Claim Missing Document
Check
Articles

Exploring Adolescent Mental Health Issues and Primary Service Needs in Wetland Areas: A Mixed-Method Study Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Tampubolon, Masrina Munawarah; Sari, Niken Yuniar
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 20 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2025.20.1.14570

Abstract

Limited awareness and restricted access to mental health screenings and services persist, largely due to the demands of academic commitments. The aim of this study is to describe the mental health issues faced by adolescents and exploring primary service needs in the wetland areas of Pekanbaru, Indonesia. A convergent parallel mixed methods approach was employed. Quantitative data were gathered using the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) to assess the mental health status of 276 adolescents. Qualitative data were collected to explore adolescents' primary health service needs through FGD with 21 participants, including stakeholders, health providers, and adolescents. The survey revealed that 48.2% of adolescents experienced mental health problems, with 26.5% falling into the abnormal category. Qualitative findings indicated that adolescents often neglect their mental health and rarely seek professional help. There is a significant need for parental involvement in mental health programs, and the integration of these programs within schools and communities is deemed essential for comprehensive care. In conclusion, addressing the mental health needs of adolescents requires a multifaceted approach, parental involvement, and the integration of mental health programs within existing health and educational systems. Ensuring affordability and quality of care remains crucial for effective adolescent mental health services.
Overview of Burnout Among Nurses in Class 3 Inpatient Wards at Pekanbaru General Hospital Nurfatiqoh, Aulya; Sari, Niken Yuniar; Sari, Tesha Hestyana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.5847

Abstract

Burnout is a condition characterized by emotional exhaustion, depersonalization, and a reduced sense of personal accomplishment experienced by nurses when caring for patients in hospitals. This condition negatively impacts nurses' performance in patient care and rehabilitation, and it can even increase the risk of medical errors that may endanger patient safety. This study aims to analyze the overview of burnout among nurses in the Class 3 inpatient wards at Pekanbaru General Hospital. The research design used is a descriptive study, involving 89 nurses working in the Class 3 inpatient wards, specifically in the Surgical and Medical inpatient units (Irna Surgikal and Irna Medikal), as respondents. The measurement tool used is the MBI-HS (Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey). Data analysis was conducted using descriptive statistics to illustrate the burnout conditions experienced by nurses. Out of 89 respondents, 58 nurses (65.2%) experienced mild burnout, 22 experienced moderate burnout, and 9 experienced severe burnout. The most affected burnout dimension was personal accomplishment, with an average score of 22.08, categorized as low. This was followed by the emotional exhaustion dimension with an average score of 12.89 (low category), and the depersonalization dimension with an average score of 3.19 (low category). The severity of burnout among nurses is influenced by factors such as gender, age, education level, years of work experience, and position in the ward, with each factor contributing to the level of burnout in the nursing work environment.
Terapi Kelompok Terapeutik Meningkatkan Perkembangan Psikososial pada Remaja di Wilayah Pesisir Jumaini, Jumaini; Elita, Veny; Sari, Tesha Hestyana; Sari, Niken Yuniar; Octaviany, Deby
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1221

Abstract

Kondisi sehat fisik dan mental serta pemahaman terhadap tugas perkembangan pada remaja menjadi hal yang sangat penting, karena akan menentukan kualitas remaja sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. Pencapaian perkembangan psikososial pada remaja untuk mencapai pembentukan identitas diri salah satunya dengan pemberian terapi kelompok terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian terapi kelompok terapeutik terhadap perkembangan psikososial pada remaja di wilayah pesisir. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Quasi experimental pre-post-test with control group dengan intervensi Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) sebanyak 7 sesi. Pre-test dilakukan sebelum intervensi dan post-test setelah intervensi. Sampel diambil menggunakan purposive sampling sebanyak 59 orang remaja, yang terdiri dari 30 orang pada kelompok intervensi dan 29 orang pada kelompok kontrol. Analisa data menggunakan uji distribusi frekuensi dan uji independent t-test (Pooled t-test). Hasil penelitian menunjukkan terapi kelompok terapeutik berpengaruh terhadap perkembangan psikososial pada remaja di wilayah pesisir (p-value=0,00<0,05). Diharapkan remaja untuk terus melakukan stimulasi perkembangan psikososial pada dirinya sendiri sehingga tercapai tugas perkembangan diri yaitu terbentuknya identitas diri secara optimal.
Gambaran Konsep Diri pada Pasien Kanker Nasofaring Minalita, Ega; Jumaini, Jumaini; Sari, Niken Yuniar
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1510

Abstract

Kanker nasofaring merupakan tumor yang sering di temukan di indonesia dan menyebabkan masalah fisik dan psikososial bagi penderitanya. Hal ini akan mempengaruhi self-concept (konsep diri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri pada pasien kanker nasofaring. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian merupakan pasien kanker nasofaring di RSUD Arifin Achmad yang berjumlah 80 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner modifikasi Tennessee Self Concept Scale (TSCS) yang telah di uji validitas dan reliabilitias. Analisis univariat di gunakan dalam melakukan analisa data. Konsep diri pasien kanker nasofaring dari 80 responden menunjukkan sebanyak 41 responden (51,3%) dengan konsep diri negatif. Pada komponen konsep diri, 47 responden (58,8%) dengan gambaran diri negatif, 41 responden (51,3%) dengan ideal diri negatif, 43 responden (53,8%) dengan harga diri negatif, 44 responden (55%) dengan peran diri negatif dan 44 responden (55%) denagn identitas diri negatif. Sebagian besar responden kanker nasofaring memiliki konsep diri negatif. Disarankan kepada perawat untuk memotivasi pasien dengan memberi penyuluhan agar pandangan pasien tentang konsep dirinya berubah kearah yang lebih baik.
Hubungan Self-Esteem dengan Kenakalan Remaja Hadini, Hikmatul; Sari, Tesha Hestyana; Sari, Niken Yuniar
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1740

Abstract

Jumlah remaja yang terlibat dalam kenakalan remaja (juvenile delinquency) di dunia terus meningkat, terdapat 100 juta remaja yang terlibat dalam berbagai bentuk kenakalan remaja. Salah satu faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja ialah self-esteem. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-esteem dan kenakalan remaja. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Responden adalah 75 narapidana remaja di LPKA Pekanbaru. Self-esteem diukur menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), dan kenakalan diukur dengan Self-Report Delinquency (SRD). Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Sebagian besar remaja memiliki self-esteem rendah dengan tingkat kenakalan sedang (56,82%). Analisis chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara self-esteem dan kenakalan remaja (p = 0,000Terdapat hubungan signifikan antara self-esteem dan kenakalan remaja. Meningkatkan self-esteem dapat menjadi langkah untuk mengurangi kenakalan remaja.
Kecemasan Menghadapi Menarche pada Remaja Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Tampubolon, Masrina Munawarah; Sari, Niken Yuniar
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 5 No 2 (2024): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2024
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v5i2.5638

Abstract

Menarche pada anak perempuan menandakan akan memasuki masa transisi menajdi dewasa. Tidak hanya perubahan fisik sebagai tanda pubertas, tetapi anak perempuan yang mengalami menarche merasakan stress dan kecemasan. Kecemasan sebagai masalah yang beberapa tahun belakangan muncul pada kelompok remaja dapat berdampak pada kesejahteraan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kecemasan menghadapi menarche pada remaja. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif, yang melibatkan anak perempuan di wilayah lahan basah Pekanbaru dengan kriteria berusia 10-18 tahun dan mengalami menarche dalam satu tahun pertama. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dan diperoleh 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) dengan hasil uji validitas 0,93 dan reliabilitas 0,97. Hasil penelitian yang diperoleh dari analisis univariat menunjukkan bahwa 50% responden mengalami kecemasan menghadapi menarche dalam kategori sedang. Kecemasan dapat ditimbulkan dari kurang pengetahuan karena muncul rasa tidak nyaman, kebingungan, dan sulit untuk membedakan mana mitos dan fakta terkait menarche. Hal ini dapat memengaruhi remaja dalam menjaga kebersihan diri dan mempertahakan kesehatan pada masa awal menstruasi.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Stres pada Remaja Nurliza, Ardillah; Sari, Niken Yuniar; Karim, Darwin; Sari, Tesha Hestyana
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 8 No 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v8i2.8737

Abstract

Adolescence is a period in a person's life where they develop psychologically to find their identity. Teenagers who are vulnerable to experiencing various mental changes such as stress problems need guidance that includes certain parenting styles. A cross-sectional correlational descriptive design was used in this study. The research was conducted at SMAN 8 Pekanbaru with a population of 1,017 students at SMAN 8 Pekanbaru. The sample for this research was 287 respondents using purposive sampling technique. The Parental Authority Questionnaire (PAQ) questionnaire for parenting styles and the Depression Anxiety and Stress Scales Questionnaire (DASS 21) to assess stress levels in adolescents. This research uses univariate analysis, and bivariate analysis uses the chi square test. The results showed that the majority of respondents were female, 173 people (60.3%), the majority of respondents were 16 years old, 136 people (47.4%), and the majority of respondents were first-born children, 115 people (40.1%) . The majority of respondents in the study had a democratic parenting style and experienced normal levels of stress, 111 people (66.1%). Statistical tests show that there is a substantial relationship between parenting methods and stress levels in adolescents with p value (0.000) < alpha (0.05). Thus, it may be said that parenting styles have a significant relationship with stress levels in adolescents. Based on the findings of this study, more prevention and treatment options can be determined by implementing interventions to reduce stress in adolescents, especially due to parenting styles.
Hubungan Pola Komunikasi Keluarga Dengan Adiksi Media Sosial Pada Remaja Afifah, Wardah; Sari, Niken Yuniar; Nopriadi, Nopriadi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 3 No 1 (2024): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol3.Iss1.1114

Abstract

Social media addiction is a global issue and has become a prevalent habit, especially among teenagers. Social media addiction can be observed through the communication patterns in families. The aim of this study is to determine the relationship between family communication patterns and social media addiction in adolescents. This study employs a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consists of 250 respondents selected through stratified random sampling. The measurement tools used are the Revised Family Communication Pattern questionnaire for family communication patterns and the Bergen Social Media Addiction Scale for social media addiction. Data analysis was conducted using the chi-square test. Result: the majority of respondents have a family communication pattern by conversation orientation, totaling 154 respondents (61.6%). The majority of respondents in social media addiction variable are at the allert level, totaling 135 respondents (54%). Statistical test results show a significant relationship between family communication patterns and social media adiksiion in adolescents (p value 0.00 < α 0.05). Conclusion Family communication patterns have a meaningful relationship with social media adiction. Therefore, families need to give special attention to their communication patterns with their children, as the impact significantly influences the character development of adolescents.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pemanfaatan Spray Anti Nyamuk Berbahan Alami Untuk Menghindari Gigitan Nyamuk dan Penyakit DBD Roni, Yunisman; Ari Rahmat Aziz; Masrina Munawarah Tampubolon; Nurhanifa Rizky Tampubolon; Niken Yuniar Sari; Nia Khusniyati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2070

Abstract

Latar Belakang: Lahan basah merupakan ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati, namun juga menjadi habitat yang ideal bagi berbagai vektor penyakit, terutama nyamuk. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Masyarakat Kelurahan Pebatuan sepakat bahwa jumlah nyamuk di daerah kelolaan sangat mengganggu dan kondisi got yang sangat kotor perlu ditangani. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menghindari gigitan nyamuk dan penyakit DBD Metode: Penyuluhan dan demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami yakni kulit jeruk nipis, serai, cengkeh, dan campuran minyak zaitun. Hasil: Meningkatnya pengetahuan warga mengenai DBD perihal pemanfaatan spray anti nyamuk berbahan alami dengan adanya peningkatan sebesar 31,4 poin. Dan warga aktif melakukan pencegahan DBD dengan membersihkan lingkungan sekitar, penyuluhan yang dilakukan memperoleh respon positif dari masyarakat Kesimpulan: Pada kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD melalui pemanfaatan spray anti nyamuk berbahan alami serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya berkelanjutan dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit
Efektivitas supportif grup edukasi norma seksual dalam mengatasi perilaku berisiko remaja penyebab infeksi menular seksual (IMS) Sari, Niken Yuniar; Herlina, Herlina; Guna, Stephanie Dwi; Rustam, Murfardi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1749

Abstract

Background: Risky sexual behavior is a major factor in the transmission of sexually transmitted infections (STIs), a global public health problem with significant health and social consequences. Purpose: To test the effectiveness of a supportive group intervention involving sexual norms education in reducing risky behaviors that contribute to the transmission of sexually transmitted infections (STIs). Method: This was a quasi-experimental study using a nonequivalent control group approach. The sample size was 32 participants. Supportive group education was provided to the intervention group, while the control group received education on sexual norms to address risky behavior. This study used a non-probability sampling method with consecutive sampling. Analysis used an unpaired t-test for the difference in two means. Results: Supportive group therapy demonstrated a significant impact on changes in adolescent sexual behavior in the intervention group compared to the control group. Prior to the intervention, most adolescents in the intervention group engaged in high-risk sexual behavior, but after therapy, this number decreased. Meanwhile, the change in the control group was much smaller, with the average score remaining nearly unchanged (from 14.34 to 13.78). Statistical tests showed a statistically significant difference between the two groups (p-value = 0.027), indicating that supportive group therapy was effective in reducing risky sexual behavior in adolescents. Conclusion: Supportive group therapy with sexual norms education was proven to be significantly effective in reducing risky sexual behavior in adolescents (p-value = 0.027).   Keywords: Adolescent Risk Behavior; Sexual Norms Education; Sexually Transmitted Infections (STIs); Supportive Groups.   Pendahuluan: Perilaku seksual berisiko merupakan faktor utama penularan infeksi menular seksual (IMS) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat global dengan konsekuensi kesehatan dan sosial yang signifikan. Tujuan: Untuk menguji efektivitas intervensi supportif grup edukasi norma seksual dalam menurunkan perilaku berisiko yang berkontribusi terhadap penularan infeksi menular seksual (IMS). Metode: Penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan nonequivalent control group. Penentuan sampel sebanyak 32 partisipan. Supportif grup edukasi diberikan pada kelompok intervensi, sedangkan kelompok kontrol diberikan edukasi tentang norma seksual dalam mengatasi perilaku berisiko. Penelitian ini menggunakan instrumen derajat perilaku seksual remaja dengan metode non probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Analisis menggunakan t-test beda dua rata-rata tidak berpasangan. Hasil: Terapi suportif grup menunjukkan dampak signifikan terhadap perubahan derajat perilaku seksual remaja pada kelompok intervensi, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sebelum intervensi, sebagian besar remaja pada kelompok intervensi memiliki perilaku seksual berat, namun setelah terapi jumlah ini menurun. Sementara itu, perubahan pada kelompok kontrol jauh lebih kecil, dengan rata-rata skor yang hampir stagnan (dari 14.34 menjadi 13.78). Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p-value = 0.027), mengindikasikan bahwa terapi suportif grup efektif dalam mengurangi derajat perilaku seksual berisiko pada remaja. Simpulan: Terapi supportif grup edukasi norma seksual terbukti efektif secara signifikan dalam menurunkan derajat perilaku seksual berisiko pada remaja (p-value=0.027).   Kata Kunci: Edukasi Norma Seksual; Infeksi Menular Seksual (IMS); Perilaku Berisiko Remaja; Supportif Grup.
Co-Authors Afifah, Wardah Agrina, Agrina Aminatul Fitri Ananda, Tiara Anisa Yulvi Azni Annisa Ramadhani Putri Annisa Yulvi Azni Arneliwati Arneliwati aziz, ari rahmat Basmanelly Basmanelly Budi Anna Keliat Budi Antoro Didi Kurniawan Didi Kurniawan Erwin Erwin Erwina, Ira Fachry Abda El Rahman Fani Hidayah Putri Fathra Annis Nauli Fernanda, Nurriza Rizky Fitri, Natasya Aidil Fitriyanti, Yuliana Giawa, Desyanifransisca Gustianur Efendi Habsyah Saparidah Agustina Hadini, Hikmatul Helga Rahma Izzati Herlina Herlina Hernida Warni Humaidiyathul Fiqqriyah Nurhayati Ikke Gustianti Ilya Fitriani Intan Maharani Sulistyawati Batubara Jumaini, Jumaini Kadri, Mohd. Karim, Darwin Kirana, Sukma Ayu Candra Komarudin Komarudin Kosika, Denny Kurniasih, Wiwik Lahargo Kembaren Mad Zaini Maisantri, Vivi Maresa Viana Maria Septijantini Alie Megan Eagle Melani, Dela Miftahul Jannah Minalita, Ega Miranti Dea Dora Mutiara Sepjuita Audia Mutiara Sepjuita Audia Nauli, Fathra Anis Nia Khusniyati Nofita Septiani Nopriadi Nopriadi Nur Aldi, Fatthya Rizqy Nur, Susfika Mei Sari Nuraini Fitri Nuraini Nuraini Nurfatiqoh, Aulya Nurhanifa Rizky Tampubolon Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurliza, Ardillah Nurul huda Nurul Huda Nurul Huda Nurul Lailatul Jannah Nuryuliati Octaviany, Deby Oktavia, Deby Pramesti, Cindy Iony Putri Khairul, Sy. Aurora Putri Nisa, Maisyaroh Putri, Dinda Daisya Putri, Napisya Putri, Rahmia Putri, Yuli Amelia Rahmadani, Zulia Rayhan Hanoum Harli Retty Octi Syafrini Riri Novayelinda Rita Rahayu Rivya, Dian Kahfi Rizka Amanda Sari Rizka, Yulia Rohimi, Siti Roswanda Moerza Rustam, Murfardi Rustam, Musfardi Safira S, Risma Salinabela Hartati Sari, Tesha Hestyana Sastriani, Devi Sayang Maulad Tika Siti Nurdiyanah Situmorang, Theressa Dwi Vany Sri Maryuni Sri Utami Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Stephanie Dwi Guna Sujiah, Sujiah Sulastri Sulastri sulastri, diah Susanti Niman Tampubolon, Masrina Munawarah Tampubolon, Masrina Munawaroh Tasya Rosa Tesha Hestyana Sari Tesha Hestyana Sari Veny Elita Widia Lestari Wildan Azka Taslimi Yunisman Roni Zahra Hunafa