabaya Putra Pratama, Tiar Hanif; Putri Antika Yusniasari; Halisa Naura Imamah; Sherly Putri Andini; Safriella Salsabila Madania; Najwa Shifa Sahara; Hasna Salvinia Ofanti; Fatia Hilyatunnisa; Nida Inva Tassya; Maulana Khusnul Ghina; Naurah Syafiqah Larasati; Sucya Rahmawati; Citra Aulia Silvia; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.42464

Abstract

Produk farmasetik atau obat-obatan telah tergolong dalam kebutuhan utama sehingga konsumsi obat di masyarakat meningkat. Namun, di lain sisi kepatuhan minum obat di masyarakat yang rendah menyebabkan akumulasi obat tidak terpakai di rumah tangga. Sejak tahun 2014, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) telah melaksanakan kampanye program Gerakan Nasional Keluarga Sadar Obat dengan jargon DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat). Dalam program tersebut menjelaskan tentang tata cara pengelolaan obat dari pertama kali menerima obat hingga tidak digunakan atau dikonsumsi lagi dan akhirnya dibuang. Penelitian ini bertujuan memahami lebih lanjut bagaimana pengetahuan dan praktik masyarakat terkait cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang sisa obat. Penelitian ini berbentuk studi cross-sectional yang dilakukan dengan cara survei. Instrumen yang digunakan yaitu berbentuk kuesioner yang terdiri dari 36 pertanyaan, yaitu 20 pertanyaan berbasis pengetahuan tentang logo obat dan DAGUSIBU; 16 pertanyaan berbasis perilaku tentang DAGUSIBU obat. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS versi 25.0 dan signifikansi statistik ditetapkan pada p ≤ 0,05. Terdapat 130 responden dalam melaksanakan penelitian ini. Hasil survei yang dilaksanakan menandakan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat berada di kategori cukup (56,9%) dan tingkah laku masyarakat yang berkaitan dengan cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat menunjukkan hasil yang negatif (58,5%). Analisis korelasi menunjukkan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku adalah 0,440 (korelasi sedang) dengan p=0,000. Oleh karena itu, promosi kesehatan terkait DAGUSIBU obat masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat.
Pengetahuan, Sikap, dan Kesediaan untuk Menerima Vaksin Booster COVID-19 pada Masyarakat di Jawa Timur Fauzia, Firdha; Hermawan, Joshua El'Nissi; Zairina, Elida; Nugraheni, Gesnita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.46888

Abstract

Berbagai cara dilakukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Di Indonesia, pemerintah telah melakukan berbagai upaya yang salah satunya adalah program vaksinasi. Saat ini, pemerintah juga mengeluarkan Surat Edaran tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Ketiga (booster) untuk meningkatkan proteksi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan kesediaan masyarakat di Jawa Timur untuk menerima vaksin booster COVID-19. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan instrumen berupa kuesioner. Responden adalah masyarakat Kota Surabaya yang berusia 18-64 tahun yang didapatkan secara accidental sampling. Analisis statistik dilakukan dengan metode deskriptif. Sebanyak 119 masyarakat Jawa Timur berpartisipasi pada penelitian ini. Didapatkan tingkat pengetahuan sebanyak 105 (88,2%) responden termasuk dalam kategori cukup dan 14 (11,8%) responden termasuk dalam kategori baik. Pada bagian sikap responden menunjukkan sejumlah 26 (21,8%) termasuk kategori netral dan 78,2% (n=93) termasuk kategori positif. Penerimaan vaksin booster COVID-19, jumlah responden yang sudah melakukan adalah sejumlah 80(67,2%) dan yang bersedia secepatnya menerima vaksin ini sebanyak 21 (17,2%). Disisi lain, terdapat masyarakat yang tidak bersedia menerima vaksin booster COVID-19 sebanyak 15 (12,6%) dikarenakan masih mempunyai keraguan terhadap efektivitas, takut akan efek samping, dan merasa dosis yang diterima sudah cukup untuk melindungi dari COVID-19. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat di Jawa Timur telah menunjukkan pengetahuan, sikap, dan penerimaan yang tinggi terhadap vaksin booster COVID-19.
The Assessment of Patient Safety Culture Among Doctors, Nurses, and Pharmacists in a Public Hospital in Indonesia Baiq Khuwailidia Kartikasari; Samirah Samirah; Elida Zairina, S.Si., MPH., Ph.D., Apt.
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 13, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.83575

Abstract

Understanding the patient safety culture is one step toward improving patient safety. Patient safety culture is the main foundation of patient safety arrangements that aim to improve the quality of service of healthcare facilities by implementing risk management in all service areas. This study aimed to determine the cultural picture of patient safety among health workers in a public hospital in East Lombok. This study was observational and cross-sectional, using the Hospital Survey of Patient Safety Culture (HSOPSC) questionnaire from the Association of Health Care and Research Quality (AHRQ.) The population of this study was healthcare professionals (doctors, dentists, pharmacists, pharmaceutical technical personnel, nurses, and midwives) at Dr. R. Soedjono Selong Hospital in East Lombok. Descriptive and inferential statistics were used to adjust frequency distribution tables to identify variable relationship differences. The results analysis followed the guidelines from AHRQ, and univariate analysis was carried out. Among the 250 employees invited to participate, 238 (95.2%) completed the surveys. The dimension with the highest percentage of positive responses was an organizational learning-continuous improvement (91.3%), and the dimension with the lowest positive responses was staffing (42.5%). Generally, the patient safety culture in health workers at Dr. R. Soejono belongs to the strong culture (70.34%). Hospital management needs to improve and evaluate dimensions with a low positive response. Building a strong patient safety culture is essential to enhance the quality of service. Creating a positive safety culture for patients is unavoidable by taking steps that support all dimensions of the safety culture.
Co-Authors A. Hafidz Kurniawan Abd Aziz, Nur Izzah Achmad Aziz Choiri Agustia, Syafa Habiba Ahmad Sufie, Muhammad Luqman Nurhakim Aiman Zumaroh Ummi Robihah Aldo Julio Sylvester Manting Alfionita Isnaini Alifa Putri Syaharany Amaliya Firdausy Allisya Fathatul Fauziyah Almira Alodia Alvira Eka Widyasari Alyajilan Alyajilan Amalia Tusholecha Amalia, Diagram Fuzzy Ana Yuda Andi Hermansyah Angelina Margaretha Ardiani Anggria Caesary Anisa Ikrimatun Nikmah Annisa Arifatul Fitriyah Annisa Septiana Ahmad Aprilia Nur’aini Rizma Putri Aqilah, Nida Faizatul Ardiana, Alma Dita Ardio Harya Firmansyah Arie Sulistyarini Arindie Provellia, Clarissa Aufa Defriananda Ayu, Welinda Dyah Baiq Khuwailidia Kartikasari Balqis Sofea Binti Borhan Binti Gulam Manaver, Asamah Nurul Huda Binti Hasbullah, Rabiatul Adawiyah Citra Aulia Silvia Dahlui, Maznah Devita Ardina Prameswari Dhamanti, Inge Diansanto Prayoga Dica Ramadhani Dika Herian Saputra Divi Aulia Rahmi Diyna Rusayliya Purwanto Djazuly Chalidyanto Dwi Novita Sari Elvia Mei Nadilasari Fakhrina Fauzul Minnah Faradisa Umahati Farah Najla Farisa Firosyida Fathimah Haura Fatia Hilyatunnisa Fauzia, Firdha Fawwaz Syarifaturrohmah Febby Fani Shafira Fidya Dwi Lestari Firdaus, Favian Rafif Firdausa Rahmah Fithri Yuniasari Fitri Amalia Siswanto Fitriani Rosyana Gitacahyani Fitriyah, Arina Wilda Five Nadia Pasaribu Gabriella Wilhelmina Targanski Gesnita Nugraheni Guasin, Nurshafiqah Gusti Ayu Manik Suartha Putri Halisa Naura Imamah Hamidah, Khusnul Fitri Hana Ameli Widyasari Hasanuddin, Nur Hafifah Hasna Salvinia Ofanti Hermawan, Joshua El'Nissi Husada, Fathur Rahman Digda Putra I Gede Iswara Pranidhana Putra Indana Tri Rahmawati Indiarto Lukman Susetiya Ismawantri, Putu Isrini Qaidatul Ilmi Istna Nur Ainul Yaqin Jenni Marlena Jeremy Moses Prawadi Jessica Immanuel Gunawan Junaidi Khotib Kendra Anindya Gantari Putri Khoirunnisa Latansa Syakiroh Lasmaria Sopaheluwakan Leng Xiao Qian Libriansyah Libriansyah Lilla Sapta Ratri Lina Dwi Setiyarini Liza Pristianty Lutfiatur Rohmah Mahmudin, Ahmad Amin Maria Carmelita Ayunda Ardiadne Marsha Fendria Prastika Martanto, Tri Wahyu Maulana Khusnul Ghina Md Noor, Nurul Fathin Athirah Melisa Ramadhaniar Melissa Izzati Mellyana, Fransisca Mirzario Aryananda Verrian Mohd Ali, Adliah Binti Mohd Idrus, Sharifah Nurul Fatin Afiqah Muhammad Agus Muljanto Muhammad Atoillah Isfandiari Muhammad Haqqi Shiddiq Muhammad Izatul Ammar Muhammad Jabbar Falih Muhammad Muamar Fathoni Muhammad Mufid Ulil Aidi Muhammad Rizky Widodo Muhammad Syawal Munawaroh, Putri Dinatul Nabila Berlianti Nadea Kalila Yasmin Nadhifah Dhia Zahrah Nadya Amaliah Nafiisa Aaliyah Fathar Nailul Fithriyah Najwa Shifa Sahara Natasha Vine Angelique Naufal Hafizalwan Naurah Syafiqah Larasati Nayyara, Danish Aulia Siti Ni Made Millania Laksmi Dewi Nida Inva Tassya Niken Ayu Setyaningrum Noor Annisa Mones Nur Ahmad Syaifullah Nurfarah Wahidah Nurhidayati Rusmadi NURIL MAGHFIROH Nurul Nikmah Nuruz Zahrina Mursyida Owen Gunawan Putra Pratama, Tiar Hanif Putri Amelia Rooswita Putri Antika Yusniasari Putri Rizqiyah Putri, Anindita Pratama Putri, Anindita Pratama Putri, Sukma Isna Rahma Rachmad Luisa Rahmada Lovita Rarasati, Putri Razali, Nur Aina Farhah Rheyta Safira Maulidia Rika Putri Septiawati Rista Fauziningtyas, Rista Rizella Fitriani Rosita, Efrita Mega Rosita, Efrita Mega Rusmadi, Nurhidayati Sabariman, Jevon Samuel Safira Izza Maharani Safriella Salsabila Madania Sagita Putri Ramadhina Salsabila Qatrunnada Arka Prameswari Samirah Samirah, Samirah Santosa, Nadya Rachmania Sasmita , Anggininda Salsabila Dwi Septi Anggraini SETIAWAN, Catur Dian Setijawan, Danella Athaillah Putri Shafa Azaria Shafira Muti Ardiana Shah Faisal Shamsul Anuar, Nur Qamarina Shandhiyaa Sherly Putri Andini Sherly Suci Margaretha Shobikha Bariroh Siregar, Miranda Yosephine Saulina Sisca Melani Panggono Sonia Futti Ameldy Sucya Rahmawati Sukorini, Anila Impian Syahrani Madiha Putri Syeila Rahmadina Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Tanujaya, Angeline Felisca Thinni Nurul Rochmah Umi Athijah Umi Athiyah Utomo, Febriansyah Nur Vita Maulinda Asa Angembani Wahyu Mega Tri Susanty Wahyu Utami Wibisono, Cahyo Winda Fatmasari Wulandari, Melly Yaniar Nur Hidayah Yasmin Azzahra Yuhan Adelina Wihda Fikriyah Yuliana Yuliana Yuniarti Suryatinah Yunita Nita Yusilah Yussi Ananda Yusuf Alif Pratama Zahra Aisha Hafizah Zahra, Fathimatuz Zenita Dwi Rahmaudina