Claim Missing Document
Check
Articles

2d Animated Design of “Menembus Debus Dan Melampauinya” as Media Information and Education About Debus Ciburial Aisya Fathinannisa Junaedy; Fiandra, Yosa; Muhammad Yudhi Rezaldi
KalaTanda Vol 7 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v7i2.9645

Abstract

Lack of knowledge of young people in the city of Bandung about Debus martial arts in Ciburial village due to the era ofmodernization. The design of 2D Animation as a medium for cultural preservation and education about Debus martial arts inCiburial Village aims to introduce, inform, and educate the public, especially young people in Bandung who do not know theDebus martial arts in Ciburial Village. this research uses qualitative and quantitative methods, where researchers conductobservations and interviews in Ciburial Village. the quantitative method that researchers use is distributing questionnairesto young people who live in Bandung. to strengthen data about their ignorance about Debus martial arts and whether theanimation can attract teenagers’ interest in Debus martial arts. many young people in Bandung City know what Debusmartial arts is, but they don’t know the existence of Debus in Ciburial Village. after watching the animation ”MENEMBUSDEBUS AND MELAMPAUINYA”, the message in the animation about Debus Ciburial was conveyed well, many youngpeople in Bandung City claimed to be interested in knowing more about this culture. Based on the data and research resultsin the design of this 2D animation, it can be concluded that there are still many young people in Bandung who do not knowhow the Debus martial art in Ciburial Village. therefore the author designed a 2D animation entitled ”MENEMBUS DEBUSAND MELAMPAUINYA” as a media of information and education about the Debus martial art in Ciburial Village.
Pelatihan Teknik Stroboskopik untuk Komunitas Fotografi Snaphot Kabupaten Bandung: Mendokumentasikan Tari Tradisi dalam Mengangkat Budaya Lokal Fiandra, Yosa; Setya Putra, Putu Raka; Sudaryat, Yayat
Jurnal Pengabdian Seni Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v6i2.15829

Abstract

Teknik pencahayaan stroboskopik dalam fotografi memungkinkan perekaman gerakan berulang kali dalam satu frame sehingga menampilkan ritme serta pola gerakan yang lebih dinamis. Teknik ini sangat berguna untuk mencatat gerakan tarian, terutama tarian tradisional yang memiliki banyak ekspresi, pola, dan ritme gerakan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan setiap individu dari komunitas fotografi dapat menguasai teknik stroboskopik untuk membuat dokumentasi budaya tradisional, terutama seni tari, menjadi lebih baik. Pelatihan ini akan mencakup pengenalan lengkap semua teori dasar pencahayaan strobo fotografi, praktik langsung cara memotret dengan berbagai pengaturan strobo, dan evaluasi dari setiap karya peserta. Empat puluh tiga peserta diajarkan cara menghitung frekuensi dan durasi pencahayaan serta eksposur yang dipergunakan. Selain itu, mereka belajar menyinkronkan teknologi kamera dan flash lighting dengan gerakan penari, untuk dapat menghasilkan gambar yang indah serta representasi pola gerakan yang lebih jelas. Setelah kegiatan ini selesai, para peserta akan lebih memahami dalam cara proses pemotretan dinamika gerakan tari menggunakan metode pencahayaan artificial light  karena metode ini mampu menampilkan karya foto gerakan penari secara jelas dalam 3-5 fase gerakan dalam satu frame. Indikator dari pemahaman ini adalah mampu menghasilkan gambar dengan menggunakan teknik stroboskopik yang dipresentasikan pada saat preview karya. Pelatihan ini sangat penting karena dapat meningkatkan pemahaman setiap peserta tentang fotografi gerak secara teknis fotografi dan pengaplikasian pada saat proses pemotretan. Melalui pelatihan ini peserta meningkatkan keahlian untuk menvisualkan seni tari tradisional melalui medium karya visual fotografi. Teknik fotografi stroboskopik ini dapat menampilkan bentuk visual dua dimensi yang lebih menarik dan bermanfaat untuk mendokumentasikan budaya serta menjaga dan meningkatkan citra seni budaya indonesia. The stroboscopic lighting technique in photography allows for repeated motion recording in a single frame, thus displaying rhythms and more dynamic movement patterns. This technique is highly essential for recording dance movements, especially traditional dances that have a lot of expression, patterns, and rhythms of movements. This activity aims to improve the individual skill of the photography community, particularly developing stroboscopic technique in order to be more capable of capturing dance. This training involved a complete introduction to all the basic theories of photographic strobe lighting, hands-on practice of how to shoot with various strobe settings, and evaluation of each participant's work. Forty-three participants participated in mastering how to calculate the frequency and duration of exposure and synchronize the camera with flash lighting during shooting the dancers' movements. The result indicates that the participants achieve higher understanding of the process of shooting the dynamics of dance movements using the artificial light lighting method, which is able to display the dancer's movement photos clearly in 3-5 movement phases in one frame. The indicator of this understanding is being able to produce images using stroboscopic techniques presented at the time of the preview of the work. This activity is highly essential as it can increase each participant's understanding of motion photography technically and its application during the shooting process. Through this program, participants are able to improve their skills in visualizing traditional dance through photography. This stroboscopic photography technique can display a more attractiv two-dimensional visual form, maintain, and improve the image of Indonesian cultural art.
Pelatihan Produksi Audio di Sekolah MI Asy Syifa Baleendah untuk Menunjang Kreativitas Anwar, Ardy Aprilian; Fiandra, Yosa; Sudaryat, Yayat
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v9i1.5683

Abstract

Kreativitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah pertunjukan seni. Secara garis besar, seni dibagi ke dalam rupa, musik, tari, dan drama. Saat melakukan perayaan, baik, kelulusan maupun kenaikan tingkat di sekolah, tidak jarang mereka mengadakan sebuah acara perayaan dalam satu hari. Berbagai jenis perlombaan diadakan dan dipertandingkan, serta berbagai pertunjukan kesenian dipertontonkan secara terbuka. Pertunjukan kesenian berupa penampilan grup musik, bernyanyi solo, tari-tarian, ansambel musik, drama musikal atau biasa disebut kabaret, dan lainnya. Untuk penampilan terbaik, tentunya mereka akan melakukan persiapan-persiapan khusus. Rangkaian persiapan terdiri dari menentukan jenis seni, menentukan para pelaku yang terlibat, menentukan konsep dan tema pertunjukan, produksi konten, latihan, hingga geladi resik. Namun, sayangnya masih ada beberapa penyelenggara yang masih menggunakan tenaga bantuan dari luar dengan alasan tidak memiliki pengetahuan pada bidang terkait. Misalnya saat membuat musik iringan nyanyi, musik iringan tari, hingga audio untuk pertunjukan kabaret dengan kerumitan yang lebih kompleks. Audio untuk pertunjukan kabaret memerlukan kecakapan dalam hal tata olah suara dengan perangkat yang tidak secara umum dimiliki pihak sekolah, terutama tingkat pendidikan dasar. Dalam program Pengabdian pada Masyarakat, kami berinisiatif untuk membagi pengalaman, memberikan pemahaman, dan melatih sumber daya manusia yang ada tentang produksi audio untuk kabaret. Capaiannya adalah guru-guru lebih produktif serta mandiri dalam mengolah bahan-bahan untuk pertunjukan kesenian yang mereka adakan di sekolah.
PENATAAN KAMERA DALAM PERANCANGAN FILM DOKUMENTER OBSERVASIONAL BERJUDUL “OH DARLING” TENTANG PENGOLAHAN SAMPAH DI CIBUNUT Ervian Alan Pratama Wibawa; Yosa Fiandra; Sri Dwi Astuti Al Noor
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah di kawasan padat penduduk menjadi perhatianpenting dalam isu lingkungan perkotaan. Kampung Cibunut RW 07 di Kota Bandungdikenal sebagai wilayah yang berhasil menerapkan program pengelolaan sampahberbasis masyarakat melalui komunitas Oh Darling. Perancang sebagai penatakamera memiliki peran penting dalam membangun narasi visual yang tidak hanyabersifat informatif, tetapi juga menyampaikan pesan sosial dan lingkungan secarapuitis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi,yang melibatkan observasi, wawancara, dan studi literatur untuk mendapatkan datayang komprehensif. Analisis domain digunakan untuk mengidentifikasi ruang danaktivitas warga, sedangkan analisis matriks perbandingan dimanfaatkan untukmenelaah strategi visual karya dokumenter sejenis. Hasil perancangan menunjukkanbahwa penggunaan teknik handheld, pencahayaan alami, serta framing intim efektifdalam menghadirkan realitas warga secara jujur dan emosional. Visual yangdihasilkan tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga membangun keterhubunganemosional penonton terhadap isu lingkungan. Film ini diharapkan menjadi mediareflektif yang menginspirasi kesadaran kolektif dan mendorong partisipasi aktifmasyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.Kata kunci: Pengelolaan Sampah, Dokumenter Observasional, Penataan Kamera,Film.
PENYUNTINGAN FILM DOKUMENTER OBSERVASIONAL BERJUDUL OH DARLING MENGENAI UPAYA WARGA KAMPUNG CIBUNUT DALAM PENANGGULANGAN SAMPAH Muhammad Barlian Rachman Maula; Yosa Fiandra; Sri Dwi Astuti Al Noor
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk berpengaruh terhadap peningkatanjumlah dan jenis sampah yang dihasilkan. Tingginya volume sampah di wilayahperkotaan terutama di Kota Bandung, hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besarsampah masih belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sistem pengelolaansampah saat ini masih belum bisa terbilang efektif untuk mengurangi volumesampah tersebut. Namun, terdapat satu wilayah di tengah Kota Bandung yangbernama Kampung Cibunut Berwarna yang berhasil mengelola sampah secara baikmelalui program yang inovatif dan efektif yaitu, program KANG PISMAN (Kurangi,Pisahkan, Manfaatkan). Penelitian dan perancangan ini menggunakan metodekualitatif dengan cara pengumpulan data melalui studi pustaka, studi visual,observasi, kuesioner, dan wawancara. Dengan hasil output akhir berupa filmdokumenter yang menggabungkan gaya penyajian observasional dan ekspositorisebagai media informasi yang dapat digunakan untuk memperkenalkan KampungCibunut Berwarna dan program pengelolaan sampahnya ke kalangan umum. Dalamperancangan ini, penulis berperan sebagai penyunting gambar yang bertanggungjawab dalam menyusun alur cerita visual, memilih footage yang relevan, sertamengatur atmosfer dan narasi film agar pesan film bisa tersampaikan secara efektif. Kata kunci: Lingkungan, Sampah, Pengelolaan sampah, Film Dokumenter, Penyuntingan film dokumenter.
PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER BERJUDUL "OH DARLING" TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI RW 07 KAMPUNG CIBUNUT BERWARNA Mochamad Jami Trisandiaz; Yosa Fiandra; Sri Dwi Astuti Al Noor
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan isu global yang juga menjadi perhatian di Kota Bandung. Denganjumlah penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa, timbulan sampah di kota ini mencapai sekitar 500ribu ton per tahun (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2024) Sayangnya,tingginya produksi sampah belum diimbangi pengelolaan yang optimal, sehinggamenimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, ekonomi, dan kesehatan. Dibutuhkan mediapenyampaian informasi yang bisa mengedukasi masyarakat dalam melakukan pengelolaansampah, terutama di level rumah tangga. Maka dari itu, penulis merancang sebuah filmdokumenter yang mengangkat cerita warga Kampung Cibunut Berwarna sebagai contoh nyatapengelolaan sampah mandiri. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif denganpendekatan metode etnografi melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan kuesioner.Hasil dari perancangan ini dibuat dalam bentuk film dokumenter, di mana penulis berperansebagai sutradara. Karya ini diharapkan dapat menjadi media edukatif sekaligus inspiratif bagimasyarakat dalam membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yangberkelanjutan.Kata Kunci: Sampah, Kampung Cibunut Berwarna, Pengelolaan Sampah, Penyutradaraan FilmDokumenter.
PERANCANGAN BACKGROUND ANIMASI 2D SEBAGAI MEDIA PROMOSI PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Putri Fathiyyah Firmanda Riza; Yayat Sudaryat; Yosa Fiandra
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mulut memilliki peran yang sangat penting dalam menunjang kemampuan seseorang untuk makan,berbicara, dan berinteraksi sosial secara optimal. Salah satu masalah kesehatan mulut yang sering ditemukan adalahkaries gigi, yang banyak dialami oleh peserta didik usia 6-18 tahun. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada prosesbelajar, menimbulkan rasa sakit yang mengganggu konsentrasi, serta meningkatkan angka ketidakhdiran di sekolah.Di Provinsi Jawa Barat, prevalensi karies gigi menunjukkan angka yang cukup tinggi, yaitu 40,39% pada siswa SD,21,4% pada siswa SMP, dan 19,51% pada siswa SMA. Untuk mengatasi permasalahan ini, Kementerian Kesehatantelah melaksanakan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) sebagai bentuk upaya promotif dan preventifmelalui pemberian pelayanan kesehatan gigi sejak dini secara berkesinambungan. Salah satu metode yangberpotensi efektif adalah pemanfaat media animasi, yang mampu menyampaikan informasi secara menarik, mudahdipahami, dan dilengkapi dengan latar visual yang tepat untuk memperkuat pesan. Penelitian ini bertujuanmengembangkan media edukasi berbasis animasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pesertadidik mengenai pencegahan karies gigi, sekaligus mendukung keberhasilan UKGS dalam penurunan angka prevalensikaries gigi di kalangan siswa.Kata Kunci: Animasi, Background, Environment, Karies gigi, Kesehatan
PERANCANGAN CONCEPT ART ANIMASI 2D SEBAGAI MEDIA INFORMASI PELESTARIAN FUNGSI OBSERVATORIUM BOSSCHA DARI POLUSI CAHAYA Annisa Nurul Hidayah; Yosa Fiandra; Muhammad Adharamadinka
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan infrastruktur dan intensiĮkasi cahaya buatan di Kota Bandung memicupeningkatan polusi cahaya yang mengurangi kualitas langit malam serta mengganggu fungsiobservasi astronomi di Observatorium Bosscha. Kurikulum sekolah belum mencakup materipolusi cahaya, sehingga remaja kurang menyadari dampak negaƟfnya dan penƟngnyapelestarian fungsi observatorium. PeneliƟan ini mengidenƟĮkasi dua masalah utama yaknikurangnya media informasi mengenai polusi cahaya untuk remaja usia 12–15 tahun di Bandungdan keƟadaan konsep visual untuk menyampaikan dampaknya terhadap pelestarianObservatorium Bosscha. Tujuan perancangan adalah meningkatkan pemahaman remaja tentangkonsekuensi polusi cahaya terhadap pengamatan astronomi serta merancang concept artanimasi 2D yang menarik sebagai dasar pra-produksi media informasi. Metode peneliƟanpendekatan kualitaƟf melalui wawancara dengan pakar astronomi, concept arƟst, dan remaja,serta observasi dan studi pustaka. Analisis dilakukan secara deskripƟf, naraƟf, dan visual untukmerumuskan konsep visual yang tepat. Preferensi remaja menunjukkan minat pada gaya kartundengan karakter ekspresif dan lingkungan sederhana. Hasil akhir berupa perancangan empatkarakter, latar Jalan Lembang, dan gedung Koepel sebagai aset concept art yang diharapkanmenjadi dasar produksi animasi informaƟf dalam upaya pengurangan polusi cahaya.Kata Kunci: Polusi Cahaya, Bosscha, Remaja, Informasi, Concept Art
PERANCANGAN DESAIN KARAKTER ANIMASI 2D SEBAGAI MEDIA PROMOSI PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Lavinia Marchela Prabawati; Yayat Sudaryat; Yosa Fiandra
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Karies gigi adalah salah satu masalah kesehatan gigi yang paling umum di Indonesia, dengan prevalensiƟnggi pada siswa sekolah dasar, termasuk di Kabupaten Bandung Barat. Kondisi ini sering Ɵdak disadari padahaldapat mengganggu kegiatan belajar, seperƟ menurunkan konsentrasi siswa dan memengaruhi prestasi akademikmereka. Pemerintah telah menjalankan program promoƟf dan prevenƟf melalui UKGS, namun penyebaraninformasi akan lebih efekƟf jika dilengkapi media promosi digital seperƟ animasi. Dalam produksi animasi, desainkarakter berperan penƟng untuk menarik perhaƟan target audiens sekaligus memudahkan penyampaian pesanedukaƟf yang tepat. Proyek ini dirancang untuk mendukung pencegahan karies gigi pada pelajar di Jawa Baratsekaligus memperluas jangkauan edukasi kesehatan gigi. PeneliƟan menggunakan metode kualitaƟf melaluiwawancara, observasi, dan studi dokumen. Data dianalisis secara deskripƟf untuk menggambarkan,menguraikan, serta merangkum temuan peneliƟan. Hasilnya diharapkan menjadi media promosi yang efekƟfbagi Dinas Kesehatan Jawa Barat dan para dokter gigi dalam meningkatkan kesadaran serta mendorong perilakupencegahan karies gigi.Kata Kunci: Animasi, Promosi, Karies Gigi, Jawa Barat, Kabupaten Bandung Barat, Desain Karakte
PERANCANGAN DIGITAL COMPOSITING DAN EDITING ANIMASI 2D SEBAGAI MEDIA INFORMASI PELESTARIAN FUNGSI OBSERVATORIUM BOSSCHA DARI POLUSI CAHAYA Maura Anschel Ma’rifatillah; Yosa Fiandra; Muhammad Adharamadinka
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observatorium Bosscha merupakan satu-satunya observatorium astronomi aktif di Indonesia yang memiliki peranpenting dalam penelitian dan edukasi ilmu astronomi. Namun, perkembangan urbanisasi di sekitar Lembangmenyebabkan meningkatnya polusi cahaya, yang mengancam fungsi observatorium dalam melakukan pengamatanlangit malam. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap dampak polusi cahaya menjadi salah satu kendala utamadalam upaya pelestarian Observatorium Bosscha. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media edukasi berbasisanimasi 2D yang mengintegrasikan teknik digital compositing dan editing guna meningkatkan pemahamanmasyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga lingkungan observatorium dari polusi cahaya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan,wawancara ahli, serta studi pustaka. Proses perancangan animasi mencakup tahapan pra-produksi, produksi, danpasca-produksi dengan penekanan pada teknik compositing dan editing digital untuk menciptakan visual yangmenarik dan informatif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaranmasyarakat akan pentingnya pelestarian Observatorium Bosscha sebagai cagar budaya, serta meminimalisir dampakpolusi cahaya terhadap penelitian astronomi. Melalui media animasi 2D, pesan edukasi dapat tersampaikan denganlebih efektif dan menarik bagi generasi muda, sehingga mereka dapat turut serta dalam menjaga keberlanjutan mwarisan ilmiah dan budaya di Indonesia.Kata Kunci: Perancangan Media, Pelestarian Cagar Budaya, Observatorium Bosscha, Polusi Cahaya.
Co-Authors Aalia Zulmarina, Raeesha Adharamadinka , Muhammad Adharamadinka, Muhammad Aisya Fathinannisa Junaedy Al Rahmah, Lutfia Amalia Putri, Amalia Angelia Lionardi Anggar Erdhina Adi Anindya, Puti Salma Annisa Nurul Hidayah Anwar, Ardy Aprilian Anwar, Ardy Ar Rafi, Muhammad Arjund Ardy Aprilian Anwar Arief Budiman Arief Budiman Ashary Siregar, Inayah Chatarina Umbul Wahyuni Citra Kusuma Dewi Devi Fadlika Wulan Rahmadani Ervian Alan Pratama Wibawa Eva Fauziyah Fajar Gumilar Hartoto Putra, Daffa Herawati, Auliana Hermawan Hermawan Hirfat, Mohammad Alma Irfan Dwi Rahadianto Iskandar, Muhammad Junaedy, Aisya Fathinannisa Lavinia Marchela Prabawati Lestari, Fidia Ayu M Sayuti Mahdi, Raissa Calista Al Manar, ada Faris Maura Anschel Ma’rifatillah Mochamad Jami Trisandiaz Mohammad Firdaus Azman Mohammad Ghibran Athaullah Muhammad Barlian Rachman Maula Muhammad Yudhi Rezaldi Muhammad Yudhi Rezaldi, Muhammad Yudhi Musthopa, Moh. Fajar Ilham Nadifa, Shafira Noor, Sri Dwi Al Nugroho, Elena Bintang Nur Lukman, Mochamad Pratama, Krisna Setya Pujawati, Annisa Putra, Putu Raka Setya Putri Fathiyyah Firmanda Riza Putri, Shafira Nursyah Putu Raka Setya Putra Rahindra, Nanda Krisna ramadhan sawati , M Rafy Ramaputri, Anneta Ramdan, Wildan Muhammad rezaldi, Muhammad rudi Riksa Belasunda Riky Taufik Afif Rizky Alfadly Rully Sumarlin Septian Riyadus Solihin Shuduri, Dwiadi Mishbahush Sinurat, Amelinda Desten Kerenhapukh Sri Dwi Astuti Al Noor Stefvany Stefvany Stefvany Sulfiatny, Nuramany Syujana, Murfid Agil Ulinuha, M. Fata Vidyavinaya, Gde Vikranta Wardani, Prima Dewi Kusuma Windanengsih Windanengsih Yayat Sudaryat Yayat Sudaryat Yudhi Rezaldi, Muhammad Zaini Ramdhan Zaini, Ichsan Muhammad