p-Index From 2021 - 2026
7.288
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Humano: Research Journal Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Panggung Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Asatiza: Jurnal Pendidikan Ijtimaiya : Journal of Social Science and Teaching AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA Aceh Anthropological Journal CENDERAWASIH: Jurnal Antropologi Papua Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Poros Onim Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) JURNAL PENDIDIKAN IPS PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Journal of Islamic History Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Social Pedagogy: Journal of Social Science Education Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Balale' : Jurnal Antropologi Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Purbawidya: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi MENTARI : Journal Of Islamic Primary School Tamaddun: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Malaqbiq : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Digital Learning, Social Science, and Life-course Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Sedekah Laut Sebagai Tradisi dan Nilai Budaya Masyarakat Dente Teladas Di Hulu Way Tulang Bawang Lisa Retno Sari; Karsiwan Karsiwan; Septiyana Septiyana
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v2i3.127

Abstract

Sedekah Laut merupakan ritual budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat pesisir di Kampung Kuala Teladas, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang. Tradisi ini tidak hanya sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut, tetapi juga memperkuat nilai sosial dan budaya yang diwariskan lintas generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan perubahan dalam pelaksanaan Sedekah Laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mengalami tantangan akibat modernisasi dan perubahan lingkungan, tradisi ini tetap bertahan dan memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat pesisir. Upaya pelestarian Sedekah Laut perlu mengadaptasi strategi yang menekankan pendidikan budaya dan kesadaran lingkungan. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai praktik budaya pesisir serta rekomendasi untuk mempertahankan tradisi lokal di tengah perubahan zaman
Tradisi Malam Satu Suro Dalam Perespektif Hukum Islam di Desa Sambikarto Mila Rosita Putri; Karsiwan; Lisa Retno Sari
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v2i3.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Tradisi Malam Satu Suro dalam Perspektif Hukum Islam di Desa Sambikarto, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Tradisi ini memiliki makna budaya dan religius yang mendalam serta mencerminkan akulturasi antara nilai-nilai Islam dan budaya Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tradisi ini mengandung nilai-nilai sosial dan spiritual yang positif, terdapat perbedaan pandangan dalam perspektif hukum Islam. Sebagian ulama mengkritisi unsur budaya lokal yang dianggap tidak sesuai dengan tauhid, sementara ulama moderat menerima tradisi ini sebagai kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan syariah. Dinamika pemahaman agama ini menunjukkan fleksibilitas syariah dalam menghadapi tradisi lokal. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi peran generasi muda dalam melestarikan tradisi ini di tengah modernisasi
Dam Swadaya sebagai Bangunan Bersejarah dan Sumber Pemanfaatan Sosial Masyarakat Gondang Rejo Sekar Arum Ramadhani; Karsiwan; Lisa Retno Sari
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v3i1.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejarah pembangunan dan pemanfaatan Dam Swadaya 1952 yang terletak di Desa Gondang Rejo, Lampung Timur. Bendungan ini merupakan infrastruktur peninggalan masa kolonial yang awalnya dibangun untuk mengatur aliran air guna menunjang sistem irigasi pertanian lokaliterasin fungsinya sebagai penyalur air ke lahan persawahan, Dam Swadaya pernah dimanfaatkan sebagai kawasan rekreasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bendungan ini tidak hanya bernilai fungsional, tetapi juga menyimpan potensi edukatif sebagai sumber belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), khususnya pada tema sejarah kolonialisme dan pengaruh kedatangan bangsa Barat di Indonesia. Pemanfaatan Dam Swadaya dalam konteks pendidikan dan pelestarian warisan budaya lokal perlu digali lebih lanjut untuk mendukung penguatan identitas dan literasi sejarah masyarakat sekitar
Traditional Game “Pukang” as a Medium for Social Interaction: A Case Study in Balerejo Village, Lampung Dena Alinda; Karsiwan; Lisa Retno Sari
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v3i2.195

Abstract

Purpose –This study explores the role of Pukang, a traditional spinning game from Lampung, as a medium for social interaction and cultural preservation within the multicultural community of Balerejo Village, East Lampung. It addresses the declining presence of traditional games due to digital entertainment and emphasizes their continued social and educational relevance. Design/methods/approach – Using a qualitative case study approach, data were gathered through in-depth interviews with three key informants, direct observation of social interactions during Pukang play, and supporting documentation. The data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model to interpret the social meaning embedded in the game. Findings – The findings reveal that Pukang serves as a platform for intergenerational and cross-status social interaction, fosters healthy competition while nurturing social solidarity, and functions as an instrument for preserving local cultural heritage imbued with educational and social character values. Despite challenges posed by modernization and digital entertainment, Pukang remains relevant as an effective medium for social bonding and offers significant potential for integration into social education curricula that emphasize local wisdom and community engagement. Research implications/limitations – While offering insight into local wisdom-based education, the study is limited to one village and a small sample. Broader studies are recommended to assess the game's integration into formal education and its appeal to younger digital-native generations.
Satu Dasawarsa Pendidikan di Desa Wonokarto Sekampung Lampung Timur 1941-1951 Nadya Yulfiani; Karsiwan Karsiwan
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 2 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/ment.v2i2.1447

Abstract

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan pada masa kolonial Belanda di Desa Wonokarto dan perkembangan pendidikan pada masa kemerdekaan Desa Wonokarto. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sejarah yang berfokus pada penelitian masa lalu dan masa sekarang, termasuk sejarah tokoh biografi dan hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat yang dapat ditelusuri berdasarkan data sejarah masa lalu. Pendekatan historis juga dilakukan dengan konteks sosial dan modern untuk mendapatkan kaitan kronologis dengan tema yang dikaji. Sejarah pada suatu daerah tentu berbeda-beda, seperti didesa Wonokarto. Pada zaman kolonisasi tahun 1941 orang-orang wonogiri dan surakarta melakukan migrasi dari jawa ke sumatra tepatnya di provinsi lampung lalu menetap dan membangun desa Wonokarto pada 31 maret 1941. Pendidikan didesa Wonokarto yaitu pada tahun 1941 kolonial Belanda membangun Sekolah Rakyat. Latar belakang didirikan Sekolah Rakyat tersebut yaitu untuk mencerdaskan anak-anak transkolonial sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang menerapkan potilik etis, yaitu politik balas jasa terhadap pribumi. Politik etis tersebut selain untuk program transmigrasi juga mempunyai tujuan untuk program pendidikan. Mengenai perkembangan selanjutnya berdirinya masjid pertama yaitu masjid Jami Al-Ikhlas dan beberapa taman pendidikan Al-Qur’an.
Traces of Dutch Colonial Heritage in Bekri as a Social Studies Learning Resource Nabita Deassy Sabilla; Karsiwan Karsiwan
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol. 2 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/ment.v2i4.1623

Abstract

Bekri Subdistrict is one of the subdistricts in Central Lampung that was administered by a Dutch controleur during the colonial period, assisted by an indigenous demang. This study aims to describe the remnants of the Dutch colonial period in Bekri and to provide historical insight by utilizing these remains as sources of local history learning. These historical remnants serve to remind the community of the importance of preserving and protecting cultural heritage, which must be consciously maintained for the benefit of present and future generations. The colonial remains found in Bekri include buildings, structures, sites, and cultural heritage areas, such as the facilities of PT Perkebunan Nusantara VII (palm oil plantation) and railway stations. This research employed a qualitative approach using a social survey research design based on direct human observation. Data were collected through interviews, observations, and documentation techniques.
Co-Authors Adelia Azzahra Aditya Wibowo anggrani, anggun - Anisa Mayzar Anita Lisdiana Anita Lisdiana Anita Lisdiana Apri Wahyudi Arum Ramadhani, Sekar Atik Purwasih Atik Purwasih Azahra, Fauzia Azzahra, Ladya Bagus Riski Saputra Berchah Pitoewas Bibit Suranti Chintia Eka Rahmadani Citra Ayyuhda Dena Alinda Dewi Ratnawati Dian Permata Sari Endang Indika Yustina Febby Rullya Rasyid Fitri Sari Fitriani, Lutfia Gaya Mentari Hidayat Mohamad Wahyu Hotman Hotman Ingle, Poonam Kisno Ladya Azzahra Lestari, Riska Dwi Lian Ferliana Linda Nurlatifah Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retno Sari Lisa Retnosari Lisdiana, Anita Lusi Handayani M Akmal Nur Pasha M. Sa'i Maya Sari Maya Sari Mila Rosita Putri Mohamad Wahyu Hidayat Mudinillah, Adam Muhammad Mujib Baidhowi Nabita Deassy Sabilla Nadya Yulfiani Nadya Yulfiani Novi Eka Rahmawati Patminingsih, Astuti Pratiwi, Nisa Pujiati Pujiati Rahmat Hidayat Ratna Sari Retno Sari, Lisa Rifda Shofhatunnaja Rima Yuni Saputri Rita Oktaviani Rufaidah Rufaidah Sarah Ayu Ramadhani Sari, Lisa Retno Sekar Arum Ramadhani Septian Trijayanto Septiyana Septiyana Sri Handayana Srinatin Srinatin Suranti, Bibit Suryadi Suryadi Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma Tubagus Ali Rahman Puja Kusuma Tusriyanto Tusriyanto Tusriyanto Tusriyanto tusriyanto tusriyanto Wakidi Wakidi Wardani Wardani Wardani Wardani Wellfarina Hamer Widiyani, Putri Nur Yudiyanto Yudiyanto Yunisca M.Pd S.Pd Nurmalisa Zainul Muklis