Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Edukasi Seksual Sehat untuk Remaja: Membangun Pemahaman dan Kesadaran Sejak Dini di Desa Karang Agung Kabupaten Pali Tahun 2025 Afrika, Eka; Indraini, Putu Lusita Nati; Rahmawati, Eka; Amalia, Rizki; Handayani, Sri; Romadhon, Muhammad
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15876096

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap pengaruh negatif terkait seksualitas, terutama akibat kurangnya pengetahuan dan pendidikan seksual yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang konsep seksual sehat, yang meliputi aspek kesehatan reproduksi, batasan diri, serta sikap bertanggung jawab dalam hubungan sosial dan seksual. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Karang Agung Kabupaten Pali tahun 2025 dengan melibatkan 25 remaja sebagai responden. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 40% peserta memiliki pemahaman dalam kategori baik, sementara 60% berada pada kategori cukup. Setelah dilakukan edukasi, seluruh peserta (100%) menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan ke kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa metode edukatif yang partisipatif dan kontekstual efektif dalam meningkatkan literasi seksual remaja. Program ini diharapkan dapat menjadi model edukasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk mendorong perilaku remaja yang sehat dan bertanggung jawab secara seksual
Edukasi Seksual Sehat untuk Remaja: Membangun Pemahaman dan Kesadaran Sejak Dini di Desa Karang Agung Kabupaten Pali Tahun 2025 Afrika, Eka; Indraini, Putu Lusita Nati; Rahmawati, Eka; Amalia, Rizki; Handayani, Sri; Romadhon, Muhammad
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15876096

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap pengaruh negatif terkait seksualitas, terutama akibat kurangnya pengetahuan dan pendidikan seksual yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang konsep seksual sehat, yang meliputi aspek kesehatan reproduksi, batasan diri, serta sikap bertanggung jawab dalam hubungan sosial dan seksual. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Karang Agung Kabupaten Pali tahun 2025 dengan melibatkan 25 remaja sebagai responden. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 40% peserta memiliki pemahaman dalam kategori baik, sementara 60% berada pada kategori cukup. Setelah dilakukan edukasi, seluruh peserta (100%) menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan ke kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa metode edukatif yang partisipatif dan kontekstual efektif dalam meningkatkan literasi seksual remaja. Program ini diharapkan dapat menjadi model edukasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk mendorong perilaku remaja yang sehat dan bertanggung jawab secara seksual
Nursing management of oral rehydration therapy in pediatric patients with gastroenteritis and hypovolemia at a general hospital: A case study Apriliana, Helda; Afdhal, Fitri; Romadhon, Muhammad; Wulandari, Ria
Lentera Perawat Vol. 6 No. 3 (2025): July - September
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i3.532

Abstract

Background: Gastroenteritis is an inflammation of the stomach and small intestine caused by bacterial or viral infection, characterized by symptoms such as defecation more than three times per day. This condition often leads to nursing problems including impaired skin integrity, discomfort or pain, hyperthermia, and, most commonly, fluid volume deficit (hypovolemia). Oral rehydration therapy (ORT) plays an essential role in preventing hypovolemic complications, particularly dehydration ranging from mild to severe. ORT not only restores the balance of sodium and potassium concentrations in the body but also accelerates the recovery process. Objective: This study aimed to provide nursing care and to evaluate the effectiveness of oral rehydration therapy in children with gastroenteritis and hypovolemia in a general hospital. Methods: A case study approach was applied to explore nursing care management for pediatric patients with gastroenteritis and hypovolemia receiving oral rehydration therapy. The study compared two pediatric clients aged 1–5 years, admitted in July 2024 with gastroenteritis and hypovolemia. Data were collected through informed consent forms, interviews, observations, physical examinations, pediatric nursing assessment formats, and documentation. The case study was conducted over three consecutive days in a general hospital setting. Results: After three days of nursing interventions, with the primary diagnosis of hypovolemia related to active fluid loss, the administration of oral rehydration therapy demonstrated effective outcomes. Nursing care interventions— including observation, therapeutic actions, education, and collaboration—led to the resolution of the problem on the third day of care. Conclusion: This case study highlights the comparison of nursing care in two pediatric clients with gastroenteritis and hypovolemia undergoing oral rehydration therapy, showing that the intervention effectively resolved the problem within three days. Continued parental education was provided as part of the follow-up care.
Factors Associated with Quality of Life of Type II DM Patients Apriyanto, Ahmad; Romadhon, Muhammad; Rosadi, Erik
Media Informasi Vol. 21 No. 3 (2025): October
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v22i3.1159

Abstract

Type II diabetes mellitus (DM) is a chronic disease whose prevalence continues to increase worldwide. According to the World Health Organization (WHO, 2023) in Mariang (2023), type II DM is a leading cause of global morbidity and mortality, with a health burden that increases annually.International Diabetes Federation(IDF Diabetes, 2021) reported that the number of people with diabetes in Indonesia in 2021 reached 19.5 million and is expected to increase to 28.6 million by 2045. This condition has various impacts on health, one of which is a decrease in the patient's quality of life. The Indonesian Ministry of Health (2022) emphasized that the management of DM patients does not only focus on controlling blood glucose levels, but also on improving the quality of life. This study aims to analyze factors related to the quality of life of type II DM patients at the Burnay Mulya Community Health Center, including duration of suffering, level of knowledge, family support, and dietary adherence. The study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 67 respondents selected using random sampling. The research instruments were questionnaires on quality of life, knowledge, family support, and dietary adherence. Data analysis was performed using the Chi-Square test at a significance level of 0.05. The results showed a significant relationship between quality of life and duration of illness (p=0.031), knowledge (p=0.036), family support (p=0.008), and dietary adherence (p=0.024). Therefore, it can be concluded that the quality of life of type II diabetes patients is influenced by these factors. Healthcare professionals are expected to increase education, patient empowerment, and family support efforts to improve the quality of life of diabetes patients
Penyuluhan Diet Diabetes Melitus Di Posyandu Lansia Kasih Ibu Wulandari, Ria; Rimbawati, Yazika; Romadhon, Muhammad; Apriyani , Miftah; Ardiana, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Anak Bangsa Vol. 1 No. 2 (2024): JUPENGMAS UNABA
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jpm.v1i2.126

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi baik ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada Masyarakat di Posyandu Lansia Kasih Ibu. Metode kegiatan memberikan penyuluhan kepada Masyarakat dengan ceramah, diskusi, demontrasi dan pada akhir penyuluhan diberikan kuesioner posttest mengenai diet DM. Pengabdian  masyarakat ini dilakukan pada tanggal 22 Desember 2023 yang dilakukan di Posyandu Lansia Kasih Ibu dengan jumlah 20 peserta.  Hasil pengabdian Menunjukkan bahwa dengan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan setiap individu Pretest 45% dan Posttest 55%. Dapat disimpulkan Bahwa dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, maka pengetahuan mereka pun meningkat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan dampak bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Agung Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2021 Wulandari, Ria; Romadhon, Muhammad; Mustakim, Mustakim
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.769 KB) | DOI: 10.54816/jk.v9i1.467

Abstract

and vegetables: 73%, for daily physical activities: 87%. The purpose of this study was to examine the relationship between predisposing factors (knowledge), enabling factors (clean water facilities, healthy latrines, trash cans) and reinforcing factors (community culture, support from health workers and community leaders) with the implementation of PHBS in the community. Methods: This research is quantitative in nature using an analytical survey method with a Cross Sectional approach. A sample of 52 people was selected using the cluster random sampling method. The independent variables of this study are knowledge, clean water facilities, healthy latrines, trash cans, community culture, support from health workers and community leaders, while the dependent variable is clean and healthy living behavior. The data is then processed using SPSS to see if there is a relationship between the variables studied. Results: The results of the research on the support variable of community leaders obtained a p value of 0.636 (0.05) meaning that there was no relationship between the support of community leaders for PHBS. Conclusion: One of the factors that has an important role in clean and healthy living behavior is family knowledge. Keywords: PHBS.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Peran Keluarga Dalam Pengawasan Menelan Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru Mardiono, Sasono; Saputra, Andre Utama; Romadhon, Muhammad
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v10i1.569

Abstract

Tuberculosis is one of infectious chronic disease which still becomes society healt problem inthe word ,includes indonesia.drinking medicine obedience number of tuberculosis patient in Opi Healt center has not fulfilled the national target yet,and tends to dectease ever year .the medication to Tuberculosis patient can be done using some medicine combination that intended to exaterminate the germ.WHO recommends medication strategy,DOTS.that patient drink medicine supervised by drinking medicine supervisor.the research is aimed to know the relation of DMS (Drinking Medicine Supervisor) to drinking medicine obedience of Tuberculosis. The purpose of this study has been known factors related to the incidence of typoid fever. in Poli Rawat patient can be doneand Inpatient Room Kayuagung Hospital. This research is quantitative using analytical survey methods, and accidental sampling techniques.while the reseach place was conducted in the Opi Palembang health center on agust 21-28,2021.the population in the study was all patient who experienced Tuberculosis 2020some 40 people,and for the sample of 40 respondents. The results of the study were obtained based on the Chi-Square test have a relationship between educationand the role of families inthe supervision of swallowing drugs in the Tuberculosis education with a p-value of 0.001, there is a link between work and the role of families in drug swallowing supervision in high health Tuberculosis patient with a p-value of 0.001, there was a correlation between the level of knowledge was with the role of family supervisory draught swallow drugs on Tuberculosis patent with a p-value of 0.003
EDUKASI STIMULASI MOTORIK KASAR PADA IBU-IBU YANG MEMPUNYAI BALITA DI TPMB HJ SRI NIRMALA TAHUN 2024 Romadhon, Muhammad; Afrika, Eka; Handayani, Sri; Amalia, Rizki; Sari, Erma Puspita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31614

Abstract

Perkembangan anak dipengaruhi oleh banyak variabel yang saling mempengaruhi. Ini mencakup apa yang diterima anak sejak bayi, usia saat dia menerima stimulasi, sifat bawaan anak, sikap orang tua terhadap anak, dan interaksi antara orang tua dan anak. Anak-anak berusia enam hingga dua belas tahun memiliki kesempatan untuk menjadi kreatif dan meningkatkan keterampilan gerakan motorik kasar mereka dengan bermain dan belajar bersama. Selain itu, tindakan mereka dapat menunjukkan suasana hati dan tingkat kreativitas setiap anak. Kegiatan dilakukan melalui observasi, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Refleksi menyatakan bahwa pengetahuan orang tua yang berkaitan dengan perkembangan motorik kasar anak ditingkatkan oleh kegiatan pengabdian masyarakat ini. Setelah belajar, mereka akan dapat memahami deteksi perkembangan dalam proses pembelajaran. Karena kegiatan ini, diharapkan penggunaan stimulasi dalam pola asuh orang tua akan membantu perkembangan anak, terutama motorik kasar anak.
The effect of warm water compresses with cinnamon (cinnamomum) powder on pain scales of gout arthritis in the elderly: A pre-experimental study Putri, Della Friska; Romadhon, Muhammad; Mardiono, Sasono; Arsi, Ranida
Lentera Perawat Vol. 6 No. 4 (2025): October - Desember
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i4.610

Abstract

Background: Joint pain is a common complaint experienced by many people, especially the elderly. One of the non-pharmacological methods that can be used to reduce pain is warm water compress therapy using cinnamon powder (Cinnamomum). This compress provides a warming effect that can decrease muscle spasms, improve blood circulation, and help suppress the inflammatory response in the joint area. Objective: This study aimed to determine the effect of a warm water compress with cinnamon powder (Cinnamomum) on changes in the pain scale of gout arthritis among the elderly at Bukit Selabu Sekayu Public Health Center. Methods This research used a pre-experimental design with a One Group Pre-Test Post-Test approach. The sample consisted of 35 elderly respondents, selected through total sampling. The research instruments included the Standard Operating Procedure (SOP) for administering the warm water compress with cinnamon powder and an observation sheet using the Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results : The findings showed that the mean pain score before the intervention was 4.63 (moderate pain category), and after the warm water compress with cinnamon powder was applied, it decreased to 1.97 (mild pain category). The statistical test obtained a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between pre- and post-intervention. A 2.66-point reduction on the NRS was considered clinically meaningful, showing that this therapy effectively reduced joint pain in the elderly. Conclusion: The application of a warm water compress with cinnamon powder (Cinnamomum) was proven to be statistically and clinically effective in reducing joint pain levels among elderly patients with gout arthritis. This therapy can serve as a safe and practical non-pharmacological alternative that can be applied in primary health care services.
PENERAPAN LATIHAN BATUK EFEKTIF PADA ANAK INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS Afdhal, Fitri; Rimbawati, Yazika; Romadhon, Muhammad; Maulana, Rizki Sopyan
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1443

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Biasanya akan terjadi pada 14 hari dengan gejala yang sering muncul seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, keluarnya cairan berlebihan dan kehilangan nafsu makan. Kebiasaan manusia yang sering mengabaikan kejadian ini, padahal infeksi akibat virus dan bakteri dapat dengan cepat menumpuk di saluran pernapasan. Terapi non farmakologi yakni pemberiaan terapi batuk efektif, memudahkan pasien untuk mengeluarkan dahak,memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk mengencerkan dahak agar lebih mudah untuk dikeluarkan.Tujuan :untuk mengetahui penerapan latihan batuk efektif pada anak dengan (ISPA)di Wilayah Puskesmas Tebat Agung Muara Enim Tahun 2024 Metode: metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dan intervensi batuk efektif, subjek pada studi kasus terdapat 2 pasien. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksan fisik dan dokumentasi. Hasil Penelitian : pada pengkajian kedua pasien mengatakan batuk berdahak. Pada  pasien 1 dan 2 diberikan terapi farmakologis tetapi pada pasien 1 diberikan terapi tambahan yaitu terapi non farmakologis latihan batuk efektif, pada evaluasi hari ketiga pasien 1 mengatakan dahaknya sudah mulai berkurang sedangkan pada pasien 2 mengatakan dahak tidak terlalu banyak, tetapi masih ada sedikit. Diagnosa Keperawatan utama Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif. Setelah tiga hari dilakukan intervensi batuk efektif dan implementasi SLKI dan SIKI masalah teratasi. Kesimpulan : batuk efektif terbukti dapat membantu pasien untuk mengurangi dahaknya dibandingkan hanya dengan menggunakan terapi farmakologis saja. Kata Kunci : ISPA, Batuk Efektif