Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Identifying Rejection Response of the COVID-19 Vaccination Program in the View of Elderly Community in Palembang Suzanna, Suzanna; Natosba, Jum; Fatriansari, Asih
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.384 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.823

Abstract

The general public's willingness to be vaccinated against COVID-19 is the first step toward establishing a high vaccination rate and managing the pandemic. However, because some people refuse to take the vaccine, vaccine indecision is one of the greatest barriers to managing a pandemic. The objective of this study is to describe the experience of the elderly refusing to be vaccinated against COVID-19. This research is a qualitative study with an empirical phenomenological approach and uses in-person interviews with the time that has been mutually agreed between researchers and informants. Informants are recruited through purposive sampling with criteria for inclusion of elderly age and do not want to be vaccinated. This study reached saturation when the number of participants reached 6 people.  Data analysis was administered through Haase's adaptation of the Colaizzi method used to analyze the transcribed. Based on the theme formed, the initial theme is the rejection of the presence of vaccination programs, deep doubts about the validity of the vaccine, mistrust about the content and benefits of the vaccine and the determination of the elderly to maintain rejection. The problem of vaccine doubt is influenced by many factors both sourced from internal and external, and modifications are needed to the internal and external factors.  Abstrak: Kesediaan masyarakat umum untuk menerima vaksinasi COVID-19 adalah langkah pertama untuk mencapai tingkat pengambilan vaksinasinasi yang tinggi dan mengendalikan situasi pandemi. Namun, keragu-raguan vaksin merupakan salah satu kendala utama untuk mengendalikan pandemic karena beberapa individu menolak untuk divaksin. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman lansia menolak untuk di vaksinasi COVID-19. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi empiris dan menggunakan wawancara langsung dengan waktu telah disepakati bersama antara peneliti dengan informan. Informan direkrut melalui purposive sampling dengan kriteria inklusi usia lansia dan tidak mau divaksin. Penelitian ini mencapai satu rasi ketika jumlah partisipan mencapai 6 orang. Analisis data dilakukan melalui adaptasi Haase dari metode Colaizzi digunakan untuk menganalisi straskrip. Berdasarkan tema yang terbentuk tema awal yaitu penolakan terhadap kehadiran program vaksinasi, keraguan mendalam terhadap kehalalan vaksin, ketidak percayaan mengenai kandungan dan manfaat vaksin dan keteguhan lansia untuk mempertahankan penolakan. Masalah keraguan vaksin dipengaruhi oleh banyak faktor baik yang bersumber dari internal maupun eksternal, dan diperlukan modifikasi pada faktor internal maupun eksternal tersebut.
Terapi Alternatif dalam Mengatasi Depresi Postpartum melalui Cognitive Behavior Therapy (CBT): Tinjauan Narasi Suzanna, Suzanna; Mardiana, Nova; Faizal, Kgs Muhammad
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.10034

Abstract

ABSTRACT Every year the number of people with postpartum depression is increasing in the world. There are several therapies that are effective in reducing postpartum depression, one of which is cognitive behavioral therapy. Cognitive Behavioral Therapy is one of the most widely applied psychotherapy approaches and has been shown to be effective in treating a variety of disorders, including anxiety and depression. To review the relationship with the effect of cognitive behavioral therapy on postpartum depression.  The search for articles was carried out using electronic databases such as Google Scholar, PubMed and Science Direct to answer writing purposes. The combination of keywords used in the article search was postpartum depression, cognitive behavior, behavior therapy, cognitive behavior therapy. From 10 research articles that havee been conducted, it is shown that all cognitive behaavior therapy are effective in reducing postpartum depression. This  literature review shows the effect of cognitive behavioral therapy on postpartum depression. Increase the role of nurses in recognizing mood disorders after delivery so that they can be prevented before they get worse. Keywords: Postpartum Depression, Cognitive Behavior Therapy  ABSTRAK Setiap tahun angka penderita depresi postpartum semakin meningkat di dunia. Ada beberapa terapi yang efektif dalam menurunkan depresi postpartum salah satunya yaitu Cognitive Behavior Therapy. Cognitive Behavior Therapy merupakan salah satu pendekatan psikoterapi yang paling banyak diterapkan dan telah terbukti efektif dalam mengatasi berbagai gangguan, termasuk kecemasan dan depresi. Untuk mereview literature yang berhubungan dengan pengaruh Cognitive Behavior Therapy terhadap depresi postpartum. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan database elektronik Pubmed, Science Direct, Proquest dan Google Scholar untuk menjawab tujuan penulisan. Kombinasi kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah postpartum depression dan cognitive behavior therapy. Dari 10 artikel penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa semua terapi Cognitive Behavior Therapy efektif dalam menurunkan depresi postpartum. Literature review ini menunjukkan adanya pengaruh Cognitive Behavior Therapy terhadap depresi postpartum. Meningkatkan peran perawat dalam mengenali adanya gangguan mood setelah melahirkan sehingga dapat di cegah sebelum lebih parah. Kata Kunci : Depresi Postpartum, Terapi Perilaku Kognitif
Pelatihan Dan Pendampingan Perawat Jiwa Melalui Edukasi Seksual Pada Pasien Skizofrenia di RSJ Jambi Suzanna, Suzanna; Yellisni, Inne; Ulaa, Mar’atun
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 2 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.674 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i2.2393

Abstract

ABSTRAKEfek samping pengobatan antipsikotik antara lain munculnya sejumlah masalah seksual, dan salah satunya adalah perilaku seksual. Jika perilaku seksual tidak terkendali, tentu akan berdampak pada pasien, perawat, keluarga, dan sekitarnya; Oleh karena itu, penting untuk melakukan upaya pemecahan masalah tersebut melalui intervensi pendidikan seks. Tujuan program ini memberikan pelatihan dan pendampingan bagi perawat jiwa dalam rangka meningkatkan keterampilan komunikasi pada pasien gangguan jiwa melakukan edukasi seksual. Output yang dihasilkan melalui program ini terdiri dari prosedur operasi standar dan buku catatan perawat. Metode implementasi meningkatkan keterampilan komunikasi perawat jiwa dalam dalam pendidikan seksual. Hasil dari kegiatan ini adalah sebagian besar keterampilan komunikasi perawat psikiatri dalam pendidikan seksual yang mengikuti peningkatan keterampilan. Kesimpulan telah terjadi peningkatan keterampilan komunikasi perawat psikiatri dalam pendidikan seksual.Kata kunci: perawat jiwa, pendidikans seksual, pelatihanABSTRACTThe side effect of antipsychotic treatment include sthe emergence of a number of sexual problems, and one of which is sexual behavior. If the sexual behavior is uncontrollable, there will certainly be an impact on the patient, nurses, family, and the surroundings; therefore, it is important to make an effort to solve such problem through sex education interventions. The objective this program provide training and mentoring for psychiatric nurses in order to improve educational communication skills in mental patients. The output produced through this program consist of standart operation procedur and nurse’s log book. Implementation methods improve communication skills psychiatric nurses within in sexual education. Result in this activity are the majority of communication skills psychiatric nurses within in sexual education who follow increased skills. Conclusion there has been an increase in the communication skills skills psychiatric nurses within in sexual education.Keywords: psychiatric nurses, sexual education, training
Enhancing Patient Satisfaction Among Coronary Heart Disease Patients Through Islamic Spiritual Care with Murottal in Nursing Practice Wisuda, Aris Citra; Suraya, Citra; Suzanna, Suzanna; Saputra, Muhamad Andika Sasmita; Manisha, Manisha; Desvitasari, Helsy; Emiliasari, Dian; bin Sansuwito, Tukimin
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 28 No 3 (2025): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v28i3.1270

Abstract

Spiritual care is essential in nursing, especially for patients with chronic or palliative conditions such as coronary heart disease. Although medical intervention is crucial, Islamic spiritual therapy using murottal has a significant impact on patient satisfaction. This study aims to evaluate the effectiveness of murottal in enhancing patient satisfaction among individuals with coronary heart disease. A quasi-experimental pretest-posttest design was used with 52 participants at Siti Khadijah Islamic Hospital, Palembang, Indonesia. Total sampling was applied, and data were analyzed using the paired sample t-test. Patient satisfaction was measured using a Likert-scale questionnaire to assess the impact of murottal spiritual care. The results showed that the control and intervention groups had a mean age of 54 ± 6.33 and 56 ± 8.65 years, with a disease duration of 10 ± 6.38 and 9 ± 4.33 years, respectively. Most participants were male (78.8% -control, 73.1% -intervention), had low education levels, and were unemployed. Before the intervention, dissatisfaction was reported by 84.6% of the intervention group and 88.5% of the control group. Afterward, 80.8% of the intervention group expressed satisfaction, while 76.9% of the control group remained dissatisfied. The t-test yielded a p-value of < 0.05 (0.000), indicating that murottal significantly increases patient satisfaction. Integrating murottal into nursing can enhance spiritual well-being and improve patient satisfaction, particularly in chronic and palliative care settings. Keywords: coronary heart disease, murottal, nursing care, patient satisfaction, spiritual care   Abstrak Peningkatan Kepuasan Pasien Jantung Koroner melalui Pelayanan Spritual Islami dengan Murottal dalam Praktik Keperawatan. Perawatan spiritual sangat penting dalam keperawatan, terutama bagi pasien dengan kondisi kronis atau paliatif seperti penyakit jantung koroner. Meskipun intervensi medis sangat krusial, terapi spiritual Islam menggunakan murottal memiliki dampak yang signifikan terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas murottal dalam meningkatkan kepuasan pasien pada individu dengan penyakit jantung koroner. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pretest-posttest pada 52 partisipan di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah, Palembang, Indonesia. Teknik total sampling diterapkan, dan data dianalisis menggunakan paired sample t-test. Kepuasan pasien diukur menggunakan kuesioner skala Likert untuk menilai dampak dari perawatan spiritual Murottal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi dan kontrol memiliki rata-rata usia 54 ± 6,33 dan 56 ± 8,65 tahun, dengan durasi penyakit masing-masing 10 ± 6,38 dan 9 ± 4,33 tahun. Sebagian besar partisipan berjenis kelamin laki-laki (78,8% kontrol, 73,1% intervensi), memiliki tingkat pendidikan rendah, dan tidak bekerja. Sebelum intervensi, ketidakpuasan dilaporkan oleh 84,6% kelompok intervensi dan 88,5% kelompok kontrol. Setelah intervensi, 80,8% kelompok intervensi menyatakan puas, sementara 76,9% kelompok kontrol tetap tidak puas. Uji t menghasilkan nilai p < 0,05 (0,000), yang menunjukkan bahwa murottal secara signifikan meningkatkan kepuasan pasien. Integrasi Murottal dalam praktik keperawatan dapat meningkatkan kesejahteraan spiritual dan kepuasan pasien, terutama dalam perawatan kronis dan paliatif. Kata Kunci: kepuasan pasien, murottal, pelayanan keperawatan, pelayanan spiritual, penyakit jantung koroner