p-Index From 2021 - 2026
7.288
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Humano: Research Journal Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Panggung Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Asatiza: Jurnal Pendidikan Ijtimaiya : Journal of Social Science and Teaching AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA Aceh Anthropological Journal CENDERAWASIH: Jurnal Antropologi Papua Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Poros Onim Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) JURNAL PENDIDIKAN IPS PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Journal of Islamic History Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Social Pedagogy: Journal of Social Science Education Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Balale' : Jurnal Antropologi Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Purbawidya: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi MENTARI : Journal Of Islamic Primary School Tamaddun: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Malaqbiq : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Digital Learning, Social Science, and Life-course Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Budaya Kental Balada Gubalan (Pernikahan Dini) di Kabupaten Mesuji Lampung Lestari, Riska Dwi; Karsiwan, Karsiwan; Lisdiana, Anita
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol. 5 No. 1 (2024): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v5i1.7970

Abstract

Pernikahan dini sudah menjadi hal lumrah dalam masyarakat khususnya di desa-desa. Begitu pula balada gubalan (pernikahan dini) di Mesuji yang masih bersikukuh dengan adat istiadat dari zaman nenek moyang untuk tetap mempertahankannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran mengenai dampak negatif pernikahan dini, seperti risiko kesehatan, terbatasnya pendidikan dan kesempatan berkarir, serta kemiskinan tepatnya di Kabupaten Mesuji. Namun terdapat pula sisi positif dari adanya pernikahan dini tersebut seperti misalnya menjaga diri dari kemaksiatan. Artikel ini juga membahas terkait solusi potensial untuk mencegah pernikahan dini, seperti program pendidikan dan perubahan kebijakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode menghimpun data-data serta informasi baru yang lebih berfokus pada pemeriksaan informasi yang telah dikumpulkan. Penulis juga menggunakan literatur seperti data-data valid di internet, jurnal, buku, serta wawancara terhadap sumber yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak menimbulkan pro dan kontra antara pemerintah Mesuji dan juga masyarakat setempat. Dikarenakan dengan melakukan pernikahan dini maka akan berdampak pada kesehatan reproduksi, sosial, ekonomi dan juga akan timbul pada tingkat psikologi yang mana lebih tertuju pada mental mereka. Namun pada sisi positifnya dalam perspektif Islam sendiri justru diperbolehkan karena ditakutkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Identifikasi Bangunan Cagar Budaya Sebagai Media Belajar Siswa di Kota Metro Lampung Lestari, Riska Dwi; Karsiwan, Karsiwan
Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Asatiza: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/asatiza.v5i2.1752

Abstract

The purpose of this research is to identify historical places in Metro city as learning for students in developing intellectual character, increasing students' awareness of local history, integrating local history in history subjects, and using local resources as learning resources. This research is a type of descriptive qualitative research in which it is a method of collecting new data and information. Data were obtained by collecting various literature sources such as books, journals, interviews, and online research articles that are in accordance with the research problem. The results show that learning facilities are very helpful in teaching and learning activities, such as nature reserve buildings. The nature reserve building is a built structure which is composed of natural and man-made objects. So that later it can meet the needs of both walled and non-walled and roofed rooms. And students will know more about the history of cultural heritage and be able to practice it in everyday life.
Ruwat Dandang: Antara Mitos Dan Tradisi di Desa Bumirejo Kabupaten Lampung Tengah anggrani, anggun -; Karsiwan, Karsiwan
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 19, No 1: 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.19.1.23-36

Abstract

Lampung Tengah merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Lampung. Suku yang mendiami daerah Lampung Tengah ini mayoritas adalah suku Jawa. Masyarakat Jawa dikenal dengan kentalnya akan kepercayaan mistis atau juga disebut juga dalam dunia spiritual. Upacara atau ritual yang dilakukan untuk menghindarkan diri dampak yang ditimbulkan akibat kesalahan manusia dalam suku Jawa disebut dengan ruwatan. Salah satu kesalahan manusia yang diharuskan diruwat adalah ngrubuhake dandang (menjatuhkan dandang penanak nasi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna tradisi ruwatan ngrubuhake dandang dan perlengkapan yang dilakukan untuk proses ruwatan serta kaitannya dengan mitos. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di desa Bumirejo, Kabupaten Lampung Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pemanfaatan dokumen. Teknik analisa data dilakukan dengan analisis data kualitatif dengan tahapan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ruwatan ngrubuhake dandang ini bertujuan untuk membersihkan diri agar orang yang memiliki hajat terhindar dari marabahaya ataupun kesengsaraan. Prosesi dalam melakukan ruwatan menggunakan berbagai perlengkapan yang biasa disebut dengan sesajen. Nilai Budaya dalam Tradisi Ruwatan Dandang antara lain nilai kepercayaan pada Tuhan, nilai keselamatan dan kesejahteraan, nilai kepedulian dan saling membantu, nilai kesucian dan nilai kearifan lokal atau etnopedagogy. Mitos yang terkandung dalam ruwatan ngrubuhake dandang seperti anggapan bahwa apabila tidak dilakukan akan memberikan bala atau musibah pada keluarga yang meremehkan tradisi ruwatan
Identifikasi Peninggalan Bersejarah Minak Braja Selebah Sebagai Sumber Belajar IPS Anisa Mayzar; Karsiwan, Karsiwan
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 16 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jpips.v16i2.17531

Abstract

This research aims to investigate the historical heritage of Minak Braja Selebah as a social studies learning resource. By using a qualitative descriptive method the author carried out several techniques to collect data, namely by using interview methods, participant observation and literature study. From the results of research conducted by the author in the villages of Braja Luhur, Braja Mulya and Jepara Village, the results showed that Minak Braja Selebah is the oldest tribe from the formation of Braja Selebah sub-district and Way Jepara sub-district, which was first centered in the Braja Selebah area or more precisely, the government was centered in Braja Village. sublime. During the observations, several historical relics were obtained which local residents believe to be evidence of the reign of Minak Braja Selebah. Evidence of heritage found is; manuscripts, ceramic jars, ceramic plates, and tombs made from a collection of stones. The learning resources used in social studies learning cover various things in social life in society, one of which is ethnopedagogy, which views local knowledge or wisdom as a source of innovation and skills that can be used for the welfare of society. By using ethnopedagogy, social studies learning can better implement social values ​​in society.
MAKNA DAN SIMBOL TUGU PENA SEBAGAI ICON KOTA METRO Ladya Azzahra; Karsiwan
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 02 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i02.10129

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Tugu Pena sebagai ikon penting Kota Metro, yang makna dan simbolismenya belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan makna serta simbolisme Tugu Pena sebagai identitas Kota Metro, sekaligus menggali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan masyarakat sekitar, observasi langsung di kawasan Tugu Pena, serta dokumentasi dari berbagai sumber sekunder yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diverifikasi menggunakan triangulasi untuk meningkatkan validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tugu Pena memiliki lima makna utama: (1) sebagai simbol identitas Kota Metro yang mencerminkan ciri khas masyarakatnya, (2) representasi semangat belajar yang menginspirasi masyarakat untuk terus menuntut ilmu, (3) simbol kebebasan berpendapat yang mencerminkan hak warga dalam menyampaikan aspirasi, (4) dorongan untuk mengembangkan budaya literasi, seperti membaca dan menulis, yang sejalan dengan visi Kota Metro sebagai kota pendidikan, serta (5) fungsi praktis sebagai penunjang manajemen lalu lintas di pusat kota. Kesimpulannya, Tugu Pena bukan hanya berfungsi sebagai landmark Kota Metro, tetapi juga sebagai simbol identitas, semangat, dan inspirasi, yang menggambarkan nilai-nilai pendidikan, kebebasan, dan literasi yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Hal ini menjadikan Tugu Pena sebagai representasi budaya dan simbol perkembangan sosial Kota Metro. Kata Kunci: Icon Metro; Simbolisme; Tugu Pena.
HAHIWANG: DINAMIKA DAN PERKEMBANGAN TRADISI LISAN MASYARAKAT PESISIR BARAT LAMPUNG Karsiwan, Karsiwan; Retno Sari, Lisa
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 5 No 1 (2024): Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v5i1.978

Abstract

Hahiwang merupakan ungkapan suasana hati maupun jiwa dan perasaan kaum perempuan pada masyarakat Lampung Pesisir terhadap peristiwa yang terjadi, dialami dan memberikan kesan yang amat mendalam sehingga diaktualisasikan dalam bentuk ungkapan syair. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif dengan proses pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil kajian ditemukan beberapa kesimpulan tentang hahiwang sebagai tradisi lisan masyarakat Pesisir Barat, antara lain; 1) tradisi lisan hahiwang merupakan hasil produk budaya lisan masyarakat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perkembangan masyarakat Saibatin khususnya yang mendiami wilayah Pesisir Barat Lampung termasuk Krui. Hal ini tentu berdasarkan pengalaman hidup dan perkembangan masyarakatnya dalam mewariskan nilai tradisi dan budaya termasuk nilai ajaran ajaran agama, yang telah lebih dahulu tumbuh dan berkembang dalam masyarakat; 2) hahiwang memiliki beberapa fungsi dalam masyarakat seperti ungkapan ekspresi suasana hati kaum perempuan dalam menyikapi perubahan, hahiwang sebagai penjaga dan pewarisan nilai adat, hahiwang sebagai media syiar agama dan hahiwang sebagai bahasa komunikasi pada kontestasi pemilukada di wilayah Krui, Pesisir Barat Lampung.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kepekaan Sosial Siswa pada Pembelajaran IPS Kelas VIII MTs Nurul Iman Widiyani, Putri Nur; Karsiwan, Karsiwan
IJTIMAIYA: Journal of Social Science and Teaching Vol 8, No 2 (2024): IJTIMAIYA: Journal of Social Science and Teaching
Publisher : Program Studi Tadris IPS Fakultas tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/ji.v8i2.26766

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tujuan pembelajaran IPS yaitu untuk meningkatkan kepekaan sosial siswa. Meskipun demikian, fenomena menunjukkan bahwa kepekaan sosial siswa masih tergolong rendah yang dibuktikan dengan sikap individualis, kurangnya empati, dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran problem based learning terhadap kepekaan sosial siswa pada pembelajaran IPS kelas VIII MTs Nurul Iman. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experiment. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian menggunakan uji N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh nilai rata-rata (mean) N-Gain Score kelas eksperimen sebesar 77,3% dengan kategori efektif dan nilai rata-rata (mean) N-Gain Score kelas kontrol sebesar 68,9% dengan kategori cukup efektif sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima sedangkan hipotesis nol (H0) ditolak yang berarti model pembelajaran problem based learning efektif terhadap peningkatan kepekaan sosial siswa pada pembelajaran IPS. Dengan demikian, model pembelajaran problem based learning mampu membuat siswa memiliki kepekaan sosial yang baik melalui jalinan interaksi yang semakin erat dengan teman-temannya melalui pembelajaran IPS.
Analisis Perilaku Sosial Siswa Berlandaskan Perspektif Teori Bandura Bagus Riski Saputra; karsiwan
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8145

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan media sosial terhadap perilaku sosial remaja di Kelurahan Tejosari, menggunakan perspektif Teori Albert Bandura. Media sosial telah menjadi kebutuhan primer bagi remaja, dengan berbagai dampak yang ditimbulkan, baik positif maupun negatif. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini memanfaatkan observasi, wawancara, dan triangulasi data untuk memahami bagaimana remaja di Tejosari memodelkan perilaku dari teman sebaya melalui media sosial, yang kemudian memengaruhi pola komunikasi, kepercayaan diri, dan kesejahteraan mental mereka. Hasil menunjukkan bahwa remaja cenderung meniru perilaku yang dilihat, mengalami peningkatan ketergantungan pada media sosial, serta berkurangnya interaksi sosial langsung, yang mengarah pada kecanduan dan potensi perubahan karakter
Sosialisasi Materi Kearifan Lokal Dalam Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran IPS Bagi Guru di Kota Metro Lampung Karsiwan Karsiwan; Wardani Wardani; Anita Lisdiana; Atik Purwasih; Wellfarina Hamer; Lisa Retno Sari
MALAQBIQ Vol. 2 No. 1 (2023): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v2i1.513

Abstract

Pemberlakuan kurikulum merdeka telah menimbulkan ruang dan semangat perubahan pada setiap aspek pendidikan di Indonesia sekaligus permasalahan pelaksanaannya karena minimnya sosialisasi, penguatan dan pendampingan dalam praktek pelaksananaanya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginformasikan kurikulum merdeka bagi guru IPS di Kota Metro sekaligus sarana sosialisasi tema kearifan lokal Lampung sebagai suplemen pembelajaran IPS. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini berupa sosialisasi dan pendampingan penyusunan materi Kearifan Lokal dalam pembelajaran IPS dan pentingnya penguatan materi IPS dalam rangka implementasi kurikulum merdeka belajar. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari secara langsung, dan 1 bulan secara tidak langsung dala bentuk penugasan dan bimbingan dengan melibatkan 10 guru IPS di Kota Metro. Hasil dan ketercapaian pada kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi 1) guru IPS semakin memahami arah kebijakan dan pelaksanaan kurikulum merdeka, 2) kesesuaian materi IPS dengan tema profil P5 dalam kurikulum merdeka khususnya tema kearifan lokal, 3) potensi dan aplikasi tema kearifan lokal dalam pembelajarn IPS di SMP. Kegiatan pengabdian masyarakat ini perlu untuk digalakkan mengingat kurikulum merdeka masih memerlukan sosialisasi, penguatan dan pendampingan kepada guru-guru sebagai garda terdepan dalam implementasi suatu kebijakan pemerintah. Selain itu, isu kearifan lokal sebagai salah satu tema luaran pembelajaran perlu untuk terus digali, dan disebarluaskan agar lebih mudah untuk diaktualisasikan dalam proses pembelajaran sehingga warisan budaya bangsa tetap terjaga dan lestari.
The uniqueness of the pepaccur tradition in strengthening social ties in Lampung Pratiwi, Nisa; Karsiwan, Karsiwan; Ingle, Poonam
AL MA'ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya Vol 7 No 1 (2025): Al Ma'arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya
Publisher : Program Studi Tadris IPS Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaarief.v7i1.11741

Abstract

As cultural homogenization grows and local identities begin to fade, preserving oral traditions plays a more vital role in keeping communities connected. This study aims to examine the uniqueness and relevance of the pepaccur tradition in strengthening social ties within the Lampung community. This research employs a qualitative methodology with an ethnographic approach. Data were gathered through participatory observation, in-depth interviews with traditional practitioners, and a review of relevant literature. The analysis was conducted using interactive analysis techniques to explore the symbolic meanings and social functions embedded in the tradition. The findings indicate that pepaccur serves not only as a medium of customary communication but also as a unifying instrument that bridges diverse social groups through shared values, mutual respect, and cooperation. These findings have implications for social science education by highlighting the pedagogical value of integrating local traditions to promote understanding of social cohesion, identity, and cultural sustainability. The novelty of this study lies in its focus on pepaccur as a culturally embedded practice that contributes to the theoretical and practical discourse on local wisdom as a foundation for social harmony in multicultural settings.
Co-Authors Adelia Azzahra Aditya Wibowo anggrani, anggun - Anisa Mayzar Anita Lisdiana Anita Lisdiana Anita Lisdiana Apri Wahyudi Arum Ramadhani, Sekar Atik Purwasih Atik Purwasih Azahra, Fauzia Azzahra, Ladya Bagus Riski Saputra Berchah Pitoewas Bibit Suranti Chintia Eka Rahmadani Citra Ayyuhda Dena Alinda Dewi Ratnawati Dian Permata Sari Endang Indika Yustina Febby Rullya Rasyid Fitri Sari Fitriani, Lutfia Gaya Mentari Hidayat Mohamad Wahyu Hotman Hotman Ingle, Poonam Kisno Ladya Azzahra Lestari, Riska Dwi Lian Ferliana Linda Nurlatifah Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retnosari Lisdiana, Anita Lusi Handayani M Akmal Nur Pasha M. Sa'i Maya Sari Maya Sari Mila Rosita Putri Mohamad Wahyu Hidayat Mudinillah, Adam Muhammad Mujib Baidhowi Nabita Deassy Sabilla Nadya Yulfiani Nadya Yulfiani Novi Eka Rahmawati Patminingsih, Astuti Pratiwi, Nisa Pujiati Pujiati Rahmat Hidayat Ratna Sari Retno Sari, Lisa Rifda Shofhatunnaja Rima Yuni Saputri Rita Oktaviani Rufaidah Rufaidah Sarah Ayu Ramadhani Sari, Lisa Retno Sekar Arum Ramadhani Septian Trijayanto Septiyana Septiyana Sri Handayana Srinatin Srinatin Suranti, Bibit Suryadi Suryadi Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma Tubagus Ali Rahman Puja Kusuma Tusriyanto Tusriyanto tusriyanto tusriyanto Tusriyanto Tusriyanto Wakidi Wakidi Wardani Wardani Wardani Wardani Wellfarina Hamer Widiyani, Putri Nur Yudiyanto Yudiyanto Yunisca M.Pd S.Pd Nurmalisa Zainul Muklis