Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KOMPOSISI DAN STRUKTUR VEGETASI HUTAN MANGROVE DI KELURAHAN TAMPO KECAMATAN NAPABALANO KABUPATEN MUNA abdul sakti; Sahindomi Bana; Nurhayati Hadjar; La de Ahmaliun; Arniawati arniawati; sarwinda intan putri
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the composition and structure of mangrove vegetation and measure species diversity in Tampo Village, Napabalano District, Muna Regency, Southeast Sulawesi. Data collection was carried out by the plotted line method, using transects from the sea to the mainland. The parameters analyzed included density, frequency, and dominance which were then used to calculate the Important Value Index (INP) and the Shannon-Wiener Diversity Index (H'). The results showed species diversity at varying growth rates, from low to moderate, with the type Avicennia sp. show significant dominance. The H' diversity value ranged from 0.60 to 2.02, indicating that the habitat was in a stable condition without major constraints. The tree's life tier has good ecosystem resilience, allowing for quick recovery after disturbances. Species dominance Avicennia sp. indicates strong adaptability and competitiveness in the local environment, which plays an important role in ecosystem stability. These findings highlight the importance of sustainable management of mangrove ecosystems to protect biodiversity and coastal ecosystems in the region
UJI EFEKTIVITAS PENGAWETAN ROTAN TERHADAP INFEKSI JAMUR BLUE STAIN MENGGUNAKAN BAHAN ALAMI DARI DAUN SONNERATIA ALBA uslinawaty; niken pujirahayu; nurhayati Hadjar; abigael kabe; Nurnaningsih Hamzah; ika yuniarsih; Muhammad Attar
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rotan merupakan salah satu hasil hutan yang memiliki nilai ekonomi kedua tertinggi setelah kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan daun mangrove (Sonneratia alba) sebagai bahan pengawet lima jenis lima jenis rotan terhadap serangan Jamur Blue Stain.Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan 5 jenis rotan dengan konsentrasi bahan pengawet ekstrak daun pidada putih 4% dan 6%. Hasilmya bahan pengawet ekstrak daun pidada putih (Sonneratia alba) dengan konsentrasi 4% 6% dalam proses perendaman dingin s efektif melindungi rotan terhadap serangan jamur blue stain pada 5 jenis rotan. intesitas serangan jamur blue stain pada 5 jenis rotan pada konsentrasi 6% sebesar 14,97% termasuk klasifikasi ringan sehingga sudah termasuk efektif mencegah serangan jamur blue stain.
VARIASI ARAH RADIAL STRUKTUR ANATOMI KAYU CEMARA (Casuarina junghuhniana Miq.) ASAL TORAJA UTARA: (Radial Variation of Wood Anatomical Structure in Casuarina junghuhniana Miq. from North Toraja) Abigael Kabe; Nurhayati Hadjar; Niken Pujirahayu; Zakiah Uslinawaty; Nurnaningsih Hamzah; Sarwinda Intan Putri; Sahindomi Bana; Emilia Cantesya Patiara; LM Raya Akbar
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.175

Abstract

Kayu cemara gunung (Casuarina junghuhniana Miq.), dalam bahasa lokal Toraja disebut kayu buangin merupakan salah satu jenis kayu lokal yang digunakan dalam pembuatan rumah adat di Toraja (tongkonan). Penelitian dan informasi terhadap sifat anatomi kayu sebagai komponen rumah adat masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi struktur anatomi kayu cemara gunung dari arah empulur ke bagian dekat kulit. Parameter makroskopis dan mikroskopis kayu dianalisis sesuai dengan standar masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan secara makroskopis kayu gubal berwarna coklat dan kayu teras berwarna coklat tua, lingkaran tahun tidak begitu jelas, bertekstur kasar, arah serat sedikit miring. Permukaan kayu agak mengkilap, memiliki aroma yang khas. Kayu keras dan tergolong sulit dikerjakan. Tipe pori soliter dengan diameter kecil yang meningkat dari empulur ke bagian kulit. Kayu dekat empulur terdapat tilosis. Jari-jari uniseri nampak jelas pada bidang melintang berukuran besar dan kecil. Panjang serat rata-rata termasuk kategori sedang (kelas III), serat agak miring. Berdasarkan nilai rata-rata parameter turunan dimensi serat maka kayu cemara gunung termasuk kelas mutu serat III.
K Kesesuaian Ukuran kayu Gergajian di Bangsal Kayu Kota Kendari ((Size Conformity of Sawn Timber in Kendari City Wooden Wards) Abigael Kabe; Niken Pujirahayu; Zakiah Uslinawaty; nurhayati hadjar; nurnaningsih hamzah; Richard Edwan R Napitu
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran sortimen kayu gergajian berperan penting dalam industri kayu, khususnya dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan nilai ekonomi hasil hutan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kayu gergajian, jenis sortimen, kesesuaian ukuran sortimen kayu dan cacat kayu gergajian yang diperjualbelikan di Kota Kendari. Penelitian dilaksanakan dengan pengambilan sampel di 5 bangsal kayu yang ada di kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode penelitian dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada pemilik bangsal kayu untuk memperoleh data jenis dan cacat kayu serta dilakukan pengukuran dimensi panjang, lebar dan tebal terhadap 175 sampel sortimen kayu gergajian menggunakan teknik pengambilan sampel acak. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan data ukuran dimensi sortimen kayu gergajian dengan nilai ukuran Standar Nasional Indonesia (SNI) No.7537.2-2010 tentang Kayu Gergajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kayu gergajian yaitu kayu jabon putih (Anthocephalus cadamba), kayu bitti (Vitex cofassus) dan kayu kumea (Manilkara merrilliana). Ketiga jenis kayu ini diperdagangkan dalam bentuk produk dengan masing-masing nama dagang antara lain kaso 4x4, kaso 5x5, papan 3x20, papan 3x25, kusen 7x12, balok 6x12, dan balok 8x12. Dimensi panjang dan lebar kayu gergajian di Kendari umumnya sudah sesuai SNI, namun ketebalan pada beberapa produk seperti papan 3x20 Jabon, papan 3x25 Jabon, kusen 7x12 kayu Bitti dan balok 8x12 kayu Kumea masih perlu dioptimalkan. Cacat sortimen kayu yaitu cacat mata kayu, cacat lubang gerek serangga, cacat kayu melengkung, mold dan cacat kayu retak/pecah ujung dan permukaan.
Analisis Senyawa Fitokimia pada Limbah Kulit Kayu Bakala (Alstonia spectabilis) sebagai Bahan Dasar Pembuatan Obat Nurnaningsih Hamzah; Nurhayati Hadjar; Dewi Fitriani; Wiwin Rahmawati Nurdin; Awaluddin
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa fitokimia yang terkandung dalam kulit kayu Alstonia spectabilis sebagai sumber potensial untuk bahan obat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua pelarut yang berbeda, yaitu etanol 70% dan air suling, untuk mengekstraksi senyawa bioaktif yang ada dalam kulit kayu. Proses ekstraksi diikuti dengan uji fitokimia untuk alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol mengandung saponin, flavonoid, tanin, dan fenol, sementara ekstrak air hanya mengandung saponin, flavonoid, dan tanin. Ekstrak etanol menunjukkan rendemen yang lebih tinggi, yang mengindikasikan bahwa etanol lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa bioaktif dari Alstonia spectabilis. Keberadaan senyawa-senyawa ini menunjukkan potensi aktivitas terapeutik seperti antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba, yang mendukung potensi kulit kayu ini sebagai obat alami. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengetahuan mengenai Alstonia spectabilis sebagai tanaman obat dan menyoroti pentingnya pemilihan pelarut dalam ekstraksi senyawa fitokimia.
KETERAWETAN KAYU BAKALA (Alstonia spectabillis) TERHADAP BAHAN PENGAWET EKSTRAK BIJI BINTARO (Cerbera manghas) zakiah uslinawati; niken Pujirahayu; Nurhayati hadjar; abigael kabe; nurnaningsih Hamzah; Rut Monica Tampubolon; Muh. Fikhi Saisyah Putra
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.217

Abstract

Pengawetan kayu merupakan salah satu usaha untuk memperpanjang masa pakai dan menjaga kayu tidak terserang oleh faktor perusak kayu serta meningkatkan kekuatan kayu. Bahan pengawet alami yang dapat digunakan adalah bahan yang beracun dan efektif dalam membunuh organisme perusak kayu dan tidak dapat mencemari lingkungan, seperti biji buah bintaro (Cerbera manghas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bahan pengawet alami ekstrak biji bintaro terhadap nilai absorbsi, retensi dan penetrasi pada pengawetan kayu bakala. Metode penelitian yang digunakan adalah metode perendaman dingin dengan konsentrasi bahan pengawet 15% dan 20. rata-rata absorbsi pada konsentrasi 20% sebesar 224,6 Kg/m³. Nilai rata-rata retensi pada konsentrasi 15% diperoleh sebesar 9,9 Kg/m³ dan nilai rata-rata retensi pada konsentrasi 20% sebesar 11,24 Kg/m³. Nilai rata-rata penetrasi pada konsentrasi 15% diperoleh sebesar 7,88 mm dan nilai rata-rata penetrasi pada konsentrasi 20% sebesar 8,02 mm. Berdasarkan Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa perbedaan pada konsentrasi bahan pengawet 15% dan 20% berpengaruh nyata terhadap nilai retensi dan berpengaruh tidak nyata terhadap nilai penetrasi. Berdasarkan nilai standar SNI nilai retensi dan nilai penetrasi pada konsentrasi 15% dan 20% telah memenuhi standar untuk penggunaan dalam ruangan bawah atap
ANALISIS FITOKIMIA, SIFAT ANTI BAKTERI DAN ANTIOKSIDAN PROPOLIS Tetragonula sapiens DARI BUTON UTARA Niken pujirahayu; Zakiah Uslinawaty; Nurhayati Hadjar; Dirvin; Ahmat Gari
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.219

Abstract

This study investigates the phytochemical composition, antioxidant, and antibacterial activities of stingless bee, Tetragonula sapiens propolis from four locations in Buton Utara, Southeast Sulawesi, Indonesia. Phytochemical screening confirmed the presence of flavonoids, tannins, and polyphenols in all samples, while alkaloids were absent. Antioxidant activity, measured by DPPH assay, varied significantly among samples, with Lakonea exhibiting the strongest activity (IC₅₀ 42.22 ppm), followed by Linsowu (66.33 ppm), Lemo Ea (85.13 ppm), and Lantagi (113.39 ppm). Antibacterial tests against Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Salmonella typhi revealed distinct inhibitory patterns, with Lakonea showing the broadest spectrum of activity at 30% concentration. Statistical analysis indicated a strong negative correlation (rₛ = -0.80) between IC₅₀ values and total antibacterial inhibition, suggesting that samples with higher antioxidant capacity tend to possess stronger antibacterial effects. The findings highlight the influence of geographical origin and botanical sources on the bioactivity of propolis. This study concludes that stingless bee propolis from Buton Utara, particularly from Lakonea, holds promising potential as a natural source of antioxidants and antibacterial agents, supporting its future application in the development of functional foods, nutraceuticals, and pharmaceuticals.
Pengembangan Kegiatan Ekoeduwisata Melalui Pemberdayaan Masyarakat Dan Rehabilitas Ekosistem Mangrove Di Desa Sawapudo Kabupaten Konawe La Ode Midi; La Ode Muhammad Erif; Sitti Leomo; Asrianti Arif; Nurhayati Hadjar; Wa Ode Siti Nur Alam; Surya Cipta Ramadhan Kete; Eka Rahmatiah Tuwu
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 : Mei (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawapudo Village, known for its unique coastal features including beaches, karst cliffs, and mangrove vegetation, holds tourism potential. However, a lack of wise management has led to degradation, including mangrove loss and over-exploitation of rare species. Community involvement is crucial for sustainable management. Through Integrated Thematic Community Services in July-August 2019, efforts were made to address these issues. The activities aimed to educate the community on tourism village management, improve local skills in souvenir making, and enhance digital presence through website creation and social media management. Proposed solutions included institutional strengthening, greening tourism spots, promoting IT-based tourism, producing eco-friendly souvenirs, and establishing a village website. These initiatives aim to boost the local economy and position Sawapudo as a natural tourism destination.
REHABILITASI MANGROVE TELUK KENDARI BERBASIS EDUKASI LINGKUNGAN DAN KOLABORASI MULTIPIHAK Nurhayati Hadjar; Abdul Sakti; Nurnaningsih Hamzah; Sarwinda Intan Putri; Abigael Kabe; Lade Ahmaliun
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.853

Abstract

Ekosistem mangrove di Teluk Kendari memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan pesisir, tetapi kawasan ini mengalami penurunan kualitas lingkungan yang ditandai dengan berkurangnya tutupan mangrove sebesar 15% per tahun, kerusakan habitat akibat pembangunan dan konversi lahan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung rehabilitasi mangrove melalui edukasi lingkungan, aksi penanaman, dan penguatan kolaborasi multipihak berbasis Campus-Based Environmental Stewardship. Kegiatan melibatkan 250 peserta yang terdiri atas sivitas akademika, siswa sekolah menengah atas, perwakilan instansi pemerintah, masyarakat, serta tujuh mitra strategis dalam bidang lingkungan dan rehabilitasi pesisir. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai fungsi ekologis mangrove, demonstrasi teknik penanaman, praktik penanaman bibit, evaluasi pemahaman melalui kuis, serta penguatan jejaring konservasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil menanam 500 bibit mangrove yang terdiri atas Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Bruguiera gymnorrhiza. Peningkatan pengetahuan peserta terlihat melalui kuis berhadiah yang memuat 20 pertanyaan tentang materi sosialisasi, dengan siswa sekolah menengah atas menjadi kelompok yang paling aktif dan paling banyak memberikan jawaban benar. Kolaborasi tersebut mendorong pembagian peran yang lebih jelas antara kampus, pemerintah, sekolah, masyarakat, dan mitra lingkungan dalam pelaksanaan konservasi pesisir berkelanjutan secara bersama. Kegiatan ini meningkatkan keterlibatan peserta dalam konservasi, memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, menumbuhkan kepedulian lingkungan, dan mendukung pemulihan kawasan pesisir. Program ini berpotensi dilanjutkan melalui pemantauan pertumbuhan bibit, pemeliharaan rutin, pendampingan berkala, serta perluasan kemitraan dan edukasi konservasi kepada siswa sekolah menengah pertama.
Technical guidance on the use of Sengon and Jabon Logging Waste as Renewable Fuel to increase the Economic Value of the Andalambe Village Forest Farmers Group, Konawe, Indonesia Niken Pujirahayu; Zakiah Uslinawaty; Sitti Noorbaini Sarmin; Nurrohana Ahmad; Lies Indriyani; Sahindomi Bana; Basrudin; Nurhayati Hadjar; Agus Setiawan; abigael Kabe; Nurnaningsih Hamzah; Aura Charismailliah; Alfan Ananta Julianda; La Ode Muh. Jaffar Efendi
International Journal of Community Service (IJCS) Vol. 5 No. 1 (2026): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijcs.v5i1.1662

Abstract

The International Collaborative Community Service Program, conducted by the Forestry Study Program of the Faculty of Forestry and Environmental Sciences in collaboration with the University of Technology of Mara, Malaysia, aims to: Provide training on utilizing sengon/jabon wood waste (harvested) by converting it into wood pellets as a renewable energy source; and Increase the economic value of community forests by improving the quality of primary wood and creating value-added products from waste. This community service activity is implemented through outreach and practical training on making wood pellets from sengon/jabon waste, introducing the potential of wood waste as a renewable energy source. Techniques for collecting, drying, and shredding wood waste, as well as the process of molding the shredded waste into pellets, are also covered. After this activity, community forest farmer groups can utilize and convert previously unused waste from sengon and jabon felling into wood pellet products. Environmental benefits include more sustainable forest management and reduced wood waste, which can otherwise pollute the environment. The expected benefits for the partner (UiTM) include applying existing knowledge and technology in the context of international community service and strengthening collaborative networks.