Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN MANFAAT BPJS KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT DI KAMPUNG PETAS Anastasya Shinta Yuliana; Tasya Yuna; Leo Arrdy Gusnadi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.51782

Abstract

BPJS Kesehatan memiliki peran utama dalam mewujudkan sistem jaminan sosial nasional yang optimal dalam bidang kesehatan di Indonesia. Dusun IV kampung petas merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang masih banyak masyarakatnya yang tidak mengetahui manfaat BPJS Kesehatan sehingga tidak mengurus pembuatan kartu BPJS Kesehatan dan ketika sakit lebih memilih berobat dengan pengobatan tradisional. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya memiliki jaminan kesehatan yang dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatannya, karena masih banyak masyarakat khususnya di Dusun IV Kampung Petas yang belum mengetahui manfaat BPJS Kesehatan secara optimal karena keterbatasan informasi maupun pemahaman mengenai manfaatnya dalam meringankan beban biaya kesehatan. kegiatan ini dilaksanakan dengan menggerakan kader dan aparat desa untuk mulai mendata masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan ataupun BPJS kesehatan melalui kepala dusun, yang bekerjasama dengan puskesmas untuk memberikan penjelasan mengenai manfaat BPJS kesehatan yang dilaksanakan secara berkala. Kegiatan ini dimulai pada tahap mencakup persiapan tempat dan acara bekerjasama dengan Puskesmas Kubang Jaya, lalu mempersiapkan pembuatan pre-planning, persiapan susunan acara dan mengkonsultasikannya dengan Tokoh masyarakat dan perangkat RT dan RW. Solusi yang digunakan adalah memberikan penyuluhan mengenai manfaat BPJS Kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di dusun IV kampung petas. Diharapkan selanjutnya dilaksanakan secara berkala agar masyarakat termotivasi untuk membuat BPJS Kesehatan sebagai jaminan kesehatan bagi masyarakat dan masyarakat dapat menikmati fasilitas kesehatan yang memadai tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.
OPTIMALISASI MUTU PELAYANAN KESEHATAN MELALUI DIGITALISASI SISTEM UMPAN BALIK KEPUASAN PASIEN BERBASIS QR CODE Anastasya Shinta Yuliana; Abdul Zaky; Novrita Rahmawati; Khairunnisa Khairunnisa; Raisyah Anisah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56146

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia menghadapi tantangan dalam meningkatkan kepuasan pasien, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Koto Masjid. Berbagai kendala yang dihadapi meliputi antrian panjang, kurangnya informasi layanan, minimnya mekanisme pengaduan formal, dan komunikasi yang kurang efektif antara tenaga kesehatan dan pasien. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan mutu pelayanan kesehatan melalui implementasi sistem umpan balik digital berbasis QR Code di Puskesmas Pulau Gadang Desa Koto Masjid. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan model Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindakan perbaikan secara berkelanjutan. Tahap perencanaan meliputi survei lapangan dan perancangan sistem QR Code menggunakan Google Forms, sedangkan tahap pelaksanaan mencakup peluncuran QR Code kepada masyarakat dan pelatihan kepada petugas kesehatan. Hasil menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat mencapai 51 responden dengan peningkatan skor kepuasan rata-rata sebesar 18,37%. Analisis paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p < 0,05), yang membuktikan bahwa intervensi memberikan dampak positif terhadap persepsi masyarakat. Implementasi QR Code efektif meningkatkan partisipasi umpan balik dari 15% menjadi 62%. Kesimpulan menunjukkan sistem umpan balik digital berpotensi meningkatkan responsivitas layanan kesehatan primer, memudahkan identifikasi area perbaikan, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang kesehatan yang baik dan kesejahteraan.
PENGEMBANGAN WEBSITE DESA SEBAGAI PLATFORMA DIGITAL MASYARAKAT DUSUN 2 DALAM ERA DIGITALISASI Abdul Zaky; Anastasya Shinta Yuliana; Ihsan Hikmatullah; Annisa Rambe; Vania Azahra; Nofianto Nofianto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56578

Abstract

Pengembangan Website Desa Sebagai Platform Digital Untuk Masyarakat Desa Koto Masjid Kampung Patin Kabupaten XIII Koto Kampar merupakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan menjembatani kesenjangan digital di wilayah pedesaan. Pemilihan topik ini didasarkan pada data Kementerian Komunikasi dan Informatika (2022) yang menunjukkan hanya sekitar 30% desa di Indonesia memiliki website resmi, serta rendahnya pemanfaatan teknologi informasi untuk promosi potensi lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang melibatkan masyarakat dalam setiap tahap, mulai dari survei kebutuhan hingga pelatihan pengelolaan website. Program ini mencakup pembangunan website resmi Desa Koto Masjid dengan fitur profil desa, galeri potensi, berita terkini, dan layanan informasi publik. Hasil yang dicapai meliputi berhasil dibangunnya website desa yang responsif, meningkatnya literasi digital masyarakat sasaran sebanyak 20-30 peserta, serta terlibatnya pemuda dan tokoh masyarakat dalam pengisian konten. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis digital dan mendukung program pemerintah dalam mewujudkan desa digital. Program ini direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut dengan penambahan fitur layanan administrasi daring dan integrasi promosi UMKM untuk keberlanjutan pemanfaatan teknologi di pedesaan.
PERAN PASIEN DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN PENERAPAN SIMPUS DI PUSKESMAS SAPTA TARUNA Anastasya Shinta Yuliana; Azlaini Rambe; Emdah Riliani Alma; Khusnul Dwi Liana; Nabila Khoirunnisah; Novita Marito Br Purba; Putry Halimah Sary Dewy
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61908

Abstract

Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui pengelolaan data yang cepat, akurat, dan terintegrasi. Keberhasilan penerapan SIMPUS tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan teknologi dan tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif pasien sebagai pengguna layanan. Permasalahan yang ditemukan di Puskesmas Sapta Taruna adalah masih terdapat pasien yang belum memahami pentingnya memberikan data diri yang benar, membawa identitas saat berobat, mengikuti alur pelayanan, serta menyampaikan informasi kesehatan secara jujur sehingga dapat memengaruhi kualitas data dan efektivitas pelayanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien mengenai peran mereka dalam mendukung keberhasilan penerapan SIMPUS. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui penyuluhan dengan pendekatan ceramah, diskusi, tanya jawab, serta pembagian media edukasi berupa pamflet. Kegiatan dilaksanakan kepada pasien yang sedang menerima pelayanan di Puskesmas Sapta Taruna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti penyuluhan dengan antusias, aktif dalam sesi diskusi, serta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat SIMPUS dan pentingnya peran pasien dalam mendukung pelayanan kesehatan berbasis sistem informasi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pasien dalam memberikan data yang akurat sehingga mendukung efektivitas penerapan SIMPUS serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas.
Hubungan Peran Kader Posyandu dalam Pelayanan Imunisasi dengan Kepatuhan Imunisasi Dasar Lengkap di Puskesmas Garuda Pekanbaru Bobi Handoko; Annisa Ramadhani; Agus Salim; Anastasya Shinta Yuliana; Wiwik Suryandartiwi
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 3 (2026): September : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v4i3.881

Abstract

Complete basic immunization is a preventive health effort to protect children from diseases that can be prevented through immunization. The success of immunization programs is not only influenced by health services but also by the role of Posyandu cadres in providing education, motivation, reminding immunization schedules, assisting services, and recording and reporting immunization activities. This study aimed to determine the relationship between the role of Posyandu cadres in immunization services and complete basic immunization compliance at Garuda Health Center Pekanbaru. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design and an observational-analytic method. The sample consisted of 92 respondents selected using purposive sampling. Data were collected via questionnaires and the Maternal and Child Health (MCH) handbook. Data analysis involved univariate and bivariate analyses using the Chi-Square test. The results showed that 54 respondents (58.7%) were not compliant and 38 respondents (41.3%) were compliant with complete basic immunization. There was a significant relationship between the role of cadres as educators (p-value=0.036) and motivators (p-value=0.003) with complete basic immunization compliance. Meanwhile, the roles of cadres as schedule reminders, companions, and recorders/reporters showed no significant relationship. In conclusion, there is an association between the roles of educators and motivators and compliance with the full primary immunization schedule; however, there is no association between schedule reminders, accompaniment, record-keeping, and reporting and compliance with the full primary immunization schedule. Therefore, it is recommended that community health centers strengthen the role of community health workers by utilizing the QR codes that have been posted as an educational tool to improve compliance with the full primary immunization schedule.
Analisis Sistem Inventaris Alat Medis Dalam Mendukung Ketersediaan Sarana Pelayanan Di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru Anastasya Shinta Yuliana; Wawa Audia; Wiwik Suryandartiwi
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1159

Abstract

The medical device inventory information system functions as a tool for managing medical equipment inventory, including recording the receipt, distribution, return, and stock availability of medical devices. At Awal Bros Hospital Pekanbaru, several problems remain, including manual coordination that prolongs data collection and equipment verification, the accumulation of medical devices in hospital units, limited storage capacity of the SINTA application, and discrepancies between the existing Standard Operating Procedure (SOP) and its implementation. This study aimed to analyze the medical device inventory system in supporting the availability of healthcare facilities at Awal Bros Hospital Pekanbaru. This study used a qualitative content analysis approach. Conducted from January to June 2026, it involved four informants: three key informants (U1, U2, U3) and one supporting informant (P1). Data were collected through interviews, observations, and document reviews, then analyzed by transcription, coding, categorization, and content analysis. The findings showed that the medical device inventory system has not been optimally implemented due to limited SINTA application storage, manual borrowing and return procedures, inadequate internet capacity, and inconsistent implementation of the medical device handover SOP. As a result, the system is not yet effective in terms of actuating, coordinating, facilitating, controlling, and reporting.
Optimasi Manajemen Logistik Dalam Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Logistik Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau Anastasya Shinta Yuliana; Puan Gustama Arrum; Agus Salim
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1160

Abstract

Logistics systems play a crucial role in ensuring the availability of medical equipment and supplies in terms of type, quantity, quality, and timing to support healthcare services in hospitals. At Arifin Achmad Regional General Hospital in Riau Province, several issues in medical logistics management were identified, including suboptimal use of the Hospital Information System (SIMRS), limited warehouse capacity, a high number of damaged medical devices, presence of expired items, and the accumulation of goods in the warehouse. This study employed a qualitative method using a content analysis approach. The research informants consisted of three main informants and one supporting informant. Data collection was conducted through in-depth interviews, observations, and document reviews, while data analysis was carried out through transcription, coding, matrix formation, and content analysis. The results of the study indicate that the implementation of the receipt, storage, maintenance, distribution, and control of medical logistics generally adheres to standard operating procedures. However, medical logistics management has not yet been optimized because some processes are still carried out manually, the use of the SIMRS has not been maximized, warehouse capacity is limited, 1,298 damaged medical devices were found, expired items still exist, and there is a buildup of goods in the storage area. It is concluded that optimizing the use of the SIMRS, reorganizing and expanding warehouse capacity, consistently applying the FIFO and FEFO methods, and enhancing periodic monitoring and evaluation are necessary to improve the effectiveness of medical logistics management at the Arifin Achmad Regional General Hospital in Riau Province.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Zaky Aditya, Frigita Selly Agus Salim Agus Salim Agus Salim agus Salim Agus Salim Agus Salim Alfitri Yana Yunita Andriani, Annisa Ani Riza Wati Annisa Annisa Annisa Ramadhani Annisa Rambe Ariyah, Nazla Nur Atika Wulandari Ayu, Ristalia Azlaini Rambe Bobi Handoko Bobi Handoko Bobi Handoko Dea Ariesta Putri Destiani , Nur Laili Devi Purnamasari Dwina Tetiany Fauzi Emdah Riliani Alma Erlisa, Hamita Fauzan Aidhil, Muhammad Fauzi, Dwina Tetiany Fauzi, Dwiny Tetiana Febby Dwi Kinanti Filda Filda Firdaus , Muhammad Fitrah, Aldo Destu Frigita Selly Aditya Hafizah Hamdi Indra Hanna Zarah Natasya Hendriko , Aditya Ihsan Hikmatullah indah jailani Indra, Hamdi Indrapuri, R. Sri Ayu Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khusnul Dwi Liana Leo Arrdy Gusnadi Lestari, Resi Lilik Istikhairyah Lubis, Sylvi Chairuniza M. Yogi Riyantama Isjoni Madona, Helliza Marian Tonis Marian, Marian Tonis Marido Bisra Maura, Latisa Shafa Maura Melan, Meilani Eka Wijaya Melisa Melisa Merry Citra Amelia Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Nur Hadi Nabila Khoirunnisah Natasya, Hanna Zarah Nofianto Nofianto Novita Marito Br Purba Novrita Rahmawati Puan Gustama Arrum Purnamasari, Devi Putri Putri , Aprilia Putri Andriani, Desvita Putri, Dea Ariesta Putri, Tara Novellia Putry Halimah Sary Dewy R. Sri Ayu Indrapuri R. Sri Ayu Indrapuri Raisyah Anisah Sari, Paradila Puspita Sherly Mutiara Syamsiar, Syamsiar Tasya Yuna Vania Azahra Wawa Audia Wiwik Suryandartiwi Anggarawati Wulan, Wulan Patricia wulandari, atika Yoshandi, T. Mohd Yoshandi, Tengku Mohammad Yunita, Alfitri Yana