Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Stres Akademik dengan Kualitas Tidur Mahasiswa yang Menjalani Perkuliahan Menggunakan Metode Case Based Learning Tasya Rosa; Jumaini; Niken Yuniar Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.495

Abstract

Case Based Learning (CBL) merupakan metode pembelajaran berbasis kasus yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan aktif. Penerapan metode ini dapat menjadi bagian dari beban akademik yang kompleks, sehingga berpotensi menimbulkan stres akademik dan gangguan kualitas tidur pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres akademik dengan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Keperawatan yang menjalani perkuliahan menggunakan metode CBL. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 254 mahasiswa yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner stres akademik yang dimodifikasi dari Perception of Academic Stress Scale (PASS) dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas serta kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (82,3%) dan berusia 20 tahun (36,6%). Tingkat stres akademik paling banyak berada pada kategori sedang (63,0%), sedangkan kualitas tidur paling banyak berada pada kategori buruk (75,2%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres akademik dengan kualitas tidur mahasiswa (p < 0,05). Perkuliahan yang menggunakan metode CBL dapat mempengaruhi tingkat stres akademik dan kualitas tidur mahasiswa, sehingga stres yang muncul perlu dikelola dengan baik agar tidak berdampak negatif terhadap kualitas tidur.   
UPAYA PENCAPAIAN PERKEMBANGAN MENTAL REMAJA MELALUI TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK Jumaini Jumaini; Sri wahyuni; Niken Yuniar Sari; Nurul Huda; Yulia Rizka
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44284

Abstract

Remaja merupakan tahapan usia transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada usia remaja, seseorang akan mengalami berbagai perubahan berkaitan dengan proses transisi menuju kedewasaan. Kemampuan berdaptasi terhadap berbagai perubahn ini sangat penting sehingga yang menunjang pencapaian perkembangan dan kesehatan mental remaja. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan terapi kelompok terapeutik kepada remaja untuk meningkatkan perkembangan mentalnya. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Sri Meranti dengan rentang usia remaja 12-19 tahun. Remaja yang terlibat sebanyak 30 orang. Peserta diberikan pre test sebelum dilakukan terapi dan post test sesudah diberikan terapi. Hasil kegiatan menunjukkan skor rata-rata sebelum diberikan terapi kelompok terapeutik adalah 42 sedangkan skor rata-rata setelah diberikan terapi kelompok terapeutik adalah 59. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan skor perkembangan mental sebesar 17 setelah remaja mendapatkan terapi kelompok terapeutik. Dampak dari pengabdian masyarakat ini terjadi peninkatan perkembangan mental remaja dan diharapkan remaja terus beradaptasi terhadap perubahan yang dialami sehingga dapat berperilaku yang menunjukkan sebagai remaja yang sehat mental.
Hubungan Tingkat Stress dengan Kejadian Excessive Daytime Sleepiness (EDS) Pada Generasi Z Annisa Ramadhani Putri; Niken Yuniar Sari; Annisa Yulvi Azni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.257

Abstract

Stres merupakan faktor psikologis yang dapat mengganggu kualitas tidur dan memicu terjadinya Excessive Daytime Sleepiness (EDS). Generasi Z rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik, sosial, dan paparan teknologi digital yang intens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian Excessive Daytime Sleepiness pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 326 responden Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik proportional sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) dan kejadian Excessive Daytime Sleepiness diukur menggunakan Epworth Sleepiness Scale (ESS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil: Sebagian besar responden mengalami stres kategori sedang sebanyak 243 orang (74,54%), diikuti stres ringan 69 orang (21,17%) dan stres berat 14 orang (4,29%). Kejadian Excessive Daytime Sleepiness ditemukan pada 173 responden (53,07%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan nilai ρ=0,000 (α=0,05) dengan koefisien korelasi r=0,495, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang antara tingkat stres dan kejadian Excessive Daytime Sleepiness. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stres dengan kejadian Excessive Daytime Sleepiness pada Generasi Z dengan arah hubungan positif dan kekuatan sedang. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres, semakin besar kecenderungan terjadinya EDS pada Generasi Z. Generasi Z disarankan untuk mengelola tingkat stres, menjaga pola tidur yang teratur, serta meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental guna menurunkan risiko terjadinya Excessive Daytime Sleepiness.
Hubungan Tingkat Stress dengan Kejadian Excessive Daytime Sleepiness (EDS) Pada Generasi Z Annisa Ramadhani Putri; Niken Yuniar Sari; Annisa Yulvi Azni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.257

Abstract

Stres merupakan faktor psikologis yang dapat mengganggu kualitas tidur dan memicu terjadinya Excessive Daytime Sleepiness (EDS). Generasi Z rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik, sosial, dan paparan teknologi digital yang intens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian Excessive Daytime Sleepiness pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 326 responden Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik proportional sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) dan kejadian Excessive Daytime Sleepiness diukur menggunakan Epworth Sleepiness Scale (ESS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil: Sebagian besar responden mengalami stres kategori sedang sebanyak 243 orang (74,54%), diikuti stres ringan 69 orang (21,17%) dan stres berat 14 orang (4,29%). Kejadian Excessive Daytime Sleepiness ditemukan pada 173 responden (53,07%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan nilai ρ=0,000 (α=0,05) dengan koefisien korelasi r=0,495, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang antara tingkat stres dan kejadian Excessive Daytime Sleepiness. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stres dengan kejadian Excessive Daytime Sleepiness pada Generasi Z dengan arah hubungan positif dan kekuatan sedang. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres, semakin besar kecenderungan terjadinya EDS pada Generasi Z. Generasi Z disarankan untuk mengelola tingkat stres, menjaga pola tidur yang teratur, serta meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental guna menurunkan risiko terjadinya Excessive Daytime Sleepiness.
Gambaran Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Terpasang AV-Shunt Di Ruang Hemodialisa RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Helga Rahma Izzati; Niken Yuniar Sari; Yulia Rizka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.524

Abstract

Pendahuluan: Pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis dengan akses vaskular AV-Shunt berisiko mengalami kecemasan, terutama karena prosedur kanulasi yang dilakukan secara berulang. Kecemasan yang tidak ditangani dapat mempengaruhi kenyamanan, kerja sama, dan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada pasien GGK dengan AV-Shunt saat menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 112 responden yang menggunakan instrumen Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) yang telah diterjemahkan dan teruji validitas. Analisis dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan yaitu 105 responden (93,8%), kecemasan sedang ditemukan pada 5 responden (4,5%) dan kecemasan berat pada 2 responden (1,8%). Tidak ada responden yang mengalami kecemasan panik (0%). Kesimpulan: Tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik dengan AV-Shunt di ruang hemodialisis RSUD Arifin Achmad Pekanbaru berada pada kategori kecemasan ringan. Meskipun prevalensi kecemasan sedang dan berat relatif rendah, faktor sosial dan ekonomi tetap berkontribusi terhadap munculnya kecemasan pada pasien. Selain itu, walaupun pasien telah rutin menjalani hemodialisis, kecemasan masih dapat muncul, terutama terkait dengan prosedur kanulasi AV-Shunt yang bersifat invasif dan dilakukan secara berulang. Oleh karena itu, asuhan keperawatan perlu difokuskan pada upaya promotif dan preventif melalui pemberian edukasi kesehatan, penerapan komunikasi terapeutik, serta pendampingan keluarga untuk mencegah peningkatan tingkat kecemasan ke kategori yang lebih berat.
Hubungan Kesejahteraan Psikologis dengan Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lansia yang Tinggal di UPT PSTW Husnul Khatimah Dinas Sosial Provinsi Riau Rayhan Hanoum Harli; Tesha Hestyana Sari; Niken Yuniar Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.606

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental, termasuk munculnya kecemasan menghadapi kematian. Kesejahteraan psikologis diduga berperan penting dalam membantu lansia menerima proses penuaan dan kematian dengan lebih tenang. Sebanyak 52 lansia dengan yang tinggal di UPT PSTW Husnul Khatimah Dinas Sosial Provinsi Riau terlibat sebagai sampel penelitian yang diambil melalui teknik purposive sampling. Keterlibatan mereka bertujuan untuk mengungkap bagaimana kesehatan psikologis berkorelasi dengan kecemasan menghadapi kematian. Seluruh rangkaian ini dijalankan dengan penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional, dengan pengambilan data yang dilakukan pada satu waktu tertentu (cross-sectional). Instrumen penelitian meliputi kuesioner Psychological Well- Being untuk mengukur tingkat kesejahteraan psikologis serta Death Anxiety Scale untuk menilai kecemasan menghadapi kematian. Keduanya merupakan instrumen baku dan telah melalui uji validitas dan reliabilitas pada penelitian sebelumnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Kesejahteraan psikologis tinggi (82,7%) oleh lansia yang diperlihatkan secara dominan sebagai hasil penelitian, sementara tingkat kecemasan menghadapi kematian berada pada kategori sedang (57,7%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kesejahteraan psikologis dan kecemasan menghadapi kematian, dengan nilai r = –0,442 dan p = 0,001. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesejahteraan psikologis dan kecemasan menghadapi kematian pada lansia. Semakin tinggi tingkat kesejahteraan psikologis, semakin rendah tingkat kecemasan lansia dalam menghadapi kematian. Disarankan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia melalui kegiatan psikososial, pemberian dukungan emosional, serta keterlibatan dalam aktivitas yang bermakna guna membantu menurunkan kecemasan dalam menghadapi kematian.
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN HARGA DIRI DENGAN NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA: RELATIONSHIP BETWEEN GENDER AND SELF-ESTEEM WITH NOMOPHOBIA IN STUDENTS Humaidiyathul Fiqqriyah Nurhayati; Niken Yuniar Sari; Arneliwati
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v6i1.345

Abstract

Nomophobia adalah suatu ketidaknyamanan, kegelisahan, ketakutan atau kesedihan yang disebabkan karena tidak dapat berhubungan dengan telepon genggam smartphone. Nomophobia yang terjadi pada mahasiswa keperawatan akibat mahasiswa sering kali tidak menyadari bahwa penggunaan smartphone dapat menyebabkan gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan jenis kelamin dan harga diri dengan fenomena nomophobia pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 245 responden yang diambil berdasarkan metode stratified random sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan Rosenberg Self Esteem Scale dan Nomophobia Questionnare (NMP-Q). Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan menggunakan metode Chi Square dengan α= 0,05%. Hasil penelitian menemukan bahwa mayoritas responden berusia 19 tahun (29%) dan berjenis kelamin perempuan (88,%). Mayoritas responden memiliki memiliki nomophobia berat sebanyak 152 responden (62%) dengan harga tinggi sebanyak 216 responden (88,2%). Hasil uji chi square terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan nomophobia (p=0,000). Hasil uji chi square menunjukkan ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian nomophobia (p= 0,000), sedangkan harga diri tidak berhubungan dengan kejadian nomophobia (p= 0,490). Temuan ini merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk mengatasi tingkat nomophobia berat yang dialami mahasiswa dan sekaligus menganalisis faktor lainnya seperti durasi penggunaan smartphone yang kemungkinan dapat menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat nomophobia berat yang dialami mahasiswa.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENYAPU JALAN RAYA: THE EFFECTIVENESS OF HEALTH EDUCATION OF PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT APPLICATION TOWARDS KNOWLEDGES AND ATTITUDES OF STREET SWEEPER Zahra Hunafa; Arneliwati; Niken Yuniar Sari
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v6i2.351

Abstract

Penyapu jalan merupakan kelompok rentan yang dapat mengalami berbagai masalah kesehatan. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya pemahaman penyapu jalan terkait penggunaan alat pelindung diri (APD). Sehingga pendidikan kesehatan kesehatan tentang penggunaan APD perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap penyapu jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang penggunaan APD pada penyapu jalan raya di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dan pre-post test one group design. Teknik purposive sampling diterapkan untuk mengumpulkan data dari 34 responden yang terlibat dalam penelitian ini. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan sebelum intervensi adalah 8,44, sedangkan setelah intervensi mencapai 10,82. Adapun rata-rata sikap sebelum intervensi adalah 33, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 36,59. Hasil uji statistik menyatakan bahwa terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan dan sikap penyapu jalan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan APD (p= 0,000). Pendidikan kesehatan efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap penyapu jalan tentang penggunaan APD. Abstract Street sweepers are a vulnerable group that can experience various health problems, often due to a lack of understanding about the use of personal protective equipment (PPE). Therefore, health education on the use of PPE is necessary to improve the knowledge and attitudes of street sweepers. This study aims to determine the effectiveness of health education on the use of PPE among street sweepers in Pekanbaru City. This research employed a pre-experimental design with a pre-post test one group design. Purposive sampling technique was applied to collect data from 34 respondents involved in this study. Bivariate analysis was conducted using the Wilcoxon test. The findings from the study indicate that the average knowledge score before the intervention was 8.44, while after the intervention, it reached 10.82. The average attitude score before the intervention was 33, which increased to 36.59 after the intervention. Statistical test results state a difference in street sweepers' average knowledge and attitudes before and after receiving health education about using PPE (p= 0.000). Health education effectively improves street sweepers' knowledge and attitudes regarding using PPE.
HEALTH EDUCATION AS A MEANS OF PREVENTING RISKY BEHAVIOR IN ADOLESCENTS Yuniar Sari, Niken; Wahyuni, Sri; Cleodora, Cindy; Oktaviani Azhar, Nabila; Alif Ramadhan, Ichwanul; Mardinah, Shaffa; Minarni, Sri; Uyuni, Wardatul; Indri Saputri, Lutfiani; Nisa, Keisya Zahratun; Raja Gukguk, Christina; Waldain, Berry; Marito Siahaan, Alisia Oktaviani; Erikawati, Feby; Amin, Ismi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurusan Keperawatan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurusan Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpmjk.v3i2.49717

Abstract

Risk behaviors among adolescents have become a serious concern in urban environments, including in Indonesia, due to their impact on physical and mental health as well as the future development of young generations. Several forms of risk behaviors commonly found among adolescents include premarital sexual activity, exposure to sexual-orientation–related social pressures, drug abuse (NAPZA), alcohol consumption, smoking, physical violence or fighting, bullying, and self-harm behaviors. A lack of knowledge and understanding regarding the dangers and consequences of such behaviors increases adolescents’ vulnerability to engaging in them. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge, attitudes, and awareness in preventing and avoiding risk behaviors in RW 08, Sidomulyo Timur Village, Pekanbaru City. The method used was interactive lectures and group discussions using PowerPoint media, accompanied by pre-test and post-test evaluation involving 27 adolescent respondents selected through simple random sampling. The results showed a significant improvement in knowledge where, prior to the intervention, 16 respondents (59%) demonstrated low knowledge and 11 respondents (41%) demonstrated moderate knowledge. After the intervention, knowledge levels increased, with 24 respondents (89%) falling into the good category and 3 respondents (11%) in the moderate category. The 48% improvement indicates that health education is effective in enhancing adolescents’ understanding of risky behaviors and in promoting preventive efforts to support healthy growth and positive behavior among youth.
INNOVATION IN MAKING AROMATHERAPY CANDLES BASED ON CITRONELLA AS AN ENVIROMENTALLY FRENDLY MOSQUITO REPELLENT Yuniar Sari, Niken; Amin , Ismi; Indri Saputri, Lutfiani; Minarni, Sri; Oktaviani Marito Siahaan, Alisia; Raja Gukguk, Christina; Zahratun Nisa, Keisya; Mardinah, Shaffa; Waldain, Berry; Alif Ramadhan, Ichwanul; Uyuni, Wardatul; Oktaviani Azhar, Nabila; Erikawati, Febby
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurusan Keperawatan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurusan Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpmjk.v3i2.50065

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health problem with an increasing incidence rate each year. Prevention of mosquito bites can be carried out through various methods, one of which is the utilization of natural ingredients as an alternative mosquito repellent. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of residents in utilizing lemongrass (Cymbopogon citratus) as the main ingredient for producing eco-friendly aromatherapy candles as mosquito repellents. The methods used included health education, demonstration of candle-making, and evaluation through pre-test and post-test. The activity was conducted in RW 08 with a total of 25 participants. The results showed an increase in participants' knowledge, where before the intervention only 40% were in the good to excellent category, rising to 80% after the intervention. Participants demonstrated enthusiasm and were able to practice the candle-making process independently. In conclusion, this program effectively enhanced community knowledge and provided practical skills in utilizing natural ingredients as an alternative method to prevent mosquito bites and reduce DHF transmission.
Co-Authors Afifah, Wardah Agrina, Agrina Alena Sunia Putri G Alif Ramadhan, Ichwanul Alisia Oktaviani Marito Siahaan Amin , Ismi Amin, Ismi Aminatul Fitri Ananda, Tiara Anisa Yulvi Azni Annisa Ramadhani Putri Annisa Yulvi Azni Arneliwati Arneliwati Aulya Nurfatiqoh aziz, ari rahmat Basmanelly Basmanelly Berry Waldain Berry Waldain Budi Anna Keliat Budi Antoro Choiriah Al-Hajrah Nurhikmah Christina Rajagukguk Cleodora, Cindy Didi Kurniawan Didi Kurniawan Dinda Ramadhani Erikawati, Febby Erikawati, Feby Erwin Erwin Erwina, Ira Fachry Abda El Rahman Fani Hidayah Putri Fathra Annis Nauli Feby Erikawati Fernanda, Nurriza Rizky Fitri, Natasya Aidil Fitriyanti, Yuliana Giawa, Desyanifransisca Gustianur Efendi Habsyah Saparidah Agustina Hadini, Hikmatul Helga Rahma Izzati Herlina Herlina Herlina Herlina Hernida Warni Humaidiyathul Fiqqriyah Nurhayati Ichwanul Alif Ramadhan Ikke Gustianti Ilya Fitriani Indah Chairunnisa Indri Saputri, Lutfiani Intan Maharani Sulistyawati Batubara Intan Putri Nabila S Ismi Amin Jumaini, Jumaini Kadri, Mohd. Karim, Darwin Keisya Zahratun Nisa Kirana, Sukma Ayu Candra Komarudin Komarudin Kosika, Denny Kurniasih, Wiwik Lahargo Kembaren Lutfiani Indri Saputri Mad Zaini Maharani Karlina Maisantri, Vivi Mardinah, Shaffa Maresa Viana Maria Septijantini Alie Maria Silvia Tampubolon Marito Siahaan, Alisia Oktaviani Megan Eagle Melani, Dela Miftahul Jannah Minalita, Ega Minarni, Sri Miranti Dea Dora Mutiara Sepjuita Audia Mutiara Sepjuita Audia Nabila Oktaviani Azhar Natasya Herliza Nauli, Fathra Anis Nia Khusniyati Niken Ayu Pratiwi Nisa, Keisya Zahratun Nofita Septiani Noor Naia Zafira Nopriadi Nopriadi Nur Aldi, Fatthya Rizqy Nur, Susfika Mei Sari Nuraini Fitri Nuraini Nuraini Nurhanifa Rizky Tampubolon Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurliza, Ardillah Nurul huda Nurul Huda Nurul Huda Nurul Lailatul Jannah Nuryuliati Octaviany, Deby Oktavia, Deby Oktaviani Azhar, Nabila Oktaviani Marito Siahaan, Alisia Pelangi Pelangi Pramesti, Cindy Iony Putri Khairul, Sy. Aurora Putri Nisa, Maisyaroh Putri, Dinda Daisya Putri, Napisya Putri, Rahmia Putri, Yuli Amelia Rahmadani, Zulia Raja Gukguk, Christina Rayhan Hanoum Harli Retty Octi Syafrini Riri Novayelinda Risma Uli Rita Rahayu Rivya, Dian Kahfi Rizka Amanda Sari Rizka, Yulia Rohimi, Siti Roswanda Moerza Rustam, Murfardi Rustam, Musfardi Safira S, Risma Salinabela Hartati Sari, Tesha Hestyana Sastriani, Devi Sayang Maulad Tika Siti Nurdiyanah Situmorang, Theressa Dwi Vany Sri Maryuni Sri Minarni Sri Utami Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Stephanie Dwi Guna Sujiah, Sujiah Sulastri Sulastri sulastri, diah Susanti Niman Tampubolon, Masrina Munawarah Tampubolon, Masrina Munawaroh Tasya Rosa Tesha Hestyana Sari Tesha Hestyana Sari Uyuni, Wardatul Veny Elita Waldain, Berry Wardah Sakina Wardatul Uyuni Widia Lestari Wildan Azka Taslimi Yenifra Mashuri Yunisman Roni Zahra Hunafa Zahratun Nisa, Keisya