Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Alih Kode dan Campur Kode dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 2 Bua Ponrang Kabupaten Luwu Harsia Harsia; Besse Herdiana; Hapsa
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.2549

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan bentuk alih kode dan campur kode di SMP Negeri 2 Bua Ponrang yang termasuk dalam penelitian kualitatif. Sumber data pada penelitian ini bersumber dari tuturan lisan guru dan siswa di SMP Negeri 2 Bua Ponrang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskripsi kualitatif. Pengumpulan data yaitu teknik sadap, catat, rekam, dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi alih kode dan campur kode di SMP Negeri 2 Bua Ponrang. Alih kode berupa peralihan bahasa Tae’ ke bahasa Indonesia ataupun sebaliknya yang terdapat pada data (1) sampai dengan data (6). Sedangkan campur kode berupa penyisipan unsur kata bahasa Tae’ dan juga terdapat penyisipan unsur kata bahasa asing (inggris) ke dalam bahasa Indonesia yang terdapat pada data (7) sampai dengan (15).
Keefektifan Model Pembelajaran Air (Audiotory Intellectually Repetition) dalam Pembelajaran Menyimak Zulham, M; Sehe; Besse Herdiana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran AIR (Auditory Intellectually Repetition) efektif digunakan dalam pembelajaran menyimak mahasiswa semester IV.B Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Cokroaminoto Palopo. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Adapun teknik pengambilan sampel yang peneliti gunakan adalah teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester IV.B Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Cokroaminoto Palopo yang berjumlah 40 orang. Hasil dalam penelitian ini adalah hasil pembelajaran menyimak mahasiswa semester IV.B Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Cokroaminoto Palopo sebelum diajar menggunakan model pembelajaran AIR (Audiotory Intellectually Repetition) dikategorikan sangat rendah dan sesudah diajar menggunakan model pembelajaran AIR (Audiotory Intellectually Repetition) dikategorikan sedang, aktivitas belajar mahasiswa dengan menggunakan model pembelajaran AIR (Audiotory Intellectually Repetition) berada pada kategori aktif, dan respons mahasiswa terhadap model pembelajaran AIR (Audiotory Intellectually Repetition) dalam kategori cenderung positif. Dengan demikian, dikatakan bahwa model pembelajaran AIR (Audiotory Intellectually Repetition) efektif digunakan dalam pembelajaran menyimak mahasiswa semester IV.B Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Cokroaminoto Palopo.
Pariwisata Budaya Tebing Mandu di Kabupaten Enrekang: Pelestarian Warisan Budaya Suparman, Suparman; Gita Srihidayati; Darmawati, Darmawati; Besse Herdiana; Muhammad Nurahmad
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.592

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mendigitalisasi pariwisata budaya Tebing Mandu di Kabupaten Enrekang sebagai upaya pelestarian warisan budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal. Metode yang digunakan menggabungkan pendekatan partisipatif dan teknologi digital melalui tiga tahap: (1) dokumentasi etnografis nilai budaya lokal, (2) pengembangan platform digital serta (3) pelatihan literasi digital kepada 20 pemuda setempat sebagai Duta Digital Budaya. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam mendokumentasikan 17 narasi budaya, membangun platform digital yang mencapai jangkauan pengguna dalam tiga bulan, serta meningkatkan kapasitas digital dan kesadaran budaya peserta pelatihan. Lebih dari itu, digitalisasi terbukti mampu menghidupkan kembali makna Tebing Mandu sebagai lanskap budaya sakral yang menyatukan dimensi geologis, ekologis, dan spiritual. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi digital, jika diintegrasikan secara inklusif dan berbasis kearifan lokal, dapat menjadi medium efektif untuk pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.