Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PSYCOEDUCATION OF YOUNG MOTHER TO REDUCE ANXIETY OF HYPERTENSIVE ELDERLY IN PUTON VILLAGE WORKING AREA OF CUKIR HEALTH CENTER: PSIKOEDUKASI IBU MUDA UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN LANSIA HIPERTENSI DI DESA PUTON WILYAH KERJA PUSKESMAS CUKIR Siswati; Desy Siswi Anjar Sari; Heni Maryati; Mumpuni Dwiningtyas; Firranda Nurmalisyah, Fitri
ABDIMASNU: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 3 (2023): ABDIMASNU
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/abdimasnu.v3i3.245

Abstract

The elderly are a vulnerable age group, where in this phase a person tends to experience a decline in both physical and mental function and thus requires assistance to fulfill daily life activities. Health problems such as high blood pressure (hypertension), diabetes (diabetes mellitus/DM), heart disease, etc. can cause the elderly to be unable to carry out activities and fulfill their daily needs, thus requiring long-term care (PJP). A systematic program is needed to care for the elderly so that their needs can be met, prevent complications, and maintain optimal quality of life for the elderly. At the stage of development of the elderly, individuals experience setbacks both physically, psychologically and socially. Dependence on other people, especially family, becomes very high. Therefore, specific and appropriate assistance is needed to help the elderly carry out their activities optimally and not cause worse conditions or complications. Efforts that have been made to prevent and control hypertension in the elderly include providing psychoeducation to young mothers accompanying the elderly. Bearing in mind that in Puton Village the incidence of hypertension is still high and many people complain of experiencing anxiety due to hypertension. This community service activity was carried out for 1 week starting from the coordination stage to the evaluation. Based on the results of community service, participants understand more about anxiety in elderly people with hypertension so that they can reduce anxiety in elderly people with hypertension and increase the knowledge and ability of young mothers in caring for the elderly at home
Knowledge Of Attitudes And Behavior Regarding Bullying Among Adolescents At Jogoroto Senior High School: Pengetahuan Sikap Dan Perilaku Tentang Bullying Pada Remaja Di Sma Negeri Jogoroto Zuliani; Ana Farida Ulfa; Andi Yudianto; Abdul Ghofar; Nurmalisyah, Fitri Firranda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2384

Abstract

Bullying didefinisikan sebagai perilaku mengintai seseorang melalui sikap, tindakan, atau perkataan. Kasus bullying banyak ditemukan terjadi dikalangan anak sekolah yang seringkali tidak disadari karena kurangnya pengetahuan baik tentang apa itu bullying, bentuk dan dampak bullying. Tingginya pengetahuan siswa tentang bullying berdampak pada perilaku dan sikap positif siswa yang akan menghindari aktivitas bullying. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang bullying pada remaja di SMA Negeri Jogoroto. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan rancangan deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik simple random sampling dengan jumlah 114 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan tentang bullying pada remaja di SMA Negeri Jogoroto paling banyak berada pada kategori baik yaitu 86 responden (75,4%), sikap tentang bullying pada remaja kategori sangat baik yaitu 85esponden (74,6%), serta perilaku tentang bullying pada remaja kategori sehat yaitu 91 responden (79,8 %), sehingga diharapkan dari hasil penelitian ini sekolah lebih mengembangkan program antibullying dan melibatkan semua pihak sekolah dalam penanganan perilaku bullying serta sekolah mampu memberikan edukasi berupa media poster yang sekali setiap bulan kepada siswa tentang dampak negative bullying dan bagaimana cara melaporkan jika mereka menjadi korban atau saksi bullying.
Pensiun dan Aktivitas Sehari-Hari Lansia: Narrative Review: Retirement and Daily Activities of Older Adults: A Narrative Review Nurmalisyah, Fitri Firranda; Priastana, I Ketut Andika; Anjar Sari, Desy Siswi
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1534

Abstract

Pendahuluan: Pensiun merupakan fase transisi penting dalam kehidupan yang membawa perubahan signifikan pada aspek sosial, psikologis, dan fisik individu. Masa ini dapat menjadi peluang untuk pertumbuhan pribadi, namun juga berisiko menimbulkan isolasi sosial dan penurunan kesejahteraan jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan: Tinjauan naratif ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk aktivitas yang umum dilakukan oleh lansia setelah pensiun, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan mereka, serta mengevaluasi kesenjangan pengetahuan dalam penelitian sebelumnya. Metode: Kajian ini menggunakan pendekatan narrative review dengan pencarian artikel dari basis data PubMed, ScienceDirect, dan Scopus selama periode 2015–2024. Artikel yang dianalisis adalah publikasi berbahasa Inggris atau Indonesia yang membahas aktivitas pasca-pensiun pada lansia, dengan eksklusi pada artikel jenis review dan studi klinis yang tidak relevan. Hasil: Tiga kategori aktivitas utama lansia pasca-pensiun yang teridentifikasi meliputi keterlibatan sosial (formal dan informal), aktivitas rekreasi (mental, fisik, sosial), dan aktivitas produktif (pekerjaan berbayar dan sukarela). Kegiatan tersebut terbukti memberikan manfaat terhadap kesehatan kognitif, kesejahteraan psikologis, serta kualitas hidup lansia. Kesimpulan: Masa pensiun bukan sekadar akhir dari pekerjaan formal, melainkan awal dari fase kehidupan yang berpotensi bermakna dan aktif. Dukungan terhadap keterlibatan lansia dalam berbagai aktivitas pasca-pensiun menjadi kunci dalam mewujudkan penuaan yang sehat dan produktif. Kajian ini juga menekankan perlunya penelitian yang lebih kontekstual dan inklusif, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia.
Pengaruh Psikoedukasi Caregiver Terhadap Kadar Kolesterol Dan Gula Darah Lansia Di Program Bumi Asik Di Desa Puton Nurmalisyah, Fitri Firranda; Agustin Nur Imaningsih; Syahdatul Nabila Indana Zulfa; Elizha Avrilia Majidah; Reyna Tifara Febrianti; Fajar Maulana Syafiyullah; Aditya Bayu Tri Laksono
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v9i2.4959

Abstract

Tingginya prevalensi gangguan metabolisme pada lansia di Indonesia, dengan data Riskesdas 2018 menunjukkan kolesterol ≥190 mg/dL sebesar 46,9%, asam urat 35,2%, dan diabetes melitus 19,6%, mendorong peneliti untuk mengkaji pengaruh terapi psikoedukasi caregiver dalam mengendalikan kadar kolesterol dan gula darah lansia di Desa Puton. Untuk itu, tim melakukan penelitian guna memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan holistik yang melibatkan aspek medis, psikologis, dan edukasi. Penelitian kuantitatif quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol melibatkan 50 caregiver di Program BUMI ASIK Desa Puton, menggunakan variabel independen tingkat pengetahuan psikoedukasi caregiver dan variabel dependen kadar kolesterol dan gula darah lansia, yang dianalisis menggunakan metode statistik multivariat dengan analisis kovarians (ANOVA) dan regresi multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 caregiver berusia 20-45 tahun dengan mayoritas berpendidikan SMP (60%), dan lansia rata- rata berusia 59-65 tahun dan gula darah lansia dalam Program BUMI ASIK di Desa Puton. Berdasarkan penelitian ini, terdapat bukti signifikan bahwa Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberian psikoedukasi caregiver berpengaruh signifikan terhadap kadar kolesterol dan gula darah lansia, di mana peningkatan pengetahuan caregiver berkontribusi pada penurunan kadar kolesterol dan gula darah, serta menekankan pentingnya program psikoedukasi dalam meningkatkan kualitas perawatan kesehatan lansia.
Hubungan Self Care Management Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Siswati; Maryati, Heni; Praningsih, Supriliyah; Desy Siswi Anjar Sari; Fitri Firranda Nurmalisyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.412

Abstract

Pendahuluan: Penatalaksanaan hipertensi pada lansia merupakan tantangan bagi dunia kesehatan mengingat jumlah lansia dengan hipertensi semakin meningkat. Keterlibatan secara langsung dan kemampuan pasien dalam mengelola perawatan diri diharapkan dapat membantu mengendalikan tekanan darah tetap stabil. Tujuan: mengetahui hubungan self care management dengan tekanan darah pada lansia hipertensi, Metode: penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan crossectional, populasi lansia dengan hipertensi sejumlah 98 dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 44, pengumpulan data variabel independent self care management menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, variabel dependen tekanan darah diambil dari hasil pengukuran saat posyandu. Analisa data menggunakan spearman rank. Hasil: pengolahan data didapatkan self care management 56,8% responden tergolong kategori baik dan tekanan darah 68,2% tergolong dalam kategori hipertensi ringan, uji spearman rank p=0,067 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan self care management dengan tekanand arah pada lansia hipertensi. Kesimpulan: self care management yang telah dilakukan lansia membutuhkan validasi terkait kondisi kesehatan lansia, yang artinya banyak faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada lansia, dalam kondisi ketaatan yang ketat dapat membuat lansia stres yang tidak disadari.  Saran: Perlu mempertimbangkan variabel moderator yang dapat mempengaruhi hubungan antara self care management dengan tekanan darah.
Peran Keluarga dalam Merawat Pasien Lansia Penderita Hipertensi dengan Tekanan Darah Tinggi Maryati , Heni; Supriliyah Praningsih; Fitri Firranda Nurmalisyah; Siswati
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.30272

Abstract

Objective: Hypertension is a condition of persistently elevated arterial blood pressure and continues to be a major global health problem. The WHO estimates that by 2025, 1.5 billion people will suffer from hypertension, and 10.44 million people are predicted to die from hypertension and its complications each year. The role of the family is crucial in managing hypertension. Families play a crucial role as caregivers in improving the health status of their sick family members, as they play a crucial role in maintaining the health of those with hypertension. This study aimed analyzing the role of family in caring for elderly hypertension on blood pressure Methods: This research is a correlational study with a cross-sectional design using purposive sampling. The subjects were 46 elderly people with hypertension in Puton Village, Diwek District, Jombang Regency, according to the inclusion criteria for the 2025 study. The instruments used were the role of the family in caring for elderly people with hypertension using questionnaires and interviews (food selection, physical activity, stress management, referral to health facilities), and blood pressure measurements. Data were analyzed using coding, editing, tabulation, and scoring, and statistical tests were performed using the Chi Square test. Results: Based on the research results, it was shown that out of 47 respondents, 26 (55.3%) respondents had a not good family role in caring for elderly people with hypertension. Classification of hypertension based on blood pressure values, namely the majority (63.84) in the grade 2 hypertension category. Chi Square test for using SPSS yielded a p value of 0.02 less than 0.05 indicating correlation between the role of family in caring for elderly hypertension on blood pressure Conclusion: The role of the family in motivating the elderly with hypertension through exercise, regulating diet, encouraging them to control their blood pressure and taking medication, and regularly visiting health services can control blood pressure. The greater the role of the family, the better the quality of life of the elderly, which can be seen from the number of elderly whose blood pressure is controlled.