Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Respon Panjang Akar dan Jumlah Akar Tanaman Melati Putih (Jasminum Sambac L.) Terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Asal Stek Batang: Response of Root Length and Number of Roots of White Jasmine Plants (Jasminum Sambac L.) to the Provision of Natural Plant Growth Regulators and the Origin of Stem Cuttings Harahap, Evi Julianita; Agustinur; Chairudin; Sumeinika Fitria Lizmah; Muhammad Afrillah; Yuliatul Muslimah; Dewi Fihria
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 1 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v21i1.6008

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar di Kabupaten Aceh Barat mulai Juni sampai Agustus 2020. Rancangan Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 5 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diteliti meliputi konsentrasi berbagai zat pengatur tumbuh alami dan beberapa macam bahan stek. Faktor pertama konsentrasi berbagai zat pengatur tumbuh alami terdiri atas 5 taraf yaitu: Z0 = 0% (kontrol), Z1 = 50% ekstrak bawang merah, Z2 = 100% ekstrak bawang merah, Z3 = 50% ekstrak tauge, dan Z4 = 100% ekstrak tauge. Faktor kedua macam bahan stek terdiri dari 3 taraf yaitu: B1 = bagian pucuk cabang, B2 = bagian tengah cabang, dan B3 = bagian pangkal cabang. Apabila uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% (BNT0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa zat pengatur tumbuh alami berpengaruh nyata pada panjang akar, jumlah akar primer, dan persentase stek hidup. Asal stek batang berpengaruh nyata pada panjang akar, jumlah akar primer, dan persentase stek hidup. Perlakuan Z1 (50% ekstrak bawang merah) merupakan perlakuan terbaik pada parameter panjang akar dan jumlah akar primer. Perlakuan B1 (bagian tengah cabang) merupakan perlakuan terbaik pada parameter panjang akar dan jumlah akar primer.
PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JENGKOL SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DI DESA LAPANG KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT Agustinur Agustinur; Sumeinika Fitria Lizmah; Vina Maulidia; Evi Julianita Harahap; Putri Mustika Sari; Dewi Fithria
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2806-2810

Abstract

Kulit jengkol merupakan salah satu limbah pertanian yang menjadi permasalahan di lingkungan masyarakat. Penumpukan limbah kulit jengkol dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena dapat menghasilkan aroma dan bau yang tidak sedap. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, limbah kulit jengkol dapat diolah menjadi pupuk kompos dan pestisida nabati.  Namun informasi ini masih minim diketahui oleh masyarakat, terutama masyarakat di Kabupaten Aceh Barat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Oleh sebab itu dilakukan sosialisasi untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit jengkol tersebut. Kegiatan ini dilakukan di  Desa Lapang Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Sasaran peserta kegiatan adalah masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Desa Lapang. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal.Tim Pelaksana memberikan informasi dan penyuluhan bagi masyarakat serta menampilkan contoh pengolahan limbah kulit jengkol yang sudah jadi serta cara aplikasinya melalui audio visual. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar serta disambut antusias oleh masyarakat. Setelah mendengarkan pemaparan materi, masyarakat menjadi lebih paham mengenai pentingnya pengelolaan limbah pertanian untuk menjadi produk yang lebih bermanfaat.
EDUKASI MANAJEMEN SAMPAH RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN HANDICRAFT BERBASIS SAMPAH ANORGANIK PADA KELOMPOK PKK DRIEN RAMPAK ACEH BARAT Agustinur Agustinur; Dewi Junita; Sumeinika Fitria Lizmah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4009-4015

Abstract

Desa Drien Rampak merupakan salah satu desa di Kecamaan Johan Pahlawan yang terletak di wilayah pusat pemerintahan dan perekonomian kabupaten Aceh Barat. Keberadaan desa ini yang terletak di pusat pemerintahan dan perekonomian menyebabkan jumlah konsumsi rumah tangga semakin banyak dengan berbagai macam aktivitas sehingga berdampak terhadap penumpukan sampah rumah tangga yang banyak pula. Namun pengelolaan sampah di desa Drien Rampak belum optimal dilakukan, sehingga perlu dilakukan pemberdayaan terkait manajemen sampah rumah tangga serta praktik pemanfaatan sampah rumah tangga khususnya pada Kelompok PKK  desa Drien Rampak.  Kegiatan pemberdayaan di lakukan di kantor Keuchik desa Drien Rampak Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat yang dilaksanakan dari juni sampai dengan September 2023. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas dua tahapan yaitu tahap persiapan yatu koordinasi dengan mitra, tahapan pelaksanaan edukasi dan praktik pembuatan handicraft berbahan dasar sampah anorganik rumah tangga. Keberhasilan kegiatan akan diukur dengan metode survey menggunakan instrumen kuesioner, data hasil survey disajikan dalam bentuk kuantitatif deskriptif. Kegiatan edukasi manajemen sampah rumah tangga dan pelatihan pembuatan handicraft pada kelompok PKK desa Drien Rampak berlangsung dengan baik, berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa dengan terlaksananya kegiatan pemberdayaan terjadi peningkatan nilai rata-rata pada peserta kegiatan baik dari aspek sikap, pengetahuam maupun keterampilan
Insecticidal effects of the pandanus (Pandanus amaryllifolius Roxb. ex Lindl.; Pandanaceae) leaf powder against rice weevil (Sitophilus oryzae Linnaeus 1753; Curculionidae) Oviana Lisa; Sumeinika Fitria Lizmah; Putri Mustika Sari; Mustaqim Mustaqim
Bioma Vol. 20 No. 2 (2024): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bioma.v20i2.49336

Abstract

The reduction in the quantity and quality of food can occur during storage in warehouses due to the infestation of rice weevils (Sitophilus oryzae). Environmentally friendly control methods for rice weevil pests are needed, such as using botanical insecticides made from fragrant pandan leaf powder. This research aimed to determine the effects of fragrant pandan leaf powder insecticide on rice weevil pests. The research design used was a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) utilizing four dosage levels: 15, 30, 45, and 60 g. The results showed that the dosages had a significant effect on rice weevil mortality, with the highest mortality rate found at the 60 g dosage, reaching 43.50%. The implications of the findings indicated that while higher doses of fragrant pandan leaf powder (60 g) significantly increase rice weevil mortality and also lead to rice weight loss, a balanced dose of bio-insecticide is needed to avoid excessive damage to the rice. Additionally, the organoleptic test results indicate that lower doses (15 g and 30 g) are more preferred by consumers for color, taste, and aroma, which implies that careful dosage control is crucial for both pest control effectiveness and maintaining consumer acceptance.
UJI Genotipe Padi Lokal dari Aceh Barat dan Selatan untuk Ketahanan terhadap Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Fase Generatif Wira Hadianto; Yusrijal; Nana Ariska; Sumeinika Fitria Lizmah; Jekki Irawan; Chairudin; Agustinur; Evi Julianita Harahap
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 7 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i7.15347

Abstract

Local rice germplasm is a valuable genetic resource for developing bacterial leaf blight (BLB)-resistant and high-yielding rice cultivars. However, information on the resistance of Southwest Aceh local rice to Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo), particularly during the generative stage, remains limited. Previous studies have mainly focused on commercial cultivars or vegetative-stage screening, leaving the resistance potential of local germplasm at the reproductive stage largely unexplored. This study aimed to evaluate the resistance of local rice to BLB at the generative stage of plant growth. The research was conducted at Experimental Field, Teuku Umar University. West Aceh (4°08′33″ N; 96°11′54″ E). Fifteen local rice genotypes, together with resistant and susceptible control varieties, were evaluated following artificial inoculation with Xoo strain VIII. Disease resistance was assessed based on incubation period and lesion length, while agronomic performance was evaluated using key yield-related traits. Seven local genotypes Itam Tangke Lango, Jantong, Jempa Puteh, Manyam U, Pade Manggeng-1, Pade Manggeng-2, and Rangan Lango were classified as resistant based on lesion length. Among the evaluated genotypes, Sikleng exhibited superior agronomic performance, producing the highest number of productive tillers (27.50) and grains per panicle (317.73). The novelty of this study lies in evaluating Southwest Aceh local rice germplasm for bacterial leaf blight resistance at the generative stage using Xoo strain VIII while integrating disease resistance with yield-related agronomic traits. The identified resistant genotypes provide valuable donor parents for breeding BLB-resistant, high-yielding rice cultivars and contribute to sustainable rice production and regional food security.