Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Psikoedukasi Caregiver Terhadap Kadar Kolesterol Dan Gula Darah Lansia Di Program Bumi Asik Di Desa Puton Nurmalisyah, Fitri Firranda; Agustin Nur Imaningsih; Syahdatul Nabila Indana Zulfa; Elizha Avrilia Majidah; Reyna Tifara Febrianti; Fajar Maulana Syafiyullah; Aditya Bayu Tri Laksono
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v9i2.4959

Abstract

Tingginya prevalensi gangguan metabolisme pada lansia di Indonesia, dengan data Riskesdas 2018 menunjukkan kolesterol ≥190 mg/dL sebesar 46,9%, asam urat 35,2%, dan diabetes melitus 19,6%, mendorong peneliti untuk mengkaji pengaruh terapi psikoedukasi caregiver dalam mengendalikan kadar kolesterol dan gula darah lansia di Desa Puton. Untuk itu, tim melakukan penelitian guna memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan holistik yang melibatkan aspek medis, psikologis, dan edukasi. Penelitian kuantitatif quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol melibatkan 50 caregiver di Program BUMI ASIK Desa Puton, menggunakan variabel independen tingkat pengetahuan psikoedukasi caregiver dan variabel dependen kadar kolesterol dan gula darah lansia, yang dianalisis menggunakan metode statistik multivariat dengan analisis kovarians (ANOVA) dan regresi multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 caregiver berusia 20-45 tahun dengan mayoritas berpendidikan SMP (60%), dan lansia rata- rata berusia 59-65 tahun dan gula darah lansia dalam Program BUMI ASIK di Desa Puton. Berdasarkan penelitian ini, terdapat bukti signifikan bahwa Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberian psikoedukasi caregiver berpengaruh signifikan terhadap kadar kolesterol dan gula darah lansia, di mana peningkatan pengetahuan caregiver berkontribusi pada penurunan kadar kolesterol dan gula darah, serta menekankan pentingnya program psikoedukasi dalam meningkatkan kualitas perawatan kesehatan lansia.
Peran Keluarga dalam Merawat Pasien Lansia Penderita Hipertensi dengan Tekanan Darah Tinggi Maryati , Heni; Supriliyah Praningsih; Fitri Firranda Nurmalisyah; Siswati
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.30272

Abstract

Objective: Hypertension is a condition of persistently elevated arterial blood pressure and continues to be a major global health problem. The WHO estimates that by 2025, 1.5 billion people will suffer from hypertension, and 10.44 million people are predicted to die from hypertension and its complications each year. The role of the family is crucial in managing hypertension. Families play a crucial role as caregivers in improving the health status of their sick family members, as they play a crucial role in maintaining the health of those with hypertension. This study aimed analyzing the role of family in caring for elderly hypertension on blood pressure Methods: This research is a correlational study with a cross-sectional design using purposive sampling. The subjects were 46 elderly people with hypertension in Puton Village, Diwek District, Jombang Regency, according to the inclusion criteria for the 2025 study. The instruments used were the role of the family in caring for elderly people with hypertension using questionnaires and interviews (food selection, physical activity, stress management, referral to health facilities), and blood pressure measurements. Data were analyzed using coding, editing, tabulation, and scoring, and statistical tests were performed using the Chi Square test. Results: Based on the research results, it was shown that out of 47 respondents, 26 (55.3%) respondents had a not good family role in caring for elderly people with hypertension. Classification of hypertension based on blood pressure values, namely the majority (63.84) in the grade 2 hypertension category. Chi Square test for using SPSS yielded a p value of 0.02 less than 0.05 indicating correlation between the role of family in caring for elderly hypertension on blood pressure Conclusion: The role of the family in motivating the elderly with hypertension through exercise, regulating diet, encouraging them to control their blood pressure and taking medication, and regularly visiting health services can control blood pressure. The greater the role of the family, the better the quality of life of the elderly, which can be seen from the number of elderly whose blood pressure is controlled.
Empowering Families As Care Givers In Improving The Health Of Elderly With Diabetes Mellitus At Home In Kembangbilo Village, District Tuban: Pemberdayaan Keluarga Sebagai Care Givers Dalam Meningkatkan Kesehatan Lansia Diabetes Mellitus Di Rumah Di Desa Kembangbilo Kecamatan Tuban Dyah Pitaloka; Hyan Oktodia Basuki; Fitri Firranda Nurmalisyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2316

Abstract

Seiring dengan bertambahnya usia, banyak didapatkan lansia yang mengalami masalah kesehatan, salah satunya adalah menderita penyakit Diabetes mellitus (DM). Lansia dengan diabetes mellitus   memerlukan   bantuan dalam penanganan masalah keehatannya terutama dari keluarga yang berperan sebagai caregiver bagi lansia. Tujuan Kegiatan pengabdian masyarakat diberikan terhadap keluarga sebagai care diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan keluarga dalam merawat lansia dengan DM.Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa peran keluarga dalam memberikan dukungan bagi lansia sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan lansia. Metode pengabdian dilakuakan dengan memberikan materi dan pelatihan senam kaki melalui media promosi kesehatan kepada keluarga yang mearawat (care giver). Kegiatan ini di ikuti oleh 25 keluarga yang memiliki lansia dengan menderita penyakit DM. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keluarga lansia dalam pengelolaan DM setelah diberikan pelatihan terintegrasi Kadar gula darah lebih dari normal 12% dan Normal 88%. Pengetahuan Merawat lansia (pemberian diet yang tepat) Kurang (0%) Cukup 8% Baik 92%. Sehingga memberikan dampak yang positif kepada care giver  dalam merawat lansia tentang penyakit diabetes melitus, dan pencegahannya khusnya pada masyarakat di Desa Kembangbilo Kec. Tuban dengan yang memiliki lansia dengan diabetes mellitus
Knowledge Of Attitudes And Behavior Regarding Bullying Among Adolescents At Jogoroto Senior High School: Pengetahuan Sikap Dan Perilaku Tentang Bullying Pada Remaja Di Sma Negeri Jogoroto Zuliani; Ana Farida Ulfa; Andi Yudianto; Abdul Ghofar; Fitri Firranda Nurmalisyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2384

Abstract

Bullying didefinisikan sebagai perilaku mengintai seseorang melalui sikap, tindakan, atau perkataan. Kasus bullying banyak ditemukan terjadi dikalangan anak sekolah yang seringkali tidak disadari karena kurangnya pengetahuan baik tentang apa itu bullying, bentuk dan dampak bullying. Tingginya pengetahuan siswa tentang bullying berdampak pada perilaku dan sikap positif siswa yang akan menghindari aktivitas bullying. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang bullying pada remaja di SMA Negeri Jogoroto. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan rancangan deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik simple random sampling dengan jumlah 114 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan tentang bullying pada remaja di SMA Negeri Jogoroto paling banyak berada pada kategori baik yaitu 86 responden (75,4%), sikap tentang bullying pada remaja kategori sangat baik yaitu 85esponden (74,6%), serta perilaku tentang bullying pada remaja kategori sehat yaitu 91 responden (79,8 %), sehingga diharapkan dari hasil penelitian ini sekolah lebih mengembangkan program antibullying dan melibatkan semua pihak sekolah dalam penanganan perilaku bullying serta sekolah mampu memberikan edukasi berupa media poster yang sekali setiap bulan kepada siswa tentang dampak negative bullying dan bagaimana cara melaporkan jika mereka menjadi korban atau saksi bullying.
Pensiun dan Aktivitas Sehari-Hari Lansia: Narrative Review: Retirement and Daily Activities of Older Adults: A Narrative Review Fitri Firranda Nurmalisyah; I Ketut Andika Priastana; Desy Siswi Anjar Sari
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1534

Abstract

Pendahuluan: Pensiun merupakan fase transisi penting dalam kehidupan yang membawa perubahan signifikan pada aspek sosial, psikologis, dan fisik individu. Masa ini dapat menjadi peluang untuk pertumbuhan pribadi, namun juga berisiko menimbulkan isolasi sosial dan penurunan kesejahteraan jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan: Tinjauan naratif ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk aktivitas yang umum dilakukan oleh lansia setelah pensiun, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan mereka, serta mengevaluasi kesenjangan pengetahuan dalam penelitian sebelumnya. Metode: Kajian ini menggunakan pendekatan narrative review dengan pencarian artikel dari basis data PubMed, ScienceDirect, dan Scopus selama periode 2015–2024. Artikel yang dianalisis adalah publikasi berbahasa Inggris atau Indonesia yang membahas aktivitas pasca-pensiun pada lansia, dengan eksklusi pada artikel jenis review dan studi klinis yang tidak relevan. Hasil: Tiga kategori aktivitas utama lansia pasca-pensiun yang teridentifikasi meliputi keterlibatan sosial (formal dan informal), aktivitas rekreasi (mental, fisik, sosial), dan aktivitas produktif (pekerjaan berbayar dan sukarela). Kegiatan tersebut terbukti memberikan manfaat terhadap kesehatan kognitif, kesejahteraan psikologis, serta kualitas hidup lansia. Kesimpulan: Masa pensiun bukan sekadar akhir dari pekerjaan formal, melainkan awal dari fase kehidupan yang berpotensi bermakna dan aktif. Dukungan terhadap keterlibatan lansia dalam berbagai aktivitas pasca-pensiun menjadi kunci dalam mewujudkan penuaan yang sehat dan produktif. Kajian ini juga menekankan perlunya penelitian yang lebih kontekstual dan inklusif, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia.
Hubungan Self Care Management Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Siswati; Heni Maryati; Supriliyah Praningsih; Desy Siswi Anjar Sari; Fitri Firranda Nurmalisyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.412

Abstract

Pendahuluan: Penatalaksanaan hipertensi pada lansia merupakan tantangan bagi dunia kesehatan mengingat jumlah lansia dengan hipertensi semakin meningkat. Keterlibatan secara langsung dan kemampuan pasien dalam mengelola perawatan diri diharapkan dapat membantu mengendalikan tekanan darah tetap stabil. Tujuan: mengetahui hubungan self care management dengan tekanan darah pada lansia hipertensi, Metode: penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan crossectional, populasi lansia dengan hipertensi sejumlah 98 dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 44, pengumpulan data variabel independent self care management menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, variabel dependen tekanan darah diambil dari hasil pengukuran saat posyandu. Analisa data menggunakan spearman rank. Hasil: pengolahan data didapatkan self care management 56,8% responden tergolong kategori baik dan tekanan darah 68,2% tergolong dalam kategori hipertensi ringan, uji spearman rank p=0,067 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan self care management dengan tekanand arah pada lansia hipertensi. Kesimpulan: self care management yang telah dilakukan lansia membutuhkan validasi terkait kondisi kesehatan lansia, yang artinya banyak faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada lansia, dalam kondisi ketaatan yang ketat dapat membuat lansia stres yang tidak disadari.  Saran: Perlu mempertimbangkan variabel moderator yang dapat mempengaruhi hubungan antara self care management dengan tekanan darah.
The relationship between family support and the activeness of elderly posyandu visits in Puton Village Tri Widiasari; Fitri Firranda Nurmalisyah
Journal of Clinical Nursing Studies and Practice Vol. 2 No. 1 (2026): JCNSP | May 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jcnsp.v2i1.3236

Abstract

The annual increase in the elderly population is often accompanied by a decline in their health status, creating functional limitations that can restrict their attendance at the integrated health post (Posyandu), though such limitations can be minimized through adequate family support. Therefore, this study aimed to determine the relationship between family support and the attendance of the elderly at Posyandu in Puton Village, Diwek District, Jombang Regency. Using a correlational analytical research design with a retrospektif approach, the study involved a population of 121 respondents, from which a sample of 93 respondents was selected via a simple random sampling technique. The findings revealed that almost all (96.8%) of the elderly received family support and actively attended Posyandu visits, whereas a small percentage (3.2%) remained active despite receiving unsupportive family care. Statistical analysis using the alternative Fisher’s exact test yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), thereby accepting H1 and confirming a significant relationship between family support and elderly Posyandu attendance. In conclusion, while family support plays a critical role in encouraging attendance, low attendance and a lack of support are not necessarily adverse outcomes, but may instead reflect a shifting phenomenon driven by a trend of better health status among elderly individuals who are highly educated, employed, and earn equal to or greater than the Regional Minimum Wage (UMK).