Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN SUMBER DAYA MANUSIA DI RSUD SANJIWANI GIANYAR TERKAIT SASARAN KESELAMATAN PASIEN MELALUI KEGIATAN PELATIHAN Inge Dhamanti; Syifa’ul Lailiyah; Elida Zairina; Muhammad Rizky Widodo
Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v6i2.2022.483-491

Abstract

Keselamatan pasien merupakan salah satu disiplin dalam pelayanan kesehatan yang muncul seiring dengan evolusi kompleksitas sistem pelayanan kesehatan sehingga berdampak pada naiknya angka cedera pada pasien. RSUD Sanjiwani perlu mengupayakan sasaran keselamatan pasien. Pada pelaksanaan seluruh sasaran keselamatan pasien, semuanya terkendala pada tidak dapat terlaksananya sosialisasi dan peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan sehingga perlu dilakukan dan dievaluasi hasil peningkatan pengetahuannya untuk meningkatkan keselamatan pasien.Pelatihan dilakukan satu kali melalui pemberian materi dan studi kasus. Pengetahuan peserta diukur dua kali yaitu sebelum materi dan sesudah materi diberikan. Dilakukan uji statistik untuk mengetahui peningkatan skor pengetahuan dari pretest dan posttest dengan uji Wilcoxon Rank. Hasil p0,05 dengan CI 95% akan menunjukkan hasil yang bermakna secara statistik. Secara deskriptif, rata-rata skor mengalami peningkatan yaitu pada pretest sebesar 57,8 dari 100 dan pada posttest 68,2 dari 100. Pada nilai pretest, kategori terbanyak adalah cukup sejumlah 61 responden (48,4%) sedangkan nilai posttest terbanyak pada kategori baik sejumlah 71 responden (56,3%). Pengujian dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dan didapatkan hasil bahwa nilai p0,001. Karena nilai p lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dilihat dari skor tes yang didapat. Pelaksanaan pelatihan sasaran keselamatan pasien telah terlaksana dengan baik. Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik dengan hasil uji Wilcoxon Signed Rank yang menghasilkan nilai p0,05. Oleh karena itu, pelatihan sasaran keselamatan pasien di RSUD Sanjiwani Gianyar berhasil mencapai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait keselamatan pasien.
The Influence of Feeling Lonely and Received Social Support on Medication Adherence in Elderly with Hypertension Dwi Novita Sari; Wahyu Utami; Elida Zairina
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 9 No. 3 (2022): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v9i32022.252-261

Abstract

Background: Hypertension is currently a non-contagious disease that primarily affects the elderly population in Indonesia. Medication adherence is critical in managing hypertension and reducing the risk of morbidity and mortality. Previous research has found that loneliness and support received by older adults with hypertension influence medication adherence. Objective: This study aimed to examine the impact of feeling lonely and receiving social support on medication adherence in the elderly with hypertension at the Community Health Center in Surabaya. Methods: The study design of this research was a descriptive cross-sectional study from December 2021 to March 2022. A total of 235 eligible subjects fulfilled the inclusion criteria. The instruments used in the data collection were the patient's information form, UCLA-Loneliness Scale, MOS-Social Support Survey, and the ARMS (Adherence to Refill and Medication Scale). Results: The results revealed that the correlation between loneliness and social support was significantly associated with medication adherence in the elderly with hypertension (p < 0.05). In addition,  other factors, such as occupation status, living status, comorbidity, the number of drugs taken, and antihypertensive drug therapy, showed a significant correlation with medication adherence (p < 0,05). The most influential factor on medication adherence was loneliness (35.5%), followed by social support (24.4%), the number of drugs taken (7.1%), antihypertensive drug therapy (monotherapy or combination therapy (2.5%), occupation status (2.4%), comorbidity (1.6%), and living status (0.2%). Conclusion: This study confirms that feeling lonely and receiving social support affect medication adherence in the elderly with hypertension at the Community Health Center in Surabaya.
Bersama Apoteker, Pelajar Sekolah Menengah Atas Bijak dan Cermat dalam Menggunakan Obat Arie Sulistyarini; Ana Yuda; Andi Hermansyah; Yunita Nita; Elida Zairina
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 1 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i1.5577

Abstract

Hidup sehat perlu diterapkan bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari termasuk kepada siswa SMA. Hidup sehat salah satunya dengan cara mengetahui penggunaan obat yang benar. Selain itu siswa SMA merupakan calon mahasiswa. Penting bagi siswa tersebut untuk mengetahui tentang jurusan yang ada di suatu universitas serta salah satu profesi yang akan menjadi minat mereka bekerja, misalnya apoteker. Oleh karena itu kegiatan edukasi dilakukan untuk 109 siswa SMAN 1 Surabaya tentang Universitas Airlangga, profesi apoteker dan penggunaan obat yang benar. Pemberian materi diselingi sesi tanya jawab dan permainan yang melibatkan peserta untuk memudahkan pemahaman peserta. Kunjungan ke laboratorium di Fakultas Farmasi juga dilakukan untuk menambah wawasan siswa. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui efektifitas kegiatan ini. Hasil pretest tentang penggunaan obat bernilai rata-rata 3,4 dan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi hampir 2 kali lipat yaitu menjadi 6,3 (dengan nilai maksimal 8). Pengetahuan siswa tentang profesi apoteker dan jurusan di Unair juga terjadi perbaikan yang bermakna. Selain itu 103 dari 109 peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk diberika kepada siswa SMA dan seharusnya dilakukan secara rutin. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat yang ditujukan kepada siswa SMA perlu dilakukan agar apoteker dapat berkontribusi meningkatkan pemahaman penggunaan obat yang benar dan juga mengenalkan profesi apoteker ke masyarakat khususnya ke siswa SMA.
Pengetahuan, Sikap, dan Kesediaan untuk Menerima Vaksin Booster COVID-19 pada Masyarakat di Jawa Timur Fauzia, Firdha; Hermawan, Joshua El'Nissi; Zairina, Elida; Nugraheni, Gesnita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.46888

Abstract

Berbagai cara dilakukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Di Indonesia, pemerintah telah melakukan berbagai upaya yang salah satunya adalah program vaksinasi. Saat ini, pemerintah juga mengeluarkan Surat Edaran tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Ketiga (booster) untuk meningkatkan proteksi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan kesediaan masyarakat di Jawa Timur untuk menerima vaksin booster COVID-19. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan instrumen berupa kuesioner. Responden adalah masyarakat Kota Surabaya yang berusia 18-64 tahun yang didapatkan secara accidental sampling. Analisis statistik dilakukan dengan metode deskriptif. Sebanyak 119 masyarakat Jawa Timur berpartisipasi pada penelitian ini. Didapatkan tingkat pengetahuan sebanyak 105 (88,2%) responden termasuk dalam kategori cukup dan 14 (11,8%) responden termasuk dalam kategori baik. Pada bagian sikap responden menunjukkan sejumlah 26 (21,8%) termasuk kategori netral dan 78,2% (n=93) termasuk kategori positif. Penerimaan vaksin booster COVID-19, jumlah responden yang sudah melakukan adalah sejumlah 80(67,2%) dan yang bersedia secepatnya menerima vaksin ini sebanyak 21 (17,2%). Disisi lain, terdapat masyarakat yang tidak bersedia menerima vaksin booster COVID-19 sebanyak 15 (12,6%) dikarenakan masih mempunyai keraguan terhadap efektivitas, takut akan efek samping, dan merasa dosis yang diterima sudah cukup untuk melindungi dari COVID-19. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat di Jawa Timur telah menunjukkan pengetahuan, sikap, dan penerimaan yang tinggi terhadap vaksin booster COVID-19.
The Assessment of Patient Safety Culture Among Doctors, Nurses, and Pharmacists in a Public Hospital in Indonesia Baiq Khuwailidia Kartikasari; Samirah Samirah; Elida Zairina, S.Si., MPH., Ph.D., Apt.
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 13, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.83575

Abstract

Understanding the patient safety culture is one step toward improving patient safety. Patient safety culture is the main foundation of patient safety arrangements that aim to improve the quality of service of healthcare facilities by implementing risk management in all service areas. This study aimed to determine the cultural picture of patient safety among health workers in a public hospital in East Lombok. This study was observational and cross-sectional, using the Hospital Survey of Patient Safety Culture (HSOPSC) questionnaire from the Association of Health Care and Research Quality (AHRQ.) The population of this study was healthcare professionals (doctors, dentists, pharmacists, pharmaceutical technical personnel, nurses, and midwives) at Dr. R. Soedjono Selong Hospital in East Lombok. Descriptive and inferential statistics were used to adjust frequency distribution tables to identify variable relationship differences. The results analysis followed the guidelines from AHRQ, and univariate analysis was carried out. Among the 250 employees invited to participate, 238 (95.2%) completed the surveys. The dimension with the highest percentage of positive responses was an organizational learning-continuous improvement (91.3%), and the dimension with the lowest positive responses was staffing (42.5%). Generally, the patient safety culture in health workers at Dr. R. Soejono belongs to the strong culture (70.34%). Hospital management needs to improve and evaluate dimensions with a low positive response. Building a strong patient safety culture is essential to enhance the quality of service. Creating a positive safety culture for patients is unavoidable by taking steps that support all dimensions of the safety culture.
Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Kepatuhan Pengobatan Pasien Lansia dengan Hipertensi berdasarkan Teori Health Belief Model Rusmadi, Nurhidayati; Pristianty, Liza; Zairina, Elida
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.60-68.2021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner kepatuhan penggunaan obat pada lansia dengan hipertensi berdasarkan teori Health Belief Model (HBM). Kuesioner dibuat berdasarkan studi literatur dan diskusi dengan para ahli. Dikarenakan pandemi COVID-19, penyebaran kuesioner dilakukan secara daring di media sosial dan secara luring pada pasien hipertensi yang berkunjung di Puskesmas Pekauman, Kota Banjarmasin. Kuesioner terdiri dari enam dimensi untuk mengukur HBM, yaitu kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, dan kepercayaan diri yang dirasakan, serta isyarat untuk bertindak. Sejumlah 30 peserta berumur 60–79 tahun & sedang mengonsumsi obat kaptopril dan/atau amlodipin minimal dalam 3 bulan terakhir terlibat dalam penelitian ini. Pada uji validitas, hasilnya menunjukkan bahwa dari 45 item pertanyaan dalam kuesioner, terdapat 8 item yang tidak valid sedangkan 37 item lainnya dinyatakan valid berdasarkan nilai Pearson Correlation (> r tabel 0,361; p <0,05). Selanjutnya, 37 item yang valid, setiap dimensi diuji reliabilitasnya pada tingkat signifikansi 0,05 dan hasilnya masing-masing dimensi memiliki nilai Cronbach's Alpha >0,7, dengan skor keseluruhan 0,927 yang menunjukkan bahwa semua dimensi dalam kuesioner reliabel. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kuesioner berdasarkan teori Health Belief Model merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur kepatuhan penggunaan obat pada lansia dengan hipertensi.
Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah obat yang tepat dan berkelanjutan Mellyana, Fransisca; Sulistyarini, Arie; Zairina, Elida; Nugraheni, Gesnita
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i1.22831

Abstract

Penumpukan limbah farmasi di rumah tangga menimbulkan risiko serius terhadap lingkungan dan kesehatan akibat penyimpanan serta pembuangan obat yang tidak tepat. Meskipun kesadaran akan isu ini terus meningkat, banyak rumah tangga di Indonesia masih kurang memahami pengelolaan limbah farmasi yang benar, termasuk metode pembuangan yang sesuai serta pentingnya memahami istilah seperti Tanggal Kedaluwarsa (Expiration Date/ED) dan Periode Setelah Dibuka (Period After Opening/PAO). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi dalam meningkatkan pengetahuan rumah tangga mengenai penyimpanan dan pembuangan obat yang aman. Melalui survei pre dan post-intervensi yang dianalisis menggunakan uji t setelah dilakukan uji normalitas, hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berperan penting dalam mendorong pengelolaan limbah farmasi yang bertanggung jawab. Sebagai kesimpulan, penelitian ini mendukung penerapan program edukasi yang luas dan mudah diakses sebagai solusi terhadap permasalahan limbah farmasi rumah tangga. Implementasi program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, memperbaiki praktik pengelolaan limbah farmasi, serta berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Analisis Dampak Penerapan Surgical Safety Checklist Terhadap Komunikasi Dan Kerja Tim Di Kamar Operasi: A Systematic Review Ismawantri, Putu; Mahmudin, Ahmad Amin; Rochmah, Thinni Nurul; Chalidyanto, Djazuly; Dhamanti, Inge; Isfandiari, Muhammad Atoillah; Zairina, Elida; Martanto, Tri Wahyu; Rahmawati, Indana Tri; Dahlui, Maznah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.16585

Abstract

Pada tahun 2010, organisasi kesehatan dunia telah merilis daftar periksa bedah untuk meningkatkan sikap keselamatan, termasuk komunikasi dan kerja sama tim. Namun, sepertiga dari komunikasi dalam pembedahan gagal menyampaikan informasi yang relevan. Studi ini bertujuan untuk menentukan persyaratan penerapan daftar periksa bedah organisasi kesehatan dunia terhadap komunikasi dan kerja sama tim di ruang operasi. Protokol Prospero dan diagram alur Prisma digunakan untuk memperoleh artikel yang relevan dari empat basis data elektronik. Penyaringan artikel dibatasi pada studi yang menggunakan daftar periksa bedah organisasi kesehatan dunia atau modifikasinya. Informasi tambahan khususnya mengenai desain penelitian, alat instrumen, dan hasil diekstraksi dan disintesis. Membandingkan dan mengontraskan artikel terpilih dilakukan untuk meringkas tinjauan. Dua puluh satu artikel dipilih dari total 3.806 publikasi. Mereka menyimpulkan bahwa daftar periksa bedah organisasi kesehatan dunia dapat meningkatkan komunikasi di ruang operasi jika diikuti dengan pelatihan komunikasi, mengurangi perbedaan persepsi, menghilangkan hierarki di seluruh tim bedah, dan memodifikasi daftar periksa. Itu juga dapat meningkatkan kerja sama tim jika dikejar dengan pelatihan kerja tim dan dukungan kepemimpinan. Beberapa persyaratan substansial untuk daftar periksa bedah organisasi kesehatan dunia harus dipenuhi dan diselesaikan untuk meningkatkan komunikasi dan kerja sama tim di antara tim bedah di ruang operasi.
Development and Validation of a Questionnaire for the Assessment of the Factors that Influence ADR Reporting by Pharmacists Firdaus, Favian Rafif; Nita, Yunita; Setiawan, Catur Dian; Zairina, Elida
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v7i1.6334

Abstract

Drug safety is a significant concern in many countries, as side effects (AE) and adverse drug reactions (ADR) have caused many deaths worldwide. One of the reasons is the low contribution of pharmacists in spontaneously reporting AE/ADR. This study aims to develop a questionnaire to assess factors that correlate with spontaneous reporting by pharmacists. A questionnaire pilot was tested on 30 pharmacist respondents who worked in type C hospitals in Surabaya and Sidoarjo, Indonesia. Respondents' responses were then evaluated for face validity, construct validity, and reliability. The results showed that the face validity of the questionnaire was ideal. Then, the results of the construct validity of the knowledge section using point biserial correlation showed that two items were invalid because the r-value was smaller than the r-table (r = 0.361). Then, construct validity uses the factor analysis method for psychological, environmental, and practical variables by paying attention to the Kaiser-Mayer-Olkin Measure (KMO) value, which must be greater than 0.5, the significance of the Bartlett test, which must be less than 0.05 and the factor loading value which conditions must be greater than 0.5. As a result, most of the psychological, environmental, and practical variables show valid and reliable results. However, further consideration should be given to eliminating some items that do not meet the requirements. In conclusion, this validated questionnaire can be used to obtain additional information regarding factors influencing spontaneous reporting by pharmacists.
Mapping the Prevalence and Most Common Types of Potentially Inappropriate Medications (PIMs) in Older Adults with Polypharmacy: A Decade-Long Scoping Review in Nursing Home Settings Putra, I Gede Iswara Pranidhana; Fauziningtyas, Rista; Zairina, Elida
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 8 No. 02 (2025): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v8i02.4340

Abstract

Polypharmacy among older adults significantly influences the prevalence of potentially inappropriate medication (PIMs). Most existing studies have focused on community-dwelling older adults and primary health care settings. However, a comprehensive overview of the use of PIMs among older adults in nursing homes is still lacking. This study aimed to map the scientific evidence regarding the prevalence and most commonly reported PIMs in nursing homes. This scoping review was conducted based on a literature search of four electronic databases on July 29, 2025. We included observational studies published in English that reported the prevalence and types of PIMs in older adults residing in nursing homes. A total of 1,030 records were identified, and 13 studies fulfilled the inclusion criteria. The prevalence of PIM among older adults in nursing homes varied widely, ranging from 27.2% to 96.3%. Benzodiazepines and proton pump inhibitors were the most frequently reported PIMs. All the included studies were conducted in middle- and high-income countries. Future research should address the geographical evidence gap by conducting studies in underrepresented regions, particularly in low- and middle-income countries, to improve the generalizability of the findings.
Co-Authors Achmad Aziz Choiri Agustia, Syafa Habiba Almira Alodia Alvira Eka Widyasari Alyajilan Alyajilan Amalia Tusholecha Amalia, Diagram Fuzzy Ana Yuda Andi Hermansyah Anisa Ikrimatun Nikmah Annisa Septiana Ahmad Aprilia Nur’aini Rizma Putri Aqilah, Nida Faizatul Ardiana, Alma Dita Arie Sulistyarini Baiq Khuwailidia Kartikasari Balqis Sofea Binti Borhan Dahlui, Maznah Devita Ardina Prameswari Dhamanti, Inge Diansanto Prayoga Diyna Rusayliya Purwanto Djazuly Chalidyanto Dwi Novita Sari Farah Najla Farisa Firosyida Fauzia, Firdha Fidya Dwi Lestari Firdaus, Favian Rafif Firdausa Rahmah Fitri Amalia Siswanto Fitriyah, Arina Wilda Gabriella Wilhelmina Targanski Gesnita Nugraheni Gusti Ayu Manik Suartha Putri Hamidah, Khusnul Fitri Hermawan, Joshua El'Nissi Indana Tri Rahmawati Ismawantri, Putu Isrini Qaidatul Ilmi Istna Nur Ainul Yaqin Jeremy Moses Prawadi Junaidi Khotib Libriansyah Libriansyah Lilla Sapta Ratri Lina Dwi Setiyarini Liza Pristianty Mahmudin, Ahmad Amin Martanto, Tri Wahyu Mellyana, Fransisca Mohd Ali, Adliah Binti Muhammad Atoillah Isfandiari Muhammad Jabbar Falih Muhammad Muamar Fathoni Muhammad Rizky Widodo Munawaroh, Putri Dinatul Nadhifah Dhia Zahrah Nadya Amaliah Nailul Fithriyah Naufal Hafizalwan Noor Annisa Mones Nurhidayati Rusmadi Putra, I Gede Iswara Pranidhana Putri Amelia Rooswita Putri Rizqiyah Putri, Anindita Pratama Putri, Anindita Pratama Putri, Sukma Isna Rahma Rachmad Luisa Rarasati, Putri Rista Fauziningtyas, Rista Rizella Fitriani Rosita, Efrita Mega Rosita, Efrita Mega Rusmadi, Nurhidayati Safira Izza Maharani Samirah Samirah Santosa, Nadya Rachmania Septi Anggraini SETIAWAN, Catur Dian Shafa Azaria Shafira Muti Ardiana Shah Faisal Siregar, Miranda Yosephine Saulina Sisca Melani Panggono Sukorini, Anila Impian Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Thinni Nurul Rochmah Umi Athijah Umi Athiyah, Umi Utomo, Febriansyah Nur Vita Maulinda Asa Angembani Wahyu Mega Tri Susanty Wahyu Utami Wibisono, Cahyo Winda Fatmasari Wulandari, Melly Yaniar Nur Hidayah Yuhan Adelina Wihda Fikriyah Yuliana Yuliana Yuniarti Suryatinah Yunita Nita Yunita Nita Yusuf Alif Pratama Zahra, Fathimatuz