Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN LEMARI PENGERING DAUN MARUNGGA (Moringa Oleifera) Ben Vasco Tarigan; Jefri S. Bale; Matheus M. Dwinanto; Muhamad Jafri; Daud P. Mangesa; Dominggus G. H. Adoe
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v5i2.1760

Abstract

Abstrak Pohon Marungga merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki manfaat yang besar. Untuk daunnya sendiri dapat dijakdikan menjadi suplemen gizi dan juga sebagai bahan dasar kosmetik. Daun Marungga sendiri dapat dijadikan bubuk untuk selanjutnya diproses ke dalam berbagai kebutuhan. Sebelum dijadikan bubuk, sebelumnya daun tersebut harus dikeringkan. Pengeringan manual selama ini membutuhkan waktu yang panjang dan tidak higienis. Pada penelitian ini diperoleh hasil, proses pengeringan selama 19 jam diperolehhasil penurunan kelembaban tidak bisa dilakukan secara cepat. Hal ini disebabkan karena temperatur dalam ruangan tidak mampu memanaskan udara sekitar dengan cepat sehingga proses pengeringan cenderung lebih lambat. Dengan beban pengeringan 20 kg daun Marungga mentah, diperoleh sekitar 3 kg daun kering.Kata kunci: marungga; perpindahan panas; lemari Abstract Marungga tree is one of the plants that have great benefits. The leaves themselves can be transformed into nutritional supplements and also as a cosmetic base ingredient. Marungga leaves themselves can be used as a powder for further processing into various needs. Before being made into powder, the leaf must be dried beforehand. Manual drying so far requires a long time and is not hygienic. In this study the results were obtained, the drying process for19 hours obtained the result of humidity reduction could not be done quickly. This is because the temperature in the room is not able to heat the surrounding air quickly so the drying process tends to be slower. With a drying load of 20 kg of raw Marungga leaves, about 3 kg of dried leaves are obtained.Keywords: marungga; heat transfer; cabinets
PENGARUH VARIASI JARAK ANTARA KATUP LIMBAH DENGAN KATUP PENGHANTAR TERHADAP EFISIENSI POMPA HIDRAM PVC 2 INCHI PARAREL Defmit B.N Riwu; Dominggus G. H. Adoe; Seprianus Rudolf Membubu
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.438 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v5i1.1947

Abstract

Abstrak Pompa hidram merupakan salah satu jenis pompa yang tidak membutuhkan energi listrik atau bahan bakar. Energi potensial dari sumber air yang dialirkan sebagai daya penggerak. Dimana alat ini bekerja pada sumber air yang memiliki kemiringan, sebab alat ini membutuhkan energi terjunan air dari ketinggian lebih besar atau sama dengan 1 meter yang masuk ke dalam pompa. Dalam pengoperasinya pompa ini mempunyai keuntungan yaitu dengan menggunakan pipa PVC yang dengan sederhana merancangnya juga dapat dibuat dengan peralatan bengkel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak antara katup limbah dengan katup penghantar terhadap efisiensi pompa hydram. Metode yang digunakan adalah experimen lapangan dengan beberapa perubahan pada variasi jarak antara katup limbah dengan katup penghantar adalah 10 cm, 20 cm,30 cm. Dari hasil penelitian bahwa debit pemompaan optimum mengalami peningkatan pada ukuran pendek yaitu 0,00011633 m3/detik, debit limbah semakin besar pada ukuran jarak panjang yaitu 0,00086013 m3/detik, dengan jumlah ketukan terjadi yaitu 84 kali. Sehingga efisiensi hidram menurut teori d’aubussion diperoleh hasil tertinggi yaitu 71,02 %. Kata Kunci: Pompa hidram 2 inchi, double katup limbah, katup penghantar, dan efisiensi D’aubuission Abstract Hydram pump is one type of pump that does not require electricity or fuel. Potential energy from water sources that is channeled as a driving force. Where this tool works at a source of water that has a slope, because this tool requires water flow energy from a height greater than or equal to 1 meter into the pump. In the operation of this pump has the advantage of using PVC pipes which are simple to design can also be made with workshop equipment. This research was conducted to determine the effect of variations in the distance between the waste valve and the delivery valve on the efficiency of the hydram pump. The method used is a real experimental with some changes in the variation of the distance between the waste valve and the delivery valve is 10 cm, 20 cm, 30 cm. From the results of the study that the optimum pumping discharge increased in the short size of 0.00011633 m3 / second, the greater the discharge of waste at a long-distance size of 0.00086013 m3 / second, with the number of beats occurring at 84 times. So that the efficiency of hydrams according to the theory of 'aubussion obtained the highest yield of 71.02%. Keywords: 2-inch hydram pump, double valve waste, delivery valve, and D'obuission efficiency.
PENGARUH UKURAN TABUNG UDARA DENGAN TINGGI PIPA KELUARAN 7 METER TERHADAP EFISIENSI POMPA HIDRAM DOUBLE KATUP LIMBAH Robin Diyener Takain; Defmit B. N. Riwu; Adi Y. Tobe; Dominggus G. H. Adoe
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i1.2724

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ukuran tabung udara terhadap efisiensi pompa hidram PVC double katup limbah. Pompa hidram yang digunakan dalam penelitian ini memiliki diameter pipa masukan 2 inchi dan diameter pipa keluaran ½ inchi. Variasi tinggi tabung udara yang dilakukan adalah 100 cm, 120 cm dan 140 cm. Sedangkan tinggi pipa keluaran yang dilakukan adalah 7 m. Hasil penelitian ini menunjukkan efisiensi tertinggi yang diperoleh terdapat pada tinggi tabung udara 140 cm dengan tinggi pipa keluaran 7 m yaitu 81,9 % dan efisiensi terendah yang diperoleh terdapat pada tinggi tabung udara 100 cm yaitu 70,24 %. Pernambahan tinggi ukuran tabung udara dapat meningkatkan efisiensi pompa hidram. Hal ini terjadi karena rongga udara yang besar menambah tekanan air melalui pipa keluaran.Kata kunci Pompa Hidram PVC Double Katup limbah; Tinggi Tabung Udara; Efisiensi AbstractTthe purpose of this study was carried out toknow the effect of air tube sizeon the efficiency of PVC hydram pumps double waste valve.The hydram pumpused in this study has a 2 inch diameter input pipe and½ inch diameter output pipe. The height variation of the air tube is carried out100 cm, 120 cm and 140 cm. While the height of the output pipe made is 7 m.The results of this study showed the highest efficiency obtained in the height of the air tube 140 cm with a high output pipe 7m that is 81,9% and the lowest efficiency obtained is in the height of the tubeair 100 cm is 70,24%. Increasing the height of the air tube size can increase the efficiency of the hydram pump. This happened because the large air cavity increases the water pressure through the outlet pipe.Key word :PVC hydram pump double waste valve; height of the air tub; efficiency
PENGARUH UKURAN KATUP LIMBAH TERHADAP EFISIENSI POMPA HIDRAM Dominggus G. H. Adoe; Defmit B. N. Riwu; Matheos Marc Tuka Penu
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i1.2986

Abstract

PENGARUH UKURAN KATUP LIMBAH TERHADAP EFISIENSI POMPA HIDRAM Dominggus G.H. Adoe, Defmit B.N. Riwu, Matheos M.T. Penu Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, UNDANA Jl. Adisucipto, Penfui-Kupang NTT Email :marktukapenu@gmail.com Abstrak Air selalu menjadi bagian terutama dalam kehidupan makhluk hidup di belahan bumi manapun. Bagian yang membentuk permukaan bumi berupa gunung, bukit, dataran tinggi, dataran rendah, lembah, sungai, maupun laut. Jika permukaan bumi tersebut terisi dengan air, gerakan air akan menuju ketempat yang lebih rendah dari tempat awal kedudukannya. Teknologi sederhana dan hemat energi dan dapat menaikkan air dari tempat yang rendah ketempat yang tinggi adalah “Pompa Hidram” Pompa hidram atau singkatan dari hidraulik ram berasal dari kata hidro sma dengan air (cairan), ram sama dengan hantaman, pukulan atau tekanan, sehingga terjemahan bebasnya menjadi hantaman air atau tekanan air. Jadi, pompa hidram adalah pompa yang energi penggeraknya berasal dari hantaman air yang masuk ke dalam pompa melalui pipa pengantar. Berdasarkan hasil eksprimen dan analisa data dapat disimpulkan bahwa efisiensi tertinggi terdapat pada variasi diameter katup limbah 3 dim sebesar 78,56 % untuk efisiensi D’Aubuisson, dan 78,58 % untuk efisiensi Rankine. Sedangkan efisiensi terendah, terdapat pada variasi diameter katup limbah 2 dim sebesar 63,80 % untuk efisiensi D’Aubuisson, dan 51,39 % untuk efisiensi Rankine. Kata Kunci : pompa hidram, debit, diameter katup, efisiensi pompa hidram, pipa Abstract Water has always been a part especially in the life of living things in any hemisphere. The parts that make up the earth's surface are mountains, hills, highlands, lowlands, valleys, rivers, and seas. If the surface of the earth is filled with water, the movement of the water will go to a place that is lower than the place where it started. The technology is simple and energy efficient and can raise water from a low place to a high place is "Hydram Pump" Hydram pump or an abbreviation of hydraulic ram comes from the word hydro sma with water (liquid), ram is equal to impact, punch or pressure, so the translation release of water impact or water pressure. So, a hydram pump is a pump whose driving energy comes from the impact of water entering the pump through the delivery pipe. Based on the results of experimentation and data analysis, it can be concluded that the highest efficiency is found in the variation of the diameter of the 3 dim waste valve, which is 78.56% for D'Aubuisson's efficiency, and 78.58% for Rankine efficiency. While the lowest efficiency, there is a variation of the diameter of the 2 dim waste valve of 63.80% for D'Aubuisson's efficiency, and 51.39% for Rankine efficiency. Keywords : hydraulic ram, debit, valve diameter, the efficiency of hydraulic ram
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN DAN MEDIA PERENDAMAN TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT OPEN HOLE DISCONTINUOUS KULIT BUAH KELAPA MATRIKS POLYESTER Dominggus G. H. Adoe; Defmit B. N. Riwu; Yoffial D. Banani
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaatan serat alam sebagai pengikat pada komposit sudah banyak digunakan, diantaranya Seratb buah lontar, serat daun gewang, serat widuri, serat nenas, serat kelapa dan masih banyak serat lainnya. Perkembangan teknologi, sifat fisika-kimia serat, dan kesadaran konsumen untuk kembali ke bahan alami, membuat serat sabut kelapa dimanfaatkan menjadi bahan baku industri karpet, jok dan dashboard kendaraan, kasur, bantal, dan hardboard. Serat sabut kelapa yang dikombinasikan dengan resin sebagai matriks akan dapat menghasilkan alternatif yang salah satunya aplikasi material yang mendukung pemanfaatan komposit. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis pengaruh waktu perendaman dan media perendaman terhadap kekuatan tarik komposit open hole discontinuous kulit buah kelapa matriks polyester. Dalam pengujian kekuatan tarik matriks dan komposit open hole discontinuous menggunkan standar ASTM D5766. Dari pengujian tarik yang dilakukan terhadap spesimen uji, diperoleh data rata-rata beban pengujian untuk setiap jenis komposit yaitu komposit tanpa perendaman memiliki beban tarik putus tertinggi dengan nilai rata-rata sebesar 2013 N, pada komposit yang diberi perlakuan perendaman air tawar 1 hari memilik beban tarik putus dengan nilai rata-rata teringgi 1777 N, dan nilai rata-rata beban tarik putus terendah adalah pada komposit yang diberi perlakuan perendaman air tawar 21 hari dengan nilai beban tarik putus terendah 1477 N. Sedangkan pada perlakuan perendaman air laut 1 hari memiliki nilai beban tarik putus rata-rata tertinggi sebesar 1733 N dan nilai rata-rata beban tarik putus terendah ialah pada komposit yang diberi perlakuan perendaman air laut 21 hari dengan nilai terendah 1380 N. Kata Kunci: komposit, serat alam, kulit kelapa, uji tarik. Abstract The use of natural fibers as a binder on composites has been widely used, including palm fiber, gewang leaf fiber, thistle fiber, pineapple fiber, coconut fiber and many other fibers. Technological developments, physical-chemical properties of fiber, and consumer awareness to return to natural materials, make coconut fiber fibers used as raw materials for the industry of carpets, seats and vehicle dashboards, mattresses, pillows and hardboards. Coconut coir fibers combined with resin as a matrix will be able to produce alternatives, one of which is the application of materials that support the use of composites. In this study, an analysis of the effect of immersion time and immersion media on the tensile strength of open hole composites was analyzed by discontinuous coconut shells of polyester matrix. In testing the tensile strength of the matrix and open hole discontinuous composites using the ASTM D5766 standard. From the tensile testing performed on the test specimens, the average test load for each typeof composite is obtained without the immersion composite having the highest drop pull load with an average value of 2013 N, in the composite treated with fresh water immersion 1 day has a load tensile drop with the highest average value of 1777 N, and the lowest average tensile pull load is on the composite treated with 21 days freshwater immersion with the lowest drop load value of 1477 N. While the treatment of sea water immersion 1 day has a value the highest average drop-out load is 1733 N and the lowest average tensile pull load is in the composite treated with 21 days sea water immersion with the lowest value of 1380 N.Keywords: composite, natural fiber, skin fiber, strain test.
PENGENALAN TEKNOLOGI BIOGAS SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN DI DESA TUBUHUE Dominggus G. H. Adoe; Rima Nindia Selan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.8679

Abstract

ABSTRAKDesa Tubuhue merupakan salah satu daerah di Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS. Desa Tubuhue berjarak ±96 KM dari Kota Kupang dan hanya dapat ditempuh dengan perjalanan darat dengan waktu tempuh ± 1,5 s/d 2,15 jam. Mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani palawija dan peternak. Satu-satunya hasil pertanian andalan masyarakat desa Tubuhue diluar palawija adalah buah jagung, yang dipanen sekali dalam setahun pada bulan September. Pemahaman masyarakat akan potensi alam dan pola pikir yang hanya mengandalkan hasil alam yang telah ada/disediakan alam tanpa ada upaya pengembangan, menjadi penyebab utama keterpurukan ekonomi atau kemiskinan yang melanda hampir seluruh masyarakat Desa Tubuhue. didesa ini terdapat sumber mata air dan danau yang selalu menyediakan air meskipun pada musim kemarau. Namun sumber air yang terbilang maksimal ini tidak dimanfaatkan secara baik untuk kegiatan ekonomi produktif dan hanya semata-mata dimanfaatkan untuk kebutuhan MCK dan beberapa memanfaatkan untuk bertani sayur yang semata-mata untuk keperluan konsumsi. Limbah peternakan juga sama sekali tidak dimanfaatkan untuk sumber energi dan hanya sebagian yang dimanfaatkan sebagai kompos. Melalui program ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman serta skill yang maksimal untuk dapat mengelola potensi yang dimiliki dengan pembuatan biogas dari kotoran ternak dalam meningkatan kesejahteraan hidup masyarakat di desa Tubuhue. Hasil dari program ini masyarakat mampu untuk memanfaatkan potensi limbah /kotoran ternak sebagai sumber energi terbarukan biogas. Kata kunci: biogas; desa tubuhue; kotoran ternak. ABSTRACTTubuhue Village is one of the areas in West Amanuban District, TTS Regency. The village of Tubuhue is ±96 KM from Kupang City and can only be reached by road with a travel time of ± 1.5 to 2.15 hours. The majority of the people make a living as secondary food farmers and ranchers. The only mainstay agricultural product for the people of Badanue village outside of palawija is corn, which is harvested once a year in September. The community's understanding of the potential of nature and a mindset that only relies on natural products that already exist by nature without any development efforts are the main causes of usage downturn or poverty that hit almost the entire community of Tubuhue Village. In this village, there are springs and lakes that always provide water even in the dry season. However, this maximum water source is not used properly for productive economic activities and is only used for toilet needs and some use it for vegetable farming which is solely for consumption purposes. Livestock waste is also not used as an energy source at all and only part of it is used as compost. Through this program, they can provide maximum knowledge and understanding as well as skills to be able to manage their potential by making biogas from livestock manure in improving the welfare of the community in the village of Tubuhue. The result of this program is that the community can take advantage of the potential of livestock waste as a renewable source of biogas energy. Keywords: biogas energy; tubuhue village; livestock waste
Analisis pengaruh kecepatan udara masuk PAWG terhadap volume kondensat, kinerja sistem, Psys dan COP Ben V. Tarigan; Yohanes V. Gere; Muhamad Jafri; Defmit B.N. Riwu; Dominggus G. H. Adoe
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v4i1.3432

Abstract

Water is one of the natural resources that is needed for the life of living things. Almost all activities require clean water, both for the metabolism of living things, agriculture and industry and is a major need. So that the availability of clean water sources needs to be maintained and looking for new sources. One source of clean water is atmospheric air which is very abundant. By using a water generator from stable atmospheric air, where the air enters the PAWG system in which there is a thermoelectric which can form a temperature difference in order to convert water into water vapor which then becomes condensate. The PAWG performance tested here is the inlet air velocity with variations of 0.27 m/s, 0.52 m/s and 0.97 m/s. The results show that the inlet air velocity affects the volume of condensate water and the performance of the Psys and COP systems. The higher the air velocity, the greater the volume of condensate water generated and the higher the Psys. But the results are different for COP, where the highest COP occurs at an inlet air speed of 0.52 m/s followed by a speed of 0.27 m/s and the smallest is 0.97 m/s.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA LAPEOM MELALUI PEMBUATAN BEDENG DAN PEMBIBITAN DI KEBUN GIZI Dominggus G. H. Adoe; Rima Nindia Selan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15177

Abstract

ABSTRAKLapeom adalah nama sebuah desa di kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Desa Lapeom terletak sekitar 14 Km dari Ibu Kota Kabupaten TTU dan sekitar 27 Km dari ibu kota kecamatan dengan jarak tempuh sekitar 0,5 jam dengan kendaraan roda empat, atau 1 jam dari ibukota kecamatan.Mata pencaharian penduduk Desa Lapeom sebagian besarnya adalah petani. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat desa Lepeom untuk memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan yang bisa ditanami sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah tahap sosialisasi, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan terakhir tahap penndampingan serta evaluasi.  Kegiatan bercocok tanaman dilakukan semuanya oleh masyarakat mulai dengan pembibitan, persiapan lahan, perawatan sampai pemanenan   dibantu   fasilitator.  Bedeng terdapat di pekarangan tempat tinggal warga sehingga warga dengan mudah untuk mengurusnya setiap hari. Kata kunci: desa Lepeom; pertanian; kebun gizi. ABSTRACTLapeom is the name of a village in the West Insana sub-district, North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara province, Indonesia. Lapeom Village is located about 14 Km from the capital city of TTU Regency and about 27 Km from the sub-district capital, with a distance of about 0.5 hours by four-wheeled vehicle, or 1 hour from the sub-district capital. The livelihoods of residents of Lapeom Village are mostly farmers. The purpose of this activity is to provide counseling and training to the people of Lepeom village to use their yards as land that can be planted with vegetables to meet the nutritional needs of their families. The method used in this activity is the socialization stage, the preparation stage, the implementation stage and finally the mentoring and evaluation stage. Community farming activities are all carried out by the community starting with nurseries, land preparation, and maintenance to harvesting assisted by facilitators. nutrition garden is located in the yard where residents live so that residents can easily take care of it every day. Keywords: lepeom village; agriculture; nutrition garden.
Pelatihan pengadaan barang dan jasa di desa Baumata kabupaten Kupang Arifin Sanusi; Jack C. A. Pah; Adi Yermia Tobe; Daud Pulo Mangesa; Dominggus G. H. Adoe; Jahirwan Ut Jasron; Verdy Koehuan; Matheus M. Dwinanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23361

Abstract

Abstrak Pelatihan pengadaan barang dan jasa di desa melalui program pengabdian masyarakat ini diperuntukan bagi apatur desa untuk Desa Baumata, Desa Baumata Barat, Desa Baumata Timur, Desa Baumata Utara, dan Desa Bokong. Tujuan dari penyelenggraan kegiatan ini anatara lain, Pertama Memberikan pengetahuan kepada para aparatur desa agar dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa sesuai dengan peraturan.  Kedua  memberikan pemahaman tentang pengadaan barang dan jasa di desa dengan  metode swakelola. Ketiga menjelaskan cara pengadministrasian dokumen pengadaan barang dan jasa. Keempat memberikan pemahaman cara pengawasan dan kontrak dalam pelaksanaa pengadaan barang/jasa di desa melalui swakelola. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan aparatur desa tidak salah dalam proses pengadaan barang dan jasa melalui swakelola baik dari segi proses, pelaksanaan, pengawasan, administrasi, dan pertanggungjawaban.  Pelatihan  diikuti 10 orang peserta, adapun khalayak sasaran peserta terdiri dari Ketua TPK dan angota TPK dari lima desa. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini menggunakan metode ceramah, tutorial, contoh kasus, dan diskusi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan dievaluasi melalui posttest. Dari 10 peserta memiliki nilai rerata 85. Semua peserta antusias mengikuti acara hingga selesai dan merasakan manfaat pelatihan untuk meningkatakan akuntabilitas dan transparansi pengunaan dana desa. Peserta pelatihan juga menilai bahwa pelatihan ini penting dan sangat diperlukan bagi perangkat desa. Kata kunci: swakelola, barang, jasa, aparatur desa. Abstract Training on procurement of goods and services in villages through this community service program is intended for village officials for Baumata Village, West Baumata Village, East Baumata Village, North Baumata Village, and Bokong Village. The objectives of holding this activity include, firstly, providing knowledge to village officials so that the procurement of goods and services is by regulations. Second, it provides an understanding of the procurement of goods and services in villages using self-management. Third, it explains how to administer goods and services procurement documents. Fourthly, it provides an understanding of how to supervise and contract the implementation of the procurement of goods/services in villages through self-management. With this training, it is hoped that village officials will avoid mistakes in procuring goods and services through self-management in process, implementation, supervision, administration, and accountability. Ten participants attended the training, and the target audience of participants consisted of the TPK Chair and TPK members from five villages. This training activity was implemented using lectures, tutorials, case examples, and discussion methods. The results of implementing activities are evaluated through a posttest. Of the 10 participants, the average score was 85. All participants enthusiastically attended the event until the end and felt the benefits of the training in increasing accountability and transparency in using village funds. The training participants also considered that this training was essential and essential for village officials.Keywords: self-management, goods, services, village apparatus.
Analisis Pengaruh Temperatur pada Metode Pirolisis dari Sampah Plastik PP (Polypropylene) Terhadap Kapasitas Dan Kuantitas Minyak Pirolisis Ernanto, Nanang; Adoe, Dominggus G.H; Gusnawati, Gusnawati
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 24 No 2 (2020)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112020.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur 250 oC, 300 oC, dan 350 oC, untuk alat pirolisis terhadap massa jenis minyak pirolisis, viskositas minyak pirolisis, Fire point dan Flash point minyak pirolisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa massa jenis pada penelitian ini mendapatkan hasil yang sama pada semua variasi temperatur yaitu 0,8 gr/cm3. Hasil viskositas yang didapat adalah 0,4355cP untuk variasi temperature 250 oC dan makin besar untuk variasi temperature 300 oC dengan mendapatkan nialai 0.4595cP kemudian pada temperatur 350 oC hasil yang didapat semakin besar yaitu 0,4826cP. Dan pada Flash Point hasil yang didapatkan 80,3oC untuk variasi temperatur 250 oC, 84,2oc untuk temperatur 300 oC, dan pada temperatur 350 oC naik sangat pesat yaitu 90,4oC dan untuk hasil Fire Point didapatkan hasil 338,9 oC untuk temperatur 250 oC, 340 oC untuk temperatur 300 oC, dan 349,7 oC untuk temperatur 350 oC. hasil yang didapat kemudian dibandingkan dengan bahan bakar bensin dan mendapatkan hasil yang tidak mendekati bahan bakar bensin namun menyamai bahan bakar minyka tanah.