Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Model Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, Kesetaraan Gender, Dan Perilaku Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Cakrawati R Cakrawati R; Raissa Patrisia; Natalia Debi Subani
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1329

Abstract

ABSTRACT Gender-based violence is a public health issue affecting physical, psychological, social, and reproductive health outcomes. Prevention efforts require not only legal interventions but also improvements in reproductive health knowledge and understanding of gender equality.This study aimed to analyze the relationship between reproductive health knowledge, gender equality, and prevention behavior toward gender-based violence.This study used a quantitative analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 100 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires measuring reproductive health knowledge, gender equality attitudes, and gender-based violence prevention behaviors. Data were analyzed using Chi-Square tests and logistic regression analysis.The results showed that 68% of respondents had good reproductive health knowledge, 65% demonstrated positive gender equality attitudes, and 62% showed good prevention behaviors. There were significant relationships between reproductive health knowledge and prevention behavior (p=0.002), as well as between gender equality attitudes and prevention behavior (p=0.001).Reproductive health knowledge and gender equality awareness are associated with better prevention behaviors toward gender-based violence. Strengthening reproductive health education and gender equality programs is important for preventing gender-based violence. Keywords: Reproductive Health, Gender Equality, Gender-Based Violence, Prevention, Behavior ABSTRAK Kekerasan berbasis gender merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap fisik, psikologis, sosial, dan kesehatan reproduksi korban. Upaya pencegahan kekerasan berbasis gender tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan pemahaman mengenai kesetaraan gender dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi, kesetaraan gender, dan perilaku pencegahan kekerasan berbasis gender. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan metode cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap kesetaraan gender, dan perilaku pencegahan kekerasan berbasis gender. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68% responden memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik, 65% memiliki pemahaman kesetaraan gender yang positif, dan 62% memiliki perilaku pencegahan kekerasan berbasis gender yang baik. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku pencegahan kekerasan berbasis gender (p=0,002) serta antara kesetaraan gender dengan perilaku pencegahan kekerasan berbasis gender (p=0,001). Pengetahuan kesehatan reproduksi dan pemahaman kesetaraan gender berhubungan dengan peningkatan perilaku pencegahan kekerasan berbasis gender. Pendidikan kesehatan reproduksi dan penguatan nilai kesetaraan gender perlu ditingkatkan sebagai strategi pencegahan kekerasan. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Kesetaraan Gender, Kekerasan Berbasis Gender, Pencegahan, Perilaku
The Relationship Between Physical Activity of Pregnant Women and the Incident of Low Back Pain during the Third Trimester Cut Mutiah; Joula Timisela; Cakrawati R Cakrawati R; Fyzria Qudratullah
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Low back Pain is a common complaint among pregnant women, especially in the third trimester , due to physiological and biomechanical changes during pregnancy. Physical activity is thought to be associated with lower back pain. This study aimed to determine the relationship between physical activity and the incidence of low back pain. back pain during the third trimester . This study used an analytical design with a cross-sectional approach . The study sample consisted of 65 pregnant women in their third trimester selected using a purposive sampling technique. Data were collected through interviews using a physical activity questionnaire and a pain scale. Data analysis used the chi-square test . The results showed that pregnant women with heavy physical activity had a lower incidence of back pain was 72.7%, while light physical activity was 38.5%. The statistical test results showed a p value of 0.014 (p < 0.05). It was concluded that there is a significant relationship between physical activity of pregnant women and the incidence of low blood pressure. back pain during the third trimester Keywords: Physical Activity, Pregnant Women, Low Back Pain , Trimester III
Analysis of the Quality of Postpartum Care for Postpartum Mothers with Complications in Hospitals Maidina Putri; Cakrawati R Cakrawati R
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTPostpartum care is a crucial component of maternal health services, ensuring the mother's recovery after delivery. For postpartum mothers with complications, the quality of postpartum care is crucial for preventing morbidity and mortality. This study aimed to analyze the quality of postpartum care for postpartum mothers with complications in the hospital. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 90 respondents was selected using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires and observations, then analyzed using the chi-square test and logistic regression. The results showed that the quality of postpartum care was influenced by the competence of health workers, the availability of facilities, and therapeutic communication (p < 0.05). The dominant factor was health worker competence (OR = 3.1). In conclusion, improving the quality of postpartum care requires a comprehensive approach that includes improving health worker competence and service quality.Keywords: Postpartum Care, Postpartum, Complications, Service Quality
Program Edukasi Asuhan Kebidanan Untuk Pencegahan Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Dengan Pernikahan Dini Fara Khansa Azizah; Hainas Sani Privetera; Nurhayati Nurhayati; Cakrawati R Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Early marriage remains a public health issue that contributes to an increased risk of pregnancy complications among mothers. Young mothers are at higher risk of experiencing anemia, preeclampsia, preterm birth, and low birth weight infants. Limited knowledge regarding antenatal care further exacerbates these risks. This community service program aimed to improve the knowledge of mothers with early marriage regarding midwifery care in preventing pregnancy complications. The methods used included health education sessions, interactive discussions, and evaluation through pre-test and post-test. The participants were pregnant women with a history of early marriage. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge after the educational intervention. This program proved effective in enhancing mothers’ understanding of the importance of routine antenatal care, early detection of complications, and the adoption of healthy behaviors during pregnancy. Keywords: Early Marriage, Midwifery Care, Pregnancy Complications, Health Education ABSTRAK Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi kehamilan pada ibu. Ibu dengan usia muda memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia, preeklamsia, persalinan prematur, serta bayi berat lahir rendah. Kurangnya pengetahuan mengenai perawatan kehamilan menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dengan pernikahan dini mengenai asuhan kebidanan dalam upaya pencegahan komplikasi kehamilan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil dengan riwayat pernikahan dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Program ini efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, deteksi dini komplikasi, serta penerapan pola hidup sehat selama kehamilan. Kata kunci: Pernikahan Dini, Asuhan Kebidanan, Komplikasi Kehamilan, Pendidikan Kesehatan.
Pendampingan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Malaria Melalui Gerakan 3M Plus Musdalifah Musdalifah; Cakrawati R Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Malaria is a communicable disease that remains a public health problem in tropical regions. It is transmitted through the bite of Anopheles mosquitoes and can lead to severe complications if not properly managed. Malaria prevention requires comprehensive efforts, including the implementation of the 3M Plus movement. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in malaria prevention through education and mentoring based on the 3M Plus movement. The methods included education, demonstrations, hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills after the intervention. This program proved effective in increasing community awareness and participation in malaria prevention efforts. Keywords: Malaria, 3M Plus, Prevention, Community Service ABSTRAK Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah tropis. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Upaya pencegahan malaria perlu dilakukan secara komprehensif, salah satunya melalui gerakan 3M Plus. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan malaria melalui edukasi dan pendampingan berbasis gerakan 3M Plus. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat setelah dilakukan intervensi. Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan malaria. Kata Kunci: Malaria, 3M Plus, Pencegahan, Pengabdian Masyarakat
Pendampingan Keluarga Dalam Penerapan Gizi Seimbang Melalui Isi Piringku Nur Rahma Srifitayani; Yuliana D Yuliana D; Armiyati Nur; Cakrawati R Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Nutritional problems remain a public health challenge influenced by limited family understanding regarding healthy eating patterns and balanced nutrition. The “My Plate” program is a balanced nutrition guideline introduced to help communities understand proper food portion distribution in daily life. This community service program aimed to improve family knowledge and skills in implementing balanced nutrition through the “My Plate” approach. The implementation methods included health education, demonstrations of balanced nutrition menu preparation, family mentoring, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 participants consisting of housewives and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 57 to 89 in the post-test. In addition, families began to prepare healthy meal menus according to the “My Plate” principles and understood the importance of consuming balanced nutritious foods in maintaining family health. This program proved effective in improving family awareness and behavior regarding the implementation of balanced nutrition in daily life. Keywords: Balanced Nutrition, My Plate, Family, Health Education, Community Service ABSTRAK Masalah gizi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman keluarga mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang. Program “Isi Piringku” merupakan panduan gizi seimbang yang diperkenalkan untuk membantu masyarakat memahami proporsi konsumsi makanan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam menerapkan gizi seimbang melalui pendekatan “Isi Piringku”. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penyusunan menu gizi seimbang, pendampingan keluarga, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 57 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, keluarga mulai mampu menyusun menu makanan sehat sesuai prinsip “Isi Piringku” dan memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang dalam menjaga kesehatan keluarga. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku keluarga terhadap penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Gizi Seimbang, Isi Piringku, Keluarga, Pendidikan Kesehatan, Pengabdian Masyarakat
Peran Perawat Dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Darmi Arda; Cakrawati R Cakrawati R; Cici Pratiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Newborn care is an important factor in maintaining infant health and survival during the neonatal period. Limited maternal knowledge regarding newborn care may increase the risk of infection, growth disorders, and health complications in infants. Nurses have an important role as educators in providing health education to mothers regarding newborn care. This community service program aimed to improve mothers’ knowledge about newborn care through health education conducted by nurses. The implementation methods included health counseling, newborn care demonstrations, maternal mentoring, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 30 postpartum mothers and mothers with newborn babies. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 56 to 89 in the post-test. In addition, mothers were able to correctly practice newborn care, such as umbilical cord care, breastfeeding, maintaining infant hygiene, and keeping the baby warm. This program proved effective in improving mothers’ knowledge and skills regarding newborn care. Keywords: Nurse, Health Education, Newborn Baby, Mother, Neonatal Care ABSTRAK Perawatan bayi baru lahir merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup bayi pada masa neonatal. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai perawatan bayi baru lahir dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, gangguan pertumbuhan, serta komplikasi kesehatan pada bayi. Perawat memiliki peran penting sebagai edukator dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu mengenai perawatan bayi baru lahir. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir melalui edukasi kesehatan yang dilakukan oleh perawat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi perawatan bayi, pendampingan ibu, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 ibu nifas dan ibu dengan bayi baru lahir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, ibu mulai mampu mempraktikkan cara merawat bayi baru lahir dengan benar, seperti perawatan tali pusat, menyusui, menjaga kebersihan bayi, dan menjaga kehangatan tubuh bayi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai perawatan bayi baru lahir. Kata Kunci: Perawat, Pendidikan Kesehatan, Bayi Baru Lahir, Ibu, Perawatan Neonatal
Pendampingan Penerapan Konsep Isi Piringku Untuk Meningkatkan Perilaku Makan Sehat Nurharlinah Nurharlinah; Cakrawati R Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Unhealthy eating behavior remains one of the main causes of nutritional problems and non-communicable diseases in society. Limited public understanding regarding balanced dietary patterns often leads to food consumption that does not meet nutritional needs. The “My Plate” concept is a balanced nutrition guideline introduced by the Indonesian Ministry of Health to help communities understand healthy food proportions in daily meals. This community service program aimed to improve public knowledge and healthy eating behavior through mentoring in the implementation of the “My Plate” concept. The implementation methods included health education, healthy menu preparation demonstrations, family mentoring, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 35 participants consisting of housewives and health cadres. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 56 to 89 in the post-test. In addition, participants were able to prepare healthy menus according to the “My Plate” principles and apply healthy eating behaviors in daily life. This program proved effective in improving public awareness and behavior regarding the importance of balanced nutrition and healthy eating patterns. Keywords: My Plate, Healthy Eating Behavior, Balanced Nutrition, Health Education, Community Service ABSTRAK Perilaku makan yang tidak sehat masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya masalah gizi dan penyakit tidak menular di masyarakat. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pola makan seimbang menyebabkan konsumsi makanan sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan gizi tubuh. Konsep “Isi Piringku” merupakan panduan gizi seimbang yang diperkenalkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk membantu masyarakat memahami proporsi makanan sehat dalam satu kali makan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku makan sehat masyarakat melalui pendampingan penerapan konsep “Isi Piringku”. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penyusunan menu sehat, pendampingan keluarga, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, peserta mulai mampu menyusun menu sehat sesuai prinsip “Isi Piringku” dan menerapkan perilaku makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat. Kata Kunci: Isi Piringku, Perilaku Makan Sehat, Gizi Seimbang, Pendidikan Kesehatan, Pengabdian Masyarakat
Sahabat Menopause: Pemberdayaan Perempuan Dalam Menghadapi Perubahan Fisiologis Dengan Bijak Dan Sehat Lumastari Ajeng Wijayanti; Cakrawati R Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Menopause is a natural physiological process experienced by women, marking the end of the reproductive period. Hormonal changes during menopause often lead to physical, psychological, and social symptoms that may reduce women's quality of life. Limited knowledge and persistent misconceptions regarding menopause frequently result in anxiety and inadequate preparation among women. Therefore, community-based health education is essential to empower women in understanding menopausal changes and adopting healthy lifestyles. Objective: To improve women's knowledge, attitudes, and preparedness in facing menopause through health education, mentoring, and healthy lifestyle promotion. Methods: This community service program was conducted at Posyandu Mawar, Antang Village, Manggala District, Makassar City, in September 2026 involving 35 women aged 40–60 years. Activities included health education sessions, interactive discussions, healthy diet counseling, relaxation exercises, physical activity demonstrations, individual consultations, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. Data were analyzed descriptively. Results: Participants' average knowledge score increased from 61.8 before the intervention to 89.4 after the program. Approximately 91.4% of participants were able to identify physiological changes during menopause, 88.6% understood non-pharmacological approaches to managing menopausal symptoms, and 94.3% reported feeling more prepared to face menopause. Participants showed high enthusiasm and active involvement throughout the activities. Conclusion: The Menopause Companion Program effectively improved women's knowledge, preparedness, and awareness regarding healthy menopause management. Community-based educational interventions can serve as an effective health promotion strategy to improve the quality of life among middle-aged and older women. Keywords: Menopause, Women Empowerment, Health Education, Health Promotion, Community Service ABSTRAK Latar Belakang: Menopause merupakan proses fisiologis alami yang dialami setiap perempuan sebagai tanda berakhirnya masa reproduksi. Perubahan hormonal yang terjadi selama masa menopause sering menimbulkan berbagai keluhan fisik, psikologis, maupun sosial yang dapat memengaruhi kualitas hidup perempuan. Kurangnya pengetahuan serta masih adanya berbagai mitos mengenai menopause menyebabkan banyak perempuan mengalami kecemasan dan kurang siap menghadapi perubahan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pemberdayaan melalui edukasi kesehatan agar perempuan mampu memahami perubahan fisiologis yang terjadi dan menerapkan gaya hidup sehat dalam menghadapi masa menopause. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapan perempuan dalam menghadapi menopause melalui program edukasi kesehatan, pendampingan, dan praktik hidup sehat. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Posyandu Mawar, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar pada bulan September 2026. Sasaran kegiatan adalah 35 perempuan usia 40–60 tahun. Program dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi aktivitas fisik sederhana, edukasi gizi, latihan relaksasi, konsultasi kesehatan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 61,8 sebelum edukasi menjadi 89,4 setelah edukasi. Sebanyak 91,4% peserta mampu menjelaskan perubahan fisiologis selama menopause, 88,6% memahami cara mengatasi keluhan menopause secara nonfarmakologis, dan 94,3% menyatakan lebih siap menghadapi masa menopause. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif selama diskusi maupun praktik. Kesimpulan: Program Sahabat Menopause efektif meningkatkan pengetahuan, kesiapan, dan kesadaran perempuan dalam menghadapi menopause secara sehat. Edukasi kesehatan berbasis komunitas dapat menjadi salah satu strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan usia premenopause dan menopause. Kata Kunci: Menopause, Pemberdayaan Perempuan, Edukasi Kesehatan, Promosi Kesehatan, Pengabdian Kepada Masyarakat
Penguatan Peran Tenaga Kesehatan Sebagai Care Provider Pada Masa Pra-Konsepsi, Kehamilan, Persalinan, Nifas, Dan Neonatus Cakrawati R Cakrawati R; Maria Septiana
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Maternal and neonatal health services remain a national priority in reducing maternal and neonatal mortality. High-quality healthcare requires competent healthcare providers who are able to deliver comprehensive and continuous care from the preconception period through pregnancy, childbirth, postpartum, and neonatal care. Strengthening healthcare workers' competencies is essential to improve the quality of maternal and neonatal healthcare services. To improve healthcare providers' knowledge, skills, and competencies regarding their role as care providers in delivering comprehensive maternal and neonatal healthcare based on the continuum of care approach. This community service program was conducted at a primary healthcare center in Indonesia in September 2026 involving 35 healthcare workers, including midwives, nurses, nutritionists, health promotion officers, and other healthcare professionals. Activities included health education, interactive discussions, case studies, simulation-based learning, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. Data were analyzed descriptively. The participants' average knowledge score increased from 68.4 before the intervention to 91.8 after the program. Approximately 94.3% of participants understood the continuum of care concept, 91.4% identified maternal risk factors appropriately, 94.3% understood safe childbirth services, 97.1% mastered essential postpartum and neonatal care, and 94.3% reported greater confidence in providing comprehensive maternal healthcare.Strengthening the role of healthcare workers as care providers effectively improved participants' competencies in delivering integrated maternal and neonatal healthcare services. Continuous professional education is recommended to enhance the quality of maternal and child healthcare services. Keywords: Care Provider, Healthcare Workers, Preconception, Pregnancy, Childbirth, Postpartum, Neonate. ABSTRAK Pelayanan kesehatan ibu dan bayi merupakan salah satu prioritas pembangunan kesehatan nasional dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Pelayanan yang berkualitas memerlukan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi sebagai care provider dalam memberikan pelayanan secara komprehensif dan berkesinambungan sejak masa pra-konsepsi, kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan neonatus. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan melalui edukasi dan peningkatan kompetensi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman tenaga kesehatan mengenai peran care provider dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal berbasis continuum of care. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di salah satu puskesmas di wilayah Indonesia pada bulan September 2026 dengan melibatkan 35 tenaga kesehatan yang terdiri atas bidan, perawat, tenaga gizi, promotor kesehatan, dan tenaga kesehatan lainnya. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi pelayanan maternal-neonatal, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan distribusi frekuensi, persentase, dan perubahan skor pengetahuan peserta. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 68,4 sebelum kegiatan menjadi 91,8 setelah kegiatan. Sebanyak 94,3% peserta memahami konsep continuum of care, 91,4% mampu mengidentifikasi faktor risiko pada masa pra-konsepsi dan kehamilan, 94,3% memahami pelayanan persalinan aman, 97,1% memahami pelayanan nifas dan neonatus esensial, serta 94,3% menyatakan lebih percaya diri dalam memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan sebagai care provider terbukti meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan peserta dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi secara berkesinambungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: Care Provider, Tenaga Kesehatan, Pra-Konsepsi, Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus