Claim Missing Document
Check
Articles

REPRESENTASI AKRASIA DALAM MEDIUM PATUNG KONTEMPORER BJD SEBAGAI REFLEKSI KETERBATASAN PSIKOLOGIS Heryana, Zahra Dafani; Wiguna, Iqbal Prabawa; Buyung, Edwin
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas akhir ini berangkat dari refleksi personal mengenai kondisi akrasia, yaitukeadaan ketika seseorang sebenarnya memahami apa yang seharusnya dilakukan, namuntetap gagal melaksanakannya karena hambatan internal dan pergolakan batin. Tujuandari penciptaan karya ini adalah merepresentasikan konflik batin tersebut melaluimedium seni patung kontemporer dengan pendekatan modern. Proses penciptaandilakukan melalui eksplorasi bentuk dan ekspresi menggunakan teknik pembentukan clay,konstruksi struktur, serta perakitan sendi seperti pada figur tiga dimensi. Karya inidivisualisasikan sebagai figur patung dengan pose tangan terulur, menjangkau keluar darikandang metaforis yang melambangkan batasan psikologis dalam diri, sebagai simbolkeinginan untuk melepaskan diri dari jerat batin. Simpulan dari karya ini menegaskanbahwa perjuangan melawan akrasia merupakan konflik internal yang kompleks dan layakdivisualisasikan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu kesehatan mental danmendorong pemahaman yang lebih dalam terkait ketahanan emosi.Kata kunci : akrasia, seni patung, ekspresionisme, konflik batin, representasi visual, senikontemporer, OOAK.
REIMAJINASI DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN DALAM BENTUK SENI MEDIA BARU BERBASIS VIRTUAL REALITY “BEAUTY HORIZON” Nugraha, Yudhistira Farhanda; Wiguna, Iqbal Prabawa; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beauty Horizon adalah karya seni media baru berbasis VR yang mereimajinasidampak pencemaran lingkungan dan banjir di Bojongsoang, Bandung. Karya ini bertujuanuntuk memberikan pengalaman yang melibatkan audiens dalam menjelajahi ruang virtualyang merefleksikan dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Dengan pendekatanestetika non-linear, VR memungkinkan audiens merasakan keterlibatan emosional yangmendalam, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan.Kata kunci: virtual reality, seni media baru, pencemaran lingkungan, banjir, Bojongsoang,pengalaman imersif
REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS MELALUI ANIMASI MIX MEDIA: “FREQUENCY” Djamas, Naja Aliffiyah; Wiguna, Iqbal Prabawa; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan tugas akhir berjudul "Representasi Krisis Identitas Melalui AnimasiMix Media: “Frequency" membahas proses kreatif dalam penciptaan film animasipendek yang merepresentasikan pencarian jati diri melalui simbol radio analog.Setiap perubahan frekuensi radio mengubah bentuk sang protagonis, merefleksikangejolak identitas yang tidak stabil. Karya ini mengeksplorasi teknik animasi digital 2Ddan stop motion dengan media konvensional untuk menciptakan suasana surealyang mencerminkan kondisi psikologis kompleks. Cerita dalam film merupakaninterpretasi pengalaman pribadi penulis dalam melalui fase “coming of age”,disampaikan melalui narasi simbolik yang ambigu agar penonton dapat menafsirkanmaknanya secara bebas. Pada akhirnya, identitas digambarkan sebagai sesuatu yangdibentuk dan dimaknai oleh individu. Karya ini bersifat reflektif dan kontemplatif,menggambarkan krisis identitas sebagai proses yang cair dan terus berkembang.Kata kunci: Coming of Age, Krisis Identitas, Animasi, Mix Media
REPRESENTASI PENERIMAAN DIRI SEBAGAI KRITIK TERHADAP STANDAR KECANTIKAN MELALUI KARYA LUKIS Fadhillah, Nazeeya Fatina; Wiguna, Iqbal Prabawa; Syarif, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar kecantikan yang dominan dalam masyarakat sering kali bersifat diskriminatif dantidak inklusif, terutama terhadap individu dengan warna kulit gelap. Pandangan ini tidak hanyamenimbulkan ketidakadilan, tetapi juga kerap memicu perilaku bullying, yang berdampaksignifikan terhadap menurunnya kepercayaan diri serta terganggunya kesehatan mentalseseorang. Tugas Akhir ini mengangkat tema self-acceptance sebagai bentuk respons kritisterhadap tekanan tersebut. Melalui pendekatan seni lukis dan penggunaan teknik mix media padamedium kaca, karya ini merepresentasikan pengalaman personal penulis dalam menghadapistigma kecantikan dan proses menemukan serta menerima jati diri secara utuh. Karya dituangkandalam tiga seri lukisan yang masing-masing menggambarkan tahap emosional berbeda dalamperjalanan menuju penerimaan diri. Dengan visual yang bersifat simbolik dan reflektif, karya inidiharapkan mampu membangun kesadaran kolektif serta membuka ruang dialog bagi audiensterkait pentingnya mendekonstruksi standar kecantikan yang sempit.Kata kunci: Standar kecantikan, bullying, self-acceptance, seni lukis, representasi visual.
REPRESENTASI PERILAKU KONSUMTIF AKIBAT FOMO (FEAR OF MISSING OUT) DALAM KARYA INSTALASI Ananda, Ferlita; Wiguna, Iqbal Prabawa; Syarif, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas akhir ini berupaya mengeksplorasi fenomena perilaku konsumƟf yang dipicu olehFOMO (Fear of Missing Out) melalui pendekatan seni instalasi. Dengan menggunakan pakaianbekas, kain, dan aksesoris hasil konsumsi pribadi, penulis menciptakan dua karya instalasi berjudul“Uncontained Desires” dan The “Body of Wants”. Kedua karya ini merepresentasikan bagaimanakeinginan yang tak terkendali akibat tekanan sosial media dan budaya konsumsi yang terustumbuh, lambat laun membentuk idenƟtas diri. Proses berkarya melibatkan teknik bordir,patchwork, dan penyusunan teksƟl sebagai simbol dari perjalanan personal dan emosi yangkompleks. Karya ini Ɵdak hanya menjadi ekspresi arƟsƟk, tetapi juga sarana reŇekƟf, baik bagipenulis sendiri maupun bagi penikmat seni lainnya untuk menyadari kembali penƟngnyamengontrol keinginan serta membangun idenƟtas yang lebih autenƟk. Penggunaan bahanbahanbekas menjadi bentuk upaya upcycling dan juga menyuarakan keresahan terhadap gaya hidupkonsumƟf yang kini semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: FOMO, KonsumƟf, idenƟtas, instalasi, teksƟl
SHADOW WORK: MENGHADAPI KEHILANGAN PASANGAN MELALUI EKSPLORASI BENTUK 3D Fadhil, Muhammad Irfan; Wiguna, Iqbal Prabawa; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehilangan pasangan adalah pengalaman emosional yang rumit dandapat mengganggu kestabilan diri, menyebabkan rasa kehampaan danketerasingan. Penulis mengeksplorasi emosi yang paling dalam, sepertikemarahan, kesedihan, dan rasa tidak utuh, dari pengalaman pribadi merekadengan kehilangan orang yang mereka cintai. Sebagai bagian dari proseskreatif, mereka melihat bentuk tiga dimensi. Tujuannya adalah untukmengenali dan menyelami sisi gelap dalam diri kita yang mungkin belum kitaperhatikan. Setiap langkah, mulai dari mencari gagasan hingga menghasilkanbentuk dalam tiga dimensi, menjadi perjalanan introspeksi menuju penerimaandiri. Karya ini tidak hanya menunjukkan simbol kehilangan, tetapi jugamembuka jalan untuk pemulihan dan memberikan arti baru untuk luka batin.Diharapkan bahwa karya ini berfungsi sebagai alat ekspresi pribadi dan refleksibagi orang-orang yang mengalami pengalaman emosional serupa. Kata Kunci: Personal, Refleksi, Shadow Work
THE UNSEEN SCARS : REPRESENTASI PENERIMAAN DAMPAK EMOSIONAL TERHADAP POLA ASUH ORANG TUA MELALUI FILM EKSPERIMENTAL Herliana, Zhira Ananda; Wiguna, Iqbal Prabawa; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan tugas akhir ini merepresentasikan proses penerimaan danpemaafan seorang anak terhadap pola asuh orang tua yang ia terima sejak kecil.Meskipun mengalami luka emosional sang anak perlahan menyadari latar belakangserta alasan di balik perlakuan orang tuanya. Karya ini menampilkan pengulangan(looping) beberapa adegan keseharian seperti makan bersama, memasak, yangmemiliki makna simbolik atau metafora secara sederhana. Setiap pengulanganmenggambarkan tiga fase emosi yang dialami anak: sedih, kecewa dan amarah,hingga akhirnya tersenyum karena telah memaafkan. Proses tersebut merujuk padatahapan uncovering phase, decision phase, dan work phase dalam teori forgiveness.The Unseen Scars dikemas dalam bentuk film eksperimental, sebuah bentuk karyayang tidak terikat alur cerita linear maupun struktur narasi konvensional.Melalui pendekatan ini, karya lebih menekankan pada ekspresi visual, atmosferemosional, dan simbolisasi makna serta suara untuk menyampaikan pesan batinyang bersifat personal. Tugas akhir ini bertujuan meningkatkan kesadaran akanpentingnya afeksi positif dari orang tua, serta mengajak penonton untukmerenungkan dampak pengasuhan terhadap tumbuh kembang anak.Kata kunci : Pola Asuh, Afeksi, Memaafkan, Film Eksperimental
Visualisasi Arti Kebebasan Dalam Karya Motion Graphic Nuryana, Divana Hafizha; Wiguna, Iqbal Prabawa; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menemukan kebebasan adalah keinginan mendasar manusia yang memungkinkan kita menjalani hidup sesuaikeinginan, membuat pilihan sendiri, dan mengekspresikan diri secara autentik tanpa takut dihakimi, sehinggamenjadi sumber kebahagiaan dan kepuasan. Kebebasan pribadi juga berarti kemampuan menerima hal-hal di luarkendali, fokus pada apa yang bisa diubah, serta menumbuhkan kedamaian batin dan ketangguhan menghadapihidup. Motion graphic dipilih sebagai medium karena kemampuannya menggabungkan elemen visual, animasi,tipografi, dan audio sehingga pesan dapat disampaikan dengan lebih menarik dan mudah dipahami. Dalam karya ini,konsep kebebasan dieksplorasi melalui berbagai simbol dan narasi visual yang merefleksikan makna kebebasan darisudut pandang personal dan sosial. Proses perancangan animasi ini meliputi tahap pra-produksi, produksi, danpasca-produksi dengan menggunakan perangkat lunak Adobe After Effects. Hasil akhir berupa video motion graphicyang diharapkan dapat memberikan inspirasi serta pemahaman baru mengenai kebebasan dalam bentuk seni digital.Karya ini juga mengkaji efektivitas media motion graphic sebagai sarana ekspresi seni rupa.Kata kunci: motion graphic, animasi, kebebasan, visualisasi, seni digital.
VISUALISASI DEGRADASI LINGKUNGAN AKIBAT PERTAMBANGAN EMAS ILEGAL DALAM LUKISAN MIX MEDIA Shafani, Salsabila; Wiguna, Iqbal Prabawa; Syarif, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu,Kalimantan Barat, telah menimbulkan kerusakan serius terhadap lingkungan dan kehidupan sosialmasyarakat setempat. Perubahan kondisi sungai, pencemaran air, serta konflik sosial menjadirealitas sehari-hari yang turut membentuk keresahan personal penulis sebagai warga lokalsekaligus seniman. Menanggapi situasi tersebut, penciptaan karya ini dilakukan sebagai bentukekspresi dan refleksi atas dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas PETI. Melalui pendekatan mixmedia dalam bingkai seni kontemporer, karya dikembangkan melalui proses konseptual yangberangkat dari pengalaman pribadi, riset lapangan, serta eksplorasi media dan bentuk. Prosesvisualisasi ini bertujuan menerjemahkan gagasan ke dalam bentuk akhir yang bersifat reflektif,komunikatif, dan terbuka untuk dimaknai oleh penonton. Melalui karya ini, penulis berharapdapat mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan serta menyadaridampak yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang emas ilegal yang kian masif di wilayah tersebut.Kata kunci: Tambang emas ilegal, Kecamatan Suhaid, degradasi lingkungan, mix media, senikontemporer
VISUALISASI HIKIKOMORI MELALUI KARYA INSTALLATION PAINTING Valenciana, Muhamad Dhafin Rizki; Wiguna, Iqbal Prabawa; Ridzky, Axel Ramadhan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya seni tugas akhir ini mengangkat gagasan Fenomena hikikomori, yaitukondisi pengasingan diri ekstrem yang dipicu oleh tekanan psikologis dan sosial, menjadiisu utama dalam karya ini. Berangkat dari pengalaman pribadi penulis pasca pandemi dankecanduan media sosial, karya ini mengeksplorasi gaya hidup hikikomori melaluipendekatan installation painting. Medium ini menggabungkan lukisan kanvas denganobjek fisik instalasi yang membentuk suasana kamar tertutup khas seorang hikikomori.Visualisasi kamar dengan elemen seperti kasur, meja, perangkat digital, serta tumpukansampah dan benda hobi menggambarkan ketegangan antara dunia maya dan realitas.Kontras antara gaya visual digital dan penggambaran realis pada sampah memperkuatpesan tersebut. Karya ini bertujuan membangun empati dan kesadaran akan dampakmedia sosial, sekaligus menekankan pentingnya interaksi sosial yang sehat melaluipendekatan visual yang personal dan kontemporer. Kata kunci: hikikomori, installation painting, media sosial, seni kontemporer
Co-Authors Adrian Permana Zen Adystia, Sanaila Alghonyu, Dhara Al’Ghani, Syifa Roselani Amal, Hanif Hasanul Ananda, Ferlita Arfi Andrian Ayuningtyas, Ester Dyah Azahra, Qonita Rahima Bachtiar, Syahrani Rahma Bahri, Rizki Fahreza Bancin, Zikry Satria Makmur Baskara, Bayu Tri Basyarahil, M. Zulfian Buyung, Edwin Cucu Retno Yuningsih Dea Aulia Widyaevan Dewantara, Aliefiyan Toufik Zuhra Dhanaufaira, Fabya Didit Endriawan Dike Nabila Trivinggar Djamas, Naja Aliffiyah Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Edwin Buyung Syarif Fadhil, Muhammad Irfan Fadhillah, Nazeeya Fatina Fikri, Irhamul Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Ganjar Gumilar Gregorius Kresna Haga Ginting Habibullah, Ahmad Abidzar Hafiz, Muhammad Al Herliana, Zhira Ananda Hernawan, Abbyzar Raffi Heryana, Zahra Dafani Husna, Syinsya Azizah Islami, Hilda Alhaque Ismail, Khuzaimah Nur Faizah Kartaatmaja, Fakhri Huzaemi Kencana, Arya Sena Yudha Kurniawati Gautama Kusnadi, Safira Fadhilah Kusumanugraha, Sigit Maharani, Dea Maisa Ananda Floresia Pratama Puan Malik, Yuhendra Mentari, Adinda Bunga Montela, Erik Muhammad Firdaus Nafisah Mufidah Nastiti, Tiara Khaliza Nugraha, Farhan Sayyidan Nugraha, Yudhistira Farhanda Nurdin, Nabila Octaviani Nuryana, Divana Hafizha Pamungkas, Ridho Putra Priambodo, Agiel Putra, Edwar Fernanda Dwi Qorinsyah Ramadhan, Axel Ridzky Ramadhandi, Aqzra Rizki Ranti Rachmawanti Rendy Pandita Bastari Rhamadan, Azis Maulani Riady, Olivia Ruscha Ridzky, Axel Ramadhan Risky, Muhammad Firman Rismawati, Nindya Alviona Rohadiyat, Vega Giri Rustandi, Aprilia Putri Salimah, Hamidah Salsabiella, Rayya Salsabila, Noviar Dhia Salsabila, Siela Salma Septarina, Ghina Ayu Shafani, Salsabila Shidiq, Ambya Fakhrurrozi Soni Sadono Subagja, Fadli Ahmad Supriadi, Ryan Aprizal Taqiyuddin, Sayyaf Teddy Ageng Maulana Usman, Ade Iswandi Valenciana, Muhamad Dhafin Rizki Widyantoro, Della Nurdwiani Wijayanti, Sheila Nurfitri