Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Marine Debris di Perairan Teluk Kendari: Sebuah Analisis Komparatif Spasial Melalui Platform Google Earth Engine (2023 vs. 2025) Yasin, Asramid
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2722

Abstract

Pencemaran sampah laut (marine debris) di perairan Teluk Kendari telah menjadi ancaman serius terhadap ekosistem pesisir dan kesehatan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memetakan, dan menganalisis sebaran serta kepadatan marine debris menggunakan citra satelit Sentinel-2 dan algoritma Floating Debris Index (FDI) dalam platform Google Earth Engine (GEE) pada periode 2023 vs. 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran debris tidak merata, dengan konsentrasi tertinggi terdeteksi di sekitar muara sungai, pelabuhan, dan area beraktivitas antropogenik tinggi. Nilai FDI berkisar antara 0,0506–0,9222 (tahun 2023) dan 0,0487–0,8085 (tahun 2025), dengan nilai maksimum masuk kategori Kelas 3 (FDI ≥ 0,3) yang mengindikasikan keberadaan macroplastic dan agregasi plastik padat. Estimasi kepadatan debris mencapai >50 g/m² di beberapa hotspot, menunjukkan akumulasi yang mengkhawatirkan dan persisten. Tidak terdapat perubahan signifikan dalam pola sebaran antara kedua tahun, mengindikasikan bahwa tekanan antropogenik dan input sampah masih berlanjut tanpa intervensi mitigasi efektif. Faktor hidrodinamika seperti arus dan angin berperan penting dalam memusatkan debris. Penelitian ini merekomendasikan strategi pengelolaan berbasis data, pemantauan rutin, pembersihan terfokus, dan penguatan kebijakan pengelolaan sampah darat. Studi lanjutan dengan resolusi tinggi dan pemodelan hidrodinamika diperlukan untuk memahami dinamika debris secara lebih komprehensif.    
Analisis Spatiotemporal Penyerapan Karbon Biru pada Aspek Kerapatan Hutan Mangrove di Teluk Kendari (2001-2023) dan (2025) Menggunakan Platform Google Earth Engine Yasin, Asramid
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2801

Abstract

Perubahan iklim global yang dipicu oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca menuntut upaya mitigasi, salah satunya melalui peningkatan penyerapan karbon oleh ekosistem blue carbon seperti mangrove. Hutan mangrove dikenal sebagai penyimpan karbon yang sangat efisien, dengan efektivitas yang bergantung pada tingkat kerapatan vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi dan memetakan sebaran hutan mangrove di Teluk Kendari periode 2025 (1 Januari–1 September 2025), (2) mengidentifikasi serta memetakan kelas kerapatan hutan mangrove berbasis NDVI untuk periode yang sama, (3) menghitung nilai serapan karbon mangrove berdasarkan kelas kerapatan periode 2001–2023, dan (4) menghitung nilai serapan karbon untuk periode 1 Januari–1 Agustus 2025. Metode penelitian menggunakan platform Google Earth Engine (GEE) untuk mengolah citra satelit Sentinel-2A dan MODIS. Kerapatan mangrove diklasifikasikan ke dalam tiga kelas (rendah, sedang, tinggi) menggunakan indeks NDVI, kemudian dikorelasikan dengan data produktivitas karbon (NPP dan GPP). Hasil penelitian menunjukkan total estimasi serapan karbon periode 2001–2023 sebesar 26.207 ton C, dengan kontribusi terbesar dari kelas kerapatan tinggi (20.083 ton C). Untuk periode Januari–Agustus 2025, estimasi serapan karbon mencapai 635,3 ton C. Analisis memperlihatkan korelasi positif yang kuat antara kerapatan mangrove dan kemampuan penyerapan karbon, dengan fluktuasi harian dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, suhu, dan kelembaban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GEE efektif untuk pemantauan jangka panjang, serta konservasi mangrove berkerapatan tinggi di Teluk Kendari sangat penting bagi strategi mitigasi perubahan iklim dan pencapaian target NDC Indonesia.
Deteksi Dini Kerentanan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Kalimantan Barat Melalui Analisis Spasio-Temporal Distribusi dan Tingkat Kekeringan Vegetasi Menggunakan Google Earth Engine (Tahun 2025) Yasin, Asramid
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3184

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan bencana tahunan dengan dampak multidimensional di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki hutan dan lahan gambut yang luas dan rentan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memanfaatkan kapabilitas Google Earth Engine (GEE) dalam memproses data satelit multi-temporal guna memetakan distribusi dan dinamika kekeringan vegetasi sebagai indikator kunci kerentanan kebakaran dengan melalui identifikasi dan memetakan wilayah hotspot (titik api) pada hutan dan lahan gambut di Kalimantan Barat tahun 2025, memetakan wilayah distribusi hotspot (titik api) pada hutan dan lahan gambut di Kalimantan Barat tahun 2025, dan memetakan kelas NDDI (Normalized Difference Drought Index) pada hutan dan lahan gambut di Kalimantan Barat tahun 2025. Metode yang digunakan memanfaatkan platform GEE untuk pemrosesan data satelit multi-temporal, termasuk data hotspot (titik api) dari MODIS/FIRMS dan citra Sentinel-2 untuk perhitungan NDDI. Hasil penelitian mengidentifikasi sebaran hotspot dengan tingkat kepercayaan bervariasi, mulai dari 61% hingga 99,93%, yang terkonsentrasi pada hutan dan lahan gambut. Analisis NDDI menunjukkan nilai hingga 0,46, yang mengindikasikan kondisi kekeringan berat pada vegetasi. Terdapat korelasi yang kuat antara nilai NDDI tinggi dan probabilitas hotspot yang mencapai 90,96%, mengonfirmasi hutan dan lahan gambut mengalami dehidrasi merupakan zona rawan kebakaran tertinggi. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi data penginderaan jauh melalui GEE dan penerapan NDDI efektif untuk memetakan kerentanan kebakaran secara spasial dan temporal. Temuan ini memberikan dasar kuat bagi pengembangan sistem peringatan dini yang akurat dan responsif, sehingga mendukung upaya pencegahan dan mitigasi karhutla yang lebih efektif di masa mendatang untuk meminimalkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi.
PENERAPAN TEKNOLOGI FILTRASI AIR SEDERHANA UNTUK RUMAH TANGGA Yasin, Asramid; Putri, Amelia Retno Eka; Rosikah, Rosikah; Muslimin, Kasman; Pratiwi, Dewi Indah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32570

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan masalah krusial yang dihadapi banyak rumah tangga, terutama di daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan penyediaan air bersih. Masalah ini mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi filtrasi air sederhana yang dapat diterapkan di rumah tangga. Teknologi ini menggunakan bahan alami seperti pasir, arang, dan batu kerikil untuk menyaring kotoran dan kontaminan dari air. Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom pada tanggal 11 Juni 2024 dengan partisipasi 29 orang dari berbagai kalangan. Metode kegiatan meliputi persiapan dan perencanaan, penyusunan materi dan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menerapkan teknologi filtrasi air sederhana. Selain itu, kesadaran peserta tentang pentingnya kualitas air bersih juga meningkat, dan terbentuk komunitas daring untuk berbagi pengalaman dan informasi. Kesimpulannya, teknologi filtrasi air sederhana merupakan solusi praktis dan terjangkau untuk meningkatkan kualitas air rumah tangga. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
Peningkatan Literasi Digital dan Analisis Data UMKM Melalui Pelatihan SPSS bagi Wirausaha Muda Nayla Desviona; Marwah Masruroh; Lizabeth Sari Dewi; Asramid Yasin
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i2.5815

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are the backbone of the national economy that continues to show significant growth, especially among the younger generation. The high entrepreneurial spirit encourages many generations to start businesses with creative ideas that are relevant to the times. However, behind the growth of MSMEs, there are still many challenges that must be faced by business actors. One of the main challenges is the lack of ability to manage and analyze data systematically. This community service activity aims to improve the digital literacy and data analysis skills of MSME players, especially the younger generation who are starting a business by utilizing SPSS as an analysis tool. Through practice-based training conducted online through Zoom Meeting involving 40 participants from the younger generation who are starting a business on February 15, 2025. The results of this service showed that participants not only gained a theoretical understanding of the importance of data analysis in making business decisions, but also basic technical skills in operating SPSS. This shows that digital practice-based training has a significant impact in improving their readiness to apply SPSS in managing their business and the competitiveness of MSMEs. Thus, this activity is not only an educational event, but also triggers awareness of the importance of a data-driven approach in dealing with market dynamics.
HYDROLOGICAL ANALYSIS OF EACH LAND USE IN THE JOMPI RIVER WATERSHED, MUNA REGENCY Zainun, Mariana; Yasin, Asramid; Hasani, Umar Ode; Sudia, La Baco; Fauzi, La Ode Muhammad Rizal
MSJ : Majority Science Journal Vol. 3 No. 4 (2025): MSJ-November
Publisher : PT. Hafasy Dwi Nawasena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61942/msj.v3i4.499

Abstract

This study analyzes the variation of infiltration rates across different land-use types in the upper watershed of the Jompi River Basin, Muna Regency, as an effort to understand hydrological responses to land-use change. Forest ecosystems play a crucial role in regulating water balance through enhanced soil porosity and organic matter accumulation, whereas land conversion often reduces infiltration capacity and increases surface runoff. Using a quantitative cross-sectional design, field measurements were conducted from August to October 2023 on four dominant land-use categories forest, agriculture, plantation, and settlement. Infiltration was measured using a double ring infiltrometer, while soil physical properties were analyzed through laboratory testing. The results indicate substantial variation in infiltration rates: plantations recorded the highest average value at 24.23 cm/hour, followed by secondary forest at 22.38 cm/hour, settlements at 19.23 cm/hour, and agricultural land at 16.59 cm/hour. These differences are strongly influenced by soil texture, organic matter, and porosity conditions. The findings demonstrate that land-use changes significantly alter soil hydrological behavior, highlighting the need for sustainable watershed management strategies. Further research is recommended to incorporate additional soil parameters such as permeability and to employ alternative infiltration models and rainfall simulators for improved measurement accuracy
Evaluation of Environmental Sanitation in Laino Central Market Operations: Assessing Compliance with Health Standards in Raha City Vifi Febriani; Ridwan Adi Surya; La Ode Ahmad Nur Ramadhan; La Ode Midi; Asramid Yasin; Wa Ode Hastiani Fahidu
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 3 (2025): November : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i3.5735

Abstract

Sanitation issues are critical and need to be addressed by all parties, as they are closely linked to public health. Sanitation refers to efforts aimed at preventing disease by eliminating or controlling environmental factors that contribute to disease transmission. One of the public service facilities that must organize proper sanitation is the public market. This study aims to evaluate the environmental sanitation of Sentral Laino Market in Raha City. The research utilizes a quantitative descriptive analysis method to assess various parameters of the market’s sanitation. A total of 14 parameters were measured based on the Regulation of the Indonesian Minister of Health No. 17 of 2020. The parameters and their respective values are as follows: Market Building (75%), Stall Building (63%), Waste Disposal (60%), Sewage and Drainage (57%), Toilets (88%), Clean Water (83%), Food and Foodstuff Sales Places (57%), Control of Disease Transmitting Animals (33%), Market Security (50%), Lighting, Temperature and Humidity (100%), Hand Washing Places (50%), Parking Places (75%), Traders/Employees (40%), and Visitors/Buyers (25%). Among the 14 components assessed, 5 components met the required standards, while 9 components did not meet the eligibility criteria. The overall category value, based on the “yes” answers from all the components, totaled 56 points (60%). According to the Regulation of the Indonesian Minister of Health No. 17 of 2020 concerning Healthy Markets, a market is considered eligible if the total score reaches ≥70%. Therefore, the Sentral Laino Market does not meet the standards for a healthy market. This study highlights the need for significant improvements in various aspects of the market’s sanitation to ensure public health and safety. It is crucial for local authorities and stakeholders to address these sanitation challenges to create a healthier environment for both traders and consumers.
Evaluasi Pelaksanaan Standar Sekolah Sehat dan Sekolah Aman di SDN 78 Kendari Qadri, Muhammad Saleh; Yasin, Asramid; Cahyani, Wa Ode Siti Aisyah Nur; Sariwaty, Wa Ode Syamsara; Wa Zul; Haidar, Waode Talya Amelia
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, January 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i1.1883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana SDN 78 Kendari menerapkan standar sekolah sehat dan sekolah aman dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 39 indikator sekolah sehat dan 18 indikator sekolah aman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN 78 Kendari secara umum telah menerapkan standar sekolah sehat dengan baik, dimana 35 dari 39 indikator telah memenuhi syarat. Fasilitas fisik seperti bangunan, sanitasi, pengelolaan sampah, dan drainase sudah memadai, begitu pula dengan penerapan PHBS di kalangan siswa. Namun masih ditemukan beberapa kekurangan seperti tidak adanya pegangan tangga yang memenuhi syarat, selokan yang belum dilengkapi jaring penutup, pelaksanaan fogging yang tidak rutin, serta kantin yang belum memiliki wastafel. Sementara itu, dari aspek sekolah aman, 15 dari 18 indikator sudah terpenuhi dengan baik. Lingkungan sekolah terbukti bebas dari ancaman sosial seperti rokok, narkoba, kekerasan, dan bullying. Namun, masih ada tantangan terkait keamanan dari pencurian, ketiadaan APAR, dan belum terintegrasi kurikulum pendidikan kebencanaan. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi pihak sekolah untuk terus melakukan perbaikan pada aspek-aspek yang masih kurang guna mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan kondusif bagi perkembangan optimal peserta didik.