Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship between Celebrity Worship and Self-Esteem in the K-Pop Fan Community Jannah, Miftahul; Niken Yuniar Sari; Aminatul Fitri
Jurnal Pinang Masak Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pinang Masak
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpima.v2i2.30070

Abstract

K-pop fans often experience celebrity worship which makes them tend to make social comparisons with celebrities they like. Social comparison is one of the factors that influences self-esteem, so that a person can evaluate themselves positively or negatively. This research aims to determine the relationship between celebrity worship and self-esteem in the K-pop fan community. This research is a cross sectional study, with a purposive sampling design. This research was conducted on 94 K-pop fans in Pekanbaru City. The questionnaires used were the Celebrity Attitude Scale (CAS) and the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). The statistical test used is the Chi Square test with the alternative Continuity Correction test. As many as 61.1% of respondents experienced low celebrity worship and as many as 57.4% of respondents had high self-esteem. Statistical analysis shows p value = 0.039 (p value < α = 0.05). This research shows that there is a relationship between celebrity worship and self-esteem. However, more in-depth research is still needed regarding other factors that influence self-esteem which were not examined in this study.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Status Mental pada Remaja Fitri, Natasya Aidil; Sari, Niken Yuniar; Nauli, Fathra Annis
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6312

Abstract

Kesehatan mental merupakan keadaan psikologis yang meliputi aspek seperti emosi, pikiran, perilaku dan interaksi sosial. Pemakaian media sosial adalah salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan status mental pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 300 responden remaja menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk mengukur kesehatan mental dan Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS) untuk mengukur intensitas penggunaan media sosial. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dan Uji Fisher. Hasil uji statistik menggunakan uji Fisher menunjukkan tidak adanya hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan status mental kategori kekuatan dengan p value (0,445) > α (0,05) dan hasil uji statistik Chi Square menunjukkan adanya hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan status mental kategori kesulitan dengan p value (0,047) < α (0,05). Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi meningkatkan resiko status mental borderline dan abnormal pada remaja.
Exploring Adolescent Mental Health Issues and Primary Service Needs in Wetland Areas: A Mixed-Method Study Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Tampubolon, Masrina Munawarah; Sari, Niken Yuniar
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 20 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2025.20.1.14570

Abstract

Limited awareness and restricted access to mental health screenings and services persist, largely due to the demands of academic commitments. The aim of this study is to describe the mental health issues faced by adolescents and exploring primary service needs in the wetland areas of Pekanbaru, Indonesia. A convergent parallel mixed methods approach was employed. Quantitative data were gathered using the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) to assess the mental health status of 276 adolescents. Qualitative data were collected to explore adolescents' primary health service needs through FGD with 21 participants, including stakeholders, health providers, and adolescents. The survey revealed that 48.2% of adolescents experienced mental health problems, with 26.5% falling into the abnormal category. Qualitative findings indicated that adolescents often neglect their mental health and rarely seek professional help. There is a significant need for parental involvement in mental health programs, and the integration of these programs within schools and communities is deemed essential for comprehensive care. In conclusion, addressing the mental health needs of adolescents requires a multifaceted approach, parental involvement, and the integration of mental health programs within existing health and educational systems. Ensuring affordability and quality of care remains crucial for effective adolescent mental health services.
Overview of Burnout Among Nurses in Class 3 Inpatient Wards at Pekanbaru General Hospital Nurfatiqoh, Aulya; Sari, Niken Yuniar; Sari, Tesha Hestyana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.5847

Abstract

Burnout is a condition characterized by emotional exhaustion, depersonalization, and a reduced sense of personal accomplishment experienced by nurses when caring for patients in hospitals. This condition negatively impacts nurses' performance in patient care and rehabilitation, and it can even increase the risk of medical errors that may endanger patient safety. This study aims to analyze the overview of burnout among nurses in the Class 3 inpatient wards at Pekanbaru General Hospital. The research design used is a descriptive study, involving 89 nurses working in the Class 3 inpatient wards, specifically in the Surgical and Medical inpatient units (Irna Surgikal and Irna Medikal), as respondents. The measurement tool used is the MBI-HS (Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey). Data analysis was conducted using descriptive statistics to illustrate the burnout conditions experienced by nurses. Out of 89 respondents, 58 nurses (65.2%) experienced mild burnout, 22 experienced moderate burnout, and 9 experienced severe burnout. The most affected burnout dimension was personal accomplishment, with an average score of 22.08, categorized as low. This was followed by the emotional exhaustion dimension with an average score of 12.89 (low category), and the depersonalization dimension with an average score of 3.19 (low category). The severity of burnout among nurses is influenced by factors such as gender, age, education level, years of work experience, and position in the ward, with each factor contributing to the level of burnout in the nursing work environment.
Terapi Kelompok Terapeutik Meningkatkan Perkembangan Psikososial pada Remaja di Wilayah Pesisir Jumaini, Jumaini; Elita, Veny; Sari, Tesha Hestyana; Sari, Niken Yuniar; Octaviany, Deby
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1221

Abstract

Kondisi sehat fisik dan mental serta pemahaman terhadap tugas perkembangan pada remaja menjadi hal yang sangat penting, karena akan menentukan kualitas remaja sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. Pencapaian perkembangan psikososial pada remaja untuk mencapai pembentukan identitas diri salah satunya dengan pemberian terapi kelompok terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian terapi kelompok terapeutik terhadap perkembangan psikososial pada remaja di wilayah pesisir. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Quasi experimental pre-post-test with control group dengan intervensi Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) sebanyak 7 sesi. Pre-test dilakukan sebelum intervensi dan post-test setelah intervensi. Sampel diambil menggunakan purposive sampling sebanyak 59 orang remaja, yang terdiri dari 30 orang pada kelompok intervensi dan 29 orang pada kelompok kontrol. Analisa data menggunakan uji distribusi frekuensi dan uji independent t-test (Pooled t-test). Hasil penelitian menunjukkan terapi kelompok terapeutik berpengaruh terhadap perkembangan psikososial pada remaja di wilayah pesisir (p-value=0,00<0,05). Diharapkan remaja untuk terus melakukan stimulasi perkembangan psikososial pada dirinya sendiri sehingga tercapai tugas perkembangan diri yaitu terbentuknya identitas diri secara optimal.
Gambaran Konsep Diri pada Pasien Kanker Nasofaring Minalita, Ega; Jumaini, Jumaini; Sari, Niken Yuniar
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1510

Abstract

Kanker nasofaring merupakan tumor yang sering di temukan di indonesia dan menyebabkan masalah fisik dan psikososial bagi penderitanya. Hal ini akan mempengaruhi self-concept (konsep diri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri pada pasien kanker nasofaring. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian merupakan pasien kanker nasofaring di RSUD Arifin Achmad yang berjumlah 80 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner modifikasi Tennessee Self Concept Scale (TSCS) yang telah di uji validitas dan reliabilitias. Analisis univariat di gunakan dalam melakukan analisa data. Konsep diri pasien kanker nasofaring dari 80 responden menunjukkan sebanyak 41 responden (51,3%) dengan konsep diri negatif. Pada komponen konsep diri, 47 responden (58,8%) dengan gambaran diri negatif, 41 responden (51,3%) dengan ideal diri negatif, 43 responden (53,8%) dengan harga diri negatif, 44 responden (55%) dengan peran diri negatif dan 44 responden (55%) denagn identitas diri negatif. Sebagian besar responden kanker nasofaring memiliki konsep diri negatif. Disarankan kepada perawat untuk memotivasi pasien dengan memberi penyuluhan agar pandangan pasien tentang konsep dirinya berubah kearah yang lebih baik.
Hubungan Self-Esteem dengan Kenakalan Remaja Hadini, Hikmatul; Sari, Tesha Hestyana; Sari, Niken Yuniar
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1740

Abstract

Jumlah remaja yang terlibat dalam kenakalan remaja (juvenile delinquency) di dunia terus meningkat, terdapat 100 juta remaja yang terlibat dalam berbagai bentuk kenakalan remaja. Salah satu faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja ialah self-esteem. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-esteem dan kenakalan remaja. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Responden adalah 75 narapidana remaja di LPKA Pekanbaru. Self-esteem diukur menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), dan kenakalan diukur dengan Self-Report Delinquency (SRD). Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Sebagian besar remaja memiliki self-esteem rendah dengan tingkat kenakalan sedang (56,82%). Analisis chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara self-esteem dan kenakalan remaja (p = 0,000Terdapat hubungan signifikan antara self-esteem dan kenakalan remaja. Meningkatkan self-esteem dapat menjadi langkah untuk mengurangi kenakalan remaja.
Kecemasan Menghadapi Menarche pada Remaja Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Tampubolon, Masrina Munawarah; Sari, Niken Yuniar
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 5 No 2 (2024): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2024
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v5i2.5638

Abstract

Menarche pada anak perempuan menandakan akan memasuki masa transisi menajdi dewasa. Tidak hanya perubahan fisik sebagai tanda pubertas, tetapi anak perempuan yang mengalami menarche merasakan stress dan kecemasan. Kecemasan sebagai masalah yang beberapa tahun belakangan muncul pada kelompok remaja dapat berdampak pada kesejahteraan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kecemasan menghadapi menarche pada remaja. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif, yang melibatkan anak perempuan di wilayah lahan basah Pekanbaru dengan kriteria berusia 10-18 tahun dan mengalami menarche dalam satu tahun pertama. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dan diperoleh 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) dengan hasil uji validitas 0,93 dan reliabilitas 0,97. Hasil penelitian yang diperoleh dari analisis univariat menunjukkan bahwa 50% responden mengalami kecemasan menghadapi menarche dalam kategori sedang. Kecemasan dapat ditimbulkan dari kurang pengetahuan karena muncul rasa tidak nyaman, kebingungan, dan sulit untuk membedakan mana mitos dan fakta terkait menarche. Hal ini dapat memengaruhi remaja dalam menjaga kebersihan diri dan mempertahakan kesehatan pada masa awal menstruasi.
UPAYA PENCAPAIAN PERKEMBANGAN MENTAL REMAJA MELALUI TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK Jumaini, Jumaini; wahyuni, Sri; Sari, Niken Yuniar; Huda, Nurul; Rizka, Yulia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44284

Abstract

Remaja merupakan tahapan usia transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada usia remaja, seseorang akan mengalami berbagai perubahan berkaitan dengan proses transisi menuju kedewasaan. Kemampuan berdaptasi terhadap berbagai perubahn ini sangat penting sehingga yang menunjang pencapaian perkembangan dan kesehatan mental remaja. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan terapi kelompok terapeutik kepada remaja untuk meningkatkan perkembangan mentalnya. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Sri Meranti dengan rentang usia remaja 12-19 tahun. Remaja yang terlibat sebanyak 30 orang. Peserta diberikan pre test sebelum dilakukan terapi dan post test sesudah diberikan terapi. Hasil kegiatan menunjukkan skor rata-rata sebelum diberikan terapi kelompok terapeutik adalah 42 sedangkan skor rata-rata setelah diberikan terapi kelompok terapeutik adalah 59. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan skor perkembangan mental sebesar 17 setelah remaja mendapatkan terapi kelompok terapeutik. Dampak dari pengabdian masyarakat ini terjadi peninkatan perkembangan mental remaja dan diharapkan remaja terus beradaptasi terhadap perubahan yang dialami sehingga dapat berperilaku yang menunjukkan sebagai remaja yang sehat mental.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Stres pada Remaja Nurliza, Ardillah; Sari, Niken Yuniar; Karim, Darwin; Sari, Tesha Hestyana
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 8 No 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v8i2.8737

Abstract

Adolescence is a period in a person's life where they develop psychologically to find their identity. Teenagers who are vulnerable to experiencing various mental changes such as stress problems need guidance that includes certain parenting styles. A cross-sectional correlational descriptive design was used in this study. The research was conducted at SMAN 8 Pekanbaru with a population of 1,017 students at SMAN 8 Pekanbaru. The sample for this research was 287 respondents using purposive sampling technique. The Parental Authority Questionnaire (PAQ) questionnaire for parenting styles and the Depression Anxiety and Stress Scales Questionnaire (DASS 21) to assess stress levels in adolescents. This research uses univariate analysis, and bivariate analysis uses the chi square test. The results showed that the majority of respondents were female, 173 people (60.3%), the majority of respondents were 16 years old, 136 people (47.4%), and the majority of respondents were first-born children, 115 people (40.1%) . The majority of respondents in the study had a democratic parenting style and experienced normal levels of stress, 111 people (66.1%). Statistical tests show that there is a substantial relationship between parenting methods and stress levels in adolescents with p value (0.000) < alpha (0.05). Thus, it may be said that parenting styles have a significant relationship with stress levels in adolescents. Based on the findings of this study, more prevention and treatment options can be determined by implementing interventions to reduce stress in adolescents, especially due to parenting styles.
Co-Authors Afifah, Wardah Agrina, Agrina Aminatul Fitri Ananda, Tiara Anisa Yulvi Azni aziz, ari rahmat Basmanelly Basmanelly Budi Anna Keliat Budi Antoro Didi Kurniawan Didi Kurniawan Erwin Erwin Erwina, Ira Fachry Abda El Rahman Fani Hidayah Putri Fathra Annis Nauli Fernanda, Nurriza Rizky Fitri, Natasya Aidil Fitriyanti, Yuliana Giawa, Desyanifransisca Gustianur Efendi Habsyah Saparidah Agustina Hadini, Hikmatul Herlina Herlina Hernida Warni Ikke Gustianti Ilya Fitriani Intan Maharani Sulistyawati Batubara Jumaini, Jumaini Kadri, Mohd. Karim, Darwin Kirana, Sukma Ayu Candra Komarudin Komarudin Kosika, Denny Kurniasih, Wiwik Lahargo Kembaren Mad Zaini Maisantri, Vivi Maresa Viana Maria Septijantini Alie Megan Eagle Melani, Dela Miftahul Jannah Minalita, Ega Miranti Dea Dora Mutiara Sepjuita Audia Mutiara Sepjuita Audia Nauli, Fathra Anis Nia Khusniyati Nofita Septiani Nopriadi Nopriadi Nur Aldi, Fatthya Rizqy Nur, Susfika Mei Sari Nuraini Fitri Nuraini Nuraini Nurfatiqoh, Aulya Nurhanifa Rizky Tampubolon Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurliza, Ardillah Nurul Huda Nurul huda Nurul Lailatul Jannah Nuryuliati Octaviany, Deby Oktavia, Deby Pramesti, Cindy Iony Putri Khairul, Sy. Aurora Putri Nisa, Maisyaroh Putri, Dinda Daisya Putri, Napisya Putri, Rahmia Putri, Yuli Amelia Rahmadani, Zulia Retty Octi Syafrini Riri Novayelinda Rita Rahayu Rivya, Dian Kahfi Rizka Amanda Sari Rizka, Yulia Rohimi, Siti Roswanda Moerza Rustam, Murfardi Rustam, Musfardi Safira S, Risma Salinabela Hartati Sari, Tesha Hestyana Sastriani, Devi Sayang Maulad Tika Siti Nurdiyanah Situmorang, Theressa Dwi Vany Sri Maryuni Sri Utami Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Stephanie Dwi Guna Sujiah, Sujiah Sulastri Sulastri sulastri, diah Susanti Niman Tampubolon, Masrina Munawarah Tampubolon, Masrina Munawaroh Tesha Hestyana Sari Veny Elita Widia Lestari Wildan Azka Taslimi Yunisman Roni