Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECTIVENESS OF ANTENATAL HYPNOTHERAPY ON ANXIETY IN FACING THE CHILDBIRTH PROCESS Octavia, Yunida Turisna; Hasibuan, Eva Kartika; Siahaan, Julia Mahdalena
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v7i1.4678

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still around 305 per 100,000 Live Births, which has not yet reached the set target of 183 per 100,000 LB in 2024. One of the causes of this high rate is attributed to the anxiety experienced during pregnancy, reaching 373,000 cases. Antenatal hypnotherapy is an effort aimed at reducing maternal anxiety with the goal of preparing for a normal pregnancy and facilitating the labor process. Hypnotherapy in Antenatal care focuses on providing comfort to mothers by inducing deep relaxation. The purpose of this study is to determine the effectiveness of antenatal hypnotherapy in reducing anxiety during the labor process at PMB Pera Medan. The research employed a quantitative approach with a Quasi-Experimental Design (pseudo-experiment). The study utilized a One Group Pre-Test and Post-Test design. The population consisted of all third-trimester pregnant women at PMB Pera Medan, totaling 61 pregnant women, with a sample size of 16 selected through purposive sampling. The research findings indicate that the average anxiety level among third-trimester pregnant women at the Independent Practice of Midwife Pera Medan before receiving antenatal hypnotherapy was 30.1875 (moderate anxiety), which decreased to 13.8750 (mild anxiety) after receiving antenatal hypnotherapy. There is a significant influence of antenatal hypnotherapy on reducing anxiety during labor at PMB Pera Medan with a p-value of 0.000 < 0.05. Therefore, it is advisable to continue antenatal hypnotherapy classes for pregnant women during each ANC visit and at home to reduce anxiety, thereby facilitating a normal labor process.
PENCEGAHAN CORONA VIRUS DISEASE 19 (COVID-19) PADA PEDAGANG PASAR HELVETIA KELURAHAN HELVETIA TENGAH Damanik, Elsarika; Simanjuntak, Yunida Turisna; Wiratma, Dicky Yuswardi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa Situasi : Sejak ditetapkannya Indonesia mengalami pandemik Covid-19 oleh World Health Organitation (WHO), termasuk diantaranya Sumatera Utara. penulis menemukan masih banyak para pedagang pasar kaki lima yang mengabaikan pemakaian masker sebagai salah satu upaya dalam pencegahan Covid-19. Tujuan Pengabdian : untuk melaksanakan upaya pencegahan Covid-19, mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 pada pedagang pasar Helvetia. Solusi Permasalahan : Kegiatan pengabdian ini akan berfokus pada para pedagang pasar Helvetia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pedagang pasar kaki lima dalam upaya minimal pencegahan Covid-19 melalui kegiatan sosialisasi pembagian masker secara gratis. Target adalah peningkatan kesadaran para pedagang pasar Helvetia Tengah tentang pentingnya pemakaian masker sampai dengan tata cara menggunakan masker kain secara benar dan dampaknya apabila tidak menggunakan masker. Lokasi : Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pasar Helvetia Kelurahan Helvetia Tengah Kota Medan. Luaran Kegiatan : Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan perilaku sadar dalam menggunakan masker pada pedagang pasar Helvetia sebagai upaya meminimalkan penularan Covid-19. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini akan dipublikasikan di journal pengabdian masyarakat. Kesimpulan : Kegiatan penyuluhan dan pembagian masker gratis kepada 200 orang yang dilakukan di kawasan Pasar Helvetia Kelurahan Helvetia Tengah sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19. Saran : Kegiatan pengabdian masyarakat tentang pencegahan Corona Virus Disease 19 (Covid-19) pada pedagang pasar Helvetia Kelurahan Helvetia Tengah tahun 2020 melalui edukasi dan pembagian masker kepada masyarakat menjadi tugas semua pihak. Tugas penting ini perlu menjadi perhatian, guna memutus rantai penyebaran Corona di masyarakat yang jumlah kasusnya terus meningkat.
SOSIALISASI PENERAPAN 3M DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PADA MASYARAKAT KOTA MEDAN Silitonga, Erwin; Saragih, Frida Liharris; Oktavia, Yunida Turisna
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Indonesia harus ditekan semaksimal mungkin, salah satu cara utamanya adalah dengan menerapkan perilaku hidup disiplin. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah: memberi pemahaman tentang pentingnya 3M (memakai masker, menjaga jarak san mencuci tangan), menyadarkan masyarakat agar tetap disiplin dalam melaksanakan 3M terutama di luar rumah dan mengajarkan secara langsung agar melaksanakan 3M kepada masyarakat kota Medan dengan baik dan benar. Pelaksanaan kegiatan tidak terbatas pada hal-hal yang bersifat formal saja, kelompok atau tempat tertentu, tetapi bisa dimana saja dengan cara menyapa, mengingatkan, menganjurkan, memotivasi, memberi pemahaman tentang 3M, dan atau menyuruh secara langsung agar melaksanakan 3M sesuai situasi kondisi di lapangan. Sosialisasi secara langsung yang dilakukan para duta yang dipilih oleh SATGAS COVID-19 Bidang Perubahan Perilaku yang telah dilatih terlebih dahulu. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa masyarakat merasa diperhatikan dan ada yang menerima dengan baik dan ada yang sebaliknya. Intervensi langsung yang dilakukan para duta dengan sendirinya membuat mereka tersadar akan kesalahannya dan ada juga sebaliknya merasa kurang merespon teguran tersebut. Evaluasi proses sangat baik, hal ini terlihat lebih banyak masyarakat menyatakan terima kasih atas teguran maupun edukasi yang para duta sampaikan pada saat setelah selesai wawancara. Evaluasi jangka panjang tentu belum bisa diukur karena para duta hanya bisa mengevaluasi pada saat bertemu langsung dan hanya pada satu waktu tertentu saja. Harapan kita dengan sosialisasi secara langsung ini akan membuat mayarakat dapat menerapkan protokol kesehatan 3M dengan kesadaran sendiri.
PEMBERDAYAAN KADER PALIATIF KANKER DALAM MERAWAT PASIEN KANKER DI KELURAHAN DWIKORA KOTA MEDAN Saragih, Frida Liharis; Octavia, Yunida Turisna
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia. Kanker sangat beragam, dapat melalui internal individu maupun eksternal individu. Pasien yang terdiagnosa dengan kanker payudara akan mengalami masalah seperti al, perawatan, psikologis, spiritual dan fisik, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup adalah memberikan perawatan paliatif. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan perawatan paliatif dengan kualitas hidup pasien kanker payudara. Jenis penelitian ini merupakan analitik korelasi dengan rancangan deskriptif kolerasi dengan rancangan cross sectional dan jumlah sampel 83 responden dengan diagnosa kanker payudara stadium lanjut. Teknik pengambilan sampel dengan teknik Purposive sampling. Data dianalisis dengan uji rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perawatan paliatif dalam kategori tinggi sebanyak 56 responden (67,5%) dengan kualiatas hidup baik sebanyak 74 responden (89,2%). Uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hubungan perawatan paliatif dengan kualitas hidup pasien kanker di Kelurahan Dwikora Kota Medan dengan p value = 0,000 yang lebih kecil dari p value = 0,05 (5%). Nilai korelasi didapatkan r= 0,356 dengan nilai positif yang menandakan tingkat antara variabel tersebut sedang. Disimpulkan ada hubungan perawatan paliatif yang tinggi dengan kualitas hidup yang baik. Diharapkan tim perawatan paliatif dapat meningkatkan perawatan paliatif yang diberikan pada responden dengan diagnosa kanker payudara dalam aspek psikologis dan pemberian informasi dari perawat. Disarankan berkolaborasi dengan psikolog terkait psikologis dan pemberian informasi terkait status kesehatan dan perkembangan responden.
PELAYANAN KONTRASEPSI GRATIS GERAKAN PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI BPM IDARIA RS KABUPATEN DELI SERDANG Sidabukke, Ida Ria R; Octavia, Yunida Turisna; Saragih, Frida Liharris
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai upaya mengatasi penyebaran Covid – 19 yang semakin masif, pemerintah menggencarkan sosialisasi pembatasan kegiatan masyarakat untuk menekan penularan. Kondisi ini menyebabkan dampak terhadap kelangsungan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk pelayanan KB dan kesehatan reproduksi. Pada kondisi pandemi ini diharapkan PUS terutama PUS dengan 4 Terlalu (4T) tidak hamil sehingga petugas kesehatan perlu memastikan mereka tetap menggunakan kontrasepsi. Menghadapi pandemi covid 19 ini, pelayanan tetap dilakukan tetapi dengan menerapkan prinsip pencegahan pengendalian infeksi physical distancing dan menjalankan protokol kesehatan, penggunaan alat pelindung diri oleh tim medis dan melakukan skrining rapid test. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur dalam upaya penekanan ledakan penduduk khususnya pada masa pandemi Covid-19 secara tepat dan efektif melalui layanan kontrasepsi yang baik dan benar serta meningkatkan pemahaman keluarga akan pentingnya kontrasepsi pada wanita usia subur melalui pelayanan Keluarga Berencana yang berkualitas dalam mensukseskan program pemerintah dengan NKKBS. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan edukasi melalui penyuluhan tentang pentingnya kontrasepsi terutama di masa pandemic covid 19 dan pelaksanaan pemasangan kontrasepsi gratis pada ibu wanita usia subur di BPM Idaria RS Medan Estate Kabupaten Deli Serdang. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran wanita usia subur yang telah menikah dalam melakukan pemilihan alat kontrasepsi dan dilanjutkan memberikan layanan kontrasepsi dengan penerapan protokol kesehatan. Diharapkan setelah dilakukan penyuluhan dan layanan kontrasepsi pasangan usia subur dapat menunda kehamilannya dengan menggunakan alat kontrasepsi.
Wujudkan Indonesia Emas Dengan Generasi Bebas Narkoba Pada Remaja Kota Medan Octavia, Yunida Turisna; Julia M Siahaan; Ernawati Barus
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (UU Narkotika), adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Survei nasional BNN tahun 2019 terdapat 4.534.744 penduduk mengaku pernah memakai narkoba dan sebanyak 3.419.188 penduduk mengaku setahun terakhir menggunakan narkoba. Sementara tahun 2021 sebanyak 4.827.616 orang mengaku pernah memakai narkoba dan 3.662.646 orang mengaku menggunakan narkoba setahun terakhir. Pada tahun 2021, ada 1,5 juta orang dari kurang lebih 14 juta penduduk Sumatera Utara menjadi penyalahguna narkoba, maknanya 1 dari 10 orang penduduk Sumatera Utara menjadi penyalahguna narkoba. Pengabdian ini bertujuan sebagai upaya perang melawan narkotika mewujudkan masyarakat Indonesia bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui strategi demand reduction, yaitu dengan tindakan preventif guna memberikan kekebalan kepada masyarakat agar mereka imun terhadap penyalahgunaan narkotika para remaja kota Medan. Pengabdian ini dilaksanakan pada hari Minggu, 03 Desember 2023 di Adora Convention Hall di Medan. Metode pelaksanaan dengan memberikan edukasi melalui kegiatan sosialisasi Anti Narkoba yaitu memberikan pengetahuan kepada peserta mahasiswa/i, siswa/i tingkat SMA/SMK tentang bahaya penggunaan narkotika. Pelaksanaan kegiatan dibiayai oleh Hope World Wide Indonesia. Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dan mendapatkan respon positif, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Para remaja berikrar untuk menjadi duta atau menjadi agen perubahan bagi keluarga, teman dan masyarakat. Kedepannya kegiatan pengabdian ini dapat dilaksanakan secara continue, baik disekolah-sekolah maupun tempat lainnya.
Meaning of Antiretroviral Therapy for PLWHA Sitanggang, Antonij Edimarta; Octavia, Yunida Turisna; Hasibuan, Eva Kartika
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 5 No. 6 (2022): International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v5i6.661

Abstract

Background: Human Immunodeficiency virus (HIV) and Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) are global health problems today. WHO states that there are 35 million people in the world living with HIV/AIDS. This problem occurs due to the management of patients who have not been optimal; control is only concentrated on specific and general therapy by relying on antiretroviral treatment (ARV). The use of antiretrovirals (ARVs) in patients who test positive for HIV is an effort to extend the life expectancy of people living with HIV and AIDS and make them healthier and more productive by reducing viremia and increasing the number of CD4 cells. Objective: This study aims to explore the experience of PLWHA in undergoing ARV therapy in the work area of ??the Helvetia Health Center Medan. Method: This research is qualitative research with a descriptive phenomenological approach. The population of this study was PLWHA, who received ARV in the working area of ??Helvetia Health Center Medan. The number of participants is 6 people, and the data saturation has been achieved and taken using a purposive sampling technique. Data collection method with in-depth interviews. Data were analyzed using the N.Vivo software version 12.0 trial. Result: The research results obtained from the interviews showed that there are 3 themes, 7 sub-themes, and 13 categories. The 3 themes are understanding the meaning of ARV treatment, getting support for taking ARVs, and having hopes related to ARVs. Conclusion: In conclusion, participants in this study went through various stages in obtaining ARVs considering that PLWHA already fully understood the meaning of ARVs that could extend the life expectancy of PLWHA
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BAYI USIA 0 SD 24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKAL GAJAH KABUPATEN DAIRI Haloho, Dewi Murniwaty; Nababan, Donal; Simanjuntak, Yunida Turisna; Sunyianto, Sunyianto; Br. Brahmana, Nettietalia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.28744

Abstract

Masih besarnya permasalahan gizi balita merupakan manifestasi dari rumitnya permasalahan pangan dan gizi di Indonesia. Permasalahn gizi  masih menjadi sorotan di Indonesia terutama masalah gizi pada balita, namun permasalah gizi ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi sudah menjadi permasalahn global. Kondisi kesehatan dan status gizi balita adalah indikator keadaan gizi kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada bayi usia 0 sd 24  di wilayah kerja Puskesmas Bakal Gajah, Kabupaten Dairi tahun 2024. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan  penelitian adalah kasus kontrol, menggunakan metode kuantitatif. Penelitian di lakukan selama 4 bulan pada bulan oktober tahun 2023 sampai dengan Januari tahun 2024 meliputi survei awal, penyusunan proposal, penelitian, analisa data serta pelaporan hasil penelitian. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada Baduta di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada Baduta di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemeriksaaan ANC dengan kejadian stunting pada Baduta di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian Tablet Fe dengan kejadian stunting pada Baduta di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada Baduta di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian MP ASI dengan kejadian stunting pada Baduta di wilayah kerja Puskesmas.
PENGALAMAN RELAWAN PERAWAT KREKI DALAM INOVASI SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU (SPGDT) DI KOTA MEDAN TAHUN 2024 Hutajulu, Johansen; Octavia, Yunida Turisna; Ompusunggu, Tanti Y.
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i1.5220

Abstract

Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) merupakan komunitas relawan tanggap darurat kesehatan berbasis teknologi informasi. Tujuan KREKI adalah membantu program Sistem Tanggap Darurat Terpadu (SPGDT) dalam meningkatkan kualitas dan kecepatan pertolongan pertama bagi masyarakat dan orang terdekat dalam keadaan darurat dengan menggunakan aplikasi IT. Anggota KREKI meliputi tenaga kesehatan dan masyarakat umum (individu dan komunitas) yang peduli terhadap keadaan darurat kesehatan. KREKI didirikan di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 5 Desember 2018, bertepatan dengan Hari Relawan Sedunia. KREKI dirancang untuk bekerja dengan program Sistem Tanggap Darurat Terpadu (SPGDT) untuk mempercepat dan meningkatkan pertolongan pertama darurat. Dalam situasi darurat, faktor yang paling penting adalah waktu. Kecelakaan, penyakit akibat gaya hidup tidak sehat, dan bencana alam merupakan contoh situasi darurat yang dapat ditangani oleh KREKI. Keadaan tersebut dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksploratif dengan pendekatan studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat relawan yang termasuk kedalam komunitas KREKI di Kota Medan yaitu sebanyak 22 orang dan jumlah Perawat sebanyak 6 orang. Berdasarkan hasil uji Nvivo 12 Plus di dapatkan 4 tema yaitu penggunaan aplikasi kreki, pelaksanaan kreki, program dan pengembangan kreki dan sistem spgdt. Tema pertama memiliki 3 subtema, tema kedua memiliki 3 subtema, tema ketiga memiliki 3 subtema dan tema ke empat memiliki 2 subtema. Saran dapat mengembangkan riset keperawatan dimana data yang di temukan dalam penelitian ini dapat di gunakan sebagai masukan untuk penelitian selanjutnya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA PASIELUAH KABUPATEN NAGAN RAYA Saragih, Frida Liharris; Octavia, Yunida Turisna
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5 No 2 (2022): JURNAL MUTIARA NERS
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v5i2.2863

Abstract

Stunting is a problem of malnutrition caused by a lack of intake for a long time. The problem of stunting in Indonesia not only negatively affects physical health but also has a bad effect on optimal cognitive achievement. The causative factors include knowledge, income and culture of the local community. The purpose of this study is to determine whether there is a relationship between knowledge, income and culture of madeueng with the incidence of stunting in toddlers in Pasie Luah Village, Tadu Raya District, Nagan Raya Regency. This research method is quantitative with a cross sectional approach. The research was conducted in Pasie Luah Village, Tadu Raya District, Nagan Raya Regency. The study population was 53 people and the sample used a total sampling of 53 people. Data analysis was performed univariately and bivariately using the Chi Square test at a confidence level of 95% (0.05). The results showed that there was a relationship between the knowledge variable (p = 0.048) and the madeueng cultural variable (p = 0.030) with the incidence of stunting in toddlers, while in the income variable it was known that there was no relationship between parental income and stunting events in toddlers in Pasie Luah Village, Tadu Raya District, Nagan Raya Regency. It is hoped that the puskesmas can increase public knowledge by carrying out health promotion activities and efforts to reduce the number of applications of madeung culture. If public knowledge increases, it is hoped that madeueng culture can be avoided so that the prevention of stunting in toddlers can be prevented.