p-Index From 2021 - 2026
10.433
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekonomi : Journal of Economic Jurnal Keuangan dan Perbankan Kinerja Jurnal El-Riyasah : Jurnal Kepemimpinan dan Administrasi Jurnal Ekonika : Jurnal Ekonomi Universitas Kadiri Jurnal Ilmu Manajemen (JIMMU) SULTANIST: Jurnal Manajemen dan Keuangan Indonesian Journal of Accounting and Governance Journal of Enterprise and Development (JED) Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan EKONOMI, KEUANGAN, INVESTASI DAN SYARIAH (EKUITAS) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilomata International Journal of Management Jurnal Terapan Manajemen dan Bisnis AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Jurnal Akuntansi, Manajemen, Bisnis dan Teknologi Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Journal Of Human And Education (JAHE) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Economic Reviews Journal Jurnal Manajemen Bisnis dan Organisasi Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Jurnal Ekonomi Pembangunan, Manajemen & Bisnis, Akuntansi Innovative: Journal Of Social Science Research Benefit : Journal of Bussiness, Economics, and Finance Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Abdimas Mandalika El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Jurnal Multidisiplin Indonesia Journal of Ekonomics, Finance, and Management Studies Jurnal Cendekia Ilmiah Indonesian Journal of Accounting and Governance Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Jebi)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Strategi Pemasaran Berbasis STP, Marketing Mix 4P, dan NICE Framework untuk Mendukung Pertumbuhan Bisnis Functional Food B-FLESA Anisa Miranti; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2166

Abstract

Perkembangan industri functional food global dan nasional menunjukkan tren peningkatan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran B-FLESA sebagai perusahaan premium functional food berbasis fermentasi dengan pendekatan Customer Value Proposition, Segmentation, Targeting, Positioning (STP), Marketing Mix 4P, dan strategi Focus Differentiation. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi NICE Framework yaitu Networking, Interaction, Common Interest, dan Experience sebagai strategi Relationship Marketing untuk memperkuat customer engagement dan loyalitas pelanggan. Hasil analisis menunjukkan bahwa segmen utama B-FLESA adalah konsumen berusia di atas 40 tahun, kelas menengah atas, health-conscious di wilayah urban dengan perilaku preventive health. B-FLESA memposisikan diri sebagai premium functional food melalui inovasi produk berbasis riset ilmiah, formulasi rendah gula, kandungan probiotik terstandarisasi, dan slogan "Healthier Tomorrow". Strategi Marketing Mix diimplementasikan melalui pengembangan produk diferensiatif, value-based pricing, distribusi omnichannel, serta promosi Integrated Marketing Communication berbasis edukasi. Implementasi NICE Framework terbukti mampu membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui kemitraan strategis, komunikasi dua arah, kesamaan visi kesehatan, dan penciptaan pengalaman konsumsi yang positif. Dengan demikian, integrasi seluruh strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan brand awareness, trial, repeat purchase, dan mendukung pertumbuhan bisnis B-FLESA secara berkelanjutan. Kata Kunci: Functional Food, Fermentasi, Strategi Pemasaran, Customer Value Proposition, STP, Marketing Mix 4P, Focus Differentiation, NICE Framework, Relationship Marketing, B-FLESA.
Integrasi Strategic Group Model dan Enterprise Risk Management dalam Mendukung Keunggulan Bersaing pada Industri Pangan Fungsional: Studi Kasus B-FLESA Ririn Khoerunnisa; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2167

Abstract

Industri pangan fungsional mengalami pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif. Namun, tingginya risiko operasional pada produk fermentasi menuntut perusahaan untuk memiliki strategi bisnis yang kompetitif sekaligus sistem manajemen risiko yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan bisnis B-FLESA melalui pemetaan posisi kompetitif menggunakan Strategic Group Model dan mengevaluasi penerapan Enterprise Risk Management berdasarkan ISO 31000:2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada B-FLESA, perusahaan pangan fungsional berbasis fermentasi dengan produk yoghurt, kefir, kombucha, dan snack bar. Data primer diperoleh dari Business Plan B-FLESA, sedangkan data sekunder berasal dari literatur, laporan industri, dan standar ISO 31000:2018. Analisis dilakukan melalui pemetaan posisi kompetitif berdasarkan dimensi diferensiasi produk dan cakupan pasar, serta identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko.Hasil penelitian menunjukkan bahwa B-FLESA berada pada kelompok focused differentiation dengan keunggulan pada inovasi produk, bahan alami, kandungan probiotik terstandarisasi, dan edukasi kesehatan. Risiko prioritas tertinggi adalah kegagalan fermentasi dan produk basi sebelum kedaluwarsa yang berdampak pada kualitas dan reputasi merek. Strategi mitigasi difokuskan pada pengendalian mutu, monitoring cold chain, SOP, dan kepatuhan regulasi. Integrasi antara Strategic Group Model dan Enterprise Risk Management menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif hanya dapat dipertahankan apabila didukung oleh pengelolaan risiko yang sistematis. Dengan demikian, pendekatan terintegrasi ini dapat meningkatkan daya saing dan ketahanan bisnis B-FLESA secara berkelanjutan. Kata Kunci: Pangan Fungsional, Fermentasi, Strategic Group Model, Focus Differentiation, Enterprise Risk Management, ISO 31000:2018, Manajemen Risiko, B-FLESA
Behavioural Drivers of Financial Well-Being Among Private School Teachers: Reconsidering the Role of Saving Habits Jul Aidil Fadli; Tegar Satya Putra
Ilomata International Journal of Management Vol. 7 No. 3 (2026): July 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijjm.v7i3.2212

Abstract

This study examines the relationships among financial literacy, risk tolerance, future time perspective, saving habits, and financial well-being. This empirical model addresses limited evidence in research on teachers' context related to financial well-being. This study used a quantitative approach, employing a questionnaire administered to private school teachers in Jakarta. The data were collected from 160 non-certified private school teachers who were aged 23 to 55. Partial Least Squares - Structural Equation Modelling (PLS-SEM) were used to analysed the data. The findings show that future time perspective is the strongest predictor, with positive effects on both financial well-being and saving habits. Saving habits also enhance financial well-being, suggesting that routine saving behaviour plays an important role in strengthening teachers' perceived financial security. Financial literacy does not directly improve financial well-being, but it significantly promotes saving habits, indicating that financial knowledge becomes more meaningful when translated into disciplined financial behaviour. Risk tolerance shows no significant direct and indirect effect on financial well-being, implying that willingness to take financial risks may not necessarily support well-being through saving behaviour. Then, saving habits were not proven to be a mediator between financial literacy, risk tolerance, future time perspective, and financial well-being. This is because saving is a necessity in the context of urban workers in big cities, so financial behaviour is not always initiated by intention, but rather by conditions that require them to survive. This study highlights the importance of future-oriented thinking and consistent saving habits as key behavioural foundations of financial well-being.