p-Index From 2021 - 2026
7.288
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Humano: Research Journal Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Panggung Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Asatiza: Jurnal Pendidikan Ijtimaiya : Journal of Social Science and Teaching AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA Aceh Anthropological Journal CENDERAWASIH: Jurnal Antropologi Papua Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Poros Onim Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) JURNAL PENDIDIKAN IPS PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Journal of Islamic History Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Social Pedagogy: Journal of Social Science Education Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Balale' : Jurnal Antropologi Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Purbawidya: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi MENTARI : Journal Of Islamic Primary School Tamaddun: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Malaqbiq : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Digital Learning, Social Science, and Life-course Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Cerita Rakyat Lampung (Study Cerita Rakyat Lampung Sang Kabelah Dan Khadin Tegal) Dalam Perspektif Islam M Akmal Nur Pasha; Karsiwan Karsiwan
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 1 No 1 (2020): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.433 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v1i1.2160

Abstract

Tujuan Penelitian untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter pada cerita rakyat Lampung yang berjudul Sang Kabelah dan khadin tegal dalam penelitian ini penulis menunakan metodo kualitatif. Dalam Penelitian ini penulis berfokus kepada permasalahan nilai-nilai pendidikan karakter pada cerita rakyat lampung dalam perspetif islam. Oleh karena itu, metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Jenis penelitian ini berusaha untuk mengembangkan konsep, pemahaman, dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian melalui kisah-kisah cerita rakyat banyak penanaman nilai-nilai, sebab memang cerita rakyat cenderung ada karena ia dimaksudkan untuk menyampaikan nilai-nilai tertentu. Seperti halnya pada cerita rakyat lampung yang berjudul khadin tegal untuk menanamkan nilai bertanggung jawab dan pada cerita sang kabelah yang dimana menanmakan nilai untuk selalu bersyukur atas apa yang diberika tuhan Yang Maha Esa. Dalam ajaran agama islam juga memrintahkan kita untuk selalu bersyukur dan bertanggung jawab. Kata kunci: Nilai, Islam, Pendidikan Karakter, Cerita Rakyat, Lampung
Sepenggal Pemikiran John Dewey Tentang Demokrasi Tusriyanto Tusriyanto; Karsiwan Karsiwan
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 2 No 2 (2021): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.84 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v3i1.4321

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan pemikiran Dewey tentang demokrasi bahwasanya tingginya partisipasi rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka dapat mendorong pada terwujudnya pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Pemerintahan yang demikian merupakan pemerintah yang demokratis, kedekatan dengan rakyat akan menjadi perekat bangsa. Sedangkan pentingnya pendidikan demokrasi antara lain dapat dilihat dari nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi. Nilai nilai demokrasi dipercaya akan membawa kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik dalam semangat egalitarian dibandingkan idiologi non-demokrasi.
TOPONIMI DAERAH METRO SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SEKOLAH Lisa Retno Sari; Karsiwan Karsiwan
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 3 No 1 (2022): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.68 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v3i1.4865

Abstract

Pemberian nama atau lokasi pada suatu tempat merupakan suatu tinggalan peradaban manusia yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan suatu wilayah. Kesan terhadap suatu tempat bagi manusia begitu mendalam sehingga penamaan suatu tempat seringkali memiliki nilai-nilai yang perlu dilestarikan keberadaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisir nilai sejarah dan budaya yang ada pada toponimi daerah kota Metro dan sekitarnya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa Toponimi kota metro memiliki karakteristik yang unik, khas dan menarik untuk dikaji sebagai sarana penguat dalam proses belajar. Keunikan yang ditimbulkan merupakan sarana dalam mendukung pembelajaran berbasis lingkungan sehingga proses belajar peserta didik menjadi lebih menarik, menyenangkan dan menantang. Adapun pola toponimi wilayah di kota Metro memiliki dua (2) karakteristik utama yaitu: 1) Penamaan lokasi berdasarkan lokasi asal penduduk; 2) Penamaan lokasi berdasarkan pemetaan pemerintah kolonial Belanda dalam bentuk beddeng angka saat membuka daerah Metro. Materi IPS di sekolah lebih memiliki kekuatan, dan memberikan penguatan kemampuan keterampilan sosial peserta didik seperti keterampilan bertanya, bersikap, bernalar kritis, dan tentunya menyikapi setiap persoalan selama proses belajar peserta didik sehingga memiliki kebermaknaan, dan keterkaiatan langsung dengan kejadian atau peristiwa di lingkungan tinggalnya. Penguatan dan penambahan materi IPS dengan menggunakan, memanfaatkan, dan memfasilitasi peserta didik untuk belajar, mengenal, dan menginternalisasikan nilai-nilai sejarah dan budaya di lingkungan melalui proses belajar. Sehingga pada akhirnya pelajaran IPS dengan demikian diharapkan mampu merangsang peserta didik untuk belajar, berkreasi dan berkarya dalam melestarikan nilai sejarah dan budaya di lingkungan sebagai penguatan karakter peserta didik.
Analisis Perilaku Siswa Dalam Proses Belajar Mata Pelajaran IPS Yang Mengalami Broken Home Di SMPN 1 Seputih Surabaya Aditya Wibowo; Linda Nurlatifah; Rifda Shofhatunnaja; Zainul Muklis; Karsiwan Karsiwan
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 2 No 2 (2021): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.568 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v3i1.4322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Perilaku Siswa Dalam Proses Belajar Mata Pelajaran Ips Yang Mengalami Broken Home Di Smpn 1 Seputih Surabaya. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam jurnal ini adalah tehnik dokumentasi serta menggukan metode penelitian kepustakaan. Serta teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Dari hasil peneitian dan analisis bahwa broken home” biasanya digunakan untuk menggambarkan keluarga yang berantakan akibat orangtua tak lagi peduli dengan situasi dan keadaan keluarga serta anaknya di rumah. Orangtua tidak lagi perhatian terhadap anak-anaknya, baik masalah di rumah, sekolah, sampai pada perkembangan pergaulan di masyarakat. Broken home bisa juga diartikan dengan kondisi keluarga yang tidak harmonis dan ridak berjalan layaknya keluarga yang rukun, damai, dan sejahtera karena sering terjadi keributan serta perselisihan yang menyebabkan pertengkaran dan berakhir pada perceraian. Bahwa siswa yang mengalami keluarga broken home mengalami perubahan kebiasaan belajar dari beberapa aspek yaitu mempersiapkan semua keperluan study pada malam harinya sebelum berangkat ke sekolah, selalu berusaha senantiasa hadir di kelas sebelum pelajaran dimulai
PENDAMPINGAN PENGUATAN KAPASITAS PELAKU BUDAYA JALUR REMPAH DI LAMPUNG Karsiwan
Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.785 KB) | DOI: 10.32665/mafaza.v2i1.460

Abstract

The Spice Route is a spice trade route in the archipelago and leaves traces of civilization heritage, including in the Lampung region. Assistance in strengthening the capacity of the Spice Route cultural actors is carried out in order to support the government's efforts to propose the Spice Route as an intangible cultural heritage by Unesco. interest in the history of the spice route in the Southern Sumatra region, especially the Lampung area. In addition, mentoring activities to strengthen the capacity of the cultural actors of the spice route are also intended as a promotion and socialization of the existence of the spice route in Lampung to cultural actors from outside Lampung. The partners for this service are the Directorate of Cultural Protection, Kemendikbudristek, the Education and Culture Offices of West Lampung and East Lampung Regencies, students and history teachers in Jakarta, Bandung and Banten. The method of devotion is a direct mentoring method to the perpetrators of the spice path culture. The results of the service were the recording of spice knots in the Lampung area, especially in Bandar Lampung with the location of the spice route in the form of Panjang port and Jami Al Anwar Mosque. For the East Lampung area, it is located at the Pugung Rahardjo Archaeological Site and the remains of the Sultanate of Banten in Lampung in the form of the Dalung Charter which supports the existence of pepper plantations. West Lampung is located at Wisma Sindalapai, Tomb of King Selalau, Lamban Pesagi, Dalom Belunguh Building. Lampung as a spice-producing area that has close relations with the spice route, especially with the Sultanate of Banten can be information that provides an illustration that Lampung was once a spice-producing center and had an important role in the spice trade node in the region that connected the West and East. Archipelago.
SAGATA SEBAGAI IDENTITAS TRADISI LISAN MASYARAKAT LAMPUNG Karsiwan Karsiwan; Lisa Retno Sari; Adelia Azzahra
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v8i2.250

Abstract

Sagata merupakan warisan budaya masyarakat Lampung berbentuk tradisi lisan. Sagata secara umum memiliki bentuk seperti pantun atau puisi dan dilantunkan dalam komunikasi dan interaksi baik antarindividu maupun antarkelompok, dan tak jarang sebagai pelengkap prosesi adat-istiadat masyarakat Lampung Pesisir. Penelitian ini mendeskripsikan sagata sebagai identitas budaya berbentuk tradisi lisan pada masyarakat Lampung Pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1) tradisi lisan sagata sebagai bagian integral hasil budaya masyarakat Lampung Pesisir, tidak dapat dilepaskan dari pengaruh ajaran agama, nilai, dan norma yang berkembang dalam masyarakat yang hidup danberkembang pada masyarakat khususnya Lampung Pesisir; 2) sagata memiliki beberapa bentuk, yakni Sagata Sanak Ngebabang (pantun anak-anak), sagata buhaga (pantun percintaan), c) sagata nangguh (pantun membuka atau menutup kegiatan), d) sagata lalagaan (pantun berolok-olok atau kocak), e) sagata nyindekh (pantun sindiran), dan f) sagata hahiwang (pantun duka cita), dan 3) sagata masih dijumpai sebagai pelengkap pada upacara sakral seperti upacara pernikahan, acara muli mekhanai, khitanan sebagai media memberi nasihat, amanat, dan pesan kehidupan.
JEJAK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN LADA MASA KESULTANAN BANTEN DI LAMPUNG Karsiwan Karsiwan; Lisa Retno Sari; Tusriyanto Tusriyanto
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v8i2.14986

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jejak pertumbuhan dan perkembangan lada di Lampung di bawah pengaruh Kesultanan Banten sejak abad ke XVII hingga XVIII. Metode penelitian yang digunakan ialah metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena menggunakan sumber dari data hasil tinjauan pustaka dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengumpulan data diperoleh hasil penelitian bahwa pertumbuhan lada hitam tersebar diberbagai wilayah di Lampung seperti di kawasan Timur, Barat, Selatan dan Utara Lampung. Perkembangan penanaman lada di Lampung tidak terlepas dari perjanjianantara Kesultanan Banten dengan para pemimpin kebuayaan di Lampung melalui prasasti atau piagam perjanjian. Adapun piagam perjanjian itu antara lainpiagam dalung Bojong untuk daerah Lampung Timur, piagam Rajabasa untuk daerah Lampung Selatan, piagam Sukau untuk daerah Pesisir Lampung Barat.
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di Lampung Karsiwan Karsiwan; Lisa Retnosari; Anita Lisdiana; Wellfarina Hamer
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 4 No 1 (2023): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v4i1.6612

Abstract

Kearifan lokal merupakan beragam pengetahuan, tradisi baik lisan maupun tulisan, keterampilan, kecerdasan, proses dan dinamika sosial, ajaran, tradisi, nilai dan norma, dan adat istiadat lokal yang terdapat dalam suatu masyarakat. Kearifan lokal Lampung merupakan nilai-nilai luhur budaya yang bersumber dari falsafah hidup orang Lampung. Tujuan dari penelitian ini ialah bagaimana penguatan pendidikan karakter melalui materi IPS dengan menambahkan muatan materi kearifan lokal yang sesuai dengan tema-tema yang terdapat pada mata pelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah literature review dengan menyandingkan materi IPS dengan nilai kearifan lokal Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penguatan pendidikan karakter dapat dilakukan dengan mengintegrasikan muatan kearifan lokal dengan materi IPS yang tersedia, 2) integrasi muatan materi kearifan lokal dimungkinkan dengan memberikan penguatan materi IPS dengan lingkungan sosial, nilai sejarah dan budaya sehingga menjadikan pelajaran menjadi nyata dan lebih bermakna bagi peserta didik, dan 3) penambahan muatan kearifan lokal pada mata pelajaran IPS mampu memberikan penguatan pendidikan karakter pada diri peserta didik sehingga semakin meneguhkan dan menguatkan identitas peserta didik yang berkarakter.
Eksistensi Permainan Tradisional Tamtam Buku dalam Membentuk Keterampilan Sosial Ratnawati, Dewi; Karsiwan, Karsiwan
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i1.15874

Abstract

Social skills can be explained as a person's ability to adapt to society and get along with other people (socializing). Social skills include the ability to communicate, build relationships with other people, respect individuals and other people, give or receive input, give or receive criticism, act according to existing norms and rules, and so on. Social skills are not a person's innate ability but rather are acquired through a learning process from parents, peers and the environment. Therefore, every child must be trained and accustomed to interacting with other people from an early age so that the child will grow into a person who has maturity in thinking and acting. This research study aims to improve and develop children's social skills through book tamtam games and to preserve traditional games by making them a learning medium in schools. The method used in this research is qualitative, data collection through interviews, observation and documentation notes. Research findings show that book tamtam games are still quite popular among elementary school students. This game is used as a learning medium in scout activities as a place for interaction and socialization between peers, teachers and those at the place where they study. In this paper, it is revealed that the book tamtam game is able to improve children's social skills in various aspects such as children's interpersonal behavior, behavior related to themselves, behavior related to academic success, peer acceptance, and communication skills.Abstrak: Keterampilan sosial dapat dijelaskan sebagai kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan masyarakat dan bergaul dengan orang lain (bersosialisasi). Keterampilan sosial meliputi kemampuan berkomunikasi, membina hubungan dengan orang lain, menghargai individu dan orang lain, memberi atau menerima masukan, memberi atau menerima kritik, bertindak sesuai norma dan aturan yang ada, dan lain-lain. Keterampilan sosial bukanlah kemampuan bawaan seseorang melainkan diperoleh melalui proses belajar dari orang tua, teman sebaya, dan lingkungan. Oleh karena itu setiap anak harus dilatih dan dibiasakan untuk bergaul dengan orang lain sejak dini sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mempunyai kematangan dalam berpikir dan bertindak. Kajian ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan keterampilan sosial anak melalui permainan tamtam buku serta untuk melestarikan permainan tradisional dengan cara menjadikannya sebagai media pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan catatan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa permainan tamtam buku masih cukup eksis di kalangan siswa sekolah dasar. Permainan ini dijadikan sebagai media pembelajaran dalam kegiatan pramuka sebagai ajang berinteraksi dan bersosialisasi antara teman sebaya, guru, dan pihak yang ada di tempat mereka belajar. Di dalam tulisan ini mengungkapkan bahwa permainan tamtam buku mampu meningkatkan keterampilan sosial anak dalam berbagai aspek seperti perilaku interpersonal anak, perilaku berhubungan dengan diri sendiri, perilaku berhubungan dengan keberhasilan akademis, penerimaan teman sebaya, dan keterampilan komunikasi.
Membentuk Karakter Pemuda melalui Pencak Silat Sekinci-Kinci Suranti, Bibit; Karsiwan, Karsiwan
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i1.15974

Abstract

The increasing tide of globalization penetrating Indonesia is having an impact on the erosion of the moral character of Indonesian youth. Globalization causes between nations in the world to no longer have a boundary wall, so that information, culture, and negative impacts from other countries easily enter Indonesia. The character of Indonesian youth, which should be based on Pancasila and the Constitution as the identity of the nation, has been replaced by characters that should not be such as hedonism, capitalism and individualism. Pencak silat is a typical Indonesian culture that can be used as a means of building the character of the nation's youth. Pencak Silat training, incorporating both spiritual and physical elements, aims to cultivate individuals with civility and good character. Qualitative research is applied to this research by utilizing a number of data sources from interviews, documentation, internet content, literature reviews, and observations. The results of this study can be concluded if the character of the youth can be formed through the practice of pencak silat sekinci-kinci based on art, martial arts, sports, brotherhood, and spiritual. Meanwhile, the characters that can be formed in young people are such as, love of the country, love of local culture, simple, confident, polite and polite. Harmonization of the concept of youth character building with the aim of pencak silat sekinci-kinci, namely; Maintaining kinship, solidarity, mutual love and nurturing within the framework of the unity of the Indonesian nation based on the teachings of Islam, Pancasila and the 1945 Constitution.Abstrak: Arus globalisasi yang semakin meningkat berdampak pada terkikisnya karakter moral yang dimiliki para pemuda Indonesia. Globalisasi menyebabkan antar bangsa di dunia tidak lagi memiliki dinding pembatas, sehingga informasi, budaya, serta dampak negatif dari negara lain mudah masuk ke Indonesia. Karakter pemuda Indonesia yang seharusnya berdasarkan Pancasila dan UUD sebagai identitas jati diri bangsa telah beralih dengan karakter yang tidak seharusnya seperti hedonisme, individualis, dan kapitalisme. Pencak silat ialah kebudayaan khas Indonesia yang dapat dijadikan sebagai sarana pembentukan karakter pemuda bangsa. Unsur rohani serta jasmani yang terkandung pada latihan pencak silat diharapkan dapat melahirkan individu yang beradab dan berkarakter baik. Penelitian kualitatif diterapkan pada penelitian ini dengan memanfaatkan sejumlah sumber data dari hasil wawancara, dokumentasi, konten internet, tinjauan pustaka, serta observasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan jika karakter para pemuda bisa dibentuk melalui latihan Pencak Silat Sekinci-kinci berdasarkan pada kesenian, bela diri, olahraga, persaudaraan, serta spiritual. Sementara karakter yang dapat terbentuk di dalam diri pemuda yakni seperti, cinta tanah air, cinta kebudayaan lokal, sederhana, percaya diri, sopan dan santun. Harmonisasi konsep pembentukan karakter pemuda dengan tujuan Pencak Silat Sekinci-kinci yakni; menjaga kekeluargaan, kesetiakawanan, saling asah asih dan asuh dalam kerangka persatuan bangsa indonesia berdasarkan ajaran islam, pancasila dan UUD 1945. 
Co-Authors Adelia Azzahra Aditya Wibowo anggrani, anggun - Anisa Mayzar Anita Lisdiana Anita Lisdiana Anita Lisdiana Apri Wahyudi Arum Ramadhani, Sekar Atik Purwasih Atik Purwasih Azahra, Fauzia Azzahra, Ladya Bagus Riski Saputra Berchah Pitoewas Bibit Suranti Chintia Eka Rahmadani Citra Ayyuhda Dena Alinda Dewi Ratnawati Dian Permata Sari Endang Indika Yustina Febby Rullya Rasyid Fitri Sari Fitriani, Lutfia Gaya Mentari Hidayat Mohamad Wahyu Hotman Hotman Ingle, Poonam Kisno Ladya Azzahra Lestari, Riska Dwi Lian Ferliana Linda Nurlatifah Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retnosari Lisdiana, Anita Lusi Handayani M Akmal Nur Pasha M. Sa'i Maya Sari Maya Sari Mila Rosita Putri Mohamad Wahyu Hidayat Mudinillah, Adam Muhammad Mujib Baidhowi Nabita Deassy Sabilla Nadya Yulfiani Nadya Yulfiani Novi Eka Rahmawati Patminingsih, Astuti Pratiwi, Nisa Pujiati Pujiati Rahmat Hidayat Ratna Sari Retno Sari, Lisa Rifda Shofhatunnaja Rima Yuni Saputri Rita Oktaviani Rufaidah Rufaidah Sarah Ayu Ramadhani Sari, Lisa Retno Sekar Arum Ramadhani Septian Trijayanto Septiyana Septiyana Sri Handayana Srinatin Srinatin Suranti, Bibit Suryadi Suryadi Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma Tubagus Ali Rahman Puja Kusuma tusriyanto tusriyanto Tusriyanto Tusriyanto Tusriyanto Tusriyanto Wakidi Wakidi Wardani Wardani Wardani Wardani Wellfarina Hamer Widiyani, Putri Nur Yudiyanto Yudiyanto Yunisca M.Pd S.Pd Nurmalisa Zainul Muklis